Artikelilmiahs

Menampilkan 35.381-35.400 dari 49.869 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3538138549G1A019012HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KEJADIAN COMMON MENTAL DISORDERS (CMDS) PADA IBU HAMIL TERKAIT COVID-19 DI KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang: World Health Organization (WHO) mendeklarasikan Coronavirus Disease-19 (COVID-19) sebagai masalah kesehatan dunia pada 11 Maret 2020, tercatat sebanyak 32 juta kasus dan 984,590 kematian di seluruh dunia. Pembatasan sosial diberlakukan agar dapat mencegah penularan lebih lanjut. Pembatasan ini memiliki hubungan dengan meningkatnya prevalensi kecemasan pada wanita hamil, terutama pada trisemester pertama kehamilan. Kehamilan merupakan kondisi dimana fungsi pertahanan dan fisiologis tubuh terus berubah, dimana wanita hamil lebih rentan terhadap infeksi. Kemunculan dari Coronavirus Disease-19 (COVID-19) berdampak kepada kondisi psikologis masyarakat.
Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan sosial dengan kejadian common mental disorders (CMDs) pada ibu hamil terkait pandemi COVID-19 di Kabupaten banyumas
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional menggunakan pendekatan Cross sectional study pada populasi target ibu hamil di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan kuisioner WHO-SSQ-6 dan WHO-SRQ-20. Teknik pengambilan sampel menggunakan snowball sampling sebanyak 1543 responden. Teknik analisis data dengan menggunakan uji Chi square.
Hasil: Dihasilkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara hubungan dukungan sosial dengan kejadian common mental disorders (CMDs) pada ibu hamil. Kemudian, didapatkan nilai prevalence ratio sebesar 1,76, yang memiliki makna bahwa ibu hamil yang memiliki dukungan sosial yang rendah beresiko 1,76 kali untuk mengidap CMDs. Analisis bivariat menggunakan uji Chi square diperoleh nilai p value = 0,000 (p<0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kejadian common mental disorders (CMDs) pada ibu hamil terkait Covid-19 di Kabupaten Banyumas. Ibu hamil yang memiliki dukungan sosial yang rendah beresiko 1,76 mengidap CMDs

Kata Kunci : Common Mental Disorders, COVID-19, Dukungan sosial, Ibu
Hamil
Background: The World Health Organization (WHO) declared Coronavirus Disease-19 (COVID-19) as a pandemic on March 11, 2020, with 32 million cases recorded and 984,590 deaths worldwide. Social restrictions were imposed in order to prevent the spread of COVID-19. This limitation was related to the increasing prevalence of anxiety in pregnant women, especially in the first trimester. Pregnancy was a condition where the body's defense and physiological functions constantly change, and pregnant women are more vulnerable to infection. The emergence of Coronavirus Disease-19 (COVID-19) had an impact on the psychological condition of society.
Objective: To determine the correlation between social assistance and the occurrence of common mental disorders (CMDs) in pregnant women related to the COVID-19 pandemic in Banyumas Regency.
Methods: This study was an observational analytic study using Cross-sectional study approach targeting pregnant women in the Banyumas Regency. This study employed the WHO-SSQ-6 and WHO-SRQ-20 questionnaires. The sampling technique used snowball sampling of approximately 1543 respondents. The data analysis technique made use of the Chi-square test.
Results: It proved a significant correlation between social assistance and the occurrence of common mental disorders (CMDs) in pregnant women. Then, a prevalence ratio of 1.76 was obtained, meaning that pregnant women with low social support are at a risk of 1.76 times for developing CMDs. Bivariate analysis using the Chi-square test obtained a p-value = 0.000 (p <0.05).
Conclusion: The study strongly manifested the correlation between social assistance and the occurrence of common mental disorders (CMDs) in pregnant women related to Covid-19 in Banyumas Regency. Pregnant women with low social assistance were at a 1.76 risk of developing CMDs.

Keywords: Common Mental Disorders, COVID-19, Social Assistance, Pregnant Mother

3538243988D1A020013Pengaruh Penggunaan Complete Rumen Modifier Dalam Pakan Yang Disusun Berdasarkan Indeks Sinkronisasi Protein Energi Terhadap Konsumsi Dan Kecernaan Bahan Organik Pakan DombaPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Complete Rumen Modifier (CRM) dalam pakan yang disusun berdasarkan Indeks Sinkronisasi Protein Energi (SPE) terhadap konsumsi dan kecernaan bahan organik pakan domba. Materi yang digunakan yaitu domba lokal jantan berumur 7-8 bulan berjumlah 20 ekor dengan bobot badan 16,26±3,22kg dipelihara selama 2 bulan dalam kandang panggung individu. Menggunakan metode eksperimental secara in vivo, Rancangan Acak Kelompok (RAK) Pola Faktorial 2x2. Sebagai kelompok adalah bobot domba awal penelitian yang terdiri dari 5 kelompok (sebagai ulangan). Faktor pertama terdiri dari CRM 0% dan 1%, faktor kedua Indeks SPE 0,6 dan 0,7 dengan demikian terdapat 4 perlakuan. Perlakuan yang diuji yaitu P1 = Pakan tanpa CRM dan disusun berdasarkan Indeks SPE 0,6; P2 = Pakan menggunaan CRM 1% dan disusun berdasarkan Indeks SPE 0,6; P3 = Pakan tanpa CRM dan disusun berdasarkan Indeks SPE 0,7; P4 = Pakan menggunaan CRM 1% dan disusun berdasarkan Indeks SPE 0,7. Variabel yang diukur yaitu konsumsi dan kecernaan bahan organik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA) yang diuji lanjut dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Kesimpulan penelitian bahwa interaksi antara penggunaan CRM 1% dan indeks SPE 0,7 menghasilkan kecernaan bahan organik yang tertinggi. The research aims to determine the effect of using Complete Rumen Modifier (CRM) in feed prepared based on the Synchronized Protein Energy Index (SPE) on the consumption and digestibility of organic ingredients in sheep feed. The material used was 20 local male sheep aged 7-8 months with a body weight of 16.26 ± 3.22 kg kept for 2 months in individual stilt pens. Using in vivo experimental methods, Randomized Block Design (RAK) 2x2 Factorial Pattern. As a group is the weight of sheep at the beginning of the study consisting of 5 groups (as replications). The first factor consists of CRM 0% and 1%, the second factor is SPE Index 0.6 and 0.7, so there are 4 treatments. The treatments tested were P1 = Feed without CRM and arranged based on the SPE Index of 0.6; P2 = Feed using CRM 1% and arranged based on SPE Index 0.6; P3 = Feed without CRM and arranged based on SPE Index 0.7; P4 = Feed using 1% CRM and arranged based on an SPE Index of 0.7. The variables measured were consumption and digestibility of organic materials. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) which was further tested with the Honestly Significant Difference Test (BNJ). The research conclusion was that the interaction between the use of 1% CRM and an SPE index of 0.7 resulted in the highest digestibility of organic matter.
3538338550A1D018109KONSORSIUM BAKTERI ENDOFIT SEBAGAI PEMACU
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI
(Oryza sativa cv.Ciherang)
Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan yang memiliki arti
penting bagi masyarakat, sebab menjadi makanan pokok. Tanaman padi
memerlukan unsur hara yang cukup untuk memberikan hasil yang maksimal.
