Artikelilmiahs
Menampilkan 32.381-32.400 dari 50.016 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 32381 | 35593 | J1A017049 | Humans' Relationship with Nature in Renaud's Animation Dr. Seuss' The Lorax | Penelitian yang berjudul “Humans’ Relationship with Nature in Renaud’s Animation Dr. Seuss’ The Lorax” bertujuan untuk mengetahui hubungan antara manusia dan alam seperti yang digambarkan oleh film animasi berjudul Dr. Seuss’ The Lorax. Penelitian ini menggunakan teori ekokritisisme sebagai teori utama dalam analisisnya. Selanjutnya, untuk mendukung analisis tersebut, antroposentrisme, teori animasi, dan sinematografi juga digunakan. Peneliti menggunakan metode kualitatif dalam menganalisis data. Data utama adalah film animasi bertajuk Dr. Seuss’ The Lorax, yang disutradarai oleh Chris Renaud. Data sekunder dikumpulkan dari buku, jurnal, makalah penelitian, dan artikel daring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari empat karakter yang dijelaskan, tiga darinya menunjukkan hubungan parasitisme dengan alam. Karakter-karakter tersebut adalah warga Thneedville, Once-ler, dan Mr. O’Hare. Namun, warga Thneedville mengubah hubungan mereka dari parasitisme mejadi mutualisme. Mereka juga merepresentasikan sebuah nilai agama dengan memelihara pohon, yaitu dengan menjadi khalifah-Nya. Ted, sang tohoh utama, menunjukkan hubungan mutualisme dengan alam, meski pada mulanya dia menganggap pohon sebagai objek kekaguman belaka. Film ini ingin mengingatkan penontonnya bahwa memelihara pohon adalah hal yang sangat penting dan menjalankan usaha yang membutuhkan sumber daya alam dengan cara yang tidak berkelanjutan hanya akan menjadi bumerang bagi manusia sendiri. | The research entitled “Humans’ Relationship with Nature in Renaud’s Animation Dr. Seuss’ The Lorax” aims to figure out the relationship between humans and nature as represented in the animation film entitled Dr. Seuss’ The Lorax. This research uses the ecocriticism theory as the main theory for the analysis. Additionally, to support the analysis, anthropocentrism, animation theory, and cinematography are used as well. The researcher uses a qualitative method in analyzing the data. The primary data is an animation film entitled Dr. Seuss’ The Lorax, directed by Chris Renaud. The secondary data are collected from books, journals, research papers, and online articles. The result of this research shows that from four charachters explained, three of them depict parasitism relationship with nature. These characters are the citizens of Thneedville, the Once-ler, and Mr. O’Hare. However, the citizens of Thneedville change their relationship from a parasitic into a mutualistic one. They also depict a religious value by nurturing the trees, that is becoming His stewards. Ted, the main hero, represents a mutualistic relationship with nature, although at first he sees trees as an object for admiration only. This film wants to remind its audience that nurturing the trees is very important and doing a business that requires natural resources in an unsustainable manner will only backfire to humans themselves. | |
| 32382 | 35657 | F1B016084 | EVALUASI PROGRAM PENGOLAHAN SAMPAH OPEN DUMPLING MENJADI PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU(STUDI PADA TPST KEDUNG RANDU) | ABSTRAK Pemerintah Kabupaten Banyumas meninggalkan sistem open dumping dengan membuat hanggar TPST. TPST Kedung Randu di wilayah Kabupaten Banyumas tersebut perlu diadakan evaluasi program. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa evaluasi TPST di Kedung Randu sudah terlaksana cukup baik. Pada aspek konteks pengelolaan sampah menjadi TPST karena metode open dumping sudah tidak ramah lingkungan. Pada aspek input diketahui pelaksana program adalah DLH dan KSM masih membutuhkan pelatihan dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Pada aspek proses, pengolahan sampah di TPST Kedung randu sudah dimulai sejak 2018. Pelaksana program juga mendapatkan pembinaan melalui monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara bertahap. Fasilitas TPST yang dibangun oleh pemerintah. Proses pengolahan sampaj dibagi menjadi pemilahan, pencacahan dan pengolahan. Masyarakat diberikan kesempatan untuk mengelola sampahnya sendiri dan apabila tidak mampu maka dapat bekerja sama dengan KSM. Pada aspek produk, hasil program pengolahan sampah berbentuk produk yang ramah lingkungan seperti kompos, pupuk cair, pupuk padat, gas metan itu ada produk-produk lain RDF, pakan ternak, dan produk lain yang sifat inovasi. Namun program ini memiliki kelemahan yaitu belum adanya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampahnya sendiri, sumber daya manusia yang mengolah sampah masih membutuhkan pelatihan dan pembinaan dan mindset masyarakat masih beranggapan TPST adalah pembuangan akhir. Dampak dari program pengolahan sampah terpadu di TPST Kedungrandu adalah sampah di Kabupaten Banyumas tidak lagi menumpuk di TPST tapi sudah diolah. | ABSTRACT The Banyumas Regency Government abandoned the open dumping system by building a TPST hangar. The Kedung Randu TPST in the Banyumas Regency area needs a program evaluation. This research uses descriptive qualitative method. The informant selection technique used purposive sampling technique. The results of the study found that the evaluation of the TPST in Kedung Randu had been carried out quite well. In the context of waste management, it becomes TPST because the open dumping method is not environmentally friendly. In the input aspect, it is known that the program implementers are DLH and KSM still need training and provide socialization to the community. In the process aspect, waste processing at the Kedung Randu TPST has started since 2018. Program implementers also receive guidance through monitoring and evaluation which is carried out in stages. TPST facilities built by the government. Sampaj processing process is divided into sorting, chopping and processing. The community is given the opportunity to manage their own waste and if they can't afford it, they can work together with KSM. In the product aspect, the results of the waste processing program are in the form of environmentally friendly products such as compost, liquid fertilizer, solid fertilizer, methane gas. There are other products such as RDF, animal feed, and other innovative products. However, this program has weaknesses, namely there is no public awareness to manage their own waste, human resources who process waste still need training and guidance and the mindset of the community still thinks that TPST is a final disposal. The impact of the integrated waste management program at the Kedungrandu TPST is that the waste in Banyumas Regency no longer accumulates in the TPST but has been processed. | |
| 32383 | 35454 | A1D017204 | PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK BATANG TANAMAN MINT (Mentha spicata L.) | Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh komposisi media tanam yang baik untuk pertumbuhan setek batang tanaman mint, mendapatkan konsentrasi ekstrak bawang merah terbaik untuk pertumbuhan setek batang tanaman mint, dan mendapatkan kombinasi antara komposisi media tanam dan konsentrasi ekstrak bawang merah yang baikuntuk pertumbuhan setek batang tanaman mint. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga bulan Oktober 2021, bertempat di Majenang, Kabupaten Cilacap dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian eksperimental yang berupa percobaan pot dengan perlakuan faktorial dan rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok Lengkap. Faktor pertama berupa komposisi media tanam yang terdiri atas 4 macam komposisi yaitu tanah, tanah dan arang sekam 1:1, tanah dan cocopeat 1:1, dan tanah, arang sekam, cocopeat 1:1:1. Faktor kedua berupa konsentrasi ekstrak bawang merah yang terdiri atas 3 taraf yaitu 0, 50 dan 100%. Variabel yang diamati meliputi waktu muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, luas daun, jumlah akar, bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam dan apabila ada keragaman dilanjutkan Duncan Multiple Range Test pada taraf kesalahan 5% dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan komposisi media tanam tanah, arang sekam, cocopeat 1:1:1 memberikan hasil terbaik pada jumlah daun yaitu 26,11 helai dan komposisi media tanam tanah, arang sekam 1:1 memberikan hasil terbaik pada luas daun yaitu 3,43 cm2. Pemberian ZPT dari ekstrak bawang merah sampai konsentrasi 100% tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan setek tanaman mint. Tidak didapatkan kombinasi yang baik antara komposisi media tanam dengan konsentrasi ekstrak bawang merah dalam meningkatkan pertumbuhan setek tanaman mint. | This study aims to determine the proper composition of growing media, the optimal concentration of shallot extract and whether there is interaction between