Artikelilmiahs

Menampilkan 34.241-34.260 dari 49.942 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3424136869F1C018071Audit Kehumasan Dalam Perencanaan Event Jabfest 2021 Sebagai Upaya Pemulihan UMKM di Masa Pandemi Covid-19Penelitian ini berjudul Audit kehumasan Dalam Perencanaan Event Jabfest 2021 Sebagai Upaya Pemulihan UMKM di Masa Pandemi Covid-19 yang memiliki tujuan untuk membantu UMKM binaan Jakarta Barat dalam hal pemasaran untuk menangani salah satu masalah yang dialami mereka pada masa pandemi yakni penurunan omzet. Penelitian ini menggunakan model evaluasi PII (preparation, Implementation, Impact) untuk mengevaluasi tahap perencanan dalam penyusunan perencanaan event Jabfest 2021. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Peneliti menggunakan observasi, wawancara dan penelitian untuk mengumpulkan data serta menggunakan Teknik purposive sampling untuk menentukan informan penelitian. Informan dalam penelitian ini adalah perwakilan pejabat structural Suku Dinas PPKUKM Jakarta Barat, Koordinator tim pelaksana Jabfest, pendamping kewirausahaan yang tergabung dalam tim pelaksana Jabfest serta pelaku UMKM.
Berdasarkan hasil penelitian, Suku Dinas PPKUKM Jakarta Barat dalam menyusun perencanaan untuk melaksanakan event Jabfest 2021 sudah terlaksana dengan baik. Namun kedepannya diperlukan timeline pelaksanaan yang spesifik, mengingat peserta Bazar yakni pelaku UMKM binaan Jakarta Barat juga memiliki kegiatan atau event yang lain.
Kata Kunci: Audit Kehumasan, Event, Perencanaan, Pandemi, Jabfest 2021, UMKM, Suku Dinas PPKUKM Jakarta Barat
This research is entitled Public Relations Audit in Planning the Jabfest 2021 Event as an Effort to Restore MSMEs during the Covid-19 Pandemic which has the aim of helping MSMEs fostered by Jakarta in terms of marketing to deal with one of the problems experienced by them during the pandemic, namely the decline in income. This study uses the PII evaluation model (preparation, implementation, impact) to evaluate the planning stage in the preparation of the Jabfest 2021 event planning. The approach used in this research is descriptive qualitative. Researchers used observation, interviews and research to collect data and used purposive sampling technique to determine research informants. Informants in this study were representatives of structural officials of the West Jakarta PPKUKM Sub-department, Coordinator of the Jabfest implementation team, entrepreneurship assistants who were members of the Jabfest implementation team and MSME actors.
Based on the results of the research, the West Jakarta PPKUKM Sub-department in preparing plans to carry out the Jabfest 2021 event has been carried out well. However, in the future, a specific implementation timeline is needed, considering that the Bazaar participants, the MSMEs fostered by West Jakarta, also have other activities or events.