Pemupukan dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Penggunaan
pupuk kimia dalam waktu singkat dapat memberikan hasil yang memuaskan,
namun jika digunakan dalam jangka waktu panjang, secara terus menerus dengan
dosis berlebih akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan mampu
menurunkan tingkat efisiensi penggunaannya. Alternatif yang dapat dilakukan
yaitu dengan memanfaatkan rizobakteria sebagai Plant Growth Promoting
Rhizobacteria (PGPR). Salah satu bakteri yang efektif sebagai PGPR adalah
bakteri endofit. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok
(RAK) dengan 7 perlakuan yaitu kontrol (P0), bakteri endofit isolat A5 (P1),
bakteri endofit isolat A6 (P2), bakteri endofit isolat KR4 (P3),bakteri endofit
isolat KR7 (P4), bakteri endofit isolat SB3 (P5), dan bakteri konsorsium
(A5+A6+KR4+KR7+SB3) (P6). Data pertumbuhan dan hasil tanaman padi yang
diperoleh dianalisis dengan ANOVA, apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan
dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Perlakuan
bakteri endofit berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, dan jumlah
anakan produktif. Perlakuan bakteri endofit belum mampu meningkatkan terhadap
kehijauan daun, panjang akar, bobot kering daun, bobot kering batang, dan bobot
kering akar, rasio tajuk akar, laju pertumbuhan relatif (LPR), persentase jumlah
gabah isi per malai, bobot gabah per rumpun, serta bobot 1000 biji.
Rice (Oryza sativa) is a food crop that has important meaning for the
community, because it is a staple food. Rice plants require sufficient nutrients to
produce maximum results. Fertilization can increase plant productivity. The use
of chemical fertilizers in a short time can give satisfactory results, but if used in
the long term, continuously with excessive doses will have a negative impact on
the environment and be able to reduce the level of efficiency of its use. An
alternative that can be done is by utilizing rhizobacteria as Plant Growth
Promoting Rhizobacteria (PGPR). One of the effective bacteria as PGPR is
endophytic bacteria. The research was designed using a Randomized Block
Design (RBD) with 7 treatments namely control (P0), endophytics bacteria isolate
A5 (P1), endophytics bacteria isolate A6 (P2), endophytics bacteria isolate KR4
(P3), endophytics bacteria isolate KR7 (P4), endophytics bacteria isolate SB3
(P5), endophytics consortium bacteria (A5+A6+KR4+KR7+SB3) (P6). The
research was designed using a Randomized Block Design (RBD) with 7
treatments namely control (P0), endophytics bacteria isolate A5 (P1), endophytics
bacteria isolate A6 (P2), endophytics bacteria isolate KR4 (P3), endophytics
bacteria isolate KR7 (P4), endophytics bacteria isolate SB3 (P5), endophytics
consortium bacteria (A5+A6+KR4+KR7+SB3) (P6). Data on the growth and
yield of rice plants obtained were analyzed by ANOVA if they had a significant
effect then continued with the The Duncan Multiple Range Test (DMRT) at an
error level of 5%. The result showed that the treatment of endhophytic bacteria
had an effect on a plant height, number of tillers and number of productive tillers.
The treatment of endophytic bacteria was not able to increase the greenness of the
leaves, root length, leaf dry weight, stem dry weight,and root dry weight, root
crown ratio, relative growth rate (RGR), percentage of filled grain per panicle,
grain weight per clump, and weight of 1000 seeds.
3538443989G1A020119Pengaruh Slow Deep Breathing Exercise terhadap Tingkat Stres pada Pasien HipertensiLatar Belakang: Faktor gangguan psikologis seperti stres sangat berpengaruh terhadap peningkatan tekanan darah yang nantinya akan menyebabkan hipertensi. Slow deep breathing exercise metode bhramari pranayama merupakan metode yang efektif untuk mengurangi salah satu penyebab hipertensi berupa stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh slow deep breathing exercise terhadap tingkat stres pada pasien dengan hipertensi.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik pre-eksperimental dengan desain one group pretest posttest pada 26 lansia dan pralansia penderita hipertensi di Posyandu Lansia Waras Winangun Kelurahan Arcawinangun. Tingkat stres diukur menggunakan Depression, Anxiety, Stress Scale (DASS-42). Data dianalisis menggunakan uji hipotesis uji non parametrik wilcoxon dengan nilai p<0,05 menunjukkan ada perbedaan secara statistik.
Hasil: Jumlah responden pada penelitian ini 26 dengan laki-laki berjumlah 7 (26,92%) dan perempuan berjumlah 19 (73,08%). Tingkat stres pada responden sebelum perlakuan didapatkan tingkat stres normal 13 (50%), stres ringan 5 (19,2%), dan stres sedang 8 (30,8%). Setelah perlakuan didapatkan responden dengan tingkat stres normal 24 (92,3%) dan stres ringan 2 (7,7%). Pada penelitian ini didapatkan perbedaan tingkat stres sebelum dan sesudah slow deep breathing exercise secara signifikan (p=0,001).
Kesimpulan: Terdapat pengaruh slow deep breathing exercise terhadap penurunan tingkat stres pada pasien hipertensi
Background: Psychological disturbance factors such as stress greatly influence the increase in blood pressure which will later cause hypertension. Slow deep breathing exercise, the Bhramari Pranayama method, is an effective method for reducing one of the causes of hypertension, namely stress. This study aims to identify the effect of slow deep breathing exercise on stress levels in patients with hypertension.
Method: This research used a pre-experimental analytical method with a one group pretest posttest design on 26 elderly and pre-elderly people with hypertension at Posyandu Lansia Waras Winangun, Arcawinangun Village. Stress levels were measured using the Depression, Anxiety, Stress Scale (DASS-42). Data were analyzed using the Wilcoxon non-parametric hypothesis test with a p value <0.05 indicating there was a statistical difference.
Result: The number of respondents in this study was 26 with 7 men (26.92%) and 19 women (73.08%). The level of stress among respondents before treatment was found to be normal stress level 13 (50%), mild stress level 5 (19.2%), and moderate stress level 8 (30.8%). After treatment, respondents obtained a normal stress level of 24 (92.3%) and mild stress 2 (7.7%). In this study, differences in stress levels were obtained before and after slow breathing exercises (p=0.001).
Conclusion: There is an effect of slow deep breathing exercise on reducing stress levels in hypertensive patients
3538544630C1C020050Pengaruh Financial Distress dan Good Corporate Governance Terhadap Auditor Switching (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2022)Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan hubungan kausal yang menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Penelitian ini berjudul: “Pengaruh Financial Distress dan Good Corporate Governance terhadap Auditor Switching (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2022)”. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memperoleh bukti empiris dari pengaruh financial distress, komite audit, kepemilikan institusional, dan dewan direksi terhadap auditor switching. Populasi yang diambil pada penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2022. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 136 data sampel dari 34 perusahaan yang lolos kriteria.
Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi logistik yang diuji menggunakan program EViews 12. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa: (1)Financial Distress tidak berpengaruh positif terhadap auditor switching, (2) Pergantian Komite Audit memiliki arah positif namun tidak berpengaruh terhadap auditor switching, (3) Kepemilikan Institusional memiliki arah positif namun tidak berpengaruh terhadap auditor switching, dan (4) Pergantian Dewan Direksi berpengaruh positif terhadap auditor switching. Sedangkan secara simultan financial distress, pergantian komite audit, kepemilikan institusional, dan pergantian dewan direksi tidak berpengaruh terhadap auditor switching.
Implikasi dari penelitian ini yaitu manajemen dalam membuat keputusan selalu mengutamakan kepentingan perusahaan demi tercapainya tujuan bersama. Penelitian ini dapat memberikan kontibusi berupa perspektif pemikiran dan wawasan terhadap hubungan teori agensi dan teori stewardship terhadap auditor switching. Penelitian ini juga dapat digunakan masyarakat dalam memandang atau menilai kondisi suatu perusahaan baik dalam bidang keuangan maupun non keuangan.
