Artikelilmiahs

Menampilkan 35.481-35.500 dari 49.893 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3548144634C1C020002Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance dan Capital Adequacy Ratio terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2022)Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan data sekunder dengan populasi penelitian perusahaan sektor perbankan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Good Corporate Governance dan Capital Adequacy Ratio terhadap kinerja keuangan perusahaan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 perusahaan dalam kurun waktu 4 tahun, sehingga data yang diperoleh berjumlah 128 sampel data. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh dan analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Dewan Direksi berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. (2) Dewan Komisaris tidak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. (3) Komite Audit Independen tidak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. (4) Kepemilikan Institusional tidak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. (5) Capital Adequacy Ratio berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Implikasi dari kesimpulan penelitian ini adalah diharapkan dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan kinerja keuangan dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Bagi pihak eksternal yang ingin berinvestasi diharapkan juga dapat mencermati kondisi keuangan perusahaan terutama pada tingkat modal. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya di bidang akuntansi.This research is research that uses secondary data with a research population of banking sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019-2022. The purpose of this research is to determine and analyze the influence of Good Corporate Governance and Capital Adequacy Ratio on company financial performance. The sample in this research was 32 companies over a period of 4 years, so the data obtained amounted to 128 data samples. The sampling technique used was a saturated sample and the data analysis used was multiple linear regression analysis. The results of this research show that: (1) The Board of Directors has a positive influence on the company's financial performance. (2) The Board of Commissioners has no positive influence on the company's financial performance. (3) The Independent Audit Committee has no positive effect on the company's financial performance. (4) Institutional ownership has no positive effect on the company's financial performance. (5) The Capital Adequacy Ratio has a positive effect on the company's financial performance. The implication of this research conclusion is that it is hoped that it can help companies improve financial performance by paying attention to the factors that influence it. External parties who wish to invest are also expected to be able to pay close attention to the company's financial condition, especially at the capital level. It is hoped that this research can be used as a reference for further research in the field of accounting.
3548238636G1A019024Hubungan Subtipe Kanker Payudara Dengan SurvivalLatar Belakang: Kanker payudara dapat dibedakan menjadi empat subtipe menurut ekspresi dari ER, PR, HER-2, dan Ki 67. Ekspresi tersebut dapat dilihat melalui pemeriksaan imunohistokimia. Keempat subtipe tersebut adalah luminal A (ER+, PR+, HER2-, Ki67 rendah), luminal B (ER+, PR+, HER2-, Ki67 tinggi), HER-2 enriched (ER-, PR-, HER2+), dan triple negative (ER-, PR-, HER2-). Setiap subtipe dari kanker payudara memiliki angka kelangsungan hidup yang berbeda-beda. Survival adalah istilah ilmiah yang menunjukkan tingkat kelangsungan hidup dari suatu populasi dalam jangka waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara subtipe kanker payudara dengan survival selama 3 tahun.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan kohort prospektif yang dilakukan pada pasien kanker payudara di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo. Subjek penelitian ini yaitu 163 pasien kanker payudara yang didiagnosis pada tahun 2017-2019 yang diambil datanya melalui rekam medis. Data dianalisis menggunakan uji Kaplan meier dan uji log rank.
Hasil: Rata-rata kelangsungan hidup 3 tahun setiap subtipe adalah 56,4%. Kelangsungan hidup dengan persentase tertinggi dipegang oleh luminal A dengan 60%, diikuti oleh luminal B 59,7%, her-2 enriched 55%, dan triple negative 46,2%. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa hubungan antara subtipe kanker payudara dengan survival tidak signifikan secara statistik (p = 0,391; p > 0,05).
Kesimpulan: Tidak hubungan antara subtipe kanker payudara dengan survival di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Background: Breast cancer can be divided into four subtypes according to the expression of ER, PR, HER-2, and Ki 67. This expression can be seen through immunohistochemical examination. The four subtypes are luminal A (ER+, PR+, HER2-, low Ki67), luminal B (ER+, PR+, HER2-, high Ki67), HER-2 enriched (ER-, PR-, HER2+), and triple negative ( ER-, PR-, HER2-). Each subtype of breast cancer has a different survival rate. Survival is a scientific term that indicates the level of survival of a population within a certain period of time. This study aims to see whether there is a relationship between breast cancer subtypes and survival for 3 years.
Methods: This study used an analytic observational method with a prospective cohort approach conducted on breast cancer patients at Prof Dr Margono Soekarjo Hospital. The subjects of this study were 163 breast cancer patients diagnosed in 2017-2019 whose data were collected from medical records. Data were analyzed using the Kaplan Meier test and the log rank test.
Results: The mean 3-year survival for each subtype was 56.4%. Survival with the highest percentage was held by luminal A with 60%, followed by luminal B with 59.7%, her-2 enriched with 55%, and triple negative with 46.2%. Based on the results of data analysis showed that the relationship between breast cancer subtypes and survival was not statistically significant (p = 0.391; p > 0.05).
Conclusion: There is no relationship between breast cancer subtypes and survival at Prof. Hospital. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
3548338638K1B018036PENERAPAN MODEL ARIMA DALAM PERAMALAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG)
Salah satu bentuk investasi yang diminati oleh masyarakat adalah saham. Saham menyajikan investasi dengan tingkat keuntungan yang tinggi, tetapi juga memiliki tingkat risiko kerugian yang tinggi. Oleh karena itu, untuk meminimalisir kerugian yang akan diterima perlu memperhatikan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Salah satu metode matematika yang digunakan untuk memprediksi pergerakan IHSG adalah metode peramalan. Pada penelitian ini yang digunakan adalah model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Berdasarkan pengujian yang dilakukan, diperoleh model ARIMA terbaik untuk melakukan peramalan pada IHSG adalah ARIMA (0,1,1) dengan nilai MAPE model 3,06%.One form of investment that people are interested in stocks. Stocks present an investment with a high level of profit, but also have a high level of risk of loss. Therefore, to minimize the losses that will be received, it is necessary to pay attention to the movement of the Jakarta Composite Index (IHSG). One of the mathematical methods used to predict the JCI movement is the forecasting method. In this study, the Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) model was used. Based on the tests carried out, the best ARIMA model for forecasting the JCI is ARIMA (0,1,1) with a MAPE model value of 3.06%.
3548438640A1F018096ANALISIS TEKNOEKONOMI INDUSTRI PENYULINGAN MINYAK SERAI
WANGI (Cymbopogon nardus L) DI DESA KEDUNGRANDU, PURWOKERTO
JAWA TENGAH
Industri minyak serai wangi yang berlokasi di Desa Kedungrandu, Purwokerto,
Jawa Tengah merupakan salah satu industri pemasok minyak atsiri yang merupakan perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Indonesia merupakan salah satu produsen utama minyak atsiri, seiring dengan berjalannya waktu, permintaan pasar akan minyak atsiri semakin meningkat namun belum sepenuhnya dapat dipasok oleh Indonesia.
