Home
Login.
Artikelilmiahs
6337
Update
EKO SUGIYONO
NIM
Judul Artikel
Daya Bunuh Ekstrak Daun Dadap Serep (Erythrina lithosperma Bl. non Miq) Terhadap Kematian Larva Nyamuk Aedes aegypti
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pengendalian DBD secara umum dilakukan dengan penggunaan insektisida sintetis. Penggunaan insektisida sintetis secara terus-menerus dan berulang-ulang dapat berdampak negative seperti terjadinya pencemaran lingkungan dan resistensi. Upaya untuk mengurangi dampak negatif tersebut adalah dengan penggunaan insektisida alami dari tumbuhan. Salah satu tumbuhan yang berpotensi menjadi larvasida yaitu daun dadap serep (Erythrina lithospema Bl. non Miq). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya bunuh ekstrak daun dadap serep (Erythrina lithospema Bl. non Miq) terhadap larva Aedes aegypti. Jenis penelitian ini adalah true experiment desing atau rancangan eksperimen murni. Jumlah larva Aedes aegypti yang digunakan adalah 600 ekor larva instar III yang diberi perlakuan ekstrak daun dadap serep konsentrasi 0% (kontrol), 1,5%, 1,75%, 2%, 2,25%, dan 2,5% dimana pada tiap kelompok perlakuan dan control diberi 25 ekor larva dengan 4 kali replikasi. Setelah 24 jam, diamati jumlah larva Aedes aegypti yang mati. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi 1,5% menyebabkan kematian sebanyak 39% dan pada konsentrasi 2,5% menyebabkan kematian 77%. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antar konsentrasi terhadap kematian larva Aedes aegypti dengan p=0,001 (< 0,05). Uji Mann Whitney menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara pasangan konsentrasi kecuali pada pasangan kelompok konsentrasi 1,5%:1,75% dan 2%:,2,5%. Hasil analisis probit menunjukan bahwa LC50 diperoleh pada konsentrasi 1,732%. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa daun dadap serep memberikan efek larvasidal terhadap Aedes aegypti. Perlu dilakukan upaya untuk mendapatkan sediaan yang lebih sederhana dan aplikatif untuk digunakan oleh masyarakat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Dengue Hemorhagic Fever (DHF) that infected by Aedes aegypti mosquito still become public health problem in Indonesia. The controlling of DHF commonly use synthetics insecticide. The continously usage of synthetics insecticide will cause negatif effects such as environment contamination and resistance. One effort to reduce them is the use of natural insecticide from plants. One of the plants that can be used to be insecticide is dadap serep. The objective of the research is to know the Kipling power of dadap serep leaf extract toward the Aedes aegypti larva. This research use true experiment desing. The number of Aedes aegypti larva that use in this research are 600 instar III larvas which are given the dadapserep leaf extract treatment with 0% concentration as the control, 1,5%, 1,75%, 2%, 2,25%, and 25%. In each group treatment and control are given 25 larvas with 4 times replication. After 24 hours, the amount of death larva are observed. The result of research show that 1,5% concentration cause 39% death larva and 2,5% causes 77% death larva. Kruskall Wallis data analysis shows that is significant difference between concentration and the amount of death larva with p=0,01 (<0,05). Mann Withney test shows the significant differences the concentration except in the concentration group of 1,5%;1,75% and 2%;2,25%. Probit analysis result shows that LC50 is obtained in 1,327% of concentration. From the result can be concluded that dadapserep leaf gide larvicide effect of Aedes aegypti. It needs to attempt to get more applicable form.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save