Artikelilmiahs
Menampilkan 34.261-34.280 dari 49.942 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 34261 | 38172 | F1A018028 | Perilaku Hedonisme di Kalangan Remaja Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis | Perilaku hedonisme muncul melalui interaksi sosial, seseorang yang berkaitan dengan penggunaan waktu, dan pemikiran tentang dirinya yang bertujuan untuk mendapatkan kenikmatan atau kegembiraan. Gaya hidup hedonis ini remaja memiliki kecenderungan akan melakukan berbagai cara agar dapat memenuhi keinginan. Hedonisme sangat menarik bagi kalangan remaja, salah satunya adalah remaja di Kelurahan Ciamis, Kabupaten Ciamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku hedonisme remaja. Sedangkan metode penelitian ini yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan perilaku gaya hidup remaja terjadi secara berkala cenderung dalam membentuk individu menjadi konsumtif. Perilaku hedonisme yang dilakukan oleh remaja, yaitu pergi ‘nongkrong’ ke coffee shop, berbelanja ke mall secara terus menerus, menggunakan barang-barang yang mewah, dan memang hidupnya selalu memprioritaskan kesenangan dirinya. Faktor yang melatarbelakangi remaja berperilaku hedonisme ini dibagi menjadi dua yaitu faktor internal (konsep diri, sikap, motif, dan pengalaman), faktor eksternal (keluarga, kelompok sosial, lingkungan sosial, dan kebudayaan). | Hedonistic behavior arises through social interaction, someone related to the use of time, and thoughts about himself that aim to get pleasure or joy. This hedonic lifestyle, teenagers have a tendency to do various ways to fulfill their desires. Hedonism is very attractive to teenagers, one of whom is youth in the Ciamis Village, Ciamis Regency. This study aims to determine the behavior of adolescent hedonism. While this research method used is a qualitative research method. The results of the study show that changes in adolescent lifestyle behavior occur periodically which tend to shape individuals to become consumptive. The hedonistic behavior carried out by teenagers, namely going 'hanging out' at coffee shops, shopping at the mall continuously, using luxury goods, and indeed his life always prioritizes his pleasure. The factors behind the hedonistic behavior of adolescents are divided into two, namely internal factors (self-concept, attitudes, motives, and experiences), external factors (family, social groups, social environment, and culture) | |
| 34262 | 37227 | C1H018024 | The Determinants of Capital Structure: Examining The Capital Structure of Indonesian Food and Beverage Companies | Penelitian ini mencakup tentang faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal perusahaan makanan dan minuman di Indonesia. Penelitian ini mengambil judul: “THE DETERMINANTS OF CAPITAL STRUCTURE: EXAMINING THE CAPITAL STRUCTURE OF INDONESIAN FOOD AND BEVERAGE COMPANIES”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa (1) Pengaruh profitabilitas terhadap struktur modal. (2) Pengaruh perisai pajak non hutang terhadap struktur modal. (3) Pengaruh ukuran perusahaan terhadap struktur modal. (4) Pengaruh keberwujudan asset terhadap struktur modal.Sampel dalam penelitian ini adalah 16 perusahaan makanan dan minuman di Indonesia. Pemilihan sampel menggunakan metode pengambilan sampel secara sengaja dengan kriteria. Data sekunder dikumpulkan dari situs resmi Bursa Efek Indonesia dan perusahaan. Data dianalisis menggunakan program perangkat lunak EViews dengan metode regresi data panel. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Profitabilitas memiliki pengaruh yang signifikan dan negatif terhadap struktur modal. (2) Perisai pajak non-hutang memiliki pengaruh yang signifikan dan negatif terhadap struktur modal. (3) Ukuran perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap struktur modal. (4) Keberwujudan aset tidak memiliki pengaruh terhadap struktur modal. | This research is research on the determinants of capital structure on Indonesian food and beverage companies. This study takes the title: "THE DETERMINANTS OF CAPITAL STRUCTURE: EXAMINING THE CAPITAL STRUCTURE OF INDONESIAN FOOD AND BEVERAGE COMPANIES". The purpose of this study was to analyze (1) To analyze the effect of profitability on the capital structure. (2) To analyze the effect of non-debt tax shield on the capital structure. (3) To analyze the effect of company’s size on the capital structure. (4) To analyze the effect of asset tangibility on the capital structure. The sample in this study were 16 companies of listed Indonesian food and beverage companies. The purposive sampling technique is used in determining the samples. The data is collected from the official website of Indonesian Stock Exchange and each company. Data were analyzed using EViews statistical analysis software with panel data regression method. Based on the research results, it shows that: (1) Profitability has a significant and negative effect on capital structure. (2) Non-debt tax shield has a significant and negative effect on capital structure. (3) Company’s size has a significant effect and positive effect on capital structure. (4) Asset tangibility does not have a significant effect on capital structure. | |
| 34263 | 37228 | A1D018132 | PENGARUH CAMPURAN JAMUR PATOGEN Fusarium sp., Chaetomium sp., DAN Curvularia sp., TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG | Jamur patogen gulma memiliki potensi untuk mengendalikan gulma pada area pertanaman jagung. Namun, perlu diketahui keamanan hayati dari penggunaan herbisida hayati tersebut pada tanaman jagung. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh jamur patogen terhadap perkecambahan dan pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dan lahan terbatas di Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan acak kelompok lengkap dengan 8 perlakuan terdiri dari kontrol, jamur tunggal Fusarium sp. Chaetomium sp., Curvularia sp. campuran jamur Fusarium sp. dan Chaetomium sp., campuran jamur Fusarium sp dan Curvularia sp., campuran jamur Chaetomium sp. dan Curvularia sp., serta campuran jamur Fusarium sp., Chaetomium sp., dan Curvularia sp., dilakukan dalam 4 kali ulangan. Variabel yang diamati adalah daya kecambah, laju perkecambahan, tinggi tanaman, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot segar akar, bobot kering akar, insidensi penyakit, masa inkubasi, intensitas penyakit, AUDPC (Area Under Disease Progress Curve), dan laju infeksi. Analisis penelitian dilakukan dengan uji F dan apabila terdapat perbedaan maka dilakukan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan jamur patogen tidak berpengaruh pada daya kecambah dan laju perkecambahan, dengan daya kecambah benih 95 – 100 % dan laju perkecambahan 1,70 – 2,25 hari. Perlakuan tidak menimbulkan penyakit dan tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman jagung. | Weed pathogenic fungi have a potential to control weeds in maize plantation. However, it is necessary to know the biosafety of these biological herbicides on maize plants. The aim of the study was to determine the effect of pathogenic fungi on the germination and growth of maize plants. This research was conducted at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University and on land in Tambaksogra Village, Sumbang District, Banyumas Regency, Central Java. This research was conducted using a completely randomized block design, 8 treatments such as single fungus Fusarium sp. Chaetomium sp., Curvularia sp. mixture of Fusarium sp. and Chaetomium sp., Fusarium sp. and Curvularia sp., mixture of Fungus Chaetomium sp. and Curvularia sp., and mixture of Fusarium sp., Chaetomium sp., and Curvularia sp., and 4 replicates. The variables observed were germination rate, germination rate, plant height, plant fresh weight, plant dry weight, root fresh weight, root dry weight, disease incidence, incubation period, disease intensity, AUDPC (Area Under Disease Progress Curve), and infection rate. The research analysis was carried out using the F test and if there was a difference, further DMRT test was carried out at the 5% level. The results showed that there was no significant difference in the germination and germination rate, seed germination at 95 – 100% and germination rate 1.70 – 2.25 days. The treatment did not cause disease and did not affect the growth of maize plants. | |
