Artikelilmiahs

Menampilkan 31.801-31.820 dari 50.034 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3180134997F1A017040Pengaruh Penggunaan Waktu dan Fasilitas Belajar Terhadap Prestasi Akademik Siswa SMA Muhammadiyah 1 PurbalinggaKeberhasilan proses pendidikan formal di sekolah dapat diukur dari pretasi akademik siswa. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi prestasi akademik, di antaranya penggunaan waktu dan fasilitas belajar yang dimiliki oleh siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan waktu dan fasilitas belajar terhadap prestasi akademis siswa. Penelitian dilakukan pada siswa di SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif berupa survey. Pengambilan sampel dilakukan secara random terhadap siswa kelas sepuluh, 11 dan dua belas. Sementara alat analisis statistik menggunakan tabulasi silang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara penggunaan waktu dengan prestasi siswa di SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga. Artinya, prestasi akademis tidak ditentukan oleh penggunaan waktu siswa, baik waktu belajar, bermain, beribadah dan waktu untuk publik. Hal yang mempengaruhi prestasi akademik adalah fasilitas belajar, seperti kepemilikan laptop, buku dan sarana prasaranan pendidikan lainnya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa di SMA Muhamadiyah Purbalingga, fasilitas belajar lebih lebih berpengaruh terhadap prestasi akademik siswa.The success of the formal education process in school can be measured from the academic pretense of students. Many factors can affect academic achievement, including the use of time and learning facilities owned by students. Therefore, this study aims to find out how the use of time and learning facilities affects students' academic achievement. The research was conducted on students at Muhammadiyah 1 Purbalingga High School using quantitative research methods in the form of surveys. Sampling was randomly conducted on tenth, 11th and twelfth graders. While statistical analysis tools use cross tabulation. The results of this study showed that there is no relationship between the use of time and the achievement of students at Muhammadiyah 1 Purbalingga High School. That is, academic achievement is not determined by the student's use of time, whether time to study, play, worship and time for the public. Things that affect academic achievement are learning facilities, such as laptop ownership, books and other educational facilities. The results of the study concluded that at Muhamadiyah Purbalingga High School, learning facilities had more influence on students' academic achievement.
3180235597C1A018105ANALYSIS OF INFLUENCING FACTORS BREEDER PARTICIPATION RATE OF BUSINESS
INSURANCE CATTLE (AUTS) IN BANYUMAS REGENCY
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi peternak dalam
program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) dan menganalisis apakah faktor jenis sapi,
umur, tingkat pendidikan, pengalaman usaha tani, dan pendapatan memengaruhi
partisipasi peternak dalam Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) di Kabupaten Banyumas.
Populasi penelitian ini yaitu peternak sapi di Kabupaten Banyumas, selanjutnya dalam
penentuan populasi menggunakan purposive sampling yaitu peternak sapi yang pernah
mengikuti dan atau sedang mengikuti Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS). Pengambilan
sampel menggunakan random sampling dan untuk jumlah sampel responden berjumlah
40 orang yang didapat menggunakan rumus Taro Yamane. Untuk menganalisis tingkat
partisipasi peternak dalam AUTS dihitung menggunakan skala likert dan untuk
menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi peternak dalam AUTS
menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel
jenis sapi, umur, tingkat pendidikan, pengalaman usaha tani, dan pendapatan secara
bersama-sama berpengaruh signifikan, namun variabel umur berpengaruh negatif dan
signifikan sedangkan variabel jenis sapi, tingkat pendidikan, pengalaman usaha tani, dan
pendapatan berpengaruh positif terhadap tingkat partisipasi peternak dalam program
AUTS. Implikasi pada penelitian ini yaitu tingkat partisipasi peternak dalam AUTS masuk
dalam kategori sedang, perlu adanya dorongan terhadap peternak untuk lebih aktif dalam
serangkaian kegiatan program AUTS. Selanjutnya, meningkatkan kesadaran akan risiko
usaha ternak sapi yang dijalankan sehingga mendapatkan hasil yang optimal dan dapat
meminimalisir kerugian yang ada.
This study aims to find out the level of participation of farmers in the Cattle
Business Insurance (AUTS) program and analyze whether the factors of cow type, age,
education level, farm business experience, and income affect farmers' participation in
Cattle Business Insurance (AUTS) in Banyumas Regency. The population of this study is
cattle farmers in Banyumas Regency, then in determining the population using purposive
sampling, namely cattle farmers who have followed and or are following Cattle Business
Insurance (AUTS). Sampling using random sampling and for the number of sample
respondents amounted to 40 people obtained using the formula Taro Yamane. To analyze
the breeder's participation rate in AUTS is calculated using the likert scale and to analyze
the factors affecting breeder participation in AUTS using multiple linear regressions. The
results of this study showed that the variables of cow type, age, education level, farmer
business experience, and income together had a significant effect, but the age variable
had a negative and significant effect while the variables of cow type, education level, farm
business experience, and income had a positive effect on the participation rate of farmers
in the AUTS program. The implications of this study are that the level of participation of
breeders in AUTS falls into the medium category, there needs to be a push for breeders
to be more active in a series of AUTS program activities. Furthermore, increasing
awareness of the risks of cattle business carried out so as to get optimal results and can
minimize existing losses.
3180334999I1A018047EVALUASI PENGELOLAAN SAMPAH DI TEMPAT PENGOLAHAN
SAMPAH TERPADU KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT “SAE”
KELURAHAN PURWOKERTO WETAN
Kelurahan Purwokerto Wetan adalah penyumbang Bank Sampah terbesar
di Kabupaten Banyumas yaitu dengan total mencapai 51585.48 kg sampah dari total
19 KSM yang terdaftar dalam Aplikasi SalinMas atau Sampah Online Banyumas.
Tujuan Penelitian ini adalah 1) Mengevaluasi aspek kelembagaan, regulasi,
pembiayaan, teknis operasional dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan
sampah di TPST KSM Sae Kelurahan Purwokerto Wetan. Desain penelitian ini
adalah deskriptif kualitatif dengan subjek dari penelitian yaitu 1) Informan kunci :
Pengelola KSM Sae dan Perangkat Kelurahan Purwokerto Wetan Bidang
Persampahan. 2) Informan utama : Sanitarian Puskesmas Purwokerto Timur I dan
Kepada Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas. 3)
Informan pendukung : Warga Kelurahan Purwokerto Wetan pengguna SalinMas
dan tokoh masyarakat setempat. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara
mendalam dan observasi. Keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi sumber
dan metode.

Hasil dan pembahasan dari penelitian ini adalah 1) Aspek kelembagaan,
KSM Sae sudah memenuhi syarat yang tertulis pada SNI 3242-2008. Belum ada
sumber daya manusia yang bekerja sesuai bidang pengelolaan sampah. 2) Aspek
regulasi, sebagian besar responden tidak mengetahui dasar hukum yang digunakan
untuk pembentukan KSM baik ditingkat internasional, nasional, hingga daerah. 3)
Sistem pembiayaan di KSM Sae sudah sesuai dengan SNI 32420-2008 bahwa untuk
pengadaan perlengkapan dibantu oleh DLH sedangkan untuk biaya operasional dan
pemeliharaan dikelola sendiri oleh KSM melalui kas. Serta besar iuran atau
retribusi yang harus dibayarkan warga tidak tercantum dalam Perda Kabupaten
Banyumas Nomor 9 tahun 2020, namun besarannya dikembalikan kepada
kewenangan KSM. 4) Teknis operasional yang diterapkan di KSM Sae sudah sesuai
dengan SNI 3242-2008 dan Perda Kabupaten Banyumas Nomor 9 tahun 2020.
