Artikelilmiahs

Menampilkan 35.041-35.060 dari 49.893 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3504138285F1C017025REPRESENTASI FEMME FATALE PADA TOKOH NANNO DALAM SERIAL GIRL FROM NOWHERE EPISODE THE UGLY TRUTHKarakter femme fatale seringkali dihadirkan di dalam media seperti film ataupun serial televisi. Melalui karakter ini, perempuan direpresentasikan sebagai sosok yang Tangguh dan dapat setara dengan laki-laki. Fokus dalam penelitian ini yaitu penggambaran femme fatale dalam serial televisi Thailand yaitu ‘Girl From Nowhere’ (2018) pada episode pertamanya berjudul ‘The Ugly Truth’. Dengan menggunakan metode analisis semiotika John Fiske, data-data dari serial tersebut akan dianalisis menggunakan ‘Kode-Kode Tlevisi’ yang terdiri dari level realitas, level representasi, dan level ideologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter femme fatale yang digambarkan memiliki kesamaan dengan penelitian terdahulu, yaitu memiliki penampilan yang menarik, bersifat manipulatif, dan dapat berkhianat kepada targetnya.
The characters of femme fatale are often presented in media such as films or television series. Through this character, women are represented as tough and can be equal to men. The focus of this research is the depiction of the femme fatale in the Thai television series 'Girl From Nowhere' (2018) in its first episode entitled 'The Ugly Truth'. By using John Fiske's semiotic analysis method, the data from the series will be analyzed using 'Television Codes' consisting of the level of reality, level of representation, and level of ideology. This study uses a qualitative descriptive approach.
The results showed that the femme fatale described has similarities with previous studies, namely having an attractive appearance, being manipulative, and being able to betray the target.
3504238263F1C018031Strategi Komunikasi Pemasaran Sosial Akun Instagram @Think.Women Dalam Mendukung Pemberdayaan Perempuan Indonesia Think.Women merupakan sebuah unit sosial yang bertujuan untuk membantu perempuan Indonesia dengan cara memberdayakan mereka melalui program-program yang dibuat. Mereka meluncurkan beberapa program yang dilakukan secara online dan offline dan untuk memajukan pendidikan, teknologi, dan keuangan perempuan Indonesia. Program tersebut berisikan kelas-kelas yang memberikan edukasi terkait cara memajukan bisnis melalui bantuan teknologi digital. Berbeda dari program pemberdayaan perempuan pada umumnya, semua program Think.women dilakukan secara gratis tidak dipungut biaya sedikitpun agar perempuan Indonesia dapat merasakan manfaatnya tanpa perlu mengeluarkan biaya. selain gratis, think.women juga memberikan modal usaha puluhan juta kepada perempuan Indonesia yang berhasil memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pelaksanaan cara think.women dalam memberdayakan perempuan Indonesia melalui media sosial Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan Teori Pemasaran Sosial Mix 7p Kotler (product, price, place, promotion, people, physical evidence, process) sebagai pedoman dalam membedah penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Think.women memberikan konten positif dan persuasif dalam mengajak audiens untuk melakukan program pemberdayaan miliknya. Selain itu Think.women juga menggunakan teknik storytelling dalam meyampaian pesan. Think.women juga menggunakan beberapa cara agar konten di media sosial dapat memengaruhi audiens. Cara-cara yang dilakukan di antaranya membuat konten organik, berkolaborasi dengan media partner dan komunitas, serta memanfaatkan iklan. Dalam pembuatan konten, Think.women juga menggunakan cara seperti soft selling, takeaway message, memanfaatkan tren, memberikan konten informatif, serta menggunakan kata kunci dan tagar yang sesuai. Program yang dimiliki oleh think.women adalah program online dan offline. Program online meliputi; nalar berpikir kritis,nalar kreatif digital marketing, branding bisnis, aturan membuat konten, cara menggunakan canva, dan cara beriklan pada Instagram dan Facebook, Dalam penelitian ini ditemukan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan masih belum berjalan dengan optimal, karena masih banyak perempuan Indonesia yang tinggal di kota yang terpencil tidak mengetahui keberadaan Think.women.Think.Women is a social unit that aims to help Indonesian women by empowering them through programs created. They launched several programs conducted both online and offline and to advance education, technology and finance for Indonesian women. The program contains classes that provide education regarding how to advance business through the help of digital technology. Different from women's empowerment programs in general, all Think.women programs are carried out free of charge, without the slightest fee so that Indonesian women can feel the benefits without spending money. apart from being free, think.women also provides tens of millions of business capital to Indonesian women who successfully meet the terms and conditions that apply. This study aims to describe the implementation of the think.women way of empowering Indonesian women through social media. This research method uses a descriptive qualitative approach with observation, interview, and documentation data collection techniques. This study uses Kotler's Mix 7p Social Marketing Theory (product, price, place, promotion, people, physical evidence, process) as a guide in dissecting this research. The results of the study show that Think.women provides positive and persuasive content in inviting the audience to carry out their empowerment program. Besides that, Think.women also uses storytelling techniques in conveying messages. Think.women also uses several ways that content on social media can influence the audience. The methods used include creating organic content, collaborating with media partners and communities, and utilizing advertisements. In creating content, Think.women also uses methods such as soft selling, takeaway messages, taking advantage of trends, providing informative content, and using appropriate keywords and hashtags. The programs owned by think.women are online and offline programs. Online programs include; critical thinking, digital marketing creative reasoning, business branding, rules for creating content, how to use Canva, and how to advertise on Instagram and Facebook. in a remote town does not know the existence of Think.women.
3504337674K1A018019EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI ENZIM UREASE DARI BIJI PEPAYA SERTA UJI ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureusUrease merupakan enzim yang mengkatalisis hidrolisis urea menjadi karbondioksida dan amonia. Urease memiliki banyak manfaat di berbagai bidang sehingga perlu dilakukan eksplorasi terhadap manfaat dari enzim urease. Tujuan dari penelitian ini adalah mengekstraksi enzim urease dari biji papaya (Carica papaya L.), karakterisasi, serta uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini diawali dengan ekstraksi enzim urease dari biji pepaya sehingga diperoleh ekstrak kasar enzim urease. Karakterisasi enzim urease meliputi, variasi konsentrasi substrat, pH dan suhu inkubasi. Aktivitas urease diuji dengan metode Nessler menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada λ 500 nm. Ekstrak kasar enzim urease selanjutnya diuji aktivitas antibakterinya terhadap S. aureus menggunakan metode difusi sumur. Hasil penelitian diperoleh enzim urease dari biji pepaya optimum pada konsentrasi substrat 0,25 M; pH 7; suhu inkubasi 35 ℃ dengan aktivitas sebesar 17,023 U/mL. Laju maksimum 28,901 U/mL dan konstanta Michaelis-Menten yang diperoleh adalah sebesar 0,179 M. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak kasar enzim urease dengan konsentrasi 100% diperoleh zona hambat sebesar 3,76 mm.Urease is an enzyme that catalyzes the hydrolysis of urea into carbon dioxide and ammonia. Urease has many benefits in various fields so it is necessary to explore the benefits of the urease enzyme. The purpose of this study was to extract the urease enzyme from papaya seeds (Carica papaya L.), characterize, and test its antibacterial activity against Staphylococcus aureus. This research begins with the extraction of the enzyme urease from papaya seeds in order to obtain a crude extract of the enzyme urease. The characterization of the urease enzyme included variations in substrate concentration, pH and incubation temperature. The urease activity was tested by the Nessler method using a UV-Vis spectrophotometer at 500 nm. The crude extract of the urease enzyme was then tested for its antibacterial activity against S. aureus using the well diffusion method. The results showed that the urease enzyme from papaya seeds was optimum at a substrate concentration of 0.25 M; pH 7; incubation temperature of 35 ℃ with an activity of 17,023 U/mL. The maximum rate of 28.901 U/mL and the Michaelis-Menten constant obtained was 0.179 M/minute. The results of the antibacterial activity of the crude extract of urease enzyme with a concentration of 100% obtained an inhibition zone of 3.76 mm.
3504438300F1D017004Partisipasi Politik Pemilih Difabel pada Pemilihan Presiden Tahun 2019 di Kabupaten BanyumasPartisipasi politik merupakan aspek penting dari demokrasi. Partisipasi politik diartikan sebagai kegiatan seseorang ataupun kelompok dalam sebuah kegiatan politik, seperti memilih pemimpinnya dan dapat secara langsung atau tidak langsung memengaruhi kebijakan pemerintah. Partisipasi politik juga merupakan wujud dari pemenuhan hak-hak politik warga negara untuk dapat menyatakan pendapat, berkumpul, dan memilih, tidak terkecuali kelompok difabel. Tujuan dari artikel berbasis penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan partisipasi politik pemilih difabel pada pemilihan presiden tahun 2019 di Kabupaten Banyumas dan menjelaskan faktor yang mendorong dan menghambat partisipasi politik pemilih difabel di Kabupaten Banyumas. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif strukturalis dan paradigma konstruktivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa partisipasi politik pemilih difabel di Banyumas masih terbilang pasif. Hal ini dikarenakan partisipasi pemilih difabel hanya sebatas menggunakan hak suaranya untuk menjadi warga negara yang baik dan mengikuti diskusi politik tentang calon presiden dan visi-misinya. Faktor pendorong kelompok difabel untuk memilih adalah keinginan mereka untuk perubahan dan kesamaan hak-hak bagi kelompoknya. Sementara, faktor penghambat bagi pemilih difabel adal: 1) sosialisasi yang kurang merata tentang pemilihan dari KPU; 2) tidak adanya pendamping dari pihak keluarga; 3) sarana yang kurang ramah terhadap difabel. Oleh karena itu, pasifnya pemilih difabel pada Pemilihan Presiden Tahun 2019 di Kabupaten Banyumas menunjukkan bahwa partisipasi yang mereka lakukan hanyalah sekadar menjadi pengamat.
Kata kunci: partisipasi politik, pemilih difabel, pemilihan presiden
Political participation is a significant aspect of democracy, defined as the activities of a person or group in political activities, such as electing their leaders and can directly or indirectly influence government policies. Political participation is also a manifestation of the fulfillment of citizens' political rights to be able to express opinions, assemble, and vote, including groups with disabilities. This research-based articles aims at understanding and describing the political participation of voters with disabilities in the 2019 presidential election in Banyumas Regency and explaining the factors that encourage and hinder the political participation of voters with disabilities in the Banyumas Regency. With the use of the qualitative method and an approach within a structuralist perspective and constructivism paradigm, the research reveals that the political participation of voters with disabilities in Banyumas is still passive. That is because the participation of voters with disabilities is limited to using their voting rights to become good citizens and participating in political discussions about presidential candidates and their visions. Meanwhile, the inhibiting factors for voters with disabilities are: 1) the uneven socialization by the General Elections Commission (KPU) about the election; 2) the absence of a companion from the family; 3) less-friendly facilities for people with disabilities. Therefore, the passivity of voters with disabilities in the 2019 presidential election in Banyumas Regency shows their participation merely as observers.
Keyword: political participation, persons with disabilities, presidential election
3504538286I1C018040ANALISIS PROTEIN TARGET DARI ACETOGENINS, ANNONACIN DAN ANNOMURICIN E SEBAGAI ANTIMETASTASIS KANKER PAYUDARA SECARA BIOINFORMATIKAMetastasis adalah penyebaran sel kanker dari tumor ke jaringan terdekat atau organ lain. Pengobatan kanker payudara yang sudah bermetastasis menggunakan olaparib dan talazoparib menunjukkan beberapa efek samping. Berdasarkan hal itu, diperlukan obat yang dapat mengatasi permasalahan salah satunya dengan bahan alam. Bahan alam yang memiki potensi adalah tanaman sirsak (Annona muricata). Annona muricata memiliki kandungan senyawa seperti annonacin, annomuricin E, dan acetogenins yang telah dilaporkan memiliki aktivitas antikanker pada kanker endometrium, ovarium, dan kolon. Sehingga, diperlukan kajian lebih lanjut terkait potensi ketiga senyawa tersebut sebagai obat antimetastasis kanker payudara. Penelusuran data dilakukan dengan menggunakan PubMed, STITCH, STRING, dan PDB. Data yang didapatkan dari STITCH dan STRING dibandingkan dengan data regulasi kanker payudara. Interaksi dari tiap protein diliat dari STRING dan Cytoscape untuk melihat top 10. Protein yang potensial dilakukan simulasi docking untuk melihat interaksi antara protein dan senyawa. Target potensial dari acetogenins, annonacin dan annomuricin E yaitu VEGFA, ErbB2, EGFR, KDR, JUN, Src, GRB2, SHC1, ITGB1, TP53. VEGFA, EGFR dan ErbB2 menjadi protein yang potensial ditargetkan ketiga senyawa tersebut karena merupakan protein penting dalam invasi, migrasi dan metastasis kanker payudara. Hasil penambatan molekuler menunjukkan acetogenins senyawa paling potensial berdasarkan energi ikatannya pada ErbB2 lebih kuat dari energi ikatan kontrol dibanding senyawa lainnya yaitu -8,7 kkal/mol. Acetogenins mengikat residu asam amino tertentu pada sisi aktif ErbB2. Acetogenins merupakan senyawa yang paling potensial sebagai antimetastasis kanker payudara berdasarkan energi ikatannya. Acetogenins sebagai antimetastasis kanker payudara dengan menargetkan EGFR dan ErbB2.Metastatic is the spread of cancer cells from a tumor to nearby tissues or other organs. Treatment of metastastic breast cancer using olaparib and talazoparib showed some side effects. Based on that, drugs that can overcome the problem are needed, one of which is with natural ingredients. Natural ingredients that have potential are soursop plants (Annona muricata). Annona muricata extract contains compounds such as annonacin, annomuricin E, and acetogenins that have previously been reported to have anticancer activity in endometrial, ovarian, and colon cancer. Thus, further studies are needed regarding the potential of the three compounds as anti-metastatic drugs for breast cancer. Data searches were conducted using PubMed, STITCH, STRING, and PDB. Data obtained from STITCH and STRING were compared with breast cancer regulatory data. The interaction of each protein was looked at from STRING and Cytoscape to see the top 10. The potential proteins were subjected to docking simulation to see the interaction between protein and compound. The potential targets of acetogenins, annonacin and annomuricin E are VEGFA, ErbB2, EGFR, KDR, JUN, Src, GRB2, SHC1, ITGB1, TP53. VEGFA, EGFR and ErbB2 are potential proteins targeted by the three compounds because they are important proteins in breast cancer invasion, migration and metastasis. Molecular tethering results showed that acetogenins is the most potential compound based on its binding energy to ErbB2 which is stronger than the control binding energy compared to other compounds, namely -8.7 kcal/mol. Acetogenins bind to specific amino acid residues on the active side of ErbB2. Acetogenins are the most potential compounds as breast cancer antimetastatic than other compounds based on their binding energy. Acetogenins as breast cancer antimetastatic by targeting EGFR and ErbB2.
