Home
Login.
Artikelilmiahs
40027
Update
KARINA EVANDRA NATHANIEL
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MP-ASI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK STUNTING USIA 6-59 BULAN DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Stunting memberikan dampak pada perkembangan motorik kasar anak. Pemberian MPASI pada anak dikaitkan sebagai faktor terjadinya stunting. Sampai saat ini, terdapat inkonsistensi hasil penelitian mengenai korelasi pemberian MP-ASI dengan perkembangan motorik kasar serta belum ada penelitian yang membahas hubungan pola pemberian MP-ASI sebagai determinan stunting dengan gangguan motorik kasar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola pemberian MP-ASI dengan perkembangan motorik kasar pada anak stunting usia 6-59 bulan di Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini merupakan anak stunting berusia 6-59 bulan di Puskesmas Desa Prioritas Percepatan Penurunan Stunting dengan teknik consecutive sampling berjumlah 143 subjek pada bulan Februari-Maret 2023. Variabel bebas penelitian ini adalah usia MPASI pertama, kecukupan MPASI, keamanan MPASI dan responsive feeding yang diambil dengan kuesioner oleh Nutrisiani, Food recall 3x24 jam, keamanan UNICEF dan Basic Feeding Rules. Variabel terikat penelitian ini adalah perkembangan motorik kasar yang diambil menggunakan DDST-II. Teknik analisis data menggunakan uji Spearman. Hasil: Ditemukan 15,4% ibu memberikan MPASI pertama di usia tidak tepat, 53,8% kecukupan gizi kurang, 25,9% memberikan MPASI secara tidak aman, dan 19,6% penerapan responsive feeding rendah. Analisis bivariat uji Spearman menunjukkan tidak ada korelasi antara perkembangan motorik kasar dengan usia MPASI pertama (r=-0,004; p=0,959), kecukupan gizi MPASI (r= -0,021; p=0,802), keamanan MPASI (r= -0,054; p=0,521), dan responsive feeding (r=0,025; p=0,764). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara usia pemberian pertama, kecukupan, keamanan dan penerapan responsive feeding dengan perkembangan motorik kasar pada anak stunting usia 6-59 bulan di Kabupaten Banyumas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Stunting led gross developmental delay in children. Complementary feeding was related to stunting. There were inconsistencies about correlation between complimentary feeding and gross motor development, also there is no study about pattern of complementary feeding as stunting determinant with gross motor development. Objective: The aim of this study was to determine correlation between complementary feeding pattern and gross motor development in 6-59 months stunting children in Banyumas Regency. Method: This was an analytics observational with cross sectional study. Sample of this study was 6-59 months stunting children in public health center of stunting decceleration priority village. The population was taken by consecutive sampling within 143 children in February-March 2023. Independent variables of this study were starting age, adequate amounts, clean and safe, and responsive feeding using Nutrisiani, Food recall 3x24 jam, keamanan UNICEF dan Basic Feeding Rules. Dependent variable was gross motor development which was taken by DDST-II. Spearman correlation test used to analize the data. Results: The data shows that 15,4% respondents gave early complementary food to their babies, 53,8% had inadequate amounts, 25,9% was not clean and safe, and 19,6% did low responsive feeding practice. The result of analysis shows there are no correlation between gross motor development and complementary feeding starting age (r=-0,004; p=0,959), adequate amounts (r= -0,021; p=0,802), clean and safe (r= -0,054; p=0,521), and practice of responsive feeding (r=0,025; p=0,764). Conclusion: There are no correlation between starting age, adequate amounts, clean and safe, and responsive feeding with gross motor development in 6-59 months stunting children in Banyumas Regency.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save