Keywords: Public Relations Audit, Event, Prepartion, Pandemic, Jabfest 2021, MSME, West Jakarta PPKUKM Sub-departement
3424237214J1C017029NILAI-NILAI ESTETIKA ZEN PADA SUSHI
DI WILAYAH KANSAI
Zen Aesthetic Values of Sushi in Kansai Region
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai estetika Zen yang terkandung pada
salah satu makanan tradisional Jepang, yakni sushi, khususnya sushi di wilayah Kansai.
Pengumpulan data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dan
dokumentasi untuk mendapatkan data-data yang relevan. Teori yang digunakan dalam
penelitian ini adalah teori estetika Zen yang dikemukakan oleh Hisamatsu Shin‟ichi. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa pada sushi di wilayah Kansai terdapat nilai-nilai estetika
Zen berupa ciri fukinsei (asimetris), ciri kokou (esensi waktu), ciri seijaku (ketenangan), ciri
yuugen (kedalaman makna), ciri shizen (alami), dan ciri kansou (sederhana). Nilai-nilai
estetika zen tersebut terkandung dalam aspek bahan, metode memasak, metode penyajian,
rasa, dan etiket. Adapun konsep Jepang yang ditemukan dalam penelitian ini terdiri atas
konsep moritsuke, ma, sasa giri, sugatamori, sugimori, chirashimori, hiramori, dan goshiki.
This research aims to analyze the Zen aesthetic values contained in one of the traditional
Japanese foods, sushi, especially sushi in the Kansai region. This research used descriptive
qualitative method based on literature approach and documentation to collect relevant data.
Theory used for this analysis is Zen aesthetic theory by Hisamatsu Shin'ichi. The conclusion
of the analysis shows that sushi in the Kansai region, contains Zen aesthetic values in the
characteristics of fukinsei (asymmetry), kokou (the essence of time), seijaku (tranquility) ,
yuugen (depth of meaning), shizen (naturalness), and Kansou (simplicity). These zen
aesthetic values are contained in aspects of ingredients, cooking methods, serving methods,
taste, and etiquette. The Japanese concepts found in this research are the concepts of
moritsuke, ma, sasa giri, sugatamori, sugimori, chirashimori, hiramori, and goshiki.
3424337240A1C018012Identifikasi Pengaruh Variasi Jadwal Irigasi Tetes Dengan Beberapa Dosis Pupuk Organik Terhadap Produktivitas Tanaman Serai Wangi Pada Skala Polibag Tanah MarginalSerai wangi (Cymbopogon nardus L.) merupakan salah satu tanaman yang menjadi bahan baku minyak atsiri dan penyumbang ekspor minyak atsiri cukup tinggi yaitu sebesar 12% dari seluruh ekspor minyak atsiri. Pertumbuhan penggunaan minyak atsiri di Indonesia naik sebesar 5-10% per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan serai wangi yang terus meningkat diperlukan budidaya tanaman serai wangi agar lebih produktif kondisi fisik, kimia, dan biologi tanahnya melalui implementasi teknologi budidaya tepat guna. Salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu dengan menanam serai wangi pada lahan marginal. Tujuan penelitian ini 1) Mengidentifikasi pengaruh variasi jadwal irigasi tetes dan dosis pupuk organik terhadap produktivitas tanaman serai wangi tanah marginal skala polibag, 2) Mengetahui jadwal irigasi tetes serta dosis pupuk organik yang efektif untuk budidaya tanaman serai wangi tanah marginal skala polibag. Penelitian ini dilaksanakan pada area laboratorium Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Juni-November 2021. Alat dan bahan yang digunakan antara lain yaitu: perangkat irigasi (pipa, tabung air, dan emitter), alat budidaya tanaman, polibag dengan diameter dan tinggi masing-masing 30 cm, alat ukur iklim, dan alat pengukur pertumbuhan tanaman, bibit serai wangi, pupuk organik vermicompost, dan air irigasi. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor dengan 3 taraf, yaitu: 1) Jadwal irigasi tetes 1 harian atau SI1, Jadwal irigasi tetes 3 harian atau SI3, dan Jadwal irigasi tetes 5 harian atau SI5, 2) Dosis pupuk organik 1 (PO1) sebanyak 10 ton/ha atau setara 71 g/polibag, Dosis pupuk organik 2 (PO2) 15 ton/ha atau 107 g/polibag, dan Dosis pupuk organik 3 (PO3) sebanyak 25 ton/ha atau setara dengan 178 g/ha). Masing-masing kombinasi perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 6 kali sehingga total kombinasi sebanyak 54 tanaman serai wangi. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Uji Analysis of Variance (ANOVA), Uji Kruskal-Wallis, dan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%. Variabel yang diuji antara lain: Pertumbuhan tanaman serai wangi (tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah batang, diameter batang, Leaf Area Indeks (LAI), dan bobot kering tanaman), dan Biomassa total tanaman. Hasil penelitian menunjukan secara statistik jadwal irigasi tetes tidak berpengaruh terhadap produktivitas tanaman serai wangi, namun secara grafik terlihat keterkaitan antar variasi jadwal irigasi tetes dimana nilai efektif terdapat pada jadwal irigasi tiga harian, (SI3) dengan nilai masing-masing yaitu: 101,21 cm; 7,4 batang; 51,6 helai; 8,45 mm; 2,15 m2; 56,7 g; 114,32 g; 80,62 g; dan 255,09 g. Sedangkan pada dosis pupuk organik nilai efektifnya terdapat pada dosis pupuk organik 15 ton/ha atau 107 g/polibag (PO2) dengan nilai masing-masing yaitu: 107,84 cm; 9,5 batang; 63,6 helai; 9,38 mm; 2,12 m2; 82,36 g; 129,79 g; 87,86 g; dan 295,03 g. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kombinasi perlakuan irigasi tetes tiga harian (SI3) dan dosis pupuk organik 15 ton/ha atau 107/polibag (PO2) merupakan kombinasi perlakuan yang memiliki potensi efektif untuk diaplikasikan pada peningkatan produktivitas tanaman serai wangi.Citronella (Cymbopogon nardus L.) is one of the plants that is used as raw material for essential oils and a high contributor to essential oil exports, which is 12% of all essential oil exports. Growth in the use of essential oils in Indonesia increases by 5-10% per year. To meet the growing demand for citronella, it is necessary to cultivate citronella plants so that the physical, chemical and biological conditions of the soil are more productive through the implementation of appropriate cultivation technology. One of the efforts that can be done is by planting citronella on marginal land. The purpose of this study 1) to identify the effect of variations in drip irrigation schedule and dose of organic fertilizer on the productivity of citronella plants on marginal soil on a polybag scale, 2) Knowing the drip irrigation schedule and the effective dose of organic fertilizer for the cultivation of citronella plants on marginal soil on a polybag scale. This research was conducted in the Agricultural Technology laboratory area, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University in June-November 2021. The tools and materials used include: irrigation equipment (pipes, water tubes, and emitters), plant cultivation tools, polybags with diameter and a height of 30 cm each, a climate measuring instrument, and a plant growth measuring instrument, citronella seeds, organic fertilizer (vermicompost), and irrigation water. This study was compiled based on a 2-factor randomized block design (RAK) with 3 levels, namely: 1) 1 daily drip irrigation schedule or SI1, 3 daily drip irrigation schedule or SI3, and 5 daily drip irrigation schedule or SI5, 2) The dose of organic fertilizer 1 (PO1) is 10 tons/ha or the equivalent of 71 g/polybag, the dose of organic fertilizer 2 (PO2) is 15 tons/ha or 107 g/polybag, and the dose of organic fertilizer 3 (PO3) is 25 tons/day. ha or equivalent to 178 g/ha). Each treatment combination was repeated 6 times so that the total combination was 54 citronella plants. Analysis of the data used in this study is the Analysis of Variance (ANOVA), Kruskal-Wallis test, and 5% Duncan Multiple Range Test (DMRT). The variables tested were: citronella plant growth (plant height, number of leaves, number of stems, stem diameter, leaf area index (LAI), and plant dry weight), and total plant biomass. The results showed statistically drip irrigation schedule had no effect on the productivity of citronella plants, but graphically, it can be seen that there is a correlation between variations in drip irrigation schedules where the effective value is found in the three-day irrigation schedule, (SI3) with each value: 101.21 cm; 7.4 sticks; 51.6 strands; 8.45 mm; 2.15 m2; 56.7 g; 114.32 g; 80.62 g; and 255.09 g. While at the dose of organic fertilizer the effective value is found at the dose of organic fertilizer 15 tons/ha or 107 g/polybag (PO2) with respective values: 107.84 cm; 9.5 sticks; 63.6 strands; 9.38 mm; 2.12 m2; 82.36 g; 129.79 g; 87.86 g; and 295.03 g. So it can be concluded that the combination of three daily drip irrigation treatments (SI3) and a dose of organic fertilizer 15 tons/ha or 107/polybag (PO2) is a combination treatment that has the potential to be effective to be applied to increase the productivity of citronella plants.
3424437242I1C018035Analisis Potensi Senyawa Aktif Antikanker Sebagai Inhibitor HER-2 Secara In SilicoKanker payudara merupakan kanker yang terjadi akibat overekspresi HER-2. Hal tersebut dapat diatasi menggunakan terapi tertarget berupa inhibitor HER-2 seperti Transtuzumab. Namun reaktivasi reseptor, penurunan persinyalan, dan mutasi menimbulkan resistensi pada Transtuzumab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi inhibisi 11 senyawa antikanker sebagai terapi adjuvan inhibitor HER-2. Penelitian eksperimental dilakukan secara in silico melalui penambatan molekul antara 11 senyawa dengan HER-2 dan uji aturan Lipinski. Analisis data dilakukan dengan membandingkan nilai energi ikatan dengan Erlotinib sebagai kontrol positif dan sifat fisikokimia dengan parameter uji lipinski. Nilai energi ikatan yang diperoleh dari 11 senyawa tersebut yaitu alashanoid B (-6,5), alfa mangostin (-9,0), andrografolid (-7,9), sinamaldehida (-7,5), kurkumin (-9,4), EPMC (-7,1), galangin (-9,0), gamma mangostin (-9,2), pinocembrin (-9,3), pinostrobin (-9,5), dan xanthorizol (-8,8) dengan kontrol erlotinib (-9,0) dan ligan natif (-11,3) dengan jenis ikatan yang umum terjadi yaitu interaksi hidrofobik. Hasil uji Lipinski menunjukkan 10 senyawa selain alfa mangostin telah memenuhi aturan Lipinski. Senyawa pinostrobin, kurkumin, dan pinocembrin menunjukkan potensi tertinggi sebagai terapi adjuvan inhibitor HER-2.Breast cancer is a type of cancers due to overexpression of HER-2. This can be overcome using targeted therapy by targeting against the kinase domain of HER-2 inhibitors such as Transtuzumab. Transtuzumab facing challenges such as receptor reactivation, decrease signaling, or mutations that causing resistance. This study aims to determine the inhibition potential of 11 anticancer compounds as adjuvant therapy for HER-2 inhibitors. Study in silico through molecular docking between 11 compounds with HER-2 followed by the Lipinski rule test. Data analysis was performed by comparing the affinity energy values with Erlotinib as a positive control and physicochemical properties with Lipinski parameters. Binding affinity energy value from these anticancer compounds are alashanoid B (-6.5), alpha mangostin (-9.0), andrographolide (-7.9), cinnamaldehyde (-7.5) , curcumin (-9.4), EPMC (-7.1), galangin (-9.0), gamma mangostin (-9.2), pinocembrin (-9.3), pinostrobin (-9.5), and xanthorizol (-8.8) with control of erlotinib (-9.0) and native ligand (-11.3) while the most common type of bond is hydrophobic interaction. The Lipinski’s data showed 10 compounds have met Lipinski's rules except for alpha mangostin. Pinostrobin, curcumin, and pinocembrin showed the highest potential as adjuvant therapy for HER-2 inhibitors.
3424537978C1B017085PENGARUH PREVENTIVE MAINTENANCE DAN CORRECTIVE MAINTENANCE TERHADAP WAKTU RATA-RATA ANTAR KEGAGALAN (MEAN TIME BETWEEN FAILURES) PADA DENTAL UNIT DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT PENDIDIKAN (RSGMP) UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan pada Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Jenderal Soedirman (RSGMP UNSOED) Purwokerto. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Preventive Maintenance dan Corrective Maintenance Terhadap Waktu Rata-Rata Antar Kegagalan (Mean Time Between Failures) Pada Dental Unit di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto”.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh alat dental unit yang terdapat di RSGMP UNSOED. Purposive sampling method digunakan untuk menentukan sampel yang akan di ambil pada penelitian ini. Setelah Purposive sampling terdapat 48 data yang berupa data rekapan mingguan selama tahun 2019 yang akan dijadikan sampel. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi berganda (dibantu alat analisis software IBM SPSS 16 for Windows) menunjukan bahwa: (1) Preventive maintenance berpengaruh positif terhadap mean time between failures (2) Corrective maintenance berpengaruh negative terhadap mean time between failures.
Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu bahan evaluasi untuk pembuatan dan perencanaan pemeliharaan yang lebih baik dan pembuatan sop serta penggunaan komponen cadangan yang berkualitas sesuai yang disarankan pabrikan yang memproduksi dental unit. Sebagai acuan pengambilan keputusan untuk masa yang akan dating baik dari biaya dan investasi.