Belum terdapat proses pengolahan sampah menjadi daur ulang energi dan
pengolahan sampah B3 rumah tangga. 5) Peran serta masyarakat Kelurahan
Purwokerto Wetan masih kurang. Hal ini terlihat dari belum optimalnya hal ini
dikarenakan masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dari
sumbernya.
Purwokerto Wetan Village is the largest contributor to the Waste Bank in
Banyumas Regency, with a total of 51585.48 kg of waste from a total of 19 KSM
registered in the SalinMas Application or Banyumas Online Garbage. The
objectives of this research are 1) to evaluate the institutional, regulatory, financing,
technical operational aspects and community participation in waste management at
TPST KSM Sae, Purwokerto Wetan Village. The design of this research is
descriptive qualitative with the subject of the research, namely 1) Key informants:
KSM Sae Manager and Purwokerto Wetan Village Officers in the Waste Sector. 2)
Main informants: Sanitarian at the Purwokerto Timur I Health Center and the Waste
Sector at the Banyumas Regency Environmental Service. 3) Supporting informants:
Residents of Purwokerto Wetan Village, users of SalinMas and local community
leaders. Data collection was carried out by in-depth interviews and observations.
The validity of the data was tested by triangulation of sources and methods.

The results and discussion of this research are 1) Institutional aspect, KSM
Sae has met the requirements written in SNI 3242-2008. There are no human
resources that work in the field of waste management. 2) Regulatory aspects, most
of the respondents do not know the legal basis used for the formation of KSM at
the international, national and regional levels. 3) The financing system at KSM Sae
is in accordance with SNI 32420-2008 that for the procurement of equipment is
assisted by DLH while the operational and maintenance costs are managed by KSM
itself through cash. And the amount of dues or levies that must be paid by residents
is not listed in the Banyumas Regency Regional Regulation Number 9 of 2020, but
the amount is returned to the authority of KSM. 4) The operational techniques
applied at KSM Sae are in accordance with SNI 3242-2008 and Banyumas Regency
Perda Number 9 of 2020. There is no process for processing waste into energy
recycling and processing household B3 waste. 5) Community participation in
Purwokerto Wetan Village is still lacking. This can be seen from the not yet
optimal, this is due to the lack of public awareness to manage waste from the source.
3180435000C1B014016ANALISIS PENGARUH ARUS KAS BEBAS, PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, COLLATERALIZABLE ASSETS, DAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN
(Studi Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode Tahun 2014-2019)
Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan data sekunder dari data keuangan perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2019. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis bagaimana pengaruh arus kas bebas, profitabilitas, likuiditas, collateralizable assets, dan pertumbuhan perusahaan terhadap kebijakan dividen. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 54 perusahaan. Berdasarkan kriteria sampel dengan metode purposive sampling didapatkan 10 sampel perusahaan selama 6 tahun sehingga data penelitian akhir sebanyak 60 sampel. Hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan program SPSS 21 menunjukkan bahwa arus kas bebas berpengaruh dan profitabilitas berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen sedangkan likuiditas, collateralizable assets, dan pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen.

This research is a research using secondary data from the financial data of manufacturing companies in the consumer goods sector listed on the Indonesia Stock Exchange in 2014-2019. This aims of research is to examine and analyze how the effect of free cash flow, profitability, liquidity, collateralizable assets, and company growth on dividend policy. The population in this research are as many as 54 companies. Based on the sample criteria using purposive sampling method obtained 10 samples of companies for 6 years so that the final research data is 60 samples. The results of research and data analysis using multiple linear regression analysis with the SPSS 21 program show that free cash flow and profitability significantly positively affect dividend policy, while liquidity, collateralizable assets, company growth does not have significantly effect on dividend policy.
3180535045F1G014042Perbandingan Idiom Bahasa Indonesia Dan Bahasa JawaIdiom adalah gabungan kata yang maknanya berbeda dengan makna unsur-unsur
pembentuknya atau gabungan kata yang menghasilkan makna baru. Idiom juga terdapat dalam
bahasa Jawa. Masyarakat Jawa menggunakan idiom sebagai simbolisme dalam menjaga etika atau
moralitas. Penelitian ini menjelaskan kategori unsur pembentuk pada idiom bahasa Indonesia dan
bahasa Jawa berunsur nama bagian tubuh, serta menjelaskan metafora yang terdapat di dalamnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan idiom berunsur nama bagian
tubuh dari kedua bahasa tersebut. Data penelitian ini diambil dari buku Peribahasa, Makna dan
Wacana, Kamus Ungkapan Bahasa Jawa, dan majalah Panjebar Semangat. Data dikumpulkan
menggunakan metode simak, dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Data
dianalisis menggunakan metode padan, dengan teknik dasar yaitu teknik pilah unsur penentu dan
dilanjutkan dengan teknik hubung banding menyamakan dan teknik hubung banding membedakan
untuk mencari persamaan dan perbedaannya. Berdasarkan metafora, terdapat persamaan pada
idiom bahasa Indonesia dan bahasa Jawa berunsur nama bagian tubuh manusia, diantaranya ada
kesamaan bentuk dan makna pada beberapa idiom, juga terdapat idiom yang berunsur metafora
berbeda namun memiliki makna idiomatikal sama. Kemudian, baik idiom bahasa Indonesia
maupun bahasa Jawa didominasi oleh metafora struksural, dan unsur nama bagian tubuh sama-
sama lebih banyak berada di akhir idiom.
Kata kunci: idiom, idiom bahasa indonesia, idiom bahasa jawa, metafora, nama bagian tubuh,
perbandingan
Idioms are combination of words that have not same meaning from the meaning of its
constituent elements and produce new meanings. Idioms are also found in Javanese. Javanese
people use idioms as symbolism in maintaining ethics or morality. This study describes the
categories of constituent elements of Indonesian and Javanese idioms with the elements of human
body parts. This study aims to find out the similarities and differences in the idioms of the two
languages. The data are taken from books Peribahasa, Makna dan Wacana, Kamus Ungkapan
Bahasa Jawa, and Panjebar Semangat magazine. The data collection method is used observation
method with the basic technique being used is uninvolved conversation technique and taking notes
technique. The method of data analysis used is matching method with determining elementssorting
technique, and the following technique is the equating and discerning comparison technique for
finding similarities and differences in idioms. Based on the metaphor, there are several idioms that have same form and meaning, there are also idioms that have different metaphorical elements
but have same idiomatic meaning. Then, both idioms are dominated by structural metaphor, and
also elements of the names of parts body are equally more at the end of idioms.
