Artikelilmiahs
Menampilkan 35.001-35.020 dari 49.893 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 35001 | 43950 | E1A019305 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG HAK EKONOMI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA DENGAN PUTUSAN NOMOR 991K/PDT.SUS-HKI/2022 | Latar belakang penelitian ini diambil dari permasalahan yang sering terjadi di masyarakat yaitu pelanggaran hak cipta atas suatu ciptaan yang dimiliki oleh Pencipta dan Pemegang Hak Cipta. Salah satu contoh kasusnya terdapat dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 991 K/PDT.Sus-HKI/2022 mengenai pelanggaran hak cipta lagu tanpa izin Pencipta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap Djanuar Ishak sebagai pemegang hak ekonomi atas ciptaan dan akibat hukum bagi pihak lain yang menggunakan lagu secara komersial tanpa izin Pencipta. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskripsi analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, kemudian data yang diperoleh disajikan dalam bentuk teks naratif dan metode analisis data yang digunakan yaitu metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Majelis Hakim memberikan perlindungan hukum terhadap Penggugat, Djanuar Ishak karena telah mengabulkan sebgaian gugatan. Akibat hukum yang timbul bagi Tergugat, PT. ELANG PRIMA RETAILINDO yaitu wajib membayar sejumlah ganti rugi yang dialami Penggugat sesuai Putusan Mahkamah Agung Nomor 991 K/PDT.Sus-HKI/2022 yaitu sejumlah Rp149.000.000,00 (seratus empat puluh sembilan juta rupiah). | The background of this study is taken from problems that often occur in society, namely copyright infringement of a creation owned by the Creator and Copyright Holder. One example of the case is found in the Supreme Court Decision Number 991 K/PDT.Sus-HKI/2022 regarding copyright infringement of a song without the Creator’s permission. The purpose of this study is to determine the legal protection for Djanuar Ishak as the holder of economic rights over the creation and the legal consequences for other parties who use the song commercially without the Creator’s permission. This study uses a normative juridical approach method with analytical description research specifications. The data sources used are secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. Data collection methods are carried out by literature study, then the data obtained is presented in the form of narrative text and the data analysis method used is the qualitative normative method. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the Panel of Judges provides legal protection to the Plaintiff, Djanuar Ishak because it has granted part of the lawsuit. The legal consequences for the Defendant, PT. ELANG PRIMA RETAILINDO is obliged to pay a number of damages suffered by the Plaintiff in accordance with the Supreme Court Decision Number 991 K/PDT.Sus-HKI/2022, which is Rp149,000,000.00 (one hundred and forty-nine million rupiah). | |
| 35002 | 44606 | G1B020014 | PENGARUH WAKTU PERENDAMAN DALAM LARUTAN TEH HIJAU CELUP TERHADAP VIABILITAS SEL LIGAMEN PERIODONTAL GIGI AVULSI TIKUS WISTAR (Rattus Norvegicus) | Latar belakang: Gigi avulsi terjadi ketika gigi terlepas sepenuhnya dari soket alveolar akibat trauma. Tindakan awal yang dilakukan dalam kasus ini adalah replantasi, yaitu menanamkan kembali gigi ke dalam soket dengan segera. Prognosis kesuksesan replantasi sangat bergantung pada keberlangsungan hidup sel ligamen periodontal. Oleh karena itu, penggunaan media penyimpanan yang sesuai dan manajemen waktu yang tepat sangat penting untuk meningkatkan kemungkinan keberhasilan replantasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh lama perendaman gigi avulsi dalam larutan teh hijau celup dan membandingkan dengan kontrol positif HBSS pada setiap jamnya. Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratoris in vitro menggunakan sel ligamen periodontal gigi insisivus maksila tikus Wistar. Metode analisis melibatkan penghitungan persentase viabilitas sel ligamen periodontal dengan pewarnaan eksklusi trypan blue. Analisis statistik menggunakan one way ANOVA untuk membandingkan persentase antar waktu pada teh hijau celup dan independent t-test untuk membandingkan teh hijau celup dan HBSS pada setiap waktunya. Hasil: Hasil one way ANOVA p>0,05 yang menandakan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antar waktu teh hijau celup. Hasil independent t-test pada jam ke 1 dan 3 p>0,05 yang menandakan tidak terdapat perbedaan signifikan dan pada jam ke 6 dan 24 p<0,05 yang menandakan adanya perbedaan signifikan. Simpulan: Simpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat pengaruh waktu perendaman dalam larutan teh hijau celup terhadap viabilitas sel ligament periodontal dan teh hijau celup dapat menjadi alternatif media penyimpanan gigi avulsi sebelum dilakukan replantasi. | Introduction: Tooth avulsion occurs when a tooth is completely separated from the alveolar socket due to trauma. The initial action taken in this case is replantation, implanting the tooth back into the socket immediately. The prognosis for successful replantation is highly dependent on the survival of periodontal ligament cells. Therefore, use of appropriate storage media and proper time management are essential to increase the chances of successful replantation. Aim: This study aims to evaluate the effect of immersing an avulsed tooth in a green tea bag solution and compare it with the HBSS as positive control every hour. Methods: The research was carried out experimentally in vitro using periodontal ligament cells of the maxillary incisors of Wistar rats. The analysis method involves calculating the percentage of periodontal ligament cell viability by trypan blue exclusion staining. Statistical analysis used one way ANOVA to compare percentages between times of green tea bag solution and independent t-test to compare green tea bag solution and HBSS at each time. Results: The results of one way ANOVA were p>0.05 which indicated that there was no significant difference between the times of green tea bag solutions. The results of the independent t-test at hours 1 and 3 were p>0.05 which indicated there was no significant difference and at hours 6 and 24 p<0.05 which indicated there was a significant difference. Conclusions: The conclusion of this study is that there is no effect of immersion time in a green tea bag solution on periodontal ligament cell viability and green tea bag solutions can be an alternative medium for storing avulsed teeth before replantation. | |
| 35003 | 45225 | K1A020063 | FRAKSINASI PROTEASE BAKTERI Bacillus subtilis B298 DAN HIDROLISIS TERHADAP PROTEIN KACANG KEDELAI (Glycine max L.) SERTA UJI ANTIOKSIDAN HIDROLISATNYA | Kacang kedelai merupakan sumber protein nabati yang cukup tinggi dengan kandungan protein sebesar 34% dalam setiap 100 gramnya, sehingga berpotensi untuk menghasilkan peptida bioaktif yang memiliki aktivitas antioksidan. Enzim yang digunakan untuk hidrolisis protein kacang kedelai yaitu protease dari bakteri Bacillus subtilis B298. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui: aktivitas spesifik fraksi-fraksi protease, kondisi optimum fraksi protease F15, pengaruh waktu hidrolisis terhadap derajat hidrolisis dan aktivitas antioksidan protein hidrolisat kacang kedelai serta IC50, AAI (Antioxidant Activity Index) dan persentase hemolisis dari fraksi protein hidrolisat dengan aktivitas antioksidan tertinggi. Tahap penelitian yang dilakukan adalah produksi isolat protein kacang kedelai dan produksi ekstrak kasar enzim protease, kemudian ekstrak kasar enzim protease difraksinasi bertingkat dengan ammonium sulfat lalu karakterisasi suhu dan pH enzim terhadap fraksi protease dengan aktivitas spesifik tertinggi. Hidrolisis dilakukan dengan menginkubasi isolat protein kacang kedelai dengan variasi waktu 10, 20, 30, 40, 50, dan 60 menit pada kondisi optimum. Protein hidrolisat yang didapat, ditentukan derajat hidrolisisnya, lalu diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH dan uji hemolisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F15 memiliki aktivitas spesifik tertinggi sebesar 0,859 U/mg yang optimum bekerja pada suhu 45 °C dan pH optimum 8. Nilai derajat hidrolisis tertinggi didapatkan pada waktu hidrolisis 60 menit sebesar 61,422%. Persentase inhibisi tertinggi terhadap radikal DPPH didapatkan pada waktu inkubasi 10 menit sebesar 63,1%. Nilai AAI protein hidrolisat kacang kedelai yaitu 0,119 menunjukkan aktivitas antioksidan lemah. Persentase hemolisis yang didapatkan sebesar 3,8% menunjukkan bahwa protein hidrolisat kacang kedelai sedikit lisis terhadap sel darah merah. | Soybeans are a fairly high source of vegetable protein with a protein content of 34% in every 100 grams, so they have the potential to produce bioactive peptides that have antioxidant activity. The enzyme used for hydrolysis of soybean protein is protease from the bacteria Bacillus subtilis B298. The aim of this research is to determine: the specific activity of the protease fractions, the optimum conditions of the F15 protease fraction, the effect of hydrolysis time on the degree of hydrolysis and antioxidant activity of soybean hydrolyzed protein as well as IC50, AAI (Antioxidant Activity Index) and the percentage of hemolysis of the hydrolyzed protein fraction with activity. highest antioxidant. The research stages carried out were the production of soybean protein isolate and the production of a crude extract of the protease enzyme, then the crude extract of the protease enzyme was fractionated in stages with ammonium sulfate and then the temperature and pH characterization of the enzyme for the protease fraction with the highest specific activity. Hydrolysis was carried out by incubating soybean protein isolate for varying times of 10, 20, 30, 40, 50 and 60 minutes at optimum conditions. The hydrolyzed protein obtained was determined by the degree of hydrolysis, then tested for antioxidant activity using the DPPH method and hemolysis test. The research results showed that F15 had the highest specific activity of 0,859 U/mg which was optimal for working at a temperature of 45 °C and an optimum pH of 8. The highest value of the degree of hydrolysis was obtained at a hydrolysis time of 60 minutes of 61,422%. The highest percentage of inhibition against DPPH radicals was obtained at an incubation time of 10 minutes with 63,1%. The AAI value of soybean hydrolyzed protein is 0,119 indicating weak antioxidant activity. The percentage of hemolysis obtained was 3,8%, indicating that the hydrolyzed soybean protein slightly lysed red blood cells. | |
| 35004 | 38246 | F1A018022 | REPRESENTASI LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, DAN TRANSGENDER (LGBT) DALAM PEMBERITAAN DI MEDIA ONLINE (Analisis Wacana Kritis terhadap Pemberitaan Isu LGBT di Detik.com) | Penelitian ini menjelaskan bagaimana representasi kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) dalam pemberitaan di media online khususnya Detik.com. Berita yang menjadi bahan penelitian adalah berita Detik.com terkait isu LGBT dari rentang waktu satu tahun, yakni dari bulan Januari hingga Desember tahun 2020. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis wacana kritis milik Norman Fairclough yang berfokus pada struktur sosial, kelas, dan relasi sosial. Norman Fairclough menyajikan tiga (3) dimensi analisis, yakni analisis teks, discourse practice, dan sosiocultural practice. Berdasarkan berita mengenai isu LGBT di Detik.com yang sudah dikurasi dan dianalisis, keberadaan kelompok LGBT lebih sering dianggap “buruk”. Diantaranya: kelompok LGBT direpresentasikan berbeda dengan masyarakat lain; dianggap sebagai pelaku yang melanggar asusila atau menyimpang; sebagai suatu penyakit dan penyimpangan seksual; sebagai penyebab datangnya azab, keberadaannya terlarang; sebagai penyebab terjadinya kekerasan seksual; dan tidak sesuai dengan budaya mayoritas. Stigma dan pandangan buruk terhadap kelompok LGBT menimbulkan terjadinya diskriminasi hingga kekerasan. Misalnya: pembatasan di ranah publik, yakni diskriminasi di dunia pekerjaan dan pendidikan; penggerebekan; praktik stigma, LGBT sebagai ancaman; penolakan; upaya kriminalisasi; hingga kekerasan yang berujung pada kematian. Wacana tersebut muncul akibat pengetahuan mengenai gender dan seksualitas yang heteronormatif. Adanya komodifikasi yang dilakukan oleh media atas identitas, ekspresi gender, dan seksualitas pun turut menambah daftar panjang ketidakadilan pada kelompok LGBT. | This research explains how the representation of Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender (LGBT) groups in the news on online media, especially Detik.com. The news that became the research material was Detik.com news related to LGBT issues for a period of one year, from January to December 2020. This research was conducted using Norman Fairclough's critical discourse analysis method which focuses on social structure, class, and social relations. Norman Fairclough presents three (3) dimentions of analysis, that is text analysis, discourse practice, and sociocultural practice. Based on news about LGBT issues on Detik.com that have been curated and analyzed, the existence of the LGBT group is more often considered "bad". Include LGBT groups are represented differently from other communities; considered as a perpetrator who violates immoral or deviant; as a disease and sexual perversion; as the cause of the coming of doom, its existence is forbidden; as a cause of sexual violence; and not in accordance with the majority culture. Stigma and bad views of LGBT groups lead to discrimination and violence. For example: restrictions in public, like discrimination in the world of work and education; raids; stigmatized practices, LGBT as a threat; denied; criminalization efforts; to violence that leads to death. The discourse arose as a result of heteronormative knowledge of gender and sexuality. The media's commodification of identity, gender expression, and sexuality also adds to the long list of injustices against the LGBT community. | |
| 35005 | 43951 | F1A020066 | Hubungan Jenis Kelamin Dan Penggunaan Media Sosial Dengan Perilaku Narsistik Remaja | Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan jenis kelamin dan penggunaan media sosial terhadap perilaku narsistik remaja SMA di Banyumas. Penelitian menggunakan metode survei yang dilakukan di SMAN 1 Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah. Populasi adalah seluruh siswa di sekolah tersebut sejumlah 1.217 siswa. Sampel diambil menggunakan metode sampel acak sederhana; jumlah sampel ditentukan dengan rumus slovin, sehingga jumlah sampel adalah 302 siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan uji Chi-Kuadrat dengan taraf signifikansi (0,05) 1 menunjukkan hasil sebesar 0,437; artinya p (0,437) > sig (0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin bukanlah faktor utama yang mempengaruhi perilaku narsistik. Hasil kedua menunjukkan bahwa berdasarkan Uji Korelasi Tau Kendall menunjukan terdapat hubungan yang positif antara intensitas penggunaan media sosial dengan perilaku narsistik remaja (p = 0,00 < 0,05). Artinya, semakin tinggi intensitas remaja dalam menggunakan media sosial, maka kecenderungan berperilaku narsistik juga semakin meningkat. Edukasi yang tepat tentang risiko dan manfaat penggunaan media sosial juga dapat membantu remaja dalam | This study aims to explain the relationship between sex and social media use on narcissistic behavior of high school adolescents in Banyumas. The study used a survey method conducted at SMAN 1 Ajibarang, Banyumas, Central Java. The total population of the school is 1,217 students. The sample is taken using a simple random sample method; The number of samples is determined by the Slovin formula, so the number of samples is 302 students. The results of this study showed that based on the Chi-Squared test with a significance level (0.05) showed a result of 0.437; This means that p (0.437) > sig (0.05). Thus, it can be concluded that gender is not the main factor influencing narcissistic behavior. The second result showed that based on the Tau Kendall Correlation Test showed a positive relationship between the intensity of social media use and adolescent narcissistic behavior (p = 0.00 < 0.05). That is, the higher the intensity of adolescents in using social media, the tendency to behave narcissistically also increases. Proper education about the risks and benefits of social media use can also help teens develop healthy use skills and positive behaviors online. | |