Sehingga perlunya pelaku usaha lain yang memulai usaha penyulingan serai wangi untuk mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan minyak serai wangi yang meningkat. Penelitian ini dilakukan untuk melakukan anilisis teknoekonomi industri penyulingan minyak serai wangi dengan btujuan untuk mengetahui kelayakan usaha pengembangan proyek industri penyulingan minyak serai wangi berdasarkan 1) aspek pemasaran 2) aspek teknis dan teknologis 3) aspek manajemen organisasi 4) aspek yuridis dan 5) aspek finansial. Penelitian telah dilakukan dari bulan November 2021 hingga Februari 2022 meliputi pengambilan data primer dan sekunder. Didapatkan hasil penelitian sebagai berikut 1) aspek pasar dan pemasaran menunjukkan bahwa adanya peluang pasar bagi usaha penyulingan minyak serai wangi karena harga bahan baku yang relatif masih murah namun produk akhir yang dihasilkan yaitu minyak serai wangi memiliki peluang untuk dijual dengan harga tinggi, 2) aspek teknis dan teknologi menunjukkan bahwa setiap 1000 Kg daun serai wangi menghasilkan 19 Kg minyak atsiri, 3) aspek manajemen organisasi menunjukkan bahwa struktur organisasi berbentuk organisasi garis dengan spesifikasi jabatan yang jelas, serta manajemen penggajian yang sesuai dengan UMP Jawa Tengah mulai dari
Rp 1.812.935 – Rp 2.700.000, 4) aspek yuridis menunjukkan bahwa industri layak untuk dijalankan dengan badan usaha berbentuk CV, 5) aspek finansial
menunjukkan bahwa industri layak untuk dijalankan karena memiliki memiliki NPV
sebesar 1,37 pada tahun 2019 dan 1,40 pada tahun 2020, Net B/C (PI) sebesar 0,37 pada tahun 2019 dan 0,40 pada tahun 2020, nilai BEP 1.446 Kg dan untuk BEP harga yaitu sebesar Rp 161.100 di tahun 2019, dan BEP tahun 2020 untuk jumlah yang harus dihasilkan sebanyak 2033 Kg dan untuk BEP harga yaitu sebesar Rp 220.937. Serta nilai PBP 0,59 pada tahun 2019 dan 0,54 pada tahun 2020.
The citronella oil industry located in Kedungrandu Village, Purwokerto, Central
Java is one of the essential oil supply industries which is a company in the form of a Limited Liability Company (Ltd. Co.). Indonesia is one of the main producers of essential oils, over time, the market demand for essential oils is increasing but not yet fully supplied by Indonesia. So that the establishment of a citronella distillation business is needed to optimize the fulfillment of the increasing demand for citronella oil. In this study, a technoeconomic analysis of the citronella oil refining industry was conducted with the aim of determining the feasibility of developing a citronella oil refining industry project based on 1) marketing aspects, 2) technical and technological aspects, 3) organizational management aspects, 4) juridical aspects and 5) financial aspects. The research has been carried out from November 2021 to February 2022 covering primary and secondary data collection. The results of the research are as follows 1)market and marketing aspects indicate that there is a market opportunity for citronella oil refining business because the price of raw materials is still relatively cheap but the final product that is citronella oil has the opportunity to be sold at high prices, 2) technical and technological aspects show that every 1000 kg of citronella leaves produces
19 kg of essential oil, 3 ) the organizational management aspect shows that the
organizational structure is in the form of a line organization with clear job specifications, as well as payroll management in accordance with the Central Java minimum wage starting from Rp. 1,812,935 – Rp. 2,700,000, 4) the juridical aspect shows that the industry is feasible to run with business in the form of CV, 5) the financial aspect shows that the industry is feasible to run because it has an NPV of 1.37 in 2019 and 1.40 in 2020, Net B/C (PI) of 0.37 in 2019 and 0 .40 in 2020, the BEP value is 1,446 Kg and for the BEP the price is Rp. 161,100 in 2019, and the BEP in 2020 is for the amount that must be earned. please as much as 2033 Kg and for BEP the price is Rp 220,937. As well as the PBP value of 0.59 in 2019 and 0.54 in 2020.
3548538641F1F018011Upaya Diplomasi Pemerintah Indonesia terkait Kasus Pelanggaran HAM terhadap Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia di Kapal China pada Tahun 2020 (Studi Kasus Long Xing 629)Pelanggaran HAM di wilayah maritim atau di laut merupakan pelanggaran yang sudah sering terjadi, baru-baru ini terdapat pelanggaran HAM di atas kapal berbendera China tepatnya pada tahun 2020 terjadi pelanggaran HAM di atas kapal Long Xing 629. Pelanggaran HAM ini dilakukan oleh awak kapal China kepada anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di atas kapal tersebut sebagai buruh migran, pelanggaran pertama kali terungkap di pelabuhan di Kota Busan, Korea Selatan saat anak buah kapal asal Indonesia berhasil kabur saat kapal berlabuh dan melaporkannya kepada pihak berwajib dan juga stasiun TV MBC. Pelanggaran yang dilakukan awak kapal China kepada ABK Indonesia seperti kekerasan fisik hingga pelecehan, memberikan makanan dan minuman yang tidak layak, dan jam kerja yang berlebih. Perlakuan tidak layak tersebut menyebabkan ABK Indonesia jatuh sakit dan tidak mendapat perawatan medis yang memadai sehingga terdapat ABK Indonesia yang meninggal di atas kapal dan mayatnya di larung ke laut. Skripsi ini meneliti terkait upaya diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan kasus tersebut menggunakan teori diplomasi menurut G.R Berridge, dalam bukunya yang berjudul Diplomacy Theory and Practice: Fourth Edition. Tahapan diplomasi yang terdapat di dalam teori diplomasi tersebut digunakan untuk melihat praktek diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan kasus pelanggaran HAM ini. Tidak hanya itu penulis menggunakan Maritime labour Convention tahun 2006 juga sebagai dasar hukum untuk melihat pelanggaran HAM yang terjadi. Human rights violations in the maritime area or at sea are violations that have often occurred, recently there were human rights violations on board Chinese-flagged ships, precisely in 2020 there were human rights violations on board the Long Xing 629 ship. This human rights violation was committed by the Chinese crew to the Indonesian crew who worked on the ship as migrant workers, the violation was first revealed at the port in the city of Busan, South Korea when the Indonesian crew managed to escape while the ship docked and reported it to the authorities and also the MBC TV station. Violations committed by the Chinese crew to the Indonesian crew such as physical violence to harassment, providing inappropriate food and drink, and excessive working hours. This improper treatment caused the Indonesian crew to become ill and did not receive adequate medical care so that there were Indonesian crew members who died on board the ship and their bodies were thrown into the sea. This thesis examines the diplomatic efforts undertaken by the Indonesian government to resolve the case using the diplomacy theory according to G.R. Berridge, in his book Diplomacy Theory and Practice: Fourth Edition. Stages of diplomacy contained in the diplomacy theory is used to see the practice of diplomacy conducted by the government of Indonesia in resolving cases of human rights violations. Not only that, the author uses the Maritime labor Convention in 2006 as a legal basis to see human rights violations that occur.
3548644635A1D020019Pengaruh Cekaman Suhu Tinggi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.)