Keyword: comparison, human body, idioms, indonesian idioms, javanese idioms, metaphor
3180635001A1D017121UJI PERBANYAKAN JAMUR PATOGEN GULMA PADA LIMBAH CAIR TEMPE DAN AIR KELAPA TUA SERTA PENGARUHNYA PADA BEBERAPA GULMA DAUN SEMPITPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi limbah cair tempe dan air
kelapa tua sebagai medium perbanyakan jamur patogen gulma, mengetahui tingkat
patogensitas jamur patogen gulma pada medium alternatif terbaik terhadap gulma
daun sempit serta mengetahui respon gulma terhadap jamur patogen gulma.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan screen
house, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dari bulan Oktober 2020
hingga Mei 2021. Penelitian ini terdiri atas dua tahap, penelitian tahap I adalah
perbanyakan jamur patogen gulma pada medium cair alternatif. Pengujian
menggunakan rancangan acak lengkap faktorial, dengan faktor yang diuji jenis jamur
patogen gulma (Chaetomium sp., Fusarium sp., Curvularia sp.) dan jenis medium
cair (PDB, limbah cair tempe, air kelapa tua ). Variabel yang diamati kerapatan
konidium jamur patogen gulma. Penelitian tahap II adalah uji virulensi jamur patogen
terhadap gulma in-vivo. Faktor pertama yang diuji yaitu jenis jamur patogen
(Chaetomium sp., Fusarium sp., Curvularia sp.) dan faktor kedua yaitu jenis gulma
(A. compressus, C. kyllingia dan C. dactylon). Variabel yang diamati intensitas
penyakit, laju infeksi, AUDPC, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar dan kering
tanaman. Hasil penelitian menunjukkan medium limbah cair tempe dan air kelapa tua
sesuai dijadikan sebagai medium perbanyakan jamur patogen. Perlakuan kombinasi
antara limbah cair tempe dengan Fusarium sp. merupakan perlakuan terbaik karena mampu menghasilkan konidium jamur 87,41% lebih tinggi dibanding perlakuan
lainnya. Ketiga jamur memiliki kemampuan yang sama dalam menimbulkan
intensitas penyakit dan AUDPC pada gulma daun sempit, namun tidak mampu
menekan pertumbuhan gulma daun sempit. Jenis gulma C. kyllingia dan C. dactylon
cenderung lebih rentan dibanding dengan gulma A. compressus sebesar 49,5 hari x %
dan 38,83 hari x % dilihat dari nilai AUDPC
This research aims to determine the potential of tempe liquid waste and old coconut water as a medium for propagation of weed pathogenic fungi, determine the level of pathogenicity of weed pathogenic fungi in the best alternative medium
against narrow leaf weeds and determine the response of weeds to weed pathogenic fungi. This research was carried out at the Plant Protection Laboratory and screen house, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from October 2020 to
May 2021. This research consisted of two stages, the first stage of research was the propagation of weed pathogenic fungi in alternative liquid media. The test used a factorial completely randomized design, with the tested factors being the types of weed pathogenic fungi (Chaetomium sp., Fusarium sp., Curvularia sp.) and the type of liquid medium (GDP, tempe liquid waste, old coconut water). The observed variable was the density of conidia of weed pathogenic fungi. The second phase of the study was to test the virulence of pathogenic fungi against weeds in vivo. The test used a factorial randomized block design, with the first factor being the type of pathogenic fungus (Chaetomium sp., Fusarium sp., Curvularia sp.) and the second factor being the type of weed (A. compressus, C. kyllingia and C. dactylon). The variables observed were disease intensity, infection rate, AUDPC, plant height, number of leaves, plant fresh weight, plant dry weight. Results of the research showed that the liquid waste medium of tempe and old coconut water was suitable as a medium for propagation of the pathogenic fungi The combination treatment between tempe liquid waste and Fusarium sp. was the best treatment because it was able to produce conidium fungus 87.41% higher than other treatments. The three
fungi had the same ability to cause disease intensity and AUDPC on narrow leaf weeds, but were unable to suppress the growth of narrow leaf weeds. Weed types C. kyllingia and C. dactylon tended to be more susceptible than A. compressus weeds at 49.5 days x % and 38.83 days x %, seen from the AUDPC.
3180735002G2A019001Pengaruh Nanoemulsi Purwoceng terhadap Kadar Enzim Transaminase, Volume Hepar dan Histopatologi Hepar Tikus Putih Wistar Jantan Pasca Induksi Stres Paradoxical Sleep DeprivationPengurangan durasi tidur merusak hepar melalui mekanisme stres oksidatif. Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) adalah tanaman herbal asli Indonesia yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan pada hepar dan potensinya dapat ditingkatkan dalam teknologi nanoemulsi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh nanoemulsi purwoceng terhadap kadar enzim transaminase, volume hepar dan histopatologi hepar tikus putih Wistar jantan pasca induksi stres Paradoxical Sleep Deprivation (PSD) selama 96 jam. Penelitian berupa eksperimental dengan desain post-test only with control group pada 24 ekor tikus yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, yaitu kelompok A diberi PSD, kelompok B diberi PSD dan sleep recovery, kelompok C diberi PSD dan ekstrak purwoceng 25 mg/300 gBB/hari, kelompok D diberi PSD dan nanoemulsi purwoceng 25 mg/300 gBB/hari, kelompok E diberi PSD dan nanoemulsi purwoceng 50 mg/300 gBB/hari, serta kelompok F diberi PSD dan nanoemulsi purwoceng 75 mg/300 gBB/hari. Kadar SGPT dan SGOT serum diukur dengan metode UV test. Organ hepar diambil untuk mengukur volume dan dinilai kerusakannya menggunakan skor Manja Roenigk. Data dianalisis dengan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan uji Post Hoc Bonferroni. Tidak terdapat perbedaan bermakna pada rerata kadar SGPT (p=0,307), kadar SGOT (p=0,412) dan volume hepar (p=0,227), serta terdapat perbedaan yang bermakna pada rerata skor Manja Roenigk antara kelompok B dibanding kelompok D (p=0,010), kelompok E dan F (p=0,000). Pemberian nanoemulsi purwoceng tidak mempengaruhi enzim transaminase dan volume hepar, tetapi mempengaruhi gambaran histopatologi hepar pasca induksi PSD.Reduction of sleep duration damages the liver through oxidative stress mechanisms. Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) is a native Indonesian herbal plant which is known to have antioxidant activity in the liver and its potential can be increased in nanoemulsion technology. The purpose of this study was to determine the effect of purwoceng nanoemulsion on transaminase enzyme levels, liver volume and liver histopathology of male Wistar rats after stress induction of Paradoxical Sleep Deprivation (PSD) for 96 hours. The study was an experimental study with a post-test only design with a control group on 24 rats which were divided into 6 treatment groups, namely group A was given PSD, group B was given PSD and sleep recovery, group C was given PSD and purwoceng extract 25 mg/300 gBB/ day, group D was given PSD and purwoceng nanoemulsion 25 mg/300 gBW/day, group E was given PSD and purwoceng nanoemulsion 50 mg/300 gBW/day, and group F was given PSD and purwoceng nanoemulsion 75 mg/300 gBW/day. Serum SGPT and SGOT levels were measured by the UV test method. Liver organs were taken to measure volume and assessed for damage using the Manja Roenigk score. Data were analyzed by One Way ANOVA test and continued with Bonferroni Post Hoc test. There was no significant difference in the mean SGPT level (p=0.307), SGOT level (p=0.412) and liver volume (p=0.227), and there was a significant difference in the mean score of Manja Roenigk between group B compared to group D (p=0.010), groups E and F (p=0.000). The administration of purwoceng nanoemulsion did not affect the transaminase enzymes and liver volume, but did affect the histopathological picture of the liver after PSD induction.