3504638269F1F018020Peran United Nations Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA) dalam Memberikan Perlindungan terhadap Perempuan di Afghanistan Tahun 2015-2021Pemberontakan masyarakat muslim konservatif Afghanistan akibat perubahan kebijakan pemerintahan yang cenderung menjadi lebih liberal dibawah pimpinan Amanullah Khan, menjadikan kondisi negara tidak stabil dan rapuh. Peristiwa tersebut juga menempatkan masyarakat Afghanistan dalam keadaan krisis, khususnya bagi kaum perempuan yang mengalami pembatasan ruang gerak hingga kekerasan berbasis gender, serta kerugian lebih buruk lainnya. PBB membentuk The United Nations Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA) sebagai upaya pelaksanaan Perjanjian Bonn dalam menstabilkan institusi dan rekonstruksi di Afghanistan. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran UNAMA sebagai organisasi internasional dalam upayanya memberikan perlindungan terhadap perempuan di Afghanistan sepanjang tahun 2015-2021. Penulis menemukan bahwa UNAMA berperan besar sebagai arena maupun aktor independen yang memberikan dukungan dan perlindungan, serta penyadaran hak-hak terhadap perempuan di Afghanistan tanpa intervensi dari pihak manapun. Di sisi lain, UNAMA tidak berperan sebagai instrumen yang menyediakan ruang bagi suatu negara tertentu mencapai tujuan politiknya, melainkan memberikan ruang terhadap aktor-aktor internasional untuk menjalankan misi politik dengan tujuan bersama yakni, mendukung pemerintah dan masyarakat Afghanistan dalam mencapai perdamaian dan stabilitas negara.The rebellion of the conservative Muslim community in Afghanistan due to shifts in government policies, which became more liberal under the leadership of Amanullah Khan, made the country's condition unstable and fragile. The incident also put Afghan society in a state of crisis, especially for women. Afghan women have to experience restrictions on movement, gender-based violence, and other worse disadvantages. The United Nations formed The United Nations Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA) to implement the Bonn Agreement to stabilize institutions and reconstruct Afghanistan. In particular, this research aims to determine the role of UNAMA as an international organization in its efforts to protect women in Afghanistan throughout 2015-2021. In conclusion, UNAMA plays a significant role as an arena and an independent actor who provide support and protection, as well as awareness of women's rights in Afghanistan without intervention from any party. However, UNAMA act as an instrument not only for one particular country to achieve its political goals but instead as an international actor to carry out political missions of many countries all together with the common goal of supporting the government and people of Afghanistan in achieving peace and stability in the country.
3504738291F1C018011Strategi Komunikasi Pemasaran Ekowisata Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Provinsi Gorontalo dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan
Konsep ekowisata merupakan salah satu alternatif wisata yang ssat ini sedang menjadi primadona di kalangan wisatawan. Taman Nasional merupakan kawasan konservasi yang memiliki tujuan utama dalam pelestarian dan pengawetan sumber daya hati khas kawasan. Penerapan konsep ekowisata dalam kawsan taman nasional tentu menjadi peluang dan tantangan yang harus diperhatikan bersama. Pengelolaan ekowisata diterapkan di beberapa taman nasional di Indonesia salah satunya Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Taman Nasional Boganni Nani Wartabone merupakan kawasan yang luasnya mencakup Provinsi Gorontalo hingga Provinsi Bolaang Mongonwow.
Pada penelitian ini peneliti memiliki tujuan untuk menganilisis konsep wisata berkelanjutan, menganilisis strategi komunikasi pemasaran, menganalisis tantangan dan hambatan serta merancang konsep strategi komunikasi yang dapat diimplementasikan di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Provinsi Gorontalo. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan Teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ditemukan bahwa Taman Nasional Bogani Nani Wartabone secara umum disemua kawasan menerapkan konsep ekowisata berkelanjutan berdasarkan prinsip konservasi, partisipasi masyarakat, edukasi, ekonomi dan wisata. Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Provinsi Gorontalo melakukan strategi komunikasi pemasaran melalui advertising, sales promototion, personal selling, public relation dan word of mouth. Dalam melaksanakan strategi tersebut terdapat hambatan pada sumber daya manusia, jaringan yang tidak stabil dan wisata yang kompetitif. Untuk dapat memaksimalkan strategi komunikasi pemasaran ekowisata berdasarkan tantangan dan kondisi setempat dapat dilakukan melalui peningkatan sumber daya manusia terus-menerus, optimalisasi di startegi komunikasi yang sudah dilakukan sebelumnya dan menambah startegi dengan membangun brand awareness, direct marketing dan interactive marketing secara sederhana.
The concept of ecotourism is one of the alternative tourism that is currently being excellent among tourists. National Parks are conservation areas that have the main goal of preserving and preserving the natural resources of the region. The application of the concept of ecotourism in the national park area is certainly an opportunity and a challenge that must be considered together. Ecotourism management is implemented in several national parks in Indonesia, one of which is the Bogani Nani Wartabone National Park. Boganni Nani Wartabone National Park is an area which covers Gorontalo Province to Bolaang Mongonwow Province.
In this study, researchers have a goal to analyze the concept of sustainable tourism, analyze marketing communication strategies, analyze challenges and obstacles and design the concept of communication strategies that can be implemented in the Bogani Nani Wartabone National Park, Gorontalo Province. Researchers used qualitative research methods with in-depth interview techniques, observation and documentation.
The results of the study found that Bogani Nani Wartabone National Park in general in all areas applies the concept of sustainable ecotourism based on the principles of conservation, community participation, education, economy and tourism. Bogani Nani Wartabone National Park, Gorontalo Province, implements a marketing communication strategy through advertising, sales promotion, personal selling, public relations and word of mouth. In implementing this strategy there are obstacles in human resources, unstable networks and competitive tourism. To be able to maximize ecotourism marketing communication strategies based on local challenges and conditions, it can be done through continuous improvement of human resources, optimization of communication strategies that have been carried out previously and adding strategies by building brand awareness, direct marketing and interactive marketing in a simple way.



