Home
Login.
Artikelilmiahs
52308
Update
ANGELA CELIN WIDYANTI PRATAMA
NIM
Judul Artikel
Perbandingan Model Conditional Autoregressive (CAR) Leroux dan Besag–York–Mollié (BYM) untuk Pemetaan Risiko Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyebaran kasus TB menunjukkan pola spasial antarwilayah. Penelitian ini bertujuan membandingkan model Conditional Autoregressive (CAR) Leroux dan Besag–York–Mollié (BYM) menggunakan Integrated Nested Laplace Approximation (INLA), serta mengidentifikasi risiko relatif TB di Kabupaten Banyumas. Data yang digunakan meliputi jumlah kasus TB dan enam kovariat pada tingkat kecamatan tahun 2024. Analisis dilakukan dengan membangun model CAR Leroux dan BYM menggunakan INLA dan membandingkan kinerjanya menggunakan Watanabe-Akaike Information Criterion (WAIC) dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil menunjukkan bahwa model BYM memiliki WAIC dan RMSE lebih rendah dibandingkan model CAR Leroux sehingga lebih direkomendasikan. Kovariat jumlah penduduk tamat Sekolah Dasar (SD) dan jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) signifikan terhadap risiko TB setelah mempertimbangkan efek spasial. Estimasi risiko relatif menunjukkan variasi antarwilayah dengan 40,74% kecamatan memiliki risiko lebih tinggi dari rata-rata. Penelitian ini diharapkan membantu penentuan wilayah prioritas pengendalian TB.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Tuberculosis (TB) remains a significant public health problem in Indonesia. The distribution of TB cases shows a spatial pattern across regions. This study aims to compare the Conditional Autoregressive (CAR) Leroux and Besag–York–Mollié (BYM) models with the Integrated Nested Laplace Approximation (INLA) approach and to identify the TB relative risk in Banyumas Regency. The data include the number of TB cases and six covariates at the sub-district level in 2024. The analysis was conducted by developing models using INLA and comparing their performance using the Watanabe-Akaike Information Criterion (WAIC) and Root Mean Square Error (RMSE). The results show that the BYM model has lower WAIC and RMSE than the CAR Leroux model, making it more preferable. The number of people who completed primary school and the number of substandard houses (RTLH) are significant covariates after accounting for spatial effects. The results indicate spatial variation with 40.74% of sub-districts having higher risk than the average. This study supports identification of priority TB control.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save