Artikelilmiahs
Menampilkan 30.221-30.240 dari 50.084 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 30221 | 33358 | A1C017054 | KARAKTERISASI BIODIESEL BERBAHAN MINYAK KELAPA SAWIT HASIL TRANSESTERIFIKASI MENGGUNAKAN BERBAGAI KATALIS HETEROGEN | Katalis heterogen merupakan salah satu alternatif yang dapat mengatasi kekurangan dari penggunaan katalis homogen dalam proses transesterifikasi biodiesel. Katalis heterogen dapat dengan mudah dipisahkan dari campuran reaksi sehingga dapat digunakan kembali, mengurangi biaya produksi, dan meminimalisir limbah yang berdampak negatif bagi lingkungan. Saat ini banyak dikembangkan katalis heterogen dari limbah industri dan sumber terbarukan. Tujuan penelitian yaitu: 1)Mengetahui pengaruh penggunaan berbagai jenis katalis heterogen terhadap kualitas biodiesel dari minyak kelapa sawit. 2)Mengetahui karakteristik biodiesel yang dihasilkan dari penggunaan berbagai jenis katalis heterogen. 3)Mengetahui perlakuan jenis katalis heterogen dan konsentrasi katalis heterogen terhadap kualitas biodiesel yang dihasilkan. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu jenis katalis heterogen (Abu kulit kakao segar, kakao busuk, kola, dan kemiri sunan) dan konsentrasi katalis (2% dan 3%) yang diulang tiga kali, selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Proses transesterifikasi menghasilkan rendemen sebesar 81,8%- 92,4%. Hasil variasi perlakuan jenis katalis berpengaruh terhadap rendemen yang dihasilkan. Uji DMRT diperoleh hasil bahwa jenis katalis heterogen abu kulit kakao busuk berbeda nyata dengan katalis heterogen abu kulit kakao segar, kola dan kemiri sunan, sedangkan katalis heterogen abu kulit kakao segar, kola dan kemiri sunan tidak saling berbeda nyata. Hasil pengujian nilai densitas dan viskositas memenuhi syarat dan mutu biodiesel menurut SNI-7182-2015, sedangkan pengujian kadar air dan angka asam masih belum memenuhi syarat mutu biodiesel. Jenis katalis heterogen terbaik yang digunakan dalam pembuatan biodiesel yaitu katalis heterogen abu kulit kemiri sunan karena menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 92,4%. | Heterogeneous catalyst is an alternative that shortcomings of using homogeneous catalysts in biodiesel transesterification process. Heterogeneous catalysts can be easily separated from the reaction mixture so that they can be reused, reducing production costs, and minimizing waste that has a negative impact on the environment. Currently, many heterogeneous catalysts have been developed from industrial waste and renewable sources. The research objectives were: 1) Determine the effect of using various types of heterogeneous catalysts on the quality of biodiesel from palm oil. 2) Knowing characteristics of biodiesel produced from the use of various types of heterogeneous catalysts. 3) Knowing the treatment of heterogeneous catalyst types and the concentration of heterogeneous catalysts on the quality of biodiesel produced. The research method used a completely randomized design (CRD) with two factors, the type of heterogeneous catalyst (fresh cocoa husk ash, rotten cocoa, kola, and kemiri sunan) and catalyst concentration (2% and 3%) which were repeated three times, then data analysis was carried out. using the ANOVA test and continued with the DMRT test. The transesterification process resulted in a yield of 81.8% - 92.4%. The results of variations in the type of catalyst treatment affect the yield produced. The DMRT test showed that the heterogeneous catalyst types of rotten cocoa husk ash were significantly different from the heterogeneous catalysts of fresh cocoa husk ash, kola and kemiri sunan, while heterogeneous catalysts of fresh cocoa husk ash, kola and kemiri sunan were not significantly different from each other. The results of testing the density and viscosity values meet the requirements and quality of biodiesel according to SNI-7182-2015, while testing the water content and acid number still does not meet the biodiesel quality requirements. The best type of heterogeneous catalyst used in biodiesel production is the heterogeneous catalyst of kemiri sunan ash because it produces the highest yield of 92.4%. | |