Kata Kunci: Preventive Maintenance (PM), Corrective Maintenance (CM), Mean Time Between Failures (MTBF), Dental Unit.
This research is a quantitative study conducted at the General Sudirman University Teaching Dental and Oral Hospital (RSGMP UNSOED) Purwokerto. This study took the title: "The Effect of Preventive Maintenance and Corrective Maintenance on the Mean Time Between Failures in the Dental Unit at the Teaching Dental and Oral Hospital, Jenderal Soedirman University, Purwokerto".
The population in this study were all dental units in RSGMP UNSOED. Purposive sampling method was used to determine the sample to be taken in this study. After purposive sampling, there are 48 data in the form of weekly recap data during 2019 which will be sampled. Based on the results of research and data analysis using multiple regression (assisted by the IBM SPSS 16 software analysis tool for Windows) shows that: (1) Preventive maintenance has a positive effect on the mean time between failures (2) Corrective maintenance has a negative effect on the mean time between failures.
The implications of the conclusions above are evaluation materials for the manufacture and planning of better maintenance and manufacture of soups and the use of quality spare components as recommended by the manufacturer who produces dental units. As a reference for decision making for the future both in terms of costs and investment.

Keywords: Preventive Maintenance (PM), Corrective Maintenance (CM), Mean Time Between Failures (MTBF), Dental Unit.
3424636758I1A018052FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PEMANFAATAN ANTENATAL CARE PADA PUSKESMAS DI SELURUH INDONESIA : LITERATURE REVIEWLatar Belakang: Persentase ibu hamil yang memanfaatkan ANC sesuai standar di seluruh Indonesia dibawah target nasional yaitu 58,98% dari 80%. Berdasarkan hasil penelitian-penelitian terdahulu didapatkan variasi atau perbedaan sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ANC. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi artikel-artikel ilmiah mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ANC di seluruh Indonesia.
Metodologi: Desain penelitian menggunakan Literature Review dengan metode Systematic review dengan prosedur PRISMA. Seluruh artikel dalam penelitian memiliki kualitas dan kelayakan yang sangat tinggi yaitu minimal 80% dari 100%.
Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil, peneliti menemukan 5 jurnal yang layak dengan faktor-faktor berpengaruh terhadap ANC yaitu Pekerjaan ibu, pendidikan ibu, tingkat pengetahuan ibu, paritas, dukungan suami/keluarga, budaya, fasilitas kesehatan dan status sosial ekonomi. Sedangkan faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap kunjungan ANC yaitu pekerjaan ibu, pendidikan ibu, tingkat pengetahuan ibu, paritas, dukungan suami/keluarga, dan budaya.
Kesimpulan: Faktor-faktor yang paling berpengaruh yaitu pekerjaan ibu, pendidikan ibu, tingkat pengetahuan ibu, paritas, dukungan suami/keluarga, dan budaya. Sehingga untuk meningkatkan cakupan ANC, puskesmas perlu meningkatkan frekuensi kegiatan konseling, penyuluhan teratur dan kunjungan rumah ke ibu hamil mengenai ANC. Bentuk bangunan puskesmas perlu didesain dengan mengadaptasi budaya masyarakat pada daerah pedalaman. Kemudian, perlunya kolaborasi dan pendampingan puskesmas dengan dukun beranak di lingkungan masyarakat.
Background: The percentage of pregnant women who use ANC according to standards throughout Indonesia is below the national target of 58.98% from 80%. Based on the results of previous studies, there are variations or differences so that further research is needed on the factors that influence ANC. The purpose of this study is to identify scientific articles on the factors that influence ANC throughout Indonesia.
Methodology: The research design uses Literature Review with a systematic review method with PRISMA procedures. All articles in the study have very high quality and feasibility, namely at least 80% of 100%.
Results: Based on the results, the researchers found 5 decent journals with factors influencing ANC, namely maternal occupation, mother's education, mother's level of knowledge, parity, husband/family support, culture, health facilities and socioeconomic status. While the most influential factors on ANC visits were mother's occupation, mother's education, mother's level of knowledge, parity, husband/family support, and culture.
Conclusion: The most influential factors are mother's occupation, mother's education, mother's level of knowledge, parity, husband/family support, and culture. So that to increase the coverage of ANC, public health center need to increase the frequency of counseling activities, regular counseling and home visits to pregnant women regarding ANC. The shape of the puskesmas building needs to be designed by adapting the culture of the community in the interior. Then, the need for collaboration and assistance from puskesmas with birth attendants in the community.
3424737216J1C018039Hasrat Tokoh Violet dalam Anime Violet Evergarden
(Kajian Psikoanalisis Lacan)
Penelitian dengan judul Hasrat pada Tokoh Violet dalam anime Violet Evergarden (Kajian Psikoanalisis Lacan) berawal dari permasalahan hasrat pada manusia. Atas dasar permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pembentukan hasrat tokoh utama Violet pada tiap tahapan fase. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa dialog dan gambar yang diambil dari anime Violet Evergarden sebagai sumber data. Metode pengumpulan data yaitu metode simak catat. Teknik analisis data disajikan secara deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori psikoanalisis milik Jaques Lacan. Dalam teori ini terdapat tiga tatanan subjektivitas manusia yakni Real, Imajiner, dan Simbolik. Hasil penelitian yang ditemukan pada fase Real yakni, Violet belum merasakan kekurangan pada dirinya karena ia masih menyatu dengan Gilbert. Pada fase Imajiner, terdapat hasrat narsistik aktif dimana ia ingin menjadi seperti Doll yang mampu memahami perasaan kliennya. Pada fase simbolik, Violet ingin mendapat pengakuan dari Dietfried sehingga terdapat hasrat narsistik pasif pada fase ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Violet sebagai subjek yang berkekurangan, memiliki hasrat yang tidak pernah ada habisnya dalam setiap perjalanannya.The research entitled Desire in violet characters in the anime Violet Evergarden (Lacan Psychoanalysis Study) originated from the problem of desire in humans. On the basis of these problems, research was carried out with the aim of finding out how to form the desires of the main character Violet at each stage of the phase. This research is a qualitative descriptive research. The research data is in the form of dialogue and images taken from the violet evergarden anime as a data source. The data collection method is the listening method. Data analysis techniques are presented descriptively. This research uses Jaques Lacan's theory of psychoanalysis. In this theory there are three orders of human subjectivity, namely Real, Imaginary, and Symbolic. The results of the research found in the Real phase are that Violet has not felt any flaws in her because she is still fused with Gilbert. In the Imaginary phase, there is an active narcissistic desire where she wants to be like a Doll who is able to understand the feelings of her clients. In the symbolic phase, Violet wants to get recognition from Dietfried so that there is a passive narcissistic desire in this phase. So it can be concluded that Violet as a subject of lack, has an inexhaustible desires in every journey.
3424837217A1D018050PENGUJIAN FREKUENSI TIGA JAMUR PATOGEN GULMA TERHADAP BABANDOTAN (Ageratum conyzoides) IN VIVO
Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh beberapa frekuensi aplikasi dan pengaruh jamur patogen terhadap gulma babandotan (Ageratum conyzoides). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dan lahan terbatas di Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah selama tujuh bulan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri atas dua faktor yaitu jamur patogen yang terdiri kontrol, F. oxysporum, Chaetomium sp., Curvularia sp., campuran F. oxysporum dan Chaetomium sp., campuran F. oxysporum dan Curvularia sp., campuran Chaetomium sp. dan Curvularia sp., serta campuran F. oxysporum, Chaetomium sp., Curvularia sp, sedangkan perlakuan frekuensi aplikasi terdiri atas tiga taraf yaitu satu, tiga, dan lima kali aplikasi. Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, intensitas penyakit, AUDPC (Area Under Disease Progress Curve), bobot segar total dan bobot kering total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi aplikasi 3 kali merupakan frekuensi paling optimum dan perlakuan kombinasi tiga patogen gulma memberikan hasil terbaik, dengan intensitas penyakit 78,66% lebih tinggi dari perlakuan kontrol, AUDPC 77,57% lebih tinggi dari kontrol, bobot segar total dan bobot gulma kering total memberikan hasil 76,37% dan 74,18% lebih baik dari kontrol. Kombinasi tiga jamur patogen memiliki potensi lebih baik untuk mengendalikan babandotan dibandingkan dengan perlakuan jamur patogen gulma tunggal maupun campuran dua jamur patogen gulma.The study was conducted to determine the effect of several application frequencies and the effect of pathogenic fungi on billygoat weed (Ageratum conyzoides). This research was conducted at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University and Rempoah Village, Baturraden District, Banyumas Regency, Central Java for six months. The experiment used was a factorial randomized block design consisting of two factor, namely fungal pathogens consisting of control, F. oxysporum, Chaetomium sp., Curvularia sp., a mixture of F. oxysporum and Chaetomium sp., a mixture of F. oxysporum and Curvularia sp., a mixture of Chaetomium sp. and Curvularia sp., as well as a mixture of F. oxysporum, Chaetomium sp., Curvularia sp., while the application treatment consisted of three levels, namely one, three, and five applications. The observed variables were incubation period, disease intensity, AUDPC (Area Under Disease Progress Curve), total wet weight and total dry weight. The results showed that the application frequency of 3 times was the most optimal frequency and the combination of three pathogenics weed gave the best results, with disease intensity 78.66% higher than the control treatment, AUDPC 77.57% higher than the control, total fresh weight and total dry weeds yielded 76.37% and 74.18% better than the control. The combination of three pathogenic fungi has better potential to control billygoat than the treatment of single weed pathogens or a mixture of two weed pathogenic fungi.
3424937218A1D018101UJI FREKUENSI APLIKASI TIGA JAMUR PATOGEN GULMA UNTUK
MENGENDALIKAN GULMA RUMPUT TEKI IN VIVO
Rumput teki merupakan jenis gulma tahunan yang banyak ditemukan di tanaman budidaya dan dapat dengan mudah menyesuaikan diri pada berbagai lingkungan dari yang kaya akan unsur hara sampai miskin unsur hara. Alternatif usaha pengendalian gulma rumput teki yaitu dengan menggunakan Agensia Pengendali Hayati seperti jamur patogen yang dinilai lebih aman. Penelitian ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengetahui pengaruh uji frekuensi serta efikasi dari ketiga jamur patogen Fusarium sp., Curvularia sp., dan Chaetomium sp. dalam mengendalikan gulma rumput teki. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan Agustus – Januari 2022. Rancangan percobaan yang dipakai adalah Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor utama yaitu jamur patogen yang terdiri atas kontrol, Chaetomium sp., Curvularia sp., Fusarium sp., Chaetomium sp. & Curvularia sp., Chaetomium sp., & Fusarium sp., Curvularia sp., & Fusarium sp., Chaetomium sp., Curvularia sp., & Fusarium sp. serta frekuensi penyemprotan yang terdiri atas satu, tiga, dan lima kali penyemprotan, dengan 2 ulangan. Variabel yang diamati meliputi masa inkubasi, intensitas penyakit, AUDPC, bobot segar umbi, bobot kering umbi, bobot segar tajuk, dan bobot kering tajuk. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perlakuan campuran jamur campuran jamur Chaetomium sp., & Fusarium sp. mampu mempercepat munculnya gejala awal pada teki 81%, meningkatkan intensitas penyakit 25,38%, meningkatkan AUDPC 78,13% dan menurunkan bobot kering umbi 31% dibanding dengan kontrol. Frekuensi aplikasi jamur patogen sebanyak tiga kali efektif untuk mengendalikan gulma rumput teki karena mampu meningkatkan intensitas penyakit 47%, meningkatkan AUDPC 39% dan menekan bobot kering pada umbi teki 19% dibanding dengan frekuensi satu kali penyemprotan.Nutgrass is an annual weed often found in cultivated plants can easily acclimatize to a variety of environments from nutrient-rich to nutrient-poor. An alternative for weed control is using a biological control agent which is considered safer, such as pathogenic fungi. This study was conducted to determine the effect of the frequency and efficacy tests of the three pathogenic fungi Fusarium sp., Curvularia sp., and Chaetomium sp. in controlling weeds. The research was carried out at the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from August – January 2022. The experimental design used was a Randomized Block Design with two main factors, namely fungal pathogens which consisted of 8 levels, namely control treatment, Chaetomium sp., Curvularia sp., Fusarium sp., Chaetomium sp. & Curvularia sp., Chaetomium sp., & Fusarium sp., Curvularia sp., & Fusarium sp., Chaetomium sp., Curvularia sp., & Fusarium sp. and the frequency of spraying which consists of 3 levels, namely 1, 3, and 5 spraying. Variables observed included incubation period, disease intensity, AUDPC, tuber fresh weight, tuber dry weight, crown fresh weight, and canopy dry weight. Research showed that the mixed fungal treatment of Chaetomium sp., & Fusarium sp. able to accelerate the emergence of early symptoms in nutgrass by 81%, increase disease intensity by 25.38%, increase AUDPC by 78.13% and reduce tuber dry weight by 31% compared to control. The frequency of application of pathogenic fungi was three times effective for controlling nutgrass because it was able to increase disease intensity by 47%, increase AUDPC by 39% and reduce dry weight of puck tubers by 19% compared to the frequency of one spraying. Thus, the frequency test can be recommended to be used as a reference when applied in the field.
3425038168F1A018011Perbedaan Pemahaman Orang Tua Siswa tentang Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19 di Kabupaten MajalengkaPenelitian ini dilakukan untuk menjelaskan keragaman pemahaman orang tua tentang pembelajaran daring berdasarkan latar belakang dan pengalaman para orang tua selama proses pendampingan belajar anak. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), dengan metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Lokasi penelitiannya yakni di Kecamatan Majalengka dan Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Teknik penentuan informan yang digunakan adalah purposive sampling dengan menyasar orang tua siswa sekolah dasar yang sesuai dengan kebutuhan data. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki pemahaman yang beragam, diantaranya adalah orang tua memahami bahwa pembelajaran daring merupakan model pembelajaran yang tidak efektif, model pembelajaran yang menyulitkan orang tua, alternatif model pembelajaran di masa pandemi Covid-19, dan sebagai kesempatan bagi orang tua lebih mengenal karakter anak. Hal itu disebabkan oleh situasi dan kondisi yang dialami orang tua dan anak selama pembelajaran daring dilaksanakan. Latar belakang kehidupan orang tua juga menjadi faktor yang mempengaruhi adanya keberagaman pemahaman. Orang tua dengan latar belakang status sosial ekonomi menengah ke atas menerima adanya penerapan pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. Sedangkan orang tua dengan status sosial ekonomi menengah ke bawah tidak menerima dan keberatan dengan dilaksanakannya model pembelajaran tersebut. This research was conducted to explain parents’ understanding of courageous learning based on the background and experiences of parents during the process of accompanying children’s learning. This research is a field research, with the method used is descriptive qualitative method. The research location is in Majalengka District and Kadipaten District, Majalengka Regency, West Java. The informant shopping technique used was purposive sampling by targeting the parents of elementary school students who fit the data needs. The data obtained were analyzed using an interactive analysis model. The results of the study show that parents have various understandings, including parents understanding that courageous learning is an ineffective learning model, a learning model that weakens parents, an alternative learning model during the Covid-19 pandemic, and as an opportunity for more parents get to know the character of the child. This is caused by the situations and conditions experienced by parents and children during the courageous learning to be carried out. The background of the parents’ life is also a factor that influences the diversity of understanding. Parents with a background of middle to upper socioeconomic status accept the application of courageous learning during the Covid-19 pandemic. Meanwhile, parents with middle to lower socioeconomic status do not accept and object to the implementation of this learning model.
3425137220I1A018095 FAKTOR - FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA HOME INDUSTRY KNALPOT DI KELURAHAN PURBALINGGA LORLatar Belakang: Produktivitas kerja merupakan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki oleh setiap karyawan agar dapat menghasilkan barang dan jasa dari sumber daya artinya kemampuan karyawan dalam meningkatkan hasil kerja dari masing-masing individu. Produktivitas kerja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja pada pekerja home industry knalpot di Kelurahan Purbalingga Lor.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian dan jumlah sampel sebanyak 97 pekerja knalpot pada bagian produksi menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji regresi logistik dengan derajat kepercayaan 95%.