composition of growing media with concentration of shallot extract on stem cuttings of mint. This research was accured from August 2021 to October 2021, and conducted in Majenang, Cilacap Regency and at the Agronomy and Horticultural Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research design was Randomized Blok Design with 2 factors and 3 replications. The first factor was composition of growing media with 4 treatment types; soil, soil and chaff charcoal 1:1, soil and cocopeat 1:1 and soil, chaff charcoal, cocopeat 1:1:1. The second factor was the concentration of shallot extract consisted of 3 levels, namely 0, 50 and 100%. The variables observed included time shoots growth, number of shoots, length of shoots, number of leaves, leaf area, number of roots, canopy fresh weight, roots fresh weight, canopy dry weight and roots dry weight. Data was obtained by using F test and when the result was significant continued with Duncan Multiple Range Test with 5% standars error and regression test. The results of this research showed that the best composition of growing media was soil,chaff charcoal, cocopea, 1:1:1 for variables of the number of leaves (26,11 leaves) and soil,chaff charcoal 1:1 for variables of leaf area (3,43 cm2). The concentration of shallot extract up to 100% as natural growth stimulant had no affect on growth of mint stem cuttings. There was no combination between the composition of growing media and concentration of shallot extract for increasing growth of mint stem cuttings. | |
| 32384 | 35659 | E1A017160 | TANGGUNG JAWAB HUKUM DOKTER TERHADAP IMPLIED EMERGENCY CONSENT DALAM PELAYANAN KESEHATAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk tanggung jawab hukum dokter terhadap implied emergency consent dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (statue approach), pendekatan analitis (analytical approach), dan pendekatan konseptual (conseptual approach), dengan spesifikasi penelitian inventarisasi peraturan perundang-undangan, sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum in concreto. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis isi dan analisis perbandingan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh bahwa pengaturan tanggung jawab hukum hukum dokter terhadap implied emergency consent dalam pelayanan kesehatan menunjukan taraf sinkronisasi vertikal. Artinya, bahwa peraturan perundang-undangan yang lebih rendah berlaku, bersumber dan berdasar pada peraturan peraturan perundang- undangan yang lebih tinggi dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi menjadi pedoman bagi peraturan-peraturan yang lebih rendah, serta di dalam peraturan perundang- undangan tidak ada substansi pasal yang bertentangan. Bentuk tanggung jawab hukum dokter terhadap implied emergency consent dalam pelayanan kesehatan meliputi tanggung jawab hukum perdata dan tanggung jawab hukum pidana berdasarkan Pasal 66 ayat (3) Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan Pasal 32 huruf q Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Tanggung jawab hukum administrasi berdasarkan Pasal 4 Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 4 Tahun 2011 tentang Disiplin Profesional Dokter Dan Dokter Gigi, Pasal 23 Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 50 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penanganan Pengaduan Disiplin Dokter Dan Dokter Gigi, Pasal 31 Peraturan Menteri Kesehatan No. 2052/MENKES/PER/X/2011 tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran, Pasal 19 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 290/MENKES/PER/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran, dan Pasal 66, Pasal 68 dan Pasal 69 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. | This research aims to find out the the synchronization of arrangements and forms of legal responsibility of doctors to implied emergency consent in health services. This study uses a normative juridical research method. The approach method used is a statutory approach, an analytical approach, and a conceptual approach, with specifications for research on an inventory of laws and regulations, legal synchronization, and legal discovery in concreto. The analytical method used is the method of content analysis and comparative analysis. Based on the results of the research conducted, it is found that the legal responsibility of doctors for implied emergency consent in health services shows the level of vertical synchronization. This means that the lower laws and regulations apply, are sourced and based on the higher laws and regulations and the higher laws serve as guidelines for the lower regulations, and the laws and regulations do not there is a contradictory substance in the article. The form of a doctor's legal responsibility for implied emergency consent in health services includes civil legal responsibility and criminal legal responsibility based on Article 66 paragraph (3) of Law Number 29 of 2004 concerning Medical Practice and Article 32 letter q of Law Number 44 of 2009 on Hospitals. Administrative legal responsibilities based on Article 4 of the Regulation of the Indonesian Medical Council Number 4 of 2011 concerning Professional Discipline of Doctors and Dentists, Article 23 of the Regulation of the Indonesian Medical Council Number 50 of 2017 concerning Procedures for Handling Complaints of Discipline of Doctors and Dentists, Article 31 of the Regulation of the Minister of Health No. . 2052/MENKES/PER/X/2011 concerning Practice License and Implementation of Medical Practice, Article 19 Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 290/MENKES/PER/III/2008 concerning Approval of Medical Actions, and Article 66, Article 68 and Article 69 of the Law Law Number 29 of 2004 concerning Medical Practice. | |
| 32385 | 35660 | J1A015004 | THE CHILDREN’S CHANGING PERSPECTIVES ABOUT GETTING A BAD SCORE IN A BAD GRADE ON CHRISTMAS NIGHT USING TRANSACTIONAL READER-RESPONSE THEORY | Penelitian ini berjudul “The Children’s Changing Perspective about Getting A Bad Score in the Story of A Bad Grade on Christmas Night using Transactional Reader Response Theory by Louise Rosenblatt” memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana buku yang berjudul A Bad Grade on Christmas Night bisa merubah persepsi anak-anak tentang nilai buruk di sekolah. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisa data. Data utama pada penelitian ini adalah hasil interview satu per satu secara mendalam dengan siswa yang berumur 8 tahun di BIMBEL ECo. Kemudian, data kedua pada penelitian ini diambil dari jurnal, artikel, dan penelitian lain yang berkaitan dengan teori respons pembaca transaksional, psikologi anak, dan sistem penilaian di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua responden mempunyai perspektif bahwa anak yang mendapat nilai buruk di sekolah adalah anak yang bodoh sedangkan anak yang mendapat nilai baik di sekolah adalah anak yang pintar. Tanggapan mereka mengenai isu mendapat nilai uruk di sekolah dipengaruhi oleh pengalaman mereka di masa lalu, pengetahuan, ingatan, dan suasana hati. Selain itu, ada empat responden yang merubah persepsi mereka tentang nilai buruk di sekolah setelah membaca buku A Bad Grade on Christmas Night dan sat responden tidak merubah persepsinya tentang mendapat nilai buruk di sekolah. Empat responden yang merubah persepsinya diantaranya anak yang bersemangat, anak yang pantang menyerah, anak yang santai, dan anak yang peduli sedangkan responden yang tida merubah persepsinya adalah anak yang ceria. Keywords: Sastra Anak, Teori Respons Pembaca Transaksional, A Bad Grade on Christmas Night | The research entitled “The Children’s Changing Perspective about Getting A Bad Score in the Story of A Bad Grade on Christmas Night using Transactional Reader Response Theory by Louise Rosenblatt” aims to know about how a book entitled A Bad Grade on Christmas Night changes the children’s perspectives about getting a bad grade at school. The researcher used descriptive qualitative method in analyzing the data. The primary data of this research is the result of one-by-one in-depth interviews with 8 years old students in BIMBEL ECo. Then, the secondary data of this research is taken from journals, articles, and online research related to transactional reader-response theory, psychology of children, and grading in Indonesia. The result of this research shows that all of the respondents have perspectives that children who get a bad grade at school are stupid while children who get good score at school is clever. Their responses of getting a bad score at school are influenced by their past experience, knowledge, memories, and mood. Besides, there are four respondents who change their perspectives about getting a bad grade at school after reading a book entitled A Bad Grade on Christmas Night and one respondent does not change his perspective about getting a bad grade at school. The four respondents who change their perspective are an excited kid, an unyielding kid, an easy-going kid, and a caring kid while the respondent who does not change his perspective is a joyful kid. Keywords: Children Literature, Transactional Reader Response Theory, A Bad Grade on Christmas Nigh | |