| 35006 | 38258 | C1C016081 | PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, SOLVABILITAS DAN PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN (Studi Empiris Perusahaan Pertambangan dan Agrikultur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2019) | Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai pengaruh profitabilitas, likuiditas, solvabilitas dan pengungkapan corporate social responsibility (csr) terhadap opini audit going concern. Populasi penelitian adalah perusahaan pertambangan dan agrikultur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017-2019. Sampel penelitian berjumlah 15 perusahaan yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi logistik yang diolah menggunakan IBM SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern, (2) Likuiditas berpengaruh negatif terhadap opini audit going concern, (3) Solvabiltas tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern, (4) Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern. | This study aims to determine the effect of profitability, liquidity, solvability and corporate social responsibility disclosure (csr) toward going concern audit opinion. The population in this study are mining and agriculture companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) for the 2017-2019 period. There is a sample of 15 companies obtained by using purposive sampling technique. The data analysis technique used in this research is IBM SPSS 25. The results of this research show that (1) profitability has no effect on going concern audit opinion, (2) liquidity has negative effect on going concern audit opinion, (3) solvability has no effect on going concern audit opinion, (4) corporate social responsibility disclosure (csr) has no effect on going concern audit opinion. | |
| 35007 | 44607 | C1L020046 | Pengaruh Implementasi Kurikulum Merdeka dan Kompetensi Guru Terhadap Motivasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Pada Peserta Didik Kelas X MAN 1 Banyumas | Penelitian ini menggunakan metode survei pada siswa kelas X MAN 1 Banyumas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh implementasi kurikulum merdeka terhadap motivasi belajar mata pelajaran ekonomi pada peserta didik kelas X MAN 1 Banyumas (2) pengaruh kompetensi guru terhadap motivasi belajar mata pelajaran ekonomi pada peserta didik kelas X MAN 1 Banyumas. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X MAN 1 Banyumas. Sampel yang diambil pada penelitian sebanyak 85 siswa. Metode yang digunakan untuk mengambil sampel penelitian yaitu Simple Random Sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS (Statistical Program for Social Science) menunjukan bahwa (1) Implementasi kurikulum merdeka berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa, (2) Kompetensi guru berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa, (3) Implementasi kurikulum merdeka dan kompetensi guru secara bersamaan berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. Implikasi dari penelitian ini yaitu Pengimplementasian kurikulum merdeka masih dikategorikan sedang, maka perlu ditingkatkan kembali dalam impelementasi kurikulum merdeka terutama pada pemberian pre tes sebelum guru menjelaskan materi pembelajaran agar guru mengetahui kesiapan peserta didik saat memulai pembelajaran. Pada kompetensi guru yang mendapatkan skor terendah yaitu kompetensi kepribadian sehingga perlu ditingkatkan kembali karena kompetensi kepribadian mampu meningkatkan motivasi belajar siswa .Untuk mendapatkan pencapaian tujuan maka siswa harus lebih meningkatkan motivasi belajar seperti aktif dalam proses pembelajaran, berusaha semaksimal mungkin dalam meraih nilai yang memuaskan, tidak menunda-nunda waktu belajar, dan tidak putus asa saat mengerjakan soal yang sulit. | This research used a survey method on class X students at MAN 1 Banyumas. The research aims to determine: (1) the influence of the implementation of the independent curriculum on the motivation to study economics subjects in class The population in this study were class X students at MAN 1 Banyumas. The samples taken in the research were 85 students. The method used to take research samples is Simple Random Sampling. Based on the results of research and data analysis using SPSS (Statistical Program for Social Science) it shows that (1) Implementation of the independent curriculum has a positive effect on student learning motivation, (2) Teacher competency has a positive effect on student learning motivation, (3) Implementation of the independent curriculum and competence teachers simultaneously have a positive influence on student learning motivation. The implication of this research is that the implementation of the independent curriculum is still categorized as moderate, so it is necessary to improve the implementation of the independent curriculum, especially in giving pre-tests before the teacher explains the learning material so that the teacher knows the students' readiness when starting learning. The teacher competency that gets the lowest score is personality competency, so it needs to be improved again because personality competency can increase students' learning motivation. To achieve goals, students must further increase their learning motivation, such as being active in the learning process, trying as hard as possible to achieve satisfactory grades, not procrastinate studying, and don't give up when working on difficult questions. | |
| 35008 | 45311 | L1B020037 | PENGARUH SUMBER KARBON TEPUNG BUNGKIL KEDELAI DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN Lactococcus Lactis SEBAGAI PROBIOTIK INDIGENOUS AKUAKULTUR | Aplikasi probiotik indigenos akuakultur menjadi solusi alternatif bagi perkembangan industri budidaya perikanan untuk meminimalisir dampak budidaya yang ditimbulkan. Pemanfaatan bakteri Lactococcus lactis sebagai agen probiotik membutuhkan media sumber karbon dengan dosis yang tepat. Tepung bungkil kedelai memiliki beberapa sumber karbon yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan probiotik. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh perbedaan dosis tepung bungkil kedelai terhadap pertumbuhan Lactococcus lactis dan mengetahui dosis optimumnya. Metode yang digunakan adalah studi eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan meliputi P1 (TBK 5%), P2 (TBK 10%), P3 (TBK 15%), P4 (TBK 20%), dan P5 (kontrol). Pengambilan data menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis dengan panjang gelombang 600 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan dosis tepung bungkil kedelai memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan Lactococcus lactis (P<0,05) dan dosis tepung bungkil kedelai yang optimal untuk pertumbuhan Lactoccocus lactis sebesar 20% terdapat pada perlakuan P4. Perlakuan P4 memiliki kepadatan sel sebesar 6,13 × 108 sel/mL, jumlah sel dalam kultur sebesar 614,24 ± 11,71 juta sel/mL, jumlah generasi 5,636 ± 0.591 generasi, waktu generasi yaitu 3,936 ± 0,423 jam, dan laju pertumbuhan sebesar 0,176 ± 0,015 jam-1 . | The application of aquaculture indigenos probiotics is an alternative solution for the development of the aquaculture industry to minimize the impact of aquaculture caused. The utilization of Lactococcus lactis bacteria as a probiotic agent requires a carbon source medium with the right dose. Soybean meal flour has several sources of carbon that can be utilized for the development of probiotics. The purpose of the study was to determine the effect of different doses of soybean meal meal on the growth of Lactococcus lactis and determine the optimal dose. A Complete Randomized Design was applied using 5 treatments and 3 replicates. The treatment includes P1 (TBK 5%), P2 (TBK 10%), P3 (TBK 15%), P4 (TBK 20%), and P5 (Control). Uv-Vis spectrophotometry was used with a wavelength of 600 nm. The results showed that the difference in dosage had a real effect on the growth of Lactococcus lactis (P<0.05) and the optimal dose of soybean meal flour for the growth of Lactoccocus lactis of 20% was found in the P4 treatment. The P4 treatment had a cell density of 6.13 × 108 cells/mL, the number of cells in culture was 614.24 ± 11.71 million cells/mL, the number of generations was 5.636 ± 0.591 generations, the generation time was 3.936 ± 0.423 hours, and the growth rate was 0.176 ± 0.015 hours-1. | |