3180835004A1D017111APLIKASI PUPUK NPK-ZEO GRANUL PADA BERBAGAI DIAMETER TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH DAN PERTUMBUHAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA ULTISOL Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran granul pupuk majemuk NPK-Zeo Granul terhadap sifat kimia tanah dan pertumbuhan bawang merah pada ultisol, dan mengetahui dosis takaran terbaik ukuran pupuk majemuk NPK-Zeo Granul terhadap tanaman bawang merah pada ultisol. Penelitian dilaksanakan pada Februari 2021 sampai dengan Mei 2021 di Screen House serta Laboratorium Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu pemberian pupuk NPK-Zeo Granul yang dirakit dengan perbedaan diameter yaitu 1 mm, 2 mm, 3 mm, 4 mm, 5 mm dan tanpa pemberian pupuk NPK-Zeo Granul (kontrol). Faktor kedua adalah pemberian kompos dan tanpa pemberian kompos (kontrol). Variabel yang diamati antara lain pH H2O, pH KCl, DHL tanah, N-total, C-organik, Jumlah anakan per rumpun, dan Jumlah umbi per rumpun. Hasil penelitian yaitu: Penggunaan pupuk NPK-Zeo Granul dengan berbagai diameter berpengaruh terhadap pH H2O tanah dan tingkat kegaraman DHL tanah. Pertumbuhan tanaman, meningkatkan jumlah anakan dan jumlah umbi. Perlakuan terbaik diperoleh pada diameter 5 mm pupuk NPK-ZEO Granul.The purpose of this study was to determine the effect of the size of the NPK-Zeo Granule compound fertilizer on the chemical properties of the soil and the growth of shallots on ultisols, and to determine the best dose of the NPK-Zeo Granule compound fertilizer size on shallot plants on ultisols. The research was carried out from February 2021 to May 2021 at the Screen House and Soil Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. The study was conducted using a Completely Randomized Block Design (CRBD) with two factors and three replications. The first factor is the application of NPK-Zeo Granule fertilizer which is assembled with different diameters, namely 1 mm, 2 mm, 3 mm, 4 mm, 5 mm and without application of NPK-Zeo Granule fertilizer (control). The second factor was composting and no composting (control). The variables observed were pH H2O, pH KCl, soil DHL, N-total, C-organic, number of tillers per clump, and number of tubers per clump. The results of the research are: The use of NPK-Zeo Granule fertilizer with various diameters has an effect on soil pH H2O and soil DHL salinity level. Plant growth, increasing the number of tillers and the number of tubers. The best treatment was obtained at 5 mm diameter of NPK-ZEO Granule fertilizer.
3180935003A1C018061Studi Penataan Ulang Tata Letak (Relayout) Fasilitas Produksi dalam Penerapan GMP (Good Manufacturing Practices) di UMKM XPedoman yang membahas aspek keamanan pangan bagi produsen olahan pangan yaitu GMP (Good Manufacturing Practices) atau dalam industri skala rumah tangga disebut CPPB-IRT (Cara Produksi Pangan yang Baik Industri Rumah Tangga). Pada IRT (Industri Rumah Tangga) pedoman GMP tercantum pada Peraturan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Nomor HK.03.1.23.04.12.2206 tahun 2012 tentang CPPB-IRT dimana menjadi dasar bagi penyelenggara PKP (Penyuluh Keamanan Pangan) untuk melakukan pembinaan dan pengawasan bagi IRT agar olahan pangan yang diproduksi bermutu, aman, dan layak konsumsi.
Penelitian dilaksanakan dengan mengidentifikasi permasalahan terkait 14 ruang lingkup GMP di UMKM X, dimana pada ruang lingkup tersebut disesuaikan dengan kondisi ideal persyaratan dalam peraturan GMP. Hasil pengamatan yang terdapat ketidaksesuaian akan dikategorikan pada kategori minor, mayor, serius, dan kritis. Ketidaksesuaian tersebut akan diberikan rekomendasi perbaikan dan ketidaksesuaian yang terjadi pada ruang lingkup 2, 3, dan 9 akan menghasilkan output perbaikan berupa tata letak yang baru.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi awal produksi roti UMKM X memiliki ketidaksesuaian dalam penerapan GMP. UMKM X dikategorikan berada pada level IV dengan kategori 1 minor, 4 mayor, 5 serius, dan 5 kritis sehingga UMKM X perlu melakukan audit internal setiap hari untuk memastikan GMP berjalan dengan baik. Ruang lingkup 2, 3, dan 9 menunjukan adanya ketidaksesuaian sehingga perencanaan tata letak dilakukan dengan metode BLOCPLAN dan dihasilkan alternatif yang baru dimana memiliki kelebihan dalam meminimasi jarak material handling-nya sebesar 15,5% dan mempersingkat waktu pengerjaan produksi roti sebesar 0,4% dalam sekali produksi.
Guideline that discuss aspects of food safety for producers of processed food is GMP (Good Manufacturing Practices) or in a household scale industry called CPPB-IRT (Good Food Production Methods for Home Industry). In IRT (Household Industry) the GMP guidelines are listed in BPOM Regulation (Food and Drug Supervisory Agency) Number HK.03.1.23.04.12.2206 of 2012 concerning CPPB-IRT which is the basis for PKP (Food Safety Extension) organizers to conduct guidance and supervision for IRT so that the processed food produced is of good quality, safe, and fit for consumption.
The research was carried out by identifying problems related to the 14 scopes of GMP in UMKM X, where the scope was adjusted to the ideal conditions of the requirements in the GMP regulations. The results of observations that have discrepancies will be categorized into minor, major, serious, and critical categories. These discrepancies will be given recommendations for improvement and discrepancies that occur in scopes 2, 3, and 9 will produce improvement outputs in the form of a new layout.
The results showed that the initial conditions of UMKM X's bread production had discrepancies in the application of GMP. UMKM X is categorized as being at level IV with categories 1 minor, 4 major, 5 serious, and 5 critical, so UMKM X needs to carry out internal audits every day to ensure GMP runs well. Scope 2, 3, and 9 show a discrepancy so that layout planning is carried out using the BLOCPLAN method and a new alternative is produced which has the advantage of minimizing the material handling distance by 15.5% and shortening the processing time of bread production by 0.4% in one production.
3181035005L1B017044ASPEK REPRODUKSI IKAN GABUS (Channa striata) YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN RAWA KECAMATAN KAWUNGANTEN PERIODE APRIL – JULI 2020Ikan Gabus (Channa striata) merupakan ikan konsumsi yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Permintaan ikan Gabus hampir seluruhnya dipenuhi dari hasil tangkapan di alam sehingga eksploitasi terhadap ikan ini semakin tinggi. Untuk menjaga kelestarian ikan ini salah satunya dengan studi mengenai aspek reproduksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek reproduksi ikan Gabus yang meliputi Rasio Kelamin, Fekunditas, Indeks Gonad Somatik, Indeks Hepatosomatik, Diameter Telur, Tingkat Kematangan Gonad. Metode yang digunakan yaitu survey dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling pada 3 stasiun. Parameter yang diukur yaitu panjang tubuh, berat tubuh, berat gonad, berat hati, diameter telur, jumlah ikan dan betina serta kualitas air yang terdiri dari suhu, pH, kedalaman, kecerahan, DO, salinitas sebagai parameter pendukung. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan One-Way Anova. Hasil penelitian menunjukan bahwa rasio kelamin yaitu 1 : 1 atau seimbang. Fekunditas yang didapatkan sebanyak 4589 – 9129 butir dengan kisaran diameter telur 1.12 – 1.44 mm. Nilai IGS ikan betina berkisar 0.90 – 1.87 sedangkan ikan Gabus jantan memiliki nilai 0.04 – 0.33 dan Nilai IHS ikan Betina 0.77 – 1.01 sedangkan ikan jantan memiliki nilai 0.75 – 1.22 dengan tingkat kematangan gonad dari TKG I- II sebanyak 93.7% dan III-IV sebanyak 6.3%.Snakehead fish (Channa striata) is a consumption fish that has high economic value. The demand for snakehead fish is almost entirely met from the catch in nature so that the exploitation of this fish is getting higher. One of the ways to preserve this fish is by studying its reproductive aspects. This study aims to determine the reproductive aspects of snakehead fish which include Sex Ratio, Fecundity, Somatic Gonad Index, Hepatosomatic Index, Egg Diameter, Gonad Maturity Level. The method used is a survey with purposive random sampling at 3 stations. Parameters measured were body length, body weight, gonad weight, liver weight, egg diameter, number of fish and females and water quality consisting of temperature, pH, depth, brightness, DO, salinity as supporting parameters. Data analysis was done descriptively and One-Way Anova. The results showed that the sex ratio was 1 : 1 or balanced. The fecundity obtained was 4589 – 9129 eggs with an egg diameter range of 1.12 – 1.44 mm. The IGS value of female fish ranges from 0.90 - 1.87 while male Cork fish has a value of 0.04 - 0.33 and IHS value of female fish is 0.77 - 1.01 while male fish has a value of 0.75 - 1.22 with a gonadal maturity level of TKG I-II as much as 93.7% and III-IV as much as 6.3%.
