Artikelilmiahs

Menampilkan 35.501-35.520 dari 49.876 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3550152365H1D022004KLASTERISASI PROFIL PASIEN RAWAT INAP MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS PADA RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH CILACAP
Berdasarkan data pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap pada tahun 2025, terdapat 13.024 data pasien dengan karakteristik medis dan pelayanan yang beragam. Permasalahan yang dihadapi adalah belum adanya pengelompokan pasien secara sistematis, sehingga pihak rumah sakit mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi pola karakteristik pasien guna mendukung pengelolaan pelayanan rawat inap yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma K-Means dalam proses klasterisasi profil pasien rawat inap berdasarkan karakteristik medis dan pelayanan, serta menentukan jumlah klaster optimal menggunakan metode Elbow, Silhouette Score, dan Davies-Bouldin Index (DBI). Hasil evaluasi menunjukkan jumlah klaster optimal pada k = 3 dengan nilai Elbow (WCSS) sebesar 49.148,10, Silhouette Score sebesar 0,2215, dan Davies-Bouldin Index (DBI) sebesar 1,5231. Klaster 0 terdiri dari 1.756 pasien (15,5%) yaitu kelompok pasien dengan diagnosis dominan Kehamilan dan Persalinan serta pelayanan medis Spesialis Kebidanan dan Kandungan. Klaster 1 terdiri dari 4.779 pasien (42,2%) yaitu kelompok pasien dengan diagnosis dominan Infeksi Bakteri dan Parasit serta pelayanan medis Spesialis Anak. Sementara itu, Klaster 2 terdiri dari 4.794 pasien (42,3%) yaitu kelompok pasien dengan diagnosis dominan Infeksi Bakteri dan Parasit serta pelayanan medis Spesialis Penyakit Dalam. Hasil klasterisasi ini berhasil diterapkan dalam aplikasi berbasis website yang menyediakan fitur analisis dan visualisasi data interaktif, sehingga dapat mendukung pihak rumah sakit dalam mengidentifikasi pola karakteristik pasien guna pengelolaan pelayanan rawat inap yang lebih optimal.Based on inpatient data at Fatimah Cilacap Islamic Hospital in 2025, there were 13,024 patient records with diverse medical and service characteristics. The primary challenge was the absence of systematic patient grouping, which hindered the hospital’s ability to recognize characteristic patterns necessary for optimizing inpatient service management. This study aims to implement the K-Means algorithm to cluster inpatient profiles based on medical and service characteristics, while determining the optimal number of clusters using the Elbow method, Silhouette Score, and Davies-Bouldin Index (DBI). The evaluation results identified the optimal number of clusters at k = 3, with an Elbow (WCSS) value of 49,148.10, a Silhouette Score of 0.2215, and a Davies-Bouldin Index (DBI) of 1.5231. Cluster 0 consists of 1,756 patients (15.5%), representing a group with a dominant diagnosis of Pregnancy and Childbirth within Obstetrics and Gynecology services. Cluster 1 comprises 4,779 patients (42.2%), characterized by a dominant diagnosis of Bacterial and Parasitic Infections within Pediatric services. Meanwhile, Cluster 2 includes 4,794 patients (42.3%), featuring a dominant diagnosis of Bacterial and Parasitic Infections within Internal Medicine services. These clustering results have been successfully implemented into a web-based application providing interactive data analysis and visualization features, thereby supporting the hospital in identifying patient patterns for more optimal inpatient service management.
3550238551I1B019022Analisis Determinan Kualitas Tidur Sivitas Akademika KeperawatanLatar Belakang: Tidur merupakan kebutuhan dasar dalam pemenuhan fisiologis manusia, namun seringkali tidur tidak terpenuhi dengan baik dan memiliki kualitas yang buruk. Banyak faktor yang memengaruhi kualitas tidur seseorang, diantaranya adalah usia, pengggunaan gawai, nomophobia¸ dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa yang menjadi determinan dari kualitas tidur sivitas akademika keperawatan.
Metodologi: Penelitian dengan model studi prediktif dengan pendekatan cross sectional dilakukan untuk memprediksi variabel yang paling memengaruhi kualitas tidur sivitas akademik. Analisis regresi dilakukan kepada 92 responden yang dipilih secara acak untuk mengetahui faktor yang paling memengaruhi kualitas tidur sivitas akademika keperawatan
Hasil Penelitian: Dari empat prediktor yang di uji pada penelitian ini, hanya nomophobia (p=0,001) yang memiliki hubungan signifikan dengan kualitas tidur melalui uji t parsial. Uji F simultan (p=0,001) mendapatkan hasil seluruh variabel secara bersama-sama memengaruhi kualitas tidur sivitas akademika. Regresi linier sederhana dengan variabel nomophobia dan kualitas tidur mendapatkan hasil signifikan (p=0,001) dan koefisien determinasi sebesar 0,201.
Kesimpulan: Nomophobia merupakan determinan variabel dari kualitas tidur sivitas akademika keperawatan. Masalah penurunan kualitas tidur yang terjadi pada sivitas akademika keperawatan seperlima diantaranya diakibatkan oleh nomophobia.
Background: Sleep is a basic human need that has to be fulfilled as a fundamental of physiological part, but mostly need of sleep not fulfil enough and have a bad sleep quality. There are numerous factors that affect someone sleep quality, those are age, gadget, nomophobia, and physical activity. This research purposed to predict the most influential variable of sleep quality among nursing academic community.
Methods: This cross-sectional study aimed to predict the influential variable that affect sleep quality among academics community. Regression analysis to 92 respondents that selected by simple random sampling had done to examine the determinant of sleep quality nursing academic communities.
Results: From four predictors that used in this research, only nomophobia (p=0,001) which had a significant correlation to sleep quality by partial t test. Simultaneous F test indicated that all variable were significantly correlated with sleep quality (p=0,001). Simple linear regression with nomophobia and sleep quality get significant result (p=0,001) and coefficient determination 0,201.
Conclusion: Nomophobia is a determinant variable of sleep quality among nursing academic community. Sleep problem among nursing academic community a fifth affected by nomophobia.
