Artikelilmiahs

Menampilkan 32.341-32.360 dari 50.024 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3234135620I1D017027HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KONSUMSI
MINUMAN MANIS PADA SISWA SMA NEGERI 1 WANADADI
KABUPATEN BANJARNEGARA
Latar Belakang: Pengetahuan dan sikap merupakan faktor penting dalam
permasalahan gizi remaja. Pemilihan konsumsi makanan remaja dipengaruhi
oleh pengetahuan dan sikap, salah satunya konsumsi minuman manis yang
instan sedang trend disaat ini. Oleh karena itu perilaku remaja saat ini sangat
menerima dan cenderung menyukai konsumsi makanan dan minuman manis.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap
dengan konsumsi minuman manis pada siswa SMA.
Metodologi: Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis
penelitian analitik observasional melalui pendekatan cross-sectional. Populasi
pada penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Wanadadi Kabupaten
Banjarnegara. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan purposive
sampling. Kriteria inklusi siswa SMA Negeri 1 Wanadadi Kabupaten
Banjarnegara berumur 14-19 tahun, memiliki gadget untuk mengisi kuesioner
secara online. Data penelitian didapatkan dengan melakukan penyebaran
kuesioner online google form pengetahuan, sikap, konsumsi minuman manis,
kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square.
Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukan tidak ada hubungan antara
pengetahuan dengan konsumsi minuman manis pada siswa SMA Negeri 1
Wanadadi Kabupaten Banjarnegara yang ditandai dengan nilai p= 0,551
(p>0,05), dan hasil analisis bivariat menunjukan ada hubungan antara sikap
dengan konsumsi minuman manis pada siswa SMA Negeri 1 Wanadadi
Kabupaten Banjarnegara yang ditandai dengan nilai p= 0,000 (p>0,05).
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan konsumsi
minuman manis pada siswa SMA Negeri 1 Wanadadi Banjarnegara. Terdapat
hubungan antara sikap dengan konsumsi minuman manis pada siswa SMA
Negeri 1 Wanadadi Banjarnegara.
Background: Knowledge and attitude are important factors in adolescent
nutrition problems. The choice of adolescent food consumption is influenced by
knowledge and attitudes, one of which is the consumption of instant sweet
drinks which is currently a trend. Therefore, the behavior of teenagers today is
very accepting and tends to like the consumption of sweet foods and drinks.
The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge
and attitudes with the consumption of sweet drinks in high school students.
Methods: The research design used is quantitative with an observational
analytic type of research through a cross-sectional approach. The population in
this study were students of SMA Negeri 1 Wanadadi, Banjarnegara Regency.
The sample in this study was determined by purposive sampling. Inclusion
criteria for students of SMA Negeri 1 Wanadadi, Banjarnegara Regency, aged
14-19 years, have a gadget to fill out online questionnaires. The research data
was obtained by distributing an online google form questionnaire of knowledge,
attitudes, consumption of sweet drinks, then analyzed using the Chi-Square test.
Results: The results of the bivariate analysis showed that there was no
relationship between knowledge and consumption of sweet drinks in SMA
Negeri 1 Wanadadi students, Banjarnegara Regency, which was marked by a p
value = 0.551 (p> 0.05), and the results of bivariate analysis showed that there
was a relationship between attitudes and consumption of sweet drinks in
students of SMA Negeri 1 Wanadadi, Banjarnegara Regency, which is marked
by a value of p = 0.000 (p>0.05).
Conclusion: There is no relationship between knowledge and consumption of
sweet drinks in students of SMA Negeri 1 Wanadadi Banjarnegara. There is a
relationship between attitude and consumption of sweet drinks in students of
SMA Negeri 1 Wanadadi Banjarnegara.
3234235621D1A016065PENDUGAAN BOBOT BADAN DOMBA GARUT MENGGUNAKAN RUMUS DENMARK MODIFIKASIPenelitian telah dilaksanakan bertempat di Mitra Tani Farm (MT Farm) bertujuan untuk mengetahui bobot badan domba Garut menggunakan alat timbang, mengetahui dan mempelajari perbedaan dari pendugaan bobot badan domba Garut berdasarkan rumus Denmark dengan bobot badan domba Garut menggunakan alat timbang, melakukan evaluasi rumus Denmark modifikasi yang untuk menduga bobot badan domba Garut. Materi yang digunakan adalah domba Garut jantan dewasa dengan rentang umur 1 – 2 tahun sebanyak 18 ekor, timbangan digital dengan akurasi dan pita ukur. Analisis dan uji yang digunakan pada saat penelitian dilaksanakan yaitu menggunakan analisis deskriptif, uji t, uji korelasi dan uji regresi. Pendekatan dengan cara coba-coba (trial and error) mendapatkan hasil yang sudah dibandingkan dengan bobot badan dengan alat timbang mendapatkan selisih sebesar 1,41%. Modifikasi rumus Denmark dilakukan dengan diubah angka pembilang yaitu 18 menjadi -10 mendapatkan rumus pendugaan bobot badan baru =(LD(cm) - 10)2/100 dan selisih antara bobot badan modifikasi rumus dengan bobot hasil dari alat timbang sebesar 0,07%. Rata-rata dari bobot badan rumus Denmark modifikasi menggunakan pembilang -10 paling mendekati dengan rata-rata bobot badan menggunakan alat timbang dengan nilai R sebesar 0,923.The research which was carried out at Mitra Tani Farm (MT Farm) aims to determine body weight of Garut sheep using a weighing scale, find out and study the differences in body weight estimation of Garut sheep based on the Danish formula with body weight Garut sheep using weighing scale, and to evaluate modifications to the Danish formula used to estimate the weight of Garut sheep. The material used is 18 adult male Garut sheep with an age range of 1-2 years, digital scales with accuracy and measuring tape. The analysis and test used when the research was carried out was using descriptive analysis, t test, correlation test and regression test. Approach by trial and error to get results that have been compared with body weight with a weighing scale to have a difference of 1.41%. Modification of the Danish formula is carried out by changing the numerator from 18 to -10 to obtain a new formula for estimating body weight =(LD(cm) - 10)2/100 and the difference between the modified body weight of the formula and the resulting weight of the weighing scale is 0.07 %. The average of body weight modified by the Danish formula using the numerator -10 is closest to the average body weight using a weighing scale with an R value of 0.923.
3234335622L1B017025Pola Kebiasaan Makan Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) yang Tertangkap di Waduk Sempor KebumenPenelitian ini berjudul “Pola Kebiasaan Makan Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) yang Tertangkap di Waduk Sempor Kebumen”. Metode penelitian yang digunakan yaitu survey denganpengambilansampeldilakukansecarapurposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Waduk Sempor, Kabupaten Kebumen dengan jumlahempat kali sampling interval satu bulan pada setiap minggu keempat bulan Juli-Oktober 2020. Lokasi pengambilan sampel dibagi menjasi 5 stasiun yang mewakili daerah inlet, tengah, dan outlet.Tujuan penelitian ini untuk mengetahuikelimpahan pakan alami yang terdapat di lambung ikan betutu (Oxyeleotris marmorata), pakan dominan dan pakan pelengkap bagi ikan betutu (Oxyeleotris marmorata), serta bagaimana hubungan panjang dan berat setiap kelompok ikan betutu (Oxyeleotris marmorata) di Waduk Sempor, Kebumen. Kesimpulannya adalah kelimpahan relatif pakan alami terbesar yang terdapat di lambung ikan betutu (Oxyeleotris marmorata) yaitu genera Cyprinidae (sejenis ikan wader), ikan betutu (Oxyeleotris marmorata) termasuk ikan karnivora, dan hubungan panjang berat ikan betutu menunjukkan pola pertumbuhan cenderung bersifat allometrik positive.This research is entitled "The pattern of eating habits of betutu fish (Oxyeleotris marmorata) caught in the Sempor Kebumen reservoir. The research method used is survey with purposive sampling. This research was conducted in the Sempor Reservoir, Kebumen Regency with four sampling intervals of one month in every fourth week of July-October 2020. The sampling location is divided into 5 stations representing the inlet, middle, and outlet areas. The purpose of this study was to knowing the amount of abundance of natural food contained in the stomach of betutu fish (Oxyleotris marmorata),dominant feed and complementary feed for betutu fish (Oxyleotris marmorata), and how is the relationship between the length and weight of each group of betutu fish (Oxyleotris marmorata). The conclusion is the relative abundance of the largest natural food found in the stomach of Betutu fish namely genera Cyprinidae, betutu fish (Oxyleotris marmorata) including carnivorous, and relationship between length and weight of betutu fish shows growth pattern tends to be positive allometric.