| 30222 | 33564 | L1B017013 | Pengaruh Waktu Transportasi Sistem Tertutup Terhadap Kelangsungan Hidup Udang Red Cherry (Neocaridina heteropoda) | Udang hias red cherry memiliki keunggulan pada warna tubuhnya yang merah menyala, sehingga populer digunakan untuk mempercantik isi akuarium. Pada era saat ini, permintaan pasar secara online akan udang hias red cherry terus meningkat, untuk memenuhi permintaan pasar tersebut diperlukan teknik transportasi yang tepat sehingga udang dalam kondisi baik. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh waktu berbeda pada transportasi sistem tertutup terhadap kelangsungan hidup udang hias red cherry. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2021 di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman. Udang yang digunakan memiliki panjang 2 ± 0.5 cm dan berat 0.2 ± 0.11 gram. Metode yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu waktu transportasi 1 hari (P1), 2 hari (P2), 3 hari (P3), 4 hari (P4), dan 5 hari (P5). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa waktu berbeda pada transportasi sistem tertutup berpengaruh terhadap kelangsungan hidup udang hias red cherry. Waktu transportasi paling baik yaitu 1 - 2 hari dengan tingkat kelangsungan hidup 91.67 - 96%. | Red cherry ornamental shrimp has the advantage of a bright red body color, so it is popularly used to beautify the contents of the aquarium. In the current era, the online market demand for red cherry ornamental shrimp continues to increase, to meet this market demand, proper transportation techniques are needed so that the shrimp are in good condition. The purpose of this study was to determine the effect of different times on closed system transportation on the survival of red cherry ornamental shrimp. This research was conducted in April 2021 at the Laboratory of Hatchery and Aquaculture Technology, Faculty of Fisheries and Marine Sciences Jenderal Soedirman University. The shrimp used were 2 ± 0.5 cm long and 0.2 ± 0.11 grams in weight. The method used was a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 3 replications. The treatments given were transportation time of 1 day (P1), 2 days (P2), 3 days (P3), 4 days (P4), and 5 days (P5). The results obtained showed that different times of closed system transportation affected the survival of red cherry ornamental shrimp. The best transportation time is 1 - 2 days with a survival rate of 91.67 - 96%. | |
| 30223 | 33557 | C2A019006 | PENGARUH VARIABEL EKONOMI, DEMOGRAFI, DAN INSTITUSI TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DI PULAU JAWA | Pembangunan di suatu daerah menjadi faktor pendukung utama tercapainya kesuksesan dalam mengelola sumber daya yang ada. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator keberhasilan kinerja perekonomian di suatu daerah. Kabupaten Cilacap merupakan kabupaten terbesar kedua di bawah Kota Semarang dengan kontribusi terbesar terhadap PDRB Jawa Tengah pada tahun 2015-2019. Meskipun Kabupaten Cilacap memiliki kontribusi yang besar terhadap PDRB Provinsi Jawa Tengah, laju pertumbuhan PDRB Kabupaten cenderung menurun setiap tahunnya. Penelitian ini menganalisis tentang sektor-sektor potensial di Kabupaten Cilacap guna menentukan prioritas pembangunan kabupaten Cilacap. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Location Quotion (LQ), analisis Model Rasio Pertumbuhan (MRP), analisis Overlay, dan analisis Tipologi Klassen. Data yang digunakan adalah Produk Domestik Regional Bruto tahun 2015-2019. Hasil penelitian ini adalah selama lima tahun terakhir (2015-2019) struktur perekonomian Cilacap didominasi oleh 5 (lima) kategori lapangan usaha yaitu: Industri Pengolahan; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Konstruksi; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil, dan Sepeda Motor; serta kategori Pertambangan dan Penggalian. Berdasarkan perhitungan dengan analisis MRP sektor ekonomi yang menonjol di provinsi dan kabupaten yaitu sektor konstruksi, sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor, sektor informasi dan komunikasi, sektor real estate, sektor jasa pendidikan, dan sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Analisis Overlay menemukan hanya sektor pertambangan dan penggalian yang memiliki pertumbuhan dan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah Kabupaten Cilacap. Dari Tipologi Klassen, tidak ada sektor yang berada pada kuadran I. Pada kuadran II terdapat sektor Pengadaan Listrik dan Gas; Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang; Konstruksi; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; Transportasi dan Pergudangan; Informasi dan Komunikasi; Jasa Keuangan dan Asuransi; Real Estate; Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial dan Jasa Lainnya. Pada kuadran III terdapat sektor Pertambangan dan Penggalian dan Industri Pengolahan. Sedangkan pada kuadran IV terdapat sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum; Jasa Perusahaan; Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib dan Jasa Pendidikan. Implikasi dari temuan ini adalah untuk mendukung dan mengembangkan sektor basis pemerintah perlunya membangun infrastruktur pendukung dan