| 34264 | 37229 | A1D018071 | EKSPLORASI, IDENTIFIKASI DAN UJI MORTALITAS JAMUR ENTOMOPATOGEN LOKAL KABUPATEN PURBALINGGA TERHADAP Spodoptera frugiperda J.E. Smith IN VITRO | Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jamur entomopatogen, mengetahui mortalitas dan mengetahui teknik aplikasi paling efektif untuk mengendalikan S. frugiperda hasil eksplorasi larva S. frugiperda terinfeksi di Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, dari Januari-Mei 2022. Pengambilan sampel dengan metode purposive random sampling. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap terdiri dua faktor, yaitu jenis jamur entomopatogen dan teknik aplikasi, dengan 9 kombinasi diulang 3 kali. Variabel pengamatan meliputi mortalitas, aktivitas makan, pertumbuhan, dan reproduksi larva. Hasil penelitian menunjukan 1) hasil eksplorasi jamur entomopatogen adalah dari genus Metarhizium sp. dan Penicillium sp. 2) Metarhizium sp. tunggal lebih efektif dibanding Penicillium sp. dalam mematikan larva S. frugiperda, namun sama peningkatan persentase mortalitasnya 100% terhadap kontrol. Jamur Metarhizium sp. dan Penicillium sp. menurunkan aktivitas makan, lama periode larva instar tiga, serta jumlah telur masing-masing sebesar 24,99 dan 15,99 %, 4,71 dan 2,46 %, 9,18 dan 8,04 % terhadap kontrol. 3) Perlakuan tunggal metode perendaman pakan menurunkan mortalitas 55,18% dibanding metode lainnya. Penyemprotan tubuh larva memiliki penurunan mortalitas 44,84% dibanding metode lainnya. Metode aplikasi tidak berpengaruh terhadap aktivitas makan, pertumbuhan dan fekunditas larva. 4) Perlakuan gabungan Metarhizium sp., penyemprotan tubuh larva dan perendaman pakan memiliki persentase mortalitas mencapai 100%. Perlakuan interaksi jamur Metarhizium sp. dan metode aplikasi menurunkan daya pakan 16 %. Penurunan periode larva instar tiga menjadi pupa dan jumlah telur terbesar pada perlakuan kombinasi Metarhizium sp. dan penyemprotan tubuh larva masing-masing 6,34 dan 11,20% dibanding kontrol. | The purpose of research was identify entomopathogenic fungi, to determine mortality and the most effective application technique to control Spodoptera frugiperda from exploration of infected S. frugiperda larvae in Purbalingga Regency. Research was conducted at Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, from January-May 2022. Sampling method was purposive random sampling. Completely randomized design was used consisted of two factors, namely entomopathogenic fungus and application technique, with 9 combinations repeated 3 times. Observation variables included mortality, feeding activity, growth, and reproduction. Result of the research showed 1)Results of entomopathogenic fungi exploration were genus Metarhizium sp. and Penicillium sp. 2) Metarhizium sp. alone was more effective than Penicillium sp. in killing S. frugiperda, but same percentage increase in mortality was 100% compared to control. Metarhizium sp. and Penicillium sp. decreased feeding activity, length of third instar larvae period, and number of eggs as 24.99 and 15.99%, 4.71 and 2.46%, 9.18 and 8.04%, respectively, compared to control. 3)Feed dyeing method reduced mortality by 55.18% compared to other methods. Spraying larvae body had a 44.84% reduction in mortality compared other methods. Application method did not affect feeding activity, growth and fecundity. 4)Combination of Metarhizium sp., spraying larvae body, and dipping feed had mortality percentage of up to 100%. Metarhizium sp. and application method reduces feed power by 16%. Longest period of third instar larvae to pupae and largest number of eggs decreased in combination of Metarhizium sp. and spraying larvae body respectively as 6.34 and 11.20% compared control. | |
| 34265 | 37230 | A1D018143 | UJI EFEKTIVITAS METABOLIT SEKUNDER JAMUR ENTOMOPATOGEN ISOLAT PABUWARAN KABUPATEN BANYUMAS UNTUK PEGENDALIAN HAMA Spodoptera frugipreda DI LABORATORIUM | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan cara aplikasi metabolit sekunder jamur entomopatogen (JE) isolat pabuwaran, serta interaksinya terhadap mortalitas, aktivitas makan, pertumbuhan larva, pupa, imago, fekunditas, fertilitas S. frugiperda, dan nilai efikasinya. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Univeritas Jenderal Soedirman pada bulan November 2021 sampai Februari 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dua faktor. Faktor pertama konsentrasi metabolit sekunder JE isolat Pabuwaran yang terdiri dari kontrol (K0), konsentrasi 10% (K1), konsentrasi 20% (K2), konsentrasi 30% (K3), insektisida sintetis berbahan aktif Emmamektin benzoat dan Lufenuron 1,5 ml/l (K4). Faktor kedua adalah cara aplikasi terdiri dari penyemprotan pada larva (A1) dan pencelupan pakan (A2). Variabel yang diamati meliputi: identifikasi JE, mortalitas larva, aktivitas makan larva, pertumbuhan larva, pupa dan imago, kemampuan reproduksi, dan nilai efikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) JE isolat Pabuwaran teridentifikasi sebagai jamur Entomophthora sp.; 2) perlakuan metabolit sekunder konsentrasi 20% mampu menurunkan aktivitas makan hingga 65,53%; 3) perlakuan cara aplikasi pencelupan pakan dapat mempersingkat lama stadia pupa menjadi 5,66 hari; 4) perlakuan interaksi K2A2 memiliki pengaruh terbaik terhadap mortalitas larva sekaligus nilai efikasi tertinggi hingga 66,67%, dan mempunyai persentase pupa dan imago terbentuk paling rendah mencapai 33,33%. | This study aims to determine the effect of concentration and application method of secondary metabolites of entomopathogenic fungus (EF) isolates of pabuwaran, as well as their interactions on mortality, feeding activity, growth of larvae, pupae, imago, fecundity, fertility of S. frugiperda, and their efficacy values. The research was carried out at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University in November 2021-February 2022. The study used a two-factor Completely Randomized Block Design (RCBD). The first factor was the concentration of secondary metabolites of EF isolates from Pabuwaran which consisted of control (K0), 10% concentration (K1), 20% concentration (K2), 30% concentration (K3), synthetic insecticides with active ingredients Emmamectin benzoate and Lufenuron 1.5 ml/ I (K4). The second factor is the application method consisting of spraying on the larvae (A1) and dipping the feed (A2). The variables observed included: identification of EF, larval mortality, larval feeding activity, larval growth, reproductive and imago, reproductive abilityr, and efficacy value. The results showed that: 1) EF isolates from Pabuwaran as a fungus Entomophthora sp.; 2) treatment of secondary metabolites with a concentration of 20% was able to reduce eating activity up to 65.53%; 3) the application of dyeing feed can shorten the pupa stage to 5.66 days; 4) K2A2 interaction treatment has the best effect on larval mortality as well as the highest efficacy value up to 66.67%, and has the lowest percentage of pupae and imago formed reaching 33.33%. | |