3234435623H1B018025Analisis Tebal Perkerasan Landas Pacu (Runway) Bandar Udara Internasional YogyakartaMetode perencanaan tebal perkerasan landas pacu yang umum dipakai di Indonesia yaitu metode CBR (US Army Corps of Engineers), FAA (Federal Aviation Administration), LCN (Load Classification Number), dan Asphalt Institute. Setiap metode menghasilkan tebal perkerasan yang berbeda, karena parameter perencanaan yang digunakan berbeda. Dalam penelitian Santoso dkk, (2017) metode FAA menghasilkan tebal perkerasan lentur lebih besar dibanding metode LCN sedangkan dalam penelitian Yusuf (2010) metode LCN menghasilkan tebal perkerasan lentur paling besar diikuti metode CBR dan FAA. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis tebal perkerasan lentur landas pacu menggunakan metode CBR, FAA, dan LCN, dengan lokasi penelitian pada Bandar Udara Internasional Yogyakarta yang memiliki volume lalu lintas pesawat cukup tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui tebal perkerasan dan perbandingan total tebal serta tebal setiap lapisan yang dihasilkan metode CBR, FAA, dan LCN. Berdasarkan hasil analisis, pesawat rencana yang digunakan adalah pesawat B737-9MAX. Metode LCN menghasilkan total tebal perkerasan paling besar yaitu 127 cm, diikuti metode CBR dan FAA sama besar yaitu 109 cm. Untuk lapis permukaan metode CBR dan FAA menghasilkan tebal sama besar yaitu 11 cm, metode LCN menghasilkan tebal paling besar yaitu 20 cm. Untuk lapis pondasi atas metode FAA menghasilkan tebal paling besar yaitu 38 cm, diikuti metode CBR 35 cm, dan metode LCN 21 cm. Untuk lapis pondasi bawah metode LCN menghasilkan tebal paling besar yaitu 86 cm, diikuti metode CBR 63 cm, dan metode FAA 60 cm. Perbandingan tebal lapis permukaan, lapis pondasi atas dan lapis pondasi bawah untuk metode CBR dan FAA hampir sama yaitu ± 1: 3 : 6, sedangkan metode LCN memiliki perbandingan yang berbeda yaitu ± 1,5 : 1,5 : 7. Perencanaan tebal perkerasan landas pacu menggunakan metode LCN tidak direkomendasikan menggunakan pesawat rencana yang memiliki total keberangkatan tahunan > 3.200 lintasan. Dengan nilai total keberangkatan > 3.200 akan menghasilkan nilai LCN pesawat melebihi nilai maksimum (60). The runway pavement thickness planning methods commonly used in Indonesia are the CBR (US Army Corps of Engineers), FAA (Federal Aviation Administration), LCN (Load Classification Number), and Asphalt Institute. Each method produces a different pavement thickness because the planning parameters used are different. In the research of Santoso et al, (2017) the FAA method produces a greater flexible pavement thickness than the LCN method. Meanwhile, in research by Yusuf (2010) the LCN method produces the largest flexible pavement thickenss, followed by the CBR and FAA methods. Therefore, an analysis of the flexible pavement thickness for the runway was carried out using the CBR, FAA, and LCN methods, with the research location at Yogyakarta International Airport which has a fairly high volume of aircraft traffic. The purpose of the study was to determine the thickness of the pavement and the ratio of the total thickness and thickness of each layer produced by the CBR, FAA, and LCN methods. Based on the results of the analysis, the planned aircraft used is the B737-9MAX aircraft. The LCN method produces the largest total pavement thickness, which is 127 cm, followed by the CBR and FAA methods, which are equal to 109 cm. For the surface course, the CBR and FAA methods produce the same thickness namely 11 cm, while the LCN method produces the largest thickness which is 20 cm. For the base course, the FAA method produces the largest thickness which is 38 cm, followed by the 35 cm CBR method, and 21 cm LCN method. For the subbase course, the LCN method produces the largest thickness which is 86 cm, followed by the CBR method 63 cm, and the FAA method 60 cm. The ratio of the thickness of the surface course, base courser, and subbase course for the CBR and FAA methods is almost the same namely ± 1: 3: 6, while the LCN method has a different ratio namely ± 1.5 : 1.5 : 7. Planning of pavement thickness runway using the LCN method is not recommended using a planned aircraft that has a total annual departure of > 3,200 passes. With a total annual departure value of > 3,200, the LCN value of the aircraft exceeds the maximum value (60).
3234535624H1B018021PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR LANDAS PACU BANDAR UDARA JENDERAL BESAR SOEDIRMAN, PURBALINGGABandara Jenderal Besar Soedirman merupakan Bandara pengembangan dari Lanud TNI AU Wirasaba. Bandara Jenderal Besar Soedirman ini akan direncanakan menjadi bandara kelas IIIC, yang sebelumnya adalah Pangkalan Udara Militer tipe C. Bandara Jenderal Besar Soedirman diharapkan dapat melayani pesawat tipe regional Indonesia. Dari bermacam jenis pesawat tersebut akan berpengaruh terhadap tebal perkerasan runway. Terdapat beberapa metode dalam merencanakan tebal perkerasan runway yaitu metode CBR, metode FAA, metode LCN, metode DMG 27, metode Asphalt Institute dan metode Canadian Departement of Transportation. Untuk mengetahui tebal perkerasan landas pacu Bandara JB Soedirman dengan menggunkan beberapa metode maka perlu dilakukan perbandingan analisis metode antara metode FAA dengan metode CBR dan metode DMG 27. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan nilai cbr subgrade lapangan sebesar 20,33% besar total tebal perkerasan lentur runway dengan metode FAA sebesar 38 cm ( surface course 11 cm, base course 16 cm dan subbase course 11 cm), metode CBR sebesar 36 cm ( surface course 11 cm, base course 16 cm dan subbase course 10 cm) dan pada metode DMG 27 untuk jenis HSBBM sebesar 27,5 cm ( surface course 10 cm, base course 12 cm dan subbase course 5,5 cm) dan untuk jenis BBM sebesar 32,5 cm ( surface course 10 cm, base course 12 cm dan subbase course 10,5 cm). Perbandingan hasil total tebal perkerasan runway dari metode FAA, CBR dan DMG 27 yaitu 7:6:5:4. Metode DMG 27 lebih cocok diterapkan pada Bandara yang memiliki frekuensi penerbangan tinggi.Jenderal Besar Soedirman Airport is an airport development of the Indonesian Air Force Base Wirasaba. Jenderal Besar Soedirman Airport will be planned to become a class IIIC airport, which previously was a Type C Military Air Base. Jenderal Besar Soedirman Airport is expected to be able to serve Indonesian regional type aircraft. The various types of aircraft will affect the thickness of the runway pavement. There are several methods in planning the thickness of the runway pavement, namely the CBR method, the FAA method, the LCN method, the DMG 27 method, the Asphalt Institute method and the Canadian Department of Transportation method. To find out the thickness of the runway pavement at JB Sudirman Airport using several methods, it is necessary to compare the method analysis between the FAA method with the CBR method and the DMG 27 method. Based on the results of the analysis using the field subgrade CBR value of 20.33%, the total thickness of the runway flexible pavement with the FAA method is 38 cm ( surface course 11 cm, base course 16 cm and subbase course 11 cm), the CBR method is 36 cm ( surface course 11 cm, base course 16 cm and subbase course 10 cm) while the DMG 27 method for the HSBBM type is 27.5 cm ( surface course 10 cm, base course 12 cm dan subbase course 5,5 cm) and for the BBM type it is 32.5 cm ( surface course 10 cm, base course 12 cm and subbase course 10,5 cm). The comparison of the total thickness of the runway pavement from the FAA, CBR and DMG 27 methods is 7:6:5: The DMG 27 method is more suitable to be applied to airports that have high flight frequencies.
