Artikel Ilmiah : A1D016228 a.n. ERIKE SUROYA

Kembali Update Delete

NIMA1D016228
NamamhsERIKE SUROYA
Judul ArtikelSAMBUNG MIKRO JERUK KEPROK (Citrus nobilis) SECARA IN VITRO DENGAN PENAMBAHAN Benzyl Amino Purin, Polyvinylpirrolydone DAN ASAM ASKORBAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan BAP terhadap
penambahan tinggi batang atas dan mengetahui pengaruh PVP dan AA terhadap
pencokelatan pada hasil sambung mikro pada tanaman jeruk keprok. Penelitian
dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas
Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan pada bulan
Juli 2020 sampai Desember 2020. Percobaan dilaksanakan menggunakan
rancangan lingkungan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 3 faktor
dan 3 ulangan yaitu konsentrasi BAP, PVP dan asam askorbat. Konsentrasi BAP
yang digunakan yaitu: 0,5 mg/L, 1 mg/L dan 1,5 mg/L. Konsentrasi PVP yang
digunakan yaitu: 200 mg/L dan 300 mg/L. Konsentrasi asam askorbat yang
digunakan yaitu: 100 mg/L, 200 mg/L dan 300 mg/L. Variabel yang diamati yaitu
persentase keberhasilan yang hidup (%), persentase perkembangan batang atas
(%), pertumbuhan batang atas (cm), warna batang atas dan persentase
pencokelatan (%). Data dari pertumbuhan batang atas diuji keragamannya dengan
analisis ragam (uji F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan BAP,
PVP dan AA tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan batang atas
dan penurunan pencokelatan pada tanaman hasil sambung mikro. Tingkat
keberhasilan sambung mikro mencapai 27,78% dengan perlakuan terbaik pada
P2B2A3 yaitu interaksi BAP 1 mg/L, PVP 300 mg/L dan asam askorbat 300
mg/L.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to determine the effect of adding BAP to the increasing scion
height and to determine the effect of PVP and AA on browning of micro grafting
on tangerine plants. The research was conducted at the Laboratory of Plant
Breeding and Biotechnology, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman
University. The study was conducted from July 2020 to December 2020. The
2
experiment was carried out using a Completely Randomized Design (CRD)
factorial with 3 factors and 3 replications, namely the concentration of BAP, PVP
and ascorbic acid. The BAP concentrations used were: 0.5 mg/L, 1 mg/L and 1.5
mg/L. The PVP concentrations used were: 200 mg/L and 300 mg/L. The ascorbic
acid concentrations used were: 100 mg/L, 200 mg/L and 300 mg/L. The variables
observed were the percentage of successful survival (%), the percentage of scion
development (%), scion growth (cm), scion color and percentage of browning
(%). Data from scion growth were tested for diversity by analysis of variance (F
test). The results showed that the addition of BAP, PVP and AA had no significant
effect on scion growth and decreased browning in micro grafted plants. The
success rate of micro grafting reached 27.78% with the best treatment on
P2B2A3, namely the interaction of 1 mg/L BAP, 300 mg/L PVP and 300 mg/L
ascorbic acid.
Kata kuncisambung mikro, pencokelatan, Benzyl Amino Purin, Polivinilpirolidon, asam askorbat
Pembimbing 1Prita Sari Dewi, S.P., M.Sc., Ph.D.
Pembimbing 2Ida Widyawati, S.P., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2023-02-21 08:38:05.961871
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.