3550344636A1D019049PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK KASGOT DAN PUPUK KOTORAN SAPI
TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CAISIM (Brassica juncea L)
Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pupuk kasgot dan pupuk kotoran sapi serta mendapatkan dosis pupuk kasgot dan pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim. Pengambilan sampling dilakukan di Screen house Fakultas Pertanian Universitas Jendral Soedirman dan analisis dilaksanakan di Laboratorium Agronomi & hortikultura serta Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jendral Soedirman Januari – Agustus 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama dosis pupuk kasgot yang terdiri atas 3 taraf, sedangkan faktor kedua dosis pupuk kotoran sapi yang terdiri dari tiga taraf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kasgot meningkatakan tinggi tanaman yaitu 36,84 cm, jumlah daun 4,7 helai, luas daun yaitu 141,09 cm2 , dan kehijauan daun yaitu 39,41. Pemberian pupuk kotoran sapi tidak meningkatkan pada semua variabel pengamatan. Terdapat interaksi antara pupuk kasgot dan pupuk kotoran sapi pada variabel jumlah daun dan kehijauan daun. Kombinasi terbaik untuk jumlah daun dan kehijauan daun adalah pupuk kasgot 10 ton/ha dan pupuk kotoran sapi 10 ton/ha memberikan hasil 6,11 helai pada variabel jumlah daun dan memberikan hasil 42,31 pada variabel kehijauan daun.This study aims to determine the effect of maggot frass and cow manure and get the dose of maggot frass and cow manure on the growth and yield of caisim plants. Sampling was carried out at the Screen house of the Faculty of Agriculture, Jendral Soedirman University and analysis was carried out at the Agronomy & Horticulture Laboratory and the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jendral Soedirman University, January - August 2023. The study used a Complete Randomised Group Design (CRD) with 2 factors with 3 replications. The first factor is the dose of magot frass which consists of 3 levels, while the second factor is the dose of cow manure which consists of three levels. The results showed that the application of maggot frass increased plant height by 36.84 cm, the number of leaves by 4.7 strands, leaf area by 141.09 cm2, and leaf greenness by 39.41. Applying cow manure did not increase all observation variables. There was an interaction between maggot frass and cow manure on the variable number of leaves and leaf greenness. The best combination for the number of leaves and leaf greenness is 10 tonnes/ha maggot frass and 10 tonnes/ha cow manure giving a result of 6.11 strands on the variable number of leaves and giving a result of 42.31 on the variable greenness of the leaves.
3550445238H1E020019Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Mitra Third Party Logistic (3PL) Menggunakan Integrasi Metode ANP dan DEMATELPT. Kampung Marketerindo Berdaya merupakan perusahaan startup yang berkolaborasi dengan pebisnis online dan UMKM untuk membantu optimalisasi bisnis E-Commerce sebagai “E-Commerce Enabler”. Dalam proses bisnisnya perusahaan bekerjasama dengan mitra Third Party Logistic (3PL). Namun, masih ditemui beberapa permasalahan yang terjadi mengenai kinerja mitra 3PL yaitu kinerja pelayanan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan sehingga muncul klaim masalah dari customer. Dalam mengatasi permasalahan tersebut diperlukan evaluasi terhadap kinerja mitra Third Party Logistic. Pada penelitian ini pengukuran dan evaluasi kinerja mitra 3PL menggunakan metode ANP dan DEMATEL. Metode DEMATEL digunakan untuk menganalisis hubungan antar kriteria/sub-kriteria dalam evaluasi sehingga diperoleh struktur jaringan kriteria yang lebih kompleks yang membantu memperjelas hubungan antar kriteria pada model jaringan ANP sehingga bobot kriteria lebih akurat dan obyektif. Berdasarkan hasil pengukuran kinerja mitra 3PL diperoleh mitra terbaik yaitu Si Cepat Express dengan nilai total kinerja 56,98. Urutan kedua yaitu mitra SAP Express memperoleh nilai kinerja 56,35. Ketiga mitra iD Express dengan nilai kinerja 52,08. Selanjutnya urutan terakhir adalah mitra JNE dengan nilai kinerja total 49,84. Adapun saran perbaikan yang dapat dilakukan yaitu: (1) Evaluasi dan monitoring berkala on time delivery pengiriman. (2) Monitoring lead time dan perencanaan waktu pengiriman yang tepat. (3) Mengoptimalkan rute pengiriman untuk penghematan waktu dan meningkatkan efisiensi transportasi dengan penerapan Transportation Management System (TMS). (4) Proses quality control packaging sebelum pengiriman untuk memastikan kelengkapan barang dan kualitas pengemasan produk yang dikirim oleh mitra 3L.PT Kampung Marketerindo Berdaya is a startup company that collaborates with online businesses and MSMEs to optimize e-commerce businesses as an "e commerce enabler." In its business process, the company collaborates with third party logistics (3PL) partners. However, there are still some problems that occur regarding the performance of 3PL partners, namely service performance that is not as expected, which gives rise to customer complaints. To address these challenges, it is essential to conduct a comprehensive evaluation of the performance of third party logistics (3PL) partners. In this study, we employ the DEMATEL-ANP method integration to assess the performance of 3PL partners. The DEMATEL method is utilized to analyze the interrelationships between criteria and sub-criteria, thereby facilitating the generation of a more complex network structure of criteria. This, in turn, facilitates the clarification of the relationship between criteria in the ANP network model, leading to more accurate and objective criteria weights. The results of the performance measurement of 3PL partners indicate that Si Cepat Express is the most effective partner, with a total performance value of 56.98. SAP Express Partners ranked second, with a performance value of 56.35. Third place was held by iD Express Partners, with a performance value of 52.08. Finally, JNE Partners ranked last, with a total performance value of 49.84. The proposed for improvements have been put forth: (1) Periodic evaluation and monitoring of on time delivery of shipments. (2) Monitoring lead time and planning the optimal delivery time. (3) Optimizing delivery routes to save time and improve transportation efficiency by implementing a Transportation Management System (TMS). (4) A quality control process for packaging before delivery to ensure the completeness of goods and the quality of product packaging sent by 3L partners.
3550545239L1B020047Pemantauan Ektoparasit Pada Ikan Gurame (Osprhonemus gouramy Lac.) Dengan Ukuran Berbeda Yang Dibudidayakan di UPTD BBIAT KutasariTujuan penelitian untuk mengetahui jenis ektoparasit yang menginfeksi, serta nilai prevalensi, intensitas dan
dominansi pada ikan gurame. Sampel ikan dua ukuran yang berbeda yaitu ukuran kecil 5,0 – 8,5 cm dan ukuran besar 9,0 – 16,0 cm masing-masing sebanyak 30 ekor. Data nilai prevalensi, intensitas tiap jenis ektoparasit dan dominansi dianalisis secara deskriptif. Data intensitas jumlah ektoparasit yang meginfeksi dianalisis statistic menggunakan Uji Mann Whiteney. Parameter pendukung meliputi suhu, pH, dan DO. Hasil jenis ektoparasit yang ditemukan yaitu Trichodina sp, Dactylogyrus sp, Gyrodactylus sp, Chilodonella sp, dan Ichthyophthirius multifiliis. Nilai prevalensi ektoparasit pada ikan ukuran 9,0 – 16,0 cm berkisar 0 – 53,33%, lebih tinggi dibandingkan ukuran 5,0 – 8,5 cm berkisar 0 – 46,67%. Nilai intensitas ektoparasit ukuran 9,0 – 16,0 cm adalah 9 ± 6,120 ind/ekor, lebih tinggi dibandingkan dengan ukuran 5,0 – 8,5 cm yaitu 8,6 ± 5,579 ind/ekor. Nilai dominansi Trichodina sp memiliki nilai tinggi pada kedua ukuran dengan nilai 0,37% ukuran 5,0 - 8,5 cm dan 0,34% ukuran 9,0 - 16,0 cm. Kualitas air selama penelitian menunjukan bahwa suhu air berkisar 26 - 29 °C, pH berkisar 6,69 – 7,55, dan oksigen terlarut berkisar 7,4 – 7,8 mg/L. Hasil uji regresi terdapat hubungan linear yang sangat kuat antara jumlah ektoparasit dan ukuran ikan. Hasil Uji Mann Whiteney menunjukkan bahwa ada perbedaan nyata (P<0,05).