| 35009 | 38261 | G1B018022 | HUBUNGAN SUDUT INTERINSISAL DENGAN SUDUT VERTIKAL PADA PROFIL WAJAH CEMBUNG PASIEN ORTODONTI SUKU JAWA DI KABUPATEN BANYUMAS | Perawatan ortodonti merupakan perawatan yang bertujuan untuk memperbaiki posisi gigi dan rahang yang tidak normal sehingga dapat menghasilkan estetika wajah yang lebih baik. Koreksi gigi yang tidak normal dapat dilakukan dengan memperbaiki sudut interinsisal. Pola pertumbuhan wajah dalam arah vertikal dapat ditentukan melalui besarnya sudut vertikal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sudut interinsisal dengan sudut vertikal pada profil wajah cembung pasien ortodonti suku Jawa di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional. Sampel penelitian berupa sefalogram lateral yang diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sefalogram lateral yang digunakan berjumlah 33 dan diambil dari tiga lokasi penelitian. Sefalogram lateral ditapak di atas kertas kalkir kemudian dilakukan pengukuran sudut interinsisal dan sudut vertikal menggunakan analisis Steiner. Pengukuran dilakukan oleh dua orang operator dengan diawali validasi tracing dan uji Kappa terlebih dahulu. Hasil pengukuran didapatkan dari rerata pengukuran kedua operator. Data dianalisis menggunakan uji korelasi bivariat Pearson’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata sudut interinsisal adalah 115,30° dan termasuk dalam kategori inklinasi protrusif. Rerata sudut vertikal adalah 37,04° dan termasuk dalam tipe wajah hiperdivergen. Uji korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara sudut interinsisal dengan sudut vertikal pada pasien ortodonti suku Jawa dengan nilai p yaitu 0,432 (p>0,05). Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan sudut interinsisal dengan sudut vertikal pada profil wajah cembung pasien ortodonti suku Jawa di Kabupaten Banyumas. | Orthodontic treatment aimed to fix the position of abnormal teeth and jaws to get better facial esthetics. Correction of abnormal teeth can be done by correcting interincisal angle. The pattern of facial growth in vertical direction can be determined by the size of vertical angle. The purpose of this study was to determine the relationship between interincisal angle and vertical angle on the convex facial profile of Javanese orthodontic patients in Banyumas Regency. This type of research was descriptive analytic with cross-sectional research design. The research sample was lateral cephalogram taken using a purposive sampling method based on inclusion and exclusion criteria. The 33 lateral cephalograms were taken from three research sites. The lateral cephalogram was traced on tracing paper then interincisal and vertical angles were measured using Steiner’s analysis. Measurement was carried out by two operators, starting with tracing validation and Kappa testing. The measurement results are obtained from average measurement of two operators. Data were analyzed using bivariate Pearson's correlation test. The results showed that the mean interincisal angle was 115,30° and included protrusive inclination category. The mean vertical angle was 37,04° and included hyperdivergent face type. The correlation test showed no relationship between interincisal angle and vertical angle in Javanese orthodontic patients with p value of 0,432 (p>0,05). This research concluded that there was no relationship between the interincisal angle and the vertical angle on the convex facial profile of Javanese orthodontic patients in Banyumas Regency. | |
| 35010 | 38260 | F1B018041 | EFEKTIVITAS LAPAK ADUAN BANYUMAS SEBAGAI SARANA PENYALURAN ADUAN MASYARAKAT DI KABUPATEN BANYUMAS | Lapak Aduan Banyumas adalah ruang komunikasi publik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas yang memungkinkan masyarakat bisa secara aktif menyampaikan aduan, keluhan, informasi, pertanyaan maupun saran terhadap pembangunan dan pelayanan pemerintah di lingkungan Kabupaten Banyumas. Melalui Peraturan Bupati Banyumas Nomor 44 tahun 2018, Lapak Aduan Banyumas diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat serta sebagai langkah untuk monitoring kinerja pemerintah. Akan tetapi, Lapak Aduan Banyumas yang saat ini sedang mengutamakan untuk memunculkan kebiasaan baru di masyarakat untuk berkomunikasi terhadap pemerintah, masih memiliki beberapa kekurangan. Ulasan negatif dari masyarakat di berbagai media masih menjadi hal yang patut untuk diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Lapak Aduan Banyumas sebagai sarana penyaluran aduan masyarakat di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan berdasarkan pada konsep efektivitas oleh Robert W. Duncan yang terdiri atas tiga aspek yaitu pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Selain itu, konsep pelayanan publik, e-government, serta konsep pengaduan dan sistem pelayanan keluhan juga dikaji dalam penelitian ini terutama terkait prinsip-prinsip dasar dalam mekanisme pelayanan aduan oleh Ombudsman yang terdiri atas keadilan, aksesibilitas, dan responsivitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sehingga dipilih tiga informan yaitu Koordinator Lapak Aduan Banyumas, Kepala Bidang IKP Dinas Kominfo Banyumas, dan Staf Lapak Aduan Banyumas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldana yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dari segi pencapaian tujuan belum relatif terwujud secara umum karena masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi seperti dalam mewujudkan kesadaran publik dan pemeliharaan pilihan akses. Dari segi integrasi sudah relatif terwujud dengan baik dalam hal sosialisasi, koordinasi, dan pemenuhan prinsip-prinsip penanganan aduan. Kemudian, dari segi adaptasi juga sudah dilakukan dengan baik secara umum, meskipun masih ada yang perlu diperhatikan dalam hal responsivitas terhadap masalah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Lapak Aduan Banyumas sebagai sarana penyaluran aduan masyarakat di Kabupaten Banyumas relatif sudah efektif, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki atau dikembangkan. Masalah-masalah yang ada terkait penanganan aduan oleh Lapak Aduan Banyumas bisa berasal dari masyarakat atau OPD terkait yang bekerja sama untuk menangani aduan. Dengan fokus yang ingin dicapai saat ini yaitu untuk memunculkan kebiasaan baru di masyarakat untuk berkomunikasi dengan pemerintah, Lapak Aduan Banyumas secara umum sudah efektif sebagai sarana penyaluran aduan. Kata Kunci : Efektivitas, Lapak Aduan Banyumas, Penyaluran Aduan. | The Banyumas Complaint (Lapak Aduan Banyumas) is a public communication space organized by the Banyumas Regency Government that supports the community actively submitting complaints, complaints, questions, and suggestions for and government services within the Banyumas Regency. Through Banyumas Regent Regulation Number 44 of 2018, Banyumas Complaints are expected to increase community participation as well as a step to monitor government performance. However, the Banyumas Complaint, which is currently prioritizing to create new habits in the community to communicate with the government, still has several shortcomings. Negative reviews from the public in various media are still a matter of concern. This study aims to determine the effectiveness of Banyumas complaints as a means of spreading public complaints in Banyumas Regency. This research was conducted based on the concept of effectiveness by Robert W. Duncan which consists of three aspects, namely goals, integration, and adaptation. In addition, the concept of public services, e-government, as well as the concept of complaints and complaints service systems are also studied in this study, especially regarding the basic principles in the complaint service mechanism by the Ombudsman which consists of justice, accessibility, and responsiveness. The method used in this research is descriptive qualitative research method. The selection of informants in this study used a purposive sampling technique which is contain three informants that are the Coordinator of The Banyumas