Artikel Ilmiah : G1B009024 a.n. FARAH MARIS TSALATSIN

Kembali Update Delete

NIMG1B009024
NamamhsFARAH MARIS TSALATSIN
Judul ArtikelFAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETIDAKBERHASILAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS PARU (TB PARU) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Indonesia menduduki peringkat terbesar keempat insiden kasus tuberkulosis di dunia. Upaya penanggulangan TB Paru yang telah dilakukan yaitu melalui program DOTS, dengan salah satu upayanya adalah pengobatan yang dilakukan selam 6 bulan. Proses pengobatan yang memakan waktu lama sehingga besar kemungkinan terjadinya drop out pengobatan sehingga proses pengobatan tidak berhasil. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakberhasilan pengobatan TB Paru di wilayah kerja Puskesmas II Kembaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Kasus adalah penderita TB paru yang drop out/putus pengobatan, sedangkan kontrol adalah penderita TB paru yang pengobatan lengkap dan dinyatakan sembuh. Jumlah sampel 40 sampel, dengan rincian kasus sebanyak 8 orang dan kontrol sebanyak 32 orang. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan hanya variabel kepatuhan minum obat yang terbukti berhubungan dengan ketidakberhasilan minum obat (p=0,000). Variabel-variabel yang tidak terbukti berhubungan yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, kepatuhan kontrol dahak, kategori PMO, Perilaku PMO dan keterjangkauan ke pelayanan kesehatan. Penderita TB Paru sebaiknya melakukan pengobatan secara patuh dengan berobat teratur dan meminum obat sesuai dosis, kontrol dahak dilakukan sesuai prosedur (3 kali selama masa pengobatan) serta meningkatkan pendidikan kesehatan kepada penderita dengan cara konsultasi selama kontrol pengobatan dan menguatkan peran keluarga sebagai PMO.
Abtrak (Bhs. Inggris) Indonesia was ranked the fourth largest incident tuberculosis cases in the world. Pulmonary tuberculosis control efforts that have been done that is through the DOTS program, with one of his efforts was the treatment done during 6 months. Treatment process that takes a long time so the greater the risk of drop out of treatment so that the treatment process was not successfull. The purpose of this study was to determine the factors associated with unsuccesfull treatment of pulmonary tuberculosis in the Public Health’s Center II Kembaran. The method used an analytical method with a case-control approach. Cases are pulmonary tuberculosis patients who drop out/default of treatment, while the controls were pulmonary tuberculosis patients who complete treatment and was declared cured. Number of samples was 40 samples, with details of the case as many as 8 sample and control as many as 32 samples. Statistical test was used chi-square test. Results of research conducted only variable medication adherence showing to be associated with the failure to take medication (p-value = 0.000). While the variables of age, gender, education, employment, compliance control sputum, category of treatment observer, treatment observer’s behavior and affordability to health care was not shown to be associated with the unsuccesfull treatment. Pulmonary tuberculosis patients should take medication regularly with treatment and take medication as prescribed, control of sputum token at 3 times during the treatment period and to improve health education to patients with consultation program during the control treatment.
Kata kunci: keberhasilan pengobatan, drop out, pengobatan lengkap, sembuh.
Pembimbing 1Sri Nurlaela, SKM, M.Epid
Pembimbing 2Dwi Sarwani SR, SKM, M.Kes (Epid)
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.