Artikelilmiahs

Menampilkan 30.261-30.280 dari 50.069 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3026133589E1A017285DISPARITAS PIDANA PUTUSAN HAKIM PERKARA PENGANJURAN TINDAK PIDANA PERCOBAAN PEMBUNUHAN BERENCANA
(Studi Terhadap Putusan Nomor 155/PID/2019/PT.PDG dan Nomor 1607/PID.B/2019/PN.JKT.UTR)
Putusan No. 155/Pid/2019/PT.Pdg dan No. 1607/Pid.B/2019/PN.Jkt.Utr merupakan putusan atas perkara yang sama, yaitu menganjurkan orang lain melakukan tindak pidana percobaan pembunuhan berencana, namun dalam hal ini terdapat perbedaan penjatuhan pidana penjara, yang mana perkara No. 155/Pid/2019/PT.Pdg dijatuhi pidana penjara selama 5 (lima) tahun, sedangkan perkara No. 1607/Pid.B/2019/PN.Jkt.Utr dijatuhi pidana penjara selama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan. Perbedaan penjatuhan pidana penjara tersebut menimbulkan terjadinya disparitas pidana. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara No. 155/Pid/2019/PT.Pdg dan No. 1607/Pid.B/2019/PN.Jkt.Utr dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya disparitas pidana pada perkara No. 155/Pid/2019/PT.Pdg dan No. 1607/Pid.B/2019/PN.Jkt.Utr.
Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif dan menggunakan metode pendekatan perbandingan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dan studi dokumen, kemudian diolah dengan metode reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Data sekunder yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan disajikan dalam bentuk naratif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penjatuhan pidana pada putusan No. 155/Pid/2019/PT.Pdg dan No. 1607/Pid.B/2019/PN.Jkt.Utr belum tepat dan masih terlalu ringan yang menyebabkan terjadinya disparitas pidana. Putusan hakim tersebut hanya memenuhi aspek yuridis, namun belum memenuhi aspek filosofis dan sosiologis.
The decisions No. 155/Pid/2019/PT.Pdg and No. 1607/Pid.B/2019/PN.Jkt.Utr are on the same case, namely recommending another person to commit a criminal act of attempted premeditated murder, but there are differences in the sentences to imprisonment, with case No. 155/Pid/2019/PT.Pdg receiving a sentence of 5 (five) years in prison, while case No. 1607/Pid.B/2019/PN.Jkt.utr was sentenced of 1 (one) year 6 (six) month in jail. The difference in the imposition of imprisonment causes a criminal disparity. The problem examined in this study is to analyze the judge's legal considerations in deciding case No. 155/Pid/2019/PT.Pdg and No. 1607/Pid.B/2019/PN.Jkt.Utr and the factors that cause criminal disparities in case No. 155/Pid/2019/PT.Pdg and No. 1607/Pid.B/2019/PN.Jkt.Utr.
The way of approach is normative juridical with prescriptive research specifications and a comparative approach is adopted. Secondary data, which includes primary, secondary, and tertiary legal materials, is utilised. Literature and document studies were employed to collect data, which was subsequently processed using data reduction, data display, and data categorization methods. The secondary data was evaluated and presented in narrative form utilizing qualitative analysis.
The findings of this study show that the punishments for decisions no. 155/Pid/2019/PT.Pdg and No. 1607/Pid.B/2019/PN.Jkt.Utr are insufficient and ineffective, resulting in criminal inequalities. The judge's conclusion satisfied only the legal parts of the case, but not the philosophical or sociological ones.
3026233593E1A017306IMPLEMENTASI PENGHENTIAN PENUNTUTAN OLEH JAKSA BERDASARKAN KEADILAN RESTORATIF MENURUT PERATURAN KEJAKSAAN NOMOR 15 TAHUN 2020 DI KEJAKSAAN NEGERI PURWOKERTO DAN KEJAKSAAN NEGERI PURBALINGGAIMPLEMENTASI PENGHENTIAN PENUNTUTAN OLEH JAKSA BERDASARKAN KEADILAN RESTORATIF MENURUT PERATURAN KEJAKSAAN NOMOR 15 TAHUN 2020 DI KEJAKSAAN NEGERI PURWOKERTO DAN KEJAKSAAN NEGERI PURBALINGGA
Oleh:
Karina Trisha Wardhani (E1A017306)
ABSTRAK
Penghentian penuntutan oleh jaksa berdasarkan keadilan restoratif merupakan suatu solusi penyelesaian perkara tindak pidana yang melibatkan pelaku, korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan. Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah Yuridis Empiris, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan informan dan data sekunder yang diperoleh dari dokumen berupa peraturan perundang-undangan dan bahan hukum lainnya yang diolah dan dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian secara sistematis, logis, dan rasional. Jaksa Penuntut umum telah tepat melakukan penghentian penuntuan berdasarkan keadilan restoratf sesuai dengan pada Pasal 5 Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020. Faktor yang memengaruhi pelaksanaannya yaitu adanya kemauan dari korban untuk berdamai dengan tersangka, tindak pidana tersebut telah memenuhi syarat-syarat prinsip dan adanya pemberian persetujuan penghentian penuntuan berdasarkan keadilan restoratif oleh Kepala Kejaksaan Tinggi.
IMPLEMENTATION OF TERMINATION OF PROSECUTIONS BASED ON RESTORATIVE JUSTICE ACCORDING TO THE PROSECUTOR'S REGULATION NUMBER 15 OF 2020 IN THE STATE PROSECUTORS OF PURWOKERTO AND THE STATE PROSECUTORS OF PURBALINGGA
By:
Karina Trisha Wardhani (E1A017306)
ABSTRACT
Termination of prosecution by prosecutors based on restorative justice is a solution for resolving criminal cases involving perpetrators, victims, and other related parties to jointly seek a fair solution by emphasizing restoration to its original state, and not retaliation. The approach method used in this research is Empiric Juridical, with descriptive research specifications. The data used in this study are primary data obtained through interviews with informants and secondary data obtained from documents in the form of legislation and other legal materials which are processed and analyzed by qualitative methods and presented in the form of a systematic, logical, and rational description. The public prosecutor has appropriately terminated the prosecution based on restorative justice in accordance with Article 5 of the Prosecutor's Office Regulation Number 15 of 2020. The factors that influence its implementation are the willingness of the victim to make peace with the suspect, the crime has fulfilled the principle requirements, and the grant of approval termination of prosecution based on restorative justice by the Chief Prosecutor of the High Court.