3181134991J1B017062Representasi Pandangan Dunia Pengarang pada Novel Kubah Karya Ahmad TohariPenelitian Representasi Pandangan Dunia Pengarang pada Novel Kubah Karya Ahmad Tohari bertujuan untuk mengungkap representasi pandangan dunia pengarang dalam novel Kubah karya Ahmad Tohari yang meliputi latar belakang sosial sejarah pengarang dan peristiwa dibaliknya, struktur novel melalui hero problematik, serta pandangan dunia pengarang yang terkandung dalam novel menggunakan pendekatan strukturalisme genetik Lucien Goldmann.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang hasilnya disajikan dengan kata, kalimat, dan paragraf. Metode pengumulan data dengan baca, catat dan wawancara. Sumber data penelitian ini adalah kutipan-kutipan dalam novel maupun data yang menunjang dari buku atau jurnal terkait dan penuturan langsung dari wawancara dengan pengarang.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterkaitan kondisi sosial dan struktur novel yang melingkupi memiliki pengaruh dalam penciptaan pandangan dunia pengarang. Latar belakang sosial pengarang dan sejarah seperti adanya reformasi agraria, pemberontakkan G30S/PKI, dan pembebasan tahanan politik adalah peristiwa yang menjadi dasar penciptaan novel Kubah. Hero problematik dalam novel Kubah adalah Karman yang merupakan tokoh utama yang mencari nilai yang terdegradasi dalam dunia yang terdegradasi juga. Representasi pandangan dunia pengarang dan tokoh problematik tergambar melalui pra pemberontakkan G30S/PKI, doktrin komunisme, ateisme dalam komunis, hasutan PKI, peristiwa G30S/PKI, nasib tahanan politik, stigma masyarakat terhadap mantan tahanan politik, perjuangan mantan tahanan politik, dan pandangan kehidupan pengarang terhadap kondisi sosialnya di dalam novel.
The research on the representation of the author's world view in the novel Kubah by Ahmad Tohari aims to reveal the representation of the author's world view in the novel Kubah by Ahmad Tohari which includes the social background of the author's history and the events behind it, the structure of the novel through heroes problematic, and the author's world view contained in the novel using Lucien Goldmann's approach to genetic structuralism.
The method used in this research is descriptive qualitative with the results presented in words, sentences, and paragraphs. Methods of collecting data by reading, taking notes and interviews. The sources of data for this research are quotations in novels as well as supporting data from related books or journals and direct narratives from interviews with authors.
The results of this study indicate that the relationship between social conditions and the structure of the novel that surrounds it has an influence in the creation of the author's world view. The author's social background and history such as agrarian reform, the G30S/PKI rebellion, and the release of political prisoners are the events that form the basis for the creation of the novel Kubah. The problematic hero in the novel Kubah is Karman who is the main character who is looking for degraded values in a degraded world as well. The representation of the author's worldview and problematic figures is illustrated through the pre-G30S/PKI rebellion, the doctrine of communism, atheism in communism, PKI incitement, G30S/PKI events, the fate of political prisoners, societal stigma against former political prisoners, the struggles of former political prisoners, and the author's life views on social conditions in the novel.
3181235026C1B016028PENGARUH KINERJA RANTAI PASOKAN, KUALITAS PRODUK, DAN KREATIFITAS PRODUK TERHADAP KEUNGGULAN BERSAING KELOMPOK TANI KOPI GALUH LESTARIPenelitian ini merupakan survei kelompok tani Kopi Galuh Lestari di Desa Serang Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Kinerja Rantai Pasokan, Kualitas Produk, dan Kreatifitas Produk Terhadap Keunggulan Bersaing Kelompok Tani Kopi Galuh Lestari”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja rantai pasokan, kualitas produk dan kreatifitas yang memengaruhi keunggulan bersaing. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh kafe atau restoran yang bekerjasama dengan kelompok petani kopi Galuh Lestari. Penelitian ini menggunakan 41 responden. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probabilty sampling dengan teknik simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solution) menunjukkan bahwa: (1) Kinerja rantai pasokan berpengaruh positif terhadap keunggulan bersaing. (2) Kualitas produk berpengaruh positif terhadap keunggulan bersaing. (3) Kreatifitas produk tidak berpengaruh terhadap keunggulan bersaing. Implikasi dari penelitian ini adalah sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan kinerja rantai pasokan, memberikan perhatian lebih pada pengeluaran biaya-biaya dalam kegiatan rantai pasokan serta mempraktekkan pemanfaatan aset dan sumber daya secara efektif. Penelitian ini masih perlu untuk dikembangkan dengan menambah atau mengganti variabel independennya dengan faktor lainnya seperti kualitas pelayanan, inovasi produk, dan citra perusahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa keunggulan bersaing dapat dicapai dengan kualitas produk, kualitas produk dapat diperkuat dengan fokus pada peningkatan ketahanan produk biji kopi dan cita rasa yang tinggi serta keistimewaan rasa yang diharapkan konsumen.This research is a survey of the Galuh Lestari Coffee farmer group in Serang Village, Purbalingga Regency. This research takes the title: "The Influence of Supply Chain Performance, Product Quality, and Product Creativity on Competitive Advantage of Galuh Lestari Coffee Farmers Group". This study aims to determine the effect of supply chain performance, product quality and creativity that affect competitive advantage. Respondents in this study were all cafes or restaurants that collaborated with the Galuh Lestari coffee farmer group. This study used 41 respondents. This research method uses quantitative research with the sampling technique used is probability sampling with simple random sampling technique. Based on the results of research and data analysis using SPSS (Statistical Product and Service Solution) shows that: (1) Supply chain performance has a positive effect on competitive advantage. (2) Product quality has a positive effect on competitive advantage. (3) Product creativity has no effect on competitive advantage.
The implication of this research is as a material consideration in developing supply chain performance, paying more attention to the expenditure of costs in supply chain activities and practicing the effective use of assets and resources. This research still needs to be developed by adding or replacing the independent variables with other factors such as service quality, product innovation, and company image. This research shows that competitive advantage can be achieved by product quality, product quality can be strengthened by focusing on increasing the durability of coffee bean products and the high taste and special taste that consumers expect.
