Artikelilmiahs
Menampilkan 34.201-34.220 dari 49.948 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 34201 | 37186 | F1C018043 | Strategi Komunikasi Pemberdayaan LPPSLH Purwokerto Dalam Penanggulangan PMS | Permasalahan tentang kesehatan reproduksi khususnya tentang Penyakit Menular Seksual (PMS) yang diakibatkan karena perilaku seksual secara bebas menyebabkan adanya kenaikan jumlah infeksi PMS setiap tahun. LPPSLH adalah salah satu NGO di Purwokerto yang memiliki program pemberdayaan masyarakat untuk menganggulangi PMS. Tujuan program adalah untuk memperjuangkan kelompok marginal agar mendapatkan hak hidup dan fasilitas umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi pemberdayaan masyarakat yang dilakukan LPPSLH dan untuk mengetahui faktor penghambat serta faktor pendukung program. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan teori Difusi Inovasi. Pengumpulan data melalui wawancara dengan teknik purposive sampling, observasi, dan studi literatur. LPPSLH memiliki program kegiatan berupa sosialisasi, edukasi, tes PMS dan HIV/AIDS, pendampingan, dan advokasi. Hasil penelitian diketahui bahwa pemberdayaan yang dilakukan LPPSLH melalui proses menentukan komunikator, komunikan, isi pesan, saluran komunikasi, efek, sumberdaya waktu, evaluasi, dan dalam proses pemberdayaan strategi komunikasi sangat dibuthkan untuk meningkatkan kesadaran WTS dan merubah perilaku WTS. Selama proses pemberdayaan WTS di Banyumas tidak lepas dari faktor penghambat dan pendukung. | Reproductive health issues, especially Sexually Transmitted Diseases (STD) caused by free sexual behavior cause an increase in the number of STD infections every year. LPPSLH is one of the NGO in Purwokerto that has a community empowerment program to management STD. The program's objective is to fight for marginalized groups to get the right to life and public facilities. The purpose of this study was to determine the communication strategy for community empowerment carried out by LPPSLH and to determine the inhibiting and supporting factors of the program. The research uses a qualitative method with a case study approach with the theory of Diffusion of Innovation. Collecting data through interviews with purposive sampling technique, observation, and literature study. LPPSLH has a program of activities in the form of socialization, education, STD and HIV/AIDS testing, mentoring, and advocacy.The results of the research show that the empowerment carried out by LPPSLH through the process of determining communicators, communicants, message content, communication channels, effects, time resources, evaluation, and in the process of empowering communication strategies was needed to increase female sex workers awareness and change behavior. During the process of empowering female sex workers in Banyumas, it cannot be separated from the inhibiting and supporting factors. | |
| 34202 | 37187 | A1H020008 | Studi Agihan Unsur Hara K dan Serapannya Oleh Tanaman Padi Sawah di DAS Serayu Wilayah Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga | Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengkaji agihan unsur hara K tanah pada lahan sawah di Sub DAS Serayu Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, (2) mengetahui korelasi antara ketersediaan unsur hara K tanah sawah dan serapannya dengan hasil tanaman padi sawah di Sub DAS Serayu Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, (3) memberikan rekomendasi pemupukan kalium yang efektif untuk tanaman padi sawah di lahan sawah Sub DAS Serayu Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian dilaksankan dengan penentuan titik sampel sebanyak 12 titik diawali dengan pembuatan peta SLH (Satuan Lahan Homogen) berskala 1:50.000 dengan cara overlay Peta Administrasi, Peta Jenis Tanah, Peta Kelerengan, dan Peta Penggunaan Lahan. Metode pengambilan sampel tanah dilakukan secara purposive sampling dengan pengambilan tanah secara komposit di setiap lokasi pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa K-tersedia tanah di lahan sawah Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga berharkat sedang hingga rendah. K-tersedia tanah dengan hasil tanaman memiliki hubungan linier positif yang cukup lemah dengan nilai koefisian determinasi R² sebesar 0,1215. Hubungan antara K jaringan tanaman dengan hasil tanaman mempunyai hubungan linier positif yang sangat lemah dengan nilai koefisien determinasi R² sebesar 0,0411. Rekomendasi pemupukan di daerah penelitian dengan pupuk KCl pada SLH 1 diperlukan sebesar 106,70 kg KCl/ha, SLH 2 sebesar 115,60 kg KCl/ha. | This study aims to: (1) examine the distribution of soil K nutrients in paddy fields in the Serayu sub-watershed, Kaligondang sub-district, Purbalingga district, (2) find out the correlation between the availability of nutrient K in lowland soils and their absorption with the yield of lowland rice crops in the Serayu sub-watershed. Kaligondang District, Purbalingga Regency, (3) provide recommendations for effective potassium fertilization for lowland rice in the Serayu sub-watershed, Kaligondang District, Purbalingga Regency. The research method was carried out by placing 12 sample points starting with the making of a 1:50,000 screen HLU (homogeneous land unit) map by overlaying the Administration Map, Soil Type Map, Slope Map, and Land Use Map. The soil sampling method was purposive sampling with combined soil sampling at each observation location. The results showed that the available soil K in the paddy fields of Kaligondang District, Purbalingga Regency was categorized as moderate to low value. The relationship between K-available soil and crop yields has a weak positive linear relationship with a coefficient of determination R² of 0.1215. The relationship between plant tissue K and plant yields has a very weak positive linear relationship with a coefficient of determination R² of 0.0411 The recommendation for fertilization in the study area with KCl fertilizer at SLH 1 is 106.70 kg KCl/ha, SLH 2 is 115.60 kg KCl/ha. | |
| 34203 | 37189 | A1D018029 | KAJIAN BAHAN ORGANIK DAN SIFAT KIMIA TANAH PADA HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa) SAWAH DI KECAMATAN PADAMARA, KABUPATEN PURBALINGGA | Produktivitas padi di Kecamatan Padamara pada tahun 2018 mengalami penurunan dengan rata-rata produksi padi mencapai 65,60 Kw/ha. Hal ini diduga karena kurangnya pemberian pemupukan yang tepat untuk meningkatkan kadar bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran kandungan bahan organik tanah dan sifat kimia tanah serta mengetahui hubungan antara bahan organik tanah dengan hasil tanaman padi sawah dan mengetahui rekomendasi pemupukan organik yang efektif untuk tanaman padi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei lapangan dan pendekatan purposive sampling dengan penentuan titik sampel menggunakan peta SLH yang di overlay dengan Peta Administrasi, Peta Jenis Tanah, Peta Kelerengan, dan Peta Penggunaan Lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran kandungan bahan organik di Kecamatan Padamara memiliki status sangat rendah hingga tinggi. Hubungan C-organik dengan hasil tanaman padi mempunyai hubungan linear positif yang lemah. Kebutuhan pupuk untuk meningkatkan kandungan bahan organik yang direkomendasikan di Kecamatan Padamara yaitu dengan pupuk kotoran ayam 10,43 ton/ha dan kotoran sapi 11,23 ton/ha. Kata Kunci | Rice productivity in Padamara District in 2018 decreased with an average rice production reaching 65.60 Kw/ha. This is presumably due to the lack of proper fertilization to increase the organic matter content. This study aims to determine the distribution of soil organic matter content and soil chemical properties as well as to determine the relationship between soil organic matter and rice yields and to identify recommendations for effective organic fertilization for rice plants. This research was conducted using a field survey method and a purposive sampling approach by determining the sample points using an SLH map overlaid with an Administration Map, Soil Type Map, Slope Map, and Land Use Map. The results showed that the distribution of organic matter content in Padamara District had a very low to high status. The relationship between organicC and rice yields has a weak positive linear relationship. Fertilizer needs to increase the content of organic matter recommended in Padamara District are chicken manure 10,43 tons/ha and cow manure 11.23 tons/ha. | |
