Artikelilmiahs
Menampilkan 35.061-35.080 dari 49.893 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 35061 | 38305 | F1D017002 | Peran Elite Lokal dalam Pembangunan Desa Kajongan Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan | UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa mengkonstruksi kewenangan desa dalam pasal 18, yang meliputi kewenangan di bidang penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan adat istiadat Desa. Kewenangan dalam pembangunan kemudian menjadikan pembangunan sebagai ranah bagi elite lokal untuk berperan dan mencapai kepentingan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran elite lokal serta implikasi kepentingannya dalam hal pembangunan desa terkhusus di Desa Kajongan, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa elite lokal di Desa Kajongan yaitu Kepala Desa, Kepala Dusun, Ketua TPK, dan Tokoh masyarakat berperan besar dalam proses pembangunan. Peran yang dilakukan oleh elite lokal diantaranya: 1) Kepala Desa sebagai pengusung utama program Jalan Usaha Tani serta negosiator pada masyarakat yang terdampak program, melalui pertemuan rutin dengan masyarakat 2) Kepala Dusun dan Ketua TPK melakukan pendekatan pada masyarakat, memberikan edukasi mengenai program Jalan Usaha Tani melalui penyuluhan program secara berkala, 3) Tokoh masyarakat melakukan dialog melalui pertemuan sederhana dengan masyarakat. Pendekatan dan negosiasi yang dilakukan pada masyarakat, membuat masyarakat terkhusus yang terdampak program Jalan Usaha Tani menyetujui pelaksanaan program. Implikasi kepentingan yang ingin dicapai elite lokal yaitu terkait dengan simpati dari masyarakat desa sebagai hasil dari keberhasilan elite lokal menegosiasi masyarakat yang terdampak program pembangunan. Simpati besar tersebut kemudian dijadikan sebagai salah satu modal elite lokal mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat pada pemilihan kepala desa periode selanjutnya. Kata kunci: peran, elite lokal, pembangunan | Law No. 6/2014 in Article 18 concerning Village Authority includes the authority in the field of implementation of Village Government, implementation of Village Development, Village community development, and empowerment of Village community based on community initiatives, rights of origin, and Village customs. The autority in development makes development a realm for local elites to play a role and achieve certain interests. The present study aimed to determine the roles of local elites and the implications of their interests in village development, especially in Kajongan Village, Kajen Sub-district of Pekalongan Regency. The method used in this study was qualitative. The research finding suggested that local elites in Kajongan Village, namely the Village Chief, Hamlet Chief, Head of the Activity Implementation Team (TPK), and Community Leaders, played major roles in the development process. The roles include: 1) The Village Chief's role as the primary proponent of the Jalan Usaha Tani and the negotiator for the community affected by the program through regular meetings with the community; 2) The Hamlet Chief and the Head of TPK approached the community, provided education about the Jalan Usaha Tani program through regular program counseling; 3) Community Leaders conducted dialogues through simple meetings with the community. The approaches and negotiations with the community made the community, especially those affected by the Jalan Usaha Tani program, agreed to the program’s implementation. The implications of the interests that local elites want to achieve are related to the sympathy of the village community as a result of their successful negotiations with communities affected by the development program. The local elites utilized sympathy to gain the community's trust for the next village chief elections. Keywords: role, local elite, development | |
| 35062 | 38306 | I1B018048 | PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN CERITA BERGAMBAR TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA TENTANG UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DI SDN PESAWAHAN | Latar Belakang : Kurangnya pendidikan kesehatan bagi siswa tentang protokol kesehatan dalam pencegahan penularan Covid-19 di Sekolah Dasar Negeri Pesawahan dapat berisiko meningkatkan laju penyebaran Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media cerita bergambar terhadap tingkat pengetahuan dan sikap siswa tentang pencegahan penularan Covid-19. Metodologi : Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experiment dengan metode pretest-posttest with controlgroup design dengan jumlah sampel 72 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling dan menggunakan intrumen penelitian berupa buku cerita bergambar dan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis bivariat dengan menggunakan uji wilcoxon dan uji mann whitney. Hasil : Terdapat perbedaan pretest dan posttest tingkat pengetahuan pada kelompok intervensi (p = 0,000) namun tidak terdapat perbedaan pada kelompok kontrol (p = 0,112). Terdapat perbedaan pretest dan posttest sikap pada kelompk intervensi (p = 0,008) namun tidak terdapat perbedaan pada kelompok kontrol (p = 0,378). Terdapat peningkatan rata-rata tingkat pengetahuan siswa setelah pemberian buku cerita bergambar (p = 0,002). Terdapat peningkatan rata-rata sikap siswa setelah pemberian buku cerita bergambar (p = 0,041). Kesimpulan : Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media cerita bergambar terhadap tingkat pengetahuan dan sikap siswa Sekolah Dasar tentang pencegahan penularan Covid-19. | Background: Lack of health education for elementary school students about health protocols in preventing the transmission of Covid-19 at SDN Pesawahan could be at risk of increasing the rate of spread of Covid-19. The purpose of this study was to determine the effect of health education using comic books on the level of knowledge and attitudes of students about prevention of Covid-19 transmission. Methodology: This study used a quasi experimental design with a pretest-posttest method with a control group design with a sample of 72 respondents who were selected using a stratified random sampling technique and used research instruments in the form of picture story books and questionnaires. Data was analyzed with the wilcoxon test and mann whitney. Results: There was a difference in the pretest and posttest levels of knowledge in the intervention group (p = 0.000) but there was no difference in the control group (p = 0.112). There was a difference in pretest and posttest attitudes in the intervention group (p = 0.008) but there was no difference in the control group (p = 0.378). There was an increase in the average level of students' knowledge after giving picture story books (p = 0.002). There was an increase in the average attitude of students after giving picture story books (p = 0.041). Conclusion : There is an effect of health education using picture stories on the level of knowledge and attitudes of elementary school students abaout preventing the transmission of Covid-19. | |
| 35063 | 38307 | C1C018063 | Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan kredit usaha mikro dan kecil di masa pandemi covid-19 | Pengambilan kredit oleh pelaku usaha mikro dan kecil saat ini mengalami peningkatan. Hal ini merupakan imbas karena adanya pandemi yang menyebabkan penurunan pada omset pendapatan sehingga para pelaku usaha mikro dan kecil mengalami kehabisan modal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat suku bunga, kualitas pelayanan, jaminan, dan lokasi terhadap pengambilan keputusan kredit usaha mikro dan kecil. Populasi dalam penelitian ini adalah usah amikro dan kecil di kabupaten Banyumas. Sampel dalam penelitian ini 100 usaha mikro dan 98 usaha kecil. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuisioner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat suku bunga (SB), kualitas pelayanan (KL), jaminan (JM) berpengaruh berpengaruh terhadap pengambilan keputusan kredit usaha mikro dan kecil pada masa pandemi Covid-19; sedangkan lokasi (LK) tidak berpengaruh memperbesar pengambilan keputusan kredit usaha mikro dan kecil pada masa pandemi Covid-19. Implikasi dari kesimpulan dalam penelitian ini ialah tingkat suku bunga, kualitas pelayanan, dan jaminan akan mempengaruhi pengambilan keputusan kredit usaha mikro dan kecil. Penelitian ini membuktikan bahwa keyakinan seseorang yang memahami dan memperhatikan tingkat suku bunga, kualitas pelayanan, dan jaminan dapat mempengaruhi pengambilan keputusan kredit usaha mikro dan kecil di tengah Pandemi Covid-19. Kata kunci: Tingkat Suku Bunga, Kualitas Layanan, Jaminan, Lokasi, Pengambilan Keputusan Kredit. | Credit taking by micro and small businesses is currently experiencing an increase. This is an impact due to the pandemic which has caused a decrease in income turnover so that micro and small business actors experience a run out of capital. This study aims to determine the effect of interest rates, service quality, collateral, and location on the decision making of micro and small business loans. The population in this study are micro and small businesses in Banyumas district. The samples in this study were 100 micro businesses and 98 small businesses. The data collection technique in this study is a questionnaire. The results of this study indicate that interest rates (SB), service quality (KL), guarantees (JM) have an effect on making decisions on micro and small business loans during the Covid-19 pandemic; while location (LK) had no effect on increasing decision making for micro and small business loans during the Covid-19 pandemic. The implication of the conclusions in this study is that interest rates, service quality, and guarantees will influence the decision making of micro and small business loans. This research proves that a person's belief in understanding and paying attention to interest rates, service quality, and guarantees can influence decision making for micro and small business loans amid the Covid-19 Pandemic. Keywords: Interest Rate, Service Quality, Collateral, Location, Credit Decision Making. | |