3504838294F1C018013Pelaksanaan Fungsi Kehumasan Dalam Mendukung Kebijakan Pemerintah Daerah Di Sekretariat Daerah Kabupaten TasikmalayaPenelitian ini membahas tentang bagaimana bagaimana pelaksanaan fungsi
kehumasan dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah di Sekretariat
Daerah Kabupaten Tasikmalaya. Perlu diketahui bahwa di Sekretariat Daerah
Kabupaten Tasikmalaya tidak terdapat bagian Hubungan Masyarakat secara
khusus, sehingga peneliti merasa tertarik untuk mengetahui bagaimana bagian
Protokol dan Komunikasi Pimpinan menjalankan peran serta fungsi kehumasan
pemerintah untuk membantu dan mendukung kebijakan pemerintah daerah.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan
paradigma konstruktivis. Teknik pengumpulan data penelitian berupa data
primer dan sekunder didapat dari hasil wawancara, observasi, dan juga
dokumentasi. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive
sampling dengan menunjuk kepada Sekda Kabupaten Tasikmalaya, Kepala Bagian
Prokompim, Kasubag Protokol, Kasubag Komunikasi Pimpinan, dan Kasubag
Dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori Excellence in
Public Relations. Metode analisis datanya menggunakan model dari Miles dan
Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk
menguji validitas datanya, menggunakan metode triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
di Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya melaksanakan fungsi kehumasan
berupa penasehat ahli, fasilitator komunikasi, fasilitator proses pemecahan
masalah, dan teknisi komunikasi. Berdasarkan teori Excellence in Public Relations,
model kehumasan yang dilaksanakan oleh bagian Protokol dan Komunikasi
Pimpinan adalah model two-way symmetric dengan mengedepankan komunikasi
dua arah dari pihak internal dan eksternal agar dapat membantu dan mendukung
kebijakan pemerintah daerah
This study discusses how the implementation of the public relations function in
supporting local government policies at the Regional Secretariat of Tasikmalaya
Regency. It should be noted that the Regional Secretariat of Tasikmalaya Regency
does not have a special Public Relations section, so researchers are interested in
knowing how the Protocol and Leadership Communications sections carry out the
role and function of government public relations to assist and support local
government policies. The research method used is descriptive qualitative method
with a constructivist paradigm. Research data collection techniques in the form of
primary and secondary data obtained from interviews, observations, and also
documentation. The informant selection technique used was purposive sampling by
pointing to the Regional Secretary of Tasikmalaya Regency, the Head of Prokompim,
Head of Protocol Subdivision, Head of Leadership Communications Subdivision, and
Head of Documentation Subdivision. The theory used in this research is the theory of
Excellence in Public Relations. The data analysis method uses the model from Miles
and Huberman, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions.
To test the validity of the data, using the source triangulation method.
The results showed that the Protocol and Leadership Communications Section at the
Regional Secretariat of Tasikmalaya Regency carried out public relations functions
in the form of expert advisors, communication facilitators, problem solving process
facilitators, and communications technicians. Based on the theory of Excellence in
Public Relations, the public relations model implemented by the Protocol and
Leadership Communications section is a two-way symmetrical model by prioritizing
two-way communication from internal and external parties in order to assist and
support local government policies.
3504938293F1C018052Firiyal Najlaa1, Nuryanti2, dan S. Bekti Istiyanto3
Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
firiyal.najlaa@mhs.unsoed.ac.id
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang muncul di Dinas Sosial Kota Tegal yaitu mengenai komunikasi antarpribadi yang tidak efektif dan kinerja pegawai yang belum optimal, sedangkan komunikasi anatarpribadi yang efektif merupakan salah satu dasar keberhasilan organisasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh komunikasi antarpribadi terhadap kinerja pegawai Dinas Sosial Kota Tegal dan seberapa besar pengaruhnya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pengendalian organisasi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 40 pegawai Dinas Sosial Kota Tegal yang semuanya dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, kemudian data diolah dengan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh komunikasi antarpribadi terhadap kinerja pegawai Dinas Sosial Kota Tegal, hasil tersebut berdasarkan uji asumsi diketahui bahwa nilai > (9,113 > 2,024).. Besarnya pengaruh komunikasi antarpribadi terhadap kinerja pegawai Dinas Sosial Kota Tegal sebesar 68,6%, sedangkan faktor lain di luar penelitian ini mempengaruhi sisanya sebesar 31,4%.This research is motivated by problems that arise in the Social Office of Tegal City, namely regarding ineffective interpersonal communication and employee performance that is not yet optimal, while effective interpersonal communication is one of the foundations of organizational success. Consequently, the research aims to describe the influence of interpersonal communication on the performance of the Tegal City Social Service employees and how much effect it has. The theory used in this research is the theory of organizational control. This research uses a descriptive quantitative approach method. The population in this study was 40 employees of the Tegal City Social Service, all of which were used as research samples. Data was collected using a questionnaire and then processed with the help of the SPSS (Statistical Product and Service Solution) version 25.0 programs. The results showed an influence of interpersonal communication on the performance of the Tegal City Social Service employees, these results are based on tests of assumptions, which discovered that the value of t count > t table(9,113 > 2,024). The magnitude of the influence of interpersonal communication on the performance of Tegal City Social Service employees is 68.6%, while other factors outside this research influence the remaining 31.4%.
3505038292L2B020001KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN DI BAGIAN HULU
SUNGAI KLAWING KABUPATEN PURBALINGGA JAWA TENGAH
Penelitian keanekaragaman jenis ikan di bagian hulu Sungai Klawing Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah dilaksanakan pada bulan April-Mei 2022. Metode yang digunakan adalah metode survey untuk pengambilan sampel ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui keanekargaman jenis ikan di bagian hulu Sungai Klawing Kabupaten Purbalingga. Pengambilan sampel ikan secara langsung dilakukan di 3 titik lokasi stasiun Sungai Klawing Purbalingga.Stasiun 1 terletak di Desa Tlahab Kidul Kecamatan Karangreja, stasiun 2 terletak di Desa Palumbungan Kecamatan Bobotsari dan Stasiun 3 terletak di Desa Banjarsari Kecamatan Bobotsari. Hasil penelitian menunjukkan dibagian hulu Sungai Klawing Ikan yang tertangkap sebanyak 111 ekor, terdiri dari 13 spesies, 8 famili. Family Cyprinidae mendominasi di Sungai Klawing.Indeks keanekargaman tertinggi pada stasiun 3 yaitu 1,569 dan stasiun 2 yaitu 1,530 , keanekragaman terendah stasiun 1 dengan nilai yaitu 1,109. Indeks dominasi tertinggi stasiun 1 yaitu 0,452 , dan terendah stasiun 2 yaitu 0,251, stasiun 3 yaitu 0,256 dan indeks keseragaman tertinggi dengan nilai di stasiun 3 yaitu 0,806, stasiun 2 yaitu 0,786 dan terendah pada stasiun 1 yaitu 0,688. Family yang diperoleh Channa, Clariidae, Oshpronemidae, Poeciliidae, Bagridae, Cyprinidae, Pangio, dan Nemacheilidae.Research on the diversity of fish species in the upstream part of the Klawing River, Purbalingga Regency, Central Java, was carried out in April-May 2022. The method used was a survey method for fish sampling. This study aims to analyze and determine the diversity of fish species in the upper reaches of the Klawing River, Purbalingga Regency. Direct sampling was carried out at 3 locations of Sungai Klawing Purbalingga stations. Station 1 was located in Tlahab Kidul Village, Karangreja District, station 2 was located in Palumbungan Village, Bobotsari District and Station 3 was located in Banjarsari Village, Bobotsari District. The results showed that upstream of the Klawing River, 111 fish were caught, consisting of 13 species, 8 families. The Cyprinidae family dominates in the Klawing River. The highest diversity index at station 3 is 1.569 and station 2 is 1.530, the lowest diversity index is station 1 with a value of 1.109. The highest index of station 1 is 0.452, and the lowest is station 2 is 0.251, station 3 is 0.256 and the highest uniformity index is with a value at station 3 which is 0.806, station 2 is 0.786 and the lowest is at station 1 is 0.688. The families obtained were Channa, Clariidae, Oshpronemidae, Poeciliidae, Bagridae, Cyprinidae, Pangio, and Nemacheilidae.
3505138295I1E016036Hubungan Antara antropometri, Kecepatan Reaksi Kaki dan Kelentukan Togok Dengan Keterampilan Tendangan Mawashi Geri Atlet Shorinji Kempo BanyumasABSTRAK