This research is associative research with causal relationships using a quantitative approach method. This research is entitled: "The Influence of Financial Distress and Good Corporate Governance on Auditor Switching (Empirical Study of Financial Sector Companies Listed on the Indonesian Stock Exchange for the 2019-2022 Period)". The purpose of this research is to analyze and obtain empirical evidence of the influence of financial distress, audit committee, institutional ownership, and board of directors on auditor switching. The population taken in this research were all financial sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) for the 2019-2022 period. The sampling method used a purposive sampling technique to obtain 136 sample data from 34 companies that passed the criteria.
The data analysis technique used is logistic regression analysis which was tested using the EViews 12 program. Based on the results of research and data analysis that has been carried out, it shows that: (1) Financial Distress does not have a positive effect on auditor switching, (2) Audit Committee turnover has a positive direction but has no effect on auditor switching, (3) Institutional Ownership has a positive direction but has no effect on auditor switching, and (4) Change of Board of Directors has a positive effect on auditor switching. Meanwhile, simultaneously financial distress, change of audit committee, institutional ownership, and change of board of directors have no effect on auditor switching.
The implication of this research is that management in making decisions always prioritizes the interests of the company in order to achieve common goals. This research can provide a contribution in the form of a perspective and insight into the relationship between agency theory and stewardship theory towards auditor switching. This research can also be used by the public to view or assess the condition of a company, both in the financial and non-financial fields.
3538638552A1D018064Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Porang (Amorphophallus muelleri Blume) setelah Pertumbuhan Bulbil dari Tiga Daerah Asal pada Berbagai Dosis Pupuk KandangTujuan penelitian ini adalah menentukan dosis pupuk kandang yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman porang asal Banyumas, Madiun, dan Semarang. Penelitian berupa percobaan lapang yang dilaksanakan di Desa Bobosan, Puwokerto Utara, menggunakan rancangan petak terbagi (split plot design) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah daerah asal porang sebagai petak utama (main plot), yaitu Banyumas, Madiun, dan Semarang. Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang sebagai sub petak (sub plot), yaitu 1000, 1500, dan 2000 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis 2000 g pupuk kandang/tanaman menghasilkan diameter umbi paling tinggi yakni rata-rata 11,14 mm dibandingkan dengan dosis 1500 g pupuk kandang/tanaman yakni rata-rata 10,45 mm dan dosis 1000 g pupuk kandang/tanaman yakni rata-rata 10,60 mm. Tanaman porang asal Banyumas dan Semarang memberikan pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun yang sama, sedangkan tanaman porang asal Madiun memberikan pertumbuhan terbaik pada jumlah tunas dan diameter bulbil. Tanaman porang yang memberikan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan kehijauan daun tertinggi yaitu klon porang asal Madiun dengan pemberian dosis 1500 g pupuk kandang/tanaman atau klon asal Semarang dengan pemberian dosis 2000 g pupuk kandang/tanaman.The aims of this study were to determine the appropriate dose of manure fertilizer on the growth and yield of porang plants from Banyumas, Madiun, and Semarang. The research is a field experiment conducted in Bobosan Village, North Purwokerto, using a split plot design with two treatment factors. The first factor is the area of origin of the porang plant as the main plot, consists of Banyumas, Madiun, and Semarang. The second factor is the dose of manure fertilizer as a sub-plot, which is 1000, 1500, and 2000 g/plant. The results showed that a dose of 2000 g of manure fertilizer/plant produced the highest tuber diameter, which was 11.14 mm on average, compared to a dose of 1500 g of manure fertilizer/plant, which was 10.45 mm on average, and a dose of 1000 g of manure fertilizer/plant, which was an average of 10.60 mm. Plants from Banyumas and Semarang gave the same in plant height and number of leaves, while Porang plants from Madiun gave the best growth in the number of shoots and bulbil diameter. The porang plants that gave the highest plant height, number of leaves, stem diameter, and the greenness of the leaves were porang clones from Madiun with a dose of 1500 g of manure fertilizer/plant or clones from Semarang with a dose of 2000 g of manure fertilizer/plant.
3538738553I1A018002Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Kepatuhan Protokol Kesehatan COvid-19 Pada Petani Di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Kondisi Pandemi Covid-19 memiliki dampak di berbagai sector. Dampak Covid-19 terhadap petani dan usaha tani yaitu dapat mempengaruhi kesehatan petani, pelaku usaha pertanian, produktivitas dan produksi pangan, tenaga kerja pertanian di pedesan, distribusi bahan pangan dan produk lainnya, konsumsi pangan penduduk dan harga produk pangan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan perilaku kepatuhan protokol kesehatan dan mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku kepatuhan protokol kesehatan Covid-19
Metode Penelitian: Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran pada bulan Mei hingga Juli 2022. Responden petani Desa Linggasari sejumlah 90 sampel diambil dari teknik random sampling. Data primer dalam penelitian ini meliputi kuesioner mengenai variabel bebas yang terdiri dari umur, pendidikan terkahir, pengetahuan, sikap, akses informasi kesehatan, dukungan keluarga dan peran tokoh masyarakat dan variabel terikat yaitu perilaku kepatuhan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan Covid-19. Data sekunder berupa profil desa. Pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara. Menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat.
Hasil Penelitian: Responden dalam penelitian ini rata-rata usia 60,23 tahun, usia termuda yakni 31 tahun dan usia tertua yakni 85 tahun. Pendidikan terakhir yakni tidak tamat SD (64,4%). Responden sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (82,2%). Pada penelitian ini responden berpengetahuan kurang baik, sikap baik, akses informasi kesehatan baik, dukungan keluarga baik, peran tokoh masyarakat kurang baik dan berperilaku patuh terhadap protokol kesehatan. Pengetahuan, sikap dan akses informasi kesehatan berhubungan dengan perilaku kepatuhan protokol kesehatan. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap perilaku kepatuhan protokol kesehatan pada petani adalah pengetahuan, sikap, dan akses informasi kesehatan.
Kesimpulan: Perilaku kepatuhan protokol kesehatan pada petani di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dipengaruhi oleh pengetahuan dan akses informasi kesehatan
Background: The condition of the Covid-19 pandemic has had an impact on varios sectors. The impact of Covid-19 on farmers and farming businesses is that it can affect the health of farmers, agricultural business actors, food productivity and production, agricultural labor in rural areas, distribution of food and other products, population food consumption and prices of food product. This research was conducted with the health protocol compliance behavior and knowing what factors influence the Covid-19 health protocol compliance behavior.
Research Methodology: The study used a cross sectional approach. The research wa conducted in Linggasari Village, Kembaran District, From May to Juli 2022. 90 samples were taken from the sample of farmers in Linggasari Village using random sampling technique. The primary data in this study included a questionnaire regarding the independent variables consisting of age, latest education, knowledge, attitudes, access to health informastion, family support and the role of community leaders and the dependent variable, namely the behavior of health protocol compliance in efforts to prevent Covid-19. Secondary data in the form of village profiles. Data collection through questionnaries and interviews. Using univariat , bivariate, and multivariate analysis.
Research Result: Respondents in this study had an average age was 60 years and the younglest age was 31 years and the oldest was 85 years. The last education is not completing elementary school (64,4%). Most of the respondents were male (82,2%). In this study, respondents had poor knowledge, good attitudes, good acces to health information, good family support, poor community leaders roles and adhered to health protocols. Knowledge, attitudes and access to health protocol compliance behavior. Factors that have a significant effect on health protocol compliance behavio among farmers are knowledge, attitudes, and access to health information.