| 35064 | 45312 | D1A020067 | Pengaruh Suplementasi Fitogenik Pada Ayam Niaga Petelur Terhadap Bobot Telur, Egg Mass, dan Bobot Kerabang Telur | Penelitian “Pengaruh Suplementasi Fitogenik Pada Ayam Niaga Petelur Terhadap Bobot Telur, Egg Mass, Dan Bobot Kerabang Telur” telah dilaksanakan pada tanggal 10 Juli – 27 Agustus 2023. Penelitian suplementasi fitogenik bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung bawang putih, sambiloto, dan jahe terhadap bobot telur, egg mass, dan bobot kerabang telur pada ayam niaga petelur. Penelitian ini berlokasi di Experimental Farm, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi dan bahan penelitian terdiri atas ayam niaga petelur strain Hy-line brown umur 50 minggu, tepung bawang putih, tepung sambiloto, tepung jahe. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yang terdiri atas P0 (kontrol), P1 (pakan basal + 2% tepung bawang putih), P2 (pakan basal + 2% tepung sambiloto), P3 (pakan basal + 2% tepung jahe), dan P4 (pakan basal + 2% tepung bawang putih, sambiloto, dan jahe) dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Data penelitian dianalisis dengan analisis variansi (ANAVA). Hasil data rataan bobot telur 63,8 ± 0,68 sampai dengan 66,8 ± 1,72, egg mass 58,5 ± 2,81 sampai dengan 59,3 ± 3,32, dan bobot kerabang telur 8,3 ± 0,38 sampai dengan 8,9 ± 0,44. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa pemberian tepung bawang putih, sambiloto, dan jahe berpengaruh tidak nyata terhadap bobot telur, egg mass, dan bobot kerabang. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa suplementasi fitogenik dapat mempertahankan bobot telur, egg mass, dan bobot kerabang telur pada ayam niaga petelur umur 50 minggu. | The research "The Effect of Phytogenic Supplementation in Laying Commercial Chickens on Egg Weight, Egg Mass, and Egg Shell Weight" was carried out on July 10 - August 27 2023. The aim of the phytogenic supplementation research was to determine the effect of garlic flour, bitter and ginger on egg weight, egg mass, and egg shell weight in laying commercial hens. This research is located at the Experimental Farm, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research material consisted of 50 week Hy-line brown strain commercial laying hens, garlic flour, bitter flour, ginger flour. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments consisting of P0 (control), P1 (basal feed + 2% garlic flour), P2 (basal feed + 2% bitter flour), P3 (basal feed + 2% flour ginger), and P4 (basal feed + 2% garlic flour, bitter and ginger) with each treatment repeated 5 times. Research data was analyzed using analysis of variance (ANOVA). Data results mean egg weight 63.8 ± 0.68 to 66.8 ± 1.72, egg mass 58.5 ± 2.81 to 59.3 ± 3.32, and egg shell weight 8.3 ± 0 .38 to 8.9 ± 0.44. The results of the analysis of variance showed that the administration of garlic flour, bitter and ginger had no significant effect on egg weight, egg mass and shell weight. This research can be concluded that phytogenic supplementation can maintain egg weight, egg mass and egg shell weight in 50 week laying commercial hens. | |
| 35065 | 38308 | C2A019017 | Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus terhadap Ketimpangan Pendapatan dan Pengangguran Terbuka di Provinsi Jawa Barat Periode 2013-2020 | Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif tentang ketimpangan pendapatan dan pengangguran terbuka. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus Terhadap Ketimpangan Pendapatan dan Pengangguran Terbuka di Provinsi Jawa Barat Periode 2013-2020”. Masalah penelitian ini adalah adanya indikasi penggunaan dan pengalokasian Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus yang belum optimal dan belum efektif dalam mengatasi masalah ketimpangan pendapatan dan pengangguran terbuka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendapatan asli daerah, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus terhadap ketimpangan pendapatan dan pengangguran terbuka di Provinsi Jawa Barat periode 2013-2020. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Jawa Barat dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda dan analisis asumsi klasik dengan pendekatan General Least Square menunjukan bahwa: (1) Pendapatan Asli Daerah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Jawa Barat, (2) Dana Alokasi Umum berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Jawa Barat, (3) Dana Alokasi Khusus berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Jawa Barat, (4) Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengangguran terbuka di Provinsi Jawa Barat, (5) Dana Alokasi Umum berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran terbuka di Provinsi Jawa Barat dan (6) Dana Alokasi Khusus berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengangguran terbuka di Provinsi Jawa Barat. Implikasi dari kesimpulan di atas, yaitu dalam upaya untuk menurunkan ketimpangan pendapatan dan pengangguran terbuka, pemerintah Provinsi Jawa Barat (1) dapat melakukan penerapan tarif pajak tinggi bagi masyarakat berpenghasilan tinggi, (2) peningkatan skala usaha kecil dan menengah dan (3) memberikan peluang pekerjaan lewat investasi yang menyerap tenaga kerja besar. | This associative research with a quantitative approach to the investigation of income inequality and open unemployment. The analysis of the effects of Local Governmental Incomes, General Allocation Funding and Special Allocation Funding on Income Gap and Open Unemplyoment in West Java Province: A Panel Data Analysis from 2013 to 2020. The gap of this study is driven by the indication that the use and distribution of Local Govermental Incomes, General Allocation Funds and Specific Allocation Funds showed its less optimal indication and meaningful effective to overcome income gap and unemployment problems. The purpose of this study was to determine the effect of regional original income, general allocation funds, and special allocation funds on income inequality and open unemployment in West Java Province for the period 2013-2020. The data used in this study included secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics of West Java and the Directorate General of Fiscal Balance. Based on the data analysis using multiple linear regression analysis and classical assumption analysis with the General Least Square approach, the findings show that: (1) Regional Original Income had a negative and significant effect on income inequality in West Java Province, (2) General Allocation Funds had an effect on the negative and not significant impact on income inequality in West Java Province, (3) Special Allocation Funds had a positive and significant effect on income inequality in West Java Province, (4) Regional Original Income had a positive and significant effect on open unemployment in West Java Province, (5) The General Allocation Fund had a negative and significant effect on open unemployment in West Java Province and (6) the Special Allocation Fund had a positive and significant effect on open unemployment in West Java Province. The implication of the study leads to an effort to reduce income inequality and open unemployment, and consequently the West Java Provincial government can: (1) implement high tax rates for high-income people, (2) increase the scale of small and medium enterprises and (3) provide opportunities jobs through investments that absorb large labor. | |
| 35066 | 38309 | F1D018026 | KEKUASAAN DAN RESISTENSI DALAM FILM “SPOTLIGHT”: Representasi Perlawanan Pers terhadap Dominasi Gereja Katolik di Boston, Amerika Serikat | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan bentuk kekuasaan dan resistensi gereja Katolik yang ditelusuri melalui film Spotlight serta mengetahui dan menjelaskan kekuasaan dan resistensi tersebut merepresentasikan perlawananan pers terhadap dominasi gereja Katolik di Boston, Amerika Serikat. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan semiotika dalam bingkai perspektif pascastrukturalis dan paradigma dekonstruksionisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa terdapat kekuasaan dan resistensi dalam film Spotlight yang direpresentasikan dari adanya dominasi gereja Katolik dan perlawanan yang dilakukan pers terhadap dominasi tersebut. Lahirnya resistensi ini tak terlepas dari relasi antara kekuasaan dengan resistensi yang tak dapat dipisahkan, di mana ada kekuasaan di sana pula terdapat anti-kekuasaan atau resistensi. Kekuasaan dalam konteks ini dimaknai secara halus dan luas yang tercermin dari kekuasaan dimaknai produktif hingga dapat melahirkan pengetahuan. Lahirnya pengetahuan ini karena adanya ketimpangan kekuasaan, di mana terdapat posisi superior dan inferior. Ketimpangan tersebut juga dapat terlihat dalam kehidupan beragama antara para pemuka agama dengan penganutnya hingga menimbulkan dominasi agama. Terlebih, sistem indoktrinasi di dalam agama ini berusaha mengontrol pikiran yang membuat kekuasaan yang ada semakin besar dan absolut hingga melahirkan resistensi. Hal tersebut merefleksikan bahwa film yang merupakan bagian dari kajian cultural studies bukan hanya sebagai media hiburan, tetapi juga dapat membongkar praktik kekuasaan, dominasi, ideologi melalui simbol atau tanda. | This research article aims to understand and describe the form of power and resistance of the Catholic church, which is traced through the film Spotlight, and to know and explain how this power and resistance represent the press' resistance to the domination of the Catholic church in Boston, United States of America. By using qualitative methods and semiotic approaches within the framework of poststructuralist perspectives and the deconstructionist paradigm, the results of this research reveal that there is power and resistance in the film Spotlight, which is represented by the dominance of the Catholic church and the resistance by the press against this dominance. The inception of this resistance is inseparable from the relationship between power and resistance, which cannot be separated; where there is power, there is also anti-power or resistance. Power in this context is interpreted in a subtle and broad sense, which is reflected in the meaning of "power," which is productive so that it can give inception to knowledge. The inception of this knowledge is due to an imbalance of power where there are superior and inferior positions. This inequality can also be seen in religious life between religious leaders and their adherents, causing religious dominance. Moreover, the system of indoctrination in this religion tries to control the mind, which makes the existing power bigger and more absolute, so that it creates resistance. This reflects the fact that film, which is part of the study of cultural studies, is not only a medium of entertainment but can also dismantle the practice of power, dominance, and ideology through symbols or signs. | |