| 34204 | 37190 | H1A018070 | RANCANG BANGUN PLATFORM IOT SEDERHANA BERBASIS MQTT DAN RESTful API | IoT atau Internet of Things merupakan sebuah konsep di mana antar perangkat dapat melakukan komunikasi melalui jaringan internet. Konsep IoT memiliki kemampuan seperti proses pertukaran data tanpa adanya proses komunikasi yang dilakukan antar manusia maupun antar manusia ke perangkat sistem seperti komputer atau sebuah kontroler. Pemanfaatan komunikasi melalui jaringan ini dapat membuat data bisa dibaca secara real time. Namun keterbatasan pada perangkat (mikrokontoler) dalam hal komputasi dan penyimpanan membuat performa dan keamanan sedikit dikhawatirkan. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan cara mengalihkan proses komputasi dan penyimpanan data ke Cloud Computing Platform atau bisa disebut Platform IoT. Arsitektur IoT memiliki 4 layer yaitu perception, network, middleware dan application layer. MQTT dan REST API merupakan sebuah protokol pertukaran data yang bisa digunakan untuk Platform IoT Oleh karena itu dibangun sebuah platform IoT yang memiliki sistem monitoring data, device management, application management, export data pada tingkatan application layer dan pada middleware layer platform memiliki fungsi untuk komputasi, prekomputasi dan penyimpanan. Selain itu ada juga MQTT dan REST Server yang bisa digunakan. Hasil uji coba stress testing menunjukkan kinerja sistem cukup baik untuk menangani request 500 user tanpa adanya error request. | IoT or Internet of Things is a concept where devices can communicate via the internet. The IoT concept has capabilities such as the process of exchanging data without any communication process carried out between humans or between humans to system devices such as computers or a controller. Utilization of communication through this network can make data readable in real time. However, the limitations of the device (microcontrollers) in terms of computing and storage make performance and security a bit of a concern. One way to overcome this problem is to transfer the computing and data storage processes to the Cloud Computing Platform or can be called the IoT Platform. The IoT architecture has 4 layers, namely perception, network, middleware and application layer. MQTT and REST API are a data exchange protocol that can be used for the IoT Platform. Therefore, an IoT platform was built that has a data monitoring system, device management, application management, export data at the application layer level and at the middleware layer platform has functions for computing, precomputing and storage. In addition there are also MQTT and REST Servers that can be used. The results of the stress testing test show that the system performance is good enough to handle 500 user requests without any request errors. | |
| 34205 | 37191 | G1A017113 | Efektivitas Ekstrak Seledri (Apium graveolens L.) Terhadap Kadar Malondialdehid (MDA) Tikus Putih Model 5/6 Subtotal Nefrektomi | Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan kondisi kerusakan ginjal yang progresif yang ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) sebesar <60mL/menit. Seledri (Apium graveolens L.) merupakan tanaman yang memiliki efek antioksidan dan mampu mencegah progresivitas CKD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak seledri dalam mencegah peningkatan kadar malondialdehid (MDA) pada tikus putih model 5/6 subtotal nefrektomi (SN). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan post test only with control group design. Sebanyak 25 ekor tikus putih dibagi dalam lima kelompok. Kelompok 1: kontrol sehat atau shaum operation (SO, n=5), kelompok 2: kontrol sakit (SN, n=5), kelompok 3 (n=5), kelompok 4 (n=5), dan kelompok 5 (n=5) adalah kelompok sakit yang diberikan ekstrak etanol seledri sebesar 200, 250, dan 300 mg/kgBB selama 14 hari sebelum dan 21 hari sesudah operasi 5/6 SN. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Saphiro wilk dilanjutkan dengan uji Kruskall Wallis, dan uji Mann Whitney dengan taraf kepercayaan 95%. Didapatkan kadar MDA tertinggi pada kelompok 2 yaitu 40,81 U/mL dan kadar MDA terendah pada kelompok 1 yaitu 16,75 U/mL. Terdapat perbedaan yang signifikan pada seluruh kelompok perlakuan dan antarkelompok perlakuan. Ekstrak etanol seledri mampu mencegah peningkatan kadar MDA pada tikus model 5/6 SN. Ekstrak etanol seledri dosis 250 mg/kgBB paling efektif dalam mencegah peningkatan kadar MDA pada tikus model 5/6 SN. | Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive kidney damage caused by various etiologies which characterized by the decreased of glomerular filtration rate (GFR) of <60 mL/min. Celery (Apium graveolens L.) is a plant that has an antioxidant effect. It can prevent the progression of CKD. The aim of this study was to determine the effect of celery extract in preventing the increase of malondialdehyde (MDA) levels in 5/6 subtotal nephrectomy (SN) white rats model. This research was an experimental study with post-test only with control group design. Twenty five white rats were divided into five groups. Group 1: healthy control or shaum operation (SO, n=5), group 2: sick control (SN, n=5), group 3 (n=5), group 4 (n=5), and group 5 (n =5) was the sick group who was given celery ethanol extract of 200, 250, and 300 mg/kgBW for 14 days before and 21 days after surgery 5/6 SN. The results were analyzed using the Saphiro wilk test followed by the Kruskall-Wallis test, and the Mann-Whitney test with 95% confidence level. The highest MDA level showed in group 2 which is 40,81 U/mL and the lowest MDA level showed in group 1 which is 16,75 U/mL. There were significant differences in all and between treatment groups. Celery ethanol extract can prevent the increase of MDA levels in 5/6 SN model. The ethanol extract of celery at a dose of 250 mg/kgBW is the most effective in preventing the increase of MDA levels in 5/6 SN model. | |