Indonesia dan bahkan dunia sedang menghadapi tantangan perubahan iklim yang menyebabkan rata-rata suhu pada permukaan bumi meningkat sehingga menurunkan produksi tanaman padi. Oleh karena itu, dibutuhkan varietas yang toleran terhadap suhu tinggi untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui varietas padi yang memiliki potensi toleran terhadap cekaman suhu tinggi agar dapat dimanfaatkan untuk merakit varietas tanaman padi baru. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Kebun Benih Tanaman Pangan, Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) yang terletak di Desa Bojongsari dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan April hingga Desember 2023. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (split plot). Petak utama (main plot) adalah cekaman suhu (T1: suhu siang hari antara 34,0-38,9℃ dengan rata-rata suhu harian 30,5oC dan T2: suhu siang hari antara 39,0-43,9℃ dengan rata-rata suhu harian 34,3oC). Anak petak (sub plot) adalah varietas padi (V1: Inpari 19, V2: Inpari 32, V3: Inpari 34, V4: Inpari 35, V5: IR 64, dan V6: Ciherang). Variabel yang diamati adalah laju pertumbuhan tanaman, kadar klorofil, kerapatan stomata, fertilitas biji, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi per rumpun, dan bobot gabah per rumpun. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F pada taraf kesalahan 5% dan apabila berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan varietas Inpari 35 diduga memiliki sifat toleran cekaman suhu tinggi pada rentang 34,0-43,9℃ jika ditinjau dari fertilitas biji dan persentase gabah isi per rumpun.Indonesia and even the world are facing the challenge of climate change which causes the average temperature on the earth's surface to increase, thereby reducing rice production. Therefore, high temperature tolerant varieties are needed to overcome this problem. This research was conducted to determine rice varieties that have the potential to tolerate high temperature stress so that they can be used to develop new rice plant varieties. This research was carried out at the Food Crop Seed Garden Screen House, Food Crop and Horticulture Seed Center located in Bojongsari Village and the Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from April to December 2023. The design used was a split plot design. The main plot is temperature stress (T1: daytime temperature between 34.0-38.9℃ with an average daily temperature of 30.5oC and T2: daytime temperature between 39.0-43.9℃ with an average daily temperature of 34.3oC). The sub plots are rice varieties (V1: Inpari 19, V2: Inpari 32, V3: Inpari 34, V4: Inpari 35, V5: IR 64, and V6: Ciherang). The variables observed were plant growth rate, chlorophyll content, stomata density, seed fertility, number of grains per panicle, percentage of filled grain per hill, and weight of grain per hill. The data obtained were analyzed using the F test at an error level of 5% and if they were significantly different then continued with Duncan's multiple range test at an error level of 5%. The research results show that the Inpari 35 variety is thought to be tolerant of high temperature stress in the range of 34.0-43.9℃ when viewed from seed fertility and the percentage of filled grain per hill.
3548738642E1A115130IMPLEMENTASI HUKUM STANDAR PELAYANAN MINIMAL
LABORATORIUM PATOLOGI KLINIK DALAM UPAYA KESEHATAN
PASIEN
(Studi di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum standar pelayanan minimal laboratorium patologi klinik dalam upaya kesehatan pasien dan pengaruh faktor kedisiplinan, kerjasama dan fasilitas kerja terhadap implementasi hukum standar pelayanan minimal laboratorium patologi klinik dalam upaya kesehatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas dengan responden sebanyak 23 orang. Pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Jenis sumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode angket, kepustakaan, dan dokumenter. Data yang terkumpul diolah menggunakan teknik editing, coding, dan tabulating serta dianalisis dengan distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum standar pelayanan minimal laboratorium patologi klinik dalam upaya kesehatan pasien di Rumah Sakit Umum Derah Banyumas adalah efektif, hal ini dapat diukur dengan 4 (empat) indikator sebagai berikut: efektifnya waktu tunggu hasil pelayanan laboratorium; efektifnya pelaksana ekspertisi; efektifnya ketepatan dalam pemberian hasil pemeriksa laboratorium; dan tingginya kepuasan pelanggan. Faktor kedisiplinan, faktor kerjasama dan faktor fasilitas cenderung berpengaruh secara positif terhadap implementasi hukum standar pelayanan minimal laboratorium patologi klinik, artinya semakin tinggi kedisiplinan, semakin baik kerjasama, dan semakin baik fasilitas, maka semakin efektif pula implementasi hukum standar pelayanan minimal laboratorium patologi klinik dalam upaya kesehatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas.This study aims to determine the legal implementation of minimum service standards for clinical pathology laboratories in efforts to improve patient health at the Banyumas Regional General Hospital. This research uses quantitative research methods with empirical juridical approaches and descriptive research specifications. This research is located at the Blood General Hospital Banyumas Jl. Hospital No. 1, Karang Pucung, Kec. Banyumas. Banyumas Regency, with 23 (twenty three) respondents. The research sample was taken using simple random sampling. Types of data sources include primary and secondary data obtained using questionnaires, literature, and documentaries. The collected data were processed using editing, coding, and tabulating techniques and analyzed using frequency distribution analysis, cross-table analysis, content analysis and comparative analysis. The results showed that the implementation of the law on minimum service standards for clinical pathology laboratories in efforts to improve patient health at the Banyumas General Hospital was effective. This can be measured by the following indicators: the effectiveness of the waiting time for the results of clinical pathology laboratory services; the effectiveness of clinical pathology laboratory expertise implementing indicators; the effectiveness of indicators of no errors in the delivery of clinical pathology laboratory service results; and high indicators of customer satisfaction in clinical pathology laboratory services. Disciplinary factors, cooperation factors and facility factors tend to have a positive effect on the level of effectiveness of the legal implementation of clinical pathology laboratory minimum service standards, meaning that the better the discipline, the better the cooperation, and the better the facilities, the more effective the implementation of clinical pathology laboratory minimum service standards will be. at Banyumas Regional General Hospital.
3548838643B1A018049HUBUNGAN KEKERABATAN TIGA SPESIES TANAMAN SELADA (Lactuca spp.), BERDASARKAN PROFIL MOLEKULER MENGGUNAKAN MARKA RAPDLactuca spp., Asteraceae, yang terdiri dari selada hijau (L. sativa) adalah jenis selada yang paling sering dibudidayakan, sementara itu selada berduri (L. serriola) dan selada liar (L. virosa). Selada hijau (L. sativa) Sementara itu, selada berduri (L. serriola) dan selada liar (L. virosa) merupakan spesies yang belum dibudidayakan. Penelitian pada ke-tiga spesies tanaman tersebut dikaji, baik secara morfologi maupun molekulernya. Data tersebut kemudian digunakan untuk mengelompokkan hubungan kekerabatan ketiga spesies tersebut yang selama ini belum pernah dilaporkan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode composite sampling dan dianalisis menggunakan marka RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) menggunakan 8 primer: (OPF-1, OPF-2, OPF-3, OPF-4, OPC-11, OPAE-5, OPA-2, OPAM-7). Sebelum PCR, DNA Genom diekstraksi dari setiap sampel, mengikuti protokol DNA kit serta diukur kualitas dan jumlahnya. Jumlah pita DNA dihitung untuk polimorfikatau monomorfik. Analisis data pita polimorfik menggunakan software MEGA 6 (Molecular Evolutionary Genetics Analysis) dengan metode maximum parsimony yang akan menghasilkan cladogram. Berdasarkan hasil penelitian, amplifikasi marka RAPD pada tiga sampel genotipe selada menggunakan 8 primer acak mengamplifikasi 91 amplikon, 84 diantaranya polimorfik (86,597%) dan tujuh monomorfik. Primer yang menghasilkan persentase polimorfik terbesar adalah OPF-1, OPF-4, OPC-11, OPAE-5, dan OPA-2 (100%), sedangkan primer yang menghasilkan jumlah pita terbanyak adalah OPAM-7 (20 amplikon). Hubungan kekerabatan tiga spesies tanaman selada menunjukkan bahwa spesies L. serriola dan L. virosa memiliki kekerabatan yang paling dekat. Kladogram hasil maximum parsimony terbagi menjadi dua klad utama, yaitu klad I dan klad II. Klad I terdiri dari L. serriola dan L. virosa, klad II terdiri dari L. sativa.