The purpose of this study was to determine the types of ectoparasites that infect, as well as the prevalence,
intensity and dominance values in gourami fish. Fish samples of two different sizes, namely small size 5.0 - 8.5 cm and large size 9.0 - 16.0 cm, each as many as 30 fish. Data on prevalence values, intensity of each type of ectoparasite and dominance were analyzed descriptively. Data on the intensity of the number of ectoparasites that infect were analyzed statistically using the Mann Whiteney Test. Supporting parameters include temperature, pH, and DO. The results of the types of ectoparasites found were Trichodina sp, Dactylogyrus sp, Gyrodactylus sp, Chilodonella sp, and Ichthyophthirius multifiliis. The prevalence value of ectoparasites in fish measuring 9.0 - 16.0 cm ranged from 0 - 53.33%, higher than the size of 5.0 - 8.5 cm ranging from 0 - 46.67%. The intensity value of ectoparasites measuring 9.0 - 16.0 cm was 9 ± 6.120 ind/tail, higher than that of 5.0 - 8.5 cm, which was 8.6 ± 5.579 ind/tail. The dominance value of Trichodina sp had a high value in both sizes with a value of 0.37% for size 5.0 - 8.5 cm and 0.34% for size 9.0 - 16.0 cm. Water quality during the study showed that the water temperature ranged from 26 - 29 ° C, pH ranged from 6.69 - 7.55, and dissolved oxygen ranged from 7.4 - 7.8 mg/L. The results of the regression test showed a very strong linear relationship between the number of ectoparasites and fish size. The results of the Mann Whiteney Test showed that there was a significant
difference (P <0.05).
3550638657K1A018054ISOLASI DAN KARAKTERISASI ENZIM UREASE DARI BIJI JAGUNG SERTA UJI ANTIJAMUR TERHADAP
Candida albicans
Enzim urease merupakan metaloenzim yang mengandung nikel yang berfungsi untuk mengkatalisis hidrolisis urea menjadi amonia dan karbon dioksida. Enzim urease dalam penelitian ini diisolasi dari biji jagung. Penelitian ini bertujuan untuk ekstraksi dan karakterisasi enzim urease dari biji jagung serta uji antijamur terhadap jamur C.albicans. Enzim urease diekstrak dari biji jagung kemudian ditentukan aktivitasnya menggunakan metode Nessler dan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 500 nm. Ekstrak kasar enzim selanjutnya diuji aktivitasnya terhadap C.albicans menggunakan metode difusi sumur. Hasil karakterisasi enzim urease dari biji jagung diperoleh aktivitas optimumnya sebesar 18,644 U/mL pada konsentrasi 0,25 M; pH 7; suhu inkubasi 35 °C. Laju maksimum (Vmaks) dan konstanta Michaelis-Menten (KM) yang diperoleh sebesar 24,772 M/menit dan 0,093 M. Hasil uji antijamur urease terhadap jamur C.albicans diperoleh aktivitas penghambatan termasuk dalam kategori sedang dengan konsentrasi 100% sebesar 9,680 mm.
ABSTRACT
The urease enzyme is a nickel-containing metalloenzyme that functions to catalyze the hydrolysis of urea into ammonia and carbon dioxide. The urease enzyme in this study was isolated from corn kernels. This study aimed to extract and characterize the urease enzyme from corn kernels as well as an antifungal test against the fungus C.albicans. The urease enzyme was extracted from corn kernels and then its activity was determined using the Nessler method and measured using a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 500 nm. The crude extract of the enzyme was then tested for its activity against C.albicans using the well diffusion method. The results of the characterization of the urease enzyme from corn kernels obtained the optimum activity of 18.644 U/mL at a concentration of 0.25 M; pH 7; incubation temperature 35 °C. The maximum rate (Vmax) and Michaelis-Menten constant (KM) obtained were 24.772 M/minute and 0.093 M. The test results of urease antifungal against the fungus C.albicans obtained a medium inhibitory activity at 100% concentration of 9.680 mm.
3550738658I1D018015Hubungan Kebiasaan Makan, Tingkat Stres, dan Aktivitas Fisik terhadap Status Gizi pada Lansia di UPT PSTW MagetanLatar Belakang: Lanjut usia merupakan tahap akhir dari siklus kehidupan manusia yang
rentan mengalami masalah gizi. Status gizi pada lansia dapat dipengaruhi oleh beberapa
faktor, seperti kebiasaan makan, tingkat stres, dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan kebiasaan makan, tingkat stres, dan aktivitas fisik terhadap
status gizi pada lansia di UPT PSTW Magetan.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional pada 30 lansia. Sampel
penelitian diperoleh menggunakan metode total sampling. Variabel status gizi diukur
menggunakan IMT, kebiasaan makan dinilai dengan kuesioner kebiasaan makan, tingkat
stres dinilai dengan kuesioner PSS-10, dan aktivitas fisik dinilai dengan kuesioner
modifikasi PASE. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square (p<0,05).
Hasil Penelitian: Sebagian besar lansia memiliki kebiasaan makan baik, tingkat stres
dalam kategori stres sedang-berat, memiliki aktivitas fisik baik serta status gizi normal.
Kebiasaan makan berhubungan dengan status gizi (p=0,035), tingkat stres berhubungan
dengan status gizi (p=0,024), dan aktivitas fisik berhubungan dengan status gizi (p=0,035).
Kesimpulan: Ada hubungan antara kebiasaan makan, tingkat stres, dan aktivitas fisik
dengan status gizi pada lansia.
Background: Elderly is the final stage of the human life cycle which is prone to
nutritional problems. The nutritional status of the elderly can be influenced by
several factors, such as eating habits, stress levels, and physical activity.
Aims: This study aims to determine the relationship between eating habits, stress
levels, and physical activity with nutritional status of the elderly at UPT PSTW
Magetan.
Methods: This research was a cross-sectional study of 30 elderly. Subjects were
taken by total sampling method. Nutritional status was measured using BMI, eating
habits was measured using the eating habits questionnaire, stress level was
measured using the PSS-10 questionnaire, and physical activity was measured
using the PASE modification questionnaire. Bivariate analyzed by Chi-Square test
(p<0,05).
Results: Most of the elderly had good eating habits, stress levels were in the
moderate-severe category, good physical activity, and normal nutritional status.
Eating habits had relation with nutritional status (p=0,035), stress levels had
relation with nutritional status (p=0,024), and physical activity had relation with
nutritional status (p=0,035).
Conclusion: There was a relationship between eating habits, stress levels, and
physical activity with the nutritional status in the elderly.