Conclusion: Health protocol compliance behavior of farmers in Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency is influenced by knowledge and access to helath information
3538844850C1A020115Analisis Determinan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Perempuan di IndonesiaSalah satu aspek penting dalam kaitannya dengan kesetaraan dan pembangunan gender, sebagaimana dibahas dalam Indeks Ketimpangan Gender (GII), adalah peran perempuan di pasar tenaga kerja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan di Indonesia setiap tahunnya lebih rendah dibandingkan laki-laki dan perbedaannya sangat besar. Selain itu, tren Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan masih stabil di kisaran 50% selama lebih dari satu dekade. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi TPAK Perempuan di Indonesia tahun 2018-2023. Dengan memilih judul : “Analisis Determinan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan di Indonesia”. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh upah, pendidikan, perempuan kepala rumah tangga, dan pernikahan dini terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan di Indonesia. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan data panel dari 34 provinsi pada periode 2018-2023.

Dengan menggunakan metode analisis regresi data panel. Model penelitian terbaik yang dipilih adalah fixed effect model (FEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi rata-rata upah pekerja perempuan tahun sebelumnya dan rata-rata lama sekolah mempengaruhi TPAK perempuan. Sedangkan perempuan kepala keluarga dan pernikahan dini tidak mempengaruhi TPAK perempuan di Indonesia. Oleh karena itu, terdapat implikasi penting dalam penelitian ini terhadap kebijakan pemerintah, seperti menetapkan kebijakan pengupahan yang memperhatikan pertumbuhan upah pada tahun sebelumnya, meningkatkan investasi di bidang pendidikan khususnya bagi perempuan, mengembangkan program dan kegiatan, mengembangkan fasilitas dan layanan, dan memperkuat kesetaraan gender dalam kebijakan dan program pembangunan dengan fokus pada pemberdayaan perempuan, termasuk remaja yang sudah menikah.
One of the critical aspects in relation to gender equality and development, as discussed in the Gender Inequality Index (GII), is the role of women in the labor market. The Labor Force Participation Rate (FLFP) of women in Indonesia is lower than that of men every year and the difference is huge. In addition, the trend of women's Labor Force Participation Rate has remained stable at around 50% for more than a decade. Therefore, this study aims to analyze the factors that affect Women's FLFP in Indonesia in 2018-2023. By choosing the title: "Analysis of Determinants of Women's Labor Force Participation Rate in Indonesia". The purpose of this study is to analyze the influence of wages, education, women heads of households, and early marriage on the level of female labor force participation (FLFP) in Indonesia. This research is quantitative using panel data from 34 provinces in the 2018-2023 period.

By using the regression analysis method of panel data. The best research model selected is the fixed effect model (FEM). The results of this study show that the higher the average wage of female workers in the previous year and the average length of schooling affect the FLFP of women. Meanwhile, women heads of households and early marriage do not affect women's TPAK in Indonesia. Therefore, there are important implications in this study for government policies, such as establishing wage policies that pay attention to wage growth in the previous year, increasing investment in the education sector, especially for women, developing programs and activities, developing facilities and services, and strengthening gender equality in development policies and programs with a focus on women's empowerment, including married teenagers.
3538938554J1E017042USING DUOLINGO APPLICATION IN TEACHING ENGLISH VOCABULARY
(An Explorative Study on the Eighth Grade Of Junior High School Students)
Mumtahanah, Febian Nabila. 2022. “Using Duolingo Application in Teaching Vocabulary (An Explorative Study on the Eight Grade of Junior High School Students)”. Skripsi. Pembimbing 1: Dian Adiarti, S.Pd. M. Hum. Pembimbing 2: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum. Penguji: Prayogo Hadi Sulistio, S.Pd., M.Pd. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengidentifikasi proses, masalah, dan alternatif dalam pengajaran kosakata bahasa Inggris kepada siswa kelas delapan SMP menggunakan aplikasi Duolingo. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui penggunaan aplikasi Duolingo dalam pembelajaran kosakata Bahasa Inggris di kelas VIII SMP. (2) Untuk mengetahui bagaimana aplikasi Duolingo membantu guru dan siswa dalam belajar Kosakata Bahasa Inggris di kelas 8 SMP. Metodologi penelitian ini adalah penelitian kualitatif eksploratif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah guru Bahasa Inggris dan siswa kelas 8C SMP Negeri 1 Karangmoncol. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Informasi yang terkumpul dianalisis menggunakan teori Miles dan Huberman, serta hasilnya disajikan melalui kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi.
Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Salah satu sumber belajar bahasa asing yang dapat digunakan dengan model Autonomous Learning untuk mendukung proses pembelajaran adalah aplikasi Duolingo. Dalam hal ini, aplikasi Duolingo dapat dijadikan alternatif bagi guru untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa dan dapat memahami bagaimana proses pembelajaran yang tepat sehingga dapat meningkatkan pembelajaran kosakata dalam bahasa Inggris. (2) Hasilnya, peneliti menemukan bahwa Duolingo terbukti menginspirasi mata pelajaran dalam belajar bahasa Inggris karena elemen gamifikasi dari aplikasi Duolingo memotivasi siswa untuk terus bermain dan menunjukkan berbagai kontras yang bervariasi antara belajar melalui aplikasi dan buku.
Mumtahanah, Febian Nabila. 2023. “Using Duolingo Application in Teaching Vocabulary (An Explorative Study on the Eight Grade of Junior High School Students)”. Thesis. Supervisor 1: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum. Supervisor 2: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum. External Examiner: Prayogo Hadi Sulistio, S.Pd., M.Pd. Ministry of Education and Culture, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Language Education Department, English Education Study Program, Purwokerto.
This research aims to comprehend and identify the process, issues, and alternatives in teaching English vocabulary to eighth-grade junior high school students using the Duolingo application. The purposes of this research are to know the use of Duolingo application in teaching and learning Englis vocabulary of English at 8th grade of Junior High School. Next, to know how does Duolingo application help the teacher and students in learning English Vocabulary at 8th grade of Junior High School. The methodology of this research is explorative qualitative research. The population and sample for this research were the English teacher and the grade 8C students of junior high school 1 Karangmoncol. Data was acquired through observation, interviews, and document analysis. The gathered information was analyzed using Miles and Huberman's theory, and the outcomes were presented via data condensation, data display, and conclusion drawing/verification.
The research's findings are as follows: (1) One of the resources for learning foreign languages that can be used with the Autonomous Learning model to support the learning process is the Duolingo application. In this case, the Duolingo application can be used as an alternative for teachers to increase student learning independence and can understand how the learning process is appropriate so that it can improve vocabulary learning in English. (2) As a result, the researcher discovered that Duolingo is shown to inspire subjects in learning English since the gamification element of the Duolingo application motivates students to keep playing and demonstrates numerous varied contrasts between learning via application and book.
3539038555J1C017040ANALISIS CITY BRANDING PREFEKTUR KUMAMOTO DALAM “ONE PIECE” KUMAMOTO REVIVAL PROJECTTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas City Branding yang dilakukan oleh Prefektur Kumamoto melalui One Piece Kumamoto Revival Project, dengan menggunakan pendekatan Teori Branding Hexagon Simon Anholt. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber informasi seperti artikel-artikel berita di internet. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa proyek ini memberikan pengaruh positif pada dua aspek dari teori Branding Hexagon Simon Anholt, yaitu aspek pulse dan aspek place. Aspek pulse menunjukkan bahwa proyek ini mampu meningkatkan citra kota Kumamoto sebagai simbol pemulihan setelah gempa bumi pada tahun 2016. Sedangkan aspek place menunjukkan bahwa proyek ini membangun patung-patung karakter Manga One Piece yang tersebar di Prefektur Kumamoto untuk meningkatkan daya tarik wisata. Berdasarkan analisis data, ditemukan bahwa terjadi peningkatan jumlah pengunjung sejak patung pertama diresmikan.The purpose of this study is to evaluate the effectiveness of City Branding conducted by Kumamoto Prefekture through the One Piece Kumamoto Revival Project, using Simon Anholt's Branding Hexagon Theory approach. The research method used is descriptive qualitative by collecting data from various sources of information such as news articles on the internet. The results of the research show that this project has a positive influence on two aspects of Simon Anholt's Branding Hexagon theory, namely the pulse aspect and the place aspect. The pulse aspect showed that the project was able to enhance the image of Kumamoto city as a symbol of recovery after the 2016 earthquake. While the place aspect shows that this project built statues of One Piece Manga characters scattered in Kumamoto Prefekture to increase tourist attraction. Based on data analysis, it was found that there has been an increase in the number of visitors since the first statue was unveiled.