HUBUNGAN ANTARA ANTROPOMETRI, KECEPATAN REAKSI KAKI, DAN KELENTUKAN TOGOK, DENGAN KETERAMPILAN TENDANGAN
MAWASHI GERI ATLET SHORINJI KEMPO BANYUMAS
Dimas Praditya1, M Nanang HK2, Dewi Anggraeni3


Latar belakang: Beladiri Shorinji kempo adalah olahraga yang masuk dalam kategori beladiri yang dilaksanakan dua orang saling berhadapan. Teknik dasar olahraga Shorinji kempo ini terdiri dari empat jenis meliputi pukulan, tendangan, tangkisan, dan bantingan. Tujuan penelitian ini untuk antara kecepatan reaksi kaki, kelentukan togok, dan power otot tungkai dengan tendangan mawashi geri atlet Shorinji kempo Banyumas.

Metodelogi: Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 20 responden atlet Shorinji kempo Banyumas. Teknik analisis data menggunakan korelasi ganda.

Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis data menunjukan nilai signifikasi dari setiap item tes adalah sebagai berikut; 1) Terdapat hubungan yang signifikan antara antropometri dengan tendangan mawashi geri dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 dan dengan nilai pearson correlation sebesar 0,679, 2) Terdapat hubungan yang signifikan antara antropometri (IMT) dengan tendangan mawashi geri dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 dan dengan nilai pearson correlation sebesar 0,624, 3) Terdapat hubungan yang signifikan antara kecepatan reaksi dengan tendangan mawashi geri dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 dan dengan nilai pearson correlation sebesar -0,647, 4) Terdapat hubungan yang signifikan antara kecepatan reaksi dengan tendangan mawashi geri dengan nilai signifikansi sebesar 0,004 dan dengan nilai pearson correlation sebesar 0,612, dan 5) Terdapat hubungan antara antropometri (panjang tungkai), antropometri (IMT), kecepatan reaksi dan kelentukan togok dengan tendangan mawashi geri atlet Shorinji kempo Banyumas dengan nilai signifikansi sebesar 0,005 dan memiliki sumbangan sebesar 60,9% terhadap mawashi geri atlet Shorinji kempo.


Kesimpulan: berdasarkan interpretasi data penelitian maka dapat disimpulkan bahwa antropometri (panjang tungkai), antropometri (IMT), kecepatan reaksi kaki, kelentukan togok, dan power otot tungkai memiliki hubungan yang signifikan dengan tendangan mawashi geri atlet Shorinji kempo Banyumas.

Kata Kunci: Tendangan Mawashi geri Shorinji kempo, Antropometri, Kecepatan reaksi, Kelentukan Togok
ABSTRACT

RELATIONSHIP BETWEEN ANTHROPOMETRY, FOOT REACTION SPEED, AND FLEXIBILITY, WITH KICKING SKILLS MAWASHI
GERI ATHLET SHORINJI KEMPO BANYUMAS
Dimas Praditya1, M Nanang HK2, Dewi Anggraeni3

Background: Shorinji kempo martial arts is a sport that is included in the category of martial arts that is carried out by two people facing each other. The basic technique of this Shorinji kempo sport consists of four types including punches, kicks, blocks, and slams. The purpose of this study was to determine the reaction speed of the foot, togok flexibility, and leg muscle power with the mawashi geri kick of the Banyumas Shorinji kempo athlete.

Methodology: This research method is a quantitative descriptive study with a correlational approach. The sample in this study used a purposive sampling technique as many as 20 respondents from Banyumas Shorinji kempo athletes. The data analysis technique used multiple correlation.

Research Results: Based on data analysis, the significance value of each test item is as follows; 1) There is a significant relationship between anthropometry and the mawashi geri kick with a significance value of 0.001 and a Pearson correlation value of 0.679, 2) There is a significant relationship between anthropometry (BMI) and the mawashi geri kick with a significance value of 0.003 and with a Pearson correlation value of 0.624, 3) There is a significant relationship between reaction speed with the mawashi geri kick with a significance value of 0.002 and with a Pearson correlation value of -0.647, 4) There is a significant relationship between reaction speed with the mawashi geri kick with a significance value of 0.004 and with Pearson correlation value of 0.612, and 5) There is a relationship between anthropometry (leg length), anthropometry (BMI), reaction speed and togok flexibility with the mawashi geri kick of the Banyumas Shorinji kempo athlete with a significance value of 0.005 and has a contribution of 60.9% to m awashi geri athlete Shorinji kempo.


Conclusion: based on the interpretation of research data, it can be concluded that anthropometry (leg length), anthropometry (BMI), foot reaction speed, togok flexibility, and leg muscle power have a significant relationship with the mawashi geri kick of the Shorinji kempo Banyumas athlete.