3234635625A1C017052PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN KONSENTRASI SACCHAROMYCES CEREVISIAE PADA PRODUKSI BIOETANOL BERBAHAN BAKU BIJI KURMA SUKARI Saat ini bahan bakar fosil semakin berkurang dan pembakarannya menyebabkan pencemaran lingkungan. Hal ini memberikan tantangan tersendiri untuk menciptakan energi alternatif sebagai sumber energi terbarukan demi menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem. Salah satu solusi inovatif sebagai pengganti sumber bahan bakar fosil yaitu menciptakan bioetanol dari limbah biji buah kurma Sukari. Bioetanol merupakan salah satu biofuel yang hadir sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan dan sifatnya terbarukan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Sistem Termal dan Energi Terbarukan dan Laboratorium Pangan dan Gizi Universitas Jendral Soedirman. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2021 sampai dengan bulan September 2021. Penelitian ini menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu konsentrasi mikroba Saccharomyces cerevisiae 0%, 5%, 10%, 15% dan lama fermentasi 3 hari, 6 hari, 9 hari. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 36 unit percobaan. Variabel yang diamati kadar gula reduksi, kadar bioethanol, dan rendemen bioethanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar bietanol yang dihasilkan dari biji buah kurma sukari dan mengetahui pengaruh konsentrasi mikroba Saccharomyces cerevisiae dan waktu fermentasi dalam memproduksi bioethanol dari biji kurma sukari. Hasil penelitian menunjukan bahwa biji buah kurma sukari memiliki kadar air sebesar 11,788% dan kadar gula 12,34 m/v. Lama waktu fermentasi berpengaruh nyata terhadap kadar bioetanol dimana kadar bioetanol optimal didapatkan pada perlakuan waktu fermentasi 6 hari tertinggi yaitu 3,966% m/v. Selain itu pada perlakuan lama fermentasi terdapat pengaruh terhadap rendemen etanol. Sedangkan konsentrasi mikroba serta interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata terhadap rendemen etanol, dimana hasil rendemen tertinggi yaitu sebesar 0,648% v/v pada perlakukan waktu fermentasi 6 hari. Currently, fossil fuels are decreasing and their burning causes environmental pollution. This presents its own challenges to create alternative energy as a renewable energy source in order to preserve the environment and ecosystem. One of the innovative solutions as a substitute for fossil fuel sources is to create bioethanol from waste of Sukari date palm seeds. Bioethanol is one of the biofuels that is present as an alternative fuel that is more environmentally friendly and renewable. This research was conducted at the Laboratory of Thermal Systems and Renewable Energy Engineering and the Laboratory of Food and Nutrition at Jendral Sudirman University. This research was conducted from May 2021 to September 2021. This study used a completely randomized design (CRD) with two factors, namely microbial concentration of Saccharomyces cerevisiae 0%, 5%, 10%, 15% and fermentation time of 3 days, 6 days, 9 days. Each treatment was repeated 3 times so that there were 36 experimental units. The variables observed were reducing sugar content, bioethanol content, and bioethanol yield. This study aims to determine the levels of bioethanol produced from the seeds of the Sukari dates and to determine the effect of the concentration of Saccharomyces cerevisiae microbes and the fermentation time in producing bioethanol from the seeds of Sukari dates. The results showed that the seeds of the Sukari date palm had a water content of 11,788% and a sugar content of 12,34 m/v. The length of fermentation time has a significant effect on bioethanol levels where the optimal bioethanol content is obtained at the highest 3-day fermentation treatment, which is 3,966% m/v. In addition, the long fermentation treatment has an effect on the ethanol yield. While the concentration of microbes and their interactions did not significantly affect the yield of ethanol, where the highest yield was 0,648% v/v at a 3-day fermentation treatment.
3234735626F1B018077Pengaruh Kompetensi Pegawai, Disiplin Kerja dan Job Involvement terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten BanyumasPenelitian ini berangkat dari permasalahan bahwa kinerja pegawai pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas belum sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang masih belum sempurna. Nilai SKP sebagian besar pegawai baru berada pada taraf baik, dan hanya beberapa pegawai yang mampu berada pada taraf sangat baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja pegawai yang belum sesuai dengan yang diharapkan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai yang belum sesuai dengan yang diharapkan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menyasar kepada pegawai Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder dengan metode pengumpulan melalui kuesioner, dokumentasi dan observasi. Sampel penelitian berjumlah 59 pegawai yang ditentukan berdasarkan teknik proportional random sampling. Uji validitas dan reliabilitas data secara berurutan dilakukan menggunakan teknik korelasi product moment dan alpha cronbach. Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi kendall tau (τ) c, konkordansi kendall w, dan regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kinerja pegawai didominasi oleh kategori baik. Sebesar 74,6% berada pada kategori baik, sebesar 22% berada pada kategori sangat baik, dan sebesar 3,4% berada pada kategori cukup. Nilai mean menunjukkan angka 64,44 dari sebanyak 16 item pernyataan berskala likert. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa sebagian besar kinerja pegawai baru berada pada kategori baik, atau kinerja pegawai belum sesuai dengan yang diharapkan. (2) Kinerja pegawai dipengaruhi secara signifikan dengan arah yang positif oleh variabel kompetensi pegawai, disiplin kerja, dan job involvement, baik secara parsial maupun secara simultan. Kompetensi pegawai berpengaruh sebesar 31% terhadap kinerja pegawai. Kemudian disiplin kerja berpengaruh sebesar 25,2% terhadap kinerja pegawai. Selanjutnya job involvement berpengaruh sebesar 26,9% terhadap kinerja pegawai. Sementara kompetensi pegawai, disiplin kerja, dan job involvement secara simultan berpengaruh sebesar 46,9% terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan hasil tersebut, untuk meningkatkan dan menciptakan kinerja pegawai yang semakin baik dan sesuai dengan yang diharapkan, maka kompetensi pegawai, disiplin kerja, dan job involvement perlu untuk ditingkatkan. Peningkatan kompetensi pegawai dapat dilakukan melalui workshop, seminar, pendidikan dan pelatihan. Peningkatan disiplin kerja dapat dilakukan melalui pembinaan secara massif dan intensif terhadap pegawai. Peningkatan job involvement dapat dilakukan dengan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan secara efektif, serta melalui pemberian tugas yang berkaitan dengan personal goals dari pegawai.This research departs from the problem that the performance of employees at the Department of Agriculture and Food Security in Banyumas Regency has not been as expected. This is indicated by the value of the Employee Performance Target (EPT) which is still not perfect. The EPT scores of most of the employees are at a good level, and only a few employees are able to be at a very good level. This study aims to describe the performance of employees who are not as expected at the Department of Agriculture and Food Security, Banyumas Regency. In addition, this study also aims to explain the factors that influence employee performance that is not as expected at the Department of Agriculture and Food Security in Banyumas Regency. This study uses a quantitative method that targets are the employees of the Department of Agriculture and Food Security in Banyumas Regency. The data collected includes primary and secondary data by collecting methods through questionnaires, documentation and observation. The research sample was 59 employees who were determined based on the proportional random sampling technique. The validity and reliability tests of the data were sequentially carried out using the product moment correlation technique and cronbach's alpha. Data analysis was performed using the technique of kendall tau (τ) correlation, kendall w concordance, and ordinal regression. The results showed that: (1) Employee performance was dominated by the good category. 74.6% are in the good category, 22% are in the very good category, and 3.4% are in the sufficient category. The mean value shows the number 64.44 out of 16 items on a Likert scale statement. Thus, it can be interpreted that most of the new employee performance is in the good category, or the employee's performance is not as expected. (2) Employee performance is significantly influenced in a positive direction by the variables of employee competence, work discipline, and job involvement, either partially or simultaneously. Employee competence has an effect of 31% on employee performance. Then, work discipline has an effect of 25.2% on employee performance. Furthermore, job involvement has an effect of 26.9% on employee performance. Meanwhile, employee competence, work discipline, and job involvement simultaneously have an effect of 46.9% on employee performance. Based on these results, to improve and create better employee performance and in accordance with the expected, so employee competence, work discipline, and job involvement need to be improved. Improving employee competence can be done through workshops, seminars, education and training. Improving work discipline can be done through massive and intensive construction of employees. Improving job involvement can be done by rotation, mutation, and promotion of positions effectively, as well as through the provision of tasks related to personal goals from employees.