Complaints, Head of the IKP division of the Ministry of Communication and Information Banyumas. Data collection techniques in this study are interviews, documentation, and observation. The data analysis technique uses an interactive model from Miles, Huberman, and Saldana, namely data collection, data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results obtained from this study are that in terms of achieving the goals, in general, although there are still some things that need to be addressed, such as in realizing public awareness and maintaining access options. In terms of integration, it has been relatively good in terms of socialization, coordination, and compliance with the principles of handling complaints. Then, adaptation has also been carried out well in terms of manpower, facilities, and infrastructure, although it still needs to be considered in terms of responsiveness to problems. The conclusion of this study is that the Banyumas Complaints as a means of delivering public complaints in Banyumas Regency are relatively ineffective, because there are still some things that need to be improved or developed. Existing problems related to the handling of complaints by Banyumas Complaints can come from the community or related OPDs who work together to handle complaints. With the current focus to be achieved, namely to create new habits in the community to communicate with the government, Banyumas Complaints in general have been effective as a means of spreading complaints. Keywords: Effectiveness, Banyumas Complaints, Distributing Complaints. | |
| 35011 | 38270 | F1F018015 | ANALISIS GREEN POLITICS THEORY TERHADAP PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PARIWISATA: STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN DESTINASI WISATA PREMIUM KOMODO DI TAMAN NASIONAL KOMODO | Pulau Komodo merupakan sebuah pulau yang terkenal dan menjadi salah satu keunikan di Indonesia yang lokasinya terletak di Kepulauan Nusa Tenggara Timur yang telah ditetapkan UNESCO sebagai salah satu warisan keajaiban dunia kawasan tersebut menjadi perbincangan terkait penataan dan pembangunan sarana dan prasarana yang akan dibangun oleh pemerintah Indonesia. Berbagai kalangan seperti masyarakat, para aktivis lingkungan, serta UNESCO percaya bahwa proyek tersebut akan menghancurkan Habitat alami komodo, menghilangkan populasi lokal, dan hanya digunakan untuk tujuan investasi serta menyalahi prinsip dasar konservasi, lingkungan dan azas kemanfaatan bagi masyarakat setempat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa proyek pembangunan infrastruktur pariwisata premium di Taman Nasional Komodo ini merugikan ekosistem dari komodo dimana dengan adanya pembangunan ini komodo dipaksa untuk beradaptasi dengan lingkungan baru alam waktu yang singkat dan akan berdampak panjang setelahnya dan menghilangkan keindahan alami dari taman nasional komodo itu sendiri. Proyek pembangunan wisata premium ini pun mengancam perekonomian masyarakat lokal karena tidak adanya komunikasi dan edukasi yang jelas dari pemerintah terhadap masyarakat setempat sehingga pembangunan tersebut berpotensi merusak pariwisata berbasis alam yang menjadi ciri khas Taman Nasional Komodo. Proyek wisata ini tidak memperhatikan keseimbangan ekologis alam yang akan berdampak panjang pada kehidupan habitat Komodo sendiri dengan ketidakjelasan pemerintah yang tidak berkomitmen dengan perjanjian dan juga kebijakan yang ada. | Komodo Island is a famous island and is one of the uniqueness in Indonesia, which is located in the East Nusa Tenggara Islands which has been designated by UNESCO as one of the wonders of the world. Various groups, such as the public, environmental activists, and UNESCO believe that the project will destroy the Komodo dragon's natural habitat, eliminate the local population, and only be used for investment purposes and violate the basic principles of conservation, the environment and the principle of benefit for the local community. Based on the research results, it can be interpreted that the premium tourism infrastructure development project in the Komodo National Park is detrimental to the ecosystem of the Komodo dragon where with this development the Komodo dragon is forced to adapt to the new natural environment in a short time and will have a long impact afterwards and eliminate the natural beauty of the Komodo National Park itself. This premium tourism development project also threatens the local community's economy because there is no clear communication and education from the government to the local community so that this development has the potential to damage nature-based tourism which is the hallmark of Komodo National Park. This tourism project does not pay attention to the natural ecological balance which will have a long impact on the life of the Komodo dragon itself with unclear government that is not bound by agreements and also existing policies. | |
| 35012 | 38272 | F1A018042 | HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN CAREER ADAPTABILITY MAHASISWA TINGKAT AKHIR JURUSAN SOSIOLOGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Saat ini persaingan kerja semakin ketat. Jumlah pencari kerja terus meningkat tapi lapangan kerja terbatas. Sementara, tuntutan karir pun dinamis dan terus berubah. Kondisi ini membutuhkan career adaptability yang tinggi bagi siapa saja yang akan memasuki dunia kerja, tak terkecuali bagi para calon lulusan perguruan tinggi. Kemampuan career adaptability dapat dilatarbelakangi oleh status sosial ekonomi orang tua. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan career adaptability. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif eksplanatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir (angkatan 2017 dan 2018) Prodi S1 Sosiologi FISIP Unsoed. Jumlah sampel sebanyak 75 mahasiswa yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket melalui Google form. Metode analisis data menggunakan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara status sosial ekonomi orang tua dengan career adaptability mahasiswa. Hal ini dikarenakan nilai signifikansi yang dihasilkan >0,05. Pada pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan orang tua masing-masing memiliki nilai signifikansi (p) 0,786, (p) 0,835 , dan (p) 0,358 terhadap career adaptability. Secara umum, kemampuan career adaptability mahasiswa sedang. Dimensi concern dan control mahasiswa pada kategori tinggi, sedangkan dimensi curiousity dan confidence mahasiswa pada kategori sedang | Currently, job competition is getting tougher. The number of job seekers continues to increase but the field limited work. Meanwhile, career demands are dynamic and constantly changing. this condition requires high career adaptability for anyone who will enter the world employment, including prospective college graduates. Career abilityadaptability can be motivated by the socioeconomic status of parents. This research aims to determine the relationship between socioeconomic status of parents with career adaptability. The research method used is explanative quantitative. Research population is a final year student (class of 2017 and 2018) Unsoed Bachelor of Sociology Study Program. The number of samples is 75 students taken by simple random technique sampling. Data collection uses a questionnaire via Google form. analytical method data using Rank Spearman. The research results showed no relationship significant difference between parents' socioeconomic status and student career adaptability. This is because the resulting significance value is >0.05. In education, work, and parental income respectively have a significance value of (p) 0.786, (p) 0.835, and (p) 0.358 to career adaptability. In general, career adaptability medium student. The dimensions of student concern and control are in the high category, while the dimensions of student curiosity and confidence are in the moderate category. | |