Hasil Penelitian: Variabel yang berpengaruh adalah disiplin kerja (p-value 0,011),, kebisingan (p-value 0,011), pencahayaan (p-value 0,043), suhu (p-value 0,049), dan tingkat pendidikan (p-value 0,036). variabel yang tidak berpengaruh adalah tingkat pendidikan (p-value 0,474), jaminan sosial (p-value 0,080), dan motivasi kerja (p-value 0,546).

Simpulan: Variabel yang paling berpengaruh adalah disiplin kerja

Saran: Pekerja knalpot dapat meningkatkan kedisiplinan kerja dengan mengikuti prosedur kerja dengan baik agar dapat mencapai target tepat waktu serta tidak melakukan kesalahan dalam bekerja.

Kata Kunci: Produktivitas Kerja, Home Industry, Pekerja Pembuat Knalpot
Background: Work productivity is the resources and capabilities possessed by each employee to produce goods and services from resources, meaning the ability of employees to improve the work of each individual. Work productivity is influenced by internal and external factors. The purpose of this study was to determine what factors influence the work productivity on exhaust home industry workers in Purbalingga Lor Village.

Methods: This research is quantitative research using a cross sectional approach. The research population and the number of samples were 97 exhaust workers in the production section using the total sampling technique. Data collection was done by an interview with a questionnaire. Data were analyzed using a logistic regression test with a 95% confidence degree.

Research Results: The variables that have an effect are work discipline (p-value 0.011), noise (p-value 0.011), lighting (p-value 0.043), temperature (p-value 0.049), and education level (p-value 0.049). value 0.036). Variables that have no effect are education level (p-value 0.474), social security (p-value 0.080), and work motivation (p-value 0.546).

Conclusion: The most influential variable is work discipline.

Suggestion: Exhaust workers can improve work discipline by following work procedures properly in order to achive targets on time and not make mistakes at work.