| 35067 | 38310 | F1D018004 | PENGARUH TERPAAN MEDIA TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI POLITIK PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI KECAMATAN CIPUTAT TIMUR KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN 2020 | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh terpaan media terhadap tingkat partisipasi politik di Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan tahun 2020. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena media elektronik (televisi) dan media cetak (surat kabar) sebagai sumber berita utama dalam beberapa isu, termasuk isu politik Pilkada tahun 2020 di Kota Tangerang Selatan, seperti pemberitaan isu dinasti politik, serta isu salah satu kandidat, serta tingkat partisipasi politik masyarakat Kecamatan Ciputat Timur yang rendah, selain itu Ciputat Timur menjadi kecamatan dengan tingkat partisipasi terendah kedua di Kota Tangerang Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik convenience sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 123.726 yang merupakan jumlah warga Kecamatan Ciputat Timur yang terdaftar DPT pada saat Pilkada Kota Tangerang Selatan Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan tingkat kesalahan sebesar 5%, sehingga menghasilkan sampel sebanyak 398 responden. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi dan penyebaran kuesioner kepada responden yang telah ditetapkan sebagai sampel penelitian. Lebih lanjut, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji linearitas, analisis korelasi pearson dan analisis regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil penelitiannya, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara terpaan media terhadap tingkat partisipasi politik masyarakat Kecamatan Ciputat Timur Tahun 2020 yakni sebesar 56,4%. Berdasarkan hasil tersebut, maka pengaruh antara terpaan media terhadap tingkat partisipasi politik masuk ke dalam kategori hubungan yang kuat, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin media menerpa seorang kandidat maka akan semakin besar pula pengaruhnya terhadap partisipasi politik masyarakat. | This research article aims to determine whether or not there is an influence of media exposure on the level of political participation in Ciputat Timur District, South Tangerang City, in 2020. This research is motivated by the phenomenon of electronic media (television) and print media (newspapers) as the main news sources in several issues, including the political issue of the 2020 Pilkada in South Tangerang City, such as reporting on the issue of a political dynasty as well as the issue of one of the candidates, as well as the low level of political participation of the people of Ciputat Timur District, besides the fact that East Ciputat is the sub-district with the second lowest participation rate in Tangerang City South. The method used in this research is a quantitative research method. The sampling technique used is convenience sampling. The total population in this study was 123,726, which is the number of residents of East Ciputat District who were registered with the DPT during the 2020 South Tangerang City Election. This study used an error rate of 5%, resulting in a sample of 398 respondents. The data collection technique in this study used the observation method and involved distributing questionnaires to respondents who had been determined to be the research sample. Furthermore, the data analysis techniques used in this study were validity testing, reliability testing, a normality test, a linearity test, Pearson correlation analysis, and simple linear regression analysis. Based on the results of his research, it shows that there is a significant influence between media exposure and the level of political participation of the people of East Ciputat District in 2020, namely 56.4%. Based on these results, the influence of media exposure on the level of political participation falls into the category of a strong relationship, so it can be concluded that the more the media hits a candidate, the greater its influence on people's political participation. | |
| 35068 | 38311 | C1C018047 | Pengaruh Akuntabilitas, Kompetensi, dan Profesionalisme Auditor terhadap Kualitas Audit dengan Etika sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiri Pada Kantor Akuntan Publik di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan) | Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh akuntabilitas, kompetensi dan profesionalisme terhadap kualitas audit dengan menggunakan etika sebagai variabel moderasi. Subjek pada penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, dan pengambilan sampel menggunakan teknik convenience random sampling sebesar 100 responden. Metode pengujian yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dan analisis regresi moderasi. Hasil penelitian ini menunjukan: (1) Akuntabilitas berpengaruh positif terhadap kualitas audit, (2) Kompetensi berpengaruh positif terhadap kualitas audit, (3) Profesionalisme berpengaruh positif terhadap kualitas audit, (4) Etika tidak memperkuat hubungan akuntabilitas terhadap kualitas audit, (5) Etika tidak memperkuat hubungan kompetensi terhadap kualitas audit dan (6) Etika tidak memperkuat hubungan profesionalisme terhadap kualitas audit. Implikasi pada penelitian ini yaitu diharapkan dapat menjadi refrensi untuk penelitian selanjutnya, dan untuk auditor diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan faktor-faktor yang memengaruhi kualitas audit. | The purpose of this study is to analyze the effect of accountability, competence and professionalism on audit quality by using ethics as a moderating variable. The subjects in this study were auditors who worked at Public Accounting Firms in Central Jakarta and South Jakarta. This type of research is a quantitative research. This study uses data collection techniques by distributing questionnaires. The population in this study were all auditors who worked at Public Accounting Firms located in the areas of Central Jakarta and South Jakarta, and the sample was taken using convenience random sampling technique of 100 respondents. The test method used in this study is multiple linear regression analysis and moderated regression analysis. The results of this study indicate: (1) Accountability has a positive effect on audit quality, (2) Competence has a positive effect on audit quality, (3) Professionalism has a positive effect on audit quality, (4) Ethics does not strengthen the relationship of accountability to audit quality, (5) Ethics does not strengthen the relationship of competence to audit quality and (6) Ethics does not strengthen the relationship of professionalism to audit quality. The implication of this research is that it is expected to be a reference for further research, and for auditors it is hoped that this research can improve the factors that affect audit quality. | |
| 35069 | 44843 | F1B018080 | MANAJEMEN PELAYANAN VAKSINASI BOOSTER 2 COVID-19 DI PUSKESMAS 2 TAMBAK KABUPATEN BANYUMAS | Pemerintah Indonesia telah melakukan banyak langkah-langkah dan kebijakan untuk mengatasi permasalahan pademi Covid-19 ini, di antaranya adalah karantina mandiri, PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), Makro dan Mikro, Vaksinasi tahap 1, tahap 2, dan yang terbaru dan masih berlangsung adalah pemberian vaksin booster atau vaksin tahap ketiga. Dampa wabah Covid-19 yang tumbuh secara cepat ini memerlukan tanggapan yang sifatnya reaktif. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan fungsifungsi manajemen dalam pelayanan vaksinasi booster Covid-19 di Puskesmas 2 Tambak dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19. Pada penelitian ini metode yang dipakai adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengetahui fungsi-fungsi manajemen pelayanan vaksinasi booster Covid- 19 di Puskesmas 2 Tambak. Melalui Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Penanggulangan Pandemi COVID-19, Pemerintah menargetkan agar vaksin dapat memenuhi cakupan minimal 181,55 juta orang (70%) dari populasi masyarakat Indonesia. Penerapan vaksinasi membutuhkan kesadaran kolektif dari semua pihak, terutama di tengah masyarakat agar pandemi dapat terkendali. Sasaran dalam penelitian ini mencakup pihak yang terlibat dalam pelayanan vaksinasi booster Covid-19 di Puskesmas 2 Tambak, yaitu Kepala Puskesmas 2 Tambak dan ketua Pokja Perencanaan. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dalam penyelenggaraan vaksinasi booster masih berjalan dengan mengutamakan SOP yang sudah ditetapkan, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengumpulan sumber daya, pengarahan dan pengawasan. Faktor yang membutuhkan perhatian khusus adalah dari segi pengorganisasian dan pengumpulan sumber daya yang masih serba terbatas. | The Indonesian government has taken many steps and policies to overcome the Covid 19 pandemic problem, including self-quarantine, PSBB (Large-Scale Social Restrictions), PPKM (Imposition of Restrictions on Community Activities), Macro and Micro, Vaccination stage 1, stage 2, and the latest and still ongoing is the provision of booster vaccines or third stage vaccines. The impact of the rapidly growing Covid-19 outbreak requires a reactive response. The purpose of this study is to determine and describe how the implementation of management functions in the Covid-19 booster vaccination service at Puskesmas 2 Tambak in an effort to overcome the Covid-19 pandemic. In this research, the method used is descriptive qualitative with a case study approach to determine the management functions of the Covid-19 booster vaccination service at Puskesmas 2 Tambak. Through Presidential Regulation Number 99 of 2020 concerning Vaccine Procurement and Vaccination Implementation in Countering the COVID-19 Pandemic, the Government targets that vaccines can meet the coverage of at least 181.55 million people (70%) of the Indonesian population. The implementation of vaccination requires collective awareness from all parties, especially in the community so that the pandemic can be controlled. The targets in this study include those involved in the Covid-19 booster vaccination service at Puskesmas 2 Tambak, namely the Head of Puskesmas 2 Tambak and the head of the Planning Working Group. The results showed that the implementation of management functions in the implementation of booster vaccination is still running by prioritizing the established SOPs, starting from planning, organizing, gathering resources, directing and supervising. Factors that require special attention are in terms of organizing and collecting resources which are still very limited. Keywords: management, public services, health center, vaccine. | |
