Artikelilmiahs

Menampilkan 34.141-34.160 dari 49.948 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3414137131L1C015013KOMPARASI KADAR PROTEIN BAGIAN TUBUH IKAN
GLODOK (Boleophthalmus boddarti) DARI KAWASAN HUTAN
MANGROVE DESA KARANGTALUN, KABUPATEN CILACAP
Ikan Glodok (Mudskipper) merupakan salah satu jenis ikan yang hidup di
daerah estuari pada ekosistem mangrove. Ikan glodok memiliki kandungan
protein yang tinggi, kandungan protein yang tinggi pada ikan glodok umumnya
baru diketahui dari dagingnya saja. Sedangkan pada bagian lain dari ikan glodok
diduga juga memiliki potensi kandungan protein yang sama tingginya.
Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar protein bagian mata dan kulit ikan
glodok serta mengetahui komparasi kadar protein tubuh ikan Glodok
(Boleophthalmus boddarti) dari kawasan Hutan Mangrove Karang Talun,
Kabupaten Cilacap. Penentuan kadar protein kulit dan mata ikan glodok
dilakukan berdasarkan metode Kjeldahl menurut Association of Official
Agricultural Chemist (AOAC) (2005). Kadar protein mata dan kulit ikan glodok
sebesar 30,01 ± 2,54% dan 34,04 ± 4,76%. Sedangkan, kadar protein bagian tubuh
ikan Glodok berturut- turut adalah kulit sebesar 34,04%, mata 30,01%, dan
daging 17,7%.
Glodok fish (Mudskipper) is one type of fish that lives in estuaries in the
mangrove ecosystem. Glodok fish has a high protein content, high protein
content in Glodok fish is generally only known from the meat. Meanwhile, in
other parts of the Glodok fish, it is suspected that it also has the same high protein
content potential. This study aims to determine the protein content of the eye and
skin of glodok fish and to compare the protein content of the body of Glodok fish
(Boleophthalmus boddarti) from the Mangrove Forest of Karang Talun, Cilacap
Regency. Determination of skin and eye protein content of Glodok fish was
carried out based on the Kjeldahl method according to the Association of Official
Agricultural Chemist (AOAC) (2005). The protein content of the eyes and skin of
Glodok fish was 30,01 ± 2,54% and 34,04 ± 4,76%, respectively. Meanwhile, the
protein content of Glodok fish body parts were skin 34.04%, eyes 30.01%, and
meat 17.7%.
3414237132H1A018006IMPLEMENTASI MESSAGE AUTHENTICATION CODE DAN ALGORITME ADVANCED
ENCRYPTION STANDARD PADA PROTOKOL KOMUNIKASI MQTT
- Internet of Things (IoT) terus berkembang dengan pesat. IoT saat ini digunakan di berbagai
lingkungan karena menawarkan banyak manfaat dan kemudahan penggunaan. Message Queuing Telemetry
Transport merupakan protokol yang paling populer pada IoT. Peningkatan jumlah sektor yang dapat disisipi
dengan MQTT juga mempengaruhi variasi perangkat atau pengembangan perangkat di IoT. Namun,
peningkatan penggunaan MQTT juga mempengaruhi keamanan komunikasi MQTT. Tidak jarang
menghadapi ancaman keamanan saat menggunakan MQTT. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan
keamanan komunikasi jaringan MQTT dengan mempertimbangkan parameter keamanan: confidentiality,
integrity, dan authentication. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan, melalui proses
analisis overhead, apakah variasi metode yang diusulkan cocok untuk diterapkan pada perangkat IoT yang
memiliki sumber daya yang terbatas. Penelitian ini menggunakan AES sebagai metode enkripsi data. Variasi
AES yang digunakan adalah AES128 dan AES256. Dan menggunakan MAC untuk memverifikasi data. Jenis
MAC yang digunakan adalah HMAC dengan variasi SHA256, SHA512, SHA3-256, dan SHA3-512.
Berdasarkan percobaan yang dilakukan, kombinasi metode AES dan MAC mampu mengamankan
komunikasi antar perangkat dalam protokol MQTT dan memastikan confidentiality, integrity, dan
Authentication. Ini dibuktikan dengan hasil percobaan sniffer tidak dapat melihat pesan asli dalam proses
sniffing, nilai MAC dan Key MAC dapat divalidasi dengan benar di sisi penerima. Untuk analisis overhead
secara keseluruhan, variasi keamanan AES128-HMAC-SHA256 memiliki frekuensi pengiriman paling besar
yaitu 197 data dan memiliki waktu generate dan pengiriman data paling kecil yaitu 0,914 ms. Sedangkan
variasi keamanan AES256-HMAC-SHA3_512 memiliki frekuensi pengiriman paling besar yaitu 163 data
dan memiliki waktu generate dan pengiriman data paling besar yaitu 1,104 ms.
The Internet of Things (IoT) continues to expand rapidly. IoT is currently used in various
environments because it offers many benefits and ease of use. Message Queuing Telemetry Transport is the
most popular protocol in IoT. The increasing number of sectors that can be using with MQTT also affects
device variety or device development in IoT. However, the increased use of MQTT also affects the security of
MQTT communications. It is not uncommon to face security threats when using MQTT. This study aims to
improve the security of MQTT network communication by considering the security parameters:
confidentiality, integrity, and authentication. In addition, this study also aims to determine, through an
overhead analysis, whether the proposed method variations are suitable to be applied to IoT devices that
have limited resources. This study uses AES as a data encryption method. Variations of AES used are AES128
and AES256. And use MAC to verify data. The MAC type used is HMAC with variations of SHA256, SHA512,
SHA3-256, and SHA3-512. Based on the results of the experiments, the combination of AES and MAC
methods can secure communication between devices in the MQTT protocol and ensure confidentiality,
integrity, and Authentication. It is evidenced by the results of the sniffer experiment not being able to see the
original message in the sniffing process, the MAC value and MAC key can be validated correctly on the
receiving side. For the overall overhead analysis, the security variation of AES128-HMAC-SHA256 has the
largest transmission frequency of 197 data and has the smallest data generation and delivery time of 0.914
ms. Meanwhile, the security variation AES256-HMAC-SHA3_512 has the highest transmission frequency,
that is 163 data, and has the largest data generation and delivery time of 1.104 ms.
3414337133C1A018034FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEUNTUNGAN WARUNG KELONTONG
DI DESA KEDUNGGEDE KECAMATAN BANYUMAS
Sektor perdagangan memiliki kontribusi penting terhadap Produk Domestik Bruto. Salah satu usaha dalam sektor tersebut adalah warung kelontong. Warung Kelontong merupakan sarana perekonomian yang paling banyak ditemukan di Kecamatan Banyumas dan Desa Kedunggede menjadi wilayah dengan warung kelontong terbanyak. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal sendiri, modal pinjaman, lama usaha, jam kerja, dan lokasi terhadap keuntungan warung kelontong di Desa Kedunggede Kecamatan Banyumas, dan mengetahui variabel yang paling berpengaruh. Teknik pengumpulan data menggunakan metode survei menggunakan kuesioner sedangkan teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini adalah variabel modal sendiri, modal pinjaman, lama usaha, dan lokasi secara parsial berpengaruh terhadap keuntungan warung kelontong, sedangkan variabel jam kerja tidak berpengaruh. Variabel yang paling berpengaruh terhadap keuntungan warung kelontong di Desa Kedunggede Kecamatan Banyumas adalah variabel modal pinjaman.The trade sector has an important contribution to the Gross Domestic Product. One of the businesses in this sector is a grocery shop. Kelontong stalls are the most common economic means in Banyumas District and Kedunggede Village is the area with the most grocery stalls. This study aims to determine the effect of own capital, loan capital, length of business, working hours, and location on the profits of grocery stalls in Kedunggede Village, Banyumas District, and determine the most influential variables. The data collection technique used a survey method using a questionnaire while the data analysis technique used multiple linear regression. The results of this study are the variables of own capital, loan capital, length of business, and location partially affect the profits of grocery stalls, while the working hours variable has no effect. The most influential variable on the profit of the grocery shop in Kedunggede Village, Banyumas District is the loan capital variable.