| 34206 | 37435 | A1D018153 | PENGARUH DOSIS PUPUK DAN WAKTU PEMBERIAN PUPUK NZEO-SRPLUS TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH, SERAPAN Si TANAMAN, DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) | Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan satu dari komoditas hortikultura unggulan dan memiliki prospek yang baik untuk pemenuhan konsumsi nasional, sumber pendapatan petani, dan devisa negara. Satu dari beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi bawang merah adalah dengan meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk N. Efisiensi penggunaan pupuk N dapat dilakukan dengan aplikasi Pupuk NZeo-SRPlus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan waktu pemupukan pupuk NZeo-SRPlus terhadap sifat kimia tanah, serapan Si oleh tanaman dan produksi bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Analisis kimia tanah dan Serapan Si tanaman dilaksanakan di Laboratorium Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian dosis pupuk NZeo-SRplus dengan dosis N berbeda memberikan pengaruh sangat nyata terhadap sifat kimia tanah yaitu KTK tanah, N-total tanah, Si tersedia, Serapan Si tanaman dan bobot segar umbi bawang merah. Pemberian pupuk NZeo-SRPlus dengan dosis N yang berbeda meningkatkan pH KCl, P-total tanah, dan K-total tanah, dan jumlah umbi dengan dosis 200 kg N/ha. Waktu pemberian pupuk memberikan pengaruh tidak yang nyata terhadap semua variabel pengamatan, namun ada kecenderungan W1 lebih baik dari W2. Pemberian dosis pupuk 200 kg N/ha memberikan hasil paling baik terhadap bobot segar umbi dan jumlah umbi bawang merah. | Shallots (Allium ascalonicum L.) are one of the leading horticultural commodities and have good prospects for fulfilling national consumption, farmers' income sources, and foreign exchange. One of several efforts that can be done to increase the production of shallots is to increase the efficiency of the use of N fertilizer. The efficiency of the use of N fertilizer can be done by the application of NZeo-SRPlus fertilizer. This study aimed to determine the effect of the dose and time of fertilization of NZeo-SRPlus on soil chemical properties, Si uptake by plants and shallot production. This research was conducted in Pliken Village, Kembaran District, Banyumas Regency. Analysis of soil chemistry and plant Si uptake was carried out at the Land Resources Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. The results showed that the application of NZeo-SRplus fertilizer with different doses of N gave a very significant effect on the chemical properties of the soil, namely soil KTK, total soil N, available Si, plant Si uptake and fresh weight of shallot bulbs. The application of NZeo-SRPlus fertilizer with different doses of N increased KCl pH, total soil P, and total soil K, and the number of tubers at a dose of 200 kg N/ha. The timing of fertilizer application had no significant effect on all observed variables, but there was a tendency for W1 to be better than W2. The application of a fertilizer dose of 200 kg N/ha gave the best results on the fresh weight of the bulbs and the number of bulbs of shallots. | |
| 34207 | 37344 | C1A015077 | ANALISIS KOMPARASI INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PULAU JAWA | Penelitian ini mengambil judul “Analisis Komparasi Indeks Pembangunan Manusia Di Pulau Jawa”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat perbedaan Indeks Kesehatan, Indeks Pendidikan, Indeks Pengeluaran dan Indeks Pembangunan Manusia di Pulau Jawa dan untuk mengetahui tingkat perbedaan indeks di Pulau Jawa. Sampel dalam penelitian ini semua provinsi di Pulau Jawa yaitu 6 provinsi. Berdasarkan hasil bahwa komparasi dan uji ANOVA yang menunjukkan 0,00 < 0,05 maka terdapat perbedaan indeks di daerah provinsi. Setiap indeks pada enam provinsi di Pulau Jawa cukup beragam seperti IPM tertinggi dimiliki oleh provinsi DKI Jakarta, Indeks Kesehatan tertinggi dimiliki oleh provinsi DIY, Indeks Pendidikan tertinggi dimiliki oleh provinsi DIY, Indeks Pengeluaran tertinggi dimiliki oleh provinsi DKI Jakarta dibandingkan dengan indeks dari provinsia lain. Terdapat perbedaan indeks tiap daerah provinsi berdasarkan uji ANOVA, hal tersebut dapat disebabkan karena faktor keterbatasan sumber daya ataupun anggaran biaya yang tidak sedikit untuk memenuhi ekspetasi pertumbuhan pembangunan. Tidak menutup kemungkinan terdapat daerah yang memiliki indeks yang lebih kecil dibandingan daerah provinsi lainnya seperti IPM terkecil dimiliki provinsi Jawa Timur, Indeks Kesehatan terkecil dimiliki provinsi Banten, Indeks Pendidikan terkecil dimiliki provinsi Jawa Tengah, Indeks Pengeluaran terkecil dimiliki provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Implikasi dari kesimpulan diatas adalah daerah provinsi yang memiliki indeks dibawah rata – rata sebaiknya pemerintah lebih membenahi masing – masing kekurangan dalam aspek IPM baik itu Indeks Kesehatan, Indeks Pendidikan atau Indeks Pengeluaran yang masih rendah dibeberapa provinsi di Pulau Jawa. | This research takes the title "Comparative Analysis of Human Development Index in Java". The purpose of this study was to analyze the level of difference in the Health Index, Education Index, Expenditure Index and Human Development Index in Java and to determine the level of difference in the index in Java. The sample in this study were all provinces on the island of Java, namely 6 provinces. Based on the results that the comparison and ANOVA test which shows 0.00 < 0.05, there are differences in the index in the provinces. Each index in the six provinces in Java is quite diverse, such as DKI Jakarta province has the highest HDI, Yogyakarta province has the highest Health Index, DIY has the highest Education Index, and DKI Jakarta has the highest Expenditure Index compared to indices from other provinces. There are differences in the index of each province based on the ANOVA test, this can be due to limited resources or a large budget to meet development growth expectations. It is possible that there are regions that have a smaller index than other provinces, such as the lowest HDI owned by East Java province, Banten province has the smallest Health Index, Central Java province has the smallest Education Index, West Java and Central Java provinces have the smallest Expenditure Index. The implication of the conclusion above is that provincial areas that have an index below the average, the government should better fix each deficiency in the HDI aspect, be it the Health Index, Education Index or Expenditure Index which is still low in several provinces on the island of Java. | |
| 34208 | 37430 | I1C015013 | EVALUASI KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KARYA SEHAT PURWOKERTO | Kepuasan pasien menjadi tolak ukur untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan oleh Apoteker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian oleh apoteker serta mengetahui apakah terdapat hubungan antara karakteristik pasien dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan apoteker di Apotek Karya Sehat Purwokerto. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel kepada 110 pasien yang telah mendapatkan pelayanan apoteker sesuai dengan kriteria inklusi. Pengukuran kepuasan menggunakan kuesioner PSPSQ (Patient Satisfaction with Pharmacist Service). Data kepuasan pasien dianalisis secara deskriptif dengan menilai skor dan tingkat kepuasan. Data karakteristik berupa jenis kelamin dan pekerjaan dianalisis menggunakan uji t-independent, karakteristik usia dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney, dan karakteristik tingkat pendidikan menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pasien masuk dalam kategori puas dengan skor rata-rata 3,10, juga rata-rata skor pada domain kualitas pelayanan yaitu 3,10, pada domain interpersonal yaitu 3,10 dan pada domain keseluruhan yaitu 3,10. Hasil uji analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kepuasan pasien dengan karakteristik, karena nilai p>0,05 dengan nilai p value jenis kelamin (0,354), usia (0,246), tingkat pendidikan (0,208) dan status pekerjaaan pasien (0,907) di Apotek Karya Sehat Purwokerto. | Patient satisfaction is a benchmark to determine the quality of services provided by pharmacists. This study aims to determine the level of patient satisfaction with pharmacy services by pharmacists and to determine whether there is a relationship between