| 35070 | 38314 | C2C020022 | PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN, KEPERCAYAAN DAN PERSEPSI RISIKO TERHADAP LOYALITAS PASIEN PADA RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN IBU PURBALINGGA | Tujuan Kesehatan merupakan sektor yang sangat penting dalam menghadapi wabah pandemi ini. Rumah Sakit merupakan penyelenggara kesehatan tingkat lanjut yang juga memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat berat dan Rumah Sakit dituntut untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat untuk mengatasi wabah pandemi. Pelayanan kesehatan yang berkualitas juga diharapkan menjadi solusi atas dampak pandemi terhadap rumah sakit. Dalam penelitian ini, penulis menilai hubungan antara kualitas layanan yang terdiri dari tiga dimensi, kualitas proses, kualitas interaksi, kualitas lingkungan, serta kepercayaan pelanggan dan loyalitas pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas proses berpengaruh positif terhadap kepercayaan pasien, Kualitas Interaksi berpengaruh positif terhadap kepercayaan pasien, Kualitas Lingkungan berpengaruh positif terhadap kepercayaan pasien, dan Kepercayaan pasien berpengaruh positif terhadap loyalitas pasien. Tulisan ini menganalisis dimensi kualitas pelayanan, budaya organisasi yang otoriter dan kesempatan kerja eksternal terhadap turnover di RS Harapan Ibu Purbalingga. Responden dalam penelitian ini adalah 105 pasien yang telah dirawat di rumah sakit selama lebih dari 24 jam. Metode pengumpulan data dilakukan melalui angket dengan menggunakan skala likert, menggunakan google form. Dalam penelitian ini analisis data menggunakan SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas layanan yang terdiri dari tiga dimensi, kualitas proses, kualitas interaksi, kualitas lingkungan fisik, memiliki hubungan yang kuat dengan kepercayaan pelanggan dan loyalitas pelanggan. Variabel kualitas proses memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,918 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 dan t hitung 3,814 > t tabel 1,984, sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas proses berpengaruh positif terhadap kepercayaan pasien. Variabel kualitas interaksi memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,585 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 dan t hitung 10,349 > t tabel 1,984, sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas interaksi berpengaruh positif terhadap kepercayaan pasien. Variabel kualitas lingkungan memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,152 dengan signifikansi 0,132 > 0,05 dan t hitung 1,519 < t tabel 1,984, sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas lingkungan tidak berpengaruh positif terhadap kepercayaan pasien. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel kepercayaan pasien memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,839 dengan a Keunggulan Daya Saing Berkelanjutan Internasional 2021 signifikansi 0,000 < 0,05 dan t hitung 17,056 > t tabel 1,984, sehingga dapat disimpulkan kepercayaan pasien berpengaruh positif terhadap loyalitas pasien. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi manajemen untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas lebih lanjut, pada dimensi-dimensi yang ada. Khususnya pada dimensi lingkungan menjadi perhatian untuk memperhatikan hal-hal yang dapat menambah kualitas agar berbeda dengan rumah sakit lain, meningkatkan fasilitas dan peralatan guna meningkatkan kepercayaan pasien terhadap rumah sakit. Implikasi teoritis dari penelitian ini membuktikan bahwa kualitas hasil pelayanan , interaksi dan kualitas lingkungan berpengaruh terhadap kepercayaan , dan akan mempengaruhi loyalitas pelanggan . Penelitian ini masih perlu dikembangkan dan memiliki kelemahan seperti dimensi kualitas lingkungan apa yang berpengaruh terhadap loyalitas, apakah ada faktor dimensi lain yang mempengaruhi kepercayaan, dan apakah ada faktor lain yang juga menghambat atau mendorong loyalitas pelanggan. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan; kepercayaan pelanggan; loyalitas pelanggan dan rumah sakit. | Purpose Health is a very important sector in dealing with this pandemic outbreak. Hospitals are advanced health providers who also have very heavy duties and responsibilities and Hospitals are required to improve the quality of health services to the community to cope with the pandemic outbreak. Good quality health services are also expected to be a solution to the impact of the pandemic on hospitals. In this study, the authors assess the relationship between service quality which consists of three dimensions, process quality, interaction quality, environment quality, and customer trust and customer loyalty. The Result shown that ,The process quality outcomes has a positive effect on patient trust , Interaction Quality has a positive effect on patient trust , Environmental Quality has a positive effect on patient trust , and Patient trust has a positive effect on patient loyalty.The purpose of this paper is to analized service quality dimen , authoritarian organizational culture and external job opportunities on turnover at Harapan Ibu Purbalingga hospital. Respondents in this study were 105 patients , who have been hospitalized for more than 24 hour. The method of data collection is done through questionnaire using likert scale, using google form . In this study data analysis using SPSS . The results of the analysis show that service quality which consists of three dimensions, process quality , interaction quality, physical environment quality,have strong relation with customer trust and customer loyalty. Process quality variable has a regression coefficient value of 0.918 with a significance of 0.000 <0.05 and t count 3.814 > t Table 1.984, so it can be concluded that process quality has a positive effect on patient trust. The interaction quality variable has a regression coefficient value of 0.585 with a significance of 0.000 <0.05 and t count 10.349 > t Table 1.984, so it can be concluded that interaction quality has a positive effect on patient trust. The environmental quality variable has a regression coefficient value of 0.152 with a significance of 0.132 > 0.05 and t count 1.519 < t Table 1.984, so it can be concluded that environmental quality has no positive effect on patient trust.The results of the regression analysis show that the patient trust variable has regression coefficient value of 0.839 with a Keunggulan Daya Saing Berkelanjutan Internasional 2021 significance of 0.000 <0.05 and t count 17.056 > t Table 1.984, so it can be concluded that patient trust has a positive effect on patient loyalty. The results of this study are expected to be a reference for management to make further improvements and quality improvements , on the existing dimensions . Especially in the environmental dimension, it is a concern to pay attention to things that can add quality to make it different from other hospitals, improve facilities and equipment in order to increase patient confidence in the hospital. The theoretical implication of this research proves that the quality of service results , interaction and environmental quality have an effect on trust , and will affect customer loyalty . This research still needs to be developed and has weaknesses such as what dimensions of environmental quality have an influence on loyalty, are there other dimension factors that affect trust, and are there other factors that also inhibit or encourage customer loyalty. Keywords : Service Quality; customer trust; customer loyalty and hospital . | |
| 35071 | 38003 | B1A018089 | Optimasi Konsentrasi Glukosa dan Waktu Inkubasi terhadap Pertumbuhan Lentinula edodes serta Deteksi Metabolit Sekunder yang Dihasilkan | Jamur shiitake (Lentinula edodes) adalah salah satu jamur pangan (edible mushroom) yang dikenal memiliki manfaat sebagai obat. Jamur L. edodes mengandung metabolit bioaktif terutama metabolit sekunder seperti alkaloid, terpenoid, dan flavonoid yang dapat berpotensi sebagai antikanker, antikolesterol, dan antibakteri. Pertumbuhan miselium dan produksi metabolit bioaktif jamur dapat dipengaruhi oleh komposisi medium seperti konsentrasi glukosa. Waktu inkubasi yang optimal juga dapat mendorong peningkatan pertumbuhan miselium dan produksi metabolit pada jamur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi glukosa dan waktu inkubasi yang optimal terhadap pertumbuhan miselium jamur L. edodes ditinjau dari bobot kering miseliumnya serta golongan senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola faktorial (RAL faktorial) dengan dua faktor yang dilakukan dalam tiga kali pengulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi glukosa (G) dengan empat taraf yaitu 10 g/L (G1), 20 g/L (G2), 30 g/L (G3), dan 40 g/L (G4). Faktor kedua adalah waktu inkubasi (W) dengan empat taraf yaitu 15 hari (W1), 20 hari (W2), 25 hari (W3), dan 30 hari (W4). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas yaitu konsentrasi glukosa dan waktu inkubasi. Variabel terikat yaitu pertumbuhan miselium jamur dan produksi metabolit sekunder. Parameter utama yang diamati dalam penelitian ini adalah bobot kering miselium dan golongan senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan. Parameter pendukungnya yaitu pH akhir medium pertumbuhan. Data bobot kering miselium yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95%, dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil Uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) pada ekstrak miselium dan filtrat kultur dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi glukosa yang optimal untuk pertumbuhan miselium L. edodes adalah 40 g/L dan waktu inkubasi yang optimal adalah 25 hari. Hasil uji Kromatografi Lapis Tipis pada ekstrak miselium dan filtrat medium L. edodes ditemukan adanya senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, terpenoid, dan flavonoid. | Shiitake mushroom (Lentinula edodes) is one of the edible mushrooms which is known to have benefit as a medicine. L. edodes mushrooms contain bioactive metabolites, especially secondary metabolites such as alkaloids, terpenoids, and flavonoids that have the potentials as anti-cancer, anti-cholesterol, and anti-bacterial. The growth of mycelium and the production of mushroom bioactive metabolites can be affected by the composition of the medium such as glucose concentration. Optimal incubation time can also encourage the growth of mycelium and the production of metabolites in mushrooms. The purpose of this study is to determine the optimal concentration of glucose and incubation time for the growth of the mycelium of the L. edodes mushrooms in terms of the dry weight of the mycelium and the class of secondary metabolites produced. The research method that has been used is the experimental method. The experimental design used was a completely randomized design with a factorial pattern (factorial CRD) with two factors carried out in three repetitions. The first factor was glucose concentration (G) with four levels, namely 10 g/L (G1), 20 g/L (G2), 30 g/L (G3), and 40 g/L (G4). The second factor was incubation time (W) with four levels, namely 15 days (W1), 20 days (W2), 25 days (W3), and 30 days (W4). The variables used in this study are independent variables and dependent variables. The independent variables were glucose concentration and incubation time. The dependent variables were the mycelium growth of mushrooms and the production of secondary metabolites. The main parameters observed in this study were the dry weight of the mycelium and the class of secondary metabolites produced. The supporting parameter was the final pH of the growth medium. Data of the growth of mycelium weight obtained were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at a 95% confidence level, followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Thin Layer Chromatography (TLC) test results on the mycelium extract and culture filtrate were analyzed descriptively. The results of this study show that the optimal glucose concentration for the growth of mycelium L. edodes was 40 g/L and the optimal incubation was 25 days. The results of Thin Layer Chromatography test on mycelium extract and medium filtrate of L. edodes found the presence of secondary metabolites, namely alkaloids, terpenoids, and flavonoids. | |
