Artikel Ilmiah : A1C020060 a.n. PRIMADI SURYA RAMADHANI

Kembali Update Delete

NIMA1C020060
NamamhsPRIMADI SURYA RAMADHANI
Judul ArtikelPengaruh Perbedaan
Tekanan Angin pada Roda Traktor Roda Dua terhadap Pemadatan Tanah pada
Kedalaman Tanah 0 – 50 cm
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pengolahan tanah menggunakan traktor dapat meningkatkan efisiensi dan
produktivitas kerja. Namun, penggunaan traktor dalam pengolahan tanah dapat
menyebabkan pemadatan tanah. Pengaturan tekanan angin yang tepat pada roda
traktor dapat mengurangi kerusakan struktur tanah dan menghindari kompaksi
berlebihan yang dapat merugikan sistem akar tanaman serta sirkulasi air dalam
tanah. Meskipun demikian, penelitian yang membahas terkait pengaruh tingkat
tekanan angin roda traktor, khususnya traktor roda dua terhadap pemadatan tanah
masih belum banyak dilakukan. Penelitian terdahulu hanya mengkaji pengaruh
tingkat tekanan angin roda pada kedalaman tanah 0 – 40 cm saja. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji pengaruh perbedaan tekanan angin roda
traktor roda dua terhadap pemadatan tanah pada kedalaman tanah 0 – 50 cm, dan
(2) mengkaji hubungan antara variabel sifat fisik tanah terkait pengaruh perbedaan
tekanan angin roda traktor roda dua terhadap pemadatan tanah pada kedalaman
tanah 0 – 50 cm.

Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2023 – Juni 2024 di lahan
pertanian Unit Penyewaan Jasa Alsintan (UPJA) Kecamatan Sokaraja dan
Laboratorium Terpadu 1 IAB, Univesitas Jenderal Soedirman. Bahan yang
digunakan yaitu 4 petakan lahan ukuran 2 m x 1 m, sedangkan alat yang digunakan
meliputi: traktor roda dua tipe Quick/G 3000 Zeva, pressure gauge, head core ring
sampler, soil ring sampler 100 cm3
, oven, jangka sorong, timbangan digital, cawan
alumunium, falling head meter, dan stopwatch. Penelitian dilakukan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor/perlakuan dan satu kontrol
sebagai pembanding. Perlakuan yang diberikan yaitu 4 taraf perlakuan tekanan angin
roda traktor roda dua yang terdiri dari: Tidak diberikan perlintasan (T0), 7 psi (T7),
10 psi (T10), dan 12 psi (T12). Pengambilan sampel tanah tidak terganggu dilakukan
pada kedalaman 0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40, dan 40 – 50 cm. Pada masingmasing kedalaman tanah dilakukan 5 kali ulangan pengambilan sampel tanah,
sehingga jumlah total sampel tanah yang diambil adalah 100 sampel tanah. Variabel
sifat fisik tanah yang diukur yaitu konduktivitas hidrolik jenuh, dry bulk density,
porositas tanah, kadar air tanah, dan wet bulk density. Analisis data menggunakan
analisis regresi serta Analysis of Variance (ANOVA) dengan uji lanjut menggunakan
uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tekanan angin roda traktor
roda dua menyebabkan penurunan nilai konduktivitas hidrolik jenuh, porositas
tanah, dan kadar air tanah, yang sejalan dengan peningkatan nilai dry bulk density.
Peningkatan kedalaman tanah cenderung menghasilkan penurunan nilai dry bulk
density, yang diikuti dengan peningkatan nilai konduktivitas hidrolik jenuh,
porositas tanah, dan kadar air tanah. Hasil regresi menunjukkan bahwa peningkatan
nilai dry bulk density dapat menyebabkan penurunan nilai konduktivitas hidrolik
jenuh dan porositas tanah, sedangkan peningkatan nilai porositas dan kadar air
tanah dapat menyebabkan peningkatan nilai konduktivitas hidrolik jenuh.
Abtrak (Bhs. Inggris)The use of tractors in soil processing can increase efficiency and productivity.
However, the use of tractors in soil processing can cause soil compaction. Proper
air pressure setting on the tractor wheels can reduce soil damage and prevent
excessive compaction that can harm plant root systems and soil water circulation.
Despite this, research that discusses the effect of tractor wheel air pressure levels,
especially two-wheeled tractors on soil compaction, has not been conducted.
Previous research only examined the effect of wheel air pressure levels at a soil
depth of 0 – 40 cm. Therefore, this research aims to (1) investigate the effect of
different air pressure levels on soil compaction at a depth of 0 – 50 cm, and (2)
investigate the relationship between soil physical properties related to the effect of
different in air pressure between the wheels of a tractor and two wheel vehicle on
soil compaction at a depth of 0 – 50 cm.

The research was conducted from December 2023 to June 2024 on the
agricultural land of Unit Penyewaan Jasa Alsintan (UPJA) in Sokaraja and the
Integrated Laboratory 1 IAB, University of Jenderal Soedirman. The materials used
included 4 plots of land measuring 2 m x 1 m, while the equipment used included a
tractor type Quick/G 3000 Zeva, pressure gauge, head core ring sampler, soil ring
sampler 100 cm3
, oven, measuring rod, digital balance, aluminum cup, falling head
meter, and stopwatch. The research used a Complete Randomized Design (CRD)
with one factor/treatment and one control as a comparison. The treatments given
were 4 levels of air pressure on the tractor wheels, consisting of: no crossing (T0), 7
psi (T7), 10 psi (T10), and 12 psi (T12). Soil sampling was done without disturbance
at depths of 0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40, and 40 – 50 cm. Each depth was
repeated 5 times, resulting in a total of 100 soil samples. The physical properties of
soil measured were hydraulic conductivity, dry bulk density, soil porosity, soil water
content, and wet bulk density. Data analysis used regression analysis and Analysis
of Variance (ANOVA) with further testing using Duncan’s Multiple Range Test
(DMRT) 5%.

The research findings indicate that an increase in the tire pressure of a twowheeled tractor causes a decrease in the hydraulic conductivity, soil porosity, and
soil water content, which is in line with an increase in the dry bulk density. An
increase in soil depth tends to result in a decrease in the dry bulk density, followed
by an increase in the hydraulic conductivity, soil porosity, and soil water content.
The regression results show that an increase in the dry bulk density leads to a
decrease in the hydraulic conductivity and soil porosity, while an increase in soil
porosity and water content leads to an increase in the hydraulic conductivity.
Kata kunciTraktor roda 2, Sifat fisik tanah, Tekanan angin, Pemadatan tanah, Hubungan Linear
Pembimbing 1Purwoko Hari Kuncoro, S.TP., M.Agr., Ph.D.
Pembimbing 2Arief Sudarmaji, S.T., M.T., Ph.D.
Pembimbing 3Dr. Ir. Irawadi, CES.
Tahun2024
Jumlah Halaman91
Tgl. Entri2024-08-16 12:54:03.994728
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.