Home
Login.
Artikelilmiahs
38261
Update
NUR AISYAH DEWI KUSUMA
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN SUDUT INTERINSISAL DENGAN SUDUT VERTIKAL PADA PROFIL WAJAH CEMBUNG PASIEN ORTODONTI SUKU JAWA DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perawatan ortodonti merupakan perawatan yang bertujuan untuk memperbaiki posisi gigi dan rahang yang tidak normal sehingga dapat menghasilkan estetika wajah yang lebih baik. Koreksi gigi yang tidak normal dapat dilakukan dengan memperbaiki sudut interinsisal. Pola pertumbuhan wajah dalam arah vertikal dapat ditentukan melalui besarnya sudut vertikal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sudut interinsisal dengan sudut vertikal pada profil wajah cembung pasien ortodonti suku Jawa di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional. Sampel penelitian berupa sefalogram lateral yang diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sefalogram lateral yang digunakan berjumlah 33 dan diambil dari tiga lokasi penelitian. Sefalogram lateral ditapak di atas kertas kalkir kemudian dilakukan pengukuran sudut interinsisal dan sudut vertikal menggunakan analisis Steiner. Pengukuran dilakukan oleh dua orang operator dengan diawali validasi tracing dan uji Kappa terlebih dahulu. Hasil pengukuran didapatkan dari rerata pengukuran kedua operator. Data dianalisis menggunakan uji korelasi bivariat Pearson’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata sudut interinsisal adalah 115,30° dan termasuk dalam kategori inklinasi protrusif. Rerata sudut vertikal adalah 37,04° dan termasuk dalam tipe wajah hiperdivergen. Uji korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara sudut interinsisal dengan sudut vertikal pada pasien ortodonti suku Jawa dengan nilai p yaitu 0,432 (p>0,05). Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan sudut interinsisal dengan sudut vertikal pada profil wajah cembung pasien ortodonti suku Jawa di Kabupaten Banyumas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Orthodontic treatment aimed to fix the position of abnormal teeth and jaws to get better facial esthetics. Correction of abnormal teeth can be done by correcting interincisal angle. The pattern of facial growth in vertical direction can be determined by the size of vertical angle. The purpose of this study was to determine the relationship between interincisal angle and vertical angle on the convex facial profile of Javanese orthodontic patients in Banyumas Regency. This type of research was descriptive analytic with cross-sectional research design. The research sample was lateral cephalogram taken using a purposive sampling method based on inclusion and exclusion criteria. The 33 lateral cephalograms were taken from three research sites. The lateral cephalogram was traced on tracing paper then interincisal and vertical angles were measured using Steiner’s analysis. Measurement was carried out by two operators, starting with tracing validation and Kappa testing. The measurement results are obtained from average measurement of two operators. Data were analyzed using bivariate Pearson's correlation test. The results showed that the mean interincisal angle was 115,30° and included protrusive inclination category. The mean vertical angle was 37,04° and included hyperdivergent face type. The correlation test showed no relationship between interincisal angle and vertical angle in Javanese orthodontic patients with p value of 0,432 (p>0,05). This research concluded that there was no relationship between the interincisal angle and the vertical angle on the convex facial profile of Javanese orthodontic patients in Banyumas Regency.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save