Lactuca spp., Asteraceae, like: Green lettuce (L. sativa) is the most common type of lettuce grown, while the spiny lettuce (L. serriola) and wild lettuce (L. virosa) have not been being cultivated yet. The current study explores those three species in morphological and molecular characters. The data are then used to cluster the kinship of them which never been reported so far. Sampling was done in a composite sampling method, and analyzed by RAPD-PCR (Random Amplified Polymorphic DNA) applying 8 primers as follows: (OPF-1, OPF-2, OPF-3, OPF-4, OPC-11, OPAE-5, OPA-2, OPAM-7). Before PCR, the genomic DNA was extracted from each sample, following the DNA kit protocol and measured for their qualities and quantities. The total number of DNA bands were calculated for polymorphic or monomorphic patterns. The polymorphic bands were analyzed by the MEGA 6 software (Molecular Evolutionary Genetics Analysis) applying a maximum parsimony method to obtain the cladogram of the samples. The RAPD-PCR obtained a total of 91 amplicons where 84 of them are polymorphic (86,597%) and the rest were monomorphic. Primers whch produced the highest polymorphism are OPF-1, OPF-4, OPC-11, OPAE-5, dan OPA-2 (100%), and the OPAM-7 produced the ost amplicons 20 DNA bands. The kinship among these three species showed that L. serriola and L. virosa have the closest distance. The cladogram following the maximum parsimony analysis grouyped them into two clad i.e; clad I and clad II. Clad I consists of L. serriola and L. virosa, clad II consists of L. sativa only.

3548938652K1A018013KROMATOGRAFI KOLOM DARI FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK METANOL DAGING BUAH KETAPANG (Terminalia catappa L.) DAN UJI AKTIVITAS ANTI KANKER DENGAN METODE Brine Shrimp Lhetality Test (BSLT) DAN SEL HeLaKanker merupakan beban kesehatan bagi seluruh dunia. Penelitian terdahulu menyebutkan fraksi etil asetat dari ekstrak metanol daging buah ketapang berpotensi aktif antikanker dengan nilai LC50 = 17,2 ppm. Penelitian ini lanjutan dari penelitian sebelumnya yakni dilakukan Kromatografi Kolom Gravitasi (KKG) dari fraksi etil asetat ekstrak metanol daging buah ketapang untuk mengetahui kelompok fraksi yang aktif anti kanker serviks dengan rendemen tertinggi. Daging buah ketapang dimaserasi dengan metanol, kemudian difraksinasi menggunakan n-heksana dan etil asetat. Fraksi etil asetat ekstrak metanol daging buah ketapang difraksinasi lebih lanjut dengan KKG menggunakan sistem elusi gradien etil asetat : kloroform : asam asetat glasial diperoleh 7 fraksi gabungan. Fraksi gabungan diuji toksisitasnya dengan metode BSLT, didapatkan fraksi 3 memiliki rendemen tertinggi (0.779%) dan nilai LC50 = 373,0783 ppm. fraksi 3 diuji aktivitas antikankernya terhadap sel HeLa dan dikategorikan tidak aktif anti kanker serviks dengan IC50 = 1425,59 ppm. Hasil penapisan fitokimia fraksi 3 diduga mengandung senyawa metabolit sekunder golongan fenolik, alkaloid, terpenoid dan saponin.

Cancer is a health burden for the whole world. Previous research stated that the ethyl acetate fraction from the methanol extract of ketapang pulp has the potential to be active as an anticancer agent with an LC50 value of 17.2 ppm. This research is a continuation of previous research, namely Gravity Column Chromatography (KKG) of the ethyl acetate fraction of the methanol extract of ketapang fruit flesh to determine the group of fractions that are active against cervical cancer with the highest yield. Ketapang fruit flesh was macerated with methanol, then fractionated using n-hexane and ethyl acetate. The ethyl acetate fraction of the methanol extract of ketapang pulp was further fractionated with KKG using a gradient elution system of ethyl acetate : chloroform : glacial acetic acid to obtain 7 combined fractions. The combined fractions were tested for toxicity using the BSLT method, and it was found that fraction 3 had the highest yield (0.779%) and LC50 value = 373.0783 ppm. fraction 3 was tested for its anticancer activity against HeLa cells and categorized as inactive against cervical cancer with IC50 = 1425.59 ppm. The results of the phytochemical screening of fraction 3 were suspected to contain secondary metabolites of the phenolic, alkaloid, terpenoid and saponin groups.
3549038644K1B018057Diagnosis Penyakit DBD dan Tifus dengan Sistem Inferensi Fuzzy Metode TsukamotoKesalahan diagnosis bisa terjadi pada DBD dan tifus karena kedua penyakit memiliki gejala awal yang hampir sama. Permasalahan dalam mengenali perbedaan gejala antara penyakit DBD dan tifus dapat diselesaikan dengan menggunakan sistem inferensi fuzzy metode Tsukamoto dan diaplikasikan untuk mendiagnosis penyakit DBD dan tifus berdasarkan enam gejala, yaitu demam, kondisi lidah, nyeri pada daerah perut, ruam, pendarahan, dan gangguan pencernaan. Sistem inferensi fuzzy dibuat menjadi sebuah program menggunakan Matlab R2015a. Implementasi model FIS Tsukamoto diterapkan pada data DBD dan tifus di RSMS. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh akurasi hasil program 50% sama dengan data. Beberapa kasus masih tidak dapat didiagnosis secara pasti, karena kurangnya informasi gejala dari penderita. Oleh karena itu, program akan menyarankan penderita untuk melakukan cek laboratorium agar diagnosis yang didapat lebih akurat dan bisa ditangani secara tepat.Misdiagnosis is common in DHF and typhoid fever because the two diseases have almost similar initial symptoms. Problems in recognizing the difference in symptoms between DHF and typhoid fever can be solved using a fuzzy inference system using the Tsukamoto method to diagnose dengue fever and typhoid fever based on six symptoms, specifically fever, tongue condition, abdominal pain, rash, bleeding, and indigestion. The fuzzy inference system is made into a program using Matlab R2015a. The implementation of the Tsukamoto FIS model is applied to DHF and typhoid fever data in RSMS. Based on the results of the study, it was found that the accuracy of the program results was 50% the same as the data. Some cases still cannot be diagnosed with certainty, due to lack of information on symptoms from a patient. Therefore, the program will advise patients to carry out laboratory checks so that the diagnosis obtained is more accurate and can be treated appropriately.
3549138645C1C015110PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN DI UMKM KOTA BEKASIKualitas laporan keuangan mencerminkan kesesuaian informasi keuangan yang disajikan oleh suatu entitas dengan standar akuntansi yang berlaku dan laporan keuangan yang berkualitas baik menunjukkan bahwa informasi yang terkandung di dalamnya dapat digunakan dalam pengambilan keputusan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah Penggunaan Teknologi Informasi,Kualitas SDM,dan keduanya simultan,mempengaruhi kualitas laporan keuangan.
