Artikel Ilmiah : A1A015016 a.n. ASHABUL IZZUDDIN

Kembali Update Delete

NIMA1A015016
NamamhsASHABUL IZZUDDIN
Judul ArtikelSTRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KOPI ARABIKA DI DESA BABADAN KECAMATAN PAGENTAN KABUPATEN BANJARNEGARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kopi merupakan salah satu komuditi perkebunan yang mempunyai peluang sangat besar di Indonesia. Indonesia merupakan Negara penghasil kopi terbanyak yang menempati peringkat ke empat setelah Brazil, Kolombia, dan Vietnam. Desa Babadan Kecamatan Pagentan adalah salah satu desa penghasil kopi arabika di Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah. Usahatani kopi arabika di Desa Babadan terdapat beberapa kendala dalam pengembangannya yaitu pemilik usahatani kurang inovatif dalam pengelolaan hasil panen, penerapan teknologi masih terbatas khususnya untuk pascapanen kopi arabika, serangan hama dan penyakit pada tanaman kopi arabika. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, merumuskan alternatif strategi pengembangan yang dapat diterapkan, dan menentukan prioritas strategi pengembangan usahatani kopi arabika di Desa Babadan Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara. Metode penentuan sampel dilakukan secara purposive. Metode analisis digunakan adalah analisis deskriptif, Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Grand Strategy Matrix (GSM), Strength, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, analisis lingkungan internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi usahatani kopi arabika di Desa Babadan adalah teknik budidaya kopi arabika mudah dilaksanakan (kekuatan), pemilik usahatani kurang inovatif dalam pengelolaan hasil panen (kelemahan), kopi arabika di Desa Babadan dikenal sebagai kopi yang berkualitas (peluang), serangan hama dan penyakit pada tanaman kopi arabika (ancaman). Total skor yang dimiliki oleh usahatani kopi arabika di Desa Babadan sebesar 3,01 (IFE) dan 3,07 (EFE). Gabungan antara matriks IFE dan EFE menempatkan usahatani kopi arabika di Desa Babadan dalam kuadran I pada matriks Grand Strategy. Alternatif strategi matriks SWOT menghasilkan delapan strategi dan prioritas strategi terbaik dari analisis QSPM adalah meningkatkan pengetahuan petani kopi dengan memanfaatkan program penyuluhan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Coffee is a plantation commodity that has enormous opportunities in Indonesia. Indonesia is the largest coffee producing country which ranks fourth after Brazil, Colombia and Vietnam. Babadan Village, Pagentan District, is one of the Arabica coffee producing villages in Banjarnegara Regency, Central Java Province. Arabica coffee farming in Babadan Village has several obstacles in its development, namely the farm owners are less innovative in managing yields, the application of technology is still limited, especially for postharvest Arabica coffee, pests and diseases attack on Arabica coffee plants. The aim of the research is to identify internal and external factors which are strengths, weaknesses, opportunities and threats, formulate alternative development strategies that can be applied, and determine the priority of development strategies for arabica coffee farming in Babadan Village, Pagentan District, Banjarnegara Regency. The method of determining the sample was done purposively. The analytical method used is descriptive analysis, Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Grand Strategy Matrix (GSM), Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The results of the study show that, internal and external environmental analysis that can affect Arabica coffee farming in Babadan Village is that Arabica coffee cultivation techniques are easy to implement (strengths), farm owners are less innovative in yield management (weaknesses), Arabica coffee in Babadan Village is known as coffee quality (opportunity), pest and disease attacks on Arabica coffee plants (threats). The total score of Arabica coffee farming in Babadan Village is 3.01 (IFE) and 3.07 (EFE). The combination of the IFE and EFE matrices places arabica coffee farming in Babadan Village in quadrant I of the Grand Strategy matrix. Alternative SWOT matrix strategies produce eight strategies and the best strategic priorities from the QSPM analysis are increasing the knowledge of coffee farmers by utilizing extension programs.
Kata kuncistrategi pengembangan, usahatani kopi arabika, analisis SWOT, QSPM
Pembimbing 1Budi Dharmawan, S.P., M.Si., Ph.D.
Pembimbing 2Dr. rer. agr. Ir. Djeimy Kusnaman, M.Sc. Agr.
Pembimbing 3Dr. Irene Kartika Eka Wijayanti, S.P., M.P.
Tahun2023
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2023-02-21 04:19:58.146915
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.