3414437134A1F018060KARAKTERISTIK SENSORI NASI DAN KIMIA BERAS PROTEIN TINGGI INPAGO UNSOED PROTANI DIBANDINGKAN BERAS INPAGO UNSOED 1 DAN BERAS KOMERSIAL CIHERANGIndonesia termasuk negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi yaitu sebesar 30,8 persen. Salah satu faktor yang menjadi penyebab stunting adalah karena kurang asupan makanan bergizi terutama protein. Hal tersebut mengakibatkan pertumbuhan anak menjadi terganggu sehingga memiliki tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan anak seusianya. Beras Inpago Unsoed Protani merupakan beras protein tinggi hasil pemuliaan Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Hadirnya beras protein tinggi dapat dijadikan solusi dalam penanggulangan stunting di Indonesia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik kimia beras varietas Inpago Unsoed Protani, Inpago Unsoed 1 dan beras Ciherang; mengetahui pengaruh proporsi beras dan air terhadap karakteristik sensori nasi hail pemasakan dari beras varietas Inpago Unsoed Protani, Inpago Unsoed 1 dan beras Ciherang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 2 faktor yang diteliti yaitu varietas beras (V) yang terdiri dari varietas Inpago Unsoed Protani (V1), Inpago Unsoed 1 (V2), Ciherang (V3) dan proporsi beras dan air yang terdiri dari proporsi 1:2 (P1); 1:2,1 (P2) dan 1:2,2 (P3) yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dan dihasilkan 27 unit percobaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kimia beras varietas Inpago Unsoed Protani (V1), Inpago Unsoed 1 (V2) dan Ciherang (V3) berturut-turut adalah untuk kadar air (13,67%; 13,61%; 13,85%), kadar lemak (1,17%, 1,03%; 1,05%), kadar protein (8,34%; 10,57%; 6,3%), kadar abu (0,51%; 0,76%; 0,31%), kadar pati (87%; 85,58%; 88,78%), serat kasar (1,17%; 1,87%; 2,03%), amilosa (34,57%; 31,91%; 39,56%), amilopektin (65,44%; 68,1%; 60,44%), karbohidrat (76,31%; 74,03%; 78,49%). Beras Inpago Unsoed Protani dan beras komersial Ciherang lebih disukai karena memiliki warna yang lebih cerah, tekstur yang lebih pulen dan flavor yang lebih enak dibandingkan beras Inpago Unsoed 1. Untuk beras Inpago Unsoed 1 dan beras Inpago Unsoed Protani memiliki aroma nasi yang lebih disukai karena menghasilkan aroma yang lebih kuat dibandingkan nasi dari beras Ciherang. Proporsi beras dan air 1:2,1 – 1:2,2 menghasilkan nasi dari dari ketiga jenis beras dengan tekstur dan overall yang disukai.Indonesia is a country with a fairly high prevalence of stunting, which is 30.8 percent. One of the factors that causes stunting is due to insufficient intake of nutritious foods, especially protein. This results in impaired child growth so that they have less height when compared to children their age. Inpago Unsoed Protani rice is a high-protein rice from the breeding of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The presence of high protein rice can be used as a solution in overcoming stunting in Indonesia. The purpose of this study was to determine the chemical characteristics of rice varieties Inpago Unsoed Protani, Inpago Unsoed 1 and Ciherang rice; knowing the effect of the proportion of rice and water on the sensory characteristics of cooking hail rice from rice varieties Inpago Unsoed Protani, Inpago Unsoed 1 and Ciherang rice. This study is an experimental study with the Complete Randomized Design (RAL) method. There were 2 factors studied, namely the rice variety (V) which consisted of the Inpago Unsoed Protani (V1), Inpago Unsoed 1 (V2), Ciherang (V3) varieties and the proportion of rice and water consisting of a proportion of 1: 2 (P1); 1:2,1 (P2) and 1:2,2 (P3) were repeated 3 times so that there were 9 treatment combinations and 27 experimental units were produced. The results showed that the chemical characteristics of rice varieties Inpago Unsoed Protani (V1), Inpago Unsoed 1 (V2) and Ciherang (V3) respectively were for water content (13.67%; 13.61%; 13.85%), fat content (1.17%, 1.03%; 1.05%), protein content (8.34%; 10.57%; 6.3%), ash content (0.51%; 0.76%; 0.31%), starch content (87%; 85.58%; 88.78%), crude fiber (1.17%; 1.87%; 2.03%), amylose (34.57%; 31.91%; 39.56%), amylopectin (65.44%; 68.1%; 60.44%), carbohydrates (76.31%; 74.03%; 78.49%). Inpago Unsoed Protani rice and Ciherang commercial rice are preferred because they have a brighter color, a fluffier texture and a tastier flavor than Inpago Unsoed 1 rice. For Inpago Unsoed 1 rice and Inpago Unsoed Protani rice has a rice aroma that is preferred because it produces a stronger aroma than rice from Ciherang rice. The proportion of rice and water 1:2,1 – 1:2,2 produces rice from all three types of rice with the preferred texture and overalls.
3414537139A1A017023Komparasi Usahatani Padi Semo Organik dan Anorganik di Desa Dawuhan Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas Jawa TengahPertanian merupakan salah satu sektor utama yang menopang kehidupan masyarakat dan memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia karena sektor pertanian menjadi mata pencaharian sebagian besar penduduk Indonesia. Sistem pertanian dengan menggunakan konsep pertanian semi organik merupakan metode yang ramah lingkungan. Sistem pertanian ini dapat mewujudkan pertanian berkelanjutan dengan teknik dan teknologi yang ramah lingkungan yaitu mengurangi penggunaan bahan kimia. Padi semi organik mempunyai prospek pasar yang bagus, sebab usahatani padi semi organik mempunyai peluang untuk menghasilkan jenis padi yang berkualitas, ramah lingkungan, menyehatkan badan dan dapat meningkatkan harga jual hasil produksinya. Salah satu penerapan pertanian semi organik yaitu di Desa Dawuhan Banyumas. Penelitian ini bertujuan: mengetahui perbedaan keuntungan usahatani padi semi organik dan padi anorganik di Kelompok Marsudi Among Tani Desa Dawuhan Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas dan mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi usahatani padi semi organik dan padi anorganik terhadap keuntungan usahatani di Kelompok Marsudi Among Tani Desa Dawuhan Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Dawuhan Banyumas pada bulan Mei 2021 sampai dengan Juni 2021. Metode penelitian digunakan yaitu sensus untuk petani padi semi organik dan simple random sampling untuk petani padi anorganik. Metode pengambilan data dengan wawancara dan kuesioner. Analisis data digunakan yaitu analisis biaya, analisis penerimaan dan pendapatan, analisis regresi berganda yaitu asumsi klasik, koefisien determinasi, uji F dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani padi semi organik lebih besar keuntungannya daripada usahatani anorganik. Rata-rata keuntungan usahatani padi semi organik sebesar 96,28% lebih besar dari usahatani padi anorganik. Faktor produksi yang berpengaruh terhadap usahatani padi semi organik yaitu bibit dan tenaga kerja. Usahatani padi anorganik dipengaruhi oleh faktor produksi luas lahan, bibit, tenaga kerja, dan pestisida.Agriculture is one of the main sectors that support people's lives and has an important role in the Indonesian economy because the agricultural sector is the livelihood of most of the Indonesian population. The agricultural system using the concept of semi-organic agriculture is a traditional method. This agricultural system can realize sustainable agriculture with environmentally friendly techniques and technologies, namely reducing the use of chemicals. Semi-organic rice has good market prospects, because semi-organic rice farming has the opportunity to produce quality, environmentally friendly, healthy types of rice and can increase selling price of production result. One of the applications of semi-organic agriculture is in Dawuhan Village, Banyumas. This study aims: to determine the differences in the profits of semi-organic and inorganic rice farming in the Marsudi Among Tani Group, Dawuhan Village, Banyumas District, Banyumas Regency and to determine the effect of using production factors for semi-organic and inorganic rice farming production on farming profits in the Marsudi Among Tani Group, Dawuhan Village, Banyumas District. Banyumas Regency.