| 35013 | 38287 | F1D017031 | Strategi Kemenangan Pasangan Mukti Agung Wibowo dan Mansur Hidayat dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pemalang Tahun 2020 | Pentingnya pilkada secara langsung membuat semua daerah di Indonesia harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya secara demokratis dan berkualitas. Sehingga menghasilkan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dapat membawa kemajuan bagi daerah, sekaligus memberdayakan masyarakat daerahnya. Tujuan diterbitkannya undang-undang ini, salah satunya adalah untuk mengakomodir calon perseorangan dalam pilkada sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 5/PUU/V/2007. Penelitian ini berfokus pada strategi kemenangan Pasangan Mukti Agung Wibowo dan Mansur Hidayat dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pemalang Tahun 2020 dengan cara berkampanye kepada masyarakat untuk memenangkan pilkada Pemalang Tahun 2020. Tujuan Penelitian tersebut adalah untuk mengetahui kemenangan dari pasangan calon, serta faktor penghambat dan pendukung dari strategi kemenangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dari hasil penelitian telah dilakukan sosialisasi secara tidak langsung sebagai kandidat diwaktu menjabat wakil Bupati. Komunikasi Politik yang dibangun melalui tim sukses dengan membantu dana sosial atau sembako sehingga dapat mendulang suara maksimal. Pasangan calon menggunakan metode marketing politik dengan turun langsung ke masyarakat terutama untuk dapil-dapil gemuk yang mungkin bisa mendapat suara terbanyak didapil tersebut dan juga adanya sesama masyarakat pantura yang kuat yaitu kerukunan keluarga pantura. Hal ini tentunya menjadi pondasi pasangan calon dalam pilkada tahun 2020 meskipun ada faktor penghambat karena Covid-19 berkampanye dibatasi oleh KPU. | The importance of regional direct election compels all regions to prepare themselves as best as they can to ensure a democratic and quality election. This is to make sure that the election will produce leaders that can bring prosper to their regions, and empower the people. The purpose of this law being published is to accommodate the individual candidate, as decreed by The Constitutional Court of The Republic of Indonesia number 5/PUU/V/2007. This research focuses on the strategies used by Mukti Agung Wibowo and Mansur Hidayat in their victorious 2020’s Pemalang region election, with going directly into the community to do the campaign being one of them. The goal of this research is to analyze their victory, as well as study the inhibiting and supporting factors of their strategy. This research implemented the qualitative method. The results showed that the incumbent candidate had conducted an indirect socialization during his previous tenure as the deputy head of Pemalang region. The political communication that was applied by the campaign team was giving grant and groceries in order to get as many votes as possible. The candidates also implemented political marketing by directly going into crowded districts which most likely would produce many votes. Additionally, there was also a strong fellow pantura community which run in the “Pantura” family. These aspects became the strong foundation for the candidates during the 2020’s regional election despite the strict regulation issued by the General Election Commission during the Covid-19 pandemic. | |
| 35014 | 37745 | F1C018074 | Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Konten Video Khaby Lame Di Instagram | Perkembangan zaman semakin maju dan memunculkan teknologi bernama internet. Internet memiliki peran yang sangat penting, lebih dari separuh penduduk dunia telah menggunakan internet. Akibat adanya internet muncul media sosial bernama Instagram. Instagram sekarang menjadi salah satu media sosial populer di dunia. Terlebih lagi karena covid-19 yang melanda dunia dan banyak orang di-PHK. Banyak orang mulai menggunakan Instagram sebagai sarana untuk menunjukkan eksistensi diri dan kehidupan sosial serta ladang mencari uang. Khaby Lame seorang imigran asal Senegal yang kini telah menetap di Italia menjadi salah satu korban PHK. Khaby mulai mengisi waktunya dengan membuat konten video reaksi di sosial media, salah satunya adalah Instagram. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui makna penanda (signifier), petanda (signified), denotatif dan konotatif pada konten video Khaby Lame di instagram dan untuk mengetahui pesan moralnya. Landasan teori yang digunakan adalah teori semiotika model roland barthes. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa terdapat makna Khaby dalam membuat konten di Instagram, Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa makna penanda (signifier), petanda (signified), denotatif dan konotatifnya terdapat pada tiap tema atau alur video dan beberapa tanda seperti cara dalam melakukan sesuatu, latar tempat, pakaian, benda yang digunakan serta ekspresi wajah dan perilaku content creator. Adanya disparitas kelas sosial dalam konten, eksploitasi generasi demi eksistensi, budaya partisipasi dan hegemoni sosial dalam media sosial, memanfaatkan peluang dalam berkreativitas, konten sebagai bentuk dari opinion leader, dan mengajarkan hidup sederhana. Pesan moral yang disampaikan yaitu dibutuhkan kendali diri karena terdapat tantangan audiens terhadap adanya disparitas kelas sosial dalam konten video, kebebasan eksploitasi individu demi sebuah eksistensi, induksi moralitas etika terhadap hak cipta hendaknya dihadapi dengan perilaku-perilaku yang positif, dan menghindari perilaku konsumerisme dengan hidup minimalis tanpa melihat trend social wave. | The development of the times is increasingly advanced and gave rise to a technology called the internet. The internet has a very important role, more than half of the world's population has used the internet. As a result of the internet, a social media called Instagram appeared. Instagram is now one of the popular social media in the world. Even more so because of covid-19 that hit the world and many people were laid off. Many people started using Instagram as a means to show self-existence and social life as well as a field to make money. Khaby Lame, an immigrant from Senegal who has now settled in Italy, is one of the victims of layoffs. Khaby began to fill his time by creating reaction video content on social media, one of which is Instagram. The purpose of this research is to find out the meaning of signifier, signified, denotative and connotative in Khaby Lame's video content on Instagram and to find out the moral message. The theoretical basis used is the semiotic theory of the roland barthes model. This research uses a qualitative descriptive method. The results of this study found that there is a meaning of Khaby in creating content on Instagram, In this study it is concluded that the meaning of the signifier, signified, denotative and connotative is found in each theme or video flow and several signs such as the way of doing things, the setting of the place, clothes, objects used and facial expressions and behavior of the content creator. The existence of social class disparity in content, exploitation of generations for the sake of existence, a culture of participation and social hegemony in social media, utilizing opportunities in creativity, content as a form of opinion leader, and teaching simple life. The moral message conveyed is that self-control is needed because there are audience challenges to the existence of social class disparities in video content, the freedom of individual exploitation for the sake of existence, the induction of ethical morality towards copyright should be faced with positive behaviors, and avoid consumerism behavior by living a minimalist life without seeing social wave trends. | |