merumuskan kebijakan dalam mempermudah dunia usaha memberikan dana yang insentif untuk invenstasi yang diarahkan bagi kemajuan sektor unggulan | Development in an area is the main supporting factor for achieving success in managing existing resources. Gross Regional Domestic Product (GRDP) is an indicator of the success of economic performance in a region. Cilacap Regency is the second largest district under Semarang City with the largest contribution to Central Java's GRDP in 2015-2019. Although Cilacap Regency has a large contribution to the GRDP of Central Java Province, the regency's GRDP growth rate tends to decrease every year. This research examines the potential sectors in Cilacap Regency in order to determine the development priorities of Cilacap Regency. This type of research is quantitative. The method used is the variables used in this study are Location Quotion (LQ), Growth Ratio Model (MRP) analysis, Overlay analysis, and Klassen Typology analysis. The data used is the 2015-2019 Gross Regional Domestic Product.The results of this study show that during the last five years (2015-2019) the economic structure of Cilacap was dominated by 5 (five) categories of business fields, namely: Manufacturing Industry; Agriculture, Forestry and Fisheries; Construction; Wholesale and Retail Trade, Car and Motorcycle Repair; as well as the Mining and Quarrying category. Based on calculations with the MRP analysis of economic sectors that are prominent in provinces and districts, namely the construction sector, wholesale and retail trade sectors; auto and motorcycle repair, the information and communication sector, the real estate sector, the education services sector, and the health services sector and social activities. Overlay analysis found that only the mining and quarrying sector has a positive growth and contribution to the regional economy of Cilacap Regency. From the Klassen typology, there is no sector in quadrant I. In quadrant II, there is the electricity and gas supply sector; Water Supply, Waste Management, Waste and Recycling; Construction; Wholesale and Retail Trade, Repair of Automobiles and Motorcycles; Transportation and Warehousing; Information and Communication; Financial Services and Insurance; Real Estate; Health Services and Social Activities and Other Services. In quadrant III, there is a mining and quarrying and processing industry sector. Meanwhile, in quadrant IV, there are sectors of Agriculture, Forestry and Fisheries; Provision of accommodation and food and drink; Company Services; Government Administration, Defense, and Compulsory Social Security and Education Services.The implication of this finding is that to develop the basic sector, the government needs to build supporting infrastructure and formulate policies to make it easier for the business world to provide incentives and investment funds that are directed towards the advancement of leading sectors. . | |
| 30224 | 33558 | E2A019032 | EFEKTIVITAS PELAKSANAAN ONE MAN ONE CELL BAGI NARAPIDANA TERORISME DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN SUPER MAXIMUM SECURITY PASIR PUTIH NUSAKAMBANGAN | ABSTRAK DIAS MARTHA, Program Study Magister Hukum, Universitas Jenderal Soedirman, Efektivitas Pelaksanaan One Man One Cell Bagi Narapidana Terorisme Di Lembaga Pemasyarakatan Super Maximum Security Pasir Putih Nusakambangan, Ketua Dr. Angkasa, S.H., M.Hum, Anggota Dr. Budiyono, S.H., M.Hum, Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah penempatan narapidana risiko tinggi (high risk) di Lembaga Pemasyarakatan Super Maximum Security Pasir Putih Nusakambangan adalah “one man one cell” dan tidak terdapatnya program pembinaan ataupun kegiatan yang lainnya. Ini merupakan suatu penjeraan agar mereka bisa menyesali segala perbuatannya dan bisa kembali kepada masyarakat dengan melakukan asessmen ataupun penilaian perkembangan harinya yang dilakukannya di dalam blok. Metode Penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan yuridis empiris. Bersifat deskripsianalitis. Lokasi penelitian di Lembaga Pemasyarakatan Super Maximum Security Pasir Putih Nusakambangan. Pengumpulan data primer didapatkan dari narasumber, data sekunder dari studi kepustakaan. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis dan logis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan program pembinaan di Lapas Super Maximum Security Pasir Putih Nusakambangan untuk narapidana terorisme dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan kebijakan sasaran pelaksaan sistem one man one cell bagi narapidana terorisme di lembaga pemasyarakatan berjalan tidak efektif dalam hal sistem pemasyarakatan yang dimasukkan sebagai bagian pembinan narapidana terorisme serta tidak memiliki dampak positif dan tidak berdampak pada kelompok radikaliasme di Lapas Super Maximum Security Pasir Putih Nusakambangan, hal tersebut terbukti dari 96 warga binaan hanya 24 warga binaan yang mengikuti program pembinaan atau 25 % dari keseluruhan warga binaan yang ada di Lapas Super Maximum Security Pasir Putih Nusakambangan. Kendala dalam Pembinaan Narapidana terorisme di Lapas Super Maximum Security Pasir Putih Nusakambangan, menyangkut masalah legal structure dalam hal ini yaitu kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) baik secara kualitas maupun kuantitas, di samping itu sarana dan prasarana yang kurang memadai. Kata Kunci : Efektivitas, Narapidana, Pembinaan, Terorisme | ABSTRACT DIAS MARTHA, Master of Law Study Program, Jenderal Sudirman University, Effectiveness of One Man One Cell Implementation for Terrorism Convicts at the Super Maximum Security Penitentiary in Pasir Putih Nusakambangan, Chair Dr. Angkasa, S.H., M.Hum, Member of Dr. Budiyono, S.H., M.Hum, The background of the problem in this research is the placement of high risk prisoners in the Super Maximum Security Penitentiary of Pasir Putih Nusakambangan is "one man one cell" and there is no coaching program or other activities. This is a deterrent so that they can regret all their actions and can return to the community by conducting an assessment or assessment of their daily progress in the block. The research method used is normative juridical with an empirical juridical approach. Description-analytical. The research location is the Super Maximum Security Penitentiary in Pasir Putih Nusakambangan. Primary data collection was obtained from sources, secondary data from library research. The data obtained are presented in the form of descriptions that are arranged systematically and logically. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the coaching program at the Nusakambangan Super Maximum Security Prison for terrorism convicts. which is included as part of fostering terrorism convicts and has no positive impact and has no impact on radicalism groups at the Nusakambangan Super Maximum Security Prison, this is evident from the 96 inmates, only 24 inmates participated in the coaching program or 25% of the total inmates who in the Nusakambangan Super Maximum Security Prison. Obstacles in the Guidance of Terrorism Convicts at the Super Maximum Security Prison at Pasir Putih Nusakambangan, concerning the legal structure problem in this case, namely the lack of Human Resources (HR) both in quality and quantity, in addition to inadequate facilities and infrastructure. Keywords: Effectiveness, Prisoners, Coaching, Terrorism | |
| 30225 | 33559 | E2A019014 | The Effectiveness of Fostering Independence for Prisoners as a Provision for Community Reintegration | Pembinaan keterampilan sebagai salah satu program pembinaan narapidana, untuk membuat narapidana dapat bergaul dengan narapidana lain selama menjalani keterampilan dan juga sebagai bekal narapidana dalam proses reintegrasi dengan masyarakat. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah 1) Bagaimana pelaksanaan pembinaan kemandirian bagi narapidana sebagai bekal reintegrasi masyarakat? 2) Apa saja kendala dalam Pembinaan Kemandirian bagi Narapidana sebagai Bekal Reintegrasi Masyarakat? Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah melalui pendekatan yuridis sosiologis. Pembinaan Kemandirian Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan dengan meningkatnya keterampilan dan pengetahuan narapidana belum sepenuhnya tercapai. Berdasarkan dari uraian di atas bisa disimpulkan bahwa jika lihat dari output bisa dikatakan kurang efektif pembinaan kemandirian narapidana di lapas karena masih banyaknya kendala di mana pemanfaatan sarana dan prasarana tidak optimal, serta sumber daya manusia yang terbatas dan terbatasnya anggaran untuk pembinaan. Namun demikian telah ada kemajuan keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki narapidana dari pembinaan kemandirian yang dilaksanakan walaupun belum optimal dari tujuan yang diharapkan dari pembinaan kemandirian narapidana seperti dituangkan dalam Sistem Pemasyarakatan. | Abstract--Skills development as one of the prisoners 'training programs, to make prisoners to get along with other prisoners while undergoing skills and also as prisoners' provisions in the process of reintegration with the community. The formulation of the problem of this research are 1) How is the implementation of fostering independence for prisoners as a provision for community reintegration? 