3026333594F1A017063KEJAHATAN SEKSUAL DI INDONESIA PERIODE JANUARI-JULI TAHUN 2020 DALAM KOMPAS.COMArtikel ini menggambarkan analisis karakteristik pelaku tindak kejahatan seksual yang ditampilkan dalam portal berita online Kompas.com. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan analisis karekteristik pelaku tindak kejahatan seksual, melalui konsep yang sering ditampilkan dalam berita kasus kejahatan seksual yaitu konsep jenis kejahatan seksual, motif, jenis pekerjaan, jenis kelamin pelaku dan usia pelaku. Penggambaran karakteristik pelaku tindak kejahatan seksual tersebut kemudian dianalisis dengan teori sosiologi perilaku menyimpang untuk memberikan analisis lebih lengkap mengenai bagaimana dan apa yang melatarbelakangi terjadinya suatu kejahatan seksual. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitaif dengan unit observasi yaitu portal berita online Kompas.com dan unit analisis berita dengan topik kasus kejahatan seksual dalam periode bulan Januari-Juli tahun 2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif yang paling sering terjadi adalah pelampiasan nafsu seksualitas; jenis kejahatan seksual yang paling sering ditemukan adalah perkosaan; jenis pekerjaan dari pelaku yang paling banyak ditemukan adalah pelajar dan guru; jenis kelamin pelaku yang paling banyak ditemukan adalah pelaku dengan jenis kelamin laki-laki, usia pelaku yang paling banyak ditemui adalah usia pelaku yang berada pada rentang usia 31-40 tahun. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pelaku laki-laki mendominasi dalam seluruh rentang usia mulai dari usia <19 tahun sampai dengan usia >60 tahun.This article describes the analysis of the characteristics of perpetrators of sexual crimes displayed in online news portals Kompas.com. The purpose of this study is to describe the karecteristic analysis of perpetrators of sexual crimes, through the concept that is often displayed in the news of sexual crime cases, namely the concept of the type of sexual crime, motive, type of work, gender of the perpetrator and the age of the perpetrator. The characteristic depiction of the perpetrator of a sexual crime is then analyzed with the sociological theory of deviant behavior to provide a more complete analysis of how and what is behind the occurrence of a sexual crime. This study uses a method of analysis of quantitaif content with observation units, namely online news portals Kompas.com and news analysis units with the topic of sexual crimes in the period January-July 2020. The results of this study showed that the most common motive is the suppression of sexuality; The most common type of sexual crime is rape; The types of work of the most widely found actors are students and teachers; The sex of the perpetrator who is most widely found is the perpetrator with a male gender, the age of the perpetrator who is most widely encountered is the age of the perpetrator who is in the age range of 31-40 years. The study also showed that male offenders dominate in the entire age range starting at <19 age until >60 age.
3026433595I1A017002Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Literasi Kesehatan Mental pada Mahasiswa Universitas Jenderal SoedirmanLatar Belakang: Mahasiswa merupakan kelompok yang berada dalam usia dewasa muda yang rentan mengalami berbagai permasalahan kesehatan mental dan sebagai social control di masyarakat perlu memiliki literasi kesehatan mental yang tinggi untuk memberikan pertolongan yang efektif baik untuk diri sendiri atau orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat literasi kesehatan mental pada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman.

Metodologi : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan Cross sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa Unosed yang berjumlah 21015. Sampel penelitian berjumlah 186 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional sampling dengan menghitung proporsi mahasiswa berdasarkan masing-masing fakultas. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang disebar kepada mahasiswa melalui google form. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat (chi-square), dan analisis multivariat (regresi logistik).

Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukan bahwa paling banyak responden berjenis kelamin perempuan (79,5%), mahasiswa berasal dari Fakultas Non-Kesehatan (84,2%), mahasiswa menempuh semesster akhir (89,5%), mahasiswa berasal dari asal tempat tinggal daerah perkotaan (60%), mahasiswa memiliki persepsi sosial budaya dengan kategori baik (51,1%), mahasiswa memiliki keterpaparan dengan kesehatan mental dengan kategori kurang baik (60%), dan mahasiswa memiliki tingkat literasi kesehatan mental dengan kategori tinggi (65,3%). Faktor yang mempengaruhi literasi kesehatan mental pada mahasiswa Unsoed adalah jenis kelamin (p = 0,01) , fakultas (p = 0,006), dan persepsi sosial budaya (p = 0,033).

Kesimpulan : Faktor yang paling dominan mempengaruhi literasi kesehatan pada mahasiswa Unsoed adalah jenis kelamin, dimana laki-laki cenderung memiliki tingkat literasi kesehatan mental yang rendah.
Background: Students are a group that is in young adulthood and vulnerable to various mental health problems and as social control in society, they need to have high mental health literacy to provide effective help for themselves or others. This study aims to determine the factors affecting the level of mental health literacy among students of the university of jenderal soedirman

Methods : This type of research is a quantitative study using a cross sectional approach. The research population is Unsoed students who, totaling 21015. The research sample is 190 peoples. The sampling technique used proportional sampling by calculating the proportion of students based on each faculty. The instrument used a questionnaire distributed to students via google form. Data analysis used univariate analysis, bivariate analysis (chi-square), and multivariate analysis (logistic regression)

Results : The results showed that most of the respondents were female (79.5%), students came from the Non-Health Faculty (84.2%), students took the final semester, namely semester 4 and semester 8 (89.5%), students from from the origin of residence in urban areas (60%), students have a socio-cultural perception in the good category (51.1%), students have exposure to mental health in the poor category (60%), and students have a mental health literacy level in the category high (65.3%). Factors affecting mental health literacy in Unsoed students were gender (p = 0.01), faculty (p = 0.006), and socio-cultural perception (p = 0.033).

Conclusion: The most dominant factor influencing mental health literacy in Unsoed students is gender, where men tend to have low levels of mental health literacy.
3026533596K1A017062Aplikasi Metode Elektrokimia untuk Penurunan COD dan Amonia Limbah Cair Industri Tempe Menggunakan Elektroda Al/Al dengan Rangkaian ParalelTelah dilakukan penelitian mengenai aplikasi metode elektrokimia untuk penurunan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan amonia limbah cair industri tempe menggunakan elektroda Al/Al dengan rangkaian paralel. Limbah cair industri tempe mengandung kadar COD sebesar 7200 mg/L dan amonia sebesar 207,76 mg/L, kadar tersebut melebihi baku mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014 tentang baku mutu air limbah industri tempe, sehingga perlu dilakukan pengolahan sebelum limbah tersebut dibuang ke lingkungan. Beberapa parameter yang digunakan pada penelitian ini antara lain pengaruh voltase, kuat arus listrik, dan waktu elektrokoagulasi terhadap penurunan kadar COD dan amonia limbah cair industri tempe menggunakan elektroda aluminium dengan rangkaian paralel. Hasil penelitian menunjukkan penurunan maksimal kadar COD dan amonia terjadi pada voltase 12 Volt, kuat arus 10 A, dan waktu elektrolisis selama 90 menit dengan persentase penurunan COD sebesar 100% dan amonia sebesar 98,68%.A Research about the application of electrochemical method to reduceChemical Oxygen Demand (COD) and ammonia levels of tempe wastewater using Al/Al electrodes in parallel circuit has been done. Tempe wastewater had a COD level of 7200 mg/L and ammonia level of 207,76 mg/L exceeds the quality standards written in the ministerial regulations of environment No. 5 of 2014 on the quality of tempe wastewater, therefore it is necessary to be processed before the waste is discharged into the environment. Some of the parameters used in this research include the effect of voltage, electric current, and running time during the electrocoagulation due decrease the COD and ammonia levels of tempe wastewater using an aluminum electrodes in parallel circuit. The results showed the maximum decrease of COD and ammonia levels occurred at the voltage of 12 Volt, electric current of 10 A, and 90 minutes with a percentage decreasing COD was 100% and ammonia was 98,68%.
