Home
Login.
Artikelilmiahs
35287
Update
MUHAMAD FAQIH TAQIYUDIN
NIM
Judul Artikel
KONDISI SOSIAL EKONOMI PENGEMUDI OJEK KONVENSIONAL SELAMA PANDEMI COVID-19 DI CICALENGKA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ojek konvensional atau ojek pangkalan merupakan salah satu jenis moda transportasi umum yang banyak dijumpai di Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung. Namun semenjak pandemi Covid-19, jumlah pengemudi ojek konvensional di Cicalengka menurun drastis. Hal ini tampak dari pangkalan-pangkalan ojek di Cicalengka yang biasa ramai, semenjak pandemi terlihat sepi bahkan beberapa pangkalan ada yang dikosongkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan sosial ekonomi pengemudi ojek konvensional selama pandemi Covid-19 di Cicalengka. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Untuk mengumpulkan data, penulis menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan secara berkala di Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung pada Bulan Maret 2021 hingga Bulan Oktober 2021. Sumber data primer didapat dari hasil wawancara mendalam dengan lima tukang ojek konvensional sebagai informan utama. Sedangkan data sekunder didapat dari wawancara dengan pihak BOC (Baraya Ojeg Cicalengka), observasi lapangan, serta dokumentasi dari berbagai jurnal dan media. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi sebagai teori utama. Hasil dari penelitian ini adalah tukang ojek konvensional di Cicalengka mengalami berbagai masalah sosial ekonomi selama pandemi Covid-19. Permasalahan utamanya adalah penurunan pendapatan yang signifikan atau secara persentase lebih dari 50% dibanding pendapatan harian sebelum pandemi Covid-19.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Conventional motorcycle taxi is one type of public transportation mode that are often found in Cicalengka District, Bandung Regency. However, since the Covid-19 pandemic, the number of conventional motorcycle taxi drivers in Cicalengka has decreased drastically. This can be seen from the ojek bases in Cicalengka which are usually busy, since the pandemic it looks deserted and even some bases have been emptied. This study aims to determine the socio-economic life of conventional motorcycle taxi drivers during the Covid-19 pandemic in Cicalengka. To achieve these goals, the authors use qualitative research methods. To collect data, the author uses in-depth interviews, observation, and documentation methods. This research is carried out periodically in Cicalengka District, Bandung Regency from March 2021 to October 2021. Primary data sources are obtained from in-depth interviews with five conventional motorcycle taxi drivers as main informants. While secondary data were obtained from interviews with the BOC (Baraya Ojeg Cicalengka), field observations, and documentation from various journals and media. This study uses a phenomenological approach as the main theory. The result of this study is that conventional motorcycle taxi drivers in Cicalengka experienced various socio-economic problems during the Covid-19 pandemic. The main problem is a significant decrease in income or a percentage of more than 50% compared to daily income before the Covid-19 pandemic.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save