Penelitian dilakukan pada 100 Pegawai UMKM Kota Bekasi dengan menggunakan Teknik purposive sampling .Penelitian menggunakan jenis survei dengan pendekatan kuantitatif. Data penelitian yang diperoleh berupa Data primer dengan pengumpulan melalui kuesioner Google Form.Data yang sudah terkumpul dianalisis menggunakan SPSS 29 IBM.
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Penggunaan Teknologi Informasi,Kualitas SDM dan keduanya secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan,kemampuan SDM yang berkualitas dan penggunaan Teknologi Informasi yang baik akan berpengaruh baik pada pembuatan Laporan Keuangan yang berkualitas untuk pengambilan keputusan perusahaan.
The quality of financial reports reflects the suitability of the financial information presented by an entity with the applicable accounting standards and good quality financial reports indicate that the information contained therein can be used in making corporate decisions. This study aims to examine whether the use of information technology, quality of human resources, and both simultaneously affect the quality of financial reports. The research was conducted on 100 MSME employees in Bekasi City using a purposive sampling technique. The research used a survey type with a quantitative approach. The research data obtained was in the form of primary data by collecting it through a Google Form questionnaire. The data that had been collected was analyzed using SPSS 29 IBM. The results of this study indicate that the use of information technology, the quality of human resources and both simultaneously have a significant effect on the quality of financial statements, the ability of qualified human resources and the use of good information technology will have a good effect on the preparation of quality financial reports for corporate decision making.
3549238647C1I017036THE EFFECT OF PROFESSIONALISM, INDEPENDENCE, AUDIT STRUCTURE, AND ORGANIZATIONAL CULTURE ON AUDITOR PERFORMANCE
(An Empirical Study in Indonesian Audit Board / BPK)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profesionalisme, independensi, struktur audit, dan budaya organisasi terhadap kinerja auditor BPK. Populasi dalam penelitian ini adalah 50 orang pemeriksa pertama di Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Jawa Tengah atau BPK Jawa Tengah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda. Hasilnya menunjukkan beberapa kesimpulan. Profesionalisme berpengaruh signifikan terhadap kinerja audit pegawai BPK. Independensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja audit pegawai BPK. Struktur audit tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja audit pegawai BPK. Budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja audit pegawai BPK.This research aims to analyze the influence of professionalism, Independence, audit structure, and organizational culture towards auditor performance in Indonesian Audit Board. The population in this study were 50 first examiner in Indonesian Audit Board of Central Java Representatives or BPK Central Java. The sampling technique used is total sampling. The data analysis technique used are validity and reliability test, classic assumption test, and multiple linear regression analysis. The result shows several conclusions. Professionalism has significant influence on audit performance of employees in Indonesian Audit Board. Independence has significant influence on audit performance of employees in Indonesian Audit Board.Audit structure has no significant influence on audit performance of employees in Indonesian Audit Board. Organizational culture has significant influence on the audit performance of employees in Indonesian Audit Board.
3549338648C1G018045Consumer Preferences For Wedding Organizers In Ajibarang Sub-DistrictPenelitian ini berjudul “Preferensi Konsumen Terhadap Wedding Organizer Di Kecamatan Ajibarang”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Variabel harga berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan konsumen dalam menggunakan jasa wedding organizer yang menunjukkan hasil signifikan dengan korelasi negatif. 2) Variabel kualitas pelayanan berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan konsumen dalam menggunakan jasa wedding organizer yang menunjukkan hasil signifikan dengan korelasi positif. 3) Variabel selera konsumen berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan konsumen dalam menggunakan jasa wedding organizer yang menunjukkan hasil signifikan dengan korelasi negatif. Implikasi dari penelitian ini adalah jasa wedding organizer di Kecamatan Ajibarang perlu meningkatkan lagi pemasaran serta mempertahankan kualitas jasanya. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan cara memberikan potongan harga harga dan memberikan bonus kepada konsumen. Tak lupa juga untuk menanyakan keinginan konsumen tentang hal apa saja yang dibutuhkan saat ingin menggunakan jasa wedding organizer. Jika kualitas yang dihasilkan baik dan sesuai dengan kebutuhan konsumen maka jasa wedding organizer tersebut akan memiliki nilai yang baik dimata konsumennya dan dapat memunculkan kepuasan konsumen itu sendiri. Hal ini dilakukan agar konsumen selera dengan apa yang mereka pilih.

Kata Kunci: Wedding organizer, Kepuasan Konsumen, Harga, Kualitas Pelayanan, Selera Konsumen
This research is entitled "Consumer Preferences for Wedding Organizers in Ajibarang Sub-District". The results showed that: 1) The price variable has a partial effect on consumer satisfaction in using wedding organizer services which shows significant results with a negative correlation. 2) The service quality variable has a partial effect on customer satisfaction in using wedding organizer services which shows significant results with a positive correlation. 3) The consumer taste variable has a partial effect on consumer satisfaction in using wedding organizer services which shows significant results with a negative correlation. The implication of this research is that wedding organizer services in Ajibarang Sub-District need to improve marketing and maintain the quality of their services. What can be done is by giving price discounts and giving bonuses to consumers. Don't forget to ask consumers' wishes about what things are needed when they want to use the services of a wedding organizer. If the quality produced is good and in accordance with consumer needs, the wedding organizer services will have good value in the eyes of consumers and can bring out consumer satisfaction itself. This is done so that consumers taste what they choose.

Keywords: Wedding organizer, Consumer Satisfaction, Price, Service Quality, Consumer Taste
3549438650C1L017019PENGARUH MICROTEACHING, BIMBINGAN GURU PAMONG DAN MINAT MENJADI
GURU TERHADAP KESIAPAN MAHASISWA MAGANG KEPENDIDIKAN PRODI PENDIDIKAN EKONOMI FEB UNSOED
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk
mengetahui, menganalisis, dan menguji pengaruh microteaching, bimbingan guru pamong dan minat menjadi guru terhadap kesiapan mahasiswa magang kependidikan prodi pendidikan ekonomi FEB UNSOED. Untuk populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa aktif program studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman yang sudah mengikuti Magang Kependidikan. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan teknik simple random sampling.
Berdasarkan teknik tersebut, ditetapkan sampel dalam penelitian sebanyak 100 responden. Dari hasil penelitian dan analisis data menggunakan program SPSS versi 26 ini menunjukkan: 1) Microteaching berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan mahasiswa magang kependidikan 2) Bimbingan guru pamong tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan mahasiswa magang kependidikan 3) Minat menjadi guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan mahasiswa magang kependidikan 4) Microteaching, Bimbingan guru pamong, Minat menjadi guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan mahasiswa magang kependidikan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, implikasi adalah: 1) dosen diharapkan mampu memaksimalkan kegiatan microteaching untuk membekali mahasiswa dalam menghadapi pelaksanaan magang pendidikan. 2) dalam mempersiapkan pelaksanaan magang pendidikan, guru pamong juga dapat berkontribusi dalam membimbing mahasiswa untuk pelaksanaan magang pendidikan yang akan dilakukan 3) mahasiswa harus senantiasa memupuk rasa kecintaannya terhadap profesi guru agar minatnya untuk menjadi guru semakin besar.