3026633605E1A017038PERBANDINGAN DALUWARSA PENUNTUTAN DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA DAN REPUBLIK RAKYAT CINA (Tinjauan Yuridis Terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Dan The Criminal Law of the People`s Republic of China)Sistem daluwarsa penuntutan diadakan sebagai bagian dari perlindungan terhadap pelaku tindak pidana, sistem ini sama-sama dianut baik di Indonesia maupun di Republik Rakyat Cina dengan persamaan dan perbedaan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan dan persamaan dari sistem daluwarsa penuntutan yang ada di Indonesia dan Republik Rakyat Cina. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis komparatif dengan spesifikasi penelitian normatif. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakanaan. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perbandingan hukum pidana dalam KUHP dan Criminal Law Code terdapat kelebihan dan kekurangan masing-masing. KUHP memuat unsur-unsur delik yang lebih rinci dibandingkan dengan Criminal Law Code yang deliknya lebih sederhana. Sistem daluwarsa yang dianut di Indonesia terbagi menjadi daluwarsa penuntutan dan pemidanaan sementara dalam Criminal Law Code tidak menganut adanya daluwarsa pemidanaan. Persamaannya adalah sama-sama mendasarkan adanya daluwarsa penuntutan pada akibat dari lampaunya waktu untuk memproses dan menuntut pelaku tindak pidana. Perbedaannya adalah di KUHP jangka waktu jatuh tempo daluwarsa lebih cepat dibandingkan dengan Criminal Law Code. Sistem daluwarsa penuntutan yang ada dalam R-KUHP Nasional Tahun 2019 memperpanjang waktu jatuh tempo daluwarsa.The limitation of expiration prosecution system is held as part of the protection against perpetrators of criminal acts, this system is shared both in Indonesia and in the People's Republic of China with existing similarities and differences. This study aims to determine the comparisons and similarities of the limitation expiration system of prosecution in Indonesia and the People's Republic of China. The research method used is comparative juridical with normative research specifications. The data used in this study is secondary data obtained from the literature study. The data obtained were then processed and analyzed by qualitative methods and presented in the form of descriptive text. The results of this study indicate that the comparison of criminal law in the Criminal Code in Indonesia and China has advantages and disadvantages of each. Indonesians Criminal Code contains elements of a more detailed offense compared to the Criminal Law Code of China which has a simpler offense. The limitation expiration system adopted in Indonesia is divided into the limitation expiration of prosecution and sentencing, while the Criminal Law Code of China does not adhere to the expiration of a sentence. The similarity is that they both base the limitation expiration of the prosecution on the consequences of the lapse of time to process and prosecute the perpetrators of criminal acts. The difference is that in Indonesian Criminal Code the maturity period is faster than the Criminal Law Code of China. The prosecution limitation expiration system in the Draft of Indonesia Criminal Code extends the expiration date.
3026733597K1A017002SINTESIS NANOPARTIKEL PERAK MENGGUNAKAN BIOREDUKTOR FRAKSI METANOL DAUN MANGGA BACANG (Mangifera foetida L.) DAN APLIKASINYA SEBAGAI SALEP ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnesTelah dilakukan sintesis nanopartikel perak menggunakan metode reduksi dengan fraksi metanol daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) sebagai agen pereduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelarut terhadap aktvitas antibakteri ekstrak daun mangga bacang (Mangifera foetida L.), mengetahui pengaruh variasi konsentrasi larutan AgNO3 terhadap pembentukan nanopartikel, mengetahui karakteristik nanopartikel perak serta untuk mengetahui formulasi dan karakteristik sediaan salep antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun mangga bacang mempunyai aktivitas antibakteri tertinggi pada fraksi metanol dengan zona hambat sebesar 3,69 mm. Berdasarkan hasil analisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan adanya serapan panjang gelombang maksimum yang merupakan karakteristik pembentukan nanopartikel perak pada panjang gelombang 410 nm dengan konsentrasi AgNO3 0,2 M. Analisis gugus fungsi menggunakan FTIR menunjukkan adanya pergeseran gugus O-H, C=O, dan C-O pada fraksi metanol dan nanopartikel perak. Identifikasi ukuran partikel menggunakan PSA menunjukkan bahwa nanopartikel perak yang terbentuk mempunyai diameter rata-rata sebesar 1,03 nm. Hasil analisis kualitatif SEM EDX menunjukkan morfologi dari nanopartikel perak memiliki bentuk dan ukuran yang beragam. Hasil analasis kuantitatif SEM EDX menunjukkan unsur-unsur yang terkandung dalam nanopartikel perak diantaranya Ag, C, O, dan N. Hasil analisis menggunakan TEM menunjukkan bahwa ukuran partikel dari nanopartikel perak berkisar antara 3,81 nm dan 28,83 nm. Sediaan salep yang diperoleh berwarna putih, berbentuk semisolid, memiliki daya sebar berkisar 5,06 – 5,40 cm, daya lekat berkisar 6,3 – 23,67 detik, pH berkisar 5,53 – 6,4, bersifat homogen, dan memproteksi. Sediaan salep memiliki aktivitas antibakteri tertinggi terhadap bakteri Propionibacterium acnes pada formula 3 dengan penambahan nanopartikel perak 0,2 dengan diameter zona hambat sebesar 21,33mm.
Kata kunci: Antibakteri, Mangifera foetida L, Nanopartikel perak.
Silver nanoparticles have been synthesized by the reduction method using fraction methanol of bachang mango leaf (Mangifera foetida L.) as a reducing agent. The aim of this study was to determine the effect of antibacterial on the activity of leaf extract of mango bachang (Mangifera foetida L.), to determine the effect of variations in the concentration of AgNO3 solution on the formation of nanoparticles, to determine the characteristics of silver nanoparticles, and to determine the formulation and characteristics of antibacterial ointment preparations. The results showed that mango leaf extract had the highest activity in the methanol fraction with an inhibition zone 3.69 mm. Based on the results of the analysis using UV-Vis spectrophotometer showed the maximum wavelength absorption which is characteristic of the formation of silver nanoparticles at a wavelength of 410 nm with a concentration of 0.2 AgNO3. Functional group analysis using FTIR showed a shift in the O-H, C=O, and C-O groups in the methanol fraction and silver nanoparticles. Particle size identification using PSA showed that the silver nanoparticles formed had an average diameter of 1.03 nm. The results of the qualitative analysis of SEM EDX showed that the morphology of sliver nanoparticles had various shapes and sizes. The results of the quantitative analysis of SEM EDX showed the elements contained in silver nanoparticles is Ag, C, O, and N. The results of the TEM analysis showed that the particle size of silver nanoparticles ranged between 3.81 nm and 28.83 nm. The preparations for the ointment are white, semisolid, had a spread ranging from 5.06 to 5.40 cm, adhesion ranged from 6.3 to 23.67 seconds, pH ranged from 5.53 to 6.4, preparation had the highest antibacterial activity against Propionibacterium acnes bacteria in formula 3 with the addition of 0.2 silver nanoparticles with a zone of inhibition diameter of 21.33 mm.
Keywords: Antibacterial, Mangifera foetida L, Silver nanoparticles.
3026833598E1A017195PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA TIDAK TERPENUHI SYARAT PERKAWINAN (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Depok Nomor 3366/ Pdt.G / 2020/ Pa. Dpk)Perkawinan dapat disebut sah apabila perkawinan tersebut memenuhi syarat dan rukun perkawinan yang ada, baik menurut hukum islam maupun menurut Undang-Undang yang berlaku. Syarat syahnya perkawinan diatur dalam Bab II dari Pasal 6 sampai dengan Pasal 12 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Apabila perkawinan dilaksanakan tidak sesuai dengan tata tertib hukum yang ditentukan maka perkawinan itu menjadi tidak sah dan perkawinan tersebut dapat dilakukan pembatalan atau dapat dibatalkan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan pembatalan perkawinan karena tidak terpenuhi syarat perkawinan pada Putusan Pengadilan Agama Depok Nomor 3366/Pdt.G/2020/PA.Dpk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian prespektif analisis, teknik pengumpulan data studi keperpustakaan dengan inventarisasi, data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan analisis normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa permohonan pembatalan perkawinan karena tidak terpenuhi syarat perkawinan pada Putusan Pengadilan Agama Depok Nomor 3366/Pdt.G/2020/PA.Dpk. Hakim dalam memutus perkara ini mendasarkan pada Pasal 8 huruf (d) Undang – Undang No.1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan juncto Pasal 39 Ayat (2) Kompilasi Hukum Islam juncto Pasal 70 Kompilasi Hukum Islam. Pasal 23 Undang-Undang No.1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan juncto Pasal 73 huruf d Kompilasi Hukum Islam. Pasal 28 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 juncto Pasal 75 Huruf (b) Kompilasi Hukum Islam. Menurut peneliti, dalam pertimbangan hakim menggunakan Pasal 39 Ayat (3) huruf c bukan Pasal 39 Ayat (2) , Pasal 23 Huruf (b) Undang-Undang No.1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan juncto Pasal 73 huruf (b) Kompilasi Hukum Islam bukan Pasal 73 huruf (d) . Majelis Hakim juga dapat menambahkan Pasal 22 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Pasal 37 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975.