Keywords: Work Productivity, Home Industry, Exhaust Workers
3425237221F1A018020PERBEDAAN PERSEPSI MAHASISWA MENGENAI PEREMPUAN PEROKOK Penelitian ini menjelaskan perbedaan persepsi mahasiswa mengenai perempuan perokok. Mahasiswa yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa 2018 di Universitas Palangkaraya dan IAIN Palangkaraya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan teknik sampel simpel random sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 205 orang mahasiswa. Metode analisis data menggunakan tabel silang dan Chi Square. Hasil penelitian yang diperoleh, tidak terdapat perbedaan persepsi terhadap perempuan perokok antara mahasiswa Universitas Palangkaraya dan mahasiswa IAIN Palangkaraya. Nilai chi square sebesar 1,16 dan nilai signifikansi sebesar 0,28 menunjukkan hubungan antara variabel tidak signifikan. Perempuan yang merokok mempunyai perspektif yang negatif dibandingkan dengan laki-laki perokok. Hal ini disebabkan karena adanya budaya yang telah melekat pada masyarakat bahwa merokok pada perempuan merupakan hal yang sangat tercela dan tidak pantas. This study explains the differences in student perceptions of female smokers. The students who were respondents in this study were 2018 students at the University of Palangkaraya and IAIN Palangkaraya. This research was conducted using a survey method with a simple random sampling technique. The number of samples taken as many as 205 students. Methods of data analysis using a cross table and Chi Square. The results obtained, there is no difference in perceptions of female smokers between Palangkaraya University students and IAIN Palangkaraya students. The chi square value of 1.16 and the significance value of 0.28 indicate the relationship between the variables is not significant. Women who smoke have a negative perspective compared to men who smoke. This is because there is a culture that has been attached to society that smoking for women is a very despicable and inappropriate thing.
3425337222F1C017060Strategi Komunikasi Pemasaran "Kopi Sabin" Melalui InstagramManfaat media sosial kini tak hanya menjadi media komunikasi atau hiburan, namun mulai berkembang menjadi media pemasaran. Instagram, salah satu media sosial dengan fitur-fiturnya yang beragam mulai dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai alat bisnis. Bertambahnya fungsi media sosial sebagai media pemasaran menjadikan identifikasi proses komunikasi pemasaran melalui Instagram menarik untuk dikaji pada era media baru ini. Kajian ini menggunakan lima penelitian terdahulu yang memiliki kesamaan dari segi subjek dan tema penggunaan media sosial Instagram dalam aspek komunikasi pemasaran. Model Deskriptif Kualitatif yang diolah dengan Analisis Data Interaktif dan divalidasi dengan Triangulasi sumber, digunakan dalam proses penulisan. Tujuan dari kajian ini ialah mengkaji strategi komunikasi pemasaran Kopi Sabin melalui Instagram yang didasari dengan maraknya pemanfaatan media sosial dalam ranah bisnis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Kopi Sabi sebagai media pemasaran digunakan sebagai media pendukung dalam menjalankan bisnisnya, seperti memposting konten, foto, dan berkomunikasi dengan pelanggan dan menaikkan kesadaran pelanggan akan brand “Kopi Sabin”.
Implikasi dari kajian ini Sebagai referensi pemahaman sehingga dapat memberikan sumbangan pikiran tentang strategi komunikasi pemasaran melalui media sosial Instagram yang merupakan salah satu topik utama dalam kajian ilmu komunikasi. Hasil dari kajian ini diharapkan pula dapat menjadi referensi pihak “Kopi Sabin” untuk mengembangkan penggunaan media sosial Instagramnya sebagai alat pemasaran.
Manfaat media sosial kini tak hanya menjadi media komunikasi atau hiburan, namun mulai berkembang menjadi media pemasaran. Instagram, salah satu media sosial dengan fitur-fiturnya yang beragam mulai dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai alat bisnis. Bertambahnya fungsi media sosial sebagai media pemasaran menjadikan identifikasi proses komunikasi pemasaran melalui Instagram menarik untuk dikaji pada era media baru ini. Kajian ini menggunakan lima penelitian terdahulu yang memiliki kesamaan dari segi subjek dan tema penggunaan media sosial Instagram dalam aspek komunikasi pemasaran. Model Deskriptif Kualitatif yang diolah dengan Analisis Data Interaktif dan divalidasi dengan Triangulasi sumber, digunakan dalam proses penulisan. Tujuan dari kajian ini ialah mengkaji strategi komunikasi pemasaran Kopi Sabin melalui Instagram yang didasari dengan maraknya pemanfaatan media sosial dalam ranah bisnis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Kopi Sabi sebagai media pemasaran digunakan sebagai media pendukung dalam menjalankan bisnisnya, seperti memposting konten, foto, dan berkomunikasi dengan pelanggan dan menaikkan kesadaran pelanggan akan brand “Kopi Sabin”.
Implikasi dari kajian ini Sebagai referensi pemahaman sehingga dapat memberikan sumbangan pikiran tentang strategi komunikasi pemasaran melalui media sosial Instagram yang merupakan salah satu topik utama dalam kajian ilmu komunikasi. Hasil dari kajian ini diharapkan pula dapat menjadi referensi pihak “Kopi Sabin” untuk mengembangkan penggunaan media sosial Instagramnya sebagai alat pemasaran.