3234835627E1A017094PERKEMBANGAN PERLINDUNGAN HUKUM PEREMPUAN TERHADAP KEKERASAN SEKSUAL DI INDONESIAKekerasan seksual merupakan isu yang menyebabkan kekhawatiran dalam masyarakat, setidaknya dalam dua dasawarsa terakhir, kasus kekerasan seksual konsisten mendominasi kasus kekerasan terhadap perempuan (KtP) di Indonesia. Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang disahkan pada 12 April 2022 diharapkan mampu menjadi payung hukum perlindungan terhadap korban kekerasan seksual di masa yang akan mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan perlindungan hukum perempuan terhadap kekerasan seksual di Indonesia serta untuk mengetahui apa urgensi disahkannya Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan diuraikan secara sistematis. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perkembangan hukum terkait perlindungan perempuan korban kekerasan seksual terus berjalan ke arah yang lebih baik seiring dengan dibentuknya lembaga-lembaga penegak hak asasi manusia, serta perbaikan substansi hukum dalam peraturan perundang-undangan. Seiring dengan melesatnya perkembangan masyarakat, muncul bentuk-bentuk kekerasan seksual baru yang selama ini belum dapat diakomodasi oleh peraturan perundang-undangan, maka dari itu pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual memiliki nilai urgensi yang tinggiSexual violance increasingly popping up and giving rise to restlessness amongst society, especially amongst woman these days. In the last two decades, sexual violance cases consistantly dominated the case number of violance against woman in Indonesia. In 12 April 2022, People’s Representative Council of the Republic of Indonesia has been authorized the Sexual Violance Criminal Act Law. The mentioned law are being expected to become the legal protection towards sexual violance’s victim near in the future. This research aims to find out the evolution of legal protection for woman against sexual violace in Indonesia, thus the urgency of authorizing Sexual Violance Criminal Act Law. The research methods used in this research are normative juridical methods, with descriptive analytical research specifications. The study used secondary data that obtained through literature and systematically deciphered. This research concluded that the evolution of legal protection is running in a better direction over time. The establishment of Human Rights Comitte is a sign of improvement in legal structure, as well as improvement of legal substance within the laws are gallant movement in the evolution of law. Along with the time, civilization developed some new forms of sexual violance that never has been accomodated by the law beforehand. Therefore, the authorization of Sexual Violance Criminal Act Law have a high value of urgency.
3234937820C1B016084ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN BUMN DAN BUMS SESUDAH MERGER DAN AKUISISI Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan sampel 10 perusahaan yang terdaftar di BEI dengan sampel 5 perusahaan BUMN dan 5 perusahaan BUMS. Penelitian ini mengambil judul "ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN BUMN DAN BUMS SESUDAH MERGER DAN AKUISISI". Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan perusahaan BUMN dan BUMS sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan data purposive sampling, yang kemudian diolah dengan menggunakan paired independent t-test. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPPS menunjukkan bahwa : Terdapat perbedaaan (1) Profitabilitas yang signifikan antara perusahaan BUMN dan BUMS setelah terjadinya merger atau akusisi (2) Tidak terdapat perbedaaan Likuiditas yang signifikan antara perusahaan BUMN dan BUMS setelah terjadinya merger atau akusisi (3) Tidak terdapat perbedaaan Leverege yang signifikan antara perusahaan BUMN dan BUMS setelah terjadinya merger atau akusisi (4) Tidak terdapat perbedaaan Efisiensi yang signifikan antara perusahaan BUMN dan BUMS setelah terjadinya merger atau akusisi (5) Tidak terdapat perbedaaan Capital Position yang signifikan antara perusahaan BUMN dan BUMS setelah terjadinya merger atau akusisi. Implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan merger dan akusisi harus segera mengefektifkan adanya tambahan modal untuk meningkatkan penjualan. Untuk para investor diharapkan untuk memperhatikan tingkat profitabilitas pada perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi karena terbukti di beberapa penelitian bahwa perusahaan merger dan akuisisi juga tidak mengalami kenaikan yang signifikan dalam kemampuan menghasilkan keuntungan. This research is a quantitative study with a sample of 10 companies listed on the IDX with a sample of 5 BUMN companies and 5 BUMS companies. This study takes the title " COMPARISON ANALYSIS OF FINANCIAL PERFORMANCE OF BUMN AND BUMS COMPANIES AFTER MERGERS AND ACQUISITIONS". This study aims to determine the differences in the financial performance of BUMN and BUMS before and after mergers and acquisitions. This research method uses quantitative research with purposive sampling data collection technique, which is then processed using paired sample t-test. Based on the results of research and data analysis using SPPS shows that: There are differences (1) Significant profitability between BUMN and BUMS companies after the merger or acquisition (2) There is no significant difference in Liquidity between BUMN and BUMS companies after the merger or acquisition (3 ) There is no significant difference in leverage between BUMN and BUMS after the merger or acquisition (4) There is no significant difference in efficiency between BUMN and BUMS after the merger or acquisition (5) There is no significant difference in Capital Position between BUMN and BUMS companies BUMS after the merger or acquisition. The implication of this research is that companies that carry out mergers and acquisitions must immediately make additional capital effective to increase sales. Investors are expected to pay attention to the level of profitability of companies that carry out mergers and acquisitions because it has been proven in several studies that mergers and acquisitions companies also do not experience a significant increase in their ability to generate profits.
3235035628E1A018349PERBUATAN MELAWAN HUKUM BERUPA TINDAKAN MALAPRAKTIK
(TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 3530 K/Pdt/2020)
Di Indonesia memiliki banyak kasus Perbuatan Melawan Hukum salah satunya adalah kasus mengenai Malapraktik. Penyebab dari kasus Malapraktik yaitu karena adanya kelalaian atau ketidak hati-hatian yang dilakukan dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Penelitian ini mengkaji mengenai pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir unsur-unsur Perbuatan Melawan Hukum pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 3530/K/Pdt/2020 dan penerapan hukum hakim pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 3530/K/Pdt/2020. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang dan analisis kasus. Spesifikasi penelitian preskriptif analitis, sumber data sekunder dengan metode penyajian dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis menggunakan metode analisis normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Majelis Hakim mempertimbangkan bahwa Tergugat II telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum dengan menyebutkan bahwa Tergugat II telah melanggar unsur Perbuatan Melawan Hukum yaitu melanggar kewajiban hukum dengan melanggar Pasal 4 mengenai berhaknya setiap orang dalam mendapatkan pelayanan medis dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang kesehatan karena tidak memberikan pelayanan yang paripurna terhadap Penggugat. Menurut pendapat penulis bahwa Tergugat II juga telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum dengan unsur lainya, yaitu melanggar hak orang lain berupa melanggar hak pelayanan medis dengan tidak memberikan pelayanan yang paripurna atau pelayanan medis yang tidak tuntas, serta bertentangan dengan kepatutan dalam prinsip kehati-hatian dengan melakukan tindakan yang merugikan serta membahayakan Pasien. Penerapan Hukum Hakim pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 3530/K/Pdt/2020 sudah tepat, karena perbuatan yang dilakukan oleh Tergugat II telah memenuhi syarat Pasal 1365 KUHPerdata yaitu adanya perbuatan melawan hukum, adanya kesalahan, adanya kerugian, serta adanya hubungan kausal antara perbuatan dengan kerugian.