Keywords: Mawashi geri Shorinji kempo Kick, Anthropometry, Reaction Speed, Flexibility of Togok 
3505238245I1A015083LITERATUR REVIEW: ANALISIS PERAN KADER DALAM PROGRAM DESA SIAGA SEHAT JIWA (DSSJ) DI INDONESIA Latar Belakang: Gangguan kesehatan jiwa dapat mengancam keluarga dan lingkungan sekitar. Tahun 2018, kasus gangguan jiwa mengalami peningkatan dari hasil riset tahun sebelumnya. Peningkatan prevalensi tecatat menjadi 7 permil rumah tangga, yang artinya dalam 1000 rumah tangga terdapat 7 rumah tangga dengan ODGJ. Desa siaga merupakan strategi baru pembangunan kesehatan yang lahir sebagai respon pemerintah terhadap masalah kesehatan di Indonesia. Kader dianggap sebagai ujung tombak dalam melakukan penggerakan masyarakat. Masyarakat lebih mudah digerakkan dan cenderung mengikuti arahan yang diberikan oleh kader karena kader bagian dari masyarakat.
Metodologi: penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur berdasarkan penelitian orisinal yang dipublikasi pada tahun 2015 sampai 2022. Penelitian ini menggunakan satu portal jurnal sebagai sumber artikel dan ditemukan empat artikel untuk ditinjau. Proses seleksi dilakukan melalui tiga tahap yaitu pemilihan topik, identifikasi artikel yang revelan, analisis dan seleksi artikel. Analisis artikel dilakukan dengan menemukan persamaan dan perbedaan dari artikel yang tersaring yang kemudian dirangkum.
Hasil Penelitian: Kader kesehatan jiwa memiliki empat peran dalam program desa siaga sehat jiwa yaitu peran aktif, dalam proses pembentukan kader kesehatan jiwa dan penyuluhan kesehatan jiwa. kader memiliki peran partisipatif yaitu melaksanakan tugas untuk melakukan pelacakan kasus gangguan jiwa yang kemudian melaporkan tugasnya ke Rumah Sakit Jiwa. dan yang terakhir peran pasif yaitu kader adalah penggerak masyarakat untuk mendeteksi gangguan jiwa dikeluarga dan mengedukasi masyarakat untuk mendukung pasien dalam berobat.
Kesimpulan: Terlaksananya Program Desa Siaga Sehat Jiwa tidak terlepas dari peran kader. Kader memiliki peran penuh dalam proses deteksi dini hingga edukasi terhadap keluarga penderita gangguan jiwa. Maka, kader yang berkualitas akan membantu dalam mencapai indikator program.
Kata Kunci: Kader Kesehatan Jiwa, Peran Kader, Program Desa Siaga, DSSJ
¹Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat FIKes Universitas Jenderal Soedirman
²Departemen Jurusan Kesehatan Masyarakat FIKes Universitas Jenderal Soedirman
Background: Mental health disorders can be threatening for families and surrounding. In 2018, mental health disorders cases increased from the previous year's research. The prevalence was recorded to 7 per cent, which means that in 1000 households there are 7 households with ODGJ. Desa siaga is a new strategy for health development that was response to health problems in Indonesia. Cadres are supposed to mobilization of carrying out community. Usually people are easier to follow the directions by cadres because the cadres are part of society.
Methods: This study used literature review method based on original research published from 2015 to 2022. One journal portal as a source of articles were searched and four articles were indentified for review. The literature selection process went through three stages, i.e., a topic selection, identification of articles who relevant to the topic, and the last is analysis and selection of the articles. The articles are analyzed by finding the similarities and dissimilarities and then being summarized.
Results: The mental health cadres have a four roles in the Program Desa Siaga Sehat Jiwa. i.e., an active role in the establishing dan giving an education of cadres about mental health to community. Cadres also have a participatory role, it is means cadres doing some track about mental health cases and giving the report to psychiatric hospital. And the other one is the passive role, cadres should to involve the community to early detection of mental health disorder and always support to mental health patient for treatment.
Conclusion: The role of cadres had a highly impact in an implementation of Program Desa Siaga Sehat Jiwa. The high impact of cadres i.e., early detection of mental health disorder and give an advice and educated community to aware to mental health disorder. Thereby, a good qualified of cadres can increased the result of program.
Keywords: Mental Health Cadres, The Role of Cadres, Program Desa Siaga, DSSJ
¹Public Health Student Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
²Public Health Departement Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
3505338297F1B018006Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Fasilitas Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kinerja pegawai di Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas yang dirasa masih
kurang maksimal. Hal ini dibuktikan permasalahan belum optimalnya kesadaran
menghadapi bencana dan juga adanya gaya kepemimpinan dan fasilitas kerja yang
masih kurang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan
menganalisis besarnya pengaruh gaya kepemimpinan dan fasilitas kerja terhadap
kinerja pegawai di BPBD Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan
metode kuantitatif asosiatif dengan Teknik pengumpulan data melalui kuesioner
dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan memakai perhitungan statistic
Korelasi Kendall Tau-b, Koefisien Konkordansi Kendall W dan Regresi Ordinal,
dengan sasaran penelitian seluruh pegawai BPBD Kabupaten Banyumas meliputi
Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Non PNS sebanyak 93 orang. Berdasarkan hasil
analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: (1)
Terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja
pegawai sebesar 44,0 persen. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara fasilitas
kerja terhadap kinerja pegawai sebesar 39,7 persen. (3) Terdapat pengaruh yang
signifikan antara gaya kepemimpinan dan fasilitas kerja terhadap kinerja pegawai
sebesar 63,7 persen. Selain itu, hasil analisis yang dilakukan kepada 93 responden
menjelaskan bahwa gaya kepemimpinan, fasilitas kerja dan kinerja pegawai BPBD
Kabupaten Banyumas masuk ke dalam kategori sedang. Artinya bahwa gaya
kepemimpinan, fasilitas kerja dan kinerja pegawai masih perlu ditingkatkan.
Peningkatan gaya kepemimpinan dapat melalui pelatihan kepada pimpinan. Peningkatan fasilitas kerja dapa melalui pengajuan penambahan jumlah fasilitas ke
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Maka, dengan meningkatnya
gaya kepemimpinan dan fasilitas kerja akan dapat meningkatkan kinerja pegawai
di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas.