Abstract
The benefits of social media are now not only a medium of communication or entertainment, but have begun to develop into a marketing medium. Instagram, one of the social media with its various features, is starting to be used by the public as a business tool. The increasing function of social media as a marketing medium makes the identification of the marketing communication process through Instagram interesting to study in this new media era. This study uses five previous studies that have similarities in terms of subjects and themes of using Instagram social media in the aspect of marketing communication. Qualitative Descriptive Model which is processed with Interactive Data Analysis and validated by source triangulation, is used in the writing process. The purpose of this study is to examine the marketing communication strategy of Kopi Sabin through Instagram which is based on the widespread use of social media in the business realm.
The results show that Kopi Sabi media as a marketing medium is used as a supporting media in running their business, such as posting content, photos, and communicating with customers and raising customer awareness of the "Kopi Sabin" brand.
Implications of this study As an understanding reference so that it can contribute ideas about marketing communication strategies through Instagram social media which is one of the main topics in the study of communication science. The results of this study are also expected to be a reference for "Kopi Sabin" to develop the use of Instagram social media as a marketing tool.
3425437223I1A017039DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DALAM PRAKTEK MENSTRUAL HYGIENE PADA SISWI TUNAGRAHITA
DI SLB C DAN C1 YAKUT PURWOKERTO
Latar Belakang : Remaja putri dengan kondisi tunagrahita meskipun mengalami hambatan perkembangan mental namun pertumbuhan fisik tetap berjalan normal. Salah satu permasalahannya adalah ketika remaja putri mengalami menstruasi. Mereka perlu mempraktikkan perilaku personal hygiene yang berbeda dari situasi biasanya. Oleh karena itu, remaja putri tunagrahita lebih memerlukan pendampingan dan bantuan dari orang tuanya pada saat menstruasi.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dukungan sosial orang tua dalam membentuk praktek menstrual hygiene pada anak tunagrahita di SLB C dan C1 Yakut Purwokerto.
Metodologi : Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini melibatkan 5 orang informan utama dan 7 orang informan pendukung yang direkrut melalui metode purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan observasi. Data dianalisis dengan cara reduksi, penyajian, dan menarikan kesimpulan.
Hasil Penelitian: Seluruh informan memberikan dukungan informatif, penghargaan dan instrumental, namun hanya sebagian besar informan telah memberikan dukungan emosional untuk mendukung praktik menstrual hygiene anak tunagrahitanya.
Kesimpulan : Dukungan sosial dari orang tua sudah diberikan kepada anak tunagrahita untuk membentuk praktik menstrual hygiene yang baik.
Background: Adolescent girls with mental retardation, although experiencing mental development barriers, but physical growth continues to run normally. One of the problems is when young women experience menstruation. They need to practice personal hygiene behavior that is different from the usual situation. Therefore, mentally retarded young women need more assistance and assistance from their parents during menstruation.
Objectives: This study aims to determine how the social support of parents in shaping the practice of menstrual hygiene in mentally retarded children in SLB C and C1 Yakut Purwokerto.
Methodology: This research is qualitative research with a phenomenological approach. This study involved 5 main informants and 7 supporting informants who were recruited through purposive sampling method. Research data were collected by in-depth interviews and observations. Data were analyzed by means of reduction, presentation, and drawing conclusions.
Results: All informants provide informative, rewarding and instrumental support, but only the majority of respondents provide emotional support to support the practice of menstrual hygiene for their mentally retarded children.
Conclusion: Social support from parents has been given to mentally retarded children to form good menstrual hygiene practices.
3425538169F1A018007Rasionalitas Orang Tua Memilih Pondok Pesantren dalam Membentuk Karakter Anak di Pesantren Ummul Quro Bogor Pondok pesantren dipercaya orang tua sebagai lembaga pendidikan yang dapat membentuk karakter anak. Pengasuh atau guru di pondok pesantren memiliki peran penting dalam proses pembentukan karakter santri, namun peran tersebut tidak dapat berjalan maksimal jika tidak ada keterlibatan orangtua. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan rasionalitas orang tua dalam memilih pondok pesantren dan peran orang tua dalam membentuk karakter anak di Pondok Pesantren Ummul Quro Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki bentuk-bentuk rasionalitas dalam memilih pesantren yang dilakukan dengan cara mencari informasi tentang pesantren, menyiapkan dana dan menyiapkan anak untuk hidup di pesantren. Landasan berpikir rasional orang tua memilih pesantren sebagai lembaga pendidikan pembentukan karakter anak yaitu karena pesantren mengajarkan dan mempraktikkan bahasa asing, menyelenggarakan ekstrakurikuler yang lengkap, dan orang tua menganggap bahwa pesantren dapat menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat. Peran orang tua santri di pesantren ditunjukkan dengan menghabiskan waktu penjengukan untuk berbincang bersama anak dan menasihatinya. Sementara peran di rumah ditunjukkan orang tua dengan selalu mengawasi anak pada saat mereka liburan sebagaimana pengasuh selalu mengawasi santri selama di pesantren.
Islamic boarding schools are trusted by parents as educational institutions that can shape children's character. Caregivers or teachers at Islamic boarding schools have an important role in the process of forming the character of students, but this role cannot run optimally if there is no parental involvement. This study aims to explain the rationality of parents in choosing Islamic boarding schools and the role of parents in shaping the character of children at the Ummul Quro Islamic Boarding School, Bogor. The research method used is a qualitative method.
The results of the study show that parents have forms of rationality in choosing Islamic boarding schools which are carried out by seeking information about Islamic boarding schools, preparing funds and preparing children to live in Islamic boarding schools. The basis for rational thinking for parents to choose Islamic boarding schools as educational institutions for the formation of children's character is because Islamic boarding schools teach and practice foreign languages, organize complete extracurricular activities, and parents think that Islamic boarding schools can balance the life of the world and the hereafter. The role of parents of students in Islamic boarding schools is shown by spending visiting time to talk with children and advise them. While the role at home is shown by parents by always supervising children when they are on vacation, just as caregivers always supervise students while at Islamic boarding schools.
3425637360I1E017008HUBUNGAN ANTARA POWER OTOT TUNGKAI, PANJANG TUNGKAI, DAN KOORDINASI MATA KAKI DENGAN AKURASI SHOOTING PADA SISWA EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMA N 1 PLUMBONFutsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua regu, yang masing-masing beranggota 5 orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Melakukan shooting ke arah gawang membutuhkan koordinasi mata kaki, panjang tungkai dan power otot tungkai agar hasil tendangan lebih akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara power otot tungkai, panjang tungkai, dan koordinasi mata kaki dengan akurasi shooting pada siswa ekstrakurikuler futsal SMA N 1 Plumbon. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penilitian ini menggunakan purposive sampling, yaitu teknik dengan menggunakan kriteria tertentu dalam melakukan pemilihan sample. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji linearitas, dan dengan menggunakan uji hipotesi yaitu uji korelasi. Berdasarkan interpretasi data penelitian sebagai berikut; 1) ada hubungan yang signifikan antara power otot tungkai dengan akurasi shooting dengan nilai r 0,754. 2) ada hubungan yang signifikan antara panjang tungkai dengan akurasi shooting dengan nilai r 0,635. 3) ada hubungan yang signifikan antara koordinasi mata kaki dengan akurasi shooting dengan nilai r 0,615. 4) ada hubungan yang signifikan antara power otot tungkai, panjang tungkai, dan koordinasi mata kaki dengan akurasi shooting futsal dengan nilai R square 0,643 .
Futsal is a ball game played by two teams, each consisting of 5 people. The goal is to get the ball into the opponent's goal, by manipulating the ball with the feet. Shooting towards the goal requires eye-foot coordination, leght length and leg muscle power so that the kick results are more accurate. This study to determine the relationship between leg muscle power, leg length, and eye foot coordination with shooting accuracy in futsal extracurricular students of SMA N 1 Plumbon. The research method used is descriptive quantitative research using a cross sectional design. The sample in this research uses purposive sampling, which is a technique by using certain criteria in conducting sample selection. Analysis of the data in this study using analysis prerequisite test namely normality test and linearity tes as well as hypothesis testing. Based on the interpretation of the research data as follows; 1) there is a significant relationship between leg muscle power with accuracy shooting with an r value 754. 2) there is a significant relationship between leg length with accuracy shooting with an r value 635. 3) there is a significant relationship between eye foot coordination with accuracy shooting with an r value 0,615 4) there is significant relationship leg muscle power, leg length, and eye foot coordination with accuracy shooting with R square value 0,643.