3539138556C1C018105PENGARUH PAJAK DAERAH, RETRIBUSI DAERAH, HASIL PENGELOLAAN KEKAYAAN DAERAH YANG DIPISAHKAN DAN LAIN-LAIN PENDAPATAN ASLI DAERAH YANG SAH TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN DAERAH KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAH TAHUN 2016-2020Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya hubungan antara pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah terhadap kemandirian daerah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah tahun 2016-2020. Penelitian ini menggunakan teori stewardship. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA) seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2016-2020 yang diperoleh melalui website resmi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementrian Keuangan Republik Indonesia. Populasi pada penelitian ini adalah 35 Kabupaten/kota di Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh karena data pada penelitian ini lengkap dengan periode penelitian selama 5 (lima) tahun. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji f, dan uji t
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pajak daerah berpengaruh positif signifikan terhadap kemandirian daerah. (2) Retribusi daerah berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemandirian daerah. (3) Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemandirian daerah. (4) Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemandirian daerah. (5) Pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah berpengaruh terhadap kemandirian daerah.
Implikasi dari kesimpulan dalam penelitian ini adalah pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah akan mempengaruhi kemandirian daerah.
This study aims to analyze the relationship between local taxes, regional levies, the results of separated regional wealth management and other legitimate local revenue on the independence of the Regency / City in Central Java in 2016-2020. This study uses the theory of stewardship. The type of data used is secondary data in the form of Budget Realization Reports (LRA) for all Regencies/Cities in Central Java Province for 2016-2020 obtained through the official website of the Directorate General of Fiscal Balance (DJPK) of the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia. The population in this study were 35 districts/cities in Central Java. This study uses a saturated sample because the data in this study are complete with a research period of 5 (five) years. The data analysis technique used is the classical assumption test, multiple linear regression analysis, f test, and t test.
The results of the study show that: (1) Local taxes have a significant positive effect on regional independence. (2) Regional levies have no significant positive effect on regional independence. (3) The results of separated regional wealth management have a positive and insignificant effect on regional independence. (4) Other legitimate local revenue has an insignificant positive effect on regional independence. (5) Regional taxes, regional levies, results of separated regional wealth management and other legitimate regional original revenues affect regional independence.
The implications of the conclusions in this study are local taxes, regional levies, the results of separated regional wealth management and other legitimate local revenue will affect regional independen.
3539238558C1C018094PENGARUH EARNING PER SHARE, UNDERWRITER REPUTATION, DAN OVERSUBSCRIPTION TERHADAP TINGKAT UNDERPRICING SAHAM SAAT INITIAL PUBLIC OFFERING DI BURSA EFEK INDONESIAPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji pengaruh Earning Per Share, Underwriter Reputation, dan Oversubscription terhadap tingkat Underpricing saham saat Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sinyal yang mencerminkan hubungan antara pihak manajemen dan investor dalam memberi informasi perusahaan menggunakan sinyal positif dan negatif.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menguji tiga hipotesis yang telah dirumuskan. Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2019-2021. Sampel penelitian ini diambil dari 60 perusahaan yang diperoleh dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh data sampel sebanyak 60. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan software SPSS versi 25.0.
Berdasarkan analisis data menggunakan regresi berganda, hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) earning per share tidak berpengaruh terhadap tingkat underpricing, (2) underwriter reputation tidak berpengaruh terhadap tingkat underpricing, (3) oversubscription tidak berpengaruh terhadap tingkat underpricing.
Implikasi yang diperoleh dari penelitian ini adalah agar menambah pengetahuan mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat underpricing sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan sebelum melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan bagi investor sebagai dasar dalam pengambilan keputusan investasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
This study aims to analyze and determine the effect of Earning Per Share, Underwriter Reputation, and Oversubscription on the level of underpricing of shares during the Initial Public Offering (IPO) on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The theory used in this study is signal theory which reflects the relationship between management and investors in providing company information using positive and negative signals.
This study uses quantitative methods to test the three hypotheses that have been formulated. The object of this research is a company that is conducting an Initial Public Offering (IPO) on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2019-2021. The sample for this research was taken from 60 companies which were obtained by purposive sampling technique so that 60 sample data were obtained. The analytical method used was multiple regression analysis using SPSS version 25.0 software.
Based on data analysis using multiple regression, the results of this study show that (1) earning per share has no effect on the level of underpricing, (2) underwriter reputation has no effect on the level of underpricing, (3) oversubscription has no effect on the level of underpricing.
The implications obtained from this research are to increase knowledge about the factors that can affect the level of underpricing as a consideration for companies before conducting an Initial Public Offering (IPO) on the Indonesia Stock Exchange (IDX) and for investors as a basis for making investment decisions on Indonesian Stock Exchange (IDX).
3539338566H1C018040GEOLOGI DAN ESTIMASI SUMBERDAYA BATUBARA PADA SEAM A, B, DAN C DENGAN
METODE CIRCULAR USGS, PIT PT. X, KAB. X, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Estimasi sumberdaya batubara berperan penting dalam penaksiran nilai sumberdaya bahan
galian tersebut, sehingga pemilihan metode estimasi harus sesuai dengan karakteristik geologi
keterdapatannya, karena dapat menentukan tingkat keyakinan geologi endapan bahan galian
tersebut. Lokasi penelitian berada di daerah X, Kab. X. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui tonase batubara berdasarkan tingkat kepercayaan geologi ke dalam kategori
Tereka, Tertunjuk dan Terukur menggunakan metode Circular USGS. Penelitian ini juga
dilakukan melalui pemetaan geologi terhadap batubara dan batuan lain, kemudian dilakukan
korelasi antar singkapan batubara guna mengetahui karakteristik batuan dan pembuatan peta
geologi serta pengolahan data hasil pemboran berjumlah 112 titik bor. Data yang diperoleh dari
penelitian ini yaitu data pemboran yang tersebar di daerah penelitian, data singkapan batuan di
daerah penelitian, data geologi regional daerah penelitian dan data koordinat lokasi penelitian.
Data hasil pengolahan data pemboran yang telah dianalisis kemudian diperoleh nilai tonase
batubara yang dilakukan di daerah penelitian yakni batubara seam A, B, dan C. Estimasi
sumberdaya tereka dengan radius 1500 m pada seam A diperoleh Tonase sebesar 12.054.206
ton, seam B diperoleh tonase sebesar 3.348.331 ton, seam C diperoleh tonase sebesar
8.771.069 ton, sumberdaya tertunjuk dengan radius 1000 m pada seam A diperoleh Tonase
sebesar 12.479.417 ton, seamB diperoleh tonase sebesar 3.766.112 ton, seam C diperoleh
tonase sebesar 11.531.382 ton. Sedangkan sumberdaya terukur dengan radius 500 m pada
seam A diperoleh Tonase sebesar 47.708.052 ton, seam B diperoleh tonase sebesar
12.334.313 ton, seam C diperoleh tonase sebesar 48.589.824 ton
Estimation of coal resources is important in assessing the value of this material Resources, so
that the valuation method must be in accordance with the geological characteristics of its
availability, because it can determine the level of geological confidence in the material deposits.