| 32386 | 35661 | F1B018032 | Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Organisasi di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Banyumas | ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kinerja organisasi di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Banyumas yang dirasa masih kurang maksimal. Hal ini dibuktikan melalui fungsi-fungsi manajemen yang belum berhasil. Selain itu, banyak lulusan yang menganggur dan belum bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja organisasi di BLK Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan menggunakan perhitungan statistik Korelasi Kendall Tau-b, Koefisien Konkordansi Kendall W dan Regresi Ordinal, dengan sasaran penelitian seluruh pegawai BLK baik PNS maupun Non PNS sebanyak 25 orang. Berdasarkan hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara disiplin kerja terhadap kinerja organisasi sebesar 40,6 persen. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja organisasi sebesar 51,4 persen. (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja organisasi sebesar 64,3 persen. Selain itu, hasil analisis yang dilakukan kepada 25 responden menjelaskan bahwa disiplin kerja, motivasi kerja dan kinerja organisasi di BLK Kabupaten Banyumas masuk ke dalam kategori sedang. Artinya bahwa disiplin kerja, motivasi kerja dan kinerja organisasi masih perlu ditingkatkan. Peningkatan disiplin kerja dapat melalui pimpinan yang memberikan contoh kedisiplinan terhadap pekerjaan dan disiplin waktu. Peningkatan motivasi dengan memberikan apresiasi lebih bagi pegawai. Maka, dengan meningkatnya disiplin kerja dan motivasi kerja akan dapat meningkatkan kinerja organisasi BLK Kabupaten Banyumas. Kata Kunci: disiplin kerja, kinerja organisasi, motivasi kerja | ABSTRACT This research is motivated by organizational performance at the Work Training Center (BLK) Banyumas Regency which is still not optimal. This is evidenced by the management functions that have not been successful. In addition, many graduates are unemployed and have not worked. The purpose of this study was to determine and analyze the magnitude of the influence of work discipline and work motivation on organizational performance at BLK Banyumas Regency. This study uses quantitative associative methods with data collection techniques through questionnaires and documentation. The analytical method used is the statistical calculation of Kendall Tau-b Correlation, Kendall W Concordance Coefficient and Ordinal Regression, with the research target of 25 BLK employees, both civil servants and non-civil servants. Based on the results of the quantitative analysis in this study, it can be explained as follows: (1) There is a significant influence between work discipline on organizational performance by 40.6 percent. (2) There is a significant influence between work motivation on organizational performance by 51.4 percent. (3) There is a significant effect between work discipline and work motivation on organizational performance by 64.3 percent. In addition, the results of the analysis conducted on 25 respondents explained that work discipline, work motivation and organizational performance at BLK Banyumas Regency were in the medium category. This means that work discipline, work motivation and organizational performance still need to be improved. Improved work discipline can be through leaders who provide examples of discipline towards work and time discipline. Increased motivation by giving more appreciation to employees. So, by increasing work discipline and work motivation, it will be able to improve the organizational performance of BLK Banyumas Regency. Keywords: organizational performance, work discipline, work motivation | |
| 32387 | 35662 | C1B016040 | Pengaruh Rasio Profitabilitas terhadap Keputusan Struktur Modal (Studi pada Perusahaan Ritel di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio-rasio profitabilitas antara lain ROA (Return On Assets), ROE (Return On Equity), NPM (Net Profit Margin), OPM (Operating Profit Margin), dan GPM (Gross Profit Margin) terhadap Struktur Modal dengan Pertumbuhan Penjualan dan Ukuran perusahaan sebagai Variabel control pada perusahaan ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling dimana pada akhirnya dipilih sebanyak 20 perusahaan yang menjadi sampel. Data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah jenis data sekunder yang berasal dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2016-2020. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deksriptif, analisis data panel, analisis asumsi klasik dan uji statistik non-parametrik Kruskal Wallis. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa secara parsial hanya variabel dari OPM (Operating Profit Margin) yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap DER (Debt Equity Ratio). Sedangkan untuk variabel lainnya antara lain ROA (Return On Assets), ROE (Return On Equity), NPM (Net Profit Margin), dan GPM (Gross Profit Margin) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap DER (Debt Equity Ratio). Kemudian, ukuran perusahaan mengontrol signifikan pengaruh Return on Assets, Net Profit Margin, Return On Equity, Gross Profit Margin, Operating Profit Margin terhadap struktur modal. Sedangkan pertumbuhan penjualan mengontrol tidak signifikan pengaruh Return on Assets, Net Profit Margin, Return On Equity, Gross Profit Margin, Operating Profit Margin terhadap struktur modal. | This study aims to determine the effect of profitability ratios, including ROA (Return On Assets), ROE (Return On Equity), NPM (Net Profit Margin), OPM (Operating Profit Margin), and GPM (Gross Profit Margin) on Capital Structure with sales growth and firm size as control variables in retail companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The research sampling technique used purposive sampling where in the end 20 companies were selected as samples. The data used in this study is a type of secondary data originating from the official website of the Indonesia Stock Exchange (IDX) in the 2016-2020 period. The data analysis techniques used in this research are descriptive analysis, panel data analysis, classical assumption analysis and non parametric Kruskal Wallis test. The results of this study state that partially only the variable from OPM (Op-erating Profit Margin) has a positive and significant effect on DER (Debt Equity Ratio). Meanwhile, for other variables such as ROA (Return On As-sets), ROE (Return On Equity), NPM (Net Profit Margin), and GPM (Gross Profit Mar-gin) do not have a significant effect on DER (Debt Equity Ratio). Then, Firm Size controls the significant effect of Return on Assets, Net Profit Margin, Return On Equity, Gross Profit Margin, Operating Profit Margin on the capital structure. Meanwhile, sales growth controls the insignificant effect of Return on Assets, Net Profit Margin, Return On Equity, Gross Profit Margin, Operating Profit Margin on the capital structure. | |
| 32388 | 35663 | J1D017044 | PENGGAMBARAN KARAKTER TOKOH UTAMA PADA KUMPULAN CERPEN KEGELAPAN DI BAWAH MATAHARI KARYA PUTU ARYA TIRTAWIRYA DAN RELEVANSI TERHADAP PEMBELAJARAN CERPEN DI SMA | Penelitian ini berjudul “Penggambaran Karakter Tokoh Utama Pada Kumpulan Cerpen Kegelapan Di Bawah Matahari Karya Putu Arya Tirtawirya dan Relevansi Terhadap Pembelajaran Cerpen di SMA”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penggambaran karakter tokoh utama dalam kumpulan cerpen Kegelapan di Bawah Matahari karya Putu Arya Tirtawirya berdasarkan teori dari Edgar V. Roberts. (2) Relevansi hasil penelitian terhadap pembelajaran cerpen di SMA. Bentuk penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini berfokus pada karakter yang dimiliki oleh tokoh utama pada buku kumpulan cerpen. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik baca, simak, dan catat. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif. Teknik penyajian data pada penelitian ini yaitu menggunakan metode penyajian informa. Hasil penelitian pada buku kumpulan cerpen Kegelapan di Bawah Matahari karya Putu Arya Tirtawirya yang memfokuskan pada unsur tokoh dan penokohan tokoh utama dengan menggunakan teori dari Edgar V. Roberts (1983), diperoleh yaitu penggambaran dengan cara apa yang dikatakan oleh tokoh tentang dirinya ada 9 data, apa yang dilakukan oleh tokoh ada 11 data, apa kata tokoh-tokoh lain tentang tokoh yang dianalisis ada 1 data, dan apa kata pengarang tentang tokohnya ada 1 data. Kemudian berdasarkan penggambaran watak tokoh menurut Waluyo (2011:21), watak tokoh memiliki sifat dan karakteristik yang dapat dirumuskan ke dalam tiga dimensi yaitu dimensi psikologis 13 data, dimesi sosiologis 6 data, dan dimensi fisiologis 3 data. Relevansi hasil analisis tokoh utama dalam kumpulan cerpen Kegelapan di Bawah Matahari karya Putu Arya Tirtawirya dapat digunakan sebagai rujukan atau referensi pembelajaran atau bahan ajar jenjang SMA kurikulum 2013 kelas XI pada Kompetensi Dasar (KD) 3.9 Menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek pada buku kumpulan cerita. | Literary works are language-based creative forms that serve two purposes: entertainment and education. Poems, prose, and theatre are examples of several types of literary works. Novels and short tales can both be considered prose. The author of this research looks at the major characters in Putu Arya Tirtawirya's short story collection Kegelapan di Bawah Matahari. Based on Edgar V. Roberts' theory, this study tries to describe (1) the characters in Putu Arya Tirtawirya's collection of short stories Kegelapan di Bawah Matahari. (2) The application of study findings to the teaching of short stories in high school. Students should be able to get a better understanding of the elements that make up literary works, particularly short tales. This study takes the form of descriptive qualitative research. The focus of this study is on the personality of the main character in a collection of short stories. Reading, listening, and taking notes were used to collect data in this study. The descriptive analysis method was utilized to analyze the data. In this study, the way of displaying data is the manner of providing information. The findings of the research on Putu Arya Tirtawirya's book collection of short stories Kegelapan di Bawah Matahari, which focuses on the elements of character and characterization of the main character using the theory of Edgar V. Roberts (1983), show that the depiction of what the character says about him has 9 data, what the characters do has 11 data, what other characters say about the characters being analyzed has 1 data, and what the author says about the characters being analyzed has 1. The character's character has properties and characteristics that can be formulated into three dimensions, namely the psychological dimension with 13 data, the sociological dimension with 6 data, and the physiological dimension with 3 data, based on Waluyo's (2011:21) description of the character's character Relevance of the findings of the main character's study in the collection of short tales Putu Arya Tirtawirya's Kegelapan di Bawah Matahari can be utilized as a reference, learning resource, or teaching material for the 2013 high school class XI Basic Competence curriculum (KD) 3.9 In tale books, analyzing the elements of short story builders. | |
| 32389 | 35669 | H1C015038 | Tsunami Hazard Zone and Multiple Scenarios of Tsunami Evacuation Route at Jetis Beach, Cilacap Regency, Indonesia | Tsunami 2006 di sepanjang Pantai Pangandaran hingga Cilacap mengakibatkan 802 kematian, 498 cedera, 55 juta dolar kerugian dan 1623 rumah hancur. Di Desa Jetis, Kabupaten Cilacap terdapat 12 korban jiwa dan ratusan rumah hancur. Daerah ini merupakan destinasi wisata yang dikunjungi ratusan orang per minggunya. Selain itu wilayah Desa Jetis juga dekat dengan pusat pembangkit listrik tenaga uap Cilacap yang merupakan objek vital nasional. Tingginya tingkat kerusakan tersebut diakibatkan oleh kurangnya perencanaan mitigasi bencana tsunami. Dalam perencanaan mitigasi tsunami, pemodelan tsunami dapat digunakan untuk mendapatkan data persebaran genangan tsunami di suatu wilayah. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah membuat peta kerawanan bencana tsunami di Desa Jetis, Cilacap. Metode perhitungan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan skoring dan overlay berdasarkan jarak dari garis pantai, ketinggian, jarak dari sungai, dan juga kemiringan lereng Desa Jetis dan sekitarnya. Setelah simulasi pemodelan tsunami, kemudian dilakukan pembuatan peta rute evakuasi tercepat yang diolah menggunakan aplikasi MATLAB dengan menggunakan algoritma dijkstra. Berdasarkan hasil pengolahan menggunakan aplikasi MATLAB, ditemukan 4 rute evakuasi tercepat dengan jarak sekitar 683-1683m. Penelitian ini dilakukan di sekitar Pantai Jetis. | The 2006 tsunami, throughout the Pangandaran to Cilacap Coast, resulted in 802 deaths and 1623 houses being destroyed. At Jetis beach, Cilacap Regency, 12 people died, and hundreds of houses were damaged. This area is a tourism destination, visited by hundreds of people per week. Therefore, this study aims to determine a tsunami hazard zone and the most effective evacuation route based on multiple factors and scenarios. The method of this study includes scoring, weighting, and overlaying the distance of the Jetis beach from the shoreline and the river, including the elevation and topography. The study results depict five levels of tsunami hazard zone at the Jetis beach: an area of high potential impact, moderately high, moderate, moderately low, and low. The southern Jetis beach is the most vulnerable area with regard to tsunamis, characterized by low elevation, proximity to the beach and rivers, and gentle slopes. The simulation results show the four fastest evacuation routes with the distance from the high-risk zone to the safe zone of around 683–1683 m. This study infers that the southern part of the Jetis beach, in the moderate to high impact zone, needs greater attention as it would suffer worst impact from a tsunami. | |
| 32390 | 35664 | H1B017031 | PENGARUH PEMANFAATAN CALCIUM STEARATE SEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA SCC MUTU 30 MPA TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG DENGAN BAHAN PENGIKAT PCC | Beton merupakan bahan bangunan yang sangat banyak digunakan di Indonesia. Seiring dengan perkembangan zaman, muncul beragam modifikasi pada beton dengan menambahkan beberapa bahan tambah seperti superplasticizer dan calcium stearate. Salah satu inovasi perkembangan beton yang terkenal adalah beton SCC (Self Compacting Concrete) yaitu beton yang dapat memadat sendiri. Dalam penelitian ini, digunakan jenis beton SCC dan bahan tambah calcium stearate dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan calcium stearate sebesar 0, 1, 5, dan 10 kg/m3 terhadap kuat lentur dan pola keruntuhan pada balok beton SCC bertulang. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk balok dengan ukuran panjang 100 cm, lebar 10 cm dan tinggi 15 cm dengan jumlah total 8 benda uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat lentur balok SCC dengan penambahan calcium stearate sebesar 0, 1, 5, dan 10 kg/m3 berturut-turut adalah sebesar 41.214 MPa, 39.106 MPa, 36.908 MPa, dan 35.491 MPa. Sehingga dapat disumpulkan bahwa penambahan variasi calcium stearate cenderung menurunkan nilai kuat lentur balok SCC. Dan secara umum, pola keruntuhan yang terjadi pada balok SCC dengan penambahan variasi calcium stearate adalah pola keruntuhan geser lentur. Pola keruntuhan ini terjadi pada hampir semua benda uji. | Concrete is a building material that is widely used in Indonesia. Throughout these years, various modifications to concrete developed by adding several additional materials such as superplasticizer and calcium stearate. One of the well-known innovations in the development of concrete is SCC (Self Compacting Concrete) concrete, which is self-compacting concrete. In this study, SCC concrete and calcium stearate was used in order to determine the effect of variations in the addition of calcium stearate of 0, 1, 5, and 10 kg/m3 on the flexural strength and failure pattern of reinforced SCC concrete beams. The test object implemented in this study was in the form of a beam with a length of 100 cm, a width of 10 cm and a height of 15 cm with a total of 8 specimens. The results showed that the flexural strength of the SCC beam with the addition of calcium stearate of 0, 1, 5, and 10 kg/m3 was 41,214 MPa, 39,106 MPa, 36,908 MPa, and 35,491 MPa, respectively. Thus, it can be concluded that the addition of variations in calcium stearate reduces the flexural strength of SCC beams. Moreover, the failure pattern that occurs in SCC beams with the addition of calcium stearate variations is a flexural shear failure pattern. This failure pattern occurs in almost all test objects. | |