| 35015 | 38262 | C1I017032 | The Effect of Accounting Literacy, Access to Finance, Owners’ Gender and E-Commerce Usage on Micro and Small Enterprises’ Performance in Purwokerto | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi akuntansi, akses keuangan, gender dan penggunaan e-commerce terhadap kinerja UMK di Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh UMK di Kota Purwokerto sebanyak 459 dan sampel dalam penelitian ini adalah 87 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data primer berupa kuesioner yang dibagikan kepada responden secara offline dengan kertas dan online dengan Google Form dan diukur dengan menggunakan skala Likert, dummy dan pertanyaan (rasio) terbuka. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Partial Least Square-Structural Equation Model (PLS-SEM) dengan program SmartPLS 3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) literasi akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMK, (2) akses keuangan tidak berpengaruh terhadap kinerja UMK, (3) Gender tidak berpengaruh terhadap kinerja UMK dan (4) E -commerce Penggunaan tidak berpengaruh pada kinerja UMK. | This study aims to determine the effect of accounting literacy, access to finance, gender and e-commerce usage on MSEs performance in Purwokerto. This research is a quantitative research. The population in this study were all MSEs in Purwokerto City as many as 459 and the sample in this study was 87 respondents with a sampling technique using purposive sampling. In this study, the data used is primary data which is a questionnaire distributed to respondents offline with paper and online with Google Form and measured using a Likert scale, dummy and open-ended questions (ratio). The analysis used in this study is Partial Least Square-Structural Equation Model (PLS-SEM) with SmartPLS 3 program. The results of this study indicate that (1) accounting literacy has a positive and significant effect on MSEs performance, (2) access to finance has no effect on MSEs performance, (3) Gender has no effect on MSEs performance and (4) E-commerce Usage has no effect on MSEs performance. | |
| 35016 | 43952 | E1B020013 | IMPLEMENTATION OF TELEMEDICINE LAW BETWEEN HEALTH SERVICE FACILITIES AND THE COMMUNITY IN HEALTH SERVICES (Study at Sari Asih Hospital, Tangerang City) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi hukum telemedicine antara fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat dalam pelayanan kesehatan serta faktor yang berpengaruh terhadap implementasi hukum telemedicine antara fasilitas kesehatan dan masyarakat dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Sari Asih Kota Tangerang. Informan penelitian sebanyak 3 (tiga) dokter. Melalui metode purposive sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode wawancara, kepustakaan, dan dokumenter. Pengolahan data menggunakan metode reduksi data dan kategorisasi data serta dianalisis dengan analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan telemedicine antara fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat di Rumah Sakit Sari Asih Kota Tangerang telah terimplementasi dengan baik, diukur dari 2 (dua) parameter yaitu implementasi telemedicine dalam pelayanan teleradiologi yang meliputi sarana, prasarana, dan pengiriman file digital, dan fitur yang terdapat dalam website pelayanan telemedicine dan implementasi telemedicine dalam pelayanan telekonsultasi klinis meliputi pendaftaran di website, konsultasi via whatsapp dan video call, pendistribusian obat kepada pasien melalui ojek online, serta pemantauan jika mengalami masalah kesehatan berkelanjutan. Faktor yang cenderung memengaruhi implementasi hukum telemedicine antara fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Sari Asih Kota Tangerang yaitu faktor hukum, faktor penegak hukum, faktor sarana atau fasilitas, faktor masyarakat, dan faktor budaya. | This study aims to determine how the implementation of telemedicine law between health care facilities and the community in health services and factors that influence the implementation of telemedicine law between health facilities and the community in health services at Sari Asih Hospital, Tangerang City.The research informants were 3 (three) doctors. With the determination of informants through purposive sampling method. Types and sources of data include primary data and secondary data obtained by interview, literature, and documentary methods. Data processing using data reduction and data categorization methods and analyzed by content analysis and comparative analysis. The results showed that telemedicine services between health care facilities and the community at Sari Asih Hospital Tangerang City have been well implemented in teleradiology services which includes facilities, infrastructure and sending digital files, and the features contained in the telemedicine service website are good and the implementation of telemedicine in clinical teleconsultation services includes registration on the website, consultations via WhatsApp and video calls, distribution of medicines to patients via online motorcycle taxis, as well as monitoring if experienced ongoing health problems are also good. Factors that tend to influence the implementation of telemedicine laws between health service facilities and the community in health services at the Sari Asih Hospital, Tangerang City, are legal factors, law enforcement factors, facility factors, community factors, and cultural factors. | |
| 35017 | 44608 | G1B020039 | AKTIVITAS FRAKSI RESIDU EKSTRAK ETANOL RIMPANG KENCUR (Kaemferia galanga L.) TERHADAP DEGRADASI BIOFILM BAKTERI Lactobacillus acidophilus PENYEBAB KARIES GIGI | Karies gigi merupakan penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita masyarakat di dunia. Karies gigi terjadi karena adanya demineralisasi gigi akibat aktivitas fermentasi bakteri dalam biofilm, salah satu bakteri dominan adalah Lactobacillus acidophilus. Rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) terbukti memiliki efek antibakteri dan antibiofilm sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif pengobatan herbal pencegah karies gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fraksi residu ekstrak etanol rimpang kencur (FRRK) terhadap degradasi biofilm bakteri L. acidophilus. Jenis penelitian berupa eksperimental laboratoris secara in vitro menggunakan 5 konsentrasi yaitu 5 mg/mL, 10 mg/mL, 15 mg/mL, 20 mg/mL dan 25 mg/mL, kontrol positif Chlorhexidine Gluconate (CHG) 0,2% serta kontrol negatif DMSO 1% dengan pengulangan 8 kali. Degradasi biofilm diuji menggunakan microtitter plate assay dengan pewarnaan kristal violet 1% dan dibaca pada panjang gelombang 595 nm. Data dianalisis menggunakan one way ANOVA dan Post Hoc LSD. Hasil persentase degradasi biofilm bakteri L. acidophilus oleh FRRK berturut-turut adalah 65,00%, 69,70%, 76,07%, 84,11% dan 89,13%. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (p<0,05) antara kelompok perlakuan FRRK, CHG 0,2% dan DMSO 1%, kecuali pada FRRK dengan konsentrasi 25mg/mL dengan CHG 0,2% (p>0,05). Simpulan pada penelitian ini adalah terdapat aktivitas FRRK terhadap degradasi biofilm L. acidophilus dengan konsentrasi 25 mg/ mL menunjukan aktifitas degradasi yang paling efektif. | Dental caries is a prevalent dental and oral disease worldwide. It occurs due to the demineralization of teeth caused by bacterial fermentation activity within the biofilm, with Lactobacillus acidophilus being one of the dominant bacteria. The rhizome of kencur (Kaempferia galanga L.) has been proven to possess antibacterial and antibiofilm effects, making it a potential herbal alternative for preventing dental caries. The aim of this study was to investigate the effect of the ethanol extract residue fraction of kencur rhizome (FRRK) on the degradation of L. acidophilus biofilm. This experimental in vitro laboratory study utilized five concentrations: 5 mg/mL, 10 mg/mL, 15 mg/mL, 20 mg/mL, and 25 mg/mL, with 0.2% Chlorhexidine Gluconate (CHG) as the positive control and 1% DMSO as the negative control, each with eight repetitions. Biofilm degradation was tested using a microtiter plate assay with 1% crystal violet staining and read at a wavelength of 595 nm. Data were analyzed using one-way ANOVA and Post Hoc LSD. The results showed the percentages of L. acidophilus biofilm degradation by FRRK were 65.00%, 69.70%, 76.07%, 84.11%, and 89.13%, respectively. Statistical analysis indicated significant differences (p<0.05) between the FRRK treatment groups, 0.2% CHG, and 1% DMSO, except for FRRK at 25 mg/mL and 0.2% CHG (p>0.05). The conclusion of this study is that FRRK exhibits activity against L. acidophilus biofilm degradation, with the 25 mg/mL concentration showing the most effective degradation activity. | |
