Home
Login.
Artikelilmiahs
38246
Update
ROFINGATUN HAMIDAH
NIM
Judul Artikel
REPRESENTASI LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, DAN TRANSGENDER (LGBT) DALAM PEMBERITAAN DI MEDIA ONLINE (Analisis Wacana Kritis terhadap Pemberitaan Isu LGBT di Detik.com)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini menjelaskan bagaimana representasi kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) dalam pemberitaan di media online khususnya Detik.com. Berita yang menjadi bahan penelitian adalah berita Detik.com terkait isu LGBT dari rentang waktu satu tahun, yakni dari bulan Januari hingga Desember tahun 2020. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis wacana kritis milik Norman Fairclough yang berfokus pada struktur sosial, kelas, dan relasi sosial. Norman Fairclough menyajikan tiga (3) dimensi analisis, yakni analisis teks, discourse practice, dan sosiocultural practice. Berdasarkan berita mengenai isu LGBT di Detik.com yang sudah dikurasi dan dianalisis, keberadaan kelompok LGBT lebih sering dianggap “buruk”. Diantaranya: kelompok LGBT direpresentasikan berbeda dengan masyarakat lain; dianggap sebagai pelaku yang melanggar asusila atau menyimpang; sebagai suatu penyakit dan penyimpangan seksual; sebagai penyebab datangnya azab, keberadaannya terlarang; sebagai penyebab terjadinya kekerasan seksual; dan tidak sesuai dengan budaya mayoritas. Stigma dan pandangan buruk terhadap kelompok LGBT menimbulkan terjadinya diskriminasi hingga kekerasan. Misalnya: pembatasan di ranah publik, yakni diskriminasi di dunia pekerjaan dan pendidikan; penggerebekan; praktik stigma, LGBT sebagai ancaman; penolakan; upaya kriminalisasi; hingga kekerasan yang berujung pada kematian. Wacana tersebut muncul akibat pengetahuan mengenai gender dan seksualitas yang heteronormatif. Adanya komodifikasi yang dilakukan oleh media atas identitas, ekspresi gender, dan seksualitas pun turut menambah daftar panjang ketidakadilan pada kelompok LGBT.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research explains how the representation of Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender (LGBT) groups in the news on online media, especially Detik.com. The news that became the research material was Detik.com news related to LGBT issues for a period of one year, from January to December 2020. This research was conducted using Norman Fairclough's critical discourse analysis method which focuses on social structure, class, and social relations. Norman Fairclough presents three (3) dimentions of analysis, that is text analysis, discourse practice, and sociocultural practice. Based on news about LGBT issues on Detik.com that have been curated and analyzed, the existence of the LGBT group is more often considered "bad". Include LGBT groups are represented differently from other communities; considered as a perpetrator who violates immoral or deviant; as a disease and sexual perversion; as the cause of the coming of doom, its existence is forbidden; as a cause of sexual violence; and not in accordance with the majority culture. Stigma and bad views of LGBT groups lead to discrimination and violence. For example: restrictions in public, like discrimination in the world of work and education; raids; stigmatized practices, LGBT as a threat; denied; criminalization efforts; to violence that leads to death. The discourse arose as a result of heteronormative knowledge of gender and sexuality. The media's commodification of identity, gender expression, and sexuality also adds to the long list of injustices against the LGBT community.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save