| NIM | K1A019076 |
| Namamhs | INDRI YAUMI GINNA |
| Judul Artikel | Aplikasi dan Karakterisasi Pewarna Alami Daun Ketapang, Daun Jambu Biji, dan Daun Mangga untuk Pewarnaan Batik |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Zat warna alami merupakan warna yang berasal dari alam serta dapat digunakan untuk mewarnai batik. Zat warna alami dapat diperoleh dari tumbuhan seperti daun ketapang, daun jambu biji, dan daun mangga. Penggunaan zat warna alami perlu diimbangi dengan fiksator. Fiksator merupakan zat yang dapat meningkatkan tahan luntur warna serta memberikan perubahan arah warna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis fiksator terhadap karakteristik warna alami daun ketapang, daun jambu biji, dan daun mangga serta menganalisis intensitas warna dan tahan luntur warna alami terhadap pengaruh sinar matahari, pencucian komersial, dan gosokan. Penelitian ini diawali dengan ekstraksi, uji fitokimia, pengujian pH, dan pembuatan batik dengan enam tahapan yaitu scouring, pre-mordanting, pengecapan, pewarnaan, post-mordanting (fiksasi) dan lorod. Hasil penelitian membuktikan fiksator berpengaruh terhadap meningkatnya nilai tahan luntur warna dengan cara memperkuat ikatan antara kain dan tanin. Penggunaan fiksator juga mempengaruhi arah warna pada kain berupa fiksator tawas menghasilkan warna yang lebih tajam dari warna tanpa fiksator, kapur menghasilkan warna sedikit lebih gelap karena adanya penurunan nilai kecerahan, sedangkan tunjung menghasilkan warna yang paling gelap. Karakterisasi tahan luntur warna menunjukkan bahwa pada uji TLW terhadap sinar matahari dan pencucian komersial zat warna alami masing-masing daun dengan fiksatornya menghasilkan nilai di atas batas minimum mutu kain, sedangkan pada uji TLW terhadap gosokan kering, ZWA daun ketapang dan daun jambu biji dengan fiksator tunjung menghasilkan nilai di bawah batas minimum mutu kain. Hal serupa terjadi pada uji TLW terhadap gosokan basah daun jambu biji dengan fiksator tunjung menghasilkan nilai di bawah batas minimum mutu kain. Berdasarkan hal tersebut penggunaan pewarna alami dengan fiksator tawas dan kapur memiliki nilai yang lebih baik dalam peningkatan tahan luntur warna dibanding fiksator tunjung. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Natural dyes are colors that come from nature and can be used to color batik. Natural dyes can be obtained from plants such as ketapang leaves, guava leaves, and mango leaves. The use of natural dyes needs to be balanced with fixators. Fixator is a substance that can increase color fastness and change the color direction. The purpose of this study was to determine the effect of the type of fixator on the natural color characteristics of ketapang leaves, guava leaves, and mango leaves and to analyze the color intensity and fastness of natural colors to the effects of sunlight, commercial washing, and rubbing. This research began with extraction, phytochemical testing, ph testing, and making batik with six stages, namely scouring, pre-mordanting, tasting, coloring, post-mordanting (fixation), and lorod. The results of the studies proved that the fixator affected increasing the valued of color fastness by strengthening the bond between the fabric and the tannins. The used of a fixator also affects the color direction of the fabric in the form of alum fixator producing a sharper color than the color without the fixator, lime produces a slightly darker color due to a decrease in the brightness valued, while tunjung produces the darkest color. Characterization of color fastness showed that the TLWtest on sunlight and commercial washing of natural dyes for each leaf with its fixator produced a valued above the minimum limit for fabric quality, whereas in the TLW test for dried rubbing, zwa of ketapang left and guava left with fixator tunjung produces a valued below the minimum quality limit of cloth. The same thing happened to the TLW test on wet rubbing of guava left with a tunjung fixator which resulted in values below the minimum quality limit for the fabric. Based on this, the used of natural dyes with alum and lime fixators had a better valued in increasing color fastness than the tunjung fixator. |
| Kata kunci | batik, zat warna alami, tawas, kapur, tunjung |
| Pembimbing 1 | Ari Asnani, S.Si., M.Sc., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Dr. Santi Nur Handayani, S.Si., M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 74 |
| Tgl. Entri | 2023-08-02 11:53:35.505406 |
|---|