| 34266 | 37231 | C1A018032 | Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Pecel Lele di Kalangan Mahasiswa FEB Unsoed | Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh harga pecel lele, harga makanan substitusi, pendapatan, dan nilai kepercayaan terhadap permintaan pecel lele, serta mengetahui variabel mana yang paling berpengaruh terhadap permintaan pecel lele di kalangan mahasiswa FEB Unsoed. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan kuesioner. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa FEB Unsoed sebanyak 97 responden yang didapat menggunakan rumus Taro Yamane. Adapun kriteria yang ditentukan adalah mahasiswa aktif FEB Unsoed angkatan 2018-2020 yang pernah atau sering membeli pecel lele. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda yang diolah dan diuji menggunakan IBM SPSS Statistic 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Harga pecel lele, harga makanan substitusi, dan pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemintaan pecel lele di kalangan mahasiswa FEB Unsoed, (2) Tidak adanya pengaruh nilai kepercayaan terhadap permintaan pecel lele di kalangan mahasiswa FEB Unsoed, dan (3) Harga makanan substitusi merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap permintaan pecel lele di kalangan mahasiswa FEB Unsoed. | The purpose of this study was to analyze the effect of pecel lele prices, substitute food prices, income, and trust values on pecel lele demand, and to find out which variables had the most influence on pecel lele demand among FEB Unsoed students. This study is a quantitative study using primary data obtained from interviews and questionnaires. The sampling method used purposive sampling technique. The sample in this study was FEB Unsoed students as many as 97 respondents who were obtained using the Taro Yamane formula. The criteria determined are active students of FEB Unsoed class 2018-2020 who have or often bought pecel lele. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis which is processed and tested using IBM SPSS Statistic 25. The results of this study indicate that: (1) The price of pecel lele, the price of substitute food, and income have a positive and significant effect on the demand for pecel lele among FEB Unsoed students, (2) There is no influence of trust value on the demand for pecel lele among FEB Unsoed students, and (3) The price of substitute food is the variable that most influences the demand for pecel lele among FEB Unsoed students. | |
| 34267 | 37241 | A1A018079 | Analisis Risiko dan Pendapatan Usahatani Cabai Rawit di Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang kabupaten Banyumas | Desa Gandatapa merupakan desa sentra usahatani cabai rawit yang berada di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Kegiatan usahatani cabai di Desa Gandatapa sering mengalami kejadian tidak pasti (risiko). Risiko yang sering dihadapi petani adalah risiko produksi, harga dan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui biaya dan pendapatan usahatani cabai rawit di Desa Gandatapa, (2) mengetahui besarnya risiko yang diterima oleh petani pada usahatani cabai rawit di Desa Gandatapa, (3) mengidentifikasi sumber-sumber risiko usahatani dan upaya yang dilakukan petani untuk mengatasi risiko usahatani cabai rawit di Desa Gandatapa. Penelitian dilaksanakan secara (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Gandatapa merupakan desa sentra cabai yang memiliki lahan cabai rawit terluas di Kecamatan Sumbang. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2022. Penentuan responden penelitian menggunakan teknik sampling jenuh/sensus, dimana jumlah semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel yaitu sebanyak 45 petani. Metode analisis data adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis risiko, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Biaya komponen produksi rata-rata selama satu kali musim panen dengan luas lahan rata-rata 748 m2 adalah sebesar Rp 2.540.996, rata-rata penerimaan sebesar Rp 5.503.750 dan pendapatan yang diperoleh pada awal musim panen dengan luas lahan rata-rata 748 m2 sebesar Rp 2.962.654. (2) Besarnya risiko produksi diperoleh nilai KV sebesar 0,39. Risiko harga diperoleh nilai KV sebesar 0,32 dan risiko pendapatan diperoleh nilai KV sebesar 0,81. (3) Sumber risiko usahatani cabai rawit di Desa Gandatapa adalah perubahan iklim/cuaca, fluktuasi harga, tidak adanya penyuluh pertanian, berkurangnya tenaga kerja dalam kegiatan produksi, dan terbatasnya modal yang dimiliki serta sulitnya dalam mencari pinjaman modal usahatani. | Gandatapa Village is a cayenne pepper farming center located in the Subdistrict of Sumbang, Banyumas Regency. Chili farming activities in Gandatapa Village often experience uncertain events (risks). The risks that are often faced by farmers are production, price, and income risks. This research aims to (1) determine the costs and income of cayenne pepper farming in Gandatapa Village, (2) find out the magnitude of the risk received by farmers in cayenne pepper farming in Gandatapa Village, (3) identify sources of farming risk and the efforts made by farmers to overcome the risks of cayenne pepper farming in Gandatapa Village. The research was carried out purposely in Gandatapa Village, Sumbang District, Banyumas Regency. The time of research was carried out in March 2022. Determination of the research respondents using the census method for cayenne pepper farmers obtained as many as 45 farmers. Data analysis methods that were used are cost and income analysis, risk analysis, and descriptive analysis. The results showed (1) the average cost was Rp 2.540.996. with average revenue of Rp 5.503.750, so that the income obtained was Rp 2.962.654. 2) The amount of production risk obtained by the KV value was 0,39. Price risk obtained by the KV value was 0,32 and income risk obtained KV value was 0,81. 3) Sources of risk in cayenne pepper farming in Gandatapa Village include climate/weather changes, price fluctuations, the absence of agricultural extension workers, labor decrease in production activities, limited funding, and difficulty in finding farming fund loans. | |
| 34268 | 37233 | A1F018079 | Karakteristik Kukis Untuk Balita Dari Tepung Komposit Dengan Variasi Tepung Beras Protani dan Tepung Pisang Serta Penambahan Lesitin Kedelai | Anak balita berisiko tinggi mengalami kurang gizi seiring bertambahnya umur. Sebagian besar balita akan mengalami masalah gizi jika kebutuhan gizi balita tersebut tidak terpenuhi. Salah satu cara untuk meningkatkan kebutuhan gizi anak adalah dengan mengonsumsi makanan ringan yang kaya protein. Ada berbagai jenis jajanan yang disukai anak-anak, salah satunya adalah produk kue. Cookies adalah kue kering yang renyah, tipis, pipih (pipih) dan berukuran kecil yang disukai anak-anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik cookies dengan variasi tepung (tepung beras protani, tepung mocaf, tepung jagung, dan tepung pisang) serta variasi penambahan lesitin kedelai. Dalam penelitian ini, rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor yang diteliti adalah variasi tepung. protasi beras, tepung mocaf, tepung jagung, tepung pisang dengan penambahan susu bubuk full cream, dan konsentrasi lesitin kedelai dengan kadar 0%, 0,25%, dan 0,5%. Variabel yang diuji meliputi pH, warna (L*, a* , b*), kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan karbohidrat berdasarkan perbedaan serta pengujian sensorik meliputi warna, tekstur, aroma, rasa, dan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi tepung beras protani, tepung mocaf, tepung jagung, dan tepung pisang mempengaruhi pH, warna (L*, a*, b*), kadar air, kadar abu, kadar protein, lemak dan kadar karbohidrat berdasarkan perbedaan, warna, tekstur, aroma, rasa dan keseluruhan. kedelai mempengaruhi pH, warna (L*, a*, b*), kadar air, kadar abu, kadar protein, lemak dan kadar karbohidrat berdasarkan perbedaan, warna, tekstur, aroma, rasa dan keseluruhan. Perlakuan terbaik diperoleh dengan variasi tepung beras : tepung pisang 50:10 dengan konsentrasi lesitin kedelai 0,25% memiliki nilai pH 6,43, kadar air 2,24%, kadar abu 1,08%, kadar protein 8,7 gram, kadar lemak 16,43%, warna L* a* b* berturut-turut 60,67; 12.67; 21,8 dan karbohidrat 78,53% menurut SNI 01-7111,2-2005. | Children under five are at high risk for malnutrition as they get older. Most children under five will experience nutritional problems if their nutritional needs of these children under five are not met. One way to increase children's nutritional needs is by consuming protein-rich snacks. There are various types of snacks that are liked by children, one of which is a cookie product. Cookies are crispy, thin, flat (flat) and small-sized pastries that children love. The purpose of this study was to determine the characteristics of cookies with flour variations (protani rice flour, mocaf flour, corn flour, and banana flour) as well as the addition of soy lecithin variations. In this study, the experimental design used was Completely Randomized Design (CRD) with the factors studied being flour variations. protasi rice, mocaf flour, corn flour, banana flour with the addition of full cream milk powder, and soy lecithin concentration with levels of 0%, 0.25%, and 0.5%.The variables tested included pH, color (L*, a*, b*), moisture content, ash content, protein content, fat and carbohydrate content by difference as well as sensory testing including color, texture, aroma, taste, and overall.The results showed that variations in protani rice flour, mocaf flour, corn flour, and flour Bananas affect pH, color (L*, a*, b*), moisture content, ash content, protein content, fat and carbohydrate content by difference, color, texture, aroma, taste and overall. soybeans affect pH, color (L*, a*, b*), moisture content, ash content, protein content, fat and carbohydrate content by difference, color, texture, aroma, taste and overall. The best treatment was obtained with a variation of rice flour: banana flour by 50: 10 with a concentration of 0.25% soybean lecithin having a pH value of 6.43, water content 2.24%, ash content 1.08%, protein content 8.7 grams, fat content 16.43%, color L* a* b* respectively 60.67; 12.67; 21.8 and carbohydrates 78.53% according to SNI 01-7111.2-2005. | |