3181335008A1D017203EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK KOMODITAS
PISANG DAN PEPAYA DI WILAYAH KABUPATEN KEBUMEN, PROVINSI JAWA TENGAH
Evaluasi lahan perlu dilakukan untuk mengetahui kesesuaian antara kualitas dan karakteristik lahan dengan persyaratan yang diminta oleh tipe penggunaan lahan. Kriteria pada kesesuaian lahan ditentukan berdasarkan ada tidaknya faktor penghambat/pembatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan untuk tanaman pisang dan pepaya di Kabupaten Kebumen, mengetahui faktor-faktor pembatas lahan untuk tanaman pisang dan pepaya di Kabupaten Kebumen, serta membuat perencanaan arahan pengembangan tanaman pisang dan pepaya di Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei lapangan dan pengambilan sampel tanah di lapangan serta hasil analisis sampel tanah di laboratorium. Titik pengamatan dan pengambilan sampel tanah dibentuk berdasarkan satuan peta lahan hasil overlay (tumpang susun) antara peta jenis tanah, peta lereng, dan peta penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pembatas terberat pada penelitian ini adalah media perakaran (rc). Faktor pembatas untuk tanaman pisang dan pepaya yang dievaluasi adalah: curah hujan, drainase, hara tersedia N (Nitrogen), P2O5, retensi hara KTK tanah, Kejenuhan Basa, C-organik, kelerengan, dan bahaya erosi. Tanaman pisang dan pepaya sangat sesuai (S1) untuk dikembangkan pada unit lahan 8, 20 dan 26 dengan luas lahan 1.424,05 ha atau 11,47% dari total luas lahan, cukup sesuai (S2) untuk dikembangkan pada unit lahan 2, 6, 9, 14, 17, 18, 19, dan 23 dengan luas lahan 5.341,23 ha atau 43,03% dari total luas lahan. Marginal (S3) untuk dikembangkan pada unit lahan 1, 3, 4, 5, 7, 10, 11, 12, 21, 22, 24, dan 27 dengan luas lahan 5.459,36 ha atau 43,99% dari total luas lahan. Kelas tidak sesuai (N) terdapat pada satuan lahan 13, 15, 16, 25 dengan luas wilayah sebesar 187,15 Ha atau 1,51%.Land evaluation needs to be carried out to determine the suitability between the quality and characteristics of the land with the requirements demanded by the type of land use. The criteria for land suitability are determined based on the presence or absence of inhibiting/limiting factors. The purpose of this study was to determine the land suitability class for banana and papaya plants in Kebumen Regency, to determine the land limiting factors for banana and papaya plants in Kebumen Regency, and to plan directions for the development of banana and papaya plants in Kebumen Regency. The method used in this research is the method of field surveys and soil sampling in the field as well as the results of soil sample analysis in the laboratory. Observation points and soil sampling were formed based on land map units resulting from overlays between soil type maps, slope maps, and land use maps. The results showed that the heaviest limiting factor in this study was the rooting medium (rc). The limiting factors for banana and papaya plants evaluated were: rainfall, drainage, available nutrient N (Nitrogen), P2O5, soil CEC nutrient retention, Base Saturation, organic C, slope, and erosion hazard. Banana and papaya plants are very suitable (S1) to be developed on land units 8, 20 and 26 with a land area of 1,424.05 ha or 11.47% of the total land area, quite suitable (S2) to be developed on land units 2, 6, 9, 14, 17, 18, 19, and 23 with a land area of 5,341.23 ha or 43.03% of the total land area. Marginal (S3) to be developed on land units 1, 3, 4, 5, 7, 10, 11, 12, 21, 22, 24, and 27 with a land area of 5,459.36 ha or 43.99% of the total land area. The unsuitable class (N) is found in land units of 13, 15, 16, 25 with an area of 187.15 ha or 1.51%.
3181435021F1A015023FUNGSI SOSIAL KANTIN
(Studi Tentang Fungsi Sosial Kantin FISIP Unsoed bagi Mahasiswa dan Dosen FISIP Unsoed)
Penelitian ini bertujuan mengungkap fungsi sosial Kantin FISIP Unsoed bagi mahasiswa dan dosen FISIP Unsoed berdasarkan pengalaman interaksi sosial mereka di Kantin FISIP Unsoed melalui metode kualitatif yang dikaji menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz. Dengan menghimpun keterangan mahasiswa dan dosen FISIP Unsoed sebagai informan utama serta keterangan dari Wakil Dekan Bidang II FISIP Unsoed, Sekretaris Umum BPU Unsoed, dan beberapa pedagang di Kantin FISIP Unsoed sebagai informan pendukung melalui wawancara, menghasilkan gambaran intersubjektif bahwa mahasiswa dan dosen FISIP Unsoed memanfaatkan Kantin FISIP Unsoed sebagai tempat makan dan minum, membangun relasi, berorganisasi, mengerjakan tugas kuliah dan bimbingan tugas akhir, rekreasi, mencurahkan masalah, serta mengumpulkan informasi. Bentuk tersebut tercipta dari interaksi sosial di Kantin FISIP Unsoed yang bersifat dinamis, terjadi secara langsung, terjalin antara individu dengan individu maupun individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok, yang berlangsung secara: asosiatif, kontravensi, serta kompromis. Rekomendasi untuk pengurus fasilitas kampus sebaiknya melakukan perluasan area dan daya tampung atau tempat makan pada lokasi yang berbeda dalam Fakultas, meningkatan kebersihan, serta menyediakan fasilitas pendukung seperti area khusus untuk perokok atau bebas dari asap rokok. Bagi mahasiswa, dosen, dan pengunjung lain disarankan menjaga fasilitas serta menaati kebijakan yang diberikan pengurus Kantin FISIP Unsoed.This study aims to reveal the social function of the FISIP Unsoed Canteen for FISIP Unsoed students and lecturers based on their experience of social interaction at the Unsoed FISIP Canteen through qualitative methods studied using Alfred Schutz's phenomenological theory. By collecting information from FISIP Unsoed students and lecturers as main informants as well as information from the Deputy Dean for Division II FISIP Unsoed, General Secretary BPU Unsoed, and several traders at the FISIP Unsoed Canteen as supporting informants through interviews, it resulted in an intersubjective picture that FISIP Unsoed students and lecturers used the Canteen FISIP Unsoed as a place to eat and drink, build relationships, organize, do college assignments and final project guidance, recreation, share problems, and collect information. This form was created from social interactions at the FISIP Unsoed Canteen which were dynamic, occurred directly, intertwined between individuals and individuals as well as individuals with groups and groups with groups, which took place in associative, contravention, and compromise ways. Recommendations for campus facility administrators should expand the area and capacity or eating places in different locations within the Faculty, improve cleanliness, and provide supporting facilities such as special areas for smokers or free from cigarette smoke. Students, lecturers, and other visitors are advised to maintain facilities and obey the policies given by the FISIP Unsoed Canteen management.