This research is motivated by the performance of employees at the Regional
Disaster Management Agency (BPBD) of Banyumas Regency which is still not
optimal. This is evidenced by the problem of not optimal awareness of dealing with
disasters and also the existence of a leadership style and work facilities that are still
not optimal. The purpose of this study was to determine and analyze the influence
of leadership style and work facilities on employee performance at BPBD
Banyumas Regency.This study uses quantitative associative methods with data
collection techniques through questionnaires and documentation. The analytical
method used is the statistical calculation of the Kendall Tau-b Correlation, Kendall
W Concordance Coefficient and Ordinal Regression, with the research target of all
BPBD employees in Banyumas Regency including Civil Servants (PNS) and Non￾PNS as many as 93 people. Based on the results of the quantitative analysis in this
study, it can be explained as follows: (1) There is a significant influence between
leadership style on employee performance by 44.0 percent. (2) There is a significant
effect between work facilities on employee performance by 39.7 percent. (3) There
is a significant influence between leadership style and work facilities on employee
performance by 63.7 percent. In addition, the results of the analysis conducted on
93 respondents explained that the leadership style, work facilities and performance
of BPBD Banyumas Regency employees were in the medium category. This means
that the leadership style, work facilities and employee performance still need to be
improved. Improved leadership style can be through training to leaders. The
increase in work facilities can be done by submitting an additional number of
facilities to the National Disaster Management Agency (BNPB). So, by increasing
the leadership style and work facilities, it will be able to improve the performance
of employees at the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Banyumas
Regency.
3505443956C1C020047PENGARUH RETALIASI TERHADAP INTENSI WHISTLEBLOWING DENGAN PENALARAN MORAL SEBAGAI PEMODERASIPenelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh retaliasi terhadap intensi whistleblowing dengan penalaran moral sebagai pemoderasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 1.654 dosen dan karyawan di Universitas Jenderal Soedirman. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan total 1.333 sampel memenuhi kriteria. Kuesioner yang dapat digunakan pada tahap penelitian selanjutnya sebanyak 135 kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa retaliasi berpengaruh positif terhadap intensi whistleblowing, penalaran moral berpengaruh positif terhadap intensi whistleblowing, dan penalaran moral memperkuat hubungan antara retaliasi dengan intensi whistleblowing.This study aims to examine and analyze the effect of retaliation on whistleblowing intentions with moral reasoning as a moderator. The population in this study amounted to 1,654 lecturers and employees at Jenderal Soedirman University. The sampling method used purposive sampling with a total of 1,333 samples meeting the criteria. The questionnaire that can be used in the next research stage is 135 questionnaires. The results showed that retaliation has a positive effect on whistleblowing intention, moral reasoning has a positive effect on whistleblowing intention, and moral reasoning strengthens the relationship between retaliation and whistleblowing intention.
3505544613F1C020020Peran Script Writer Dalam Pembuatan Film Dokumenter “Gula Nipah: Budaya dan Rasa Khas Nusadadi”Indonesia, dengan kekayaan sumber daya alamnya, menempati posisi terdepan dalam biodiversitas global. Salah satu keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia dalah tanaman Nipah (Nypa Fruticans) yang merupakan tanaman yang tumbuh subur di wilayah tropis. Di Banyumas, Jawa Tengah, tanaman nipah banyak ditemukan di wilayah Nusadadi, salah satu desa yang berada di wilayah selatan Kabupaten Banyumas. Nipah telah dimanfaatkan
sebagai bahan olahan salah satunya yaitu Gula Nipah. Meski berpotensi menjadi komoditas ekonomi berharga, Gula Nipah masih kurang dikenal. Kebermanfaatan nipah sebagai salah satu hayati di Indonesia menjadi menarik untuk ditelaah lebih jauh dan dipublikasikan secara luas informasinya kepada masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, dalam tugas akhir penciptaan karya ini, pencipta ingin menceritakan, mendeskripsikan, serta mempromosikan gula nipah sebagai produk olahan masyarakat Desa Nusadadi yang memiliki kaitan erat dengan nilai-nilai budaya dan rasa khas melalui film dokumenter yang berjudul “Gula Nipah: Budaya dan Rasa Khas Nusadadi”. Dalam proses pembuatan film ini, penulis berperan sebagai script writer yang memiliki peran besar dalam proses pra-produksi film mulai dari penentuan alur cerita film, penentuan tokoh dan narasumber, pembuatan script, pembuatan sinopsis, hingga pembuatan storyboard dalam proses pembuatan film. Script writer juga menjadi kunci terciptanya film yang menarik dan dapat menyampaikan visi serta misi film kepada audiens.
Indonesia, renowned for its natural resources, stands at the forefront of global biodiversity. Among its diverse biological assets is the Nipah plant (Nypa Fruticans), a species thriving in the tropics. In Banyumas,Central Java, Nipah is prevalent in Nusadadi, a village in the southern region of the district. Nipah has been utilized in local processing, notably in the production of Nipah Sugar. Despite its potential as a valuable economic commodity, Nipah Sugar remains relatively unknown. The benefits of Nipah as a biological resource in Indonesia warrant further exploration and widespread dissemination to the Indonesian public. Therefore, in this final project, the creator aims to narrate, describe, and promote Nipah Sugar as a processed product of the Nusadadi community, closely linked to cultural values and distinctive flavors, through a documentary titled “Gula Nipah: Budaya dan Rasa Khas Nusadadi”. In the film’s production process, the writer serves as a scriptwriter, playing a significant role in pre-production, from determining the film’s plot, selecting characters and sources, crafting the script, creating the synopsis, to developing the storyboard. The scriptwriter is also key to producing an engaging film that conveys the vision and mission to the audience.
3505638299F1F017004PERAN ASEAN MELALUI ASEAN INTEGRATED FOOD SECURITY (AIFS) FRAMEWORK DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL
INDONESIA
Ketahanan pangan menjadi fokus utama dalam upaya menjaga kestabilan pangan nasional negara anggota ASEAN. Kemiskinan dan gizi yang belum seimbang masih menjadi permasalahan di ASEAN oleh karena itu AIFS (ASEAN Integrated Food Security) Framework dibentuk untuk mendorong negara anggota ASEAN mengatasi permasalahan pangan di ASEAN. Penelitian ini akan mengkaji peran AIFS (ASEAN Integrated Food Security) Framework dalam mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pengumpulan data primer yang dilakukan melalui interview pihak terkait dan data sekunder terdiri atas artikel jurnal, pemberitaan, peraturan, atau catatan lainnya dari pemerintah maupun ASEAN yang terkait dengan implementasi ASEAN Integrated Food Security Framework ataupun terkait dengan kebijakan ketahanan pangan pada umumnya. Konsep ketahanan pangan dan teori organisasi internasional digunakan untuk menjawab rumusan masalah. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa AIFS berperan sebagai arena dalam pencapaian ketahanan pangan di ASEAN secara umum dan Indonesia khususnya.
This study will examine the role of the AIFS (ASEAN Integrated Food Security) Framework in realizing food security in Indonesia. This study uses primary data collection conducted through interviews with related parties and secondary data consisting of journal articles, news reports, regulations, or other records from the government and ASEAN related to the implementation of the ASEAN Integrated Food Security Framework or related to food security policies in general. The concept of food security and the theory of international organizations are used to answer the problem formulation. In this study it was found that AIFS plays a role as an arena in achieving food security in ASEAN in general and Indonesia in particular.
3505738301I1B018086GAMBARAN PERSEPSI KONTROL PERILAKU PERAWAT DALAM DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN
DI RSUD BANYUMAS

ABSTRAK
GAMBARAN PERSEPSI KONTROL PERILAKU PERAWAT DALAM DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN
DI RSUD BANYUMAS
Silvia Batulingas1, Wastu Adi Mulyono2, Eni Rahmawati2
Latar Belakang : Dokumentasi merupakan aspek yang penting. Proses keperawatan sesuai dengan tahapan yang ada yaitu pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi dan evaluasi semua langkah harus didokumentasikan dengan baik dan benar. Persepsi kontrol menjadi salah satu dasar perawat dalam mengaplikasikan dokumentasi yang baik.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik responden serta persepsi kontrol perilaku perawat dalam dokumentasi asuhan keperawatan
Metodologi : Jenis penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental yang menggunakan jenis data penelitian kuantitatif. Pemilihan sampel dengan teknik total sampling, jumlah responden 47 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat
Hasil Penelitian : Responden mayoritas berjenis kelamin perempuan, pendidikan sarjana keperawatan, jenjang karir sebagai perawat klinik 1 (PK 1), peran perawatan mayoritas perawat asosiate, masa kerja mayoritas dibawah 6 tahun dan diatas 10 tahun. Responden memiliki rerata usia 37,19 tahun dengan standar deviasi 7,523 dan nilai median yang diperoleh dari persepsi kontrol perawat terhadap pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi dan evaluasi skor nilai hasil yang didapatkan responden mayoritas sudah bisa mengontrol persepsi asuhan keperawatan secara positif dengan hasil median yang di dapatkan skor nilai pengkajian 23,0, skor nilai diagnosis 22,0, skor nilai perencanaan 22,0, skor nilai implementasi 23,0, dan evaluasi 40,0
Kesimpulan : Persepsi kontrol perilaku perawat terhadap pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi dan evaluasi di RSUD Banyumas sudah bisa mengontrol persepsi secara positif.

Kata kunci : Dokumentasi, Persepsi kontrol perilaku perawat

1Mahasiswa Jurusan Keperawatan FIKes Universitas Jenderal Soedirman
2Dosen Keperawatan FIKes Universitas Jenderal Soedirman
ABSTRACT
DESCRIPTION OF NURSE BEHAVIOR CONTROL PERCEPTIONS IN NURSING CARE DOCUMENTATION IN BANYUMAS HOSPITAL
Silvia Batulingas1, Wastu Adi Mulyono2, Eni Rahmawati2
Background : Documentation is an important aspect. The nursing process is in accordance with the existing stages, namely assessment, diagnosis, planning, implementation and evaluation of all steps must be properly and correctly documented. Perception of control is one of the basics of nurses in applying good documentation.
Objective : This study aims to identify the characteristics of respondents and perceptions of behavior control of nurses in orphanages
Methodology: This type of research is non-experimental research that uses quantitative research data types. Selection of samples with total sampling technique, the number of respondents 47 people. Data collection using a questionnaire. Data were analyzed univariately
Research Results: The majority of respondents were female, undergraduate nursing education, career path as clinical nurse 1 (PK 1), the majority of nursing roles were associate nurses, the majority of working years were under 6 years and over 10 years. Respondents had an average age of 37.19 years with a standard deviation of 7.523 and the median value obtained from nurses' perceptions of control over assessment, diagnosis, planning, implementation and evaluation of the score of the results obtained by the majority of respondents was able to control the perception of nursing care positively with a median result that obtained a score of 23.0 for assessment, 22.0 for diagnosis, 22.0 for planning, 23.0 for implementation, and 40.0 for evaluation
Conclusion: Perception control of nurse behavior towards assessment, diagnosis, planning, implementation and evaluation in Banyumas Hospital has been able to control perceptions positively.