This research was carried out in Dawuhan Village Banyumas in May 2021 until June 2021. The research method used is census for semi-organic rice farmers and simple random sampling for inorganic rice farmers. The method of collecting data is interviews and questionnaires. The data analysis used is cost analysis, revenue and income analysis, multiple regression analysis, namely classical assumptions, coefficient of determination, F test and t test.
The results showed that semi-organic rice farming was more profitable than inorganic farming. The average profit of semi-organic rice farmers is 96,28% greater than inorganic rice farmers. Production factors that affect semi-organic rice farming are seeds and labor. Iinorganic rice farming is influenced by production factors of land area, seeds, labor, and pesticides.
3414637140F1A018048KESETIAKAWANAN SOSIAL MASYARAKAT DESA TUMANGGAL PURBALINGGA DALAM PENANGANAN KORBAN BENCANA TANAH BERGERAKDesa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga menjadi daerah terdampak bencana tanah bergerak 2020 silam. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan uraian perspektif sosiologis tentang makna kesetiakawanan sosial masyarakat Desa Tumanggal dalam penanggulangan bencana tanah bergerak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive. Setelah data terkumpul, tahap selanjutnya adalah pengolahan dan telaah mendalam menggunakan analisis interaktif yang komponennya terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat Desa Tumanggal memaknai kesetiakawanan sosial sebagai tindakan sosial yang didasari oleh reaksi emosional dan tradisi secara turun-temurun serta mengandung nilai-nilai diantaranya rasa solidaritas, mampu menempatkan diri dalam situasi atau kesulitan orang lain, tolong-menolong, rasa timbal balik, dan cara bertahan hidup.Tumanggal Village, Pengadegan District, Purbalingga Regency became an area affected by the 2020 mobile land disaster. This study aims to provide a description of the sociological perspective on the meaning of social solidarity in the Tumangga Village community in dealing with movable land disasters. This study uses a descriptive qualitative method with a phenomenological approach. The technique of determining the informant uses purposive technique. After the data is collected, the next stage is processing and in-depth analysis using interactive analysis whose components consist of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results show that the people of Tumangga Village interpret social solidarity as a social action based on emotional reactions and traditions that are passed down from generation to generation and contain values ​​including a sense of solidarity, being able to put themselves in other people's situations or difficulties, mutual help, a sense of reciprocity, and survival.
3414737141C1A015039Analisis Sosial Ekonomi Pedagang Sate Ayam Di Desa Blater Kecamatan Kalimanah Kabupaten PurbalinggaSate ayam di Desa Blater diolah melalui industri rumahan, rata-rata di desa Blater bermata pencaharian menjadi pedagang sate. Jumlah pedagang yang relatif banyak, tentunya antara satu sama lain terdapat perbedaan kemampuan produksi sehingga pendapatan yang mampu dihasilkan antar pedagang sate pun berbeda. Kemampuan produksi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya diantaranya yaitu tenaga kerja, lahan, modal, jam kerja dan pengalaman kerja.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan metode survey yang menganalisis faktor faktor sosial ekonomi terhadap pedagang sate di Desa Blater. Lokasi Penelitian ini dilakukan di Desa Blater, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah, masyarakatnya banyak yang berjualan sate ayam. Sampel penelitian ini berjumlah 42 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda, uji R-Square, Uji F, dan Uji t. Tahapan uji statistik diolah menggunakan SPSS.
Berdasarkan hasil uji statistik dapat diketahui bahwa kuesioner valid dan reliabel. Kemudian dilanjutkan pada uji asumsi klasik yang menunjukkan hasil positif. Dari hasil uji F dapat diketahui nilai f hitung sebesar 3123 > 2,47. Dari hasil uji T diketahui bahwa hanya variabel X1 yang mendapatkan nilai signifikansi sebesar 0,488 > 0,05. Selain itu didapatkan nilai adjusted R2 sebesar 0,997.
Jadi dapat disimpulkan bahwa secara bersama sama seluruh variabel independen berpengaruh terhadap variabel produksi. Sedangkan secara parsial hanya variabel jumlah tanggungan yang tidak berpengaruh terhadap variabel produksi. Sisanya variabel modal, lama usaha, jam kerja, dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi.
Blater Village is known for Chicken Satay which processed through a home industry, the average livelihood in Blater Village is satay traders. The number of traders is relatively large, of course, between each other there are differences in production capabilities so that the income that can be generated between satay traders is different. Production capability is influenced by several factors that influence it, including labor, land, capital, working hours and work experience.
This research is a descriptive study that uses a survey method that analyzes socio-economic factors for satay traders in Blater Village. Descriptive research is research that takes a picture of an appropriate object. Location This research was conducted in Blater Village, Kalimanah District, Purbalingga Regency, Central Java Province, many people who sell chicken satay. The sample of this study amounted to 42 respondents. The research method used is quantitative with multiple linear regression analysis, R-Square test, F test, and t test. Statistical test stages are processed using SPSS.
Based on the results of statistical tests, it can be seen that the questionnaire is valid and reliable. Then proceed to the classical assumption test which shows positive results. From the results of the F test, it can be seen that the f count value is 3123> 2.47. From the results of the T test, it is known that only the X1 variable has a significance value of 0.488 > 0.05. In addition, an adjusted R2 value of 0.997 was obtained.
So it can be concluded that simultaneously all independent variables affect the production variable. While partially, only the number of dependents variable has no effect on the production variable. The remaining variables of capital, length of business, working hours, and labor have a significant effect on production.
3414836948C1A015085ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN PELARANGAN PENGGUNAAN ALAT TANGKAP
IKAN CANTRANG DAN SEJENISNYA TERHADAP KUANTITAS TANGKAPAN
IKAN DAN PENDAPATAN NELAYAN PERIKANAN TANGKAP DI DESA
ASEMDOYONG KABUPATEN PEMALANG
Salah satu sumber pendapatan di Desa Asemdoyong Kabupaten Pemalang
adalah dari sektor perikanan terutama dari sektor perikanan tangkap. Desa
Asemdoyong merupakan desa yang mayoritasnya bekerja sebagai nelayan
tangkap. Desa Asemdoyong, Kabupaten Pemalang. Hasil tangkapan dan
pendapatan dari nelayan cenderung menurun sejak diberlakukan kebijakan
kementerian kelautan dan perikanan no. 2 tahun 2015 tentan pelarangan
penggunaan alat tangkap cantrang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi Catch per Unit
Effort (CPUE) sebelum dan sesudah adanya penerapan kebijakan Kementerian
Kelautan dan Perikanan No. 2 Tahun 2015 terhadap jumlah tangkapan ikan di
Desa Asemdoyong Kabupaten Pemalang. Untuk menganalisis nilai Fishing Power
Index (FPI) alat cantrang nelayan Desa Asemdoyong Kabupaten Pemalang. Untuk
menganalisis perbedaan siginifikan sebelum dan sesudah adanya penerapan
kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan No. 2 Tahun 2015 terhadap
jumlah hasil tangkapan nelayan di Desa Asemdoyong Kabupaten P emalang.
Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan aktif yang berada di Desa
Asemdoyong yaitu berjumlah 4320 orang. Jenis penelitian ini adalah berjenis
penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang digunakan untuk meneliti terhadap
populasi. Sedangkan sampel dalam penelitian ini berjumlah 98 responden. Untuk
melakukan uji beda menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil penelitian dan analisis data menjelaskan bahwa mengacu pada nilai
perbandingan CPUE maka dapat diketahui jika terjadi penurunan pada hasil
tangkapan hal ini terjadi karena pelarangan penggunaan alat cantrang. Dari
perhitungan CPUE dan dapat diketahui nilai FPI alat tangkap cantrang sebesar
1,13 yang berarti kekuatan tangkap 1 alat cantrang sebanding dengan 113% jika
dibandingkan dengan alat tangkap lain. Terdapat perbedaan siginifkan pada hasil
tangkapan nelayan Desa Asemdoyong pasca diberlakukannya Peraturan Menteri
Kelautan dan Perikanan No 2 Tahun 2015. Terdapat perbedaan siginifkan pada
pendapatan nelayan Desa Asemdoyong pasca diberlakukannya Peraturan Menteri
Kelautan dan Perikanan No 2 Tahun 2015.
One source of income in Asemdoyong Village, Pemalang Regency is the
fisheries sector, especially from the capture fisheries sector. Asemdoyong Village
is a village where the majority work as fishermen. Working as a fisherman is a job
that has been done by the people of Asemdoyong Village, Pemalang Regency. The
catch and income of fishermen have tended to decline since the enactment of the
Ministry of Marine Affairs and Fisheries policy no. 2 of 2015 concerning the
prohibition of the use of cantrang fishing gear.
The purpose of this study was to analyze the condition of Catch per Unit
Effort (CPUE) before and after the implementation of the Ministry of Marine
Affairs and Fisheries' policy no. 2 of 2015 on the number of fish catches in
Asemdoyong Village, Pemalang Regency. To analyze the value of the Fishing
Power Index (FPI) for cantrang fishermen in Asemdoyong Village, Pemalang
Regency. To analyze the significant difference before and after the
implementation of the Ministry of Marine Affairs and Fisheries policy no. 2 of
2015 on the number of catches of fishermen in Asemdoyong Village, Pemalang
Regency.
The population in this study were active fishermen in Asemdoyong Village,
amounting to 4320 people. This type of research is quantitative research, namely
research used to examine the population. While the sample in this study amounted
to 98 respondents. To perform a different test using the Wilcoxon test.
The results of the research and data analysis explained that referring to
the CPUE comparison value, it can be seen if there is a decrease in the catch this
occurs because of the prohibition on the use of the cantrang tool. From the CPUE
calculation, it can be seen that the FPI value of cantrang fishing gear is 1.13,
which means that the fishing power of 1 cantrang gear is 113% compared to other
fishing gear. There is a significant difference in the catch of fishermen in
Asemdoyong Village after the enactment of the Minister of Maritime Affairs and
Fisheries Regulation No. 2 of 2015. There is a significant difference in the income
of fishermen in Asemdoyong Village after the enactment of the Minister of
Maritime Affairs and Fisheries Regulation No. 2 of 2015.
3414937966K1A018043ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SENYAW BIOAKTIF DARI FRAKSI n-HEKSANA EKSTRAK ASETON RIMPANG TEMU TIS (Curcuma purpurascens)Temu tis telah dimanfaatkan masyarakat untuk mengobati penyakit kulit dan sakit perut yang dapat disebabkan oleh bakteri. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa bioaktif dalam fraksi n-heksana rimpang temu tis serta menguji aktivitasnya terhadap bakteri E. coli dan S. aureus menggunakan metode difusi sumuran. Bakteri E. coli dipilih mewakili bakteri Gram negatif, sedangkan S. aureus dipilih mewakili bakteri Gram positif. Tahapan isolasi senyawa bioaktif dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut aseton kemudian dilanjutkan partisi cair-cair dengan pelarut n-heksana:metanol, fraksinasi dengan kromatografi cair vakum, dan pemurnian dengan kromatotron. Identifikasi struktur isolat dilakukan menggunakan GC-MS. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa isolat fraksi n-heksana rimpang temu tis memiliki aktivitas antijamur berdaya hambat lemah dengan nilai zona hambat 1,5 mm terhadap bakteri S. aureus dan 2,2 mm terhadap bakteri E. coli. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa isolat rimpang temu tis mengandung senyawa terpenoid. Analisis GC-MS menunjukkan bahwa senyawa yang terdapat pada isolat Ig2 adalah dihidro-ar-turmeron (7,84%), bis[3,4-dimetilbenzil]sulfon (4,9%), dan ar-turmeron (44,5%).Indonesian society have used temu tis as medicine of skin desease and stomachache, which caused by bacteria. This research aimed to isolate and identify the bioactive compounds of n-hexane fraction from temu tis rhizome and to test its activity against the bacteria E. coli and S. aureus by a well diffusion method. E. coli was chose because they are Gram negative bacteria, while S. aureus was chose because they are Gram positif. The isolation steps of the bioactive compounds were carried out by maceration method using acetone, followed by liquid-liquid partitioning using n-hexane:methanol, fractionation by column vaccum chromatography, and purification by chromatotron. Identification of isolate structur by GC-MS. The result of antibacterial showed that isolate of n-hexane fraction from temu tis rhizome inhibitory antibacterial activity with an inhibition zone value of 1,5 mm to bacteria of S. aureus and 2,2 mm to bacteria of E. coli. The phytochemical test showed that isolate of temu tis rhizome contained terpenoid compounds. GC-MS analysis shown that component on isolate Ig2 is dihydro-ar-turmerone (7,84%), bis[3,4-dimethylbenzyl]sulfone (4,9%), and ar-turmerone (44,5%).
3415037143L1B018004JUMLAH TOTAL DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PADA SEDIMEN TAMBAK UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) TRADISIONAL DI PESISIR PANGANDARANSedimen pada tambak udang Vaname merupakan lingkungan yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bakteri karena mengandung bahan organik dalam jumlah banyak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jumlah total bakteri, identifikasi bakteri serta persentase bakteri gram positif dan negatif yang terdapat pada sedimen tambak udang Vaname tradisional di pesisir Pangandaran. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode observasi pada sedimen tambak tradisional. Hasil penelitian menunjukkan jumlah total bakteri yang terdapat pada sampel sedimen yaitu 2,2 x 106 CFU/gram. Terdapat 12 karakter morfologi koloni berbeda dari bakteri yang dapat tumbuh. Namun hanya 3 jenis yang dapat teridentifikasi yaitu Vibrio sp, Citrobacter sp dan Escherichia sp. Perbandingan persentase bakteri gram positif yaitu 28% dan negatif sebesar 72%. Sediment of Vaname shrimp ponds is an excellent environment for growth and development of bacteria because it contains large amounts of organic matter. The purpose of this study was to determine the total number of bacteria, type and percentage of gram positive and negative bacteria founded in sediments of traditional Vaname shrimp ponds at the Pangandaran coast. The method used in this study was observation on traditional pond sediments. The results showed that the total number of bacteria in sediment samples was 2.2 x 106 CFU/gram. There are 12 different colonies morphological characters identified. However, only 3 species could be identified, namely Vibrio sp, Citrobacter sp and Escherichia sp. The percentage of gram positive bacteria is 28% and negative is 72%.