| 32391 | 35665 | B1A016104 | Aktivitas Bakteri Lignoselulolitik dari Batang Rami dan Kemampuannya dalam Degumming Serat Rami | Kebutuhan industri tekstil dengan serat kapas impor masih sangat tinggi. Serat tumbuhan rami (Boehmeria nivea S. Gaud) merupakan salah satu alternatif pengganti serat kapas. Kelebihan serat rami yaitu tingginya kandungan selulosa, tingginya daya serap air, ketahanan terhadap serangan mikroba, dan ketahanan dalam pencucian dengan detergen. Pengolahan serat rami dilakukan dalam beberapa tahap, salah satunya penghilangan sisa gum atau disebut degumming. Proses degumming dapat dilakukan dengan bantuan bakteri lignoselulolitik. Bakteri lignoselulolitik mampu mendegradasi gum dari serat rami untuk memenuhi kebutuhan karbonnya dan dapat berperan dalam mempercepat proses degumming. Beberapa jenis bakteri dari batang rami diketahui memiliki aktivitas lignoselulase, namun waktu inkubasi terbaik dalam proses serat rami masih sangat bervariasi. Tujuan penelitian ini mengisolasi bakteri lignoselulolitik dari batang rami dan mengetahui kemampuannya dalam proses degumming serat rami. Penelitian biodegumming serat rami dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial. Penelitian Isolasi bakteri lignoselulolitik, uji kualitatif dan kuantitatif aktivitas lignoselulolitik isolat bakteri dilakukan survei dan análisis data secara deskriptif. Variabel bebas penelitian adalah jenis isolat dan waktu inkubasi degumming, dan variabel terikat pada penelitian ini adalah kualitas serat. Parameter utama yang diukur adalah kandungan selulosa, hemiselulosa, lignin dan pektin serat, dan parameter pendukung adalah kekuatan tarik dan kehalusan serat serta jumlah populasi bakteri proses . Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 11 isolat (A41, B41, C41, A42, B42, A51, B51, C51, A51, B51, dan C51) yang diperoleh terdapat 3 isolat dengan kode A41, C41, C51 memiliki Indeks Aktivitas Lignoselulolitik tertinggi. Ketiga isolat yang terpilih (A41, C41, C51) berturut-turut memiliki aktivitas selulase kasar sebesar 0,0106 U/mL; 0,0093 U/mL; dan 0,0078 U/mL. Hasil terbaik pada proses degumming ditunjukkan oleh isolat A41 yaitu dengan nilai kandungan gum akhir hemiselulosa 17,05 %, selulosa 78,14 %, lignin 0,25 % dan pektin 1,69 % pada waktu inkubasi 96 Jam dengan kekuatan tarik serat 19,16 cN/Tex dan kehalusan serat 7.17 Tex serta jumlah populasi selama proses degumming sebesar 2,2-13 x 108 CFu/mL | The need for the textile industry with high, imported cotton fiber even reaches 90% of the total demand. Ramie plant fiber (Boehmeria nivea S. Gaud) is an alternative to cotton fiber. Some advantages of ramie fiber are high cellulose content, high water absorption, resistance to microbial attack, and resistance to washing with detergents. Processing of hemp fiber is carried out in several stages, one of which is the removal of gum residues or called degumming. The degumming process can be carried out with the help of lignocellulolytic bacteria. Lignocellulolytic bacteria can degrade gum from ramie fiber to meet their carbon needs and can accelerating the degumming process. Several types of bacteria from ramie stems are known to have lignocellulolytic enzymes activity, but the best incubation time in the degumming process of flax fiber is varied. The purpose of this study was to isolate lignocellulolytic bacteria from flax stems and to determine their ability to degumming flax fiber. The biodegumming study of ramie fiber was carried out experimentally using a completely randomized design with a factorial pattern. The study consisted of isolation of lignocellulolytic bacteria, qualitative and quantitative tests of lignocellulolytic activity of bacterial isolates carried out by surveys and descriptive data analysis. The independent variables were the type of isolate and the incubation time of degumming, and the dependent variable in this study was fiber quality. The main parameters measured were the content of cellulose, hemicellulose, lignin and pectin of the fiber, and the supporting parameters were the tensile strength and fineness of the fiber and the number of bacterial populations in the degumming process. The results showed that of the 11 isolates (A41, B41, C41, A42, B42, A51, B51, C51, A51, B51, and C51) obtained, there were 3 isolates with codes A41, C41, C51 having the highest lignocellulolytic activity index. The three selected isolates (A41, C41, C51) had crude cellulase activity of 0.0106 U/mL, respectively; 0.0093 U/mL; and 0.0078 U/mL. The best results in the degumming process were shown by isolate A41 with the final gum content of hemicellulose 17.05%, cellulose 78.14%, lignin 0.25% and pectin 1.69% at incubation time of 96 hours with fiber tensile strength 19.16 cN/Tex and fiber fineness 7.17 Tex and the total population during the degumming process is 2.2-13 x 108 CFu/mL | |
| 32392 | 37824 | A1A018026 | Analisis Strategi Pemasaran Lemon California di PT. Cilengko Lentera Albarokah | Budidaya lemon California di PT. Cilengko Lentera Albarokah memiliki prospek yang baik dengan kestabilan permintaan pasar dan jumlah permintaan yang mengalami peningkatan seiring waktu. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap pendapatan dari kegiatan usahatani yaitu pemasaran. Dalam memasarkan suatu produk maka dibutuhkan adanya strategi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal perusahaan yang mempengaruhi strategi pemasaran, (2) Merumuskan dan menetapkan strategi pemasaran yang sesuai untuk diterapkan oleh perusahaan. Lokasi penelitian dilakukan di PT. Cilengko Lentera Albarokah. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Rancangan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu suatu teknik untuk penentuan dan mengambil sampel yang ditentukan oleh peneliti dengan pertimbangan tertentu. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis matrik IFE dan EFE, SWOT serta Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama yang dihasilkan dari matrik QSPM diketahui bahwa strategi yang cocok diterapkan oleh perusahaan adalah strategi diversifikasi produk dan strategi alternatif didapatkan dari hasil kombinasi antara faktor internal dan eksternal. | Lemon California cultivation at PT. Cilengko Lentera Albarokah has a good prospect with a stability of market demand and the number of requested that have increase by the time. One of factor that give a big effect from a farming is marketing. Marketing a product need a marketing strategic. This study aims to: (1) identify and analyze internal factor and external factor of a company that give an effect to a marketing strategic, (2) formulate and set a compatible marketing strategic for the company. The research location was determined purposively at PT. Cilengko Lentera Albarokah. The time of the research was carried out from July to August 2022. The research method used a case study. The sampling design used a purposive sampling, a technique that the researcher determined his respondent with the purpose. The data analysis used was IFE and EFE matrix, SWOT and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The result showed that the main strategic output that come from QSPM matrix is known the compatible strategic for the company is product diversification and the alternative strategic output is a combination between internal factor and external factor. | |
| 32393 | 35667 | C1L017013 | PENGARUH EFIKASI DIRI, REGULASI DIRI, DAN PROKRASTINASI TERHADAP PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | RINGKASAN Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif kausal dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Januari 2022. Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Efikasi Diri, Regulasi Diri, dan Prokrastinasi terhadap Prestasi Akademik”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) Pengaruh efikasi diri terhadap prestasi akademik; (2) Pengaruh regulasi diri terhadap prestasi akademik; dan (3) Pengaruh prokrastinasi terhadap prestasi akademik. Teknik sampling yang digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2017, 2018, dan 2019. Sampel penelitian sebanyak 111 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, dan uji statistik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa : (1) Efikasi diri berpengaruh positif terhadap prestasi akademik; (2) Regulasi diri berpengaruh positif terhadap prestasi akademik; dan (3) Prokrastinasi berpengaruh positif terhadap prestasi akademik. Implikasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa dengan efikasi diri dan regulasi dirinya tinggi atau positif maka mereka merasa dapat pembelajaran mereka, mempunyai kemampuan untuk berhasil, dan dapat mengontrol suatu tindakan. Jika semakin tinggi prokrastinasi akademik pada mahasiswa maka semakin rendah pula tingkat prestasi akademiknya dan juga sebaliknya. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan menambahkan variabel lain yang dapat mempengaruhi prestasi akademik seperti motivasi belajar, pengaruh minat belajar, dan pengaruh teman sebaya. | SUMMARY This study is a causal associative study with a quantitative approach. This research was conducted in Economic Education Study Program of Jenderal Soedirman University in January 2022. This study takes the title “The Effect of Self-Efficacy, Self-Regulation, and Procrastination on Academic Achievement”. This study aims to analyze : (1) The effect of self-efficacy on academic achievement; (2) The effect of self-regulation on academic achievement; (3) The effect procrastination on academic achievement. The research sampling technique was Proportionate Stratified Random Sampling. The population in this study were students Economic Education Jenderal Soedirman University force 2017, 2018, and 2019. The research sample covered 111 respondents. The data collection techniques were questionnaire. The data analysis technique was classic assumption test, multiple linear regression analysis, and statistic test. The result of data analysis showed that : (1) Self-Efficacy have a positive effect on academic achievement; (2) Self-Regulation have a positive effect on academic achievement; (3) Procrastination have a positive effect on academic achievement. The implication of this research as an Students with high or positive self-efficacy and self-regulation, they feel they can learn from them, have the ability to succeed, and can control their actions. If the higher the academic procrastination in students, the lower the level of academic achievement and otherwise. For further research, expected to add other variables that can affect academic achievement such as motivation to learn, the influence of interest in learning, and the influence of peers. | |
| 32394 | 36828 | L1C015006 | Struktur Komunitas dan Distribusi Larva Kepiting (Brachyura) di Laguna Segara Anakan Bagian Timur Kabupaten Cilacap | Larva kepiting memiliki peran sebagai suksesor kepiting dewasa dan berperan langsung di perairan sebagai penghubung alur energi dalam rantai makanan. Perairan Laguna Segara Anakan (LSA) bagian Timur merupakan alur utama ruaya larva kepiting di Laut Selatan Cilacap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah dan jenis, struktur komunitas dan distribusi larva kepiting di perairan LSA bagian Timur. Penelitian dilakukan pada bulan April 2017 di LSA bagian Timur. Metode yang digunakan adalah metode survei, dengan melakukan sweap area menggunakan larva net (mesh size 50 µm) untuk mengambil larva kepiting, serta dilakukan pengukuran parameter fisika-kimia air (suhu, salinitas dan pH) pada setiap stasiun penelitian. Sampel larva kepiting diidentifikasi morfologinya melalui mikroskop dan selanjutnya dianalisis untuk memperoleh struktur komunitas (keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi) dan distribusi. Hasil penelitian menemukan total 73 individu larva kepiting. Jenis larva kepiting yang ditemukan antara lain Cancer, Carcinus, Ebalia, Inachus, Maja dan Portunus. Struktur komunitas larva kepiting yaitu keanekaragaman tergolong rendah hingga sedang (H’=0,56-1,32), keseragaman tergolong tinggi (E=0,81-0,95) dan dominansi tergolong rendah hingga tinggi (D=0,280,63). Distribusi larva kepiting di LSA bagian Timur tergolong dalam kategori acak (Iδ = 0,94) dan mengelompok (Iδ = 1,23-2,08). | Crab larvae have a role as a successor to adult crabs and have a direct role in the waters as a link for energy flows in the food chain. The waters of the Eastern Segara Anakan Lagoon (LSA) are the main channel for crab larvae in the South Sea of Cilacap. The purpose of this study was to determine the number and type, community structure and distribution of crab larvae in the Eastern LSA waters. The study was conducted in April 2017 in Eastern LSA. The method used is a survey method, by conducting a sweap area using a larval net (mesh size 50 µm) to take crab larvae, and measuring water physical-chemical parameters (temperature, salinity and pH) at each research station. Samples of crab larvae were identified by microscop and then analyzed to obtain community structure (diversity, evenness, and dominance) and distribution. The results of the study found a total of 73 individual crab larvae. Types of crab larvae found include Cancer, Carcinus, Ebalia, Inachus, Maja and Portunus. The structure of the crab larvae community is that diversity is low to moderate (H'=0.56-1.32), evenness is high (E=0.81-0.95) and dominance is low to high (D=0.280.63). The distribution of crab larvae in the Eastern LSA was categorized as random (Iδ = 0.94) and clustered (Iδ = 1.23-2.08). | |
| 32395 | 35671 | F1C015045 | EFEKTIFITAS PENGGUNAAN GOOGLE SCHOLAR TERHADAP TINGKAT KEPUASAN YANG DIPEROLEH DALAM PENCARIAN SUMBER INFORMASI BAGI MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI UNSOED | Penggunaan internet pada setiap khalyak memiliki motif-motif tertentu. Salah satunya ialah mahasiswa yang secara aktif menggunakan media internet sebagai sarana pemenuhan kebutuhannya dalam bidang akademis. Salah satu media informasi yang terdapat diinternet yang sering digunakan mahasiswa ialah Google Scholar, media yang memberikan kemudahan bagi penggunanya dalam mencari sumber informasi berupa materi kuliah, jurnal ilmiah, buku dan lain sebagainya. Pada penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui sejauh mana efektifitas penggunaan media Google Scholar berpengaruh terhadap tingkat kepuasan yang diperoleh dalam pencarian sumber informasi bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNSOED. Penggunaan metode survey dengan teknik analisis regresis sederhana yang diberikan kepada 72 responden pada penelitian ini. Maka peneliti juga mengunakan teknik stratification random sampling dalam memperoleh data kuisioner. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah Uses and Gratifications. Teori ini dapat dipahami bahwa khalayak adalah pribadi atau seseorang yang aktif serta mimiliki tujuan tertentu dalam mengasumsi informasi media massa. Adapun keaktifan khayalak dalam memilih media massa yang akan digunkan dinilai sangat inisiatif. Adapun konsep dari teori ini ialah adanya Gratification Sought (motif atau kepuasan yang dicari), dan Gratification Obtained (kepuasan yang diperoleh). Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa bahwa nilai t-hitung > t-tabel, yaitu 8,787 > 1,997 dan nilai signifikasi < 0,05, yaitu 0,000 < 0,05. Dengan hasil data tersebut dapat disimpulkan bahwa Ha yang berbunyi “terdapat pengaruh signifikasi dan positif anatara efektifitas penggunaan media Google Scholar terhadap tingkat kepuasan yang diperoleh dalam pencarian sumber informasi bagi mahasiswa ilmu komunikasi Unsoed” diterima, sedangkan Ho ditolak. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapatnya pengaruh penggunaan Google Scholar terhadap tingkap kepuasan yang diperoleh dalam pencarian sumber informasi bagi mahasiswa ilmu komunikasi UNSOED hanya sebesar 52%. Selebihnya, 48% berasal atau dipengaruhi dari faktor lainnya seperti penggunaan media lain atau media yang lebih cocok bagi penggunanya. | The use of the internet in every audience has certain motives. One of them is students who actively use the internet as a means of fulfilling their needs in the academic field. One of the information media found on the internet that is often used by students is Google Scholar, a media that makes it easy for users to find sources of information in the form of lecture materials, scientific journals, books and so on. This study aims to determine the extent to which the effectiveness of the use of Google Scholar media affects the level of satisfaction obtained in finding sources of information for UNSOED Communication Studies students. The use of a survey method with a simple regression analysis technique was given to 72 respondents in this study. So the researchers also used the stratification random sampling technique in obtaining the questionnaire data. The theory used in this research is Uses and Gratifications. This theory can be understood that the audience is a person or someone who is active and has a specific purpose in assuming mass media information. The activeness of the audience in choosing the mass media to be used is considered very initiative. The concept of this theory is the existence of Gratification Sought (the motive or satisfaction sought), and Gratification Obtained (satisfaction obtained). This study concluded that the t-count > t-table, namely 8.787 > 1.997 and the significance value <0.05, ie 0.000 <0.05. With the results of these data, it can be concluded that Ha which reads "there is a significant and positive influence between the effectiveness of the use of Google Scholar media on the level of satisfaction obtained in searching for information sources for Unsoed communication science students" is accepted, while Ho is rejected. This study shows that there is an effect of using Google Scholar on the level of satisfaction obtained in finding sources of information for UNSOED communication science students only by 52%. The rest, 48% comes from or is influenced by other factors such as the use of other media or media that are more suitable for users. | |
