Artikel Ilmiah : P2BA11047 a.n. INAYATSYAH

Kembali Update Delete

NIMP2BA11047
NamamhsINAYATSYAH
Judul ArtikelOPTIMASI PAKAN BUATAN BERBASIS MEAT AND BONE MEAL (MBM) SEBAGAI PROTEIN UNTUK PERTUMBUHAN DAN SINTASAN JUVENIL LOBSTER AIR TAWAR
(Cherax quadricarinatus)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sintasan, perbandingan efisiensi pakan dan kinerja pertumbuhan Lobster air Tawar (Cherax quadricarinatus) yang diberi pakan komersil dengan pakan berbahan baku meat and bone meal (MBM).
Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan dilakukan analisis ragam, dan jika ada perbedaan nyata antara perlakuan dilakukan uji beda nyata Duncan. Parameter yang diamati adalah, laju pertumbuhan harian, pertambahan berat dan bobot tubuh, efisiensi pakan (FCR), kelangsungan hidup (SR) dan hepato somatik indeks. Parameter kualitas air yang diukur adalah suhu, pH, daya larut oksigen (DO).
Pakan perlakuan berupa pakan dari tepung ikan dengan 5 kombinasi MBM yang terdiri dari Pakan A sebagai kontrol (100% tepung ikan), Pakan B(25% MBM dan 75% tepung ikan),Pakan C(50% MBM dan 50% tepung ikan), pakan D(75% MBM dan 25% tepung ikan), dan Pakan E(100% MBM) Kadar protein pakan A adalah 25,92%, pakan B 25,98%, pakan C 24,55%, pakan D 23,17% dan pakan E 21,97% udang diberi pakan sampai kenyang (at satiation) dengan frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari yaitu pagi dan malam hari. Pemeliharaan udang dilakukan selama 8 minggu dengan melakukan sampling 7 hari sekali.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sintasan tidak menunjukan perbedaan yang tidak nyata (P> 0,05) sintasan lobster yang tinggi yaitu pada perlakuan pakan PA (K) yaitu 92%. Konversi ratio pakan antara perlakuan pakan A, B, C, D, dan E tidak berbeda nyata (P > 0,05) FCR tertingi dicapai pada perlakuan pakan PE. Laju pertumbuhan harian tidak memberikan pengaruh perbedaan yang nyata (P< 0,05), Dari hasil penelitian didapat bahwa laju pertumbuhan yang tertinggi dicapai pada perlakuan PD. Hepato somatic indek menujukan pengaruh yang nyata (P<0,05) berat tertinggi dicapai pada perlakuan PC dan frekuensi molting menunjukan tidak ada perbedaan nyata (P> 0,05) yaitu paling tinggi dicapai pada kelompok perlakuan pakan PD. Selama penelitian, parameter fisika air pada semua perlakuan masih berada pada kisaran yang layak untuk pemeliharan juvenile lobster air tawar.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research is aim to determine the survival rate, feed efficiency ratio and growth performance of freshwater lobster (Cherax quadricarinatus) that were fed with commercial feed made from meat and bone meal (MBM).
This research uses a completely randomized design with 5 treatments and each treatments consist of 5 repetitions. To determine the effect between treatments it is required analysis of variance, and if there is a real difference between the treatments, the significantly different Duncan test was needed. Observed parameters are, daily growth rate, weight gain and body weight, feed efficiency (FCR), survival (SR) and hepato somatic index. Measured water quality parameters were temperature, pH, solubility of oxygen (DO).
Feed treatment in the form of fish meal with MBM combination consists of Feed A as a control (100% fish meal), Feed B (25% MBM and 75% fish meal), Feed C (50% MBM and 50% fish meal) , feed D (75% MBM and 25% fish meal), and feed E (100% MBM). The amount of protein in feed A is 25.92%, B is 25.98%, C is 24.55%, D is 23.17% and E is 21.97%. Shrimp fed to satiety (at satiation) with the frequency of feeding 2 times a day that is morning and evening. Shrimp maintenance done for 8 weeks by sampling once at 7 days
Based on the research results, it is found that the survival rate show a difference that is not significant (P> 0.05). Lobster survival rate is highest at the feed treatment PA (K) is 92%. Feed ratio conversion between feed treatments A, B, C, D, and E were not significantly different (P >0.05). The highest FCR achieved in feed treatment PE. Daily growth rate does not give significant differences (P <0.05). From the research results it is found that the highest growth rate achieved in the treatment PD. Hepato-somatic index shows significant effect (P <0.05) the highest weight achieved in the treatment PC and the molting frequency showed no significant differences (P> 0.05) the highest achieved in the group of feed treatment PD. During the research, physical parameters of the water in all treatments still in the appropriate range for the maintenance of juvenile freshwater lobster.
Kata kunciCherax quadricarinatus, MBM, pakan buatan, pertumbuhan, sintasan
Pembimbing 1Ir. Purnama Sukardi, Ph.D
Pembimbing 2Prof. H. Edy Yuwono, Ph. D
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.