The research location was in theX region, X Regency, East Kalimantan Province. The purpose
of this study was to find out the coal tonnage based on the geological confidence levelin the
category of Affected, Indicated and Measured using the USGS Circular method. This research
was also carried out through geological mapping of coal and rock, then carried out between coal
outcrops to understand coal and geological map making, and then analysis the data in this
research are obtained from mining as much as 112 mining points. After doing these things,
calculation of inferred, indicated and measured Resources can be done. The data obtained from
this study are mining points data in the st udy area, outcrop coal data found in the study area,
the geological data of the study area and the coordinates of the study location. Data obtained
from mining points.The estimated inferred resource with a radius of 1500 m on seam A obtained
a tonnage of12,054,206 tons, seam B obtained a tonnage of 3,348,331 tons, seam C obtained a
tonnage of 8,771,069 tons, an indicated resource with a radius of 1000 m on seam A obtained a
tonnage of 12,479,417 tons, seam B obtained tonnage of 3,766.112 tons, seam C obtained
tonnage of 11,531,382 tons. While the measured resources with a radius of 500 m on seam A
obtained a tonnage of 47,708.052 tons, seam B obtained a tonnage of 12,334,313 tons, seam C
obtained a tonnage of 48,589,824 tons
3539438560L1C018005Distribusi dan Komposisi Sampah Laut di Pantai Wisata IndramayuSampah laut merupakan material berbentuk padatan yang sengaja atau tidak disengaja ditinggalkan di perairan dan dapat memberikan ancaman secara langsung terhadap kondisi dan produktivitas wilayah perairan. Pantai Tirta Ayu dan Pantai Balongan merupakan destinasi wisata yang terancam oleh sampah laut. Peningkatan jumlah wisatawan di Pantai Tirta Ayu dan Pantai Balongan mengakibatkan timbulan sampah yang dihasilkan mengalami kenaikan sehingga sampah tersebut banyak terakumulasi dan terdistribusi ke berbagai tempat yang akan menimbulkan dampak negatif bagi perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Komposisi jenis, berat, kepadatan dan distribusi sampah laut di Pantai Tirta Ayu dan Pantai Balongan. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komposisi jenis sampah laut yang ditemukan di Pantai Tirta Ayu dan Pantai Balongan diantaranya adalah plastik, busa plastik, karet, kertas dan kardus, kayu, kaca, kain dan bahan lainnya. Plastik merupakan jenis sampah laut yang mendominasi di kedua perairan ini. Adapun nilai kepadatan sampah laut berdasarkan jumlah dan berat tertinggi terdapat di Pantai Tirta Ayu dengan nilai sebesar 19.96 item/m^2 dan berat sebesar 103.11 gram/m^2 sehingga distribusi sampah laut tertinggi terdapat di Pantai Tirta Ayu.Marine debris is a solid material that is intentionally or unintentionally left in the oceans and can pose a direct threat to the condition and productivity of the oceans. Tirta Ayu and Balongan beach are tourist destination that are threatened by marine debris. The increase number of tourist in Tirta Ayu and Balongan beach has resulted in an increase in the amount of waste generated so that a lot of the waste accumulates and distributed to various places which will caused negative impact on the oceans. This study aims to determine the composition, weight, density and distribution of marine debris at Tirta Ayu and Balongan Beach. The method used in this research is Random Sampling. The result showed that the composition of marine debris found on Tirta Ayu and Balongan Beach included plastic, plastic foam, rubber, paper and cardboard, wood, glass, cloth and other materials. Plastic is a type of marine debris that dominates in this two beach. The highest density value of marine debris based on quantity and weight is found in Tirta Ayu Beach with a value of 19.96 items/m^2 and a weight of 103.11 grams/m^2 so that the highest distribution of marine debris is found in Tirta Ayu Beach.
3539538561J0B019034Penerjemahan Papan Petunjuk Dan Informasi Objek Wisata Guci Ke Dalam Bahasa Mandarin Di Dinas Kepemudaan, Olahraga Dan Pariwisata Kabupaten TegalArtikel ini berjudul “Penerjemahan Papan Petunjuk Dan Informasi Objek Wisata Guci Ke Dalam Bahasa Mandarin Di Dinas Kepemudaan, Olahraga Dan Pariwisata Kabupeten Tegal”. Artikel ini merupakan hasil kerja praktik mahasiswa D3 Bahasa Mandarin di Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Tegal. Tujuan penulisan artikel ini adalah menghasilkan terjemahan papan petunjuk dan informasi untuk mempermudah wisatawan khususnya wisatawan Tiongkok. Dalam proses pengumpulan data, penulis menggunakan empat metode yaitu, studi pustaka, jelajah internet, observasi non partisipan, dan wawancara. Dalam proses penerjemahan penulis menggunakan metode komunikatif, karena hasil terjemahan dengan metode komunikatif sesuai dengan tata bahasa bahasa sasaran. Hasil dari praktik kerja ini adalah desain akhir papan petunjuk dan informasi mengenai petunjuk dan sejerah singkat objek wisata Guci, pancuran 13 guci, pancuran 5 guci, dan pemandian air panas tertutup guci. Desain akhir papan petunjuk dan informasi ini memberikan manfaat kepada Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Tegal untuk meningkatkan pelayanan informasi berbahasa mandarin mengenai objek wisata Guci. Hal ini dapat meningkatkan pelayanan dan daya tarik wisatawan Tiongkok terhadap objek wisata Guci.This article is entitled " Translating Guidance Boards and Information on Jar Tourism Objects into Chineseat the Tegal Regency Youth, Sports and Tourism Office". This article is result of D3 Mandarub student practical work at the Tegal District Youth, Sports, and Tourism Office. The purpose of writing this article is to produce a translation of signs and information to make it easier for tourists, especially Chinese tourist. In process of collecting data the authors used four methods namely, literature study, internet browsing, non-participant observation, and interviews. The process of translation the author uses the communicative method, because the results of the translation using the communicative method are in accordance with the target language grammar. The result of this practical work was the finas design of signs and information regarding the instructions and a brief history of the urn attractions, the 13 urn showers, tha urn showers, and the jar covered hot springs. The final design of this sign and information will benefit the Tegal District Youth, Sports, and Tourism Office to improve information services in Mandarin about the Guci tourist attraction. This can improve the service and attractiveness of Chinese tourists to the tourist jars.