The research carried out is a quantitative study that aims to determine, analyze, and test the effect of microteaching, tutoring of tutors and interest in becoming a teacher on the readiness of educational apprentice students studying economics education study program FEB UNSOED. For the population in this study, namely active students of the Economics Education study program, Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University who have attended Educational Internships. This
sampling technique uses simple random sampling technique. Based on this technique, the sample in the study was 100 respondents. From the results of research and data analysis using the SPSS version 26 program, it shows: 1) Microteaching has a positive and significant effect on the readiness of educational apprentice students 2) Guidance of tutors has no positive and significant effect on the readiness of educational apprentice students 3) Interest in becoming a teacher has a positive and significant effect on the readiness of educational apprentice students 4) Microteaching, Guidance of tutor teachers, Interest in
becoming a teacher has a positive and significant effect on the readiness of educational apprentice students.
Based on the results of this study, the implications are: 1) lecturers are expected to be able to maximize microteaching activities to equip students in facing the implementation of educational internships. 2) in preparing for the implementation of educational internships, tutor teachers can also contribute in guiding students for the implementation of educational internships that will be carried out 3) students must always cultivate a sense of love for the teaching profession so that their interest in becoming teachers is even greater.
3549538651B2A020006PREFERENSI Heterotrigona itama PADA TUMBUHAN BERBUNGA DI LAHAN PERTANIAN DESA SERANG PURBALINGGAProses penyerbukan sangat penting untuk menjaga kelangsungan produksi makanan dunia. Keberhasilan dalam proses penyerbukan karena dipengaruhi faktor penarik yaitu warna bunga, bentuk bunga, serbuk sari juga faktor lingkungan seperti, suhu, kelembaban, intensitas cahaya, dan pollinator. Salah satu Polinator adalah stingless bee. Salah satu jenis Stingles bee adalah Heterotrigona itama. H. itama memiliki pola perilaku yang menunjukkan kecenderungan pada sumber pakan tertentu. Kecenderungan lebah untuk mengunjungi bunga yang disukainya pada jenis tumbuhan tertentu di kenal sebagai preferensi sumber pakan. Penelitian ini Tujuan penelitian ini untuk mengetahui preferensi lebah H. itama terhadap tumbuhan berbunga di sekitar sarang dan pengaruh faktor lingkungan (suhu, kelembaban, intensitas cahaya) terhadap frekuensi kunjungan lebah H. itama pada tanaman sumber pakan pada tumbuhan berbunga di lahan pertanian desa Serang, Purbalingga. Metode penelitian dengan observasi langsung. Variabel yang diamati adalah banyaknya kunjungan jenis tanaman berbunga di sekitar sarang dan preferensi lebah H. itama pada sumber pakan. parameter frekuensi kunjungan lebah yaitu lamanya H.itama berada pada bunga tanaman, banyaknya H.itama yang hinggap pada salah satu bunga, banyaknya polen yang di bawa oleh H.itama dan polen bunga yang paling banyak dibawa H. itama adalah bunga yang paling disukai. Data yang diperoleh di analisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi lebah terhadap tumbuhan berbunga berdasarkan spectrum warna (berwarna merah, kuning, putih, oranye dan ungu), ukuran polen dan nectar. Adanya preferensi H. itama pada tumbuhan berbunga menunjukkan H. Itama memiliki preferensi pada sumber pakan tertentu.The process of pollination is very important to maintain the continuity of world food production. Success in the pollination process is influenced by pull factors, namely flower color, flower shape, pollen as well as environmental factors such as temperature, humidity, light intensity, and pollinators. One of the pollinators is the stingless bee. One type of Stingles bee is Heterotrigona itama. H. itama has a behavior pattern that shows a tendency towards certain food sources. The tendency of bees to visit flowers they like on certain plant species is known as preference for food sources. This study The aim of this study was to determine the preference of H. itama bees for flowering plants around the hive and the influence of environmental factors (temperature, humidity, light intensity) on the frequency of visits of H. itama bees to food sources of flowering plants in the agricultural land of Serang village, Purbalingga. Research method with direct observation. The variables observed were the number of visits of flowering plant species around the hive and the preferences of H. itama bees on food sources. Parameters of the frequency of bee visits were the length of time H.itama was in plant flowers, the number of H.itama that landed on one of the flowers, the amount of pollen brought by H.itama and the most preferred flower pollen by H. itama was the most preferred flower. The data obtained in the analysis with descriptive analysis. The results showed that bees' preference for flowering plants was based on a spectrum of colors (red, yellow, white, orange and purple), pollen size and nectar. The preference of H. itama in flowering plants shows that H. itama has a preference for certain food sources.
3549638653H1E017020PENENTUAN RUTE TRUK PENGANGKUTAN SAMPAH DENGAN METODE CLARKE AND WRIGHT SAVINGS DAN METODE NEAREST NEIGHBOR (STUDI KASUS DI KABUPATEN PURBALINGGA)
Penentuan rute pengangkutan sampah yang optimal oleh pemerintah daerah merupakan faktor penting dalam memberikan pelayanan dan operasional pengelolaan sampah yang baik kepada masyarakat. Masalah penentuan rute pengangkutan sampah termasuk salah satu masalah Traveling Salesman Problem (TSP) dan tergolong dalam permasalahan combinatorial optimization NP-Complete. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rute truk pengangkutan sampah di Kabupaten Purbalingga, sehingga dapat meminimasi jarak, dan mengimplementasikan rute hasil metode optimal terpilih pada peta online yaitu Google Maps. Metode yang digunakan dalam penentuan rute dalam penelitian ini yaitu metode Clarke and Wright Savings dan metode Nearest Neighbor, yang dipilih salah satu metode optimalnya untuk dilakukan implementasi. Permasalahan pengangkutan sampah di Kabupaten Purbalingga yaitu terdapat 42 daerah yang kemudian dikelompokkan menjadi 3 kelompok dan akan diangkut dengan 3 ditambah 1 unit truk. Berdasarkan hasil penelitian diketahui metode Clarke and Wright Savings dan metode Nearest Neighbor dapat meminimasi jarak tempuh truk pengangkut sampah. Pada penelitian ini metode terpilih adalah metode Nearest Neighbor dengan jarak tempuh dalam satu minggu yaitu 717,90 Km dan persentase penurunan jarak sebesar 2,57%. Rute dari metode Nearest Neighbor diimplementasikan ke dalam Google Maps sehingga didapatkan perkiraan perjalanan rute truk pengangkutan sampah pada kondisi sesungguhnya di lapangan.The regional government must determine the optimal route for waste collection in order to provide effective waste management services and operations to the public. Determining the route for waste transportation is a Traveling Salesman Problem (TSP) and an NP-Complete combinatorial optimization problem. This study aims to determine the optimal route for garbage trucks in Purbalingga Regency in order to minimize distance, and to implement that route on an online map, namely Google Maps. The Clarke and Wright Savings method and the Nearest Neighbor method were used to determine the route for this study; the method with the shortest distance will be implemented. The problem with waste collection in Purbalingga Regency is that there are 42 areas, which are subdivided into three groups, each of which must be serviced by 3 plus 1 additional trucks. The findings of this study indicate that the Clarke and Wright Savings method and the Nearest Neighbor method can reduce the distance traveled by garbage trucks. In this study, the Nearest Neighbor method was chosen with a one-week mileage of 717,90 km and a percentage reduction of 2,57%. The Nearest Neighbor route is implemented into Google Maps so that an estimate of the garbage truck's route can be obtained based on actual ground conditions.