3425737225C1H018026THE INFLUENCE OF SELF REWARD AND CONSUMPTIVE LIFESTYLE ON PURCHASE DECISION FAST FASHION PRODUCTS AT UNIQLO WITH GENDER AS A MODERATING VARIABLEPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis lebih dalam apakah self reward dan gaya hidup konsumtif berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk fast fashion Uniqlo. Sample dalam penelitian ini adalah masyarakat di Indonesia yang pernah membeli produk Uniqlo dan berusia 17-55 tahun dengan jumlah 110 responden. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan survei online dan memberikan kuesioner melalui google form. Metode analisis dara yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara self reward dan gaya hidup konsumtif terhadap keputusan pembelian produk fast fashion Uniqlo, dan Jenis kelamin memperkuat pengaruh self reward dan gaya hidup konsumtif terhadap keputusan pembelian produk fast fashion Uniqlo. This study aims to find out and analyze more deeply whether self-reward and consumptive lifestyle have an effect on purchasing decisions for Uniqlo fast fashion products. The sample in this study is people in Indonesia who have bought Uniqlo products and are aged 17-55 years with a total of 110 respondents. The method used is a quantitative descriptive method using online surveys and providing questionnaires via a google form. The data analysis method used is multiple regression analysis. The results showed that there was a significant positive effect between self-reward and consumptive lifestyle on Uniqlo fast fashion product purchasing decisions, and gender strengthened the influence of self-reward and consumptive lifestyle on Uniqlo fast fashion product purchasing decisions.
3425837226F1C018025STRATEGI DIGITAL MARKETING PADA PT VIDIO DOT COM (STUDI KASUS SEARCH ENGINE OPTIMIZATION UNTUK KONTEN FREE TO AIR)Teknologi menjadi semakin canggih seiring dengan berkembangnya zaman, termasuk pengaruhnya dalam komunikasi pemasaran. Berbagai strategi dirancang agar sebuah perusahaan dapat mempertahankan produk layananya melalui komunikasi pemasaran, khususnya dalam memanfaatkan digital marketing. Digital marketing memiliki berbagai manfaat jika dijalankan dengan baik. Perusahaan OTT seperti PT Vidio Dot Com yang berbasis situs web, digital marketing dapat dimanfaatkan melalui penggunaan channel digital marketing, terutama SEO (Search Engine Optimization) agar dapat meraih ranking teratas dalam hasil pencarian di Google atau SERPs (Search Engine Result Pages). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi dan strategi digital marketing pada PT Vidio Dot Com dengan studi kasus terhadap SEO (Search Engine Optimization) untuk konten FTA (Free To Air). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa strategi digital marketing PT Vidio Dot Com sesuai dengan tahapan model komunikasi pemasaran AISAS yang terdiri dari lima tahap yaitu Attention, Interest, Search, Action, dan Share. Sedangkan strategi SEO untuk konten FTA yang digunakan memanfaatkan Keyword Research, On-Page Content, On-Page Technical, dan Off-Page. Technology is increasingly sophisticated along with the era, including its influence on marketing communications. Various strategies are designed for companies to maintain their services through marketing communications, especially in digital marketing. Digital marketing has various benefits if it is appropriately executed. In OTT companies that website based, such as PT Vidio Dot Com, digital marketing can be utilized through digital marketing channels, especially SEO (Search Engine Optimization), to acquire the top rankings in search results on Google or SERPs (Search Engine Result Pages). This study aims to analyze the position and strategy of digital marketing at PT Vidio Dot Com with a case study on SEO (Search Engine Optimization) for FTA (Free To Air) content. This study uses a qualitative descriptive research method with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The study results explain that PT Vidio Dot Com's digital marketing strategy is the stage of the AISAS marketing communication model, which consists of five stages: Attention, Interest, Search, Action, and Share. The SEO strategy for FTA content utilizes Keyword Research, On-Page Content, On-Page Technical, and Off-Page.
3425937980J1C018024Aktualisasi Diri Tokoh Hikaru dalam Anime Hikaru no Go (Kajian Psikologi Humanistik Maslow)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pencapaian aktualisasi diri tokoh Hikaru dan karakteristik pengaktualisasi diri apa saja yang terdapat dalam dirinya sehingga aktualisasi diri dapat tercapai ditinjau dari sudut pandang teori psikologi humanistik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dialog dan tangkapan layar adegan yang memuat proses pencapaian aktualisasi diri tokoh Hikaru yang bersumber dari anime Hikaru no Go. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak bebas libat cakap dan catat. Selanjutnya dilakukan reduksi data serta penyajian analisis data yang bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil analisis, diketahui terdapat 4 data kebutuhan fisiologis, 1 data kebutuhan rasa aman, 4 data kebutuhan akan cinta dan menjadi bagian dari suatu kelompok, 1 data kebutuhan akan penghargaan, serta 9 data aktualisasi diri. Aktualisasi diri tokoh Hikaru ditunjukkan oleh 8 karakteristik pengaktualisasi diri yang meliputi melihat realitas secara apa adanya dengan penerimaan total, berfungsi secara otonom/dengan aktif menentukan nasib sendiri dan bertanggung jawab, memiliki pemahaman diri yang baik sehingga dapat mengekspresikan dirinya, jujur, memiliki dorongan untuk mengembangkan potensi diri, melakukan yang terbaik disetiap kesempatan, mengalami peak-experience dan menemukan jati-diri. Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebelum mencapai aktualisasi diri, Hikaru terlebih dulu memenuhi kebutuhannya pada tingkat hierarki dibawah aktualisasi diri. Kemudian, karakteristik pengaktualisasi diri pada Hikaru terlihat dari caranya menangani masalah. Hikaru tetap maju dan memilih jalan untuk mengembangkan potensinya sebagai pemain go alih-alih berhenti. This study aims to describe the achievement of self-actualization in Hikaru's character and what kind of self-actualization characteristics are possessed by him so that self-actualization can be achieved from the point of view of humanistic psychology theory. This is a descriptive study with a qualitative method. The data used in this study are dialogues and screenshots of scenes that contain the process of achieving Hikaru's self-actualization which is sourced from Hikaru no Go anime. The data retrieval method used is observation method with uninvolved conversation observation technique and note-taking technique. The next step is data reduction and presentation of descriptive data analysis. The analysis shows that there are 4 data for physiological needs, 1 data for safety needs, 4 data for belongingness and love needs, 1 data for esteem needs, and 9 data for self-actualization needs. Hikaru's self-actualization is shown by his 8 self-actualizing characteristics, including seeing reality as it is with total acceptance, actively deciding one's own life choices and taking responsibility in it, having a good self-understanding so that he can express himself, being honest, having the drive to develop one's potential, doing the best at every opportunity, experiencing peak-experience and finding identity. Through this study, it can be concluded that before achieving self-actualization, Hikaru first fulfills his needs at the hierarchical level below self-actualization. Then, Hikaru's self-actualizing characteristic can be seen from the way he handles problems. Hikaru kept going and chose the path of developing his potential as a go player instead of quitting.
3426038112C1H016034ANALYSIS THE EFFECT OF SUPPLY CHAIN PERFORMANCE, PRODUCT QUALITY AND PRODUCT INNOVATION ON COMPETITIVE ADVANTAGE AT TEAK WOOD FURNITURE INDUSTRY IN BLORAAbstract
This research is a survey on teak wood furniture industry in Blora district. This research takes the title Analysis of the Effect of Supply Chain Performance, Product Quality, and Product Innovation on Competitive Advantage at Teak Wood Industry in Blora.
This study aims to determine the effect of supply chain performance, product quality and product innovation on competitive advantage. Respondents in this study were owners/managers of Teak wood carving industries in Blora with a total of 56 respondents.
The implication of this research is as a consideration in increasing competitive advantage through supply chain performance, product quality and product innovation. Researchers pay more attention to the wise use of resources, asset accounting and market expansion to create a strong competitive advantage.

Abstract
This research is a survey on teak wood furniture industry in Blora district. This research takes the title Analysis of the Effect of Supply Chain Performance, Product Quality, and Product Innovation on Competitive Advantage at Teak Wood Industry in Blora.
This study aims to determine the effect of supply chain performance, product quality and product innovation on competitive advantage. Respondents in this study were owners/managers of Teak wood carving industries in Blora with a total of 56 respondents.
The implication of this research is as a consideration in increasing competitive advantage through supply chain performance, product quality and product innovation. Researchers pay more attention to the wise use of resources, asset accounting and market expansion to create a strong competitive advantage.