Marriage can be called legal if the marriage meets the existing conditions and pillars of marriage, both according to Islamic law and according to applicable law. The terms of the marriage are stipulated in Chapter II of Article 6 to Article 12 of Law No. 1 of 1974 concerning Marriage. If the marriage is not in accordance with the prescribed legal order then the marriage becomes invalid and the marriage can be annulled or can be annulled.
The formulation of the problem in this study is how the judge's legal consideration in granting the marriage annulment application because it is not fulfilled the marriage requirement in the Depok Religious Court Decision No. 3366 / Pdt.G / 2020 / PA.Dpk. The methods used in this study are normative juridical, analytical prespective research specifications, literature study data collection techniques with inventory, collected data then presented in the form of narrative text and qualitative normative analysis.
Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the application for annulment of marriage because it is not fulfilled the conditions of marriage in the Decision of the Depok Religious Court No. 3366 / Pdt.G / 2020 / PA.Dpk. The judge in deciding this case is based on Article 8 letter (d) of Law No.1 of 1974 concerning Marriage juncto Article 39 Paragraph (2) compilation of Islamic law juncto Article 70 compilation of Islamic law. Article 23 of Law No.1 of 1974 concerning Marriage juncto Article 73 letter d Compilation of Islamic Law. Article 28 Paragraph (1) of Law No. 1 of 1974 on Marriage juncto Article 28 Paragraph (2) of Law No. 1 of 1974 juncto Article 75 Letter (b) Compilation of Islamic Law. According to the researchers, in consideration the judge uses Article 39 Paragraph (3) letter c instead of Article 39 Paragraph (2), Article 23 Letter (b) of Law No.1 of 1974 concerning Marriage juncto Article 73 letter (b) Compilation of Islamic Law instead of Article 73 letter (d). The Panel of Judges can also add Article 22 of Law No. 1 of 1974 and Article 37 of Government Regulation No. 9 of 1975.
3026933053F1C014057Komunikasi Instruksional Dalam Pembelajaran Kesenian Karawitan di Sanggar Seni Bakal Darimu PurbalinggaKesenian karawitan menjadi salah satu kesenian paling diminati kalangan orang tua. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk bisa belajar karawitan, salah satu contohnya dengan belajar melalui sanggar seni yang menyediakan fasilitas untuk belajar karawitan. Sanggar seni “Bakal Darimu” di desa Bokol kabupaten Purbalingga, menjadi salah satu tempat yang memberikan pelatihan seputar kesenian bagi orang – orang yang berminat untuk mempelajari sebuah seni disana. sanggar seni “Bakal Darimu” tidak mengikat siapapun dari golongan manapun dan jenis kelamin apapun untuk ikut belajar disini. Dengan rentang usia yang berbeda, memerlukan pendekatan yang berbeda pula, tidak mungkin untuk mengajari orang tua disamakan caranya dengan mengajar anak – anak.

Penulis memilih sanggar “Bakal Darimu” karena tertarik dengan kelompok orang tua yang menjadi anggora sanggar seni “Bakal darimu” yang pada kenyataan bahwa orang tua di desa Bokol yang mayoritas menjadi murid disana, membuat penulis ingin mengetahui metode dalam penyampaian informasi terkait karawitan, serta strategi di dalam proses pembelajaran kesenian karawitan. Peneliti memilih pendekatan kualitatif sebagai dasar penelitian dan menggunakan komunikasi instruksional sebagai landasan teori. Adapun teori belajar yang dibawa dalam penelitian ini adalah, teori belajar sosial milik Albert Bandura.
Musical art is one of the most popular arts among parents. There are many ways that can be done to be able to learn karawitan, one example is by learning through art studios that provide facilities for learning karawitan. The art studio "Bakal Darimu" in Bokol village, Purbalingga district, is one of the places that provides training about art for people who are interested in learning an art there. The art studio "Bakal Darimu" does not bind anyone from any class and gender to participate in learning here. Indeed, with a different age range, it has created its own challenges. Although the solution is quite simple, namely giving a separate time class for a certain age range. However, the problem re-emerged, namely with different age ranges, requiring different approaches, it is impossible to teach parents the same way as teaching children.

The author chose the "Bakal Darimu" studio because he was interested in the group of parents who became members of the "Bakal Darimu" art studio, which in fact that the majority of parents in Bokol village were students there, made the author want to know the method of delivering information related to musical instruments, as well as strategies in the process of learning musical arts. The researcher chose a qualitative approach as the research basis and used instructional communication as the theoretical basis. The learning theory brought in this research is Albert Bandura's social learning theory.
3027033600E1A016126PENGATURAN SURAT EDARAN MENTERI KETENAGAKERJAAN RI NOMOR M/8/HK.04/V/2020 TAHUN 2020 TENTANG PERLINDUNGAN PEKERJA/BURUH DALAM PROGRAM JAMINAN KECELAKAAN KERJA PADA KASUS PENYAKIT AKIBAT KERJA KARENA COVID-19 TERHADAP PEKERJA TENAGA ALIH DAYA/OUTSOURCING DI RUMAH SAKIT DAERAH DR.H. SOEWONDO KENDALSetiap orang berhak memperoleh perlindungan keselamatan dan kesehatan
kerja sebagaimana yang diatur dalam Undang Undang Nomor 1 Tahun 1970
tentang Keselamatan Kerja. Di masa pandemi Salah satu pekerjaan yang memiliki
risiko bahaya tinggi adalah rumah sakit. Tenaga alih daya di bagian Cleaning
service rumah sakit termasuk pekerja yang memiliki risiko tinggi terpapar virus
Covid-19. Oleh sebab itu untuk memberikan perlindungan terhadap pekerja,
Pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui Surat Edaran Menteri
Ketenagakerjaan Nomor M/8/HK.04/V/2020 Tahun 2020 Tentang Perlindungan
Pekerja/buruh dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja Pada Kasus Penyakit
Akibat Kerja Karena Corona Virus Disease 2019/COVID-19. Dari uraian tersebut,
maka muncul permasalahan sebagai berikut: Pertama tentang bagaimana
pengaturan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/8/HK.04/V/2020
Tahun 2020 Tentang Perlindungan Pekerja/buruh dalam Program Jaminan
Kecelakaan Kerja Pada Kasus Penyakit Akibat Kerja Karena Corona Virus Disease
2019/COVID-19 terhadap pekerja tenaga alih daya/outsourcing; Kedua tentang
Apa saja hambatan penerapan Surat Edaran tersebut dalam memberikan
perlindungan hukum bagi pekerja tenaga alih daya/outsourcing di bagian pelayanan
kebersihan/cleaning service RSUD Dr.H.Soewondo Kendal.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan
yuridis normatif. Jenis data yang digunakan diperoleh menggunakan metode
kepustakaan, dilengkapi dengan metode wawancara bebas terpimpin. Penyajian
data disajikan secara deskriptif, dan di analisis menggunakan metode kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peraturan yang mengatur tentang
perlindungan hukum bagi pekerja berdasarkan Surat Edaran Menteri
Ketenagakerjaan RI Nomor M/8/HK.04/V/2020 Tahun 2020 tentang Perlindungan
Pekerja/buruh dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja pada kasus Penyakit
Akibat Kerja (PAK) akibat Corona Virus Disease (Covid-19) terhadap pekerja
tenaga alih daya/outsourcing sudah tepat. Terbitnya Surat Edaran tersebut
memberikan perlindungan hukum terhadap pekerja tenaga alih daya/outsourcing
yang memiliki risiko khusus dapat mengakibatkan Penyakit Akibat Kerja(PAK)
karena Covid-19. Sedangkan penerapan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan
tersebut bagi tenaga alih daya/outsourcing di bagian pelayanan kebersihan/cleaning
service RSUD Dr.H.Soewondo Kendal masih belum optimal dalam
pelaksanaannya masih terdapat hambatan yang timbul dari faktor internal dan
eksternal.
