Home
Login.
Artikelilmiahs
38205
Update
MUHAMMAD JIZDAN CAHYO PUTRA
NIM
Judul Artikel
DAMPAK KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT SETELAH KELUAR DARI JOINT COMPREHENSIVE PLAN OF ACTION (JCPOA) TERHADAP KEBIJAKAN NUKLIR IRAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) atau Perjanjian Nuklir Iran merupakan kesepakatan antara negara 5P + 1 (Amerika Serikat, Inggris, China, Prancis, Rusia dan Jerman) dan Iran untuk memastikan program nuklir yang dimiliki oleh Iran digunakan untuk tujuan damai. Perjanjian ini merupakan jalan diplomatis yang digunakan oleh Amerika Serikat pada masa pemerintahan Obama dan negara barat untuk mengatasi penyalahgunaan senjata nuklir yang dimiliki oleh Iran. Namun ketika pada masa pemerintahan Donald Trump, Amerika Serikat memutuskan untuk keluar dari perjanjian JCPOA karena dianggap merugikan Amerika Serikat dan justru lebih menguntungkan Iran. Oleh karena itu, pada 8 Mei 2018 Trump secara resmi menarik diri dari perjanjian JCPOA dan mulai memberlakukan kembali serangkaian sanksi ekonomi yang agresif untuk menggantikan perjanjian JCPOA yang dinilai Trump telah gagal dalam menekan program nuklir Iran. Namun berdasarkan hasil penelitian, keputusan Amerika Serikat ini juga tidak berhasil sepenuhnya dalam menghentikan pengembangan nuklir Iran. Kebijakan Amerika Serikat melalui Kampanye Maximum Pressure secara ekonomi berhasil membuat Iran mengalami keterpurukan, namun Iran tetap terus mengembangkan program nuklir mereka bahkan hingga mengeluarkan kebijakan untuk melawan kampanye Maximum Pressure Trump dan mengancam akan keluar dari perjanjian JCPOA serta tidak akan terikat oleh pembatasan apapun terkait pengembangan nuklir.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) or the Iran Nuclear Agreement is an agreement between 5P + 1 countries (the United States, Britain, China, France, Russia, and Germany) and Iran to ensure that Iran's nuclear program is used for peaceful purposes. This agreement is a diplomatic avenue used by the United States during the Obama administration and western countries to address Iran's abuse of nuclear weapons. However, during the Donald Trump administration, the United States decided to leave the JCPOA agreement because it was considered detrimental to the United States and more profitable for Iran. Therefore, on May 8, 2018, Trump officially withdrew from the JCPOA agreement and began to reimpose a series of aggressive economic sanctions to replace the JCPOA agreement which Trump judged had failed in suppressing Iran's nuclear program. However, based on the research result, the United States' decision was also not fully successful in stopping Iran's nuclear development. The United States policy through the Maximum Pressure Campaign has economically succeeded in making Iran experience a slump, but Iran continues to develop their nuclear program even to issue policies to counter Trump's Maximum Pressure campaign and threaten to leave the JCPOA agreement and will not be bound by any restrictions related to nuclear development.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save