Home
Login.
Artikelilmiahs
13468
Update
ERI SUJATMIKO SETIAWAN
NIM
Judul Artikel
EFISIENSI EKONOMIS USAHATANI DAN TINGKAT KELAYAKAN HIDUP PETANI NANAS DI KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “ Efisiensi Ekonomis Usahatani Dan Kelayakan Hidup Petani Nanas Di Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang“. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat efisiensi ekonomi usahatani nanas di Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang dan untuk menganalis tingkat kelayakan hidup keluarga petani nanas di Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai bulan Juli dengan menggunakan metode survei. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel (responden) yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 95 orang. Analisis yang digunakan untuk menghitung efisiensi ekonomi usahatani yaitu dengan menggunakan analisis R/C Rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani nanas di Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang sudah efisien karena rata-rata penerimaan total dari usahatani nanas adalah sebesar Rp 33.552.982 sedangkan rata-rata biaya total yang dikeluarkan petani nanas adalah sebesar Rp 18.620.093. Berdasarkan nilai tersebut maka diperoleh nilai R/C ratio rata-rata sebesar 1.80 yang artinya setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan maka akan memperoleh nilai sebesar Rp 1.80. Karena nilai R/C lebih dari satu maka dapat disimpulkan bahwa usahatani nanas di Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang sudah efisien. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1) berdasarkan hasil perhitungan R/C rasio dapat diketahui bahwa usahatani nanas di Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang sudah efisien, 2) Dari perhitungan Kebutuhan Hidup Layak, sebanyak 43 orang petani memiliki pendapatan dibawah tingkat Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang sudah ditetapkan di Kabupaten Pemalang sebesar Rp 1.170.000,00. Yang berarti bahwa pendapatan petani tersebut tidak dapat mencukupi tingkat kebutuhan hidup layak di Kabupaten Pemalang. Sedangkan petani nanas yang mempunyai pendapatan diatas nilai dari tingkat Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Kabupaten Pemalang berjumlah 52 orang. Berarti bahwa sebanyak 52 orang petani dapat hidup secara layak dengan mengandalkan pendapatan dari bertani nanas tersebut. Implikasi dari penelitian ini adalah secara keseluruhan usahatani nanas dapat dikatakan sudah efisien, sehingga para petani di harapkan dapat mempertahankan tingkat efisiensi yang sudah baik dan usahatani nanas harus terus dikembangkan karena kedepannya memiliki prospek yang baik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The study entitled "Economics Efficiency and Feasible Farm Life Pineapple Grow in Belik Sub Regency Pemalang Regency". The purpose of this study was to analyze the level of economics efficiency pineapple farm in Belik Sub Regency Pemalang Regency and to analyze the feasibility of a pineapple farm families living in Belik sub Regency Pemalang Regency.This research was conducted from June to July by using the survey method. Sampling using purposive sampling method. The number of samples (respondents) were used in this study as many as 95 people. The analysis used to calculate the economics efficiency of farming is by using analysis of R/CRatio. The results showed that the pineapple farm in Belik Sub Regency, Pemalang Regency has been efficient as the average total revenue from pineapple farming is IDR 33,552,982, while the average total cost incurred pineapple farmers is IDR 18,620,093. Based on these values, the obtained values of R/C ratio by an average of 1.80, which means every single Rupiah cost incurred will acquire a value of USD 1.80. Because the value of R/C is more than one, it can be concluded that pineapple farming in Belik Sub Regency, Pemalang Regency has been efficient. The conclusion of this study were: 1) based on the calculation of R/C ratio can be seen that the farming of pineapple in Belik Sub Regency, Pemalang Regency already efficient, 2) Calculation Living Needs, as many as 43 farmers have an income below the level Living Needs (KHL) which have been defined in Pemalang IDR 1,170,000.00. Which means that the income of these farmers can not meet the level of need for decent living in Pemalang. While the pineapple farmers who have incomes above the value of the degree of Living Needs (KHL) in Pemalang numbered 52 people. Means that as many as 52 people can live a decent farmers to rely on income from the pineapple farming.The implication of this study is overall pineapple farming can be said to have been efficient, so that farmers expected to maintain a level of efficiency that is a good and pineapple farming should be developed for the future have good prospects. Keywords: Farming Pineapple, Pineapple, Economics Efficiency, Level KHL
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save