Everyone has the right to obtain occupational safety and health protection as
regulated in Law Number 1 of 1970 concerning Occupational Safety. During a
pandemic, one of the jobs that has a high risk of danger is the hospital. Outsourced
in the cleaning service of workers the hospital include workers who have a high
risk of being exposed to the Covid-19 virus. Therefore, to provide protection for
workers, the Government issued a policy through the Circular Letter of the Minister
of Manpower Number M/8/HK.04/V/2020 of 2020 concerning Protection of
Workers/laborers in the Work Accident Insurance Program in Cases of
Occupational Diseases Due to Corona Virus Disease. 2019/COVID-19. From this
description, the following problems arise: First, how to regulate the Circular Letter
of the Minister of Manpower Number M/8/HK.04/V/2020 of 2020 concerning
Protection of Workers/laborers in the Work Accident Insurance Program in Cases
of Occupational Diseases Due to Corona Virus Disease 2019/COVID-19
against/workersoutsourcedoutsourced; Second, what are the obstacles to
implementing the Circular Letter in providing legal protection for workers
outsourced in thecleaning service section of Dr.H.Soewondo Kendal Hospital.
This study uses a qualitative research method with a normative juridical
approach. The type of data used was obtained using the library method, equipped
with a guided free interview method. Data presentation is presented descriptively,
and analyzed using qualitative methods.
The results show that the regulation governing legal protection for workers is
based on the Circular Letter of the Minister of Manpower of the Republic of
Indonesia Number M/8/HK.04/V/2020 of 2020 concerning Protection of
Workers/laborers in the Work Accident Insurance program in cases of
Occupational Diseases (PAK). The impact of CoronaVirus Disease (Covid-19)
on/workers outsourced is appropriate. The issuance of the Circular provides legal
protection for/workers who have special risks of causing Occupational Diseases
(PAK) due to Covid-19. Meanwhile, the implementation of the Circular of the
Minister of Manpower for outsourcing staff in the cleaning service of
Dr.H.Soewondo Kendal Hospital is still not optimal in its implementation, there are
still obstacles that arising from internal and external factors.
3027133601K1B016001ESTIMASI PARAMETER PADA DATA TERSENSOR TIPE III BERDISTRIBUSI RAYLEIGH MELALUI METODE MAXIMUM LIKELIHOOD
Data survival merupakan data pengamatan suatu unit atau individu dari awal pengamatan hingga terjadinya peristiwa tertentu. Penggunaan data tersensor seringkali dilakukan karena keterbatasan waktu penelitian di lapangan. Analisis survival pada data tersensor menggunakan metode parametrik karena membutuhkan asumsi distribusi untuk populasinya. Salah satu upaya untuk menginterpretasi data survival menggunakan fungsi survival dan fungsi hazard dengan menentukan estimasi parameter distribusi. Penelitian ini membahas estimasi parameter dari bentuk khusus distribusi Weibull yakni distribusi Rayleigh dengan penyensoran tipe III melalui metode maximum likelihood serta membuat simulasi dengan program Rstudio terhadap data 21 pasien leukimia akut yang diberi perlakuan 6-MP. Melalui metode maximum likelihood, diperoleh bahwa estimasi parameter dari distribusi Rayleigh tersensor tipe III adalah ג ̂=r/(∑_(i=1)^r▒〖〖t_i〗^2+∑_(j=r+1)^n▒〖t_j〗^2 〗) . Kemudian, diperoleh nilai estimasi parameter dari data 21 pasien leukimia akut yang diberi perlakuan 6-MP sebesar 0,001106059, dan fungsi survival serta fungsi hazard-nya berturut-turut adalah S(t)=e^(〖-0,0011t〗^2 ) dan h(t)=0,0022t .Survival data is the observation data of a unit or individual from the beginning observation until the occurrence certain events. The use of censored data is often done because of the limited time of research in the field. Survival analysis on censored data uses parametric methods because it requires distribution assumptions for the population. One of the attempts to interpret the survival data is using the survival function and the hazard function by determining the estimated distribution parameters. This study discusses the parameter estimation of a special form of the Weibull distribution, namely the Rayleigh distribution with type III censorship through the maximum likelihood method and makes simulations with the Rstudio program on the data of 21 acute leukemia patients treated with 6-MP. Through the maximum likelihood method, it is found that the parameter estimation of the type III censored Rayleigh distribution is ג ̂=r/(∑_(i=1)^r▒〖〖t_i〗^2+∑_(j=r+1)^n▒〖t_j〗^2 〗) . Then, the estimated parameter value of from the data of 21 acute leukemia patients who were treated with 6-MP is 0.001106059, the survival and hazard functions are S(t)=e^(〖-0,0011t〗^2 ) and h(t)=0,0022t , respectively.
3027233602C1L017046PENGARUH MUTU PEMBELAJARAN ONLINE DAN FASILITAS BELAJAR DI RUMAH TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI MELALUI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI MA EL BAYAN MAJENANGPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei menggunakan kuesioner pada siswa kelas XI IPS 1-4 dari Ma El-Bayan Majenang. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Mutu Pembelajaran Online dan Fasilitas Belajar di Rumah terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi melalui Motivasi Belajar siswa kelas XI Ma El-Bayan Majenang”. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menganalisa pengaruh Mutu Pembelajaran Online dan Fasilitas Belajar terhadap Hasil Belajar melalui Motivasi Belajar sebagai variabel mediasi. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas XI IPS 1-4 di Ma El-Bayan Majenang yang berjumlah 120 responden dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling diperoleh sampel sebanyak 93 responden. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara dan penyebaran kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS) menggunakan software Warp PLS 7.0. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) Mutu Pembelajaran Online memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Hasil Belajar, (2) Mutu Pembelajaran Online memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Motivasi Belajar, (3) Motivasi Belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Hasil Belajar, (4) Motivasi Belajar mampu memediasi pengaruh Mutu Pembelajaran Online terhadap Hasil Belajar secara parsial, (5) Fasilitas Belajar di Rumah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Hasil Belajar, (6) Fasilitas Belajar di Rumah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Motivasi Belajar, (7) Motivasi Belajar mampu memediasi pengaruh Fasilitas Belajar di Rumah terhadap Hasil Belajar secara parsial, (8) Mutu Pembelajaran Online dan Fasilitas Belajar di Rumah secara simultan atau bersama-sama mempengaruhi Hasil Belajar. Implikasi dari penelitian ini diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat mengambil sampel yang lebih luas. Guru diharapkan dapat terus melakukan evaluasi pembelajaran dengan melibatkan peran aktif siswa agar kualitas pembelajaran yang ada terus meningkat. Sebaiknya sekolah selalu memberikan edukasi kepada orang tua siswa untuk senantiasa memantau siswa saat pembelajaran online. Bagi orang tua siswa dapat memenuhi fasilitas belajar di rumah seperti penyediaan perangkat, penyediaan jaringan internet, ruang belajar dll.This research is a descriptive quantitative study with a survey method using a questionnaire for students of class XI IPS 1-4 from Ma El-Bayan Majenang. This study took the title: "The Effect of Online Learning Quality and Home Learning Facilities on Learning Outcomes of Economics Subjects through Learning Motivation of Class XI Ma El-Bayan Majenang students". The purpose of this study was to understand and analyze the effect of Online Learning Quality and Learning Facilities on Learning Outcomes through Learning Motivation as a mediating variable. The population in the study was all students of class XI IPS 1-4 in Ma El-Bayan Majenang which opened 120 respondents using the Cluster Random Sampling technique, obtained a sample of 93 respondents. Data collection techniques using interviews and questionnaires. The data obtained were then analyzed using Partial Least Square (PLS) using Warp PLS 7.0 software. Based on the results of research and data analysis shows that: (1) the quality of online learning has a positive and significant influence on learning outcomes, (2) the quality of online learning has a positive and significant influence on learning motivation, (3) learning motivation has a positive and significant influence on learning motivation. Learning Outcomes, (4) Learning Motivation is able to partially mediate the effect of Online Learning Quality, (5) Home Study Facilities have a positive and significant influence on Learning Outcomes, (6) Home Study Facilities have a positive and significant influence on Learning Motivation, ( 7) Learning Motivation is able to partially mediate the effect of Home Learning Facilities on Learning Outcomes, (8) Online Learning Quality and Home Learning Facilities simultaneously or jointly affect Learning Outcomes. The implications of this research are expected for future researchers to be able to take a wider sample. Teachers are expected to continue to evaluate learning by involving the active role of students so that the quality of existing learning continues to increase. The school always provides education to parents to make students happy when learning online. For parents, students can fulfill learning facilities at home such as providing devices, providing internet networks, study rooms, etc.
