Home
Login.
Artikelilmiahs
44069
Update
BUYUNG ADHIB HUMAM
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KONJAK TERHADAP KEEMPUKAN, WARNA DAN SIFAT ORGANOLEPTIK SOSIS DAGING DOMBA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung konjak terhadap keempukan, warna dan sifat organoleptik sosis daging domba serta untuk mengetahui kadar penambahan tepung konjak yang optimal untuk sosis daging domba. Materi penelitian yang digunakan yaitu daging domba, tepung konjak, lemak domba, dan selongsong sosis. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Uji lanjut yang digunakan adalah uji duncan untuk organoleptik dan polynomial orthogonal untuk keempukan. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini yaitu (P0) sosis + tanpa penambahan konjak 0% (P1) sosis + tepung konjak 5% (P2) sosis + tepung konjak 10% (P3) sosis + tepung konjak 15% (P4) sosis + tepung konjak 20%. Variabel yang diukur adalah keempukan, whiteness index dan sifat prganoleptik. Hasil analisis variansi menunjukan bahwan penambahan tepung konjak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap keempukan dan sifat organoleptik, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap whiteness index pada sosis daging domba. Kesimpulan, Penambahan tepung konjak semakin banyak menghasilkan whiteness index yang sama, tetapi membuat sosis daging domba semakin empuk dan meningkatkan kesukaan konsumen. Penambahan tepung konjak pada level 15% merupakan persentase yang paling optimal karena menghasilkan nilai keempukan yang indeal serta tingkat kesukaan yang paling disukai.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The aim of the research was to determine the effect of adding konjac flour on the tenderness, color and organoleptic properties of lamb sausages and to determine the optimal level of adding konjac flour for lamb sausages. The research materials used were lamb meat, konjac flour, lamb fat, and sausage casings. The research design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. Further tests used are the Duncan test for organoleptics and orthogonal polynomial for tenderness. The treatment used in this research was (P0) sausage + without adding 0% konjac (P1) sausage + 5% konjac flour (P2) sausage + 10% konjac flour (P3) sausage + 15% konjac flour (P4) sausage + flour konjac 20%. The variables measured are tenderness, whiteness index and prganoleptic properties. The results of the analysis of variance showed that the addition of konjac flour had a significant effect (P<0.05) on tenderness and organoleptic properties, but had no significant effect (P>0.05) on the whiteness index of lamb sausages. Conclusion: The addition of more konjac flour produces the same whiteness index, but makes the lamb sausage more tender and increases consumer preference. The addition of konjac flour at the 15% level is the most optimal percentage because it produces ideal tenderness values and the most preferred level of preference.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save