| 34269 | 37234 | E1A116042 | PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN PENGGUNA BIRO PERJALANAN WISATA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN ( STUDI TERHADAP PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG Nomor 654 K/Pid.Sus/2018 ) | ABSTRAK Perlindungan hukum terhadap konsumen di Indonesia sudah di atur di dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Salah satu kasus perlindungan konsumen adalah perbuatan Slamet alias Lilly binti Gojali Slamet selaku pelaku usaha biro perjalanan wisata yang tidak menepati janji atas suatu pelayanan dan/atau prestasi. Skripsi ini membahas mengenai perlindungan hukum bagi konsumen pengguna biro perjalanan wisata berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil peneltian ini dapat disimpulkan bahwa konsumen sudah mendapat perlindungan hukum berdasarkan Pasal 16 huruf (b) junto pasal 62 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dalam putusan Mahkamah Agung nomor: 654 K/Pid.Sus/2018, hakim tidak menggunakan Pasal 4 huruf (c) Pasal 7 huruf (b) dan huruf (c) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen untuk menjerat pelaku usaha. Kata kunci : Perlindungan Hukum, Konsumen, Biro Perjalanan Wisata. | ABSTRACT Legal protection for consumers in Indonesia has been regulated in Law Number 8 of 1999 concerning consumer protection. One of the cases of consumer protection is the act of Slamet alias Lilly bint Gojali Slamet as a travel agency business actor who does not keep his promise of a service and/or achievement. This thesis discusses the legal protection for consumer travel agency users based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. The method used in this research is normative juridical with descriptive analytical research specifications. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data obtained are presented with narrative text, and the data analysis method used is a qualitative normative method. Based on the results of this research, it can be concluded that consumers have received legal protection based on Article 16 letter (b) junto article 62 paragraph (2) of the Law of the Republic of Indonesia Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. In the Supreme Court's decision number: 654 K/Pid.Sus/2018, the judge did not use Article 4 letter (c) Article 7 letter (b) and letter (c) of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection to ensnare business actors. Keywords: Legal Protection, Consumers, Travel Bureau. | |
| 34270 | 37243 | I1D018038 | PENGARUH PELATIHAN KADER DENGAN METODE MAKE A MATCH TERHADAP PENGETAHUAN PENIMBANGAN BALITA DI BANYUMAS | Latar Belakang: Masalah gizi balita dapat diketahui berdasarkan pengukuran status gizi yang rutin dilakukan di Posyandu, sehingga kader posyandu harus dapat melakukan pengukuran status gizi balita dengan benar. Pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan posyandu terhambat dan berisiko terhadap penurunan pengetahuan serta motivasi kader. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pelatihan kader menggunakan metode Make a Match terhadap pengetahuan terkait penimbangan balita di Kelurahan Teluk Kabupaten Banyumas. Metode: Desain penelitian pra-eksperimental dengan one group pre-test post-test. Pengambilan sampel dengan purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 29 kader sebagai perwakilan setiap posyandu. Variabel bebas berupa pelatihan menggunakan metode Make a Match, sedangkan variabel terikat adalah pengetahuan kader. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Sebagian besar responden berusia ≥ 49 tahun (58,6%) dengan pendidikan SMA (51,7%), tidak bekerja (75,9%), menjadi kader selama lebih dari 5 tahun (75,9%), dan sebanyak 62,1% responden tidak tahu pasti waktu pelatihan terakhir terkait antropometri. Median pengetahuan sebelum dan setelah pelatihan adalah 8,0. Hasil analisis Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan (p = 0,002) pengetahuan setelah mengikuti pelatihan menggunakan metode Make a Match. Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengetahuan kader setelah mengikuti pelatihan mengenai penimbangan balita menggunakan metode Make a Match. | Background: Nutritional problem in toddlers can be known by nutritional status measured at Posyandu, therefore cadres must be able to take measurements correctly. The Covid-19 pandemic caused the implementation of Posyandu is hampered and has an impact on reducing the knowledge and motivation of cadres. The aim of this research was to find out the effect of training using the make a match method on knowledge related to weighing toddlers in Teluk Village, Banyumas. Methods: This study was pre-experimental with one group pre-test and post-test. The sample was determined by purposive sampling with the total sample of 29 cadres. The independent variable was training with make a match method, the dependent was knowledge. Data analysis was done by Wilcoxon test. Results: Most of the respondents were more than 49 years old (58,6%), high school graduates (51,7%), as housewives (75,9%) and have been a cadre for more than 5 years (75,9%), and 62,1% respondents did not remember the last time they attended anthropometric training. The median value of knowledge before and after training was 8,0. Wilcoxon test analysis showed that there was a difference (p = 0,002) in knowledge after attend the training with make a match method. Conclusion: There were differences in the knowledge of cadres after attended the weighing training for toddlers using the Make a Match method. | |
| 34271 | 38252 | F1B018118 | Implementasi Strategi Pengembangan Desa Wisata Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga di Era New Normal | Implementasi strategi pengembangan desa wisata pada era new normal sangat diperlukan sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli desa (PADes) dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat desa. Strategi pengembangan Desa Wisata Serang antara lain pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan serta pemasaran tercantum dalam dokumen masterplan. Adanya hal tersebut Desa Serang menjadi satu-satunya desa wisata yang memiliki Status Mandiri dalam Indeks Desa Membangun pada tahun 2021. Tujuan dalam penelitian ini yaitu yaitu untuk menganalisis dan mendeskripsikan Implementasi Strategi Pengembangan Desa Wisata Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga di Era New Normal. Metode penelitian dengan menggunakan Metode Kualitatif Deskriptif. Sasaran penelitian ini adalah Kepala Desa Serang, Perangkat Desa, Pengurus BUMDes Serang Makmur Sejahtera unit pariwisata dan Pokdarwis Lembah Asri Serang sebagai pelaksana strategi pengembangan wisata di Desa Serang. Pemilihan informan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Implementasi strategi Desa Wisata Serang sudah berjalan dengan baik, namun hasil penelitian menemukan beberapa kekurangan sebagai perhatian untuk dapat diperbaiki seperti tujuan tahunan