patient characteristics and patient satisfaction with pharmacist services at Apotek Karya Sehat Purwokerto. This research is an observational study with a cross sectional approach. The sampling technique for 110 patients who had received pharmacist services was in accordance with the inclusion criteria. Measurement of satisfaction using the PSPSQ (Patient Satisfaction with Pharmacist Service) questionnaire. Patient satisfaction data were analyzed descriptively by assessing the score and level of satisfaction. Characteristic data in the form of gender and occupation were analyzed using the t-independent test, age characteristics were analyzed using the Mann-Whitney test, and the characteristics of the level of education using the Kruskal-Wallis test. The results showed that patient satisfaction was in the satisfied category with an average score of 3.10, also the average score in the service quality domain was 3.10, the interpersonal domain was 3.10 and the overall domain was 3.10. The results of the analysis test showed that there was no relationship between patient satisfaction and characteristics, because the p value> 0.05 with the p value for gender (0.354), age (0.246), education level (0.208) and patient employment status (0.907) at Apotek Karya Sehat Purwokerto. | |
| 34209 | 37192 | I1A018098 | EVALUASI LAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) SELAMA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: Dampak yang dirasakan pihak Puskesmas Purwokerto Selatan selama pandemi khususnya pada pelayanan KIA yaitu berkurangnya kunjungan ibu ke Puskesmas. Kenaikan kasus kematian ibu melonjak pada saat pandemi covid-19 tahun 2021 yaitu sebanyak 5 kasus dengan 3 diantaranya meninggal dunia karena covid-19. Berbagai program layanan kesehatan ibu dan anak di puskesmas sudah dilaksanakan, namun layanan yang diberikan masih memiliki kendala terkait pandemi Covid-19. Metode: Desain penelitian kualitatif digunakan pada penelitian ini melalui pendekatan berbasis tujuan (Objectives-Based Studies Approach). Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas pada bulan Mei-Juni 2022 dengan subyek penelitian yang melibatkan 7 orang informan yang diperoleh dengan cara purposive sampling. Hasil Penelitian: Beban kerja tenaga kesehatan pada layanan KIA bertambah saat pandemi covid-19. Sumber dana berasal dari BLUD, donator serta dana pribadi, Layanan KIA memiliki keterbatasan sarana dan prasarana. Pelayanan KB implan dan IUD dihentikan sementara untuk menghindari kontak lama dengan pasien. Kuota pelayanan ANC dibatasi, pelayanan MTBS dan pelayanan gizi ditiadakan pada awal pandemi karena keterbatasan ruang. Pelayanan imunisasi dilakukan di masing-masing kelurahan. Rumah sakit rujukan yang penuh serta kurangnya kesadaran pasien untuk memeriksakan kehamilan juga menjadi kendala sehingga menyebabkan capaian program mengalami penurunan. Kesimpulan: Pelaksanaan layanan KIA di Puskesmas Purwokerto Selatan sebagian besar berjalan dengan baik, namun situasi pandemi dan keterbatasan infrastruktur menjadi kendala dalam pelaksanaan program. Puskesmas Purwokerto Selatan diharapkan dapat membenahi pelaksanaan layanan KIA pada saat pandemi covid-19 sehingga dapat menyesuaikan kondisi di lapangan dengan pandemi covid-19. | Background : The impact of pandemic to Puskesmas Purwokerto Selatan Especially to KIA service is the reduction of parent visit to puskesmas. The raise of maternal death exploded in pandemic covid-19 2021, there are 5 cases and 3 of those were dead due to covid-19. Various services programs of maternal and neonatal care had given, but the services are constrained due to covid-19 pandemic. Method : The qualitative research design were used in this research using objective-based studies approach. This research held on puskesmas purwokerto selatan working territory, Banyumas on april-mei 2022 using 7 informans as research subject based on the result of purposive sampling. Research result : The workload of health workers on MCH services increased during the covid-19 pandemic. Sources of funds come from BLUD, donors and private funds. MCH services have limited facilities and infrastructure. Implant and IUD family planning services were temporarily suspended to avoid prolonged contact with patients. The quota for ANC services is limited, IMCI services and nutrition services are abolished at the beginning of the pandemic due to space limitations. Immunization services are carried out in each village. The full referral hospital and the lack of awareness of patients to check their pregnancy are also obstacles, causing program achievements to decrease. Conclusion : The implementation of MCH services at the South Purwokerto Health Center was mostly going well, but the pandemic situation and limited infrastructure were obstacles in implementing the program. The South Purwokerto Health Center is expected to be able to improve the implementation of MCH services during the COVID-19 pandemic so that it can adjust conditions on the ground to the Covid-19 pandemic. | |
| 34210 | 37975 | C1H018039 | THE EFFECT OF INDIVIDUAL CHARACTERISTICS AND WORKPLACE SPIRITUALITY TOWARDS EMPLOYEE DEVIANT BEHAVIOUR WITH JOB SATISFACTION AS MEDIATING VARIABLE (STUDY IN SOUTH PURWOKERTO GOVERNMENT ADMINISTRATIVE OFFICE) | Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis peran keterbukaan dan spiritualitas di tempat kerja terhadap perilaku penyimpangan di tempat kerja. Responden penelitian ini sebanyak 66 orang yang merupakan pegawai di semua kantor kelurahan purwokerto selatan dan berdomisili di kota Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam bentuk survey dengan kuesioner sebagai instrument pengambilan data. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan: 1) Keterbukaan berpengaruh positif terhadap Kepuasan Kerja, 2) Kepuasan Kerja berpengaruh negatif terhadap Perilaku Penyimpangan Karyawan, 3) Spiritualitas Tempat Kerja tidak berpengaruh negatif terhadap Perilaku menyimpang Karyawan, 4) Kepuasan Kerja memediasi pengaruh Keterbukaan terhadap Perilaku penyimpangan Karyawan. Implikasi manajerial dari kesimpulan dalam penelitian ini adalah, 1) Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pihak-pihak yang terkait dan penelitian yang akan dilakukan kedepannya, 2) Kantor keluarahan Purwokerto Selatan diharapkan lebih memperhatikan nilai-nilai moral yang terkandung dalam kantor guna membangun suasana yang lebih baik lahir dan batin bagi pegawai sehingga dapat meningkatkan kepuasan kerja yang akan menurunkan angka Perilaku menyimpang Pegawai. Batasan penelitian ini adalah 1) Tidak semua kuesioner dikembalikan, 2) Kemungkinan pemalsuan data yang diisi karena tema yang diambil menyangkut penyimpangan pegawai. | This study was conducted to analyze the role of openness and spirituality in the workplace on deviant behavior in the workplace. Respondents of this study were 66 people who are employees in all South Purwokerto Government Administrative office and domiciled in the city of Purwokerto. This study uses quantitative methods in the form of a survey with a questionnaire as a data collection instrument. Based on the results of the study, it was concluded: 1) Agreeableness has a positive effect on job satisfaction, 2) Job satisfaction has a negative effect on Employee Deviant Behavior, 3) Workplace Spirituality has no negative effect on Employee Deviant Behavior, 4) Job Satisfaction mediates the effect of openness on Employee Deviant Behavior. The managerial implications of the conclusions in this study are, 1) The results of this study are expected to help related parties and research that will be carried out in the future, 2) The South Purwokerto output office is expected to pay more attention to the moral values contained in the office in order to build a positive atmosphere. better physically and mentally for employees so that they can increase job satisfaction which will reduce the number of deviant behavior of employees. The limitations of this research are 1) Not all questionnaires are returned, 2) Possibility of falsification of the data filled in because the theme is related to employee irregularities. | |