| 35072 | 38315 | F1D018016 | PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI TERHADAP PARTISIPASI POLITIK BURUH INDUSTRI PADA PEMILIHAN WALIKOTA DI 3 (TIGA) KELURAHAN KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG TAHUN 2020 | Artikel ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh status sosial ekonomi kelompok buruh industri terhadap tingkat partisipasi politik masyarakat di Kecamatan Mijen pada Pemilihan Walikota Kota Semarang tahun 2020. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik convenience sampling. Jumlah populasi di dalam penelitian ini sebanyak 16.644 orang dengan margin of error 10% sehingga sampel yang diambil setelah menggunakan rumus slovin sebanyak 99 responden. Teknik pengambilan data di dalam penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan kuesioner kepada responden. Selanjutnya, untuk melakukan analisis data, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji linearitas, analisis korelasi pearson, dan analisis regresi linear sederhana. Hasil hubungan antara variabel status sosial ekonomi dengan partisipasi politik melalui perhitungan Korelasi Pearson didapat angka 0,265 yang merupakan hubungan yang rendah dengan arah hubungan yang positif, serta R Square menunjukkan angka 0,070 yang artinya pengaruh status sosial ekonomi terhadap tingkat partisipasi politik sebesar 7% dari 100% sedangkan sisanya, yakni 93% partisipasi politik dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diteliti di dalam penelitian ini. Pada uji signifikansi yang didapat dari analisis Korelasi Pearson nilai sig sebesar 0,008, kurang dari 5% bisa diartikan sebagai kedua variabel tersebut saling berkorelasi dengan arah yang positif. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pengaruh status sosial ekonomi terhadap partisipasi politik sebesar 7% dengan demikian pengaruhnya masuk ke dalam pengaruh rendah. | This article aims to find out whether there is any influence of the socio-economic status of industrial workers' groups on the level of political participation of the people in Mijen District in the 2020 Semarang City Mayor Election. The method used in this research is a quantitative method. The sampling technique used is convenience sampling technique. The total population in this study was 16,644 people with a 10% margin of error so that the sample taken after using the slovin formula was 99 respondents. Data collection techniques in this study were carried out by giving questionnaires to respondents. Furthermore, to perform data analysis, the data analysis techniques used in this study were validity test, reliability test, normality test, linearity test, Pearson correlation analysis, and simple linear regression analysis. The results of the relationship between the variables of socio-economic status and political participation through Pearson Correlation calculations obtained the number 0.265 which is a low relationship with a positive relationship direction, and R Square shows the number 0.070 which means the influence of socio-economic status on the level of political participation is 7% of 100%. while the rest, namely 93% political participation is influenced by other variables not examined in this study. In the significance test obtained from the Pearson Correlation analysis, a sig value of 0.008, less than 5% can be interpreted as the two variables are mutually correlated in a positive direction. Based on the results of the analysis it is known that the influence of socio-economic status on political participation is 7%, thus the influence is included in the low influence. | |
| 35073 | 43957 | J1D020023 | KOMPARASI PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA DALAM FILM KELUARGA CEMARA 1 DAN 2 PRODUKSI VISINEMA PICTURES | Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelanggaran prinsip kesantunan yang digunakan para tokoh dalam film Keluarga Cemara 1 dan 2 serta perbandingan diantara keduanya. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian adalah kurangnya kesantunan berbahasa saat berkomunikasi yang salah satunya disebabkan oleh film yang ditontonnya. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori prinsip kesantunan berbahasa menurut Leech (2015). Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi komparatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian berupa tuturan tokoh yang mengandung pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa. Sumber data dalam penelitian adalah film Keluarga Cemara 1 dan 2. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap dan catat. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pada film Keluarga Cemara 1 terdapat empat maksim yang dilanggar diantaranya maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, serta pemufakatan, sedangkan pada film Keluarga Cemara 2 terdapat lima maksim yang dilanggar meliputi maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, pemufakatan, serta kesimpatian. Oleh karena itu, dapat ditarik simpulan bahwa film Keluarga Cemara 1 lebih santun daripada sequelnya. | This study aims to describe the violation of politeness principles used by the characters in Keluarga Cemara 1 and 2 and the comparison between them. The problem behind the research is the lack of language politeness when communicating, one of which is caused by the movies they watch. The theoretical basis used in this research is the theory of language politeness principles according to Leech (2015). The form of this research is qualitative research with descriptive comparative study method. The research data is in the form of characters' utterances that contain violations of the principles of language politeness. The data source in the research is Keluarga Cemara 1 and 2 movies. The data collection method uses the listening method with the techniques of free listening and note taking. The results of data analysis show that in Keluarga Cemara 1 there are four maxims that are violated including the maxims of wisdom, generosity, respect, and agreement, while in Keluarga Cemara 2 there are five maxims that are violated including the maxims of wisdom, generosity, respect, agreement, and sympathy. Therefore, it can be concluded that Keluarga Cemara 1 is more polite than its sequel. | |
| 35074 | 38266 | D2A021013 | DEVELOPMENT OF CHEESE AS A FUNCTIONAL FOOD WITH THE ADDITION OF ORTHODOX BLACK TEA | Terjadinya covid-19 dan meningkatnya penyakit degeneratif menjadi alasan sebagian orang banyak mengonsumsi pangan fungsional. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji karakteristik fisikokimia, sensoris dan fungsional keju yang diperkaya dengan teh hitam orthodox. Materi utama penelitian terdiri dari 40 liter susu sapi segar, teh hitam orthodox, bakteri mesofilik, enzim renet dan CaCl2. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas kontrol (T0), penambahan teh hitam orthodox sebanyak 0,5% (T1), 1% (T2), 1,5% (T3), dan 2% (T4). Masing-masing perlakuan diulangi sebanyak 4 kali dan dilakukan secara duplo. Peubah yang diamati meliputi karakteristik fisik (warna dan tekstur), karakteristik kimia (kadar air, total padatan, pH, dan total asam tertitrasi), aktivitas antioksidan, dan karakteristik sensoris keju. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan teh hitam orthodox hingga 2% berbeda secara signifikan terhadap pH, total asam tertitrasi, warna (L*, a*, b*), hardness dan stickiness, aktivitas antioksidan serta karakteristik sensoris keju. Akan tetapi tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap kadar air dan total padatan keju. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan teh hitam orthodox hingga 2% pada pembuatan keju cenderung meningkatkan warna a*, stickiness, total asam tertitrasi, kadar air, dan aktivitas antioksidan keju. Namun, cenderung menurunkan warna L* dan b*, hardness, total padatan, nilai pH, dan kesukaan panelis terhadap keju. Tingkat kesukaan panelis terhadap keju susu sapi dengan penambahan teh hitam orthodox yang paling disukai adalah dengan penambahan 0,5%. | The occurrence of COVID-19 and the increase in degenerative diseases are the reasons why most people consume functional foods. This research was conducted to examine the physicochemical, sensory and functional properties of cheese enriched with orthodox black tea. The main research material consisted of 40 liters of fresh cow's milk, orthodox black tea (OBT), mesophilic bacteria, rennet enzymes and CaCl2. The study was conducted experimentally using Completely Randomized Design (CRD). The treatments consisted of control (T0), the addition of orthodox black tea was 0.5% (T1), 1% (T2), 1.5% (T3), and 2% (T4). Each treatment was repeated 4 times and performed in duplicate. The observed variables included physical properties (colors and textures), chemical properties (moisture content, total solids, pH, and total titratable acidity), antioxidant activity, and sensory properties of cheese. The results showed that the addition of orthodox black tea up to 2% differed significantly on pH, total titratable acidity, values (L*, a*, b*), hardness and stickiness, antioxidant activity and sensory properties of cheese. However, it did not give a significant difference to the moisture content and total solids of cheese. Based on the results of the study, it can be concluded that the addition of orthodox black tea up to 2% in cheese making tends to increase the a* value, stickiness, total titratable acidity, moisture content and antioxidant activity of cheese. However, it tends to decrease the L* and b* values, hardness, total solids, pH value, and panelists preference for cheese. The panelists preference for cow's milk cheese with the addition of orthodox black tea was the most preferred with the addition of 0.5%. | |