3550838659E2A021038PENERAPAN PENDEKATAN YURIDIS DALAM PENYELESAIAN PERKARA PERJANJIAN TERTUTUP BERDASARKAN HUKUM PERSAINGAN USAHA DI INDONESIA
(Studi Terhadap Putusan KPPU Nomor : 02/KPPU-I/2013 dan Putusan KPPU Nomor : 31/KPPU-I/2019)
Tujuan penelitian ini yaitu pertama untuk menganalisis penerapan pendekatan yuridis terhadap permasalahan Perjanjian Tertutup dan kedua untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap pelaku usaha lain yang dirugikan akibat adanya perjanjian tertutup dalam Putusan KPPU Nomor : 02/KPPU-I/2013 dan Putusan KPPU Nomor 31/KPPU-I/2019.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Sumber dara yang digunakan ialah data sekunder dengan bahan hukum primer/ sekunder/ tersier. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis normatif kualitatif.
Diperoleh hasil penelitian bahwa KPPU pada penerapan pendekatan yuridis terhadap permasalahan perjanjian tertutup dalam Putusan No. 02/KPPU-I/2013 dan Putusan No. 31/KPPU-I/2019 tidak mendasarkan pada Perkom No. 5 Tahun 2011, Sehingga penerapan pendekatan yuridis pada kedua putusan tersebut dinilai tidak tepat. Perlindungan hukum pelaku usaha lain secara prefentif dan represif dalam Putusan No. 02/KPPU-I/2013 telah diakomodir, sedangkan pada Putusan No. 31/KPPU-I/2019 perlindungan hukum preventif diakomodir, namun belum memberikan secara represif.
The purpose of this study is first to analyze the application of a juridical approach to the issue of closed agreements and secondly to analyze the legal protection of other business actors who are harmed by the existence of closed agreements in KPPU's Decision Number: 02/KPPU-I/2013 and KPPU's Decision Number 31/KPPU- I/2019.
The approach method used in this research is normative juridical, with statutory approach, case approach, and conceptual approach. The source of the data used is secondary data with primary/secondary/tertiary legal materials. The analytical method used in this study is a qualitative normative analysis method.
The research results obtained show that the KPPU in applying a juridical approach to closed agreement issues in Decision No. 02/KPPU-I/2013 and Decision No. 31/KPPU-I/2019 is not based on Perkom No. 5 of 2011, so that the application of a juridical approach to the two decisions is considered inappropriate. Preventive and repressive legal protection for other business actors in Decision No. 02/KPPU-I/2013 has been accommodated, while in Decision No. 31/KPPU-I/2019 preventive legal protection is accommodated, but has not been provided repressively.
3550944002E1A020182Praperadilan Penghentian Penyidikan Dan Penetapan Tersangka Pada Pegawai Kementerian Koperasi Dan UKM (Studi Putusan No.5/Pid.Pra/2022/PN Bgr)Praperadilan merupakan sistem pengawasan horizontal terhadap kewenangan aparat penegak hukum ketika melakukan upaya paksa. Pada penelitian ini isu hukum yang dikaji adalah Putusan Praperadilan Nomor 05/Pid.Pra/2022/PN Bgr mengenai sah atau tidaknya penghentian penyidikan dan penetapan tersangka. Penyidik menetapkan 4 (empat) tersangka yang merupakan pegawai Kementerian Koperasi dan UKM dengan Pasal 286 KUHP dan membatalkan status tersangka tersebut dengan mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) karena pencabutan laporan dan restorative justice. Pada tahun 2022 kasus ini dilakukan penyidikan lanjutan yang disusul oleh Para Pemohon/Tersangka mengajukan permohonan praperadilan. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan perundangan-undangan, kasus dan preskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan mengambil studi kepustakaan yang diolah dalam bentuk teks naratif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kewenangan penyidik dalam menghentikan penyidikan diatur secara limitatif yaitu karena tidak cukup bukti, bukan merupakan tindak pidana, atau dihentikan demi hukum. Polri menambahkan restorative justice sebagai salah satu pendekatan terhadap proses penyidikan perkara yang memenuhi syarat formil dan materil pada Pasal 12 Perkap 6/2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana. Terhadap kewenangan penyidik dalam menetapkan tersangka dilakukan jika terdapat bukti permulaan yang cukup dan disertai pemeriksaan calon tersangkanya. Hakim mengabulkan permohonan praperadilan Para Pemohon walaupun, dalam pertimbangannya hakim tidak memberikan penjelasan terkait keberadaan serta kuantitas alat bukti yang digunakan Termohon dalam menetapkan Para Pemohon sebagai Tersangka dan terkait penyidikan lanjutan Hakim lebih mempertimbangkan ketentuan kadaluwarsa penyidikan pada Peraturan Kapolri Nomor 12 Tahun 2009 mengenai Pengawasan dan Pengendalian Penanganan Perkara Pidana di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang sudah tidak berlaku.Pretrial is a horizontal oversight system over the authority of law enforcement officers when carrying out coercive measures. In this research, the legal issue examined is Pretrial Decision Number 05/Pid.Pra/2022/PN Bgr regarding the validity of the termination of investigation and the designation of suspects. Investigators designated 4 (four) suspects who are employees of the Ministry of Cooperatives and SMEs under Article 286 of the Indonesian Criminal Code and then revoked the suspect status by issuing a Termination of Investigation Letter (SP3) due to the withdrawal of the report and restorative justice. In 2022, further investigation was conducted in this case followed by the Applicants/Suspects filing a pretrial petition. This study uses a normative juridical research type with a legislative, case, and prescriptive approach. The data used are secondary data obtained through literature studies processed in the form of narrative texts. The results of this study indicate that the authority of investigators to terminate investigations is regulated restrictively, namely due to insufficient evidence, not constituting a criminal act, or terminated for legal reasons. The Indonesian National Police (Polri) has added restorative justice as one of the approaches to the investigation process that meets the formal and material requirements under Article 12 of National Police Regulation No. 6/2019 concerning Criminal Investigation. The authority of investigators to designate suspects is carried out if there is sufficient preliminary evidence and accompanied by the examination of the prospective suspects. The judge granted the pretrial petition of the Applicants, although, in his considerations, the judge did not provide an explanation regarding the existence and quantity of evidence used by the Respondent in designating the Applicants as Suspects and regarding the subsequent investigation, the judge considered more the provisions of the expiration of the investigation in the Indonesian National Police Regulation No. 12 of 2009 concerning Supervision and Control of Criminal Case Handling in the Indonesian National Police, which is no longer valid.