| 34211 | 38110 | C1C018033 | PENGARUH PENGANGGARAN, AKUNTANSI DANA DESA BERBASIS KAS, PARTISIPASI MASYARAKAT DAN REGULASI TERHADAP AKUNTABILITAS DANA DESA (Studi Empiris Pada Desa Se-Kecamatan Sariwangi) | Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji pengaruh dari penganggaran, akuntansi dana berbasis kas, partisipasi masyarakat, dan regulasi terhadap akuntabilitas dana di desa yang berada di wilayah Kecamatan Sariwangi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh aparatur desa yang berada di Kecamatan Sariwangi, dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebesar 40 responden. Teknik analisis data dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan: (1) Penganggaran berpengaruh negatif terhadap akuntabilitas dana desa, (2) Akuntansi Dana Desa Berbasis Kas berpengaruh positif terhadap akuntabilitas dana desa. (3) Partisipasi masyarakat berpengaruh positif terhadap akuntabilitas dana desa. (4) Regulasi berpengaruh positif terhadap akuntabilitas dana desa. | The purpose of this study is to examine the effect of budgeting, cash-based fund accounting, community participation, and regulation on fund accountability in villages located in the Sariwangi District. This type of research is quantitative research. Data collection techniques using a questionnaire. The population in this study were all village officials in Sariwangi District, and the sampling technique used was purposive sampling of 40 respondents. Data analysis technique using multiple linear regression analysis. The results of the study show: (1) Budgeting has a negative effect on village fund accountability, (2) Cash-Based Village Fund Accounting has a positive effect on village fund accountability. (3) Community participation has a positive effect on village fund accountability. (4) Regulation has a positive effect on the accountability of village funds. | |
| 34212 | 38170 | A1D018159 | UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK TANAMAN GANDAPURA (Gaultheria punctata) DAN MENIRAN (Phillanthus urinaria) TERHADAP PERTUMBUHAN PATOGEN HAWAR PELEPAH PADI | Rhizoctonia solani merupakan patogen penyebab hawar pelepah padi yang mampu mengakibatkan penurunan produksi hingga 80%. Salah satu alternatif pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan ekstrak tumbuhan yang dapat berfungsi sebagai biofungisida yang dinilai lebih aman dibandingkan fungisida sintetik. Gandapura dan meniran merupakan tumbuhan yang digunakan sebagai antijamur. Penelitian bertujuan untuk menguji keefektifan ekstrak tanaman gandapura (Gaultheria punctata) dan meniran (Phillanthus urinaria) sebagai kandidat antijamur terhadap pertumbuhan patogen R. solani penyebab hawar pelepah tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Ekstrak tumbuhan disiapkan menggunakan teknik maserasi dengan dua jenis pelarut, yaitu etanol 96% dan air steril. Pengujian antijamur dilakukan dengan metode difusi sumuran pada berbagai konsentrasi (2; 4; 6; 8; dan 10% b/v). Perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 66 percobaan. Uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) dilanjutkan sebagai uji lanjut untuk mengetahui perlakuan terbaik dalam aktivitas antijamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ekstrak gandapura dan meniran mengandung senyawa antijamur yang meliputi flavonoid, saponin, tanin, steroid dan terpenoid. Ekstrak gandapura dalam pelarut etanol 96% memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan R solani sebesar 40,95% dan ekstrak gandapura dalam pelarut aquades memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan R solani sebesar 28,57% secara in vitro. Ekstrak meniran dalam pelarut etanol 96% memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan R solani sebesar 24,76% dan ekstrak meniran dalam pelarut aquades memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan R solani sebesar 20,00% secara in vitro. | Rhizoctonia solani is a pathogen causes rice sheath blight disease which can decrease rice production up to 80%. One of alternative to control R. solani could be relied on bioactive compounds from plant extracts as biofungicides, this method is considered better than synthetic fungicides. Gandapura and meniran are plants which has ability as antifungals. This study aims to test the effect of gandapura and meniran extracts as antifungal candidates against the growth of the pathogen R. solani which causes leaf sheath blight in rice plants. This experiment was conducted for seven months, February to August 2022 in Mycology Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman. The extracts of gandapura and meniran obtained by maceration extraction method with two types of solvents, were obtained 96% ethanol and aquades. The antifungal test was carried out by well diffusion method at various concentrations (2; 4; 6; 8; and 10% w/v). The treatment was repeated 3 times to obtain 66 trials. The DMRT (Duncan's Multiple Range Test) test was continued as a further test to determine the best treatment for antifungal activity. The results showed that both plant extracts contain five compounds that can inhibit fungal growth, including flavonoids, saponins, tannins, steroids and terpenoids. Gandapura extract in 96% ethanol had the ability to inhibit the growth of R solani by 40.95% and gandapura extract with aquades solvent had the ability to inhibit the growth of R solani by 28.57% in vitro. Meniran extract in 96% ethanol had the ability to inhibit the growth of R solani by 24.76% and meniran extract with aquades solvent had the ability to inhibit the growth of R solani by 20.00% in vitro. | |
| 34213 | 43926 | E1A019134 | BENCANA NON ALAM COVID-19 SEBAGAI PEMBERAT PIDANA PADA DELIK PENCURIAN ( Kajian Yuridis Terhadap Putusan Nomor 20/Pid.B/2021/PN Lbj) | COVID-19 (Coronavirus Disease) di Indonesia menjadi salah satu penyebab kenaikan tindak pidana pencurian. Berdasarkan data yang ada, terjadi kenaikan pada minggu ke-19 dan minggu ke- 20 saat penyebaran COVID-19 di Indonesia. Peningkatan jumlah tindak kriminal tersebut yaitu pada minggu ke-19 berjumlah 3.481, dan meningkat pada minggu ke-20 yaitu menjadi 3.726 kasus. Pelaku pada Putusan Pengadilan Negeri Labuan Bajo Nomor 20/Pid.B/2021/PN Lbj telah melakukan tindak pidana pencurian yang melanggar Pasal 363 ayat (4) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), namun hakim tidak mempertimbangkan keadaan saat pelaku melakukan tindakan pencurian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana pada Putusan Pengadilan Negeri Labuan Bajo Nomor 20/Pid.B/2021/PN Lbj dan relevansi Covid-19 dalam menentukan berat tuntutat pada perkara pidana pencurian. Metode yang digunakan padaa penelitian ini menggunakan pendekatan normatif yuridis dengan spesifikasi penelitian analisis preskriptif dan studi Pustaka sebagai data sekunder, yang diuraikan dengan teks naratif yang dianalisis dengan metode analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan pertimbangan hukum hakim pada Putusan Pengadilan Negeri Labuan Bajo Nomor 20/Pid.B/2021/PN Lbj tidak