Keywords : Documentation, Nurse's perception of control

1Student, of Nursing Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
2Nursing Lecturer, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University

3505838302E1A016301PERLINDUNGAN HAK PEKERJA DALAM PERJANJIAN KERJA BERSAMA
( Studi Putusan Nomor.138/Pdt.Sus-PHI.G/2019/PN.JKT.PST )
Perjanjian Kerja Bersama sebagai salah satu sarana dalam pelaksanaan hubungan industrial sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan namun masih banyak perusahaan yang tidak mengindahkan adanya Perjanjian Kerja Bersama yang telah dibuat tersebut. Hal inilah yang menjadi dasar permasalahan dalam penelitian ini, yaitu mengenai kedudukan Perjanjian Kerja Bersama dalam pelaksanaan hubungan industrial dan fungsi Perjanjian Kerja Bersama dalam pelaksanaan hubungan industrial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan, Perjanjian Kerja Bersama dibuat berdarkan syarat sah perjanjian sehingga secara otomatis mengikat mereka yang telah membuatnya, kedudukan Perjanjian Kerja Bersama pun telah diakui dengan adanya beberapa pasal yang menyebutkan mengenai Perjanjian Kerja Bersama dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Perjanjian Kerja Bersama berfungsi sebagai suatu perjanjian antara pengusaha, serikat pekerja/buruh dan pekerja/buruh, maka para pihak dalam hubungan industrial wajib melaksanakan isi Perjanjian Kerja Bersama. Collective Labor Agreement as a means of implementing industrial relations as regulated in Law Number 13 of 2003 concerning Manpower, but there are still many companies who do not heed the Collective Labor Agreement that has been made. This is the basis of the problems in this research, namely regarding the position of Collective Labor Agreements in the implementation of industrial relations and the function of Collective Labor Agreements in the implementation of industrial relations. This study uses a normative legal research method which is then analyzed descriptively qualitatively. The results of this study conclude, Collective Labor Agreements are made based on the legal terms of the agreement so that they automatically bind those who have made them. an agreement between the entrepreneur, the trade/labor union and the worker/labourer, the parties in industrial relations are obliged to implement the contents of the Collective Labor Agreement.
3505938303F1C018058Strategi Komunikasi Pendidikan Di Sd Negeri 5 Cingebul Lumbir Banyumas Sebagai Upaya Penunjang Motivasi Belajar Siswa Pada Masa Pandemi Covid-19Penyesuaian penyelenggaraan pembelajaran menjadi salah satu efek adanya pandemi covid-19. Adanya penyelenggaran pembelajaran tatap muka yang berganti menjadi pembelajaran jarak jauh / daring, kemudian berganti kembali menjadi pembelajaran tatap muka mengharuskan guru dapat menyusun strategi komunikasi pendidikan demi mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal. Strategi komunikasi yang terbentuk diharapkan dapat menunjang motivasi belajar siswa yang harus selalu mengikuti berbagai penyesuaian. SD Negeri 5 Cingebul merupakan salah satu sekolah dasar yang telah menerapkan beberapa penyesuaian pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan dan menganalisa strategi komunikasi pendidikan yang diterapkan di SD Negeri 5 Cingebul Lumbir Banyumas sebagai upaya penunjang motivasi belajar siswa pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan teori penguatan dan teori motivasi. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan teknik purposive sampling, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini diketahui bahwa SD Negeri 5 Cingebul dalam menerapkan strategi komunikasi pendidikan sebagai penunjang motivasi belajar siswa menggunakan langkah mengenali khalayak (peseta didik), menentukan tujuan pembelejaran, menulis pesan (bahan pembelajaran), menentuan metode dan memilih media.Adjustment implementation of learning is one of the effects of the Covid-19 pandemic. The existence of face-to-face learning that changes to distance/online learning, then changes back to face-to-face learning requires teachers to develop educational communication strategies in order to achieve maximum learning goals. The communication strategy that is formed is expected to be able to support student learning motivation which must always follow various adjustments. SD Negeri 5 Cingebul is one of the elementary schools that has implemented several learning adjustments. The purpose of this study was to describe and analyze the educational communication strategy implemented at SD Negeri 5 Cingebul Lumbir Banyumas as an effort to support student motivation during the Covid-19 pandemic. This study uses a qualitative method with a case study approach with reinforcement theory and motivation theory. Data collection through observation, interviews with purposive sampling techniques, and documentation. The results of this study revealed that SD Negeri 5 Cingebul in implementing educational communication strategies as a support for student learning motivation used the steps of identifying audiences (students), determining learning objectives, writing messages (learning materials), determining methods and selecting media.
3506038304F1B018033MANAJEMEN PELAYANAN INOVASI e-OPEN (Elektronik Online Pelayanan Kependudukan)
(Penelitian Tentang Aplikasi e-Open di Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil Kota Bekasi)
Manajemen merupakan sebuah ilmu dan seni dalam proses mengatur dengan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Manajemen dan inovasi saling berkaitan, inovasi pelayanan public bisa efektif bilamana proses manajemen yang ditetapkan telah tercapai. Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil Kota Bekasi menciptkan sebuah pelayanan online Adminduk bernama e-Open untuk memudahkan masyarakat dalam pelayanan administrasi kependudukan dimanapun dan kapapun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana manajemen pelayanan inovasi e-Open (Elektronik Online Pelayanan Kependudukan) di Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bekasi dengan menggunakan pendekatan manajemen berdasarkan teori H. Newman yang melihat beberapa aspek, yaitu: 1)Perencanaan, 2)Pengorganisasian, 3)Pengumpulan Sumber Daya, 4)Pengarahan, dan 5)Pengawasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball. Hasil penelitian menunjukan bahwa inovasi pelayanan e-Open di Disdukcapil Kota Bekasi belum berjalan secara efektif, tujuan dari pelaksanaan e-open belum sepenuhnya tercapain, kurang sosialisasi secara langsung pada masyarakat , petugas pamor yang tersedia di aplikasi kurang cepat merespon,dan masyarakat juga masih kesulitan dalam mengakses e-Open.Management is a science and art in the process of managing the use of human resources and other sources effectively and efficiently to achieve a predetermined goal. Management and innovation are interrelated, public service innovation can be effective when the established management process has been achieved. The Bekasi City Population and Civil Registration Service has created an online Adminduk service called e-Open to make it easier for the public to provide population administration services wherever and whenever. The purpose of this study is to find out how the management of e-Open innovation services (Electronic Online Population Services) at the Bekasi City Population and Civil Registration Office uses a management approach based on H. Newman's theory which looks at several aspects, namely: 1) Planning, 2) Organizing , 3) Resource Gathering, 4) Briefing, and 5) Supervision. The method used in this research is descriptive qualitative using descriptive analysis. The selection of informants used purposive sampling and snowball techniques. The results showed that the innovation of e-Open services at Disdukcapil Bekasi City had not run effectively, the objectives of implementing e-open had not been fully achieved, there was not enough direct outreach to the community, the prestige officers available in the application did not respond quickly, and the community still had difficulties in accessing e-Open.