In Indonesia, there are many cases of unlawful acts, one of which is the case regarding malpractice. The cause of malpractice cases is due to negligence or carelessness in providing health services.
This research investigates the consideration of law judge on qualifying Elements of unlawful act on Supreme Court Verdict number 3530 K/Pdt/2020 and the application of the judge's law in the Supreme Court Verdict number 3530 K/Pdt/2020. The method of this research is Juridical normative with approach on law and case study. Specification of this research is prescriptive analysis, using secondary data and presented as narrative text that systemically written using normative qualitative analysis method.
The result of this research shows that Judge consider that defendant II had committed an unlawful act by stating that defendant II had violated the elements of unlawful act, i.e violating a legal obligation by violating article 4 act number 36 of 2009 on health for not providing complete service to the plaintiff. According to writer’s opinion, defendant II also committed unlawful act with other elements, i.e violating other people’s right by violating the right medical services by providing unfinished services and against propriety in the precautionary principle by taking actions that could harm and endanger the patient. The application of the Judge's Law in the Supreme Court's Decision Number 3530/K/Pdt/2020 is acceptable and appropriate, because the actions taken by Defendant II have fulfilled the requirements of article 1365 of Civil Code there is an unlawful act, losses, the existence of errors, and the causal relationship between acts and loss.
3235135630K1C017005ANALISIS FILTER ESKTERNAL TERHADAP DOSIS SERAP PADA PHANTOM ABDOMEN MENGGUNAKAN PROGRAM PHITSTelah dilakukan simulasi analisis penggunaan filter eksternal pada pesawat sinar-X terhadap dosis serap menggunakan program PHITS. Tujuan penelitian menentukan jenis material yang dapat digunakan untuk memfilter sinar-X bremsstrahlung, meninjau karakteristik sinar-X bremsstrahlung yang telah mengalami filtering dan mengamati pengaruh filter terhadap dosis serap. Metode yang dilakukan menggunakan simulasi berbasis Monte Carlo. Filter yang digunakan filter Alumunium, Tembaga, dan Timbal. Uji dilakukan pada tegangan 115 KV, 120 KV, dan 125 KV dengan ketebalan 0.1 mm dan 1.5 mm. Hasil penelitian diperoleh semakin tebal filter maka akan menurunkan intensitas sinar-X. Filter terbaik didapatkan filter Alumunium karena filter tersebut mampu mengurangi intensitas sinar-X karakteristik dan mampu meneruskan berkas ke phantom serta meningkatkan intensitas sinar-X bremsstrahlung. Penggunaan filter juga mempengaruhi dosis serap yang diterima pada phantom.A simulation of the analysis of the use of an external filter on an X-ray machine on the absorbed dose has been carried out using the PHITS program. The purpose of this research is to determine the type of material that can be used to filter bremsstrahlung X-rays, review the characteristics of bremsstrahlung X-ray that have undergone filtering and observe the effect of the filter on the absorbed dose. The method used is a Monte Carlo-based simulation. Filters used are Alumunium, Copper, and Lead filters. The test were carried out at voltages of 115 KV, 120 KV, and 125 KV with a thickness of 0.1 mm and 1.5 mm. The results obtained that the thicker the filter is obtained by the Alumunium filter because can reduce the intensity of the characteristic X-rays and can forward the beam to the phantom and increase the intensity of the bremsstrahlung X-rays. The use of filters also affects the absorbed dose received dose on the phantom.
3235235631L1B018003EFFECT OF FASTING ON GROWTH AND SURVEY OF NIRWANA TILAPIA (Oreochromis niloticus)Nila nirwana (Oreochromis niloticus) adalah salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomis penting di Indonesia. Pemuasaan adalah salah satu cara pembatasan pakan tetapi pertumbuhan ikan tidak terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemuasaan dan periode pemuasaan yang menghasilkan pertumbuhan dan sintasan benih ikan nila (Oreochromis niloticus) terbaik. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu ikan tidak dipuasakan dalam satu minggu (P0); ikan dipuasakan 1 hari dan diberi pakan 6 hari dalam satu minggu (P1); ikan dipuasakan 2 hari dan diberi pakan 5 hari dalam satu minggu (P2); ikan dipuasakan 3 hari dan diberi pakan 4 hari dalam satu minggu (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuasaan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang (1.13±0.03cm), pertumbuhan berat (2.12±0.08g), laju pertumbuhan spesifik (1.53±0.03%/hari), dan sintasan (76.67±5.77%). Periode pemuasaan 1 hari dipuasakan dan diberi pakan 6 hari menghasilkan dan sintasan terbaik untuk ikan nila (Oreochromis niloticus). Kualitas air meliputi rata-rata suhu pagi dan sore hari 26.380C dan 28.140C, pH rata-rata adalah 6, dan oksigen terlarut rata-rata adalah 5.6 mg/L. Nila nirwana (Oreochromis niloticus) is a commodity that has important economic value in Indonesia. Fasting is one way of limiting feed but fish growth is not inhibited. This study aimed to determine the effect of fasting and the period of fasting that resulted in the best growth and survival of tilapia (Oreochromis niloticus) fry. The method used in this study used an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 4 treatment levels and 3 replications. The treatments used were fish were not fasted in one week (P0); fish were fasted 1 day and fed 6 days a week (P1); fish were fasted for 2 days and fed 5 days a week (P2); fish were fasted for 3 days and fed 4 days a week (P3). The results showed that fasting had a significant effect on length growth (1.13±0.03cm), weight growth (2.12±0.08g), specific growth rate (1.53±0.03%/day), and survival ( 76.67±5.77%). Fasting period of 1 day was fasted and fed 6 days yielded and best survival for tilapia (Oreochromis niloticus). The water quality includes the average morning and evening temperatures of 26.380C and 28.140C, the average pH is 6, and the average dissolved oxygen is 5.6 mg/L.
3235335510J0B018018PENERJEMAHAN BROSUR DARI BAHASA INDONESIA KE DALAM BAHASA MANDARIN DI TAMAN WISATA PENDIDIKAN PURBASARI PANCURAN MAS PURBALINGGA MENGGUNAKAN METODE KOMUNIKATIFLaporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Brosur dari Bahasa Indonesia Kedalam Bahasa Mandarin di Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas Purbalingga Menggunakan Metode Komunikatif.” Praktik kerja dilaksanakan di Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas Purbalingga. Waktu pelaksanaan praktik kerja tanggal 27 Desember 2020 - 29 Maret 2021. Praktik kerja ini bertujuan untuk menerjemahkan brosur Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas Purbalingga dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin. Penulis menggunakan empat metode untuk pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara, studi pustaka, dan jelajah internet. Dalam menerjemahkan brosur, penulis menggunakan metode komunikatif. Penulis mengelompokkan kosakata menjadi dua kelompok, yaitu kosakata umum dan kosakata khusus. Kesimpulan dari laporan praktik kerja ini yaitu dalam menerjemahkan brosur Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas Purbalingga, dengan menggunakan metode komunikatif adalah brosur telah diterjemahkan secara baik dan dapat diterima oleh pengunjung dan pengelola.

Kata kunci : brosur, metode komunikatif, Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas.