| 35075 | 38316 | C1I018011 | THE EFFECT OF PROCEDURAL REMOTE AUDIT, COMPETENCE, AND PROFESSIONAL SKEPTICISM ON THE QUALITY OF AUDIT DURING A PANDEMIC (STUDY AT PUBLIC ACCOUNTING FIRM IN JAKARTA) | Penelitian ini menguji pengaruh Audit jarak jauh, Kompetensi auditor, dan Skeptisme audit, terhadap kualitas audit dengan menggunakan Teori keagenan (Agency theory). Data penelitian ini dilakukan melalui survei dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh sebagai data primer dan dikumpulkan melalui kuesioner online dan offline. Populasi dalam penelitian ini adalah 278 Kantor Akuntan Publik dengan jumlah sampel auditor 93 yang berkerja di Kantor Akuntan Publik daerah Jakarta. Sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling, dan data yang diperoleh sebanyak 75 responden. Analisis data menggunakan SPSS versi 25 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Audit jarak jauh berpengaruh positif terhadap Kualitas Audit, (2) Kompetnesi Audit berpengaruh positif terhadap Kualitas Audit, dan (3) Profesional Skeptisme audit berpengaruh positif terhadap Kualitas Audit. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja auditor selama pandemic, meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang kompeten dalam menjalani proses audit, dan membuat pertimbangan remote audit bisa diterapkan pada kantor akuntan public. | This study examines the effect of procedural difficulty, auditor competence, and audit skepticism on audit quality using agency theory. This research data was conducted through a survey with a quantitative approach. Data were obtained as primary data and collected through online and offline questionnaires. The population in this study was 278 Public Accounting Firms with a sample of 93 auditors who worked at the Jakarta Public Accounting Firm. The research sample used purposive sampling, and the data obtained was 75 respondents. Data analysis using SPSS version 25 for Windows. The results of this study indicate that (1) Remote audit has a positive effect on Audit Quality, (2) Audit Competence has a positive effect on Audit Quality, and (3) Professional Skepticism has a positive effect on Audit Quality. The implications of this study are to evaluate the performance of auditors during the pandemic, improve the quality of competent human resources in undergoing the audit process, and make remote audit considerations that can be applied to public accounting firms. | |
| 35076 | 38081 | J0B019029 | PENERJEMAHAN BROSUR WISATA GUCI DARI BAHASA INDONESIA KE DALAM BAHASA MANDARIN DI DINAS KEPEMUDAAN OLAHRAGA DAN PARIWISATA KABUPATEN TEGAL | Artikel ini berisi tentang informasi Wisata Guci yang berada di Kabupaten Tegal yang dikelola oleh Dinas Kepemudaan Olahraga Dan Pariwisata Kabupaten Tegal. Artikel ini berjudul “Penerjemahan Brosur Wisata Guci Dari Bahasa Indonesia Ke Dalam Bahasa Mandarin Di Dinas Kepemudaan Olahraga Dan Pariwisata Kabupaten Tegal”. Banyaknya wisatawan penutur bahasa Mandarin yang berkunjung, tetapi di sana belum tersedia brosur Wisata Guci berbahasa Mandarin. Sehingga menyebabkan wisatawan tersebut cukup mengalami kesulitan dalam mencari informasi penting yang ada di Wisata Guci. Tujuan penulisan artikel ini adalah menerjemahkan brosur Wisata Guci berbahasa Mandarin sebagai media promosi Wisata Guci agar lebih diminati oleh wisatawan asing khususnya wisatawan penutur bahasa Mandarin. Brosur ini mempromosikan keindahan alam dan sejarah yang terkandung di Wisata Guci. Brosur Wisata Guci berbahasa Mandarin dapat meningkatkan promosi Dinas Kepemudaan Olahraga Dan Pariwisata Kabupaten Tegal terhadap wisatawan penutur bahasa Mandarin. | This article contains information about Guci Tourism in Tegal Regency which is managed by the Tegal Regency Youth Sports and Tourism Office. This article is entitled "Translation of Guci Tourism Brochures from Indonesian into Mandarin at the Tegal Regency Sports and Tourism Youth ". There are many Chinese tourists who visit, but there is no Chinese Guci Tourism brochure yet available. This causing these tourists to have quite a hard time finding important information in Guci Tourism. The purpose of writing this article is to translate the Guci Tourism brochure in Mandarin as a promotional medium for Guci Tourism so that it is more attractive to foreign tourists, especially Chinese speaking tourists. This brochure promotes the natural beauty and history contained in Guci Tourism. The Guci Tourism Brochure in Mandarin can increase the promotion of the Tegal Regency Sports and Tourism Youth Service to Mandarin-speaking tourists. | |
| 35077 | 38317 | F1B018029 | IMPLEMENTASI PROGRAM COMPETENCY BASED TRAINING DI BALAI LATIHAN KERJA (BLK) KABUPATEN BANDUNG | Program Competency Based Training merupakan sebuah program pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja. Program pelatihan berbasis kompetensi ini mempunyai dasar hukum sebagai acuan pelaksanaan program, yaitu Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Republik Indonesia No. 8 Tahun 2014, dan Permenakentertran RI No.11 tahun 2013 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem Pelatihan Kerja Nasional di Daerah. Tujuan dari adanya program ini yaitu untuk mewujudkan pelatihan kerja nasional yang efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga kerja. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan tujuan untuk dapat menggambarkan suatu fenomena permasalahan dari apa yang diteliti. Penelitian dilakukan untuk memuat sebuah gambaran dari fenomena-fenomena yang ada dan tidak berdasar pada perhitungan statitiska atau angka-angka, namun berasal dari naskah wawancara. Catatan catatan dilapangan, dokumentasi pribadi, audio visual dan dokumen lainnya. Berdasarkan pada hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa implementasi program Competency Based Training di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bandung sudah berjalan dengan cukup baik, namun berdasar hasil penelitian diketahui masih ada beberapa hambatan yang dapat dilihat dari beberapa indikator, pada indikator banyaknya aktor yang terlibat, terdapat sedikit permasalahan, dimana BLK Kabupaten Bandung memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat terbatas, pada indikator tujuan kejelasan program, terjadi kesalahpahaman antara tujuan BLK Kabupaten Bandung dengan yang dipahami peserta dan masyarakat, serta pada indikator faktor yang mempengaruhi terdapat hambatan dana, sehingga tidak semua jurusan dilakukan uji kompetensi. Saran dalam penelitian ini sebaiknya BLK Kabupaten Bandung harus memperhatikan ketersediaan SDM yang kompeten guna membantu dalam keberhasilan program, serta sebaiknya menjalin hubungan mitra kerja dengan para perusahaan di Kabupaten Bandung agar para alumni dapat tersalurkan sesuai dengan harapan para masyarakat. | The Competency Based Training Program is a job training program that focuses on mastery of work skills that include knowledge, skills, and attitudes in accordance with established standards and requirements in the workplace. This competency-based training program has a legal basis as a reference for the implementation of the program, namely the Regulation of the Minister of Manpower and Transmigration of the Republic of Indonesia Number 8 of 2014, and Regulation of the Minister of Manpower and Transmigration of the Republic of Indonesia Number 11 of 2013 concerning Guidelines for Implementing the National Job Training System in the Region. The type of research used in this study is a type of descriptive research with the aim of being able to describe a phenomenon from what is being studied. The research was conducted to contain a picture of existing phenomena and not based on the calculation of statistic or numbers, but derived from interview manuscripts, notes in the field, personal documentation, audio-visual and other documents. The purpose of this program is to realize effective and efficient national job training in order to improve the quality of the workforce. Based on the results of the study it can be concluded that the implementation of the competency based training program in Bandung Regency at Balai Latihan Kerja (BLK) has been running quite well, but based on the results of the study it is known that there are still several obstacles that can be seen from several indicators, in the indicator of the number of actors involved, there are a few problems, the BLK in Bandung Regency has a very limited human resource (HR), in the indicator of the purpose of the clarity of the program, there is a misunderstanding between the objectives of the BLK Bandung Regency and those understood by participants and the community, as well as on the indicators of factors that influence there are obstacles to funds, so that not all majors are subjected to competency tests. The advice in this study should be that BLK Bandung Regency should pay attention to the availability of competent human resources to assist in the success of the program, and should establish partner relationships with companies in Bandung Regency so that alumni can be distributed in accordance with the expectations of the community. | |