3415137967H1E018006Pengukuran Beban Kerja Mental Mahasiswa Terhadap Penerapan Gamifikasi Pada Asesmen Materi HitunganDengan tujuan mencegah penyebaran COVID-19 (Coronavirus Disease 2019) di area kampus, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) menerapkan kebijakan perkuliahan secara daring atau elearning. Untuk meningkatkan motivasi belajar dalam e-learning perlu adanya gamifikasi yaitu penerapan elemen game seperti lencana, poin, level, dan leaderboards ke dalam aplikasi e-learning, contohnya Quizizz. Namun, mahasiswa Teknik Industri UNSOED selama e-learning menggunakan beberapa aplikasi dengan dan tanpa gamifikasi, diantaranya Quizizz dan Google Classroom dimana ada perbedaan motivasi belajar yang dirasakan dengan hasil kuesioner menunjukkan 48% responden sangat setuju dalam menggunakan poin di Quizizz dapat memberikan motivasi dalam pembelajaran,sebaliknya 44% responden sangat menyetujui dari Google Classroom. Kemudian, ditemukan materi dengan beban kerja mental paling tinggi yang dirasakan mahasiswa Teknik Industri UNSOED dalam e-learning berdasarkan penelitian terdahulu yaitu materi hitungan. Sehingga, diperlukan perbandingan pengukuran beban kerja mental dalam penggunaan aplikasi e-learning dengan dan tanpa gamifikasi selama diberikan materi hitungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hasil perhitungan dan pengaruh dari beban kerja mental dalam pengerjaan berupa kuis dari materi hitungan dengan dan tanpa gamifikasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan eksperimen semu dengan desain posttest-only control group design dan pengukuran beban kerja mental dengan NASA-TLX. Hasil menunjukkan perbedaan tidak signifikan nilai kuis dari kedua kelompok hanya berbeda 2%, tetapi ada penurunan beban kerja mental dilihat dari rata-rata nilai NASA-TLX kelompok gamifikasi sebesar 67,50 dan 79 untuk kelompok tanpa gamifikasi, kemudian adanya pengaruh beban kerja mental dengan penggunaan gamifikasi dilihat dari hasil Mann Whitney U test dengan nilai signifikansi sebesar 0,046 dimana kurang dari 0,05.To prevent the spread of COVID-19 (Coronavirus Disease 2019) in the campus area, Jenderal Soedirman University (UNSOED) implements online or e-learning lecture policies. To increase learning motivation in e-learning it is necessary to have gamification, namely the application of game elements such as badges, points, levels, and leaderboards into the e-learning application, for example, Quizizz. However, Industrial Engineering UNSOED students during e-learning use several applications with and without gamification, including Quizizz and Google Classroom where there are differences in learning motivation felt by the results of the questionnaire showing 48% of respondents strongly agree with using points in Quizizz can motivate learning, conversely, 44% of respondents strongly approve of Google Classroom. Then, found material with the highest mental workload felt by Industrial Engineering UNSOED students in e-learning based on previous research, namely the calculation material. Thus, a comparison of mental workload measurement is needed in the use of e-learning applications with and without gamification as long as the calculation material is. The purpose of this study is to find out the calculation results and the influence of the mental workload in the work in the form of a quiz from the calculation material with and without gamification. This research was conducted with pseudo experiments with a posttest-only control group design where respondents were divided into experimental and control groups and then given treatment, namely studying video material and quizzes with gamification, after which the mental workload measurement with NASA-TLX was given. The results show an insignificant difference in the quiz value of the two groups only differ 2%, but there is a decrease in the mental workload seen from the average NASA-TLX Gamification group value of 67.50 and 79 for groups without gamification, then the effect of mental workload with the use of gamification is seen from the results of Mann Whitney U Test with a significance value of 0.046 which is less than 0.05.
3415237145F1B017083Kepuasan Pasien BPJS Terhadap Kualitas Pelayanan dan Kinerja Tim Paramedis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo PurwokertoKepuasan merupakan faktor penting dalam tercapainya tujuan suatu organisasi, terutama organisasi dalam bidang pelayanan, seperti Rumah Sakit. Tingkat kepuasan pasien menjadi sorotan atau faktor penentu kepada masyarakat untuk menggunakan layanan rumah sakit tersebut atau tidak. Karena sampai saat ini masih terdapat beberapa kasus keluhan terkait buruknya pelayanan yang diterima oleh pasien. Maka dari itu peran dari kualitas pelayanan dan kinerja yang diberikan rumah sakit sangat berperan penting untuk menciptakan kepuasan bagi pasien penerima layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara kualitas pelayanan dan kinerja tim paramedis terhadap kepuasan pasien BPJS di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan variable kualitas pelayanan (X1) dan kinerja tim paramedis (X2) dan kepuasan pasien BPJS (Y), pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Korelasi Kendall Tau-c, Koefisien Konkordinansi Kendall W, dan Regresi Ordinal.
Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kualitas pelayanan dan kinerja tim paramedis terhadap kepuasan pasien BPJS di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Berdasarkan hasil perhitungan regresi ordinal antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien BPJS menunjukan koefisien regresi sebesar 0,505 atau 50,5% dengan arah yang positif, atau pengaruh yang diberikan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien BPJS sebesar 50,5% dan sisanya 49,5% oleh faktor lain. Hasil perhitungan regresi ordinal antara kinerja tim paramedis terhadap kepuasan menunjukan koesfisien regresi sebesar 0,576 atau 57,6% dengan arah yang positif, atau pengaruh yang diberikan kinerja tim paramedis terhadap kepuasan pasien BPJS sebesar 57,6% dan sisanya 42,4% oleh faktor lain. Hasil perhitungan regresi ordinal antara kualitas pelayanan dan kinerja tim paramedis terhadap kepusan pasien BPJS menunjukan koefisien regresi sebesar 0,665 atau 66,5% dengan arah yang positif, atau pengaruh yang diberikan kualitas pelayanan dan kinerja tim paramedis terhadap kepuasan pasien BPJS sebesar 66,5% dan sisanya 33,5% oleh faktor lain. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa kualitas pelayanan dan kinerja tim paramedis mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien BPJS di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.

Kata Kunci : Kepuasan Pasien BPJS, Kualitas Pelayanan, Kinerja Tim Paramedis
Satisfaction is an important factor in achieving the goals of an organization, especially organizations in the service sector, such as hospitals. The level of patient satisfaction is in the spotlight or a determining factor for the community to use the hospital's services or not. Because until now there are still several cases of complaints related to poor service received by patients. Therefore, the role of service quality and performance provided by the hospital plays an important role in creating satisfaction for patients receiving services. This study aims to determine the effect of service quality and the performance of the paramedic team on BPJS patient satisfaction at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
This research was conducted using associative quantitative methods with variables of service quality (X1) and paramedic team performance (X2) and BPJS patient satisfaction (Y), sampling was carried out using random sampling technique with a total of 100 respondents. The analytical technique used in this research is the Kendall Tau-c Correlation, Kendall W Concordinance Coefficient, and Ordinal Regression.
The results of this study reveal that there is a positive and significant influence between service quality and the performance of the paramedic team on BPJS patient satisfaction at Prof. Hospital. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Based on the results of the ordinal regression calculation between service quality and BPJS patient satisfaction, it shows a regression coefficient of 0.505 or 50.5% in a positive direction, or the influence given by the quality of service on BPJS patient satisfaction is 50.5% and the remaining 49.5% by factors other. The results of the ordinal regression calculation between the performance of the paramedical team on satisfaction show a regression coefficient of 0.576 or 57.6% in a positive direction, or the influence given by the performance of the paramedical team on BPJS patient satisfaction by 57.6% and the remaining 42.4% by other factors. . The results of the ordinal regression calculation between service quality and the performance of the paramedic team on BPJS patient satisfaction show a regression coefficient of 0.665 or 66.5% in a positive direction, or the influence given by the quality of service and the performance of the paramedical team on BPJS patient satisfaction is 66.5% and the remaining 33.5% by other factors. Thus it can be stated that the quality of service and the performance of the paramedical team have a positive and significant influence on the satisfaction of BPJS patients at Prof. Hospital. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.