3027333554F2A018001ANALISIS KEBIJAKAN TARIF PAJAK PENGHASILAN FINAL USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (STUDI PADA WAJIB PAJAK UMKM EKS DISTRIK MAJENANG)Pajak merupakan salah satu sumber utama penerimaan negara. Upaya peningkatan kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak diperlukan untuk mencapai realisasi penerimaan pajak. Pemerintah melalui kebijakan PP 23 tahun 2018 memberikan keringanan tarif PPh Final sebesar 0,5% dari omset usaha bagi wajib pajak UMKM yang memiliki pendapatan bruto kurang dari 4,8 Milyar rupiah dalam satu tahun. Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya kepatuhan membayar pajak WP UMKM di beberapa daerah khususnya di wilayah eks-distrik Majenang meskipun pemerintah telah menurunkan tarif pajak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kebijakan pengurangan tarif pajak PPh Final UMKM apakah mampu meningkatkan kepatuhan WP UMKM membayar pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sikap kepatuhan WP UMKM eks distrik majenang berkaitan dengan kebijakan PPh Final 0,5% yakni terdapat Wajib Pajak yang patuh membayar pajak dan tidak patuh membayar pajak. WP patuh membayar pajak tetapi jumlah pajak yang disetorkan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, alasan utama membayar pajak yakni agar terhindar dari sanksi. Sedangkan WP UMKM yang tidak membayar pajak dilatarbelakangi oleh kurangnya pengetahuan perpajakan karena tujuan mendaftar NPWP hanya untuk melengkapi syarat adminsitratif pengajuan kredit modal usaha, kondisi wilayah yang berpengaruh pada ketersediaan jaringan internet untuk mengakses billing pajak serta keadaan ekonomi WP UMKM selama pandemi Covid-19. Selain itu terdapat rasa keberatan akan kebijakan yang berlaku karena dinilai membebani atau kurang adil. Persepsi ketidakadilan akan pemungutan PPh Final yakni karena pajak dihitung berdasarkan pendapatan bruto, tidak mencerminkan kemampuan membayar pajak sehingga dinilai menghambat keberlangsungan usaha jika WP membayar pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dasar pengenaan PPh Final dinilai mengabaikan perbedaan margin keuntungan usaha satu dengan lainnya, serta belum dirasakannya layanan publik yang memadai dan distribusi bantuan UMKM yang dinilai belum merata sebagai timbal balik dari kontribusi pajak. Perlu adanya kebijakan pajak yang lebih mencerminkan asas keadilan; optimalisasi pelaksanaan penyuluhan dan kampanye pajak; membangun persepsi publik yang positif mengenai pemungutan pajak; adanya transparansi dan akuntabilitas pengelola keuangan publik serta responsivitas penyelenggara pelayanan publik; serta perlunya pemberdayaan masyarakat pebayar pajak dengan dibangunnya forum dialog antara pebayar pajak dengan pemerintah agar pebayar pajak dapat menyampaikan harapan dan permasalahan mengenai perpajakan, khususnya kebijakan penetapan tarif pajak dan dasar pengenaan pajak sektor UMKM sehingga upaya peningkatan angka kepatuhan membayar pajak dapat tercapai.Tax is one of the main sources of state revenue. Efforts to increase taxpayer compliance in paying taxes are needed to achieve the realization of tax revenues. The government through the PP 23 2018 policy provides a Final tax rate reduction of 0.5% of business turnover for MSME taxpayers who have a gross income of less than 4.8 billion rupiah in one year. This study aims to analyze the policy of reducing the MSME Final tax rate whether it is able to increase the compliance of MSME taxpayers in paying taxes in accordance with applicable regulations. This research departs from the problem of low compliance in paying MSME taxes in several regions, especially in the ex-district of Majenang even though the government has lowered tax rates. The results showed that the compliance attitude of MSMEs taxpayes in the ex-district of Majenang based on 0.5% Final tax policy, there were taxpayers who were willing to pay taxes and not pay taxes. Taxpayers are willing to pay taxes but the amount of tax paid is not in accordance with applicable regulations, the main reason for paying taxes is to avoid sanctions. Meanwhile, MSME taxpayers who do not pay taxes are motivated by a lack of tax knowledge because the purpose of registering a TIN is only to complete the administrative requirements for applying for business capital loans, the territory conditions that affect the availability of internet networks to access tax billing and the economic condition of MSME taxpayers during the Covid-19 pandemic. In addition, there are objections to the applicable policies because they are considered burdensome or unfair. The perception of injustice in the collection of Final Income Tax, because the tax is calculated based on gross income, does not reflect the ability to pay taxes, so it is considered to hamper business continuity if the taxpayer pays taxes in accordance with applicable regulations. The basis for imposition of Final Tax is considered to ignore the difference in profit margins from one business to another, as well as the lack of adequate public services and the distribution of MSME assistance which is considered uneven as a return for tax contributions.There needs a tax policy whice reflects the principle of equity; implementation of more optimal education, counseling and tax campaigns; build a positive public perception of tax collection; the existence of transparency and accountability of public financial managers and the responsiveness of public service providers; and the need to empower the taxpayer community by establishing a dialogue forum between taxpayers and the government so that taxpayers can convey their hopes and problems regarding taxation, in particular the policy of tax rates and tax bases for the MSME sector so that increased tax compliance can be achieved.