mempertimbangkan keadaan masyarakat dalam menjatuhkan pidana kepada pelaku sehingga penjatuhan pidana terhadap pelaku hanya berdasarkan apa yang dituntutkan, seharusnya pidana penjara dapat lebih berat apabila hakim mempertimbangkan keadaan masyarakat dan tindakan dari para pelaku. Terdakwa I dan terdakwa II telah melakukan pencurian secara berkelompok, mengubah bentuk hasil curian, menikmati hasil curian, dan melakukannya secara berulang. | COVID-19 (Coronavirus Disease) in Indonesia has been identified as one of the contributing factors to the increase in theft crimes. Based on available data, there was a surge in weeks 19 and 20 during the spread of COVID-19 in Indonesia. The increase in the number of criminal activities amounted to 3,481 cases in week 19, further rising to 3,726 cases in week 20. The perpetrator in the verdict of the Labuan Bajo District Court Number 20/Pid.B/2021/PN Lbj committed theft, violating Article 363 paragraph (4) of theCriminal Code (KUHP), yet the judge did not consider the circumstances surrounding the theft. This research aims to determine the legal considerations of the judge in imposing criminal sanctions in the verdict of the Labuan Bajo District Court Number 20/Pid.B/2021/PN Lbj and the relevance of Covid-19 in determining the severity of the demand in theft criminal cases. The research method employed is a normative juridical approach with a prescriptive analysis specification and literature study as secondary data, presented in a narrative text analyzed using qualitative analysis methods. Based on the research findings and discussions, it can be concluded that the legal considerations of the judge in the verdict did not take into account the societal conditions when imposing penalties on the perpetrator. Therefore, the imposition of the penalty on the perpetrator was based solely on what was demanded. Ideally, the imprisonment penalty should be more severe if the judge considers the societal conditions and actions of the perpetrators. Defendants I and II engaged in group theft, altering the stolen goods, enjoying the stolen proceeds, and repeating these actions. | |
| 34214 | 37010 | J0A018062 | The Use of English by Outbound Instructor at Palawi Risorsis | Laporan praktik kerja ini berjudul “Penggunaan Bahasa Inggris oleh Instruktur Mancakrida di Palawi Risorsis”, kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan pada 22 Februari - 22 Maret 2021 di Palawi Risorsis Baturraden. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja ini adalah untuk mengetahui penggunaan Bahasa Inggris oleh instruktur mancakrida di Palawi Risorsis, mengetahui program-program mancakrida yang disediakan oleh Palawi Risorsis, mengetahui kendala serta menemukan solusi atas kendala yang dihadapi oleh instruktur mancakrida di Palawi Risorsis dalam menggunakan Bahasa Inggris. Dalam pelaksanaan praktik kerja, penulis juga terlibat secara langsung sebagai bagian dari tim outbound Palawi dan ikut serta dalam salah satu kegiatan mancakrida yang membuat penulis mengetahui cara kerja instruktur mancakrida dalam melaksanakan tugasnya. Selain itu, penulis juga melakukan observasi, studi pustaka, dokumentasi, dan wawancara dalam mencari informasi tersebut. Penggunaan Bahasa Inggris oleh instruktur mancakrida di Palawi Risorsis diimplementasikan pada sambutan selamat datang, pemberian informasi, pemberian instruksi serta dalam bentuk kartu petunjuk, kartu kontrol, dan susunan acara. Sementara itu, terdapat tiga program mancakrida utama yang disediakan oleh Palawi Risorsis yaitu Kids Outbound, Fun Outbound/Gathering, dan Team Building Outbound. Adapun kendala yang dihadapi oleh instruktur mancakrida di Palawi Risorsis yaitu keterbatasan kemampuan instruktur mancakrida dalam berbahasa Inggris serta minimnya permintaan pasar akan penggunaan Bahasa Inggris dalam aktivitas mancakrida. Namun, terdapat pula solusi untuk menghadapi kendala tersebut seperti mengadakan pelatihan Bahasa Inggris secara konsisten untuk meningkatkan kualitas SDM serta menciptakan program-program mancakrida berbahasa Inggris yang menyenangkan dan mempromosikannya secara nasional maupun internasional, salah satunya dengan cara menjalin kerjasama dengan pihak eksternal seperti perguruan tinggi, perusahaan asing, serta lembaga-lembaga yang bergerak dalam bidang pariwisata dan perhotelan. | This final report is entitled “The use of English by Outbound Instructor at Palawi Risorsis”. The job training was conducted from February 22, 2021 – to March 22, 2021, at Palawi Risorsis Baturraden. The purposes of this job training were to know the use of English by outbound instructor at Palawi Risorsis, to know what outbound programs were provided by Palawi Risorsis, to know the obstacles and to find the solutions for the obstacles faced by outbound instructor at Palawi Risorsis in using English. In conducting the job training, the writer was also directly involved as part of the Palawi outbound team and participated in one of the outbound activities which makes the writer knew how outbound instructors work in carrying out their duties. In addition, the data was collected by the writer through the observation method, literature review method, documentation method and interview method. The use of English by outbound instructor at Palawi Risorsis was implemented in a welcome speech, giving information, giving instruction, and also in the form of clue card, control card, and rundown. There were three main outbound programs provided by Palawi Risorsis which were Kids Outbound, Fun Outbound/Gathering, and Team Building Outbound. There were several obstacles faced by the outbound instructor such as the limited ability of outbound instructors in using English, as well as the lack of market demand for using English in outbound activities. However, there were also solutions to overcome those obstacles such as conducting consistent English training to improve the quality of human resources and also creating fun outbound programs in English and promoting them nationally and internationally, one of which was by collaborating with external parties such as universities, foreign companies, and institutions engaged in tourism and hospitality. | |
| 34215 | 37193 | J1C016043 | Motivasi Dibalik Fenomena Boys' Love Pada Kaum Fujoshi Kajian Media Dan Budaya | Penelitian ini berjudul Motivasi Dibalik Fenomena Boys’ Love, pada Kaum Fujoshi Kajian Media Dan Budaya yang membahas lebih lengkap dan secara terstruktur media dan faktor utama seseorang bisa menjadi fujoshi. Penelitian ini menggunakan kajian budaya dan media dan teori yang digunakan meliputi, teori media, fujoshi, boys’ love dan motivasi. Data yang digunakan berupa hasil wawancara dan kuisioner terhadap fujoshi Purwokerto. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuisioner. Analisis dilakukan berdasarkan kuisioner yang telah diisi oleh 33 responden fujoshi Purwokerto. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fujoshi Purwokerto awal mula masuk ke dunia boys love kebanyakan melalui media sosial (11) dan diperkenalkan oleh teman (11). Selain itu media yang paling banyak digunakan adalah situs membaca manga (12) dan penyebab orang menjadi fujoshi rata-rata karena jalan cerita yang menarik (18). | This research is entitled Motivation Behind Boys' Love Phenomena, The Fujoshi Community, Media and Cultural Studies which discusses more detail about media and the main factors a person can become a fujoshi. This research uses cultural and media studies and the theories that were uses used include theory of media, fujoshi, boys' love and motivation. The data that used in this research is the form questionnaires that were given to fujoshi in Purwokerto. The method used in this research is descriptive qualitative method and the data collection technique used is the questionnaire method. The analysis was carried out based on a questionnaire that had been filled out by 33 respondents from fujoshi Purwokerto. The results of this research is that fujoshi Purwokerto initially entered the world of boys' love mostly through social media (11) and introduced by friends (11). In addition, the most widely used media is a manga reading site (12) and the reason someone become fujoshi is because of an interesting storyline (18). | |