Keywords : BPJS Patient Satisfaction, Service Quality, Paramedic Team Performance
3415337146F1C017062Strategi Komunikasi Bisnis UMKM di Era Pandemi Covid-19
(Studi Kasus Pada UMKM Leksana Batik Jaya Kutawaru
Kabupaten Cilacap
Pandemi Covid-19 menyebabkan kematian hampir 15 juta orang di seluruh
dunia. Pandemi ini memengaruhi seluruh sektor kehidupan manusia. Di
Indonesia hampir semua sektor terdampak pandemi terutama sektor
ekonomi yang menjadi tumpuan bagi masyarakat salah satunya UMKM. Salah satu UMKM unggulan di Kabupaten Cilacap yang terdampak Covid- 19 adalah UMKM Leksana Batik Jaya Kutawaru. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mendeskripsikan strategi komunikasi bisnis UMKM Leksana
Batik Jaya Kutawaru di Era Pandemi Covid-19. Metode penelitian yang
digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan
paradigma post positivism. Pengumpulan data dalam penelitian ini
dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan
dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis
interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum adanya pandemi Covid-19
UMKM Leksana Batik Jaya Kutawaru melakukan penjualan secara
konvensional namun ketika pandemi Covid-19 UMKM Leksana Batik Jaya
Kutawaru mengalami penurunan omset dan produksi sehingga perlu
melakukan startegi komunikasi bisnis yang tepat agar tetap bertahan. Adapun strategi komunikasi bisnis yang dilakukan oleh UMKM Leksana
Batik Jaya Kutawaru di masa pandemi covid-19 adalah 1) Memanfaatkan
media sosial facebook, instagram dan whatsapp untuk melakukan promosi, 2) Memperbaiki tampilan media sosial facebook, instagram dan whatsapp, 3) menjahit kain batik menjadi masker dan 4) memberikan diskon. Bentuk
komunikasi bisnis yang dilakukan oleh UMKM Leksana Batik Jaya
Kutawaru sebelum pandemi covid-19 menggunakan komunikasi
offline/konvensional dan setelah pandemi covid-19 menggunakan
komunikasi online namun komunikasi offline/konvensional juga tetap
digunakan.
The Covid-19 pandemic caused the deaths of nearly 15 million people
worldwide. This pandemic affects all sectors of human life. In Indonesia, almost all sectors are affected by the pandemic, especially the economic
sector which is the foundation for the community, one of which is MSMEs. One of the leading MSMEs in Cilacap Regency affected by Covid-19 is
MSME Leksana Batik Jaya Kutawaru. The purpose of this study was to
describe the business communication strategy of Leksana Batik Jaya
Kutawaru MSMEs in the Covid-19 Pandemic Era. The research method
used in this study is qualitative using a post positivism paradigm. Data
collection in this study was conducted by means of in-depth interviews, observation, and documentation. The data analysis method used is the
Miles and Huberman interactive analysis model. The results showed that before the Covid-19 pandemic, MSMEs Leksana Batik Jaya Kutawaru did sales conventionally, but during the Covid-19
pandemic, MSMEs Leksana Batik Jaya Kutawaru experienced a decline in
turnover and production, so they needed to carry out the right business
communication strategy in order to survive. The business communication
strategies carried out by MSMEs Leksana Batik Jaya Kutawaru during the
covid-19 pandemic are 1) Utilizing social media facebook, instagram and
whatsapp to do promotions, 2) improving the appearance of facebook,
instagram and whatsapp social media, 3) sewing batik cloth into masks and
4) giving discounts. The form of business communication carried out by
MSMEs Leksana Batik Jaya Kutawaru before the covid-19 pandemic used
offline/conventional communication and after the covid-19 pandemic used
online communication but offline/conventional communication was also
used.
3415437147F1C017009Representasi Healthy Relationship Pada Pasangan dalam Serial Drama Korea “Run On”
(Analisis Semiotik Roland Barthes)
Penelitian ini ditujukan untuk melihat lebih jauh mengenai healthy relationship terhadap pasangan yang ada pada serial drama korea Run On. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes. Data primer yang digunakan adalah serial drama korea “Run On” dengan mengambil beberapa scene dan dialog yang terdapat pada episode 2, 4, 5. 10, 11, 12, dan 14 serta data sekunder berupa buku referensi, literatur, jurnal dan lain sebagainya dengan menggunakan tiga teknik analisa data yaitu observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Penelitian ini menghasilkan sebelas scene tanda yang menggambarkan makna denotasi, konotasi dan mitos, serta menemukan enam representasi healthy relationship yang menonjol, yaitu sikap positif terhadap pasangan, berinteraksi dengan pasangan ketika ada masalah, bersikap jujur dengan pasangan, berkomitmen atas hubungan yang dijalani dengan pasangan, mengungkapkan dan menunjukan rasa kasih sayang, dan mencintai diri sendiri. This research is intended to see further about healthy relationships with couples in the Korean drama series Run On. This type of research is qualitative using the semiotic analysis method of Roland Barthes. The primary data used is the Korean drama series "Run On" by taking several scenes and dialogues contained in episodes 2, 4, 5. 10, 11, 12, and 14 as well as secondary data in the form of reference books, literature, journals and so on. using two data analysis techniques, namely documentation and literature study. This study produces eleven sign scenes that describe the meaning of denotation, connotation and myth, and finds six representations of healthy relationships that stand out, namely a positive attitude towards a partner, interacting with a partner when there is a problem, being honest with a partner, being committed to a relationship with a partner, express and show affection, and love yourself.
3415537148H1A018012RANCANG BANGUN SISTEM RAK PENETAS TELUR OTOMATIS MENGGUNAKAN RTC (REAL TIME CLOCK) BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO MEGA 2560Penetasan telur merupakan upaya hewan ovipar untuk mempertahankan populasinya. Pada prosesnya penetasan bisa dilakukan dengan cara alami maupun buatan dengan bantuan mesin penetasan telur. Prinsip kerja mesin penetas telur adalah tiruan dari keadaan alami proses pengeraman indukan terhadap telurnya. Maka dari itu alat penetas telur menyediakan berbagai kondisi layaknya pengeraman alami. Kondisi yang perlu diperhatikan salah satunya adalah pemutaran telur (Egg Turning) yang bertujuan agar embrio dalam telur dapat berkembang dengan semestinya hingga telur dapat menetas. Pemutaran telur dilakukan secara berkala pada interval waktu tertentu.
Metode pada penelitian ini adalah metode perancangan dan eksprimen. Dimana akan dilakukan perancangan rak penetas telur otomatis berskala besar. Hasil peracangan akan diimplementasikan pada mesin penetas kelompok MBKM SPI 8 Fakultas Teknik Unsoed.
Untuk memudahkan pengoperasian mesin penetas diperlukan rancangan rak penetas otomatis. Dalam peracangan tipe rak ayun menjadi pilihan karena metode ini umum digunakan pada mesin penetas skala industri. Untuk pergerakan rak ayun ini menggunakan aktuator linier elektrik yang dalam kerjanya memerlukan driver motor agar terdapat gerakan bolak-balik. Pemicu driver motor menggunakan mikrokontroler arduino mega 2560 dengan input perwaktuan RTC 3231.Terdapat 3 fitur otomatis yaitu diantaranya jeda sebagai interval waktu pergerakan rak, DayOn sebagai hari mulainya pemutaran telur, dan DayOff sebagai hari terakhir pemutaran telur.
Hatching eggs is an effort of oviparous animals to maintain their population. The hatching process can be done naturally or artificially with the help of an egg incubator. The working principle of the egg incubator is an imitation of the natural state of the broodstock incubation process for the eggs. Therefore the egg incubator provides various conditions such as natural incubation. One of the conditions that need to be considered is egg turning, which aims to ensure that the embryo in the egg can develop properly until the egg can hatch. Egg turning is carried out periodically at certain time intervals.
The method in this research is the method of design and experiment. Where will be the design of a large-scale automatic egg incubator rack. The results of the design will be implemented in the incubator for the MBKM SPI 8 group, Faculty of Engineering Unsoed.
To facilitate the operation of the incubator, an automatic incubator rack design is needed. In designing the swing rack type, it is an option because this method is commonly used in industrial scale incubators. For the movement of this swing rack using an electric linear actuator which in its work requires a motor driver so that there is an alternating movement. The motor driver trigger uses an arduino mega 2560 microcontroller with an RTC 3231 timing input. There are 3 automatic features, including Jeda as the racks movement time interval, DayOn as the start day of egg turning, and DayOff as the last day of egg turning.