3027433603K1B016042Penentuan Pasangan Kompatibel Lax Bentuk Operator dan Matriks dari Persamaan Sawada-Kotera.Persamaan differensial merupakan persamaan yang memuat turunan-turunan dari sembarang fungsi. Persamaan differensial parsial berdasarkan kelinierannya dibagi menjadi dua jenis, yaitu PDP linier dan PDP non-linier. Terdapat berbagai macam metode yang dapat digunakan untuk mencari solusi masalah nilai awal dari suatu PDP non-linier, salah satunya yaitu dengan metode IST. Namun, metode IST membutuhkan Lax pair sebagai alat untuk mentransformasikan PDP non-linier menjadi PDB linier. Penelitian ini membahas bagaimana membentuk Lax pair dari persamaan Sawada-Kotera baik dalam bentuk operator Lax maupun matriks Lax. Untuk mendapatkan operator Lax, peneliti menggunakan konsep uji coba kandidat operator Lax valid L dan M dengan bobot berturut-turut 3 dan 5 yang diuji kompatibilitasnya dengan uji kompatibilitas operator Lax. Berdasarkan kandidat operator Lax tersebut diperoleh operator Lax pair serta matriks Lax pair yang kompatibel dengan persamaan Sawada-Kotera.A differential equation is an equation which contains unknown functions. Partial differential equation based on its linearity divided by two types, those are linear PDE and non-linear PDE. There are many methods that could be used to solve a non-linear PDE, one of which is the IST method. Yet, the IST method needs a Lax pair as a tool to transform non-linear PDE into linear ODE. This research studied how to construct a Lax pair for the Sawada-Kotera equation either in operator form or matrix form. To have a valid operator Lax pair, the researcher used the trial concept of the operator Lax’s candidates L and M with weight 3 and 5 respectively which were examined by operator Lax pair compatibility test. Based on those candidates, the researcher obtained a compatible operator and matrix Lax pair for the Sawada-Kotera equation.
3027533604C1B016101PENGARUH HARGA, CUSTOMER RELATIONSHIP, PELAYANAN,
DAN BRAND IMAGE TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN

Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif pada konsumen Toko Roti Go Purwokerto. Penelitian ini berjudul: pengaruh harga, customer relationship, pelayanan, dan brand image terhadap loyalitas pelanggan (studi pada konsumen Toko Roti Go Purwokerto).Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh harga, customer relationship, pelayanan, dan brand image terhadap loyalitas pelanggan. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Toko Roti Go Purwokerto yang jumlahnya tidak dapat diketahui secara pasti. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 106 responden. Metode pengumpulan jumlah sampel yang digunakan adalah metode interval taksiran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa harga, customer relationship, pelayanan, dan brand image memiliki pengaruh positif terhadap loyalitas pelangggan. This research is a survei research using a quantifiative approachin consumers Bakery Go Purwokerto. This research is titled: influence of price, customer relationship,service, and brand image on customer loyalty (study on consumers of Go Purwokerto Bakery). The purpose of the research is to analyze the influence of price, customer relationship,service, and brand image on customer loyalty. The population in this study isah consumers of Go Purwokerto Bakery whose number can not be known for sure. The number of samples taken in this study was 106 respondents.The method of collecting the number of samples used is the estimated interval method. Based on the results of the study can be concluded that the price, customer relationship,service, and brand image has a positive effecton theloyalty of customers.
3027633608E1A017245PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PERALATAN LISTRIK YANG TIDAK MEMILIKI SERTIFIKAT STANDAR NASIONAL INDONESIA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN NOMOR 130/PID.SUS/2020/PN.PWTPerlindungan konsumen menurut Pasal 1 angka (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen. Salah satu kasus perlindungan konsumen adalah perbuatan Kuswono Hendra Jaya selaku Direktur PT Karisma Jaya yang memproduksi dan memperjualbelikan peralatan listrik yang tidak memiliki Sertifikat Standar Nasional Indonesia. Skripsi ini membahas mengenai perlindungan hukum terhadap konsumen perlatan listrik yang tidak memiliki Sertifikat SNI berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum sekunder. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil peneltian ini dapat disimpulkan bahwa dalam putusan nomor: 130/Pid.Sus/2020/Pn.Pwt konsumen sudah mendapat perlindungan hukum berdasarkan Pasal 54 ayat (2) Jo Pasal 44 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Putusan Nomor: 130/Pid.Sus/2020/PN.Pwt menjadi bukti nyata dari upaya penegakan perlindungan hukum terhadap konsumen peralatan listrik, terutama perlindungan hukum atas hak konsumen yang terdapat dalam Pasal 4 huruf (a) dan huruf (c) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999.
Consumer protection according to Article 1 point (1) of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection is any efforts that ensures legal certainly to provide protection to consumers. One of the consumer protection cases is the act of Kuswono Hendra Jaya as Director of PT Karisma Jaya who produces and sells electrical equipment that does not have an Indonesian National Standard Certificate. This thesis discusses the legal protection for consumers of electrical equipment that does not have an SNI Certificate based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. The method used in this research is normative juridical with descriptive analytical research specifications. The data sources used are secondary legal materials. The data obtained were presented with narrative text, and the data analysis method used is a qualitative normative method.
Based on the results of this research, it can be concluded that In the decision number: 130/Pid.sus/2020/PN.Pwt consumers have received legal protection based on Article 54 paragraph (2) in conjunction with Article 44 of Law of The Republic of Indonesia Number 30 of 2009 concerning Electricity. The decision number: 130/Pid.sus/2020/PN.Pwt is consclusive evidence of legal protection for consumers of electrical equipment, especially the legal protectiobn of consumer rights in Article 4 letters a(a) and (c) Law Number 8 of 1999 concerning Concumer Protection.
3027733609K1A017028PEMODELAN MOLEKUL SURFAKTAN ANIONIK BARU BERBASIS SULFAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE AB INITIOSurfaktan anionik merupakan zat aktif permukaan yang banyak digunakan dalam industri sebagai agen pembersih rumah tangga seperti detergen dan sabun. Salah satu jenis surfaktan anionik yang diaplikasikan secara luas adalah kelompok sulfat. Penggunaan surfaktan anionik dengan konsentrasi yang tinggi akan menimbulkan dampak negatif, terutama pencemaran lingkungan. Penelitian ini berfokus pada modifikasi struktur surfaktan anionik sulfat dengan model persamaan HKSS terbaik untuk mendapatkan struktur dengan nilai Konsentrasi Misel Kritik (KMK) yang lebih baik. Modifikasi struktur dilakukan menggunakan komputer dengan metode ab initio 6-31G**. Struktur molekul yang akan dimodifikasi yaitu C16SO4Na. Berdasarkan persamaan HKSS, pada penelitian ini didapatkan 3 senyawa prediksi dengan nilai KMK lebih baik dibandingkan senyawa sebelumnya, dengan log KMK terendah sebesar -4,229172294. Senyawa prediksi yang dihasilkan mempunyai kemungkinan yang cukup besar untuk disintesis dengan reaksi sederhana yang terjadi pada karbon alfa.Anionic surfactants are surface active agents that are widely used in industry as a household cleaning agent such as detergents and soaps. One of the most widely applied of anionic surfactants is the sulfate group. The use of anionic surfactants with high concentrations will cause negative impacts, especially environmental pollution. This research focuses on the modification of the structure of the sulfate group surfactants with the best QSPR equation model to obtain a structure with a better Critical Micelle Concentration (CMC) value. Structure modification was performed using a computer by ab initio method and 6-31G** basis set. There was molecular structures to be modified namely C16SO4Na. Based on the QSPR model, this research designed 3 predicted compounds with better CMC values than the previous compounds, which resulted the lowest CMC log of -4,229172294. These predicted compounds have a good possibility to be synthesized by a simple reaction toward alpha carbon.