| 35078 | 43958 | H1C017050 | GEOLOGI DAERAH PENUSUPAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CILONGOK, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH | Geologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bumi ini berkaitan dengan struktur, sejarah, komposisi, asal, proses alami dan perkembangan kehidupan sebelum terbentuk, yang sedang berlangsung dan juga saat ini. Ilmu geologi merupakan ilmu terapan yang berdasarkan dari pengamatan dari suatu objek geologi di lapangan. Pemetaan geologi merupakan kegiatan yang dilakukan pada suatu daerah tertentu dengan cara mengambil informasi geologi lengkap berupa singkapan, litologi, kedudukan singkapan (strike dan dip), dan gejala geologi lainnya seperti susunan stratigrafi, struktur geologi ataupun pengamatan geomorfologi. Penelitian dilakukan pada daerah Penusupan dan sekitarnya, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah untuk mengetahui kondisi geologi daerah tersebut. Metode penelitian berupa pemetaan geologi serta pengamatan sayatan tipis batuan atau petrografi. Satuan geomorfologi daerah penelitian terbagi menjadi lima satuan berdasarkan klasifikasi bentuk muka bumi Budi Brahmantyo (2006), yaitu Satuan Geomorfologi Dataran Aluvial Kaliputih-Bojongsari, Satuan Geomorfologi Dataran Aliran Lahar Karangmangu, Satuan Geomorfologi Dataran Homoklin Karangpucung, Satuan geomorfologi lembah homoklin Pasangrahan, dan Satuan Geomorfologi Punggungan Homoklin Sawangan. Urutan tratigrafi yang terdapat pada daerah penelitian terbagi menjadi tiga satuan geologi dengan urutan dari tua ke muda yaitu: Satuan Breksi Monomik, Satuan Perselingan Batupasir Batulempung, dan Satuan Breksi Polimik. | Geology is the study of the earth is related to the structure, history, composition, origin, natural processes and development of life before it formed, which is ongoing and also present. Geology is an applied science based on observations of geological objects in the field. Geological mapping is an activity carried out in a certain area by taking complete geological information in the form of outcrops, lithology, outcrop positions (strike and dip), and other geological symptoms such as stratigraphic arrangement, geological structure or geomorphological observations. The research was conducted in Penusupan and surrounding areas, Cilongok District, Banyumas Regency, Central Java Province to determine the geological conditions of the area. Research methods in the form of geological mapping and observation of thin incisions of rocks or petrography. The geomorphological unit of the study area is divided into five units based on the classification of the shape of the earth Budi Brahmantyo (2006), namely the Kaliputih-Bojongsari Alluvial Plain Geomorphological Unit, the Karangmangu Lava Flow Plain Geomorphological Unit, the Karangpucung Homocline Plain Geomorphology Unit, the Pasangrahan Homocline Valley Geomorphology Unit, and the Sawangan Homocline Ridge Geomorphology Unit. The tratigraphic sequence contained in the study area is divided into three geological units in order from old to young, namely: Monomic Breccia Unit, Claystone Sandstone Interlude Unit, and Polymic Breccia Unit. | |
| 35079 | 45313 | B3A021010 | PREVALENSI DAN MEKANISME RESISTANSI Klebsiella pneumoniae TERHADAP ANTIBIOTIK CIPROFLOXACIN | Ciprofloxacin sebagai antibiotik berspektrum luas saat ini menunjukkan pola resistansi yang tinggi pada beberapa negara yang dilaporkan WHO. Ketidaktepatan dalam pemberian resep menjadi pemicu kasus multi drug resistance (MDR). Klebsiella pneumoniae dikenal sebagai bakteri Gram negatif yang paling sering menjadi penyebab infeksi dan resistan terhadap antibiotik sehingga sangat sulit diobati. Bakteri memiliki beberapa mekanisme resistansi meliputi; produksi biofilm; penurunan permeabilitas sel karena aktivitas porin dari ekspresi gen porin Omp K35 dan Omp K36; aktivitas efflux pump; serta mutasi gen penyandi replikasi DNA yaitu gen gyrA dan parC. Ekspresi mRNA porin sangat berpengaruh terhadap permeabilitas porin yang berakibat pada penurunan permeasi antibiotik. K. pneumoniae dengan gen penyandi porin OmpK35 dan OmpK36 menunjukkan mekanisme resistansi antibiotik. Adanya penurunan ekspresi porin mengakibatkan hilangnya fungsional porin. Perubahan profil menyebabkan fungsi porin impermeabel sehingga bakteri resistan terhadap antibiotik. Efflux pump berperan penting dalam resistansi antibiotik, karena secara fisiologis fungsinya sangat relevan pada bakteri selama infeksi. Aktivitasnya efflux pump dapat dihambat oleh efflux pump inhibitor (EPI). Profil resistansi K. pneumoniae akan terus berubah sepanjang waktu seiring dengan peningkatan penggunaan antibiotik di wilayah geografis yang berbeda. Kemunculan mutasi gen gyrA dan parC pada K. pneumoniae dilihat dari kuantitas mutasi, letak titik mutasi dan polanya yang menggambarkan perbedaan profil resistansi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis prevalensi K. pneumoniae resistan ciprofloxacin, dan menemukan pola mekanisme resistansi K. pneumoniae berdasarkan produksi biofilm, permeabilitas sel aktivitas porin, karakteristik pola aktivitas efflux pump K. pneumoniae resistan ciprofloxacin, menganalisis ekspresi gen porin Omp K35 dan Omp K36, serta mendeteksi mutasi gen gyrA dan parC K. pneumoniae dari spesimen klinis pasien di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Indonesia. Metode in vitro yang digunakan untuk mencapai tujuan, dilakukan dengan pengujian spesimen klinis, tahapan awal isolasi dan identifikasi yang dilanjutkan pengujian resistansi antibiotik ciprofloxacin. Isolat K. pneumoniae resistan ciprofloxacin dianalisa secara simultan dengan meneliti pembentukan biofilm menggunakan metode mikrobiologi klinis, permeabilitas membran dalam aktivitas porin. Pola mekanisme resistansi K. pneumoniae aktivitas efflux pump diujikan menggunakan Ethidium Bromide (EtBr)-Agar Cartwheel dan pengujian pengaruh efflux pump inhibitor (EPI) menggunakan senyawa Phenylalanine-Arginine β-Naphthylamide (PAN) dan chlorpromazine (CPZ). Analisis aktivitas ekspresi gen OmpK35 dan gen OmpK36 diuji dengan RT-qPCR. Analisis mutasi gen penyandi resistansi ciprofloxacin menggunakan uji PCR dan sekuensing DNA. Analisis statistik frekuensi dan persentase digunakan untuk menggambarkan variabel dalam penelitian ini. Korelasi antara variabel pembentukan biofilm pada isolat K. pneumonieae yang resistan dengan jumlah sel bakteri berdasarkan nilai MIC menggambarkan permeabilitas porin, diuji menggunakan korelasi pearson dan analisis segresi korelasi logaritmik dengan perangkat lunak IMB SPSS Statistic 26. Hasil disajikan sebagai rasio prevalensi dengan interval kepercayaan 95%, signifikansi statistik ditetapkan jika p-value <0,05. Hasil penelitian spesimen klinis yang diisolasi sejumlah 155 isolat K. pneumoniae, mayoritas pasien laki-laki 86 (55,48%) dan perempuan 69 (44,52%). Spesimen sampel diperoleh dari pasien dengan perawatan di ruang ICU, PICCU, ICCU, HCU, Poli Bedah, dan perawatan inap, yang sebagian besar berasal dari kelompok usia pasien >60 tahun (56,77%). Berdasarkan kualifikasi sampel spesimen yang dikumpulkan diperoleh data sampel darah (10/ 6,45%), sputum (101/ 65,16%), pus (27/ 17,42%), urine (13/ 8,39%), feses (3/ 1,94%), dan cairan pleura (1/ 0,65%). Pengujian sensitivitas isolat K. pneumoniae ciprofloxacin diperoleh 72 (46,5%) isolat resistan, 73 (47%) sensitif, dan 10 (6,5%) isolat intermediat. Nilai prevalensi yang dimasukkan dalam rumus perhitungan untuk kasus resistansi ciprofloxacin selama bulan Agustus-Oktober 2022 sebesar 46,5%. Analisa mekanisme resistansi berdasarkan jumlah spesimen klinis 58 sampel dari 72 sampel resistan hal ini dikarenakan terdapat 14 sampel drop out tidak memenuhi kriteria inklusi sehingga tidak dapat dilanjutkan. Pembentukan biofilm menghasilkan nilai OD rata-rata diperoleh dengan uji produksi biofilm secara kuantitatif, berdasarkan nilai cut-off ODc = 0,089459, 41,3% (24/58) isolat masuk dalam kategori produsen biofilm yang kuat (rata-rata OD = 0,9401), 37,9% (22/58) sebagai biofilm sedang (rata-rata OD= 0,2428) dan 20,7% (12/58) sebagai produsen biofilm yang lemah (rata-rata OD = 0,1176). Permeabilitas porin ditunjukkan dengan nilai MIC ditemukan nilai MIC 1, 2, dan 4 mg/L dan jumlah sel bakteri rata-rata masing-masing 32x106 CFU/mL, 19x106 CFU/mL, dan 34x106 CFU/mL yang mengalami penurunan dari jumlah sel bakteri kontrol awal 10,15x107 CFU/mL. Terdapat hubungan korelasi signifikan produksi biofilm dengan jumlah sel bakteri nilai p=<0,05 yang mengidikasikan pembentukan biofilm berhubungan dengan jumlah sel bakteri. Aktivitas fenotipik efflux pump K. pneumoniae resistan ciprofloxacin MIC 1 mg/L, 2 mg/L dan 4 mg/L ketika diuji dengan metode Ethidium bromide (Et-Br)-Agar tidak menunjukkan fluoresensi pada konsentrasi Et-Br minimal 0,25 mg/L sampai maksimal 1,5 mg/L. Kombinasi EPI CPZ dan PAN dengan ciprofloxacin menunjukkan penurunan nilai MIC empat kali lipat dari nilai MIC awal. CPZ yang ditambahkan menurunkan Nilai MIC 1 mg/L menjadi 0,25 mg/L dengan jumlah sel bakteri 388 CFU/mL, lebih rendah dibandingkan nilai kontrol, dan pada nilai MIC 4 mg/L menjadi 1 mg/L tidak menunjukkan adanya pertumbuhan pada isolat bakteri uji. Senyawa PAN yang digunakan dapat menurunkan MIC 1 mg/L, 2 mg/L dan 4 mg/L masing-masing menjadi 0,25 mg/L, 0,5 mg/L, dan 1 mg/L dengan tidak ada pertumbahan sel bakteri. Nilai fold change ekspresi relatif mRNA OmpK35 (0,8925) dan OmpK36 (0,5877) menunjukkan ekspresi rendah pada isolat K. pneumoniae resistan Ciprofloxacin. Permeabilitas porin ekspresi gen OmpK35 dan gen OmpK36 berkorelasi positif dengan nilai MIC, masing-masing gen OmpK35 (nilai p=0,029*) dan gen OmpK36 (nilai p=0,016*). Mutasi gen gyrA dan gen parC sebagai indikator resistansi ciprofloxacin pada kinerja enzim DNA gyrase dan Topoisomerase IV. Hasil amplifikasi gen gyrA dan parC dari 58 isolat K. pneumoniae resistan ciprofloxacin masing-masing ∼626-630 bp, dan ∼460-480 bp. Hasil analisis sekuensing DNA ditemukan mutasi gyrA Ser21Asp (1), Ser21Ile(1), Ser21Arg (8), dan Ser83Tyr (10). Gen parC Trp10Tyr (1), Trp10Arg (6), Ser80Ile (2), Ser80Arg (8). Isolat K. pneumoniae yang resistan teruji memiliki mekanisme resistansi dengan memproduksi biofilm kualifikasi kuat, sedang dan lemah, serta rendahnya kemampuan permeabilitas sel porin. Kolerasi signifikan kuat terbentuk pada produksi biofilm dengan jumlah pertumbuhan sel bakteri pada nilai MIC, yang dapat meningkatkan kasus prevalensi resistansi. Aktivitas fenotipik efflux pump K. pneumoniae resistan tidak menunjukkan fluorosensi pada konsentrasi Et-Br minimal. Penghambatan kombinasi EPI CPZ dan PAN dengan ciprofloxacin mampu menurunkan empat kali lipat dari MIC awal, yang disertai penurunan jumlah sel bakteri bahkan mematikan bakteri. Profil mekanisme ekspresi gen OmpK35 dan gen OmpK36 menurun yang berkorelasi dengan peningkatan nilai MIC. Mutasi gen gyrA dan gen parC ditemukan pada isolat K. pneumoniae resistan yang ditandai dengan kemunculan pita (band) dari produk amplifikasi yang memiliki mutasi dengan perubahan posisi substitusi nukleotida pada gen gyrA dan gen parC. Kata kunci: biofilm, ciprofloxacin, efflux pump, Klebsiella pneumoniae, porin. | Ciprofloxacin as a broad spectrum antibiotic currently shows a high resistance pattern in several countries reported by WHO. Inaccuracy in prescribing can trigger cases of multidrug resistance (MDR). Klebsiella pneumoniae is known as a Gram-negative bacterium that most often