2) What are the obstacles in fostering independence for inmates as provisions for community reintegration? The method that I use in this research is through a sociological juridical approach. Fostering the Independence of Prisoners in Penitentiaries by increasing prisoners' skills and knowledge has not yet been fully achieved. Based on the description above, it can be concluded that if viewed from the output it can be said that it is ineffective in fostering the independence of prisoners in prison because there are still many obstacles where the utilization of facilities and infrastructure is not optimal, as well as limited human resources and limited budget for coaching. However, there have been advances in the skills and knowledge that prisoners have from fostering self-sufficiency which have been carried out even though it has not been optimal from the expected goals of fostering the independence of prisoners as outlined in the Penitentiary System. | |
| 30226 | 33453 | I1B017073 | Hubungan Awal Pemberian Air Susu Ibu Peroral Dengan Lama Rawat Bayi Prematur | ASI memiliki banyak manfaat positif yang dibutuhkan bayi prematur, sehingga pemberian ASI pada bayi prematur dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan angka kesakitan, harapannya lama rawat di rumah sakit menjadi lebih singkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara awal pemberian ASI peroral dengan lama rawat bayi prematur. Penelitian menggunakan desain korelasi dan melibatkan data sekunder dari convenience sample 96 bayi prematur yang dirawat di ruang perawatan neonatal level 2 dan 3. Data diambil dari ruang rekam medis RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Analisis data menggunakan analisis univariat, uji normalitas data dengan Kolmogorov-smirnov, uji korelasi dengan Pearson Product Moment dan Rank Spearmen serta uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara awal pemberian ASI peroral berdasarkan hari rawat dengan lama rawat bayi prematur (r=0,618, p=<0,001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa awal pemberian ASI peroral yang diidentifikasi dengan menggunakan PMA memiliki korelasi negatif dengan lama rawat bayi prematur (r= -0,484, p=<0,001). Terdapat hubungan yang signifikan antara awal pemberian ASI peroral dengan lama rawat bayi prematur di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo | It was clear that breast milk gives positive benefits for preterm infants. Providing breast milk for preterm infants will increase their immunity, reduce morbidity, and will have an impact on the length of hospital stay. Therefore, this study was intended to investigate the correlation between early oral feeding using breast milk with preterm infants’ length of hospital stay. The research design used the correlational method. Data were collected from medical records at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, Central Java Province, Indonesia, using a self-designed data collection sheet. The sample involved a convenience sample of 96 preterm infants who were treated in level 2 dan 3 neonatal care. Univariate analysis, Kolmogorov-Smirnov test, Pearson Product Moment, Spearmen’s Rank, and Chi-square were used as statistical analysis in this study. This study found that early oral feeding had a significant positive correlation with preterm infants’ length of hospital stay (r=0,618, p=<0,001). Further, the preterm infants’ PMA had a negative correlation with preterm infants’ length of hospital stay (r= -0,484, p=<0,001). Early oral feeding with breast milk for preterm infants who showed readiness for oral feeding, will have an impact on the shorter length of hospital stay. Furthermore, preterm infants’ length of hospital stay for preterm infants was also is influenced by preterm infants’ PMA. | |
| 30227 | 33560 | F2A017003 | EVALUASI PENERAPAN MANAJEMEN STRATEGI DALAM PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN DI KABUPATEN KUNINGAN | Penelitan ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana penerapan manajemen strategi pada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata dalam pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Kuningan. Serta untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Kuningan. Metode Penelitian yaitu metode penelitian kualitatif. Penelitian berlokasi di Disporapar Kuningan. Sasaran penelitian terdiri dari Pegawai Disporapar Kuningan, Pengelola pariwisata, Pengunjung pariwisata, serta Masyarakat. Teknik Penentuan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data terdiri dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data penelitian terdiri dari person, place, dan paper. Metode analisis data yaitu model interaktif. Hasil penelitian mengenai evaluasi