yang belum diterjemahkan dalam sebuah dokumen resmi dan kebijakan yang masih memerlukan perbaikan. Selain itu, pada alokasi sumber daya juga belum maksimal sehingga perlu adanya perhatian untuk diperbaiki. | Implementation of a tourism village development strategy in the new normal era is needed so that it can increase village original income (PADes) and be able to provide benefits to village communities. The Serang Tourism Village development strategy includes development, maintenance, and repair as well as marketing as stated in the master plan document. Due to this, Serang Village is the only tourist village that has an Independent Status in the Development Village Index in 2021. The purpose of this research is to analyze and describe the Implementation of the Serang Tourism Village Development Strategy, Karangreja District, Purbalingga Regency in the New Normal Era. The research method uses a descriptive qualitative method. The targets of this research were the Head of Serang Village, Village Officials, Management of BUMDes Serang Makmur Sejahtera tourism unit and Pokdarwis Lembah Asri Serang as implementing tourism development strategy in Serang Village. Selection of informants using Purposive Sampling technique. Data collection is done by way of interviews, observation and documentation. The implementation of the Serang Tourism Village strategy has been going well, but the results of the research found several deficiencies as attention to be corrected such as annual goals that have not been translated into an official document and policies that still need improvement. In addition, the allocation of resources is also not optimal, so attention is needed to improve it. | |
| 34272 | 37232 | F1A018057 | Solidaritas Sosial Komunitas Penggemar Korean Pop EXO-L di Purwokerto | Fenomena hallyu wave merupakan suatu fenomena yang tengah populer saat ini, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Hallyu memicu banyak orang di berbagai negara untuk mempelajari bahasa dan kebudayaan Korea. Jika membicarakan budaya hallyu, maka hal yang kerap diketahui orang ialah Korean Pop (K-Pop). K-Pop merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan berbagai jenis aliran musik seperti musik pop, rock, hip-hop, R&B dan lain sebagainya yang berasal dari Korea. K-pop ini pun mulai berkembang ke seluruh dunia dan terus meningkat sepanjang tahun. Keberadaan penggemar dalam hal ini menjadi penting dalam persebaran budaya hallyu khususnya budaya K-Pop. Sehingga dari hal tersebutlah banyak penggemar yang membuat fandom untuk idola mereka, salah satunya yaitu EXOL Purwokerto. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana bentuk-bentuk solidaritas sosial yang ada di komunitas EXO-L Purwokerto. Metode penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survey. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik deskriptif dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat solidaritas sosial pada komunitas EXO-L Purwokerto yaitu hubungan tolong menolong antar anggota komunitas, kepedulian anggota komunitas, kebersamaan anggota komunitas yang dituangkan kedalam berbagai kegiatan maupun event, manfaat bergabung dalam komunitas EXO-L Purwokerto meliputi menambah jejaring relasi serta untuk menyalurkan bakat anggota komunitas, upaya anggota komunitas dalam mempertahankan eksistensi komunitas yaitu dengan tetap menjalin komunikasi dan tetap berada dalam komunitas meskipun EXO sedang tidak memiliki jadwal grup atau hiatus. | The hallyu wave phenomenon is a phenomenon that is currently popular, both in Indonesia and throughout the world. Hallyu triggers many people in various countries to learn Korean language and culture. When it comes to hallyu culture, the thing that people often know is Korean Pop (K-Pop). K-Pop is a term used to describe various types of music genres such as pop, rock, hip-hop, R&B and so on originating from Korea. K-pop is also starting to spread throughout the world and continues to increase throughout the year. The existence of fans in this case is important in the spread of hallyu culture, especially K-Pop culture. So that's why many fans create fandoms for their idols, one of which is EXOL Purwokerto. The formulation of the problem in this study is how the forms of social solidarity exist in the EXO-L Purwokerto community. The research method uses descriptive quantitative using survey method. The data analysis method used in this research is descriptive statistical analysis method using a frequency distribution table. The results of this study is social solidarity in the EXO-L Purwokerto community, namely the relationship of mutual help between community members, caring for community members, the togetherness of community members which is poured into various activities and events, the benefits of joining the Purwokerto EXO-L community include adding network relationships and to channel the talents of community members, the efforts of community members in maintaining the existence of the community are by maintaining communication and staying in the community even though EXO does not have a group schedule. | |
| 34273 | 37235 | A1D018089 | PENGARUH NAUNGAN DAN APLIKASI POC TERHADAP JUMLAH MIKROORGANISME DALAM MEDIA TANAM BIBIT AREN (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persentase naungan dan aplikasi POC dalam naungan dan perlakuan terbaik terhadap jumlah mikroorganisme yang terdapat dalam media tanam. Penelitian dilaksanakan di laboratorium agroekologi Fakultas Pertanian Unsoed dengan rancangan percobaan yaitu rancangan pola tersarang (nested design) dengan 2 faktor masing-masing 3 taraf. Faktor pertama, macam persentase naungan, yaitu tanpa naungan, naungan 55%, naungan 85%. Faktor kedua, konsentrasi POC NASA dalam naungan, yaitu tanpa POC, P1 POC NASA 2 ml/liter air, POC NASA 4 ml/liter air. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu jumlah mikroorganisme dalam media tanam. Data hasil percobaan yang diperoleh dianalisis ragam dengan uji F pada pada taraf 5%, dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu perlakuan persentase naungan tidak berpengaruh terhadap jumlah mikroorganisme dalam media tanam. Sementara itu, konsentrasi POC NASA berpengaruh terhadap jumlah mikroorganisme dalam media tanam dengan perlakuan POC NASA 4 ml/liter air sebagai perlakuan terbaik, karena memberikan jumlah mikroorganisme dalam media yang paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain yaitu 1,98 CFU/gr Tanah, yang menunjukan bahwa konsentrasi POC NASA yang tinggi menghasilkan jumlah mikroorganisme dalam media tanah yang tinggi. | Sugar palm is a type of palm plant with a commercial importance because it is one of the few plant types that can be used in all parts of the plant. evaluate how shade percentage treatments, and POC application in the shade affect on the number of microorganisms in the growing media. The nested design with two components of three levels each was employed in this experiment. The percentage of shade is the first factor, with no shade, 55 percent shade, and 85 percent shade. The second factor is the aplication of liquid organic fertilizer (LOF) concentration in the shade, which is divided into three categories: without LOF, NASA LOF 2ml / liter of water, and NASA LOF 4 ml / liter of water. The F test was used to look for variance in the experimental data at the 5% level, followed by the Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level. The results obtained were the percentage of shade treatment had no effect on the number of microorganisms in the growing media. Meanwhile, the NASA LOF concentration affected the number of microorganisms in the growing media, with NASA LOF 4 ml/liter of water as the best treatment, because it provided the number of microorganisms in the medium that the highest compared to other treatments, 1.98 CFU/gr Soil, which indicates that the high concentration of NASA LOF results in a high number of microorganisms in the soil medium. | |