3539643990B1A018143KERAGAMAN ANATOMI GENUS Piper DI BALAI KEBUN RAYA BATURRADEN KABUPATEN BANYUMASGenus Piper salah satu anggota famili Piperaceae yang tersebar di kawasan tropis dan dapat tumbuh dari daerah dataran rendah hingga dataran tinggi mencapai ketingian 2000 mdpl. Berbagai spesies anggota genus Piper menjadi koleksi Balai Kebun Raya Baturraden terdiri dari Piper aduncum, Piper betle, Piper crocatum, Piper nigrum, dan Piper sarmentosum memiliki karakter anatomi yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman karakter anatomi daun dan batang pada genus Piper spesies koleksi Balai Kebun Raya Baturraden dan mengetahui perbedaan karakter anatomi pada masing-masing spesiesnya. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk pengambilan sampel, serta metode embedding (parafin) dan preparat segar untuk pembuatan preparat anatomi. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui karakter anatomi daun dan batang genus Piper. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji Anova pada taraf kepercayaan 95%, dilanjutkan dengan uji lanjut Tukey pada α = 10% menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies genus Piper koleksi memiliki keragaman anatomi daun pada kerapatan stomata, kerapatan trikomata, tebal kutikula abaksial, tebal epidermis adaksial, tipe stomata, tipe trikomata, bentuk sel epidermis, dan keberadaan hipodermis. Perbedaan karakter anatomi daun dari kelima spesies yang diamati yaitu stomata staurositik, stomata tetrasitik, stomata anomositik, trikomata kelenjar, trikomata tanpa kelenjar, sel epidermis berbentuk papila, dan tidak adanya sel hipodermis.Piper is a member of the Piperaceae family which is distributed in tropical areas and can grow from lowland to highland areas reaching an altitude of 2000 meters above sea level. Various species of members of the Piper genus are in the collection of the Kebun Raya Baturraden consisting of Piper aduncum, Piper betle, Piper crocatum, Piper nigrum, and Piper sarmentosum which have different anatomical characters. This research aims to determine the diversity of anatomical characters of leaves and stems in the Piper genus species from the collection of the Kebun Raya Baturraden and to determine the differences in anatomical characters in each species. This research uses a survey method for sampling, as well as an embedding method (paraffin), and fresh preparations for making anatomical preparations. Qualitative data were analyzed descriptively to determine the anatomical characters of the leaves and stems of the Piper genus. Quantitative data were analyzed using the ANOVA test at a confidence level of 95%, followed by Tukey's further test at α = 10% using SPSS. The results showed that the species of the Piper genus collection had variations in leaf anatomy in terms of stomata density, trichomata density, abaxial cuticle thickness, adaxial epidermis thickness, stomata type, trichomata type, epidermal cell shape, and the presence of the hypodermis. The differences in leaf anatomical characters of the five species observed were staurocytic stomata, tetracytic stomata, anomocytic stomata, glandular trichomata, trichomata without glands, papilla-shaped epidermal cells, and the absence of hypodermis cells.
3539738575H1B017084PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN TAMBAH WATERPROOFING COATING JENIS CEMENTITIOUS TERHADAP NILAI ABSORPSI PADA MUTU BETON YANG BERBEDABeton merupakan material konstruksi yang terdiri dari semen, pasir, kerikil, dan air dengan perbandingan tertentu. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi mutu beton, salah satunya adalah sifat absorpsi. Beton normal memiliki nilai absorpsi yang cukup tinggi, dikarenakan adanya pori kapiler pada beton. Pori kapiler menyebabkan air masuk ke dalam beton. Air yang masuk ke dalam beton dapat mengurangi keawetan dan merusak tulangan karena terjadi korosi pada tulangan beton. Oleh sebab itu, maka beton harus dirancang agar kedap air. Metode untuk membuat beton menjadi kedap air salah satunya adalah melapisi permukaan beton dengan bahan yang kedap air. Penelitian ini menggunakan crystalline waterproofing coating sebagai bahan kedap air pada beton.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh nilai mutu terhadap nilai absorpsi beton. Pengujian absorpsi dilakukan berdasarkan British Standart 1881 : Part 122 (1983). Mutu beton yang dipakai adalah 20, 25, dan 30 MPa. Sedangkan kadar bahan tambah yang digunakan sebesar 0 dan 1.0 kg/m2 . Hasil pengujian menunjukkan bahwa beton mutu 20, 25, dan 30 MPa yang tanpa memakai bahan kedap air, memiliki nilai absorpsi rata-rata sebesar 4.156%, 3.636%, dan 3.043% . Beton yang memakai bahan kedap air dengan kadar 1.0 kg/m2, nilai absorpsi rata-ratanya sebesar 1.253%, 1.238%, dan 1.211 %. Hasil riset menunjukkan bahwa, semakin tinggi mutu beton maka nilai absorpsi semakin kecil. Selain itu, beton yang memakai bahan kedap air mampu menurunkan nilai absorpsi. Concrete is a construction material consisting of cement, sand, gravel, and water in a certain ratio. One of the factors capable of affecting its quality is the nature of absorption, which is relatively high in standard concrete due to the presence of capillary pores. This process allows water to enter the concrete, reducing its durability and damaging the reinforcement due to corrosion of the concrete reinforcement.
Therefore, the concrete should be watertight, and one of the techniques used to achieve this goal is by coating its surface with waterproof material. This research aims to determine the absorption value of concert using crystalline as a waterproofing material. The absorption test was carried out according to British Standard 1881: Part 122 (1983) using concrete values of 20, 25, and 30 MPa, as well as 0 and 1.0 kg/m2 levels of added materials. The results showed that the concrete of 20, 25, and 30 MPa without water-resistant materials had average absorption values of 4.156%, 3.636%, and 3.043%. Meanwhile, those that use water-resistant materials with a concentration of 1.0 kg/m2 have average absorption values of 1.253%, 1.238%, and 1.211%. The research results show that the higher the concrete quality, the smaller the absorption value.
3539838589B1A018148Keanekaragaman Tanaman yang Dimanfaatkan Sebagai Bahan Jamu Tradisional di Purwokerto, Banyumas.Jamu tradisional merupakan ramuan yang diracik dari bahan alami berasal dari tanaman berkhasiat obat dan diolah dengan cara tradisional. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman tanaman dan bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan jamu tradisional dan mengetahui pemanfaatan tanaman yang dimanfaatkan sebagai jamu tradisional.
Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan pengumpulan data pemanfaatan bagian tanaman dilakukan dengan pengamatan langsung dan wawancara semi terstruktur. Variabel yang diamati adalah keanekaragaman tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan jamu tradisional, sedangkan parameter yang diamati, yaitu karakter morfologi tanaman (akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji), manfaat, bagian tanaman yang dimanfaatkan untuk bahan jamu tradisional, dan cara pengolahan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan analisis UV.
Hasil Penelitian Keanekaragaman Tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan jamu tradisional di Purwokerto diperoleh sebanyak 13 spesies dari 7 famili. Tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan jamu tradisional meliputi jahe (Zingiber officinale), lempuyang (Z. zerumbet), temulawak (Curcuma zanthorrhiza), kunyit (C. longa), padi (Oryza sativa), serai dapur (Cymbopogon citratus), sirih (Piper betle), cabai jawa (P. retrofractum.), asam (Tamarindus indica), cengkeh (Syzygium aromaticum), sambiloto (Andrographis paniculata), dan brotowali (Tinospora crispa). Spesies tanaman yang berjumlah 13 digunakan sebagai bahan baku 9 ramuan jamu antara lain beras kencur, kunyit asam, cabe puyang, pegel linu, kunir sirih, paitan, temulawak, sirih, dan kunyit murni. Spesies tanaman dengan nilai UV tertinggi sebesar 0.25 terdapat pada Famili Zingiberacaeae yaitu kunyit (Curcuma longa). Rimpang adalah bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan sebagai bahan jamu tradisional.
Traditional herbal medicine is an herb that is formulated from natural ingredients derived from medicinal plants and processed in the traditional way. The purpose of this study is to find out the diversity of plants and plant parts that are used as traditional herbal ingredients and to know the use of plants used as traditional herbs.
This research was conducted using a survey method with purposive sampling techniques and data collection of plant part utilization was carried out by direct observation and semi-structured interviews. The variables observed are the diversity of plants used as traditional herbal ingredients, while the parameters observed, namely the morphological character of plants (roots, stems, leaves, flowers, fruits, and seeds), benefits, plant parts that are used for traditional herbal ingredients, and processing methods. The data obtained are analyzed descriptively and UV analysis.