penerapan manajemen strategi Disporapar dalam pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Kuningan menunjukan bahwa penerapan manajemen strategi di Disporapar dalam pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Kuningan secara keseluruhan sudah berjalan secara efektif dan efisien serta dalam proses pelaksanaannya sudah dikatakan cukup baik dari setiap tahapannya dilihat dari aspek penelitian yaitu perumusan strategi, pelaksanaan strategi serta evaluasi strategi. Adapun faktor pendukung dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Kuningan antara lain adanya dukungan dari pemerintah, lahirnya aturan dan pedoman, segi kelembagaan dan tata birokrasi, daya tarik wisata dan letak geografis, kemitraan dan kerjasama, serta adanya dukungan dari masyarakat. sedangkan faktor penghambat dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Kuningan antara lain pandemi covid-19, minimnya investor yang masuk, perubahan anggaran, pendataan kepariwisataan masih belum optimal. | This study aims to reveal the extent to which management strategies are implemented at the Youth, Sports and Tourism Office in the development of tourism in Kuningan Regency. And to find out the supporting and inhibiting factors in tourism development in Kuningan Regency. The research method is a qualitative research method. The research is located in the Kuningan Disporapar. The research targets consisted of Kuningan Disporapar Employees, tourism managers, tourism visitors, and the community. Information determination technique using purposive sampling. Data collection techniques consist of interviews, observation, and documentation. Research data sources consist of person, place, and paper. The data analysis method is an interactive model. The results of the research on evaluating the implementation of Disporapar management strategies in tourism development in Kuningan show that the implementation of Disporapar management strategies in tourism development in Kuningan Regency as a whole has been running effectively and efficiently and in the implementation process it has been said to be good from each stage seen from the research aspect, namely strategy formulation , strategy implementation and strategy evaluation. The supporting factors in tourism in Kuningan Regency include support from the government, rules and guidelines for its birth, institutions and work procedures, tourist attraction and geographical location, partnerships and cooperation, as well as support from the community. Inhibiting factors in tourism development in Kuningan Regency include the Covid-19 pandemic, the lack of incoming investors, budget changes, tourism data collection is still not optimal. | |
| 30228 | 33561 | L1C017001 | KARAKTERISTIK SUARA IKAN GIRU (Amphiprion ocellaris) PADA SKALA LABORATORIUM | Penelitian ini berjudul Karakteristik Suara Ikan Giru (Amphiprion Ocellaris) Pada Skala Laboratorium. Ikan Giru merupakan Ikan yang termasuk dalam famili Pomacentridae yang mendiami perairan laut tropis dan umumnya memiliki warna-warna yang cerah dan beragam, ikan ini memiliki dua karakteristik suara yaitu chirps untuk menunjukkan perilaku reaksi terhadap jumlah individu dan pops karena adanya interaksi agonistik yang melibatkan sejenis atau heterospesifik. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui produktivitas suara berdasarkan ukuran tubuh Ikan Giru (Amphiprion ocellaris) pada skala laboratorium dan karakteristik suara ikan Giru (Amphiprion ocellaris) untuk membandingkan pada saat makan dan sesudah makan dengan skala laboratorium. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode observasi skala laboratorium Hasil penelitian menunjukkan semakin besar ukuran maka semakin tinggi produktivitas suara yang dihasilkan. Karakteristik suara ikan saat makan dan sesudah makan ada dua yaitu chirps dan pops. Untuk menentukan kedua karakteristik tersebut terdapat tiga parameter pengukuran yaitu durasi, frekuensi dan intensitas yang masing-masing memiliki nilai rata-rata yang berbeda, perbedaan ini dipengaruhi oleh aktivitas dan tingkat stres ikan. | This study is entitled ‘’The Sound Characteristics of Clownfish (Amphiprion ocellaris) on a Laboratory Scale’’. Clownfish (Amphiprion ocellaris) belong to the Pomacentridae family that live in tropical marine waters and have bright and diverse colors in general, these fish have two sounds characteristics, namely chirps to show reaction behavior to the number of individuals and pops due to agonistic interactions involving similar or heterospecific. The purpose of this study is to determine the sound productivity based on the body size of the Clownfish (Amphiprion ocellaris) on a laboratory scale and to compare the sound characteristics of the Clownfish (Amphiprion ocellaris) while and after eating on a laboratory scale. The method used in this study is a laboratory-scale observation method. The results show that a larger size means higher sound productivity. There are two characteristics of sound in fishes while eating and after eating, namely chirps and pops. To determine these characteristics there are three parameters, namely duration, frequency, and intensity, each of these parameters has a different average value, these differences are influenced by the activity and stress level of the fish. | |