| 34274 | 37236 | H1C016006 | GEOLOGI DAN IDENTIFIKASI LAPISAN AKUIFER MENGGUNAKAN GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER DAN DATA WELL LOGGING PADA DAERAH BANCARKEMBAR DAN SEKITARNYA, PURWOKERTO, JAWA TENGAH | Kebutuhan air bersih pada lokasi penelitian lebih tepatnya pada daerah Bancarkembar (perumahan permata hijau) mengalami salah satu permasalahan yakni, sering terjadinya kekurangan air bersih pada saat musim kemarau. Banyaknya kebutuhan air bersih yang digunakan oleh warga sekitar, tidak sebanding dengan adanya supply air yang dikirim oleh pihak PDAM dan juga ketersediaan sumur gali pada daerah setempat. Untuk memenuhi kekurangan air pada daerah tersebut, diperlukan adanya sumber air tambahan dengan mencari keberadaan akuifer. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi serta mengidentifikasi lapisan akuifer pada daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei dan pemetaan geologi, survey geolistrik menggunakan metode Schlumberger, pengolahan data well logging, dan perbandingan bawah permukaan. Dari hasil pemetaan geologi yang telah dilakukan, didapatkan morfologi Dataran Aliran Lava Pabuaran, Dataran Aliran Piroklastik Bobosan, dan Dataran Aluvial Kober, tatanan stratigrafi daerah penelitian terdiri dari Breksi Pirokalstik, Lava Basalt, dan Endapan Aluvial. Data geolistrik menunjukkan rentang nilai 0 – 349.70 Ωm, yang di interpretasikan rentang nilai dengan 0-20 Ωm batulempung tuffan, 20-60 Ωm batupasir tuffan, 60-100 Ωm batuan beku dan lebih dari 100 Ωm breksi. Nilai lapisan Akuifer pada daerah penelitian memiliki tahanan jenis berkisar 21.16 - 54.43 Ωm pada batupasir tuffan dengan kedalaman berkisar antara 23-35 m, dan 39-57 m. Berdasarkan hasil perbandingan bawah permukaan, terdapat dua jenis akuifer yang pada daerah penelitian yaitu akuifer bebas dan akuifer tertekan. | The need for clean water at the research location, more precisely in the Bancarkembar area (Perumahan Permata Hijau) has one problem namely, frequent shortages of clean water during the dry season. The large number of clean water needs used by local residents is not comparable to the supply of water sent by the PDAM and also the availability of dug wells in the local area.To meet the water shortage in the area, it is necessary to have additional water sources by looking for the presence of aquifers. Therefore, this study aims to determine the geological conditions and identify aquifer layers in the study area. The methods used in this research are geological survey and mapping, geoelectrical resistivity using the Schlumberger configuration, well logging data processing, and subsurface comparison. From the results of geological mapping, the morphology of the this area consists of Pabuaran Lava Flow Plain, Bobosan Pyroclastic Plain, and Kober Alluvial Plain, meanwhile the stratigraphic arrangement consists of Pyroclastic Breccia, Basalt Lava, and Alluvial Deposits. Geoelectric data shows a range of value between 0 – 349.70 Ωm, which is interpreted as a range of values with 0-20 Ωm are tuffaceous claystone, 20-60 Ωm are tuffaceous sandstone, 60-100 Ωm are igneous rock and more than 100 Ωm are breccia.The value of the aquifer in the study area has a resistivity ranging from 21.16 - 54.43 Ωm in sandstone with depths ranging from 23-35m and 39-57m. Based on the subsurface comparison, there are two types of aquifers in the study area, namely free aquifers and confined aquifers. | |
| 34275 | 45306 | H1A020059 | RANCANG BANGUN APLIKASI MOBILE ANDROID UNTUK KLASIFIKASI ALZHEIMER BERBASIS CLINICAL DEMENTIA RATING | Alzheimer merupakan salah satu penyakit yang tidak memiliki obat sebagai metode untuk penyembuhannya. Penyakit alzheimer dapat dikategorikan berdasarkan CDR (Clinical Dementia Rating) yang mengukur seberapa parah demesia dari pasien. Alat untuk mendeteksi alzheimer masih terbilang tebatas terutama di daerah-daerah pedesaan. Penggunaan aplikasi mobile dapat membantu tenaga kesehatan yang berada di daerah yang sulit terjangkau. Pada Tugas Akhir ini dilakukan penelitian mengenai perancangan aplikasi mobile android dan sistem yang dapat melakukan klasifikasi deteksi awal alzheimer berbasis CDR. Citra yang digunakan untuk penelitian ini adalah citra digital axial, coronal, dan sagital hasil MRI. Metode yang dilakukan penulis selama menjalani Tugas Akhir, yakni metode studi pustaka dan literatur, persiapan, perancangan, pengujian ,dan tahap akhir. Pada Tugas Akhir ini, perancangan aplikasi mobile android menggunakan Android Studio untuk pembuatan front-end dan Chaquopy untuk perancangan back-end. Bagian yang akan diklasifikasi pada citra MRI adalah bagian hippocampus dengan fitur yang akan diekstraksi adalah. Hasil dari sistem dibuktikan dengan akurasi sistem dalam mengklasifikasi tingkat CDR pada citra alzheimer dan kinerja dari aplikasi yang telah dibangun. Klasifikasi dapat dikatakan berhasil apabila berhasil memprediksi citra sesuai dengan kelas citra aslinya. | Alzheimer's is a disease that has no cure. Alzheimer's disease can be categorized based on CDR (Clinical Dementia Rating) which measures how severe the patient's demesia is. Tools to detect alzheimer's are still fairly limited, especially in rural areas. The use of mobile applications can help health workers who are in areas that are difficult to reach. In this Final Project, research is conducted on the design of android mobile applications and systems that can classify early detection of CDR-based alzheimer's. The images used for this research are axial, coronal, and sagittal digital images of MRI results. The methods carried out by the author during the Final Project, namely the method of literature and literature study, preparation, design, testing, and the final stage. In this Final Project, the design of android mobile applications uses Android Studio for front-end creation and Chaquopy for back-end design. The part that will be classified in the MRI image is the hippocampus with the features to be extracted. The results of the system are evidenced by the accuracy of the system in classifying the CDR level in alzheimer's images and the performance of the applications that have been built. Classification can be said to be successful if it successfully predicts the image according to the original image class. | |
| 34276 | 37238 | A1F018085 | OPTIMASI PROPORSI HIGH FRUCTOSE SYRUP (HFS) DAN SORBITOL PADA PRODUKSI FRUIT LEATHER BUAH CARICA (Carica pubescens L.) | Carica pubescens L. merupakan tanaman khas dataran tinggi di Indonesia yang dapat dijumpai di dataran tinggi Dieng, Wonosobo. Buah carica memiliki kanudngan vitamin C, protein, lemak, serat, karbohidrat, natrium, dan kalium. Untuk meningkatkan nilai tambah buah carica, dapat memanfaatkan buah yang lewat masak tersebut menjadi produk olahan. Salah satu produk olahan yang memiliki potensi besar adalah fruit leather. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menetapkan proporsi High Fructose Syrup (HFS) dan sorbitol untuk menghasilkan produk fruit leather carica yang memiliki respon sifat plastis, kelembutan, kekenyalan, flavor carica, dan kesukaan maksimum, serta kelengketan dan kekerasan minimum; (2) mengkaji karakteristik sensori dari produk fruit leather carica dengan formula hasil rekomendasi software Design Expert V.10; (3) membandingkan karakteristik sifat sensori dan kimia produk fruit leather carica formula optimum dengan kontrol (tanpa penambahan HFS dan sorbitol). Penelitian ini menggunakan metode RSM (Response Surface Methodology) dengan rancangan percobaan CCD (Central Composite Design) yang terdiri dari 2 faktor dan 2 block sehingga diperoleh 14 kombinasi perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis dengan software Design Expert V.10 dan SPSS IBM Statistics V. 25 menggunakan uji T 95%. Hasil penelitian ini yaitu formula optimum buah carica yang diperoleh dari proporsi HFS 7,13% dan sorbitol 2,31%. dengan nilai desirability tertinggi sebesar 0,65. Peningkatan proporsi HFS menyebabkan peningkatan intensitas sifat plastis, kelembutan, kekenyalan, kelengketan, flavor carica, dan kesukaan namun menurunkan intensitas kekerasan. Sedangkan peningkatan proporsi sorbitol menyebabkan peningkatan intensitas kekenyalan, kelengketan, kekerasan, dan flavor carica namun menurunkan intensitas sifat plastis, kelembutan, dan