| 34216 | 37194 | E1A018034 | PERLINDUNGAN HUKUM PENGGUNAAN MEREK “TEMPO GELATO” BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS (STUDI PUTUSAN NO. 6/PDT.SUS-HKI.MEREK/2020/PN SMG) | Perlindungan hukum merupakan upaya kepastian hukum agar setiap orang menikmati hak-haknya tanpa ada gangguan dari pihak lain. Di Indonesia, para pelaku usaha dapat dilindungi dan diberikan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Pemegang hak merek dapat memerintahkan orang lain untuk tidak menggunakan merek yang telah didaftarkan. Apabila ada pihak yang beriktikad tidak baik untuk meniru atau memalsukan merek dengan tujuan untuk menarik konsumen secara mudah maka dapat merugikan pemegang hak merek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap penggunaan merek “Tempo Gelato” dalam Putusan Nomor 6/Pdt.Sus-HKI/Merek/2020/PN Niaga Smg. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Data tersebut diolah dan dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif. Pada hasil penelitian, putusan tersebut menolak gugatan pembatalan merek yang diajukan oleh Penggugat, maka dapat disimpulkan bahwa putusan tersebut memberikan perlindungan hukum merek “Tempo Gelato” dan “Il Tempo Del Gelato” milik Ema Susmiyarti sebagai pemakai pertama dan pendaftar pertama. | Legal protection is an effort to ensure legal certainty so that everyone enjoys their rights without interference from other parties. In Indonesia, business actors can be protected and granted Intellectual Property Rights (IPR). Trademark rights holders may instruct others not to use registered trademarks. If there are parties who have bad intentions to imitate or falsify brands with the aim of attracting consumers easily, it can harm the brand rights holders. The purpose of this research is to find out how the legal protection against the use of the “Tempo Gelato” brand in Decision Number 6/Pdt.Sus-HKI/Merek/2020/PN Niaga Smg. According to Law Number 20 of 2016 concerning Marks and Geographical Indications. This study uses a normative juridical approach with descriptive analysis research specifications. The data source used is secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials collected through library research. The data is processed and analyzed using qualitative normative methods and presented in the form of narrative text. Based on the results of the study, the decision rejected the lawsuit for the cancellation of the trademark filed by the Plaintiff, it can be concluded that the decision provides legal protection for the "Tempo Gelato" and "Il Tempo Del Gelato" trademarks belonging to Ema Susmiyarti as the first user and first registrant. | |
| 34217 | 37203 | A1C018066 | Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan Terhadap Karakteristik Biopelet Kulit Kopi dan Serbuk Kayu Sengon Tanpa Karbonisasi | Biopelet adalah biomassa yang berpotensi menjadi energi alternatif karena memiliki sifat yang dapat diperbaharui. Proses pembuatan biopelet terdiri dari beberapa tahapan yaitu persiapan alat dan bahan, pengayakan, pembuatan perekat, pencampuran bahan baku dengan perekat, pencetakan, dan pengeringan. Pengeringan menjadi tahapan penting dalam pembuatan biopelet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap karakteristik biopelet tanpa karbonisasi yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, densitas, laju pembakaran, dan shatter index. Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit kopi dan serbuk kayu sengon. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor suhu pengeringan terdiri atas 3 taraf yaitu 55°C, 100°C, 125°C dan faktor lama waktu pengeringan terdiri atas 3 taraf yaitu 1 jam, 2 jam, 3 jam. Pengujian karakteristik biopelet meliputi nilai kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, densitas, laju pembakaran, dan shatter index. Parameter yang dijadikan acuan sesuai dengan standar mutu biopelet Indonesia. Karakteristik biopelet yang dihasilkan pada penelitian ini memiliki kadar air berkisar 4,000-28,000%bb, kadar abu 4,000-9,333%, kadar zat terbang 88,421-92,199%, densitas 0,365 g/cm3-0,841 g/cm3, laju pembakaran 0,095 g/menit - 0,0158 g/menit, dan shatter index 22,004% - 44,951%. Hasil pengujian didapatkan hasil bahwa semakin tinggi suhu dan lama waktu pengeringan yang digunakan maka kadar air, shatter index, dan laju pembakaran akan semakin rendah, namun nilai kadar abu dan densitas akan semakin meningkat. Perbedaan suhu dan lama waktu pengeringan mempengaruhi karakteristik biopelet yang dihasilkan. | Biopellet is biomass that has the potential to be an alternative energy because it has renewable properties. The process of making biopellets consists of several stages, namely the preparation of tools and materials, sieving, making adhesives, mixing raw materials with adhesives, printing, and drying. Drying is an important step in the manufacture of biopellets. This study aims to determine the effect of temperature and drying time on the characteristics of biopellets without carbonization which include moisture content, ash content, volatile matter content, density, combustion rate, and shatter index. The main ingredients used in this study were coffee rind and sengon wood powder. This study used a completely randomized design (CRD) with a factorial pattern. The drying temperature factor consists of 3 levels, namely 55°C, 100°C, 125°C and the drying time factor consists of 3 levels, namely 1 hour, 2 hours, and 3 hours. Testing of biopellet characteristics includes the value of water content, ash content, volatile matter content, density, combustion rate, and shatter index. Parameters used as reference are in accordance with Indonesian bio-pellet quality standards. The characteristics of the biopellets produced in this study had a water content ranging from 4,000-28,000%ww, ash content of 4,000-9,333%, volatile matter content of 88,421-92,199%, density 0,365 g/cm3 – 0,841 g/cm3, the burning rate is 0,095 g/minute – 0,158 g/minute, and the shatter index is 22,004% - 44,951%. The test results show that the higher the temperature and the longer drying time used, the lower the moisture content, shatter index, and combustion rate, but the value of ash content and density will increase. Differences in temperature and drying time affect the characteristics of the resulting biopellet. | |