| 30229 | 33570 | I1A017023 | GAMBARAN PENCARIAN PELAYANAN KESEHATAN HIV/AIDS PADA PEKERJA SEKS PEREMPUAN (PSP) KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang : Pekerja Seks Perempuan (PSP) sering kali melakukan perilaku seks berisiko seperti bergonta-ganti pasangan dan tidak menggunakan kondom. Hal ini menyebabkan PSP berpotensi 21 kali lipat terinfeksi HIV/AIDS sedangkan angka cakupan VCT dan ART oleh PSP masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mendalam mengenai perilaku pencarian pelayanan kesehatan HIV/AIDS pada pekerja seks perempuan (PSP) Kabupaten Banyumas. Metodologi : Bersifat kualitatif deskriptif dengan teknik snowball sampling. Informan utama dalam penelitian ini adalah lima orang PSP dengan kriteria iklusi yaitu PSP positif HIV/AIDS yang berusia 25-49 tahun, sudah mengidap HIV/AIDS selama 1 tahun terakhir. Informan pendukung dalam penelitian adalah petugas bidang HIV/AIDS yang berasal dari LSM dan instansi kesehatan. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan kesimpulan Hasil Penelitian : Perilaku pencarian pelayanan kesehatan HIV/AIDS PSP terdiri dari pelayanan medis dan pelayanan nonmedis. PSP mengalami kesulitan ekonomi menyebabkan PSP enggan untuk menawarkan pemakaian kondom pada pelanggan. PSP mengetahui tentang HIV/AIDS namun tidak komprehensif. PSP tetap berkeinginan untuk melakukan pencarian pelayanan kesehatan HIV/AIDS hal ini juga tidak terlepas dari ketersediaan fasilitas dan akses pelayanan kesehatan. Stigma HIV/AIDS masih berkembang yang menyebabkan PSP sering menerima perlakuan kurang baik dari tenaga kesehatan, teman dan keluarga. Seluruh PSP merasa membutuhkan pelayanan kesehatan HIV/AIDS. Kesimpulan : Perilaku pencarian pelayanan kesehatan PSP Kabupaten Banyumas sangat beragam mulai dari layanan kesehatan medis hingga nonmedis. Hal ini membuktikan bahwa perilaku kesehatan sangat kompleks, yang tidak dapat terlepas dari pengetahuan, sikap, akses dan ketersediaan layanan kesehatan, budaya, ekonomi, dan need factor akan pelayanan kesehatan HIV/AIDS Kata Kunci : HIV/AIDS, Pekerja Seks Perempuan (PSP). 1Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat FIKes Universitas Jenderal Soedirman 2Jurusan Kesehatan Masyarakat FIKes Universitas Jenderal Soedirman | Background :Female Sex Workers (FSW) often engage in risky sexual behavior such as having multiple partners and not using condoms. This causes FSW to be 21 times more likely to be infected with HIV/AIDS, while the VCT and ART coverage by FSW is still low. This study aims to find out an in-depth description of the behavior of seeking health services for HIV/AIDS among female sex workers (FSW) in Banyumas Regency. Methodology:It is descriptive qualitative with snowball sampling technique. The main informants in this study were five FSW with inclusion criteria, namely HIV/AIDS positive FSW aged 25-49 years, had HIV/AIDS for the last 1 year. Supporting informants in the study were HIV/AIDS officers from NGOs and health agencies. Data analysis includes data reduction, data presentation and conclusions Research result : FSW HIV/AIDS health service seeking behavior consists of medical services and non-medical services. FSW is experiencing economic difficulties causing FSW to be reluctant to offer condom use to customers. FSW knows about HIV/AIDS but is not comprehensive. FSW is still willing to seek HIV/AIDS health services, this is also inseparable from the availability of facilities and access to health services. The stigma of HIV/AIDS is still growing which causes FSW to often receive unfavorable treatment from health workers, friends and family. All FSW felt the need for HIV/AIDS health services. Conclusion :The behavior of seeking health services for FSW in Banyumas Regency is very diverse, ranging from medical to non-medical health services. This proves that health behavior is very complex, which cannot be separated from knowledge, attitudes, access and availability of health services, culture, economy, and need factors for HIV/AIDS health services. Keywords : HIV/AIDS, Female Sex Workers (FSW) . 1Student of the Department of Public Health FIKes Jenderal Sudirman University 2Department of Public Health FIKes Jenderal Sudirman University | |