kesukaan. Hasil uji kimia dibandingkan dengan produk kontrol, produk optimum memiliki nilai Aw, kadar abu, kadar protein yang lebih rendah sedangkan kadar lemak, kadar serat pangan total, kadar karbohidrat, kadar gula total, dan kadar vitamin C produk optimum lebih tinggi dibandingan produk kontrol. Produk optimum memiliki intensitas atribut sensori yaitu sifat plastis, kelembutan, kekenyalan, kelengketan, flavor carica, dan kesukaan yang lebih tinggi, sedangkan intensitas kekerasanya lebih rendah dibandingkan produk kontrol. | Carica pubescens L. is a typical highland plant in Indonesia that can be found in the Dieng plateau, Wonosobo. Carica fruit contains vitamin C, protein, fat, fiber, carbohydrates, sodium, and potassium. To increase the added value of carica fruit, you can use the ripe fruit into processed products. One of the processed products that have great potential is fruit leather. This study aims to: (1) determine the proportion of High Fructose Syrup (HFS) and sorbitol to produce fruit leather carica products that have a response to plastic properties, softness, elasticity, carica flavor, and maximum liking, as well as minimum stickiness and hardness; (2) examine the sensory characteristics of carica fruit leather products with the formula recommended by Design Expert software V.10; (3) comparing the sensory and chemical characteristics of the fruit leather carica product with the optimum formula with the control (without the addition of HFS and sorbitol). This study uses the RSM (Response Surface Methodology) method with a CCD (Central Composite Design) experimental design consisting of 2 factors and 2 blocks in order to obtain 14 treatment combinations. The data obtained were analyzed using Design Expert software V.10 and SPSS IBM Statistics V. 25 using 95% T test. The results of this study were the optimum formula for carica fruit obtained from the proportion of HFS 7.13% and sorbitol 2.31%. with the highest desirability value of 0.65. An increase in the proportion of HFS causes an increase in the intensity of plasticity, softness, elasticity, stickiness, carica flavor, and liking but decreases the intensity of hardness. Meanwhile, increasing the proportion of sorbitol caused an increase in the intensity of elasticity, stickiness, hardness, and carica flavor but decreased the intensity of plasticity, softness, and liking. The results of the chemical test were compared with the control product, the optimum product had lower Aw values, ash content, protein content while the fat content, total dietary fiber content, carbohydrate content, total sugar content, and vitamin C content of the optimum product were higher than the control product. The optimum product had a higher intensity of sensory attributes, namely plasticity, softness, elasticity, stickiness, carica flavor, and preference, while the intensity of hardness was lower than the control product. | |
| 34277 | 37239 | A1F018010 | Kajian Sifat Fisikokimia dan Sensoris Minuman Sereal Untuk Ibu Hamil Berbasis Tepung Beras Protani | Gizi merupakan faktor penting dalam kesehatan ibu hamil, karena asupan gizi yang tidak tercukupi akan mempengaruhi perkembangan janin. Upaya untuk mengatasi kekurangan gizi ibu hamil dengan pemberian makanan tambahan yaitu minuman sereal. Minuman sereal adalah produk siap saji yang terdiri dari susu dan sereal yaitu flakes. Kuning telur merupakan pengemulsi yang lebih baik daripada putih telur karena mengandung lesitin. Lesitin dalam kuning telur berfungsi sebagai emulsifier yang berguna untuk membentuk tekstur adonan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik minuman sereal dengan variasi tepung beras protani, tepung pisang, tepung kacang hijau, tepung jagung dan persentase kuning telur serta mengetahui kombinasi perlakuan terbaik. Pada penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor yang diteliti yaitu variasi tepung beras protani, tepung pisang, tepung kacang hijau, tepung jagung dan persentase kuning telur dengan taraf 0%, 2 % dan 4%. Variabel yang diuji meliputi pH, warna (L*, a*, b*), kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan karbohidrat by difference serta pengujian sensori meliputi aroma, rasa, tekstur dan overall. Hasil pengujian variabel karakteristik minuman sereal dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test pada taraf α = 5%. Perlakuan terbaik diuji menggunakan metode indeks efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi tepung beras protani, tepung pisang, tepung kacang hijau dan tepung jagung berpengaruh terhadap pH, warna (L*, a*, b*), kadar ar, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, karbohidrat by difference, aroma, rasa, tekstur dan overall. persentase kuning telur meningkatkan nilai pH, warna (nilai L*, a*, b*), kadar air, kadar abu, aroma, rasa, tekstur dan overall sedangkan pada kadar air, kadar lemak dan pH mengalami penurunan. Interaksi antara kedua faktor tidak memberikan pengaruh terhadap nilai pH. Perlakuan terbaik diperoleh dengan variasi tepung beras protani : tepung pisang sebesar 70 : 5 dengan persentase kuning telur 2% memiliki nilai pH 6,83; kadar air 2,33%; kadar abu 2,47%; kadar lemak 8,67%; kadar protein 9,95%; karbohidrat 78,2%; yang sesuai dengan SNI 01-4270-1996. | Nutrition is an important factor in the health of pregnant women, because inadequate nutritional intake will affect fetal development. Efforts to overcome the nutritional deficiency of pregnant women are by providing additional food, namely cereal drinks. Cereal drink is a ready-to-eat product consisting of milk and cereal. Egg yolk is a better emulsifier than egg white because it contains lecithin. Lecithin in egg yolk serves as an emulsifier that is useful for forming the texture of the dough. The purpose of this study was to determine the characteristics of cereal drinks with variations of protani rice flour, banana flour, mung bean flour, corn flour and egg yolk percentage and to determine the best combination of treatments. This study used a completely randomized design (CRD) with the factors studied were variations in protani rice flour, banana flour, mung bean flour, corn flour and egg yolk percentage with levels of 0%, 2% and 4%. Variables tested include pH, color (L*, a*, b*), water content, ash content, protein content, fat and carbohydrate content by difference and sensory testing includes aroma, taste, texture and overall. The test results of the variable characteristics of cereal drinks were analyzed using ANOVA and the Duncan Multiple Range Test further test at the level of = 5%. The best treatment was tested using the effectiveness index method. The results showed that variations in protani rice flour, banana flour, mung bean flour and corn flour had an effect on pH, color (L*, a*, b*), water content, ash content, fat content, protein content, carbohydrates by difference, aroma, taste, texture and overall. The percentage of egg yolk increased the pH value, color (L*, a*, b*), water content, ash content, aroma, taste, texture and overall while the water content, fat content and pH decreased. The interaction between the two factors has no effect on the pH value. The best treatment was obtained with variations of protani rice flour: banana flour: mung bean flour: corn flour by 70: 5: 10: 15 with a percentage of 2% egg yolks having a pH value of 6.83; water content 2.33%; ash content 2.47%; fat content 8.67%; protein content of 9.95%; carbohydrates 78.2%; in accordance with SNI 01-4270-1996 | |