3181535616A1A017036ANALISIS FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN DALAM MEMBELI PRODUK KERIPIK TEMPE DI PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMASBanyaknya pengusaha pada bidang kuliner terutama keripik tempe membuat persaingan antar pengusaha semakin kompetitif, terutama persaingan yang berasal dari usaha sejenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) karakteristik konsumen keripik tempe di Purwokerto, (2) faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh konsumen dalam menentukan keputusan pembelian produk keripik tempe di Purwokerto, dan (3) atribut yang menjadi pertimbangan utama bagi konsumen dalam membeli produk keripik tempe di Purwokerto. Metode dasar pada penelitian ini yaitu metode survei. Penelitian dilakukan pada 3 lapak di Pasar Manis Purwokerto dan 4 toko oleh-oleh pada Jl. Mayjend Sutoyo (Sawangan Purwokerto). Rancangan penentuan responden yang digunakan yaitu accidental sampling. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis Cochran Q test. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) mayoritas responden keripik tempe berjenis kelamin perempuan (68%); berusia lebih dari 40 tahun (53%); bekerja sebagai karyawan swasta (28%); responden memiliki pendapatan kurang dari Rp1.970.000 (40%); dan berasal dari Kota Purwokerto (43%), (2) faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh konsumen dalam menentukan keputusan pembelian produk keripik tempe yaitu faktor ekonomi dengan indikator harga yang murah, dan faktor produk dengan indikator daya tahan produk, cita rasa yang gurih, tekstur renyah, serta memiliki konsistensi rasa, dan kemasan keripik tempe yang menarik, dapat menjamin keamanan produk serta dilengkapi tanggal kadaluwarsa, (3) atribut yang menjadi pertimbangan utama bagi konsumen dalam membeli produk keripik tempe adalah: (1) rasa, (2) daya tahan, (3) harga, (4) kemasan.The number of entrepreneurs in the culinary field, especially tempe chips, makes competition between entrepreneurs more competitive, especially competition from similar businesses. This study aims to determine: (1) the characteristics of consumers of tempe chips in Purwokerto, (2) the factors considered by consumers in determining purchasing decisions for tempe chips in Purwokerto, and (3) the attributes that are the main considerations for consumers in buying products. tempeh chips in Purwokerto. The basic method in this research is the survey method. The study was conducted at 3 stalls at Pasar Manis Purwokerto and 4 souvenir shops on Jl. Major General Sutoyo (Sawangan Purwokerto). The design of determining the respondents used was accidental sampling. The data analysis method used is the Cochran Q test. The results showed that: (1) the majority of tempe chips respondents were female (68%); over 40 years (53%); working as a private employee (28%); respondents have an income of less than Rp.1,970,000 (40%); and comes from Purwokerto City (43%), (2) the factors considered by consumers in determining purchasing decisions for tempe chips products are economic factors with low price indicators, and product factors with product durability indicators, savory flavors, crunchy texture, taste consistency, and attractive packaging of tempe chips, can guarantee product safety and are equipped with an expiration date, (3) attributes that are the main considerations for consumers in buying tempe chips products are: (1) taste, (2) power hold, (3) price, (4) packaging.
3181634908J0A018063Memproduksi Video Tur Virtual Berbahasa Inggris untuk Waduk Penjalin Desa Wisata WinduajiMakalah ini berjudul “Producing English Virtual Tour Video for Penjalin Reservoir Winduaji Tourism Village” dan disusun berdasarkan hasil kegiatan praktik kerja yang telah dilakukan oleh penulis. Praktik kerja ini dimulai pada 18 Februari – 22 Maret 2021. Tujuan dari disusunnya makalah ini adalah untuk praktik langsung membuat video tur virtual berbahasa Inggris.
Waduk Penjalin yang berlokasi di desa Winduaji, kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Waduk ini adalah salah satu tempat wisata yang terkenal di Paguyangan, Bumiayu, dan Kabupaten Brebes. Waduk ini memiliki fungsi sebagai bendungan yang mengalirkan air ke Sungai Pemali.
Metode yang digunakan dalam membuat laporan ini ada 4, yaitu praktik langsung, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Metode tersebut digunakan sebagai dasar penyusunan laporan ini. Hasil dilakukannya praktik kerja ini mendapat 1 video yang berisi tentang bagaimana pemandangan yang bisa didapatkan jika mengunjungi Waduk Penjalin dengan durasi 2 menit 31 detik.
Dalam pelaksanaan praktik kerja ini menunjukan bahwa pembuatan video Waduk Penjalin menggunakan Bahasa Inggris belum pernah dilakukan. Kemudian sebagai bagian dalam praktik kerja, penulis mempublikasikan video tersebut ke beberapa media sosial, yaitu Instagram, Facebook, dan YouTube. Hasilnya, orang-orang lebih tertarik melihat video di Instagram karena mendapat penonton lebih banyak daripada di dua platform media sosial lainnya.
This paper is entitled “Producing English Virtual Tour Video for Penjalin Reservoir Winduaji Tourism Village” and was prepared based on the results of the job training activity that have been carried out. This job training started on February 18 – March 22, 2021. The purposes of this paper are to practice directly in producing and publishing a virtual tour video in English.
Penjalin Reservoir, located in Winduaji village, Paguyangan district, Brebes Regency, Central Java. This reservoir is one of the famous tourist attractions in Paguyangan, Bumiayu, and Brebes Regency. This reservoir has a function as a dam that drains water into the Pemali River.
There are 4 methods used in making this report, namely direct practice, observation, documentation, and interview. This method was used as the basis for the preparation of this report. The result of this job training is 1 video with a duration of 2 minutes 31 seconds that contain the views that can be obtained when visiting the Penjalin Reservoir.
In carrying out this job training, it showed that producing a video of Penjalin Reservoir in using English had never been done before. Then, as a part of job training, the writer published the video on several social media, namely Instagram, Facebook, and YouTube. As a result, people were more interested to watch the video on Instagram because it has more viewers than the other two social media platforms.
3181735009C1C017094PENGARUH PENGETAHUAN AKUNTANSI, PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN UKURAN USAHA TERHADAP MINAT PENERAPAN SAK EMKM DI UMKM KOTA CIREBONPertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal ini tentu memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Namun, masih terdapat berbagai kendala yang dihadapi UMKM khususnya dalam hal pencatatan laporan keuangan. Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) telah menyusun standar akuntansi keuangan entintas mikro, kecil dan menengah (SAK EMKM) yang digunakan sebagai pedoman penyusunan laporan keuangan yang lebih sederhana, sehingga mempermudah UMKM dalam penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan standar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh dari (1) pengetahuan akuntansi, (2) penggunaan teknologi informasi, dan (3) ukuran usaha terhadap minat penerapan SAK EMKM.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei dengan pendeketan kuantitatif. Populasi penelitian ini ialah seluruh UMKM yang berada di Kota Cirebon. Penentuan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan rumus slovin. Sumber data yang digunakan adalah data primer dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengetahuan akuntansi berpengaruh positif terhadap minat penerapan SAK EMKM, (2) penggunaan teknologi informasi tidak berpengaruh positif terhadap minat penerapan SAK EMKM dan (3) ukuran usaha berpengaruh positif terhadap minat penerapan SAK EMKM. Implikasi dari penelitian ini yaitu pengetahuan akuntansi yang dimiliki pelaku UMKM merupakan hal yang mendasar untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan SAK EMKM. Dengan adanya seminar dan pelatihan terkait penyusunan laporan keuangan dapat membantu UMKM dalam penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan standar. Selain itu, semakin besar suatu usaha dapat memengaruhi pelaku UMKM untuk menerapkan SAK EMKM. Dengan memperkerjakan karyawan dengan keahlian khusus dapat mempermudah penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan SAK EMKM.
The growth of Micro, Small and Medium Enterprise (MSMEs) continues to increase every year. This centainly has a positive impact on the Indonesia economy. Somehow, there are several problems faced by MSMEs, especially in the recording of financial reports. The Indonesian Accounting Association (IAI) has developed financial accounting standards for micro, small and medium-sized entities (SAK EMKM) which are used as guidelines for the preparation of simpler financial reports, making it easier for MSMEs to prepare financial reports comply with the standards. This study aims to analyze and determine the effect of (1) accounting knowledge, (2) use of information technology and (3) enterprises’ size towards the intention of implementing SAK EMKM.
This research uses a survey research type with a quantitative approach. The population of this research is MSMEs in Cirebon. The sample selection uses a slovin formula. The data source used is primary data with data collection methods using a questionnaire. The analysis used is multiple linear regression analysis.
Based on the test result show that (1) accounting knowledge has a positive affect on the intention of implementing SAK EMKM, (2) the use of information technology does not have a positive affect on the intention of implementing SAK EMKM and (3) enterprises’ size has a positive affect on the intention of implementing SAK EMKM. The implication of this research is that the accounting knowledge possessed by MSME actors is fundamental to facilitate the preparation of financial reports in accordance with SAK EMKM. With seminars and training related to the preparation of financial reports, MSMEs can assist in preparing financial reports. In addition, the larger an enterprise can influence MSME actors to implement SAK EMKM. By hiring employees with special skills can facilitate the preparation of financial reports in accordance with SAK EMKM.