| 32396 | 35670 | J1D016020 | NILAI RELIGIUS PADA NOVEL ANA UHIBBUKA FILLAH, USTAZ KARYA SAFILA HATMAYANTI DAN RELEVANSINYA DALAM MENGANALISIS PESAN NOVEL DI KELAS XI | Sastra merupakan salah satu sarana untuk mengajarkan nilai-nilai kehidupan. Nilai religius merupakan nilai dalam karya sastra yang mengandung pesan untuk memotivasi pembaca agar menaati ajaran agama yang dianutnya, menghayati, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran atau mendeskripsikan nilai religius dalam novel novel Ana Uhibbuka Fillah, Ustaz karya Safila Hatmayanti. Penelitian ini juga bertujuan untuk memaparkan hasil penelitian dengan merelevansikan ke dalam pembelajaran menganalisis isi pesan novel di kelas XI SMA. Penelitian ini adalah penelitian yang berbentuk penelitian kualitatif. Teknik simak dan catat digunakan untuk mencari data berupa kutipan atau penggalan cerita. Data tersebut dianalisis menggunakan analisis isi untuk mencari makna tersirat atau tersurat dalam cerita. Data-data dalam penelitian dideskripsikan menggunakan teknik informal berupa kata-kata tanpa gambar dan lambang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti, novel Ana Uhibbuka Fillah, Ustaz karya Safila Hatmayanti memiliki 39 data unsur intrinsik meliputi: (a) plot, (b) latar, (c) penokohan. Nilai religius dalam novel memiliki 28 data meliputi: (a) hubungan manusia dengan tuhan, (b) hubungan manusia dengan lingkungan dan masyarakat, (c) hubungan manusia dengan sesama, (d) hubungan manusia dengan dirinya. Implementasi hasil penelitian ini yaitu dapat dimanfaatkan sebagai media atau referensi pembelajaran sastra dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.11 menganalisis isi pesan buku fiksi yang dibaca. Dari uraian diatas dapat disimpulkan, bahwa novel Ana Uhibbuka Fillah, Ustaz karya Safila Hatmayanti mengandung nilai religius dan pesan yang dapat diimplementasikan ke dalam pembelajaran sastra di kelas XI SMA. | Literature is a means to teach the values of life. Religious values are values in literary works that contain messages to motivate readers to obey the teachings of their religion, live, and practice them in everyday life. This study aims to provide an overview or describe religious values in the novel, Ana Uhibbuka Fillah, Ustaz by Safila Hatmayanti. This study also aims to explain the results of the study by making it relevant to learning to analyze the content of novel messages in class XI SMA. This research is a qualitative research. The listening and note-taking technique is used to find data in the form of quotes or story fragments. The data were analyzed using content analysis to find the implied or explicit meaning in the story. The data in the study were described using informal techniques in the form of words without pictures and symbols. Based on research conducted by researchers, the novel, Ana Uhibbuka Fillah, Ustaz by Safila Hatmayanti has 39 data on intrinsic elements include: (a) plot, (b) setting, (c) characterize. Religious values in the novel have 28 data include: (a) human relations with God, (b) human relations with the environment and society, (c) human relationships with others, (d) human relationships with them. The implementation of the results of this study can be used as a medium or reference for learning literature with Basic Competence (KD) 3.11 analyzing the message content of the fiction book that is read. From the description above, it can be concluded that the novel, Ana Uhibbuka Fillah, Ustaz by Safila Hatmayanti contains religious values and messages that can be implemented in learning literature in class XI SMA. | |
| 32397 | 35672 | B1A018054 | Pertumbuhan dan Kandungan Polifenol Selada Merah (Lactuca sativa L. var. Crispa) pada Media Tanam dengan Pemberian Asam Humat | Selada merah (Lactuca sativa L. var. Crispa) merupakan salah satu tanaman yang memiliki nilai komersial dan berperan sebagai penghasil polifenol. Polifenol memiliki manfaat yang sangat luas, salah satunya adalah sebagai antioksidan. Peningkatan kandungan polifenol pada tanaman dapat dilakukan dengan cara meningkatkan biomassa tanaman. Asam humat merupakan biorganik yang mengandung unsur hara makro dan mikro sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan. Asam humat juga dapat meningkatkan aktivitas enzim PAL (Phenilalanin amonia lyase) yang dapat meningkatkan kandungan polifenol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asam humat terhadap pertumbuhan dan kandungan polifenol selada merah serta menentukan konsentrasi asam humat yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan kandungan polifenol selada merah. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas empat konsentrasi asam humat yaitu 0 g.kg¬-1, 4 g.kg¬-1, 8 g.kg¬-1, dan 12 g.kg¬-1 dengan lima kali ulangan. Parameter yang diamati adalah jumlah daun, bobot basah, bobot kering, dan kandungan polifenol. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Biologi Universitas Jendral Soedirman dari November 2021 sampai Februari 2022. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan taraf uji 0,05 dan 0,01, dengan uji lanjut Duncan pada taraf uji 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam humat mampu meningkatkan pertumbuhan dan kandungan polifenol selada merah dengan konsentrasi paling efisien 6,45 g.kg¬-1. | Red lettuce (Lactuca sativa L. var. Crispa) is a commercial plant and as a producer of polyphenols. Polyphenols have benefits as antioxidants. Increasing the polyphenol content in the plants can be done by increasing the biomass of plant growth. Humic acid is bioorganic that contains macro and micro nutrients so that can increase growth. Humic acid can also increase the activity of the enzyme PAL (Phenylalanine ammonia lyase) which can increase the content of polyphenols. The aims of this research were to determine the effect of humic acid on growth and polyphenol content of red lettuce and also to determine the concentration humic acid in increasing growth and polyphenol content of red lettuce. This research carried out using an experimental method of Completely Randomized Design (CRD). The treatments consisted of four humic acid levels with concentrations of 0 g.kg¬-1, 4 g.kg¬-1, 8 g.kg¬-1, and 12 g.kg¬-1 in five repetition. Parameters that observed are number of leaves, wet weight, dry weight, and polyphenol content. The research carried out at the Greenhouse and Plant Physiology Laboratory, Faculty of Biology, Jendral Soedirman University from November 2021 to February 2022. The data obtained were analyzed using ANOVA test with a test level of 0,05 and 0,01, with Duncan's further test at a test level of 0,05. The results showed that the administration of humic acid was able to increase the growth and polyphenol content of red lettuce with the most efficient concentration of 6,45 g.kg¬-1. | |
| 32398 | 35673 | B1A018055 | Respon Pertumbuhan dan Kandungan Vitamin C pada Selada Merah (Lactuca sativa L. var. Crispa) terhadap Pemberian Asam Humat | Selada merah (Lactuca sativa L. var. Crispa) merupakan tanaman sayuran yang mengandung berbagai nutrisi serta vitamin C yang termasuk metabolit sekunder. Nutrisi tersebut dapat dioptimalkan dengan adanya peningkatan pertumbuhan terkait biomassa tanaman. Peningkatan pertumbuhan tanaman dapat dilakukan dengan pemberian asam humat sebagai senyawa organik pada media tanam. Penambahan asam humat memiliki peran dalam meningkatkan ketersediaan unsur hara dengan menambah biomassa dan kandungan metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian asam humat terhadap pertumbuhan dan kandungan vitamin C pada tanaman selada merah serta menentukan konsentrasi asam humat yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan kandungan vitamin C selada merah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan pada penelitian ini berupa pemberian asam humat dengan konsentrasi 0 g.kg-1, 4 g.kg-1, 8 g.kg-1, dan 12 g.kg-1 dengan lima kali ulangan. Respon pertumbuhan diamati melalui perhitungan luas daun, bobot basah tanaman, dan bobot kering tanaman, sedangkan kandungan vitamin C diamati dengan cara mengukur kandungannya menggunakan metode spektrofotometri. Penelitian dilaksanakan di greenhouse dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman dari November 2021 sampai Februari 2022. Data yang didapat dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% dan 99% yang dilanjutkan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam humat dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan kandungan vitamin C pada selada merah. Adapun konsentrasi asam humat yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan kandungan vitamin C pada selada merah adalah 8 g.kg-1. | Red lettuce (Lactuca sativa L. var. Crispa) is a plant vegetable containing various nutrients and vitamin C, a secondary metabolite. These nutrients can be