The results of Plant Diversity Research which are used as traditional herbal ingredients in Purwokerto were obtained as many as 13 species from 7 families. Plants used as traditional herbal medicine include ginger (Zingiber officinale), lempuyang (Z. zerumbet), temulawak (Curcuma zanthorrhiza), turmeric (C. longa), rice (Oryza sativa), lemon grass (Cymbopogon citratus), betel (Piper betle), Javanese chili (P. retrofractum), tamarind (Tamarindus indica), clove (Syzygium aromaticum), Sambiloto (Andrographis paniculata), and Brotowali (Tinospora crispa). 13 types of plants species are used as raw materials for 9 herbal ingredients including kencur rice, sour turmeric, chili puyang, linu pegel, betel turmeric, paitan, temulawak, betel, and pure turmeric. The plant species with the highest UV value of 0.25 is in the Zingiberacaeae family, namely turmeric (Curcuma longa). The rhizome is the most widely used part of the plant as a traditional herbal medicine.




3539938564C1C018087Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Dan Struktur Modal Terhadap Return SahamPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, likuiditas, dan struktur modal terhadap return saham. Penelitian ini menggunakan teori sinyal sebagai dasar penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional yang data populasinya adalah perusahaan sub sektor perkebunan yang terdaftar di BEI periode 2016-2021. Pemilihan sampel dilakukan dilakukan dengan metode purposive sampling dan diperoleh sebanyak 90 sampel dari 15 perusahaan. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan yang diperoleh dari situs resmi perusahaan-perusahaan terkait dan website resmi Bursa Efek Indonesia. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan studi pustaka dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan antara lain adalah uji statistik desktiptif, uji asumsi klasik, uji regresi data panel, uji goodness of fit (uji F dan koefisien determinasi), dan uji hipotesis (uji t). berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan Eviews 12, diperoleh hasil bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap return saham, sedangkan likuiditas dan struktur modal tidak berpengaruh terhadap return saham. This study aimed to analyze the effect of profitability, liquidity, and capital structure on stock return. This study use signalling theory as the basis for research. This study use a quantitive approach with a correlational type whose population data are plantation sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for period 2016-2021. Sample selection was done by purposive sampling methods which was selected according to predetermined criteria. The samples are obtained were 90 samples from 15 companies for 6 years. The data used were secondary data in the form of company financial statements taken from the official websites of related companies and the website of the Indonesia Stock Exchange. Methods of data collection were done by literature study and documentation. The analytical methods used inclued descriptive statistical test, classical asumption test, panel data regression analysis test, goodness of fit test (F test and coefficient of determination), and hypothesis test (t test). Based on result of study and data analysis using Eviews 12, the result show that profitability had a significant positive effect on stock return, liquidity and capital structure had no significant effect on stock return.
3540038563E2A021002KONSTRUKSI TINDAK PIDANA PENCURIAN SEBAGAI TINDAK PIDANA KORUPSI TERHADAP KASUS HILANGNYA ASSET BARANG MILIK DAERAH
PANGANDARAN
(Studi Kasus di Kejaksaan Negeri Ciamis)
MOH. ANDY SOFYAN, Program Study Magister Hukum, Universitas Jenderal Soedirman, “Konstruksi Tindak Pidana Pencurian Sebagai Tindak Pidana Korupsi Terhadap Kasus Hilangnya Asset Barang Milik Daerah Pangandaran (Studi Kasus di Kejaksaan Negeri Ciamis)”, Komisi Pembimbing, Ketua Dr. Budiyono, S.H., M.Hum Anggota Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar pertimbangan Kejaksaan Negeri Ciamis dalam menetapkan tindak pidana pencurian sebagai tindak pidana korupsi dan untuk menganalisis pelaku tindak pidana pencurian asset barang milik negara/daerah dapat dimintakan pertanggungjawaban sebagaimana yang diatur dalam undang-undang tindak pidana korupsi. Dengan pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian bersifat deskriptif. Lokasi penelitian SMPN 2 Parigi Pangandaran. Pengumpulan data dengan studi kepustakaan, disajikan dalam bentuk teks naratif yang disusun secara sistematis, dan dianalisis secara normatif kualitatif. Teori yang dipakai yaitu teori dominus litis, Asas perundang-undangan : 1) logische specialiteit, 2) systematische specialiteit. Teori /Asas Lex Specialis derogate Legi Generali.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan Dasar pertimbangan Kejaksaan Negeri Ciamis dalam menetapkan tindak pidana pencurian sebagai tindak pidana korupsi didasarkan pada alasan sebagai berikut: Alasan yuridis yaitu pencurian terhadap aset milik negara /daerah yang dilakukan oleh PNS memenuhi unsur-unsur tindak pidana korupsi, diketegorikan sebagai tindak pidana korupsi, diatur dalam Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang Tipikor. Alasan Politik hukum pidana korupsi, dibentuknya undang-undang Tipikor bertujuan untuk memulihkan kerugian keuangan negara (asset recovery). Pelaku dapat dikenakan pidana tambahan berupa pidana uang pengganti diatur dalam Pasal 18 ayat (1) huruf b. Alasan filosofis, penuntutan perbuatan pencurian terhadap aset negara yang dilakukan oleh pegawai negeri sipil, dengan diterapkan tindak pidana korupsi merupakan suatu upaya yang secara ideal bertujuan untuk mewujudkan aparatur sipil negara yang bersih dan bebas dari korupsi kolusi dan nepotisme sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 Penyelenggaraan Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi, Dan Nepotisme. Pelaku tindak pidana pencurian asset barang milik negara/daerah dapat dimintakan pertanggungjawaban berdasarkan ketentuan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi.
Moh. Andy Sofyan, Master of Law Study Program, Jenderal Soedirman University, “Construction of Theft as Corruption in Cases of Pangandaran Area Lost Assets (Case Study in Ciamis State Prosecution Office)”, Guiding Committee, Chair Dr. Budiyono, S.H., M.Hum Member Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H.
The objective of this study was to analyze the basis of judgments enacted by Ciamis State Prosecution Office in determining theft as crime of corruption and to analyze the perpetrators of state/region assets theft that can be held accountable as stipulated as per the law on corruption. With a normative juridical approach, the research specifications were descriptive in nature. The research were conducted in SMPN 2 Parigi Pangandaran. Data were collected by means of literature study, and was presented in the form of narrative text which is arranged systematically, and analyzed normatively qualitatively. The theory used was the theory of dominus litis, the principles of legislation: 1) logische specialiteit, 2) systematische specialiteit. Theory/Principle of Lex Specialis derogate Legi Generali.
Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the basis of considerations of the Ciamis State Prosecution Office in determining the crime of theft as a crime of corruption are based on the following reasons: The juridical reason is that the theft of state/regional property assets committed by civil servants fulfills the elements of a criminal act of corruption, categorized as a criminal act of corruption, is regulated in Article 2 and Article 3 of the Corruption Law. Political Reasons for corruption criminal law, the formation of the Corruption Law aims to recover state financial losses (asset recovery). Perpetrators can be subjected to additional punishment in the form of money penalty as stipulated in Article 18 paragraph (1) letter b. Philosophical reasons, the prosecution of acts of theft of state assets carried out by civil servants, by imposing criminal acts of corruption is an effort that ideally aims to create a state civil apparatus that is clean and free from corruption, collusion and nepotism as mandated in Law Number 28 1999 Implementation of a State that is clean and free from corruption, collusion and nepotism. The perpetrators of the crime of theft of state/regional property assets can be held accountable based on the provisions of the criminal act of corruption as stipulated in Article 2 paragraph (1) or Article 3 of Law Number 31 of 1999 in conjunction with Law Number 20 of 2001 concerning Amendments to the Law Law Number 31 of 1999 concerning Eradication of Corruption.