causes infections and is resistant to antibiotics so it is very difficult to treat. Bacteria have several resistance mechanisms including; biofilm production; decreased cell permeability due to porin activity from the expression of the porin genes Omp K35 and Omp K36; efflux pump activity; as well as mutations in genes encoding DNA replication, namely the gyrA and parC genes. Porin mRNA expression greatly influences porin permeability which results in decreased antibiotic permeation. K. pneumoniae with the porin-encoding genes OmpK35 and OmpK36 shows an antibiotic resistance mechanism. A decrease in porin expression results in loss of porin function. Changes in profile cause impermeable porin function so that bacteria are resistant to antibiotics. Efflux pumps play an important role in antibiotic resistance, because their function is physiologically very relevant in bacteria during infection. The activity of the efflux pump can be inhibited by efflux pump inhibitors (EPI). The resistance profile of K. pneumoniae will continue to change over time as antibiotic use increases in different geographic regions. The emergence of gyrA and parC gene mutations in K. pneumoniae can be seen from the quantity of mutations, the location of the mutation points and the patterns that describe differences in resistance profiles. The aim of this study was to analyze the prevalence of ciprofloxacin-resistant K. pneumoniae, and find patterns of K. pneumoniae resistance mechanisms based on biofilm production, cell permeability, porin activity, characteristics of efflux pump activity patterns of ciprofloxacin-resistant K. pneumoniae, analyzing the expression of the porin genes Omp K35 and Omp K36, and detecting K. pneumoniae gyrA and parC gene mutations from patient clinical specimens at Prof. Hospital. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Indonesia. The in vitro method used to achieve the goal was carried out by testing clinical specimens, the initial stages of isolation and identification followed by testing for resistance to the antibiotic ciprofloxacin. Ciprofloxacin-resistant K. pneumoniae isolates were analyzed simultaneously by examining biofilm formation using clinical microbiology methods, membrane permeability and porin activity. The resistance mechanism pattern of K. pneumoniae efflux pump activity was tested using Ethidium Bromide (EtBr)-Agar Cartwheel and the effect of efflux pump inhibitor (EPI) was tested using the compounds Phenylalanine-Arginine β-Naphthylamide (PAN) and chlorpromazine (CPZ). Analysis of the expression activity of the OmpK35 gene and OmpK36 gene was tested using RT-qPCR. Analysis of mutations in the ciprofloxacin resistance gene using PCR testing and DNA sequencing. Frequency and percentage statistical analysis was used to describe the variables in this study. The correlation between the variables of biofilm formation in resistant K. pneumonieae isolates and the number of bacterial cells based on MIC values describing porin permeability, was tested using Pearson correlation and logarithmic correlation regression analysis with IMB SPSS Statistics 26 software. Results are presented as prevalence ratios with 95% confidence intervals, statistical significance was established if p-value <0.05. The results of research on clinical specimens isolated 155 isolates of K. pneumoniae, the majority of patients were male 86 (55.48%) and female 69 (44.52%). Sample specimens were obtained from patients treated in the ICU, PICCU, ICCU, HCU, Surgical Clinic, and inpatient care, most of whom came from the patient age group >60 years (56.77%). Based on the qualifications of the specimen samples collected, data on blood samples (10/ 6.45%), sputum (101/ 65.16%), pus (27/ 17.42%), urine (13/ 8.39%), feces were obtained. (3/ 1.94%), and pleural fluid (1/ 0.65%). Testing the sensitivity of K. pneumoniae ciprofloxacin isolates showed that 72 (46.5%) isolates were resistant, 73 (47%) were sensitive, and 10 (6.5%) were intermediate isolates. The prevalence value included in the calculation formula for ciprofloxacin resistance cases during August-October 2022 is 46.5%. Analysis of resistance mechanisms based on the number of clinical specimens, 58 samples out of 72 samples were resistant, this was because 14 drop out samples did not meet the inclusion criteria so they could not be continued. Biofilm formation resulted in an average OD value obtained by quantitative biofilm production tests, based on the cut-off value ODc = 0.089459, 41.3% (24/58) of isolates fell into the category of strong biofilm producers (average OD = 0.9401), 37.9% (22/58) as moderate biofilm producers (mean OD = 0.2428) and 20.7% (12/58) as weak biofilm producers (mean OD = 0, 1176). Porin permeability is indicated by the MIC value, MIC values were found to be 1, 2, and 4 mg/L and the average number of bacterial cells was 32x106 CFU/mL, 19x106 CFU/mL, and 34x106 CFU/mL respectively, which experienced a decrease in the number of bacterial cells. initial control 10.15x107 CFU/mL. There is a significant correlation between biofilm production and the number of bacterial cells, p = <0.05, which indicates that biofilm formation is related to the number of bacterial cells. Phenotypic activity of efflux pump ciprofloxacin-resistant K. pneumoniae MIC 1 mg/L, 2 mg/L and 4 mg/L when tested by the Ethidium bromide (Et-Br)-Agar method showed no fluorescence at a minimum Et-Br concentration of 0.25 mg /L to a maximum of 1.5 mg/L. The combination of EPI CPZ and PAN with ciprofloxacin showed a fourfold decrease in MIC values from the initial MIC values. The added CPZ reduced the MIC value of 1 mg/L to 0.25 mg/L with a bacterial cell count of 388 CFU/mL, lower than the control value, and at an MIC value of 4 mg/L to 1 mg/L it did not show any growth in test bacterial isolates. The PAN compound used can reduce the MIC of 1 mg/L, 2 mg/L and 4 mg/L to 0.25 mg/L, 0.5 mg/L and 1 mg/L respectively with no bacterial cell growth. . The fold change value of the relative expression of OmpK35 (0.8925) and OmpK36 (0.5877) mRNA showed low expression in Ciprofloxacin-resistant K. pneumoniae isolates. The porin permeability of the OmpK35 gene and OmpK36 gene expression was positively correlated with the MIC value of the OmpK35 gene (p value=0.029*) and the OmpK36 gene (p value=0.016*), respectively. Mutations of the gyrA gene and parC gene as indicators of ciprofloxacin resistance on the performance of the DNA gyrase and Topoisomerase IV enzymes. The results of amplification of the gyrA and parC genes from 58 ciprofloxacin-resistant K. pneumoniae isolates were ∼626-630 bp, and ∼460-480 bp, respectively. The results of DNA sequencing analysis found gyrA mutations Ser21Asp (1), Ser21Ile (1), Ser21Arg (8), and Ser83Tyr (10). parC genes Trp10Tyr (1), Trp10Arg (6), Ser80Ile (2), Ser80Arg (8). The tested resistant K. pneumoniae isolates had a resistance mechanism by producing strong, medium and weak qualifying biofilms, as well as low porin cell permeability. A strong significant correlation is formed in biofilm production with the number of bacterial cell growth at the MIC value, which can increase the prevalence of resistance. The phenotypic activity of the efflux pump of resistant K. pneumoniae showed no fluorescence at minimal Et-Br concentrations. Combination inhibition of EPI CPZ and PAN with ciprofloxacin was able to reduce the initial MIC fourfold, which was accompanied by a decrease in the number of bacterial cells and even killed the bacteria. The expression mechanism profile of the OmpK35 gene and OmpK36 gene decreased which correlated with an increase in the MIC value. Mutations in the gyrA gene and parC gene were found in resistant K. pneumoniae isolates which were characterized by the appearance of a band from the amplification product which had a mutation with a change in the position of nucleotide substitution in the gyrA gene and parC gene. Key words: biofilm, ciprofloxacin, efflux pump, Klebsiella pneumoniae, porin. | |
| 35080 | 38318 | F1B115032 | Tata Kelola Parkir Pada Jalan Protokol Di Kota Purwokerto | Ketimpangan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor dengan pertambahan ruas jalan tidak mencukupi untuk menampung jumlah kendaraan bermotor. Begitu juga untuk tempat parkir di tepi jalan raya di kota Purwokerto. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas No 1 tahun 2015 tentang pengelolaan/pemanfaatan tempat parkir tepi jalan umum yang disediakan atau dikelola oleh Pemerintah Daerah dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Parkir Tepi Jalan Umum. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian yang berjudul “Tata Kelola Parkir Pada Jalan Protokol Di kota Purwokerto” Bertujuan untuk mengetahui Tata Kelola Parkir pada Jalan Protokol di Kota Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan mengambil metode purposive sampling dan snowball sampling dan menggunakan teori berdasarkan United Nation development Program dari sedarmayanti. Pembuktian hipotesis dilakukan dengan melakukan 10 responden yang merupakan pegawai dari Dinas Perhubungan, Koordinator parkir, dan petugas parkir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tata Kelola parkir pada jalan protokol di kota Purwokerto sudah di lakukan dengan baik oleh pemerintah yang di atur atau di Kelola oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas. | The imbalance between the growth in the number of motorized vehicles and the increase in road sections is insufficient to accommodate the number of motorized vehicles. Likewise for parking lots on the side of the main road in the city of Purwokerto. Based on Banyumas Regency Regional Regulation No. 1 of 2015 concerning the management/utilization of public roadside parking lots provided or managed by the Regional Government, a fee is collected under the name Public Roadside Parking Service Retribution. In this regard, the study entitled "Parking Management on Protocol Roads in Purwokerto City" aims to determine Parking Management on Protocol Roads in Purwokerto City. This study used a qualitative method by taking the purposive sampling and snowball sampling methods and using the theory based on the United Nation Development Program from Sedarmayanti. Proof of the hypothesis was carried out by conducting 10 respondents who were employees of the Department of Transportation, parking coordinators and parking attendants. The results of the study show that the management of parking on protocol roads in the city of Purwokerto has been carried out properly by the government which is regulated or managed by the Banyumas District Transportation Office. |