| 35018 | 52308 | K1B022039 | Perbandingan Model Conditional Autoregressive (CAR) Leroux dan Besag–York–Mollié (BYM) untuk Pemetaan Risiko Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Banyumas | Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyebaran kasus TB menunjukkan pola spasial antarwilayah. Penelitian ini bertujuan membandingkan model Conditional Autoregressive (CAR) Leroux dan Besag–York–Mollié (BYM) menggunakan Integrated Nested Laplace Approximation (INLA), serta mengidentifikasi risiko relatif TB di Kabupaten Banyumas. Data yang digunakan meliputi jumlah kasus TB dan enam kovariat pada tingkat kecamatan tahun 2024. Analisis dilakukan dengan membangun model CAR Leroux dan BYM menggunakan INLA dan membandingkan kinerjanya menggunakan Watanabe-Akaike Information Criterion (WAIC) dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil menunjukkan bahwa model BYM memiliki WAIC dan RMSE lebih rendah dibandingkan model CAR Leroux sehingga lebih direkomendasikan. Kovariat jumlah penduduk tamat Sekolah Dasar (SD) dan jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) signifikan terhadap risiko TB setelah mempertimbangkan efek spasial. Estimasi risiko relatif menunjukkan variasi antarwilayah dengan 40,74% kecamatan memiliki risiko lebih tinggi dari rata-rata. Penelitian ini diharapkan membantu penentuan wilayah prioritas pengendalian TB. | Tuberculosis (TB) remains a significant public health problem in Indonesia. The distribution of TB cases shows a spatial pattern across regions. This study aims to compare the Conditional Autoregressive (CAR) Leroux and Besag–York–Mollié (BYM) models with the Integrated Nested Laplace Approximation (INLA) approach and to identify the TB relative risk in Banyumas Regency. The data include the number of TB cases and six covariates at the sub-district level in 2024. The analysis was conducted by developing models using INLA and comparing their performance using the Watanabe-Akaike Information Criterion (WAIC) and Root Mean Square Error (RMSE). The results show that the BYM model has lower WAIC and RMSE than the CAR Leroux model, making it more preferable. The number of people who completed primary school and the number of substandard houses (RTLH) are significant covariates after accounting for spatial effects. The results indicate spatial variation with 40.74% of sub-districts having higher risk than the average. This study supports identification of priority TB control. | |
| 35019 | 43953 | C1C020074 | PENGARUH KINERJA KEBERLANJUTAN, PROPORSI KOMISARIS INDEPENDEN, DAN PROPORSI GENDER TERHADAP RISIKO SAHAM (STUDI PERUSAHAAN PERTAMBANGAN TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2021–2022) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis apakah kinerja keberlanjutan, proporsi dewan komisaris independen, dan proporsi gender wanita memiliki pengaruh terhadap risiko saham pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021- 2022. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2022. Teknik purposive sampling digunakan dalam pengambilan sampel. Berdasarkan hasil purposive sampling, diperoleh 38 perusahaan yang memenuhi kriteria sampel. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yaitu laporan keberlanjutan perusahaan dan laporan keuangan perusahaan. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji kesesuain model, uji asumsi klasik, uji goodness of fit (uji F), analisis regresi data panel, dan uji hipotesis (uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kinerja keberlanjutan berpengaruh positif terhadap risiko saham; (2) Proporsi dewan komisaris independen berpengaruh negatif terhadap risiko saham; dan (3) Proporsi gender wanita tidak berpengaruh terhadap risiko saham. | This research aims to test and analyze whether sustainability performance, the proportion of independent board of commissioners, and the proportion of female gender have an influence on share risk in mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2021-2022. This type of research is research with a quantitative approach. The type of data used in this research is secondary data. The population of this research is all mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2021- 2022. Purposive sampling technique was used in sampling. Based on the results of purposive sampling, 38 companies were obtained that met the sample criteria. The data sources used are secondary data, namely company sustainability reports and company financial reports. The data analysis used is descriptive statistics, model suitability test, classical assumption test, goodness of fit test (F test), panel data regression analysis, and hypothesis testing (t test). The research results show that: (1) Sustainability performance has a positive effect on stock risk; (2) The proportion of independent commissioners has a negative effect on stock risk; and (3) The proportion of female gender has no effect on stock risk. | |
| 35020 | 38267 | F1B017095 | Pengembangan Kapasitas SAMSAT dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) SAMSAT Banyumas Tahun 2022 | Pelayanan prima dapat terjadi ketika aparatur pemerintah memiliki kualitas dan kompetensi yang baik. Perbaikan kualitas organisasi publik harus dimulai dari sistem rekrutmen yang baik yang mampu menyaring sumber daya manusia yang berkualitas, kemudian melakukan pengembangan melalui penugasan dan pelatihan yang bersifat mendidik sehingga diharapkan mampu mencetak aparatur yang berkualitas. Pemerintah menargetkan bahwa tingkat pendidikan pada aparatur pemerintah perlu ditingkatkan untuk memperbaiki kualitas SDM. Namun kenyataannya, masih ada pegawai yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah yang dapat menyebabkan kualitas pelayanan menjadi tidak maksimal. Seperti halnya yang terjadi pada Kantor UPPD Samsat Banyumas. Pengembangan kapasitas merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara pengembangan kapasitas terhadap kualitas pelayanan di Kantor UPPD Samsat Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantatif dengan variabel pengembangan kapasitas (X) dan kualitas pelayanan (Y). Populasi penelitian ini adalah seluruh wajib pajak kendaraan bermotor tahun 2020 yang berjumlah 781.434 sedangkan sampel berjumlah 100 responden dengan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Korelasi Kendall’s Tau-b dan Regresi Ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pengembangan kapasitas dengan kualitas pelayanan di Kantor UPPD Samsat Banyumas. Hasil perhitungan analisis korelasi kendall Tau-b sebesar 0,513 dengan menunjukkan korelasi yang kuat dengan arah yang positif. Pada pengujian regresi ordinal menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 23,1 % - 33,5 % dan nilai sig 0,000 < 0,05. | Excellent service can occur when government officials have good quality and competence. Improving the quality of public organizations must start from a good recruitment system that is able to screen quality human resources, then develop through assignments and training that is educational in nature so that it is expected to be able to produce quality apparatus. The government targets that the level of education in government officials needs to be increased to improve the quality of human resources. But in reality, there are still employees who have a low level of education which can cause the quality of service to be not optimal. As happened at the Banyumas UPPD Samsat Office. Capacity building is one way that can be used to improve the quality of services provided. The study was conducted to determine the effect of capacity development on service quality at the Banyumas UPPD Samsat Office. This research was conducted using a quantitative method with the variables of capacity development (X) and service quality (Y). The population of this study were all motorized vehicle taxpayers in 2020, amounting to 781,434 while the sample consisted of 100 respondents by taking the sample using the accidental sampling technique. The analytical technique used in this study is the Kendall's Tau-b Correlation and Ordinal Regression. The results showed that there was a positive and significant effect between capacity development and service quality at the Banyumas UPPD Samsat Office. The results of the calculation of the Kendall Tau-b correlation analysis are 0.513 by showing a strong correlation in a positive direction. In the ordinal regression test, the regression coefficient value is 23.1% - 33.5% and the sig value is 0.000 <0.05. |