Keywords: Pretrial, Disconitunuance Of Investigation, Suspect Designation, Judge’s Consideration
3551038660A1D018018KAJIAN DISTRIBUSI C-ORGANIK TANAH DAN KORELASINYA DENGAN HASIL PADI SAWAH DI DAS SERAYU WILAYAH KECAMATAN KALIMANAH KABUPATEN PURBALINGGATanaman padi ( Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting di Indonesia karena dimanfaatkan sebagai kebutuhan primer masyarakat luas. Budidaya tanaman padi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan beras yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tujuan penelitian ini adalah : mengetahui agihan (distribusi) unsur hara C-organik di lahan sawah yang digunakan untuk budidaya tanaman padi dan mengetahui rekomendasi pemupukan C-organik di lahan sawah Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah dengan pertanaman padi di Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga. Sampel tanah dianalisis di Laboratorium Ilmu Tanah, Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari sampai April 2022. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah contoh tanah dari lahan sawah pertanaman padi dari setiap titik pengamatan, peta administrasi, peta jenis tanah, peta penggunaan lahan, peta kelerengan, dan bahan kimia untuk analisis kimia tanah di laboratorium. Alat yang digunakan pada penelitian ini untuk pembuatan peta yaitu laptop, software ArcGIS 10.3, dan printer. Agihan unsur hara C-organik di lahan sawah memiliki nilai 0,04-1,45% dengan rerata 0,68 berharkat sangat rendah. Kandungan C-organik tanah memiliki korelasi cukup tinggi dengan beberapa variabel diantaranya; hasil tanaman padi (r = 0,147), potensial redoks (r = 0,551*) dan DHL (r = 0,416). Kebutuhan pupuk organik yang direkomendasikan berkisar 1,62-34,80 ton/ha dengan rerata 23,64 ton/ha.Rice (Oryza sativa L.) is an important food crop in Indonesia because it is used as a primary need for the wider community. Rice cultivation is carried out to meet the demand for rice which continues to increase from year to year. The aims of this study were: to determine the distribution of C-organic nutrients in paddy fields used for rice cultivation and to determine recommendations for C-organic fertilization in lowland rice fields, Kalimanah District, Purbalingga Regency. This research was carried out in paddy fields with rice cultivation in Kalimanah District, Purbalingga Regency. Soil samples were analyzed at the Laboratory of Soil Science, Land Resources, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, Purwokerto. This research was carried out from January to April 2022. The materials used in this study were soil samples from rice fields from each observation point, administrative maps, soil type maps, land use maps, slope maps, and chemicals for soil chemical analysis. in the laboratory. The tools used in this research for making maps are laptops, ArcGIS 10.3 software, and printers. The distribution of C-organic nutrients in paddy fields has a value of 0.04-1.45% with an average of 0.68 very low value. Soil C-organic content has a fairly high correlation with several variables including; rice yield (r = 0.147), redox potential (r = 0.551*) and DHL (r = 0.416). The recommended organic fertilizer needs range from 1.62 to 34.80 tons/ha with an average of 23.64 tons/ha.
3551138661J1C018045REPRESENTASI IKIGAI PADA TOKOH SAKURA YAMAUCHI
PADA ANIME KIMI NO SUIZOU WO TABETAI
KARYA YORU SUMINO
Penelitian ini berjudul Representasi Ikigai Pada Tokoh Sakura Yamauchi Dalam Kimi No Suizou Wo Tabetai Karya Yoru Sumino. Penelitian ini membahas mengenai representasi keempat elemen ikigai pada tokoh Sakura Yamauchi menggunakan tiga level semiotika realitas, representasi dan ideologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep ikigai pada level realitas, representasi dan ideologi sehingga dapat diketahui bagaimana konsep ikigai digambarkan melalui tokoh Sakura Yamauchi dalam anime Kimi No Suizou Wo Tabetai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika televisi. Data penelitian ini berupa gambar tangkapan layar dan dialog antar tokoh yang diperoleh dari anime Kimi No Suizou Wo Tabetai sebagai sumber data. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian adalah teknik simak dan catat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotika televisi yang dikemukakan oleh John Fiske. Hasil penelitian berdasarkan analisis data dari level realitas yaitu pada kode penampilan, ekspresi wajah, cara bicara dan perilaku tokoh ditampilkan sikap optimis dan semangat tokoh Sakura dalam menjalani kehidupannya yang berat. Level representasi yaitu pada kode latar tempat, suara, latar waktu, dan cara pengambilan gambar merepresentasikan kepedulian, keberanian, dan keinginan tokoh Sakura dalam melakukan tindakan yang dibutuhkan oleh individu dan lingkungan sekitarnya. Level ideologi yaitu konsep ganbaru dicerminkan Sakura melalui keoptimisan, kegigihan, tanggung jawab dan semangat Sakura dalam menjalani kehidupannya yang berat dikarenakan berbagai permasalahan hidup yang dimilikinya oleh karena penyakit kronis yang diderita Sakura.This research is entitled ikigai Representation of Sakura Yamauchi in the Anime Kimi No Suizou Wo Tabetai by Yoru Sumino. This study discusses the representation of the four ikigai elements in the character Sakura Yamauchi that using three levels of semiotic which are reality, representation and ideology. This study aims to describe the concept of ikigai at the three levels of semiotic so that can be seen how ikigai is described through Sakura Yamauchi in the anime. This research is a qualitative descriptive study with a television semiotic theory. The research data is in the form of screenshots and dialogue between characters obtained from the anime as the data source. The data collecting method that used are the observation and note taking technique. The theory that used is the theory of television semiotics by John Fiske. The results of the research are based on data analysis from the reality level which are appearance, expressions, ways of speaking and behavior of Sakura shown the optimistic and enthusiasm Sakura in living a hard life. The level of representation which are place, sound, time setting, and shooting technique represents the concern, courage, and desire of Sakura to take the actions needed by the individual and the surroundings. The ideology level which is concept of ganbaru is reflected by Sakura through her optimism, persistence, responsibility, and passion for living her hard life due to various life problems she has.
3551244003K1A020030AMOBILISASI DAN KARAKTERISASI UREASE DARI BIJI KACANG BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) MENGGUNAKAN MATRIKS ALGINATUrease merupakan enzim yang dapat menghidrolisis urea menjadi amonia dan CO2. Urease telah diisolasi dari polong-polongan, salah satunya dari kacang buncis, namun urease bebas rentan mengalami denaturasi dan tidak dapat digunakan kembali. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan amobilisasi ureasedari biji kacang buncis guna meningkatkan stabilitas urease dan mengetahui karakteristik urease amobil. Urease diamobilisasi menggunakan metode penjebakan dengan matriks alginat. Urease amobil dengan kondisi optimum kemudian dilakukan karakterisasi meliputi konsentrasi substrat, stabilitas suhu, waktu penyimpanan, dan penggunaan berulang. Uji aktivitas urease ini menggunakan metode Nessler dengan pengukuran absorbansi menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 500 nm. Urease dari biji kacang buncis biji kacang buncis diamobilisasi dengan matriks alginat menggunakan metode penjebakan memiliki kondisi optimum pada konsentrasi alginat 2% dan waktu perendaman selama 60 menit dengan nilai aktivitas sebesar 0,170 U/mL. Urease bebas dan amobil optimum berturut-turut pada konsentrasi substrat 1.000 ppm dengan nilai Vmaks sebesar 0,674 dan 0,223 U/mL serta KM sebesar 0,005169 M dan 0,006755 M, stabil pada suhu 35 °C dan dapat mempertahankan aktivitasnya sampai 180 menit dengan aktivitas relatif sebesar 42,82% dan 52,26%. Urease bebas dan amobil dapat disimpan pada suhu 4 °C selama 9 hari dengan sisa aktivitas relatif sebesar 41,29% dan 56,68%. Urease amobil memiliki stabilitas penggunaan berulang sebanyak 5 kali dengan sisa aktivitas relatif 56,23%.Urease is an enzyme that can hydrolyze urea into ammonia and CO2. Urease has been isolated from legumes, one of which is from string bean, but free urease is prone to denaturation and cannot be reused. This study aims to immobilize urease from string bean seeds to improve urease stability and determine the characteristics of immobilized urease. Urease was immobilized using entrapment method with alginate matrix. Immobilized urease with optimum conditions was then characterized including substrate concentration, temperature stability, storage time, and repeated use. This urease activity test uses the Nessler method with absorbance measurement using a spectrophotometer at a wavelength of 500 nm. Urease from string bean seeds immobilized with alginate matrix using entrapment method had optimum condition at 2% alginate concentration and 60 minutes immersion time with activity value of 0.170 U/mL. The optimum free and immobilized urease respectively was at a substrate concentration of 1,000 ppm with Vmax values of 0.674 and 0.223 U/mL and KM of 0,005169 M dan 0,006755 M, stable at 35°C and could maintain its activity until 180 minutes with residual relative activity of 42,82% and 52,26%. Free and immobilized urease could be stored at 4°C for 9 days, with residual relative activity respectively of 41,29% dan 56,68%. The immobilized urease has the stability of repeated use 5 times with residualrelative activity of 56.23%.