3549738654K1C018013VARIASI WAKTU PENGENDAPAN SINTESIS BIOMATERIAL HIDROKSIAPATIT CANGKANG KERANG HIJAU (Perna Viridis) UNTUK APLIKASI BIOMEDISPerkembangan material pengganti tulang terus dikembangkan selaras dengan meningkatnya jumlah kasus bedah ortopedi, khususnya patah tulang. Material sintetis yang aman digunakan sebagai pengganti tulang adalah hidroksiapatit. Sintesis hidroksiapatit dalam penelitian ini berbahan dasar cangkang kerang hijau dengan penambahan asam fosfat dan NaOH sebagai pelarut menggunakan metode presipitasi (pengendapan) dengan variasi waktu pengendapan 0 jam dan 48 jam. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah X-Ray Diffraction (XRD) dan Fourier-Transform Infrared Spectrometer (FTIR). Pengujian XRD digunakan untuk menentukan struktur kristal, ukuran kristal, regangan kisi, dan derajat kristalinitas. Sedangkan, pengujian FTIR digunakan untuk mengetahui gugus fungsi yang terbentuk pada sampel hidroksiapatit. Hasil dari pengujian XRD menunjukkan struktur dari serbuk hidroksiapatit berbentuk heksagonal dengan rata-rata ukuran kristal sebesar 25,29 dan 32,32 nm. Nilai regangan kisi (lattice strain) yang dihasilkan sebesar 0,00582 dan 0,00442 dengan derajat kristalinitas sebesar 28,27 % dan 38,18 %. Pengujian FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi yang terbentuk pada serbuk hidroksipatit adalah PO43- pada bilangan gelombang 563,21 cm-1, PO43- pada bilangan gelombang 1.080,14 cm-1, CO32- pada bilangan gelombang 1.080,14 – 1.458,18 cm-1, dan OH- pada bilangan gelombang 3.448,72 cm-1. Gugus fungsi yang dihasilkan menunjukkan adanya kandungan hidroksiapatit. Tumpang tindih antara gugus fungsi CO32- dan PO43- menjadikan adanya konstanta gaya sebesar 831,63 N/m dan 457,15 N/m. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa serbuk hidroksiapatit dengan metode presipitasi (pengendapan) dapat digunakan sebagai material pengganti implan tulang.The development of bone replacement materials continues to be developed in line with the increasing number of cases of orthopedic surgery, especially fractures. A safe synthetic material used as a substitute for bone is hydroxyapatite. The synthesis of hydroxyapatite in this study was made from green mussel shells with the addition of phosphoric acid and NaOH as a solvent using the precipitation method with variations in deposition time of 0 hours and 48 hours. The tests carried out in this study were X-Ray Diffraction (XRD) and Fourier-Transform Infrared Spectrometer (FTIR). XRD testing is used to determine crystal structure, crystal size, lattice strain, and degree of crystallinity. Meanwhile, the FTIR test is used to determine the functional groups formed in hydroxyapatite samples. The results of the XRD test showed that the structure of the hydroxyapatite powder was hexagonal in shape with an average crystal size of 25.29 and 32.32 nm. The resulting lattice strain values were 0.00582 and 0.00442 with degrees of crystallinity of 28.27% and 38.18%. FTIR testing showed that the functional groups formed in hydroxypatite powder were PO43- at wave number 563.21 cm-1, PO43- at wave number 1.080,14 cm-1, CO32- at wave number 1,080.14 – 1,458.18 cm- 1, and OH- at wave number 3,448.72 cm-1. The resulting functional groups indicate the presence of hydroxyapatite. The overlap between the CO32- and PO43- functional groups results in a force constant of 831.63 N/m and 457.15 N/m. The results of this study can be concluded that hydroxyapatite powder with the precipitation method can be used as a bone implant replacement material.
3549838655A1A018049Analisis Kontribusi Usahatani Padi Lahan Pesisir Terhadap Pendapatan Keluarga Petani (Studi kasus: Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap)Padi merupakan tanaman pangan utama bagi lebih dari setengah penduduk
dunia. Tingginya permintaan akan produk turunan padi, yaitu beras semakin
meningkat. Hal ini berbanding terbalik dengan luas lahan sawah yang terus menurun.
Salah satu solusi untuk menangani masalah penurunan lahan sawah adalah penggunaan
lahan marginal seperti lahan pesisir sebagai lahan sawah. Tetapi, rendahnya unsur hara
dan tingginya daya serap serta salinitas lahan pesisir membuat produktivitas padi lahan
pesisir tidak sebesar lahan sawah pada umumnya sehingga pendapatan petani lebih
rendah. Hal tersebut membuat petani mencari alternatif lain dalam memenuhi
kebutuhan keluarganya. Sumber pendapatan ini dapat berasal dari off-farm maupun
non-farm. Dengan adanya sumber pendapatan lain, hasil dari usahatani padi lahan
pesisir menjadi tidak jelas, sehingga perlu diperhitungkan seberapa besar sebenarnya
kontribusi usahatani padi lahan pesisir terhadap pendapatan keluarga petani.
Penelitian ini menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, R/C
ratio, Break Even Point, total pendapatan keluarga, dan kontribusi untuk mengetahui
seberapa besar biaya, penerimaan, pendapatan, kelayakan usahatani serta kontribusi
usahatani padi lahan pesisir. Responden penelitian ini yaitu sebanyak 34 responden
yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya usahatani padi lahan pesisir
sebesar Rp33.575.223/ha/tahun dengan penerimaan sebesar Rp50.616.060/ha/tahun
maka didapat keuntungan sebesar Rp17.040.837/ha/tahun dengan nilai R/C ratio
sebesar 1,5. Besar rata-rata pendapatan di luar usahatani padi lahan pesisir sebesar
Rp13.417.843/tahun dan rata-rata pendapatan usahatani padi lahan pesisir sebesar
Rp5.711.186 maka diketahui nilai kontribusi sebesar 30%.
Rice is the main food crop for more than half of the world's population. The
high demand for rice derivative products, namely rice, is increasing. This is inversely
proportional to the area of paddy fields which continues to decline. One solution to
address the problem of decreasing paddy fields is the use of marginal land such as
coastal land as paddy fields. However, low levels of nutrients and high absorption and
salinity of coastal lands mean that rice productivity in coastal areas is not as large as
that of paddy fields in general, resulting in lower farmer incomes. This makes farmer
look for other alternatives to meet the needs of their families. This source of income
can come from off-farm or non-farm. With other sources of income, the results of rice
farming in coastal areas are unclear, so it is necessary to calculate how much rice
farming contributes to the payment of farming families.
This study uses an analysis of costs, revenues, income, R/C ratio, Break Even
Point, total family income, and contribution to finding out how much the cost, revenue,
income, feasibility of farming, and the gift of rice farming on coastal land. Respondents
of this study, namely as many as 34 respondents were selected using a random
sampling technique.
The results showed that the cost of rice farming on coastal land was
IDR33,575,223/ha/year with revenues of IDR50,616,060/ha/year, so a profit of
IDR17,040,837/ha/year with an R/C ratio of 1.5 was obtained. The average income
outside of coastal land rice farming is IDR13,417,843/year and the average income
from coastal rice farming is IDR5,711,186, so it is known that the contribution value
is 30%.