3415637149H1A018058Monitoring Kebutuhan Energi Listrik dan Estimasi Biaya Operasional Pada Mesin Penetas TelurBisnis peternakan unggas telah mengalami beberapa perkambangan akhir-akhir ini. Salah satu bentuk perkembangan tersebut adalah terciptanya sebuah mesin penetas telur yang digunakan untuk meningkatkan efektivitas dan keberhasilan penetasan. Akan tetapi penerapan mesin penetas telur di masyarakat masih sedikit dikarenakan kekhawatiran mengenai kebutuhan energi listrik dan estimasi biaya operasional sangat besar. Oleh karena itu diperlukan inovasi fitur pada mesin penetas yang tidak hanya digunakan sebagai monitoring suhu dan kelembaban saja, tetapi dapat juga memonitoring konsumsi energi listrik dan biaya operasional. Dalam penelitian ini, sistem monitoring menggunakan Arduino Mega 2560 sebagai komponen yang mengatur pembacaan sensor dan perhitungan pada sistem, serta NodeMCU ESP8266 sebagai jembatan penghubung untuk pengiriman data dan mengkoneksikan dengan aplikasi telegram. Pembacaan tegangan dan arus menggunakan sensor tegangan ZMPT101B dan sensor arus ZMCT103C. Dengan memperoleh nilai pembacaan arus dan tegangan melalui sensor, selanjutnya sistem akan mendapatkan nilai daya, energi listrik dalam satuan kWh, dan estimasi biaya. Output dari sistem ditampilkan dengan 2 cara yaitu secara offline melalui LCD 16X2 dan online melalui aplikasi Telegram. Dari hasil pengujian, didapat error (kesalahan) dari masing-masing sensor arus dan sensor tegangan sebesar 1,53% dan 0,69%. Selain itu diketahui konsumsi energi listrik selama satu periode penetasan yang digunakan sebesar 133,02 kWh, dengan estimasi biaya berjumlah Rp 178.227Poultry farming business has experienced some development these days. One form of this development is the creation of an egg incubator machine that is used to increase the effectiveness and success of hatching. However, the application of egg incubator machine in the community is still small due to concerns about the consumption of electrical energy and the estimated operating cost are very large. Therefore, It is necessary to innovate features for incubators that are not only used to monitor temperature and humidity, but can also monitor electrical energy consumption and operational costs. In this study, the monitoring system uses Arduino Mega 2560 as a component that regulates sensor readings and calculations on the system, as well as NodeMCU ESP 8266 as a connecting bridge for data transmission and connecting to the telegram application. Voltage and current readings use the ZMPT101B voltage sensor and the ZMCT103C current sensor. By obtaining the current and voltage readings through the sensor, the system will then obtain the power value, elevtrical energy in kWh units, and the estimated cost. The output of the systems is displayed in 2 ways, namely offline via the 16X2 LCD and online via telegram application. From the test results, the error of each current sensor and voltage sensor is 1,53% and 0,69%. In addition, it is known that the consumption of electrical energy during one hatching period is 133,02 kWh, with an a estimated cost of Rp 178.227.
3415737155F1B018104MANAJEMEN KEBENCANAAN PADA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KABUPATEN PURBALINGGA DALAM PENANGGULANGAN BENCANA TANAH LONGSOR Manajemen bencana merupakan upaya yang dilakukan untuk menanggulangi
bencana terutama dalam mengurangi risiko bencana, kegiatan yang dilaksanakan
yaitu pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan.
Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah yang
berpotensi rawan bencana alam terutama tanah longsor. Berdasarkan Indeks
Rawan Bencana Indonesia (IRBI), Kabupaten Purbalingga termasuk dalam indeks
risiko bencana tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui manajemen
kebencanaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam
penanggulangan bencana tanah longsor. Teori yang digunakan adalah siklus
manajemen bencana yang meliputi pra-bencana, tanggap darurat, dan pasca-bencana. Penelitian ini dilakukan di BPBD Kabupaten Purbalingga. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskripstif. Teknik yang
digunakan peneliti adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data
meliputi, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang
digunakan adalah flow model. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
manajemen bencana BPBD Kabupaten Purbalingga dalam melaksanakan
penanggulangan bencana belum optimal. Hal tersebut disebabkan masih adanya
kekurangan dan kendala yaitu dari tahap pra-bencana dalam melakukan upaya
pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan seperti pemasangan rambu-rambu, papan
peringatan belum merata, sudah rusak, dan lama, pemasangan sistem peringatan
dini masih manual, kajian risiko bencana belum semua terealisasi, dan pelatihan
dan simulasi kepada masyarakat belum menyeluruh dilakukan. Kemudian, tahap
tanggap darurat bencana sudah merespon dengan cepat dan tepat, dan tahap pasca-bencana dalam melakukan pemulihan yaitu dengan rehabilitas dan rekonstruksi
dalam bentuk fisik.
Disaster management is an effort made to cope with disasters, especially in
reducing disaster risk, activities that can be carried out are prevention, mitigation,
preparedness, emergency response, and recovery. Purbalingga Regency is one of
the areas in Central Java that is prone to natural disasters, especially landslides.
Based on the Indonesian Disaster Hazard Index (IRBI), Purbalingga Regency is
included in the high disaster risk index. The purpose of this study was to
determine disaster management at the Regional Disaster Management Agency
(BPBD) in dealing with landslides. The theory used is the disaster management
cycle which includes pre-disaster, emergency response, and post-disaster. This
research was conducted at BPBD Purbalingga Regency. The method used in this
research is descriptive qualitative. The technique used by the researcher is
purposive sampling. Data collection methods include observation, interviews, and
documentation. The data analysis technique used is the flow model. The results of
this study indicate that the disaster management of BPBD Purbalingga Regency in
implementing disaster management has not been optimal. This is because there
are still shortcomings and obstacles, namely from the pre-disaster stage in
carrying out prevention, mitigation, and preparedness efforts such as installation
of signs, warning boards that are not evenly distributed, damaged, and old,
installation of warning systems is still manual, disaster risk studies have not all
have been realized, and training and simulations for the community have not been
comprehensively carried out. Then, the disaster emergency response stage has
been fast and precise, and the post-disaster stage in carrying out recovery is by
rehabilitation and reconstruction in physical form.
3415837152C1L018018PENGEMBANGAN E-MODULE PADA MATA PELAJARAN EKONOMI
BERBASIS FLIPBOOK MAKER UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR
PESERTA DIDIK DI MAN 2 BANYUMAS
Penelitian ini dilatarbelakangi karena kurangnya minat belajar peserta didik dalam mata pelajaran ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-Module pada mata pelajaran ekonomi berbasis Flipbook Maker diuji dari kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan dalam meningkatkan minat belajar peserta didik. Jenis penelitian ini yaitu Research and Development (R&D). Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data terdiri dari lembar validasi, angket respons pendidik dan peserta didik, dan angket minat belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengembangan E-Module pada mata pelajaran ekonomi berbasis Flipbook Maker merujuk pada model Borg and Gall modifikasi Sugiyono terdiri dari sepuluh langkah, (2) tingkat kevalidan E-Module pada mata pelajaran ekonomi berbasis Flipbook Maker dikategorikan valid, (3) tingkat kepraktisan E-Module pada mata pelajaran ekonomi berbasis Flipbook Maker dikategorikan praktis, (4) tingkat keefektifan E-Module pada mata pelajaran ekonomi berbasis Flipbook Maker dikategorikan efektif dalam meningkatkan minat belajar peserta didik. This research is motivated by the lack of interest of students in economic subjects. This study aims to develop an E-Module on economic subjects based on Flipbook Maker tested from validity, practicality, and effectiveness in increasing students ' interest in learning. This type of research is Research and Development (R&D). The instruments used in data collection consisted of validation sheet, educator and learner response questionnaire, and learning interest questionnaire. The results showed that: (1) the development of E-Module on flipbook Maker-based economic subjects refers to the modified Borg and Gall Sugiyono model consists of Ten Steps, (2) the level of validity of E-Module on flipbook Maker-based economic subjects is categorized as valid, (3) the level of practicality of E-Module on flipbook Maker-based economic subjects is categorized as practical, (4) the level of effectiveness of E-Module on Flipbook Maker-based economic subjects is categorized as quite effective in increasing students ' interest in learning.