3551344637J1C020043Perbandingan Penggunaan Wakamono Kotoba dan Bahasa Gaul dalam Konten YouTube NiziU LEAGUE dan V1RSTIME (Kajian Sosiolinguistik)Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan wakamono kotoba dan bahasa gaul oleh remaja yang terdapat dalam konten YouTube NiziU LEAGUE dan V1RSTIME. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi metode simak dengan teknik sadap, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teori SPEAKING Dell Hymes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan wakamono kotoba pada konten NiziU LEAGUE mencerminkan suasana yang akrab dan santai dengan rata-rata penggunanya berusia 21.5 tahun. Sebaliknya, penggunaan bahasa gaul pada konten V1RSTIME dicirikan oleh suasana jenaka dan juga santai dengan rata-rata penggunanya berusia 19.4 tahun. Kedua bahasa remaja ini digunakan konteks kasual.This research intends to compare the young person’s use of wakamono kotoba and bahasa gaul in the YouTube content of NiziU LEAGUE and V1RSTIME. This research employs a qualitative descriptive approach. Data collection methods include observation with a tapping technique, non-participant observation, and note-taking. The collected data were analysed using Dell Hymes' SPEAKING theory. The findings indicate that the use of wakamono kotoba in NiziU LEAGUE reflects a familiar and relaxed atmosphere, with the average user age being 21.5 years old. On the other hand, the use of bahasa gaul in V1RSTIME is characterized by a humorous and relaxed atmosphere, with the average user age being 19.4 years old. Both types of these youth languages are used in casual contexts
3551444851C1G017022Determinants of K-pop Fans on Purchasing K-pop Albums in Banyumas RegencyPenelitian ini menganalisis pengaruh usia, pendidikan, penghasilan, persepsi harga, dan selera penggemar K-pop terhadap pembelian album musik K-pop di Kabupaten Banyumas. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 96 penggemar K-pop. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis regresi berganda, uji F, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia dan selera memiliki pengaruh positif signifikan terhadap pembelian album musik K-pop. Sebaliknya, pendidikan, penghasilan, dan persepsi harga tidak berpengaruh. Implikasi penelitian ini yaitu pemerintah pusat perlu mempertimbangkan kebijakan untuk mengatur impor album K-pop, seperti penerapan pajak dan tarif, untuk melindungi industri musik lokal. Sementara itu, pemerintah Kabupaten Banyumas dapat fokus pada ekonomi lokal dengan berkolaborasi bersama pemerintah pusat untuk mempromosikan dan mengajak masyarakat Kabupaten Banyumas dalam mendukung musisi lokal, serta memberikan insentif untuk produksi dan acara musik lokal.This research analyzes the influences of age, education, income, price perception, and tastes of K-pop fans on purchasing K-pop music albums in Banyumas Regency. Data were collected through questionnaires from 96 K-pop fans. The data analysis tehniques included multiple linear regression analysis, F test, t-test, and coefficient of determination. Results indicates that age and taste significantly positively influence K-pop album purchases. Conversely, education, income, and price perception do not influence the purchasing of K-pop albums. This research implies that the central government needs to consider policies to regulate the import of K-pop albums, such as applying taxes and tariffs, to protect the local music industry. The Banyumas Regency government, meanwhile, can focus on the local economy by collaborating with the central government to promote and engage the Banyumas Regency community in supporting local musicians and providing incentives for local music productions and events.
3551538662G1A019037GAMBARAN PENYAKIT YANG DIDERITA IBU DAN ANAK PADA USIA 0-3 TAHUN DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN DI RSUD MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOLatar belakang - Gangguan pendengaran merupakan kejadian yang sulit diketahui pada bayi dan anak. Gangguan pendengaran pada anak dapat memengaruhi kemampuan anak dalam berkembang baik secara kognitif, emosional, bahasa, dan komunikasi. Gangguan pendengaran perlu segera dilakukan pemeriksaan dini untuk memperkecil dampak yang akan diakibatkan dari gangguan pendengaran tersebut. Pengenalan penyakit yang diderita oleh bayi dan anak pada masa pranatal, perinatal, dan pascanatal perlu diketahui sehingga dapat dilakukannya pemeriksaan sejak dini pada bayi dan anak dengan riwayat penyakit tersebut. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyakit yang diderita ibu dan anak 0-3 tahun dengan gangguan pendengaran di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto
Metode - Desain dari penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan data sekunder. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat.
Hasil - Didapatkan gambaran penyakit yang diderita anak dengan gangguan pendengaran yaitu pada masa pranatal (15,4%) yaitu riwayat penyakit keluarga, infeksi TORCH, dan preeklamsia. Penyakit pada masa perinatal (70,3%) yaitu berat badan lahir rendah, prematuritas, hiperbilirubinemia, dan asfiksia neonatorum. Penyakit pada masa pascanatal yaitu (14,3%) yaitu penggunaan ventilator mekanik dan kejang demam
Kesimpulan - Gambaran penyakit pada anak 0-3 tahun dengan gangguan pendengaran di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto yaitu penyakit pada masa pranatal, perinatal, dan pascanatal

Background - Hearing loss is difficult to detect in infants and children. It can inhibit cognitive, emotional, language, and communication development. Therefore, hearing loss needs to be immediately examined to minimize its impacts. It is essential to recognize the disease suffered by infants and children, especially those with a history of hearing loss during the pranatal, perinatal, and postnatal periods for early examinations. This study aimed to evaluate diseases characteristic suffered by children with hearing loss aged 0-3 years at RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto
Method – This research was descriptive, using secondary data. The analysis used was univariate.
Result – Hearing loss in children during; the pranatal (15.4%) could be caused by a family history of the disease, TORCH infection, and preeclampsia; during the perinatal (70,3%) could be caused by low birth weight, prematurity, hyperbilirubinemia, and neonatal asphyxia, and; during the postnatal period (14.3%) could be caused by the use of mechanical ventilators and febrile seizures.