3549938656H1E017026PENGEMBANGAN MODEL PENJADWALAN PRODUKSI BETON READY MIX DAN ALOKASI TRUCK MIXER (STUDI KASUS : PT JADI KUAT BERSAMA)
Setiap perusahaan saling bersaing untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungan agar dapat bertahan dalam kompetisi yang semakin ketat, salah satunya adalah PT. Jadi Kuat Bersama. PT Jadi Kuat Bersama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi material konstruksi seperti beton Ready-Mix (RM). Perusahaan mengalami kesulitan dalam merencanakan penjadwalan produksi beton RM dan selama ini mengandalkan intuisi serta pengalaman staf untuk menjadwalkan produksi. Penjadwalan pekerjaan yang terencana diharapkan dapat meningkatkan sistem produksi beton RM di PT Jadi Kuat Bersama. Selain itu, penjadwalan perlu diikuti dengan alokasi Truck Mixer (TM), karena TM bukan hanya sebagai kendaraan produk tetapi juga sebagai alat produksi yang harus tersedia sejak proses produksi dimulai. Pada penelitian ini dikembangkan model penjadwalan produksi dan pengalokasian kendaraan Truck Mixer (TM). Kriteria performansi yang digunakan daam penelitian ini adalah meminimasi waktu penyelesaian produksi (completion time). Model penjadwalan produksi dikembangkan dengan pendekatan penjadwalan single machine. Proses pencarian solusi dilakukan dengan mengembangkan Algoritma Genetika (GA). Berdasarkan pengujian memperlihatkan bahwa model mampu menyelesaikan permasalahan penjadwalan produksi serta alokasi kendaraan Truck Mixer (TM). Hasil penelitian menunjukkan penurunan waktu completion sebanyak 134363 detik dari urutan job dan alokasi TM yang dihasilkan oleh algoritma genetika, atau 24% lebih efisien dari segi waktu completion dibandingkan dengan urutan job yang sekarang ada di PT Jadi Kuat Bersama.Every company competes with each other to increase productivity and profits in order to survive in an increasingly fierce competition, one of which is PT. Jadi Kuat Bersama. PT Jadi Kuat Bersama is a company engaged in the production of construction materials such as Ready-Mix (RM) concrete. The company has difficulty planning the scheduling of RM concrete production and so far has relied on the intuition and experience of its staff to schedule production. The planned work schedule is expected to improve the RM concrete production system at PT Jadi Kuat Bersama. In addition, scheduling needs to be followed by the allocation of Truck Mixer (TM), because TM is not only a product vehicle but also a production tool that must be available from the start of the production process. In this research, a production scheduling model and allocation of Mixer Truck (TM) vehicles were developed. The performance criterion used in this study is to minimize production completion time. The production scheduling model was developed using a single machine scheduling approach. The solution search process is carried out by developing a Genetic Algorithm (GA). Based on the tests, it shows that the model is able to solve production scheduling problems and the allocation of Mixer Truck (TM) vehicles. The results showed a decrease in completion time of 134363 seconds from the job sequence and TM allocation generated by the genetic algorithm, or 24% more efficient in terms of completion time compared to the existing job sequence at PT Jadi Kuat Bersama.
3550038562A1A018012Analisis Kesediaan Membayar (Willingness To Pay) Pengunjung Terhadap Farm Market Ora Nandur Ngundhuh Desa Banjarsari Wetan Kecamatan Sumbang Kabupaten BanyumasSaat ini banyak berkembang agrowisata yang berada di Banyumas salah satunya Agrowisata Farm Market Ora Nandur Ngundhuh. Fasilitas yang ada di Agrowisata Farm Market Ora Nandur Ngundhuh cukup sederhana, sehingga agrowisata ini perlu melakukan pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengindentifikasi karakteristik sosial ekonomi pengunjung Agrowisata Farm Market Ora Nandur Ngundhuh, (2) Mengidentifikasi persepsi pengunjung terhadap Agrowisata Farm Market Ora Nandur Ngundhuh, (3) Menghitung besarnya nilai WTP (Willingness To Pay) dari pengunjung Agrowisata Farm Market Ora Nandur Ngundhuh, (4) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai WTP (Willingness To Pay) dari pengunjung Agrowisata Farm Market Ora Nandur Ngundhuh. Metode analisis digunakan adalah Analisis Karakteristik dan persepsi pengunjung, Analisis CVM (Contingent Valuation Method), serta Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi kesediaan membayar. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Penelitian berdasarkan segmentasi pengunjung sebagian besar berjenis kelamin perempuan, rata-rata usia 28 antara 49 tahun, berstatus menikah, rata-rata tingkat pendidikan Strata 1 (S1), pendapatan , pekerjaan pegawai swasta, dan jumlah tanggungan sebanyak 2 orang. Pengunjung sudah berkunjung sebanyak 2-3 kali, jarak tempat tinggal ke obyek wisata rata-rata 1-2 km, biaya perjalanan Rp. 10.000 – Rp. 20.000, dan lamanya di lokasi selama 2 jam, (2) Persepsi pengunjung Agrowisata Farm Market Ora Nandur Ngundhuh berdasarkan aspek kognitif termasuk kedalam kategori sangat setuju, aspek afektif dan aspek konatif termasuk kedalam kategori setuju, (3) Nilai rata-rata maksimum WTP pengunjung sebesar Rp. 7.617,647, (4) Faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar adalah jenis kelamin, tingkat usia, status pernikahan dan jumlah tanggungan.Currently, there are many developing agro-tourism in Banyumas, one of which is Agro-tourism Farm Market Ora Nandur Ngundhuh. The facilities at the Ora Nandur Ngundhuh Farm Market Agrotourism are quite simple, so this agro-tourism needs to be developed. This study aims to: (1) Identify the socio-economic characteristics of visitors to the Ora Nandur Ngundhuh Farm Market Agrotourism, (2) Identify the visitor's perception of the Ora Nandur Ngundhuh Agrotourism Farm Market, (3) Calculate the value of WTP of the visitors of the Agrotourism Farm. Market Ora Nandur Ngundhuh, (4) Analyzing the factors that affect the value of WTP from visitors to Agro-tourism Farm Market Ora Nandur Ngundhuh. The analytical method used is the analysis of the characteristics and perceptions of visitors, CVM analysis, and the analysis of factors that influence willingness to pay. The results showed: (1) The research based on the segmentation of visitors was mostly female, the average age was 28 between 49 years, married status, the average level of education was Strata 1 (S1) with an income of around Rp. 2.000.001 – Rp. 3,000,000, the dominant occupation is private employee, and the number of dependents owned by the respondent is 2 people. In general, most of the visitors have visited 2-3 times, the distance from residence to tourist objects is on average 1-2 km, travel costs are Rp. 10,000 – Rp. 20,000, and the length of time at the location is 2 hours, (2) Perceptions of visitors to Agro-tourism Farm Market Ora Nandur Ngundhuh based on cognitive aspects are included in the category of strongly agree, affective aspects and conative aspects are included in the agree category, (3) the maximum average value of WTP visitors of Rp. 7,617,647, (4) Factors that influence willingness to pay are gender, age level, marital status and number of dependents.