| 34218 | 37204 | J0A018019 | Translating Animal Information In Serulingmas Banjarnegara Interactive Zoo From Bahasa Indonesia Into English | Laporan praktik kerja ini berjudul “Menerjemahkan Informasi Hewan di Kebun Binatang Interaktif Serulingmas Banjarnegara dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris”. Praktik Kerja ini dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2021 hingga 12 Maret 2021 di Serulingmas Banjarnegara. Tujuan dilaksanakan praktik kerja ini adalah untuk menerjemahkan dan memproduksi informasi hewan dalam bahasa Inggris, mengetahui kendala saat pembuatan informasi hewan, dan mengetahui solusi yang didapat saat penulis mengalami kendala tersebut. Praktik kerja ini menggunakan dua metode dalam pengumpulan data yaitu observasi dan dokumentasi. Selama praktik kerja penulis tidak hanya membuat informasi hewan dalam bahasa Inggris tetapi juga menerjemahkan brosur dan teks pengumuman. Informasi satwa di Kebun Binatang Interaktif Serulingmas Banjarnegara hanya memiliki satu bahasa yaitu bahasa Indonesia. Oleh karena itu penulis ingin membuat informasi tentang hewan dalam bahasa Inggris dengan jumlah jenis hewan 48 hewan. Karena kebun binatang ini sering dikunjungi turis asing, maka informasi dalam bahasa Inggris sangat penting dan dibutuhkan. Selain itu praktik kerja ini membantu instansi agar memiliki fitur baru tentang informasi hewan. Informasi hewan ini dapat diakses melalui media online yaitu website Serulingmas. Dalam pembuatan informasi ini, penulis mengalami beberapa kendala. Kendala yang ditemukan saat membuat informasi hewan adalah banyaknya hewan yang ada dan beberapa informasi sulit untuk didapatkan. Meski begitu, penulis berusaha mencari informasi yang akurat tentang hewan-hewan tersebut. Penulis memulai pencarian melalui e-book atau website yang berisi informasi tentang hewan. Selain itu, meskipun begitu banyak hewan di sana, penulis dapat menyelesaikan projeknya. | This work practice report is entitled “Translating Animal Information In Serulingmas Banjarnegara Interactive Zoo From Bahasa Indonesia into English”. The work practice started from 10 February 2021 until 12 March 2021 at Serulingmas Banjarnegara. The purposes of this work practice are to translate and produce animal information in English, to find out the obstacles when making animal information, and to find out the solutions that were obtained when the writer encountered these obstacles. This work practice uses two methods of data collection, namely observation, and documentation. During the internship, the writer not only made animal information in English but also translated brochures and announcement texts. Animal information at the Serulingmas Banjarnegara Interactive Zoo only has one language, Indonesian. Therefore, the writer wants to make information about animals in English with the number of types of animals are 48 animals. Because this zoo is often visited by foreign tourists, the information in English is very important and needed. In addition, this work practice helps the zoo to have new features on animal information. This animal information can be accessed in the Serulingmas official website . In making this information, the writer experienced several obstacles. There are many animals and some information which are difficult to find. Even so, the writer tried to find accurate information about these animals by searching through an e-book or website that contains information about the animal. In addition, there are many animals, the writer could finish the project. | |
| 34219 | 37195 | L1B018030 | INVENTARISASI EKTOPARASIT PADA IKAN BUDIDAYA DI LABORATORIUM PENGUJIAN KESEHATAN IKAN DAN LINGKUNGAN (LPKIL) SINGASARI, KARANG LEWAS, BANYUMAS | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis ektoparasit pada ikan budidaya dan nilai Prevalensi, intensitas, dominasi di LPKIL Singasari, Karang lewas, Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif. Berdasarkan hasil pengamatan secara mikroskopis pada ikan budidaya di LPKIL Singasari diketahui terserang infeksi, pada ikan Tawes (Barbonymous gonionotus) ditemukan 5 jenis ektoparasit yakni Dactylogyrus sp, Gyrodactylus sp, Trichodina sp, Oodinium sp, dan Ichthyophthirius multifiliis. Sedangkan pada ikan Lele (Clarias sp) dan ikan Nilem (Osteochillus vitattus) ditemukan 4 jenis ektoparasit yakni Dactylogyrus sp, Gyrodactylus sp, Trichodina sp, dan Oodinium sp. Tingkat prevalensi ektoparasit tertinggi terdapat pada ikan Lele (Clarias sp) dan ikan Nilem (Osteochillus vitattus) sebesar 85%, dengan intensitas tertinggi terdapat pada ikan Lele (Clarias sp) sebesar 69,25 dan ektoparasit yang mendominasi adalah Gyrodactylus sp sebesar 37,80% yang terdapat pada ikan Lele (Clarias sp). Sedangkan prevalensi terendah terdapat pada ikan Nilem (Osteochillus vitattus) dengan jenis parasit Trichodina sp sebesar 5% dengan intensitas 1 dan dominasi sebesar 0,06%. Ikan Lele (Clarias sp) merupakan spesies yang paling sering terinfeksi hampir semua jenis ektoparasit dengan nilai tertinggi dibandingkan ikan budidaya yang lain. | The study was conducted to determine the types of ectoparasites in cultured fish and the prevalence, intensity and dominance values in LPKIL Singasari, Karang lewas, Banyumas. The method used in this research is descriptive. Based on microscopic observations of cultured fish at LPKIL Singasari, it was known that there were ectoparasite infections, in (Barbonymous gonionotus) found 5 types of ectoparasites namely Dactylogyrus sp, Gyrodactylus sp, Trichodina sp, Oodinium sp, dan Ichthyophthirius multifiliis. Meanwhile, in (Clarias sp) an (Osteochillus vitattus) fish 4 types of ectoparasites were found, namely Dactylogyrus sp, Gyrodactylus sp, Trichodina sp, and Oodinium sp. The highest prevalence of ectoparasites was found in (Clarias sp) and (Osteochillus vitattus) at 85%, with the highest intensity found in (Clarias sp) at 69.25 and the dominant ectoparasites was Gyrodactylus sp at 37.80% found in (Clarias sp). Meanwhile, the lowest prevalence was found in (Osteochillus vitattus) with Trichodina sp parasite of 5% with an intensity of 1 and a dominance of 0.06%. (Clarias sp) is the species most often infected with almost all types of ectoparasites with the highest value compared to other cultured fish. | |
| 34220 | 37196 | J1C016020 | ANALISIS MAKNA KONTEKSTUAL PARTIKEL NONI DALAM NOVEL ZETTAI SEIGI KARYA AKIYOSHI RIKAKO | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan dalam penggunaan makna kontekstual partikel noni dalam novel Zettai Seigi karya Akiyoshi Rikako. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik simak dan catat. Setelah dilakukan pengumpulan data, ditemukan 21 data yang menggunakan partikel noni dalam novel Zettai Seigi karya Akiyoshi Rikako. Berdasarkan analisis, ditemukan 7 data yang mengandung partikel noni yang memiliki makna kontekstual yang berfungsi untuk menyatakan pertentangan dan 14 data penggunaan partikel noni yang memiliki makna kontekstual perasaan kecewa. Pada penelitian ini lebih banyak ditemukan penggunaan partikel noni yang berfungsi sebagai penanda konteks kekecewaan, dibandingkan partikel noni yang hanya sebagai penanda pertentangan. Hal tersebut disebabkan karena pada sumber data lebih banyak ditemukan pertentangan antar tokoh yang memiliki konteks kekecewaan. | This research aims to describe the different contextual meanings of noni in the novel Zettai Seigi by Akiyoshi Rikako. The method used in this research is a qualitative descriptive method. The data collection technique used in this study is observation and note-taking technique. After analize, it was found 21 data on the use of noni in the novel Zettai Seigi by Akiyoshi Rikako. As a result of the analysis, there are 7 data that contained noni particles with a contextual meaning of contradiction, and 14 data that contained noni particles with a contextual meaning of disappointment. In this research, noni particles that functioned as a markers of the context of disappointment were found more than noni particles which only served as a sign of contradiction. This is because in the data sources there are more contradictions between characters that contain the context of disappointment. |