Conclusion – The disease character in children aged 0-3 years with hearing loss at RSUD Margono Soekarjo Purwokerto are disease during pranatal, perinatal, and postnatal periods
3551638663D1A018071PENGARUH PENAMBAHAN KARAGENAN PADA SUSU KAMBING DENGAN PERSENTASE YANG BERBEDA TERHADAP SINERESIS DAN VISKOSITAS YOGHURTPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan karagenan dengan persentase yang berbeda terhadap sineresis dan viskositas yoghurt susu kambing. Materi penelitian yang digunakan yaitu susu kambing segar, starter yoghurt, karagenan, dan aquadest secukupnya. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, uji lanjut yang digunakan yaitu orthogonal polynomial, serta variabel yang digunakan adalah sineresis dan viskositas. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini yaitu susu kambing yang ditambahkan karagenan sebesar 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%. Nilai rataan sineresis berkisar antara 4,72 ± 0,61% sampai dengan 21,60 ± 1,42%, dan nilai rataan viskositas berkisar antara 369,51 ± 7,54 mPa.s sampai dengan 500,70 ± 0,06 mPa.s. Hasil analisis variansi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa adanya pengaruh sangat nyata terhadap sineresis dan viskositas yoghurt susu kambing. Hasil uji lanjut orthogonal polynomial menunjukkan bahwa hubungan antara penambahan karagenan dengan sineresis yoghurt susu kambing bersifat kuadratik dengan titik belok sineresis sebesar (3,27; 1,74), dan titik balik viskositas sebesar (1,93; 501,286). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan karagenan dengan level sebesar 1,93% dapat menghasilkan yoghurt susu kambing dengan kualitas yang baik ditinjau dari sineresis dan viskositas.This research aimed to study the effect of adding carrageenan with different percentages on syneresis and viscosity of goat’s milk yoghurt. The research material used was fresh goat's milk, yogurt starter, carrageenan, and sufficient aquadest. The research design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications, the follow-up test used was orthogonal polynomial, and the variables used were syneresis and viscosity. The treatment used in this study was goat's milk added with carrageenan of 0%, 0.5%, 1%, 1.5% and 2%. The mean syneresis values ranged from 4.72 ± 0.61% to 21.60 ± 1.42%, and the average viscosity values ranged from 369.51 ± 7.54 mPa.s to 500.70 ± 0.06 mPa.s. The results of the analysis of variance that has been carried out indicate that there is a very significant effect on the syneresis and viscosity of goat's milk yogurt. The results of the orthogonal polynomial test showed that the relationship between the addition of carrageenan and the syneresis of goat's milk yogurt was quadratic with a syneresis inflection point of (3,27; 1,74), and a viscosity turning point of (1,93; 501,286). The results of this study concluded that the addition of carrageenan with a level of 1.93% can produce goat's milk yogurt with good quality in terms of syneresis and viscosity.
3551738664D1A018050PENGARUH SUPLEMENTASI SELENIUM YEAST TERHADAP KONSUMSI DAN KONVERSI PAKAN AYAM NIAGA PETELUR PERIODE PRODUKSIPenelitian berjudul “Pengaruh Suplementasi Selenium Yeast terhadap Konsumsi dan Konversi Pakan Ayam Niaga Petelur Periode Produksi”. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh level Selenium yeast terhadap konsumsi dan konversi pakan ayam niaga petelur. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 26 Maret sampai dengan 29 Mei 2022, bertempat di Experimental Farm dan Laboratorium Produksi Ternak Unggas Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Materi penelitian yang digunakan adalah ayam niaga petelur umur 35 minggu sebanyak 80 ekor. Bahan penelitian terdiri atas : selenium yeast, pakan komplit ayam periode produksi dari PT New Hope Indonesia dengan kandungan nutrisi protein kasar 16,5%, lemak 3%, Serat Kasar 7%, Ca 3,25 – 4,25%, P 0,6%. Penelitian menggunakan metode experimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu A₀ = Pakan basal (kontrol); A₁ = 0,2 mg selenium yeast dalam 1 kg pakan basal; A₂ = 0,4 mg selenium yeast dalam 1 kg pakan basal; A₃ = 0,6 mg selenium yeast dalam 1 kg pakan basal. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dilanjutkan dengan uji ortogonal polinomial. Hasil analisis menunjukkan bahwa suplementasi yeast dalam pakan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi dan konversi pakan. Pemberian suplementasi selenium yeast 0,6 mg dalam pakan belum mampu meningkatkan konsumsi pakan dan menurunkan konversi pakan.The study entitled "The Effect of Selenium Yeast Supplementation on Feed Consumption and Conversion of Laying Hens at Production Period". The purpose of this study was to determine the effect of Selenium yeast on feed consumption and conversion of laying hens. The research was carried out on March 26 to May 29, 2022, at the Experimental Farm and Poultry Production Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. The research materials used was 80 laying hens aged 35 weeks. The material consisted of: selenium yeast, complete chicken feed for production period from PT New Hope Indonesia with a nutrient content of 16.5% crude protein, 3% fat, 7% crude fiber, Ca 3.25 – 4.25%, P 0,6%. The study used experimental method with completely randomized design (CRD), 4 treatments and 5 replications. The treatments were A₀ = Basal feed (control); A₁ = 0.2 mg selenium yeast in 1 kg basal feed; A₂ = 0.4 mg selenium yeast in 1 kg basal feed; A₃ = 0.6 mg selenium yeast in 1 kg of basal feed. The data obtained were analyzed using analysis of variance followed by the orthogonal polynomial test. The results of the analysis showed that selenium yeast supplementation had no significant effect (P>0.05) on feed consumption and feed conversion. Supplementation of yeast selenium up to 0.6 mg in feed has not been able to increase consumption and decrease feed conversion
3551838665H1D016022IMPLEMENTASI CLUSTERING UNTUK PENGELOMPOKKAN KARYA ILMIAH BERTEMA COVID-19 BERDASARKAN KEMIRIPAN ABSTRAK MENGGUNAKAN K-MEANS CLUSTERINGClustering adalah salah satu proses dalam data mining yang digunakan untuk mengelompokkan data dengan data yang lain yang memiliki kemiripan berdasarkan fitur yang dimiliki setiap data untuk dapat memunculkan pola pola yang ada dalam data yang tidak dapat ditafsirkan secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan proses clustering terhadap abstrak dari 1000 karya ilmiah bertema COVID-19 yang ada pada situs Garuda menggunakan algoritma K-Means Clustering dan mencari jumlah cluster yang optimal. Transformasi data terhadap abstrak dari karya ilmiah dilakukan menggunakan TF-IDF dan Bag-of-words, lalu dilanjutkan dengan metode pengurangan dimensi PCA dan LDA untuk kemudian membandingkan hasil proses clustering menggunakan kedua metode pengurangan dimensi tersebut beserta variasi metode pengukuran jarak euclidean distance dan cosine distance. Hasil evaluasi menggunakan silhouette coefficient menunjukkan bahwa hasil clustering terbaik dihasilkan dari penggunaan metode pengurangan dimensi LDA dengan penggunaan metode pengukuran jarak cosine distance dengan nilai silhouette sejumlah 0.5336 untuk 15 cluster.Clustering is one of the process in data mining that is used to group data with other data that has similarities
based on the features of each data to reveal patterns in data that cannot be interpreted directly. This study aims to carry out a clustering process of abstracts from 1000 scientific papers with the theme of COVID-19 on the Garuda website using the K-Means Clustering algorithm and find the optimal number of clusters. Data
transformation applied on abstracts from scientific papers is carried out using TF-IDF and Bag-of-words, then
proceeded with the PCA and LDA dimension reduction methods, and then compared the results of the clustering process using the two dimension reduction methods along with variations in the Euclidean and Cosine distance measurement methods. The evaluation results using the silhouette coefficient show that the best clustering result are obtained from the LDA dimension reduction method using the cosine distance measurement method with a silhouette value of 0.5336 for 15 clusters.
