Home
Login.
Artikelilmiahs
35905
Update
ERIN NADIA
NIM
Judul Artikel
MANAJEMEN RISIKO TAHAP PRA BENCANA TANAH LONGSOR PADA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kabupaten Banyumas merupakan daerah yang beberapa kecamatannya memiliki intensitas kejadian bencana tanah longsor yang beragam, bahkan ada yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dalam hal ini manajemen pengurangan risiko bencana yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Banyumas menjadi sorotan. Masalah yang dihadapi oleh BPBD Kabupaten Banyumas salah satunya mengenai belum optimalnya kapasitas aparatur penanggulangan bencana Kabupaten Banyumas. Di dalam penelitian ini, manajemen pengurangan risiko bencana tanah longsor yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Banyumas dilihat dari 4 (empat) fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, kegiatan perencanaan manajemen pengurangan risiko bencana tanah longsor sudah sesuai dengan apa yang menjadi indikator dalam menilai suatu perencanaan. Kegiatan pengorganisasian sudah baik karena memenuhi unsur-unsur organisasi dan terdapat keterbatasan sumber daya. Kegiatan penggerakan dalam manajemen pengurangan risiko bencana terdapat 2 (dua) bagian tindakan yaitu mitigasi pasif dan mitigasi aktif. Kegiatan pengawasan yang dilakukan BPBD dapat dikatakan baik, karena dalam pencapaian setiap fungsi sebagian besar telah tercapai walaupun memang adanya keterbatasan yang dikatakan bisa mempengaruhi hasil akhir yang dilakukan dalam manajemen pengurangan risiko bencana tanah longsor.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Banyumas Regency is an area where several sub-districts have various intensity of landslides, some of which have even experienced a significant increase. In this case, the disaster risk reduction management carried out by the Banyumas Regency BPBD is in the spotlight. One of the problems faced by the Banyumas Regency BPBD is the not yet optimal capacity of the Banyumas Regency disaster management apparatus, this can affect the disaster management carried out by the Banyumas Regency BPBD, especially landslides. In this study, the management of landslide risk reduction carried out by BPBD Banyumas Regency is seen from 4 (four) management functions, namely planning, organizing, mobilizing, and monitoring. Based on research conducted in the planning activities of landslide risk reduction management, it is in accordance with what is an indicator in assessing a plan. Organizing activities are good because they meet the organizational elements and there are limited resources. The mobilization activities in disaster risk reduction management have 2 (two) parts of action, namely passive mitigation and active mitigation. Supervision activities carried out by BPBD can be said to be good, because most of the achievements in each function have been achieved, although there are indeed limitations that are said to affect the final results carried out in landslide risk reduction management.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save