Home
Login.
Artikelilmiahs
40686
Update
ERVINA SEPTIANI
NIM
Judul Artikel
APLIKASI PUPUK ORGANIK HAYATI TERHADAP KERAGAAN TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) PADA TANAH ANDISOL BATUR JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan komoditas golongan umbi-umbian yang membutuhkan lebih banyak fosfor (P). Tanah Andisol mempunyai beberapa sifat yang menjadi kendala untuk pertumbuhan tanaman, ialah retensi hara P yang cukup tinggi. Pupuk organik hayati merupakan pupuk organik yang diperkaya agensi hayati seperti mikroba pelarut fosfat yang dapat menyediakan hara P bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui keragaan vegetatif tanaman kentang akibat aplikasi pupuk organik hayati pada tanah Andisol, dan (2) mengetahui keragaan reproduktif tanaman kentang akibat aplikasi pupuk organik hayati pada tanah Andisol. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan faktor P0 = cara konvensional petani (kotoran ayam 20 ton/ha, phonska 1 ton/ha dan ZA 250 kg/ha) dan P1 = paket pemupukan (Pupuk organik hayati 20 ton/ha & Pupuk Urea 300 kg/ha, SP-36 500 kg/ha KCl 300 kg/ha, dan Kapur 200 kg/ha). Variabel yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, bobot umbi, volume umbi, diameter umbi, panjang umbi, kandungan pati dan kandungan gula. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi POH dapat meningkatkan tinggi tanaman kentang sebesar 15% (63,18 cm) dan jumlah daun sebesar 93% (116,6 helai). Aplikasi POH dapat meningkatkan bobot umbi kentang 17% (561,8 gram), volume umbi 86% (72,37 mm3), diameter umbi 14% (5,67 cm), panjang umbi 7% (7,39 cm). Aplikasi POH juga dapat meningkatkan kandungan gula sebesar 8,8% (1,36%) dan kandungan pati 4,6% (26,71 %)
Abtrak (Bhs. Inggris)
Potato (Solanum tuberosum L.) is a tuberous commodity that requires more phosphorus (P). Andisol soils have several properties that are obstacles to plant growth, namely high P nutrient retention. Biological organic fertilizer is an organic fertilizer enriched with biological agents such as phosphate solubilizing microbes that can provide P nutrients for plants. This study aims to (1) determine the vegetative performance of potato plants due to the application of bio-organic fertilizer on Andisol soil and (2) determine the reproductive performance of potato plants due to the application of bio-organic fertilizer on Andisol soil. The experimental design used was a randomized block design (RBD) with factor P0 = conventional (chicken manure 20 tons/ha, phonska 1 ton/ha, and ZA 250 kg/ha) and P1 = fertilization (POH 20 tons/ha, fertilizer Urea 300 kg/ha, SP-36 500 kg/ha, KCl 300 kg/ha, and Lime 200 kg/ha). Observed variables included plant height, number of leaves, number of tubers, tuber weight, tuber volume, tuber diameter, tuber length, starch content, and sugar content. The results showed that the application of biological organic fertilizer increased plant height by 15% (63.18 cm), the number of leaves by 93% (116.6 blades), tuber weight by 17% (561.8 g/plant), tuber volume by 86% (72,37 mm3), and tuber diameter by 14% (5.6 cm). Also, the application of biological organic fertilizer increases sugar content by 8.8% (1.36%) and starch content by 4.6% (26.71 %)
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save