这份实习报告的题目是“Penerjemahan Brosur dari Bahasa Indonesia Kedalam Bahasa Mandarin di Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas Purbalingga Menggunakan Metode Komunikatif"。实习活动在 Purbasari Pancuran Mas Purbalingga 教育旅游园区进行的。 实习时间为 2020 年 12 月 27 日到 2021 年 3 月 29 日。这项工作旨在将 Purbasari Pancuran Mas Purbalingga 教育旅游简册从印度尼西亚语翻译成普通话。 作者采用四种方法进行数据收集,即观察、访谈、文献研究和浏览互联网。 在翻译简册时,作者采用了交际的方法。 作者将词汇分为两类,即一般词汇和特殊词汇。 这份实习报告的结论是,在翻译 Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas Purbalingga 的简册时,使用交际的方法是简册翻译得很好,可以被参观者和管理者接受。

关键词:宣传册、交流方法、Purbasari Pancuran Mas 教育旅游公园。
3235437821E1A018180PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA SETELAH MELAMPAUI MASA PERPANJANGAN PERJANJIAN KERJA
(studi putusan Mahkamah Agung: 1179K/Pdt.sus-PHI/2022)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk divisi bogasari dengan pekerja yang di Putus Hubungan Kerja karena perpanjangan perjanjian kerja yang dilandasi oleh putusan hakim Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta Pusat pada putusan No. 154/Pdt.sus-PHI/2021/PN.Jkt.pst. Pemutusan Hubungan Kerja tersebut dianggap tidak sesuai dengan perundang-undangan karena pekerja telah mempunyai masa kerja total selama 4 tahun dengan 2 tahun berturut-turut sebagai pekerja kontrak dan 2 tahun berturut-turut sebagai pekerja kontrak juga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap pekerja yang di lakukan Pemutusan Hubungan Kerja yang dilandasi Perpanjangan Perjanjian Kerja dan komparasinya antara Undang-Undang No. 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analis. Sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Data tersebut kemudian diolah serta dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Putusan Mahkamah Agung Nomor 1179k/Pdt.Sus-PHI/2022 telah membatalkan Putusan Hakim Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta Pusat No. 154/Pdt.sus-PHI/2021/PN.Jkt.pst yang dilandasi Pemutusan Hubungan Kerja tersebut merupakan Pemutusan Hubungan Kerja demi hukum sehingga tidak adanya perlindungan hukum berdasarkan ketentuan Pasal 22 dan Pasal 61 ayat (1) huruf b Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
This research is motivated by the dispute over the termination of employment at PT. Indofood Sukses Makmur Tbk bogasari division with workers who were terminated due to the extension of the work agreement based on the decision of the Central Jakarta Industrial Relations Court judge on decision No. 154/Pdt.sus-PHI/2021/PN.Jkt.pst. The termination of employment is considered not in accordance with the legislation because the worker has had a total working period of 4 years with 2 consecutive years as contract workers and 2 consecutive years as contract workers as well. This research aims to determine how the legal protection for terminated workers is based on the extension of the employment agreement and the comparison between Law no. 13 of 2013 concerning Manpower and Law no. 11 of 2020 concerning Job Creation.
This study uses a normative juridical approach with descriptive analysis specifications. Sources of data used are secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials collected through library research. The data is then processed and analyzed using qualitative normative methods and presented in the form of narrative text.
The results showed that the Supreme Court Decision Number 1179k/Pdt.Sus-PHI/2022 had annulled the Central Jakarta Industrial Relations Court Judge's Decision No. 154/Pdt.sus-PHI/2021/PN.Jkt.pst based on the Termination of Employment is a Termination of Employment for the sake of law so that there is no legal protection under the provisions of Article 22 and Article 61 paragraph (1) letter b of Law no. 13 of 2003 concerning Manpower.
3235535632E1A018038PEMBUKTIAN DAN DASAR PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA
(Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 690/Pid.Sus/2020/PN.Jkt.Brt)
Tindakan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika merupakan kasus yang serius dan sangat besar dampaknya bagi masa depan Bangsa dan Negara. Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik untuk meneliti dan menuangkan hasilnya dalam skripsi yang berjudul “Pembuktian Dan Dasar Pertimbangan Hukum Hakim Dalam Perkara Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Dan Psikotropika (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 690/Pid.Sus/2020/PN.Jkt.Brt)” yang bertujuan untuk mengetahui pembuktian dan pertimbangan hukum hakim dalam putusan Pengadilan Negeri Nomor 690/Pid.Sus/2020/PN.Jkt.Brt terhadap terdakwa Ayluna Putri Alias Lucinta Luna, yang dinilai penulis kurang tepat dengan dijatuhkannya sanksi pidana. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif melalui analisis bahan hukum sekunder yaitu perundang-undangan yang nantinya akan disajikan secara teks naratif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terhadap korban tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan psikotropika seharusnya dijatuhi sanksi rehabilitasi apabila barang bukti tidak melebihi batas maksimal yang diatur dalam Undang-Undang dan sesuai dengan ketentuan syarat-syarat yang berlaku. Terdakwa dalam kasus ini dijatuhi sanksi pidana yang seharusnya tidak dinyatakan hakim di dalam putusannya karena melihat kondisi korban yang depresi ingin bunuh diri. Sanksi pidana yang dijatuhi menyebabkan korban tidak mendapat pemulihan terhadap kondisi fisik maupun mentalnya yang seharusnya di dapat dalam proses rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.


Kata Kunci: Dasar Pertimbangan Hukum Hakim, Pembuktian, Rehabilitasi, Tindak Pidana Narkotika dan Psikotropika.
Narcotics and psychotropic abuse is a serious case and has a very big impact on the future of the nation and state. Based on this, the author is interested in researching and writing the results in a thesis entitled "Evidence And Judges Legal Considerations In Criminal Acts Of Narcotics Abuse And Psychotropics Review (Juridical Review of Decision Number 690/Pid.Sus/2020/PN.Jkt.Brt)" which aims to find out the evidence and legal considerations of the judge in the District Court's decision Number 690/Pid.Sus/2020/PN.Jkt.Brt against the defendant Ayluna Putri Alias Lucinta Luna, which the author considers inappropriate with the imposition of criminal sanctions. This study uses a normative juridical approach through the analysis of secondary legal materials, namely legislation which will be presented in a narrative text. Based on the results of the study, it can be concluded that the victims of criminal acts of narcotics and psychotropic abuse should be sentenced to rehabilitation if the evidence does not exceed the maximum limit stipulated in the law and in accordance with the provisions of the applicable conditions. The defendant in this case was sentenced to criminal sanctions that the judge should not have stated in his decision because he saw the condition of the victim who was depressed and wanted to commit suicide. The criminal sanction imposed causes the victim not to receive recovery from his physical or mental condition which should have been obtained in the process of medical and social rehabilitation.


Keywords: Basis for Judges Legal Considerations, Evidence, Rehabilitation, Narcotics and Psychotropic Crimes.
3235635633B1A017089AKTIVITAS MAKAN MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis Raffles) DI KALISALAK KEBASEN KABUPATEN BANYUMASMonyet ekor panjang (Macaca fascicularis) secara alami adalah pemakan buah (frugivore) namun monyet ekor panjang mempunyai sifat opportunistic omnivore sehingga dapat memakan jenis makanan lain apabila ketersediaan buah rendah. Monyet ekor panjang yang hidup liar alami tidak meresahkan apabila tidak berdampingan dengan masyarakat langsung. Monyet dapat mengalami perubahan perilaku apabila beraktivitas dekat dengan pemukiman. Berkurangnya vegetasi di habitat aslinya menyebabkan monyet ekor panjang masuk ke pemukiman warga untuk mencari makan. Salah satu habitat monyet ekor panjang yang dekat dengan pemukiman adalah tempat wisata religi Makam Mbah Agung Karangbanar di Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas. Habitat monyet tersebut terdapat vegetasi beragam sehingga memungkinkan monyet untuk tinggal. Keberadaan monyet ekor panjang ini perlu diteliti lebih lanjut mengenai aktivitas makannya sehingga dapat menjadi sumber informasi sebagai dasar untuk melakukan konservasi. Penelitian dilakukan dengan metode survei menggunakan teknik focal animal sampling dengan durasi 15-min continuous recording. Aktivitas makan yang diamati meliputi: mencari makan, makan, istirahat, berpindah serta menghitung durasi aktivitas saat makan. Hasil penelitian menunjukkan secara umum aktivitas monyet ekor panjang yang paling sering dilakukan yaitu berpindah. Perilaku makan tertinggi dilakukan oleh monyet anakan betina dan terendah monyet bayi/infant. Perilaku mencari makan tertinggi dilakukan monyet remaja jantan dan terendah oleh monyet bayi/infant. Perilaku berpindah tertinggi dilakukan oleh monyet remaja jantan dan terendah bayi/infant. Perilaku istirahat tertinggi dilakukan oleh monyet bayi/infant dan terendah oleh monyet remaja jantan. Durasi perilaku makan tertinggi dilakukan oleh monyet bayi/infant dan terendah oleh remaja jantan. Durasi mencari makan tertinggi dilakukan oleh remaja jantan dan terendah oleh monyet bayi/infant.The long-tailed monkey (Macaca fascicularis) naturally are frugivore, however has opportunistic trait so that it can eat other types of food when fruit availability is low. Long-tailed monkeys that live in the wild are not a problem if they are not in direct contact with humans. Monkeys can experience changes in behavior when they active close to settlements. Reduced vegetation in their natural habitat causes monkeys to enter residential areas in search of food. One of the habitats of long-tailed monkeys close to settlements is the religious tourism site of Mbah Agung Karangbanar's Tomb in Kalisalak Village, Kebasen District, Banyumas Regency. The existence of this long-tailed monkey needs to be investigated regarding its feeding activities so that it can be a source of information as a basis for conservation. The study was conducted by survey using focal animal sampling technique with duration of 15-min continuous recording. The eating activities observed included: foraging, eating, resting, moving and calculating duration while eating. Results showed in general the activity of long-tailed monkeys was moving. The highest feeding behavior carried out by female juvenile and the lowest was infant. The highest foraging behavior carried out by male juvenile and the lowest was infant. The highest moving behavior carried out by male juvenile and the lowest was infants. The highest resting behavior carried out by infant and the lowest by male juvenile. The highest duration of feeding behavior carried out by infant and the lowest by male juveniles. The highest foraging duration was carried out by male juveniles and the lowest by infant.