3415937968H1C018042GEOLOGI DAN PENGARUH KUALITAS BATUBARA TERHADAP PERHITUNGAN COAL BLENDING DAERAH GUNUNG SARI DAN SEKITARNYA KECAMATAN TABANG, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMURBatubara merupakan sumber energi yang murah dan ketersediaannya cukup melimpah di Indonesia. Pemanfaatan batubara sangan bervariasi dari segala aspek industri, untuk itu penggolongan Batubara sesuai dengan kandungannya sangat penting dilakukan, guna mencapai titik penggunaan yang efektif dan tepat sasaran. Hal yang perlu dilakukan perusahaan untuk hal tersebut adalah dengan melakukan pencampuran batubara (coal blending) untuk menyesuaikan spesifikasi permintaan batubara dan memaksimalkan sumber daya yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi, kualitas batubara, dan rasio coal blending pada daerah penelitian. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi analisis kondisi geologi, analisis kualitas batubara, dan perhitungan coal blending menggunakan metode simpleks. Hasilnya menunjukkan bahwa daerah daerah penelitian terdiri dari 5 Satuan Geomorfologi yaitu Satuan Perbukitan Bergelombang Lemah (D1), Satuan Tubuh Sungai (F1), Satuan Dataran Fluvial (F2), Satuan Excavation PIT TA dan Satuan Accumulation Disposal PIT TA. Stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda terdiri dari Satuan Batulempung Sisipan Batupasir dan Satuan Batulempung dengan umur Miosen Akhir terendapkan di lingkungan Back Mangrove serta Endapan Aluvial dengan umur Holosen terendapkan di lingkungan darat. Struktur geologi daerah penelitian tersusun atas Sinklin Gunung Sari dengan jenis lipatan Horizontal Upright. Palinologi daerah penelitian tersusun atas umur relatif berada pada zona Stenochlaeniidites Papuanus, Lingkungan pengendapan terletak pada lingkungan Back Mangrove, Iklim purba daerah penelitian dominan tersusun atas iklim lembab dan basah dengan pengaruh air laut kurang dari 1%. Kualitas Batubara daerah penelitian terdiri dari Subbituminous B Coal dan Subbituminous C Coal pada Batubara yang dianalisis yaitu Seam R9, R8, R8B, dan R3BT. Hasil perhitungan coal blending pada demand buyer 1 didapatkan rasio pencampuran produk C sejumlah 20.58% dan produk A sejumlah 79.42%. Sedangkan, hasil perhitungan coal blending pada demand buyer 2 didapatkan rasio pencampuran produk C sejumlah 44.79% dan produk A sejumlah 55.21%. Kedua hasil ini membuktikan bahwa batubara produk C dapat dipergunakan untuk kelas permintaan medium CV dan high CV.Coal is a cheap energy source and its availability is quite abundant in Indonesia. The utilization of coal varies from all aspects of the industry, for that it is very important to classify coal according to its content, in order to achieve an effective and targeted point of use. What the company needs to do for this is to do coal blending to match the specifications of coal demand and maximize existing resources. The purpose of this study was to determine the geological conditions, coal quality, and coal blending in the research area. The methods used in this study include analysis of geological conditions, analysis of coal quality, and calculation of coal blending using the simplex method. The results show that the research area consists of 5 Geomorphological Units, namely the Weakly Wavy Hills Unit (D1), the River Body Unit (F1), the Fluvial Plain Unit (F2), the PIT TA Excavation Unit and the PIT TA Accumulation Disposal Unit. The stratigraphy of the study area from old to young consists of Sandstone-infused Claystone Units and Claystone Units with Late Miocene age deposited in the Back Mangrove environment and Alluvial Deposits with Holocene age deposited in a terrestrial environment. The geological structure of the study area is composed of the Gunung Sari Syncline with Horizontal Upright folds. Palinology of the study area is composed of the relative age in the Stenochlaeniidites Papuanus zone, The depositional environment is located in the Back Mangrove environment, The paleoclimate of the study area iscomposed of a humid and cold climate with the influence of sea water less than 1%. The coal quality of the research area consists of Subbituminous B Coal and Subbituminous C Coal in the analyzed coal, namely Seam R9, R8, R8B, and R3BT. The results of the calculation of coal blending on demand buyer 1 obtained a mixing ratio of 20.58% for product C and 79.42% for product A. Meanwhile, the results of the calculation of coal blending on demand buyer 2 obtained a mixing ratio of product C of 44.79% and product A of 55.21%. These two results prove that product C coal can be used for medium CV and high CV demand classes.
3416037969C1A018080Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Jasa Gadai di Pegadaian Pusat Purwokerto, Kabupaten BanyumasPegadaian Pusat Purwokerto terletak di Kabupaten Banyumas terus mengalami peningkatan pada jumlah nasabahnya. Namun, persentase kenaikan jumlah nasabah pada Pegadaian Pusat Purwokerto masih kalah dibandingkan dengan persentase kenaikan jumlah nasabah pada Pegadaian Syariah Cabang Purwokerto. Hal ini berkaitan dengan biaya di Pegadaian Konvensional lebih mahal daripada biaya di Pegadaian Syariah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendapatan, harga, jumlah tanggungan keluarga, pelayanan, dan jarak terhadap permintaan jasa gadai di Pegadaian Pusat Purwokerto, Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah nasabah di Pegadaian Pusat Purwokerto dan diambil sebanyak 100 sampel melalui rumus Taro Yamane. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini adalah: (1) Pendapatan berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan jumlah tanggungan keluarga dan pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan jasa gadai di Pegadaian Pusat Purwokerto. (2) Harga dan jarak tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan jasa gadai di Pegadaian Pusat Purwokerto.
Implikasi pada penelitian ini adalah pihak Pegadaian Pusat Purwokerto perlu melakukan inovasi dan memperluas sosialisasi mengenai keunggulan Pegadaian sehingga dapat dijangkau oleh seluruh kalangan masyarakat serta perlu meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas yang disediakan. Pemerintah perlu menindaklanjuti program Keluarga Berencana (KB) sehingga jumlah tanggungan keluarga dapat berkurang. Selain itu masyarakat juga perlu untuk menyadari bahwa banyaknya jumlah tanggungan keluarga akan mempengaruhi kesejahteraan perekonomian.

Kata Kunci: Pendapatan, Harga, Jumlah Tanggungan Keluarga, Pelayanan, Jarak.
The Central Pawnshop of Purwokerto, located in Banyumas Regency, continues to experience an increase in the number of its customers. However, the proportion of the number of customers at the Central Pegadaian Purwokerto is still lower than the proportion of the increase in the number of customers at the Purwokerto Sharia Pawnshop. This is related to the cost at the Conventional Pawnshop being more expensive than the cost at the Sharia Pawnshop. The purpose of this study was to analyze the effect of income, price, number of family dependents, services, and distance on the demand for pawn services at the Central Pawnshop of Purwokerto, Banyumas Regency.
This research is a type of quantitative research. The population of this study were customers at the Central Pawnshop of Purwokerto and 100 samples were taken using the Taro Yamane formula. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis.
The results of this study are: (1) Income has a negative and significant effect, while the number of family dependents and services has a positive and significant effect on the demand for pawn services at the Central Pawnshop of Purwokerto. (2) Price and distance have no significant effect on the demand for pawn services at the Central Pawnshop of Purwokerto.
The implication of this research is that the Central Pawnshop of Purwokerto needs to innovate and expand the socialization of the advantages of Pegadaian so that it can be reached by all levels of society and needs to improve the quality of services and facilities provided. The government needs to follow up on the Keluarga Berencana (KB) program so that the number of family dependents can be reduced. In addition, the community also needs to realize that the large number of dependents in the family will affect the economic welfare.

Keywords: Income, Price, Number of Family Dependents, Services, Distance.