3027833606E1A115124PELAKSANAAN PEMBAYARAN UANG PENGGANTI
DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI
(Studi kasus di Kejaksaaan Negeri Purwokerto)
Eksistensi ketentuan hukum acara pidana sangat diperlukan dan sifatnya sangat esensial dalam rangka penegakan hukum pidana material dan putusan akhir merupakan akhir dari proses persidangan perkara pidana. Putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, maka akan dilakukan eksekusi olej Jaksa. Dalam tindak pidana Korupsi terdapat jenis pidana tambahan yakni pembayaran uang pengganti yang diatur dalam Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ketentuan pembayaran uang pengganti juga memiliki limitasi waktu dalam proses pembayarannya dan apabila tidak memenuhi waktu tersebut akan dilakukan penyitaan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis, dengan spesifikasi penelitian deskriptif, sumber data yang digunakan data primer dan data sekunder, data yang terkumpul disajikan dengan uraian yang sistematis dengan metode analisis kualitatif. Berdasarkan hasil peneltian dan pembahasan didapati bahwa pelaksanaan pembayaran uang pengganti di Kejaksaan Negeri Purwokerto sama dengan apa yang diatur dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, dimana harus ada putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, kemudian dilakukan penelusuran asset, selanjutnya maka akan dilakukan penyitaan, terhadap barang sitaan tersebut disimpan di Kejaksaan dan Rubbasan, setelah itu maka akan dilakukan lelang melalui KPKNL. Hambatan yang dihadapi aparat penegak hukum KPK adalah faktor hukumnya, faktor penegak hukum, faktor sarana dan fasilitas, faktor kebudayaan.
The existence of the provisions of the criminal procedure law is indispensable and essential in the framework of material criminal law enforcement and the final verdict is the end of the criminal proceedings. The verdict that has the legal force remains, then the execution of the Prosecutor. In the criminal act of Corruption there is an additional type of criminal, namely the payment of replacement money stipulated in Article 18 paragraph (1) letter b of Law No. 31 of 1999 concerning the Eradication of Criminal Acts of Corruption. The payment terms of replacement money also have a time limit in the payment process and if it does not meet the time will be confiscated. This research uses methods of sociological juridical approach, with descriptive research specifications, data sources used primary data and secondary data, collected data presented with systematic descriptions with qualitative analysis methods. Based on the results of the investigation and discussion it was found that the implementation of payment of replacement money in the Purwokerto State Prosecutor's Office is the same as what is regulated in the Corruption Act, where there must be a verdict that has permanent legal force, then an asset search, Furthermore, the confiscation will be carried out, against the confiscated goods stored in the Prosecutor's Office and Rubbasan, after which it will be auctioned through KPKNL. The obstacles faced by KPK law enforcement officials are legal factors, law enforcement factors, facilities and facilities, cultural factors.
3027933610K1A017035Sintesis Perak Karboksimetil Kitosan dan Uji Aktivitas Antimikroba pada Kain KasaKarboksimetil kitosan memiliki aktivitas antimikroba yang berpotensi sebagai agen antimikroba pada kain kasa. Perak telah muncul sebagai bahan antimikroba khas yang banyak diterapkan dalam dunia kesehatan. Penelitian ini melakukan sintesis perak karboksimetil kitosan dengan berbagai variasi perbandingan volume AgNO3 yang ditambahkan serta dilakukan pelapisan perak karboksimetil kitosan pada kain kasa. Kain kasa terlapisi perak karboksimetil kitosan selanjutnya diuji aktivitas antimikrobanya terhadap bakteri S. aureus, dan E. coli serta jamur C. albicans. Zona hambat terbesar yang diperoleh yaitu pada sampel kain kasa terlapisi perak karboksimetil kitosan dengan variasi waktu pencelupan 8 menit, frekuensi pencelupan 15 kali dan volume AgNO3 yang ditambahkan 0,8 mL.Carboxymethyl chitosan has antimicrobial activity which may be an antimicrobial agent on gauze. Silver has emerged as a distinctive antimicrobial agent applied in the healthcare world. This study carried out the synthesis of silver carboxymethyl chitosan with various variations in the ratio of the volume of AgNO3 added and coating silver carboxymethyl chitosan on gauze. The gauze coated with silver carboxymethyl chitosan were then tested for antimicrobials against S. aureus, E. coli and C. albicans. The largest inhibition zone obtained were a sample of gauze coated with silver carboxymethyl chitosan with a variation of immersion time of 8 minutes, frequency of immersion 15 times and volume of AgNO3 added 0.8 mL.
3028033611A1D017180EVALUASI UNSUR HARA P DAN SERAPANNYA OLEH TANAMAN PADI SAWAH DI SUB DAS SERAYU HILIR WILAYAH KECAMATAN ADIPALA, KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAHPenelitian bertujuan untuk: (1) mengetahui kandungan unsur hara P-tersedia, pH H2O, dan pH KCl di Sub DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, (2) mengetahui hubungan antara unsur hara P dan serapan P dengan hasil tanaman padi sawah di Sub DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, dan (3) mengatahui rekomendasi pemupukan P untuk lahan sawah di Sub DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Penelitian dilaksanakan bulan November 2020 hingga Februari 2021 di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap dan Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian dilakukan penentuan titik sampel sebanyak 11 titik dengan pembuatan peta SLH (Satuan Lahan Homogen) berskala 1:50.000 dengan cara overlay Peta Administrasi, Peta Jenis Tanah, Peta Kelerengan, dan Peta Penggunaan Lahan. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit di setiap lokasi pengamatan. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada masa vegetatif yaitu pada umur 45-50 hari. Variabel penelitian yaitu pH H2O, pH KCl, P-tersedia, serapan P oleh tanaman serta hasil tanaman padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran P-tersedia tanah memiliki harkat sangat tinggi. Varietas tanaman padi di Kecamatan Adipala yaitu Logawa, Situ Bagendit, Inpari 42, Ciherang, TW, dan IR-64. Rekomendasi pemupukan P pada SLH 1 di titik 3 dengan jenis tanah asosiasi humus dan alluvial kelabu terdapat rekomendasi pemupukan sebesar 14 kg P2O5/ha atau setara dengan 38 kg SP-36/ha dan 30 kg TSP/ha. SLH 2 pada titik 8 dengan jenis tanah regosol kelabu terdapat rekomendasi pemupukan sebesar 16 kg P2O5/ha atau setara dengan 44 kg SP-36/ha dan 35 kg TSP/ha.The research of this study were to: (1) determine the nutrient content of available P, pH H2O, and pH KCl in the Serayu Hilir sub-watershed, Adipala sub-district, Cilacap district, (2) determine the relationship between nutrient P and P absorption with lowland rice yields. in Serayu Watershed Downstream, Adipala District, Cilacap Regency, and (3) knowing the recommendation for P fertilization for paddy fields in Serayu Watershed Downstream, Adipala District, Cilacap Regency. The research was carried out from November 2020 to February 2021 in Adipala District, Cilacap Regency and the Laboratory of Soil and Land Resources, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. The research method is to determine the sample points as many as 11 points by making a 1:50,000 scale SLH (homogeneous land unit) map by overlaying the Administration Map, Soil Type Map, Slope Map, and Land Use Map. Soil sampling was carried out in a composite manner at each observation location. Soil sampling was carried out during the vegetative period at the age of 45-50 days. The research variables were pH H2O, pH KCl, available P, P absorption by plants and rice yields. The results showed that the distribution of available P-available soil had a very high value. Rice varieties in Adipala District are Logawa, Situ Bagendit, Inpari 42, Ciherang, TW, and IR-64. Recommendations for P fertilization at SLH 1 at point 3 with soil types associated with humus and gray alluvial there are recommendations for fertilization of 14 kg P2O5/ha or equivalent to 38 kg SP-36/ha and 30 kg TSP/ha. SLH 2 at point 8 with a gray regosol soil type has a fertilizer recommendation of 16 kg P2O5/ha or equivalent to 44 kg SP-36/ha and 35 kg TSP/ha.