| 34278 | 37244 | F1C018040 | Analisis Self-Discosure Pada Mahasiswa Pengguna Aplikasi Kencan Online | Penggunaan aplikasi kencan online Tantan kini telah menjadi fenomena sosial yang populer dikalangan masyarakat tidak terkecuali kalangan mahasiswa. Pada penggunaan aplikasi kencan online Tantan, pengungkapan diri diperlukan untuk memulai hubungan antara satu pengguna dan pengguna lain agar komunikasi dan hubungan itu terjalin. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis proses self-disclosure pada mahasiswa pengguna apikasi kencan online tantan berdasarkan Teori Penetrasi Sosial milik Altman dan Taylor. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan subjek penelitiannya adalah mahasiswa pengguna aplikasi kencan online Tantan. Peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini adalah dari 4 informan hanya informan 2, 3 dan 4 yang melakukan proses self disclosure dengan tahapan Orientasi diawali dengan proses filtering dalam pemilihan lawan pasangan berdasarkan umur dan foto profil - tahap Pertukaran Efektif - tahap Pertukaran Efek – dan tahap Pertukaran Stabil secara berurutan. | The use of the Tantan online dating application has now become a popular social phenomenon among the public, including students. In the use of online dating application Tantan, self-disclosure is needed to initiate a relationship between one user and another user so that communication and relationship can be established. The purpose of this study was to analyze the self-disclosure process in students using online dating applications based on Altman and Taylor's Social Penetration Theory. This research is a qualitative research with the research subjects are students who use the online dating application Tantan. Researchers used interview, observation and documentation techniques as data collection techniques. The results of this study are from 4 informants only informants 2, 3 and 4 who carry out the self-disclosure process with the Orientation stage starting with the filtering process in the selection of partners based on age and profile photo - Effective Exchange stage - Securities Exchange stage - and Stable Exchange stage sequentially. | |
| 34279 | 37245 | A1D018141 | PENGARUH JARAK TANAM DAN DOSIS PEMBERIAN PUPUK NZEO-SRPLUS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH DI DESA PLIKEN, KEMBARAN, BANYUMAS | Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan banyak dikonsumsi manusia sebagai campuran bumbu masak. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas bawang merah adalah memperbaiki jarak tanam dan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk NZEO-SRPlus yang tepat, untuk pertumbuhan dan produksi bawang merah yang maksimal serta interaksi antara kedua faktor tersebut. Penelitian dilaksanakan di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah yaitu jarak tanam 15x15 cm dengan hasil 3,72 ton ha-1 dibandingkan dengan jarak tanam 15x20 cm sebesar 3,51 ton ha-1. Perlakuan dosis pupuk NZEO-SRPlus dengan dosis 1000 kg ha-1 (200 kg N) memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering. Tidak ada interaksi antara jarak tanam dan dosis pupuk NZEO-SRPlus terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah. | Shallots (Allium ascalonicum L.) are a horticultural plant commodity that has high economic value and is widely consumed by humans as a mixture of cooking. Efforts that can be made to improve the quality and quantity of shallots are to improve the spacing of planting and fertilizing. This study aims to determine the effect of planting distance and the right dose of NZEO-SRPlus fertilizer, for maximum shallot growth and production and the interaction between the two factors. The research was conducted in Pliken Village, Kembaran District, Banyumas Regency, Central Java and the Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The results showed that the most effective treatment to increase the growth and production of shallots crops was a planting distance of 15x15 cm with a potential yield of 3,72 tons of ha-1 compared to a planting distance of 15x20 cm of 3.51 tons ha-1. The dose treatment of NZEO-SRPlus fertilizer with a dose of 1000 kg ha-1 (200 kg N) give the best result on plant height, fresh plant weight, and dry plant weight. There was no interaction between the planting distance and the dose of NZEO-SRPlus fertilizer on shallots growth and production. | |
| 34280 | 43928 | E1A020035 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN KREDIT DENGAN PENYERAHAN AGUNAN OLEH DEBITUR PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK KANTOR UNIT LAMALAKA SULAWESI SELATAN (Studi Putusan Nomor : 1/Pdt.Gs/2023/Pn Ban) | Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya perbuatan nasabah PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang tidak melakukan pembayaran hutang secara tepat waktu sehingga mengakibatkan kerugian bagi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Oleh karena itu, penggugat mengajukan gugatan ganti kerugian atas dasar wanprestasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam memutus wanprestasi dan menganalisis gugatan lelang atas harta benda milik debitur yang diajukan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Unit Lamalaka Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Data bersumber dari data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, disajikan dengan teks naratif dan menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pertama, Pertimbangan Hakim dalam menyatakan debitur telah melakukan wanprestasi benar dan sesuai pada ketentuan yaitu Pasal 1243 KUHPerdata dan sesuai pada unsur wanprestasi dengan menyatakan bahwa adanya perikatan antara debitur dan kreditur, debitur tidak berprestasi dan debitur salah. Namun, dalam menyebutkan dasar hukum wanprestasi sebaiknya hakim menggunakan Pasal 1238 KUHPerdata. Dikarenakan Pasal 1243 KUHPerdata merujuk pada penggantian biaya kerugian dan bunga apabila debitur telah dinyatakan lalai dalam memenuhi perikatan. Kedua, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Unit Lamalaka Sulawesi Selatan sebagai Penggugat kurang berhati-hati dalam menerima agunan untuk menjamin pinjaman Para Tergugat. Penggugat seharusnya dapat mengajukan permohonan sita jaminan. Permohonan tersebut harus disertai dengan keterangan bukti yang jelas, sehingga hakim dapat mempertimbangkan permohonan sita jaminan tersebut. Apabila hakim menerima dan mengabulkan permohonan sita jaminan terhadap barang milik Para Tergugat yang diajukan oleh Penggugat maka dapat dilakukan lelang agunan terhadap barang milik Para Tergugat. | This research is motivated by the actions of customers of PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, which did not make debt payments on time, resulting in losses for PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Therefore, the plaintiff filed a lawsuit for compensation on the basis of breach of contract. The purpose of this research is to analyze the judge's legal considerations in deciding on default and to analyze the auction lawsuit for the debtor's property submitted by PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Lamalaka Unit Office, South Sulawesi. The method used in this research is normative juridical with prescriptive research specifications. Data comes from secondary data. The data collection method was carried out by literature study, presented in narrative text and using qualitative normative analysis methods. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that first, the judge's consideration in declaring the debtor has committed a default is correct and in accordance with the provisions, namely Article 1243 of the Civil Code and in accordance with the elements of a default by stating that there is an agreement between the debtor and the creditor, the debtor is not performing well and the debtor is wrong. However, in stating the legal basis for default, the judge should use Article 1238 of the Civil Code. Because Article 1243 of the Civil Code refers to compensation for losses and interest if the debtor has been declared negligent in fulfilling the obligation. Second, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Lamalaka South Sulawesi Unit Office as the Plaintiff was not careful in accepting collateral to guarantee the Defendants' loans. The plaintiff should be able to submit an application for collateral confiscation. The application must be accompanied by a clear statement of evidence, so that the judge can consider the request for confiscation of the guarantee. If the judge accepts and grants the request for confiscation of collateral for the goods belonging to the Defendants submitted by the Plaintiff, then an auction of the collateral for the goods belonging to the Defendants can be carried out. |