3235735635L1B018001Analisis Kelayakan Usaha Produk Pengolahan Perikanan di Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR) “Ummi Mandiri” Desa Panembangan, Cilongok, Kabupaten BanyumasAbon Ikan berbahan dasar Ikan Lele (Clarias gariepinus) merupakan salah satu produk olahan perikanan yang dikembangkan oleh Poklahsar Ummi Mandiri Desa Panembangan, Cilongok, Kabupaten Banyumas. Kelompok Pengolah dan Pemasar sebagai organisasi yang mewadahi inovasi dan kreativitas ibu – ibu khususnya di Desa Panembangan untuk mengolah ikan menjadi produk olahan yang memiliki nilai guna. Poklahsar Ummi Mandiri masih berbentuk industri rumah tangga sehingga sangat memungkinkan untuk di analisis studi kelayakan usaha dari produk yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kelayakan usaha produk Abon Ikan Lele (Clarias gariepinus) yang meliputi aspek produksi (teknis dan teknologi), aspek kelayakan ekonomi dan aspek pemasaran di Poklahsar Ummi Mandiri Desa Panembangan, Cilongok, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi pasrtisipasi aktif dan survei. Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha produk abon ikan lele layak untuk dilanjutkan sesuai studi kelayakan bisnis sesuai dengan pedoman Good Manufacturing Practice (GMP) dan Standar Sanitation Operational Procedure (SSOP). Aspek produksi (teknis dan teknologi) meliputi alat dan bahan baku, karyawan, rumah produksi dan pemanfaatan limbah sesuai dengan pedoman Good Manufacturing Practice (GMP) dan Standar Sanitation Operational Prosedure (SSOP). Aspek finansial dengan Payback Period (PP) dengan hasil perhitungan selama 7 bulan, Break Even Point (BEP) dengan BEP rupiah Rp. 10.704.242 dengan nilai BEP produksi sebanyak 535 unit selama satu tahun. Net Present Value pada usaha produk abon ikan lele di Poklahsar Ummi Mandiri Desa Panembangan, Kabupaten Banyumas positif atau lebih dari nol (N>0). Internal Rate Of Return (IRR) sebesar 137% dengan discount rate yang digunakan untuk NPV dan IRR sebesar 20% dan bersifat feasible sehingga usaha produk abon ikan lele layak dilanjutkan.
Shredded fish made from catfish (Clarias gariepinus) is one of the processed fishery products developed by Poklahsar Ummi Mandiri, Panembangan Village, Cilongok, Banyumas Regency. Processing and Marketers Group as an organization that accommodates innovation and creativity of women, especially in Panembangan Village to process fish into processed products that have use value. Poklahsar Ummi Mandiri is still in the form of a home industry so it is possible to analyze the business feasibility study of the products produced. This study aims to determine and analyze the business feasibility of Shredded Catfish (Clarias gariepinus) products which include production aspects (technical and technological), economic feasibility aspects and marketing aspects at Poklahsar Ummi Mandiri Panembangan Village, Cilongok, Banyumas Regency. The method used in this research is active participation observation and survey. The results showed that the business of shredded catfish products was feasible to continue according to a business feasibility study in accordance with Good Manufacturing Practice (GMP) guidelines and Standard Sanitation Operational Procedure (SSOP). Production aspects (technical and technological) include tools and raw materials, employees, production houses and waste utilization in accordance with Good Manufacturing Practice (GMP) guidelines and Standard Sanitation Operational Procedures (SSOP). Financial aspect with Payback Period (PP) with calculation results for 7 months, Break Even Point (BEP) with BEP rupiah Rp. 10,704,242 with a production BEP of 535 units for one year. The Net Present Value of the catfish floss product business in Poklahsar Ummi Mandiri, Panembangan Village, Banyumas Regency is positive or more than zero (N> 0). Internal Rate Of Return (IRR) is 137% with a discount rate used for NPV and IRR of 20% and is feasible so that the business of shredded catfish is feasible to continue.
3235838051F1F018001Pemenuhan Hak-hak Perempuan di Britania Raya setelah Fenomena BrexitKeluarnya Britania Raya dari Uni Eropa menimbulkan rasa tidak aman bagi perempuan
di Britania Raya, karena kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Uni Eropa dianggap telah
mensejahterakan kehidupan perempuan. Hasil voting yang membuat Britania Raya keluar dari Uni Eropa ini lebih banyak didukung dan terjadi karena suara pria yang ingin keluar dari Uni Eropa. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan, bagaimana nasib mayoritas perempuan yang memilih untuk tetap berada di Uni Eropa karena merasa hak-haknya terjamin dan dilindungi oleh kebijakan-kebijakan Uni Eropa. Withdrawal Agreement yang dihasilkan oleh Britania Raya dan Uni Eropa pun tidak membahas hak-hak mengenai perempuan, seperti apa yang dikhawatirkan oleh perempuan di Britania Raya. Penelitian ini mengkaji tentang mengapa hak-hak perempuan tidak menjadi kekhawatiran utama pemerintah Britania Raya, dan apa saja yang perempuan di Britania Raya alami setelah terjadinya Brexit.
The withdrawal of the United Kingdom from the European Union developed a feeling of
insecurity for women in the United Kingdom because the policies made by the European Union are considered to have made women's lives prosperous. The results of the vote that made the United Kingdom leave the European Union were more widely supported and occurred because of the voices of men who wanted to leave the European Union. This then raised the question, what is the fate of the majority of women who choose to remain in the European Union because they feel that their rights are guaranteed and protected by EU policies? The Withdrawal Agreement produced by the United Kingdom and the European Union also does not constitute women's rights, as is what women in the United Kingdom are worried about. This research examines why women's rights are not a significant concern for the British government and what women in the United Kingdom experience after Brexit.