3551944004D1A020016Evaluasi Penggunaan Albendazole pada Kasus Nematodiasis di Kalompok Peternakan Jati Mulyo Kecamatan Sumbang, Kabupaten BanyumasTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat prevalensi nametodiasis, mengetahui jenis cacing nematoda, menganalisis penggunaan albendazole pada kasus nematodiasis ternak sapi potong di Kelompok Ternak Jati Mulyo. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4 Juli sampai dengan 30 November 2023 di Kelompok Peternak Jati Mulyo Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengka (RAL) dengan pengulangan sebanyak 2 kali. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan teknik convenience sampling dan dilanjutkan dengan uji laboratorium menggunakan pemeriksaan apung dan McMaster.
Jumlah sampel yang diambil sebanyak 23 sampel, sesuai dengan banyaknya sapi potong yang terdapat di Kelompok Peternak. Sampel feses sapi potong kemudian diperiksa di Laboratorium Kesehatan Hewan Tipe-B, Kabupaten Banyumas secara kualitatif maupun kuantitatif dengan metode apung. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah prevelensi nematodiasis, jenis nematoda, dan keefektivan albendazole pada sapi potong yang terinfeksi nematoda. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linier. Hasil identifikasi nematoda menunjukan bahwa terdapat 6 jenis nematoda, yaitu Ostertagia sp, Capillaria sp, Trichuris sp, Strongyle sp, Cooperia sp, dan Strongloides papillousus. Prevelensi nematodiasis pada sapi potong di Kelompok Peternak Jati Mulyo Kecamatan Sumbang sebelum perlakuan diketahui sebesar 43,47%, dan Hari ke-15 setelah perlakuan sebesar 4,35%, hari ke-30 sebesar 21,74%, dan hari ke-60 sebanyak 13,04%. Hasil uji regresi linier untuk mengetahui pengaruh pemberian albendazole pada kejadian nematodiasis menunjukan P<0,05 sehingga diambil kesimpulan dari penelitian ini pemberian albendazole berpengaruh terhadap kasus nematodiasis pada sapi potong di Kelompok Peternak Jati Mulyo Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas
Evaluation of the Use of Albendazole in Nematodiasis Cases in the Jati Mulyo Breeder Group, Sumbang District, Banyumas Regency. The purpose of this study was to determine the prevalence rate of nametodiasis, determine the type of nematode worm, analyze the use of albendazole in cases of nematodiasis of beef cattle in the Teak Mulyo Livestock Group. This research was carried out from July 4 to November 30, 2023 at the Jati Mulyo Breeders Group, Sumbang District, Banyumas Regency. The design used in this study is the Lengka Random Design (RAL) with 2 repeats. The sampling technique used in the study was using convenience sampling techniques and continued with laboratory tests using buoyancy and McMaster examinations.
The number of samples taken was 23 samples, in accordance with the number of beef cattle found in the Farmer Group. Beef cattle fecal samples were then examined at the Type-B Animal Health Laboratory, Banyumas Regency qualitatively and quantitatively using the floating method. The variables observed in this study were the prevalence of nematodiasis, the type of nematode, and the effectiveness of albendazole in beef cattle infected with nematodes. The research data were analyzed using descriptive analysis and Regresi Linier test. The results of nematode identification show that there are 6 types of nematodes, namely Ostertagia sp, Capillaria sp, Trichuris sp, Strongyle sp, Cooperia sp, dan Strongloides papillousus. The prevalence of nematodiasis in beef cattle in the Jati Mulyo Farmer Group, Sumbang District before treatment was known to be 43,47%, and Day 15 after treatment was 4,35%, day 30 was 21,74%, and day 60 was 13,04%. The results of the regresi linier test to determine the effect of albendazole administration on the incidence of nematodiasis showed P<0.05 so that it was concluded from this study that albendazole administration had effect on nematodiasis cases in beef cattle in the Jati Mulyo Breeders Group, Sumbang District, Banyumas Regency.
3552044005C1C020073Dampak Pemutihan Pajak, Digitalisasi, Sosialisasi, dan Kesadaran Wajib Pajak terhadap Kepatuhan Membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Banyumas, Jawa Tengah.Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak dari penerapan kebijakan pemerintah Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kepatuhan membayar pajak kendaraan bermotor setelah pandemi Covid-19. Kebijakan pemerintah yang memiliki pengaruh terhadap kepatuhan kemudian akan dianalisis lebih lanjut melalui pencapaian target yang telah sebelumnya ditetapkan sebagai tolak ukur keberhasilan kebijakan. Kebijakan yang dianggap berhasil akan dilanjutkan untuk periode selanjutnya. Penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa (1) Pemutihan pajak berpengaruh dalam meningkatkan kepatuhan membayar pajak kendaraan bermotor, (2) Digitalisasi pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan membayar pajak kendaraan bermotor, (3) Sosialisasi perpajakan berpengaruh dalam meningkatkan kepatuhan membayar pajak kendaraan bermotor, (4) Kesadaran Wajib Pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan membayar pajak kendaraan bermotor. Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan pajak kendaraan bermotor dapat diteruskan dengan program pemutihan pajak dan sosialisasi perpajakan melalui sosial media yang telah terbukti cukup efektif dalam meningkatkan kepatuhan dan penerimaan pajak kendaraan bermotor di Banyumas, Jawa Tengah.This research was conducted to determine the impact of implementing Banyumas Government policies in increasing compliance with paying motor vehicle taxes after the Covid-19 pandemic. The policies that have an influence on compliance will then be analyzed further through achieving targets that have previously been set as a benchmark for policy success. Policies deemed successful will be continued for the next period. The research concluded that (1) Tax bleaching has an effect on increasing compliance with paying motor vehicle tax, (2) Tax digitalization has no effect on compliance with paying motor vehicle tax, (3) Tax socialization has an effect on increasing compliance with paying motor vehicle tax, (4) Awareness Taxpayers have no influence on compliance with paying motor vehicle taxes. The government's policy to increase motor vehicle tax revenue can be continued with tax bleaching programs and tax socialization with social media which have proven to be quite effective in increasing motor vehicle tax revenue and compliance in Banyumas, Jawa Tengah.