Keywords: accounting knowledge, use of information technology, enterprises’ size, the intention of implementing SAK EMKM
3181835010C1B017118PENGARUH VARIASI PRODUK DAN LOGO TERHAHAP CITRA MEREK DENGAN PENGALAMAN BERBELANJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA MARKET PLACE ZALORAPenelitian ini mempelajari tentang citra merek market place Zalora dengan variasi produk dan logo sebagai variabel dependen serta pengalaman berbelanja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini berjudul “Pengaruh Variasi Produk dan Logo terhadap Citra Merek dengan Pengalaman Berbelanja sebagai variabel mediasi pada market place Zalora”.
Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang mempunyai aplikasi Zalora yang berusia 16 – 64 tahun dan memiliki pengalaman berbelanja online minimal satu kali.
Berdasarkan hasil penelitian menggunakan smartPls menunjukan bahwa: (1) Variasi Produk berpengaruh signifikan terhadap Citra Merek. (2) Logo berpengaruh signifikan terhadap Citra Merek. (3) Pengalaman Berbelanja memediasi pengaruh Variasi Produk terhadap Citra merek. (4) Pengalaman Berbelanja tidak memediasi pengaruh Logo terhadap Citra merek.
This research is study about the brand image of Zalora market place with product variety and logos as the dependent variable and shopping experience as a mediating variable. This study entitled "The impact of Product variety and Logo on Brand Image with Shopping Experience as a mediating variable in the Zalora market place".
The population in this research are consumers who have the Zalora application aged 16-64 years and have at least one online shopping experience.
Based on the results of research using smartPls shows that: (1) Product variety have a significant effect on Brand Image. (2) Logo has a significant effect on Brand Image. (3) Shopping experience mediates the effect of product variety on brand image. (4) Shopping Experience didn’t mediate the effect of Logo on Brand Image.
3181938044J1D018005ANALISIS KELAYAKAN ISI DAN BAHASA PADA BUKU TEKS MARBI UNTUK SMP/MTS KELAS IX TERBITAN ERLANGGAPenggunaan buku teks sangat penting dalam kegiatan pembelajaran. Dari banyaknya buku teks yang beredar, masih ada beberapa buku yang kurang layak dari segi isi dan bahasanya. Terdapat kasus buku teks yang berisi situs tidak pantas. Sebelum menggunakan sebuah buku teks sebaiknya dilakukan analisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan isi dan bahasa salah satu buku yang diterbitkan oleh penerbit swasta. Bentuk penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, dengan data berupa kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah materi dan penggunaan bahasa dalam menyampaikan materi dalam buku Marbi untuk SMP/MTs kelas IX dari penerbit Erlangga. Dalam pengumpulan data, penelitian ini mereduksi data pada buku teks kemudian disinkronisasi dengan instrumen berupa skala yang diadaptasi dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Teknik analisis data yaitu dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelayakan isi pada buku “Marbi untuk SMP/MTs kelas IX dari penerbit Erlangga” sudah sangat baik dengan perolehan rata-rata 9,12 dengan kategori Baik Sekali (BS) dan kelayakan bahasanya memperoleh rata-rata 8,64 dengan kategori Baik (B). Sedangkan hasil wawancara dengan guru Bahasa Indonesia SMP N 1 Tonjong secara keseluruhan buku ini layak digunakan. Dari segi isi dan bahasanya sudah cukup baik walaupun ada beberapa kekurangan seperti kurangnya ilustrasi pada buku dan beberapa contoh yang kurang sesuai dengan kehidupan siswa SMP. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa buku teks tersebut sudah layak digunakan dalam pembelajaran, baik sebagai buku teks utama maupun pendamping.

Kata Kunci: buku teks marbi, kelayakan isi, kelayakan bahasa, terbitan Erlangga
The use of textbook is very importan in the learning activity. From the many text books in circulation, there are still several and less worthy books from the term of content and the language there are the text books case that content in appropaite site. Before we use a textbook, we should better do analyze. The reseacrh purpose to know the egibility content and the language the one of book published by private published.The form of research is qualitative descriptive, with data in the qualitative form. The data of this research is material and the use of language in conveying material in the Marbi book for Junior High School grade IX by Erlangga publisher. In data colection, the research reduct data then it is syncronized with the instrument in the form of a scall adapted from BSNP. The data analysis technique by reduct data, data display, and verification data. The result of the research shows that egibility textbook in Marbi book for Junior High School Class IX from Erlangga Publisher is very good with the result of average is 9,12 with excellent category (BS) and the egibility of language got average 8,64 with good category (B). Based on that, it can be concluded that the textbook is suitable for use in learning, both as a textbook and a companion book. While the result of interviews with Indonesian teacher at SMP N 1 Tonjong. All of over, this book is worth using in the term of content and language is enough good. Although there are several weakness such as lack of illustrations in the book and some examples that are not accordance with the lives of the Junior High School.

Keywords: marbi text book, content eligibility, language eligibility, published by Erlangga
3182035011C1C017116PENGARUH KOMITMEN PROFESI, KOMITMEN ORGANISASI DAN SISTEM PENGENDALIAN MUTU TERHADAP KUALITAS AUDIT
(Studi pada KAP di Jawa Tengah dan Yogyakarta)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh komitmen profesi, komitmen organisasi dan sistem pengendalian mutu terhadap kualitas audit dengan menggunakan rerangka Theory of Inspired Confidence.
Populasi dalam penelitian ini adalah KAP di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling, dengan kriteria: KAP terdaftar di direktori Ikatan Akuntan Publik Indonesia tahun 2020, KAP yang bersangkutan merupakan KAP yang masih aktif di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta dan belum pernah terkena sanksi. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 32 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan secara online dengan menggunakan google form.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Komitmen profesi berpengaruh positif terhadap kualitas audit. (2) Komitmen organisasi berpengaruh negatif terhadap kualitas audit. (3) Sistem pengendalian mutu berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh pimpinan KAP sebagai pertimbangan untuk menilai integritas auditor dalam bekerja sesuai standar etik yang berlaku. Iklim kerja yang mendukung perlu diciptakan untuk memenuhi tujuan personally dan professionaly sehingga loyalitas terhadap organisasi dapat terjaga. Hal tersebut didukung dengan penerapan sistem pengendalian mutu yang yang baik selama proses pemeriksaan sehingga prosedur audit yang dilakukan terimplementasi secara efektif dan menghasilkan laporan audit yang berkualitas.
This study aims to determine and analyze the effect of professional commitment, organizational commitment and quality control system on audit quality using the framework of Theory of Inspired Confidence
The population of this study were Public Accounting Firm in Central Java and Yogyakarta. Sample was taken using the purposive sampling method, with the following criteria: Public Accounting Firm registered in directory of Indonesian Institute of Certified Public Accountants in 2020, Public Accounting Firm that is still active in Central Java and Yogyakarta areas and has never been sanctioned. The number of samples used in this study were 32 respondents. Data collection techniques in this study were carried out online using google form.
The results of this study indicate that: (1) Professional commitment has a positive effect on audit quality. (2) Organizational commitment has a negative effect on audit quality. (3) The quality control system has a positive effect on audit quality. The implications of this research expected to be used by head of the Public Accounting Firm as a consideration to assess the integrity of the auditor in working according to the applicable ethical standards. A supportive work climate needs to be created to meet personal and professional goals so that loyalty to the organization can be maintained. This is supported by the implementation of a good quality control system during the inspection process so that the audit procedures carried out are implemented effectively and generate quality audit reports