3235938052A2A020001KARAKTERISASI BIOKIMIA DAN APLIKASI BAKTERI ENDOFIT SEBAGAI PENGENDALI PENYAKIT HAWAR PELEPAH SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN PADIPenelitian bertujuan untuk (1) menentukan karakter bakteri endofit secara biokimia (2) menentukan potensi bakteri endofit terbaik dalam mengendalikan R. solani, (3) mempelajari efektivitas bakteri endofit dalam mengendalikan hawar pelepah padi, (4) mempelajari efektivitas bakteri endofit dalam memacu pertumbuhan padi. Penelitian dilaksanakan secara in-vitro di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan in-planta di Rumah Kasa Desa Tambaksari Kidul, Kembaran, Banyumas. Pada bulan Desember 2021 sampai dengan Juni 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada uji in vitro dengan jumlah perlakuan yang diujikan sebanyak 6 perlakuan dan 4 kali ulangan dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) uji in planta dengan jumlah perlakuan yang diujikan sebanyak 6 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan 3 tanaman setiap perlakuan sehingga diperoleh 72 tanaman. Perlakuan meliputi kontrol x R. solani (P0), isolat bakteri A5 x R. solani (P1), isolat bakteri A6 x R. solani (P2), isolat bakteri KR4 x R. solani (P3), isolat bakteri KR7 x R. solani (P4) dan isolat bakteri SB3 x R. solani (P5). Hasil menunjukkan Isolat bakteri A5, A6, KR4, KR7, dan SB3 mampu menghasilkan hormon IAA, siderofor, enzim protease, dan melarutkan fosfat secara kualitatif. Semua perlakuan isolat bakteri endofit memiliki potensi yang sama dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen R.solani. Perlakuan P1 (isolat A5) memiliki daya hambat tertinggi yaitu 63,38 % dan perlakuan P4 (isolat KR7) memiliki daya hambat terendah yaitu 46,55 %. Bakteri endofit pada perlakuan P2 (isolat A6) mampu mengendalikan hawar pelepah padi karena memiliki nilai intensitas penyakit serta nilai AUDPC terendah dibandingkan perlakuan lainnya yaitu sebesar 12,07% dengan efektivitas 63,43% dan AUDPC sebesar 215,31%.hari. Bakteri endofit pada perlakuan P3 (isolat KR4) secara in-planta dapat meningkatkan pertumbuhan padi.The research aimed to (1) determine the biochemical character of endophytic bacteria, (2) determine the best potential for endophytic bacteria to control R. solani, (3) study the effectiveness of endophytic bacteria in controlling rice sheath blight, (4) study the effectiveness of endophytic bacteria in promoting the growth paddy. The research was carried out in vitro at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, and in-plant at the Screen house, Tambaksari Kidul Village, Kembaran, Banyumas. In December 2021 to June 2022. The study used a Completely Randomized Design (CRD) in vitro tests with a total of 6 treatments tested and 4 replications and a Randomized Block Design (RAK) which was tested at the plant with the number of treatments tested as many as 6 treatments and 4 replications with 3 plants for each treatment therefore 72 plants were obtained. The treatments included control x R. solani (P0), bacterial isolate A5 x R. solani (P1), bacterial isolate A6 x R. solani (P2), bacterial isolate KR4 x R. solani (P3), bacterial isolate KR7 x R. solani (P4) and bacterial isolates SB3 x R. solani (P5). The results showed that bacterial isolates A5, A6, KR4, KR7, and SB3 were able to produce IAA hormones, siderophores, protease enzymes, and dissolve phosphate qualitatively. All treatments of endophytic bacterial isolates had the same potential in inhibiting the growth of the pathogenic fungus R. solani. Treatment P1 (isolate A5) had the highest inhibitory power of 63.38% and treatment P4 (isolate KR7) had the lowest inhibition of 46.55%. endophytes in treatment P2 (isolate A6) were able to control rice sheath blight since it had a high value of disease and the lowest AUDPC value compared to other treatments, namely 12.07% with an effectiveness of 63.43% and AUDPC of 215.31%.day. Endophytic bacteria on P3 (KR4 isolate) in-plant treatment could increase rice growth.
3236035636H1B017089KAJIAN PENGARUH PERGESERAN BAUT PADA PELAKSANAAN
SAMBUNGAN BALOK-KOLOM MENGGUNAKAN SAMBUNGAN TIPE SEMI
KAKU PADA KONSTRUKSI BAJA DENGAN ANALISIS NUMERIKAL
Abstrak— Struktur baja dewasa ini banyak digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan konstruksi.
Maraknya penggunaan material baja ini dikarenakan penggunaan struktur baja dinilai lebih mudah dan lebih
efektif dalam hal operasional dan pelaksanaan konstruksi di lapangan. Salah satu komponen terpenting dalam
bangunan struktur baja adalah komponen sambungan baja. Pada penelitian ini peneliti membandingkan hasil
dan perilaku sambungan balok-kolom perilaku semi-kaku tipe endplate dari kekuatan desain serta pengaruh
yang diberikan oleh pergeseran baut yang diakibatkan oleh kesalahan pemasangan dilapangan maupun
fabrikasi. Pergeseran dihitung sebesar 10 mm arah vertikal dan arah horizontal sehingga menghasilkan 12
variasi model dengan psangan model mutu baja ASTM A36, ASTM A572 untuk baja serta ASTM A352 dan
ASTM A490 untuk baut. Pemodelan didasarkan kepada SNI 1729-2020 tentang bangunan struktur baja.
Prosentase selisih perhitungan yang terjadi akibat pergeseran baut pada kombinasi mutu ASTM A36-ASTM
A325 berkisar pada 17-20% pada profil, 9-63% pada displacement 15-24% pada gaya reaksi, 9-12% pada baut
dan 60-66% pada plat. Pada kombinasi mutu ASTM A36-ASTM A490 berkisar pada 12-31% pada profil, 9-
30% pada displacement 16-25% pada gaya reaksi, 11-19% pada baut dan 70-73% pada plat. Pada kombinasi
mutu ASTM A572-ASTM A325 berkisar pada 7-11% pada profil, 8-19% pada displacement 8-9% pada gaya
reaksi, 4-200% pada baut dan 54-69% pada plat. Pada kombinasi mutu ASTM A572-ASTM A490 berkisar
pada 5-3% pada profil, 8-19% pada displacement 3-11% pada gaya reaksi, 11-16% pada baut dan 17-65% pada
plat. Dari data diatas diperoleh karakteristik pengaruh yang seragam. Dapat disimpulkan bahwa pengaruh
pergeseran baut pada sambungan balok-kolom perilaku semi-kaku tipe endplate sangat signifikan
mempengaruhi kegagalan plat dengan sangat signifikan serta displacement profil dan teganan baut dengan
cukup signifikan. Namun semakin tinggi mutu sambungan pengaruh pergeseran baut tidak terlalu terlihat
signifikan dampaknya terhadap perilaku sambungan.
Abstract— Nowadays, steel structures are widely used in constructions. The widespread use of steel material
is because the use of steel structures is considered easier and more effective in terms of operations in the field.
One of the most important components in a steel structure building is a steel connection component. In this
study, the researchers compared the results and behavior of the endplate-type semi-rigid beam-column
connection from the design strength and the effect of bolt shifting caused by field installation and fabrication
errors. The shift is calculated by 10 mm in the vertical and horizontal directions so as to produce 12 variations
of the model with a pair of ASTM A36 steel quality models, ASTM A572 for steel and ASTM A352 and ASTM
A490 for bolts. The modeling is based on SNI 1729-2020 regarding steel structure buildings. The percentage
difference in calculations that occurs due to shifting of bolts in the ASTM A36-ASTM A325 quality combination
ranges from 17-20% in profile, 9-63% in displacement 15-24% in reaction force, 9-12% in bolts and 60-66%
on the plate. In the combination of ASTM A36-ASTM A490 the quality ranges from 12-31% in profile, 9-30%
in displacement, 16-25% in reaction force, 11-19% in bolt and 70-73% in plate. In the combination of ASTM
A572-ASTM A325 the quality ranges from 7-11% in profile, 8-19% in displacement, 8-9% in reaction force,
4-200% in bolts and 54-69% in plate. In the combination of ASTM A572-ASTM A490 the quality ranges from
5-3% in profile, 8-19% in displacement, 3-11% in reaction force, 11-16% in bolts and 17-65% in plate. From
the above data obtained uniform influence characteristics. It can be concluded that the effect of bolt shift on
the beam-column connection of the endplate type semi-rigid behavior very significantly affects plate failure
very significantly and profile displacement and bolt stress quite significantly. However, the higher the quality
of the connection, the effect of bolt shifting is not as significant as the impact on the behavior of the connection.