optimized by increasing the growth in the biomass plant. Increasing the plant growth can be done by using humic acid as an organic compound in the growing medium. The addition of humic acid has the role in increasing the availability of nutrients by increasing the biomass and content of secondary metabolites. The purposes of this study are to determine the effect of humic acid on the growth and content of vitamin C in red lettuce and to determine the concentration of humic acid that can increase the growth and vitamin C content of red lettuce. The research is conducted using an experimental method called Completely Randomized Design (CRD). This study is applied by distributing of humic acid with a concentration of 0 g.kg-1, 4 g.kg-1, 8 g.kg-1, and 12 g.kg-1, with five repetitions of each level. The growth response was observed by calculating leaf area, plant wet weight, and plant dry weight, while vitamin C content is observed by measuring its content using spectrophotometric method. The research is carried out at greenhouse and the Plant Physiology Laboratory, Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University from November 2021 to February 2022. The data is specifically analyzed by using ANOVA test with a confidence level of 95% and 99%, followed by Duncan's test at a 95% confidence level. The results showed that the distribution of humic acid increases the growth and vitamin C content in red lettuce. The best concentration for increasing the growth and vitamin C content of red lettuce was 8 g.kg-1. | |
| 32399 | 35674 | B1A018088 | Pertumbuhan dan Kandungan Flavonoid Selada Merah (Lactuca sativa L. var. Crispa) pada Media Tanam dengan Pemberian Asam Humat | Flavonoid merupakan senyawa metabolit sekunder yang memiliki 15 atom karbon dan tersusun atas dua cincin benzena tersubstitusi atau gugus C6 yang dihubungkan oleh rantai alifatik tiga karbon. Salah satu tanaman yang banyak mengandung senyawa ini yaitu selada merah (Latuca sativa L. var. Crispa). Flavonoid yang terdapat pada selada merah berpotensi sebagai antioksidan, antikanker, antitumor, antiinflamasi, dan antivirus. Berbagai manfaat tersebut menyebabkan upaya peningkatan kadar flavonoid pada selada merah perlu dilakukan. Peningkatan kadar metabolit sekunder pada tanaman dapat dilakukan dengan meningkatkan biomassa tanaman. Biomassa tanaman dapat ditingkatkan dengan penambahan asam humat pada media tanam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asam humat terhadap pertumbuhan dan kandungan flavonoid selada merah, serta menentukan konsentrasi asam humat yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan kandungan flavonoid selada merah. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan adalah konsentrasi asam humat yang terdiri atas 4 taraf yaitu 0 g.kg-1, 4 g.kg-1, 8 g.kg-1, dan 12 g.kg-1 tanah dengan lima kali ulangan. Parameter yang diamati adalah bobot basah, bobot kering, tinggi tanaman, dan kadar flavonoid daun. Penelitian dilaksanakan di greenhouse dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman dari November 2021 sampai Februari 2022. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan tingkat kesalahan 0,05 dan 0,01, dengan uji lanjut Duncan pada tingkat kesalahan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam humat dapat meningkatkan bobot basah, bobot kering, tinggi tanaman, serta kandungan flavonoid pada tanaman selada merah. Konsentrasi asam humat 7,22 g.kg-1 merupakan konsentrasi efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan kandungan flavonoid selada merah. | Flavonoids are secondary metabolites that have 15 carbon atoms and are composed of two substituted benzene rings or C6 groups linked by a three-carbon aliphatic chain. One of the plants that contain a lot of this compound is red lettuce (Latuca sativa L. var. Crispa). The flavonoids found in red lettuce have the potential as antioxidants, anticancer, antitumor, anti-inflammatory, and antiviral properties. These various benefits make increasing the levels of flavonoids in red lettuce necessary. Increasing levels of secondary metabolites in plants can be done by increasing plant biomass. Plant biomass can be increased by adding humic acid to the growing media. The aims of this research were to determine the effect of humic acid on the growth and flavonoid content of red lettuce, and to determine the concentration of humic acid that could increase the growth and flavonoid content of red lettuce. This research was carried out using an experimental method with a completely randomized design (CRD). The treatment used was humic acid concentration which consisted of 4 levels, namely 0 g.kg-1, 4 g.kg-1, 8 g.kg-1, and 12 g.kg-1 soil with five replications. Parameters observed were wet weight, dry weight, plant height, and leaf flavonoid content. The research was carried out at the greenhouse and Plant Physiology Laboratory, Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University from November 2021 to February 2022. The data obtained were analyzed using the ANOVA test with an of 0,05 and 0,01, with Duncan's further test at a error rate of 0,05. The results showed that the administration of humic acid could increase the wet weight, dry weight, plant height, and flavonoid content in red lettuce. The concentration of humic acid 7,22 g.kg-1 is an effective concentration to increase the growth and flavonoid content of red lettuce. | |
| 32400 | 37825 | H1C018029 | Geologi Dan Analisis Kerentanan Gerakan Tanah Menggunakan Metode Spatial Multi- Criteria Evaluation (Smce) Daerah Gumingsir Dan Sekitarnya, Pagentan, Banjarnegara | Gumingsir dan sekitarnya merupakan salah satu daerah dengan potensi bencana tanah longsor yang tinggi di Kabupaten Banjarnegara. Bentuk geografi Banjarnegara yang terdiri dari tiga pembagian, yaitu zona utara yang termasuk kawasan dengan relief yang curam dan bergelombang, bagian tengah terdiri dari zona Depresi Serayu, dan di bagian selatan terdapat Pegunungan Serayu dengan kenampakan relief yang curam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitian, mengaplikasikan metode Spatial Multi-Criteria Evaluation (SMCE) dalam memetakan kerentanan gerakan tanah, dan mengidentifikasi faktor yang memengaruhi kerentanan tanah di daerah penelitian. Berdasarkan hasil analisis studio dan labolatorium yang telah dilakukan, diketahui bahwa satuan geomorfologi yang berkembang di daerah penelitian, yaitu, Satuan Perbukitan Intrusi Gumingsir, Satuan Zona Sesar Gumingsir, dan Satuan Punggungan Aliran Lahar Gumingsir. Kemudian satuan geologi yang terdapat di daerah penelitian terdiri dari Satuan Intrusi Diorit (MA), Satuan Intrusi Diorit (PA), Satuan Breksi Laharik, dan Satuan Perselingan Batulempung-Batupasir. Identifikasi zona kerentanan tanah di daerah penelitian dilakukan dengan 8 indikator parameter pendukung berupa data kemiringan lereng, elevasi, tutup lahan, litologi, massa batuan, buffer jalan, buffer sungai, dan aspect. Selanjutnya diperoleh peta kerentanan dengan 4 zona kerentanan dengan tingkat rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Sehingga diperoleh korelasi kesebandingan antara kondisi geologi dan faktor kerentanan longsor yang memengaruhi daerah penelitian. | Gumingsir and its surroundings are one of the areas with a high potential for landslide disasters in Banjarengara Regency. The geographical form of Banjarnegara consists of three divisions, namely the northern zone which includes an area with a steep and undulating relief, the central part consists of the Serayu Depression zone, and in the southern part there is the Serayu Mountains with the appearance of a steep relief. This study aims to determine the geological conditions of the research area, apply the Spatial Multi-Criteria Evaluation (SMCE) method in mapping soil movement vulnerability, and identify factors that affect soil vulnerability in the study area. Based on the results of studio and laboratory analysis that has been carried out, it is known that the geomorphological units that developed in the study area, namely, the Gumingsir Intrusion Hills Unit, the Gumingsir Fault Zone Unit, and the Gumingsir Lava Flow Ridge Unit. Then the geological units contained in the study area consisted of the Diorite Intrusion Unit (MA), the Diorite Intrusion Unit (PA), the Laharik Brexit Unit, and the Sandstone-Sandstone Interspersion Unit. Identification of soil vulnerability zones in the study area was carried out with 8 indicators of supporting parameters in the form of data on slope, elevation, land cover, lithology, rock mass, road buffer, river buffer, and aspect. Furthermore, a vulnerability map was obtained with 4 vulnerability zones with low, medium, high, and very high levels. So that a comparative correlation was obtained between geological conditions and landslide vulnerability factors that affect the research area. |