| 30230 | 33563 | E2A019025 | Efektifitas Program Revitalisasi Lembaga Pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan Sesuai Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 35 Tahun 2018 Tentang Revitalisasi Lembaga Pemasyarakatan | Sesuai dengan Pasal 2 butir C Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: 35 Tahun 2018 tentang Revitalisasi Lembaga Pemasyarakatan bahwa Revitalisasi Lembaga Pemasyarakatan bertujuan untuk meningkatkan peran Pembinaan Masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Apakah pelaksanaan program revitalisasi lembaga pemasyarakatan di pulau nusakambangan sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 35 Tahun 2018 tentang Revitalisasi Lapas? 2) Apa kendala dalam pelaksanaan program revitalisasi Lapas di Pulau Nusakambangan? Metode penelitian hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode normatif, yaitu melalui pendekatan metode penelitian kualitatif dengan menganalisis data-data yang terdapat dalam penelitian kepustakaan. Hasil penelitian dalam pelaksanaan program revitalisasi pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan berkaitan dengan efektifitas program revitalisasi pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan bahwa revitalisasi membutuhkan sumber daya pendukung yang tidak memadai, sehingga dalam hal ini dapat dikatakan tidak efektif dalam melakukan revitalisasi pemasyarakatan. program revitalisasi, karena beberapa faktor dalam pelaksanaan program revitalisasi, yaitu sumber daya manusia yang tidak memadai serta sarana dan prasarana yang kurang efisien dalam merawat narapidana. | In accordance with Article 2 point C of the Regulation of the Minister of Law and Human Rights Republic of Indonesia Number: 35 of 2018 concerning Penitentiary Revitalization that the Revitalization of Correctional Organization aims to enhance the role of Community Guidance. The formulation of the problem in this study are 1) Is the implementation of the prison revitalization program on the island of nusakambangan in accordance with the Minister of Law and Human Rights Regulation No. 35 Year 2018 concerning the revitalization of correctional arrangements? 2) What are the obstacles in implementing a prison revitalization program on Nusakambangan Island? The legal research method used in this study is the normative method, namely through the approach of qualitative research methods by analyzing the data contained in library research. The results of research in implementing the correctional revitalization program on Nusakambangan Island are related to the effectiveness of the correctional revitalization program on Nusakambangan Island that revitalization requires insufficient support resources, so that in this case it can be said to be ineffective in conducting a correctional revitalization program, due to several factors in implementing the revitalization program, namely inadequate human resources and facilities and infrastructure that are less efficient in treating prisoners. | |
| 30231 | 32350 | J1D016024 | DEIKSIS TUTURAN TOKOH DALAM FILM SEPATU DAHLAN KARYA KHRISNA PABICHARA DAN PEMANFAATANNYA UNTUK PEMBELAJARAN TEKS DRAMA DI SMA | Kegiatan berbahasa antara penutur dan lawan tutur akan selalu melibatkan deiksis untuk mengacu sesuatu. Namun, tidak semua referen dalam tuturan dapat langsung dipahami dengan baik oleh lawan tutur. Maka dari itu perlu pemahaan lebih dalam mengenai deiksis. Penelitian ini merupakan penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis deiksis dan bentuknya yang muncul dalam dialog tokoh film Sepatu Dahlan serta mendeskripsikan pemanfaatan deiksis dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA. Bentuk penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, dengan data berupa transkripsi tuturan ke bentuk kalimat dari tuturan yang mengandung deiksis dalam film Sepatu Dahlan karya Khriana Pabichara. Metode pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu metode simak dengan teknik dasar berupa teknik sadap dan teknik lanjutan berupa teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode analisis data yaitu metode padan dengan teknik dasar berupa teknik pilah unsur penentu dan teknik lanjutan berupa teknik hubung banding membedakan. Berdasarkan penelitian, dapat ditemukan bahwa jenis deiksis yang muncul terdapat deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, dan deiksis sosial. Jumlah keseluruhan deiksis yang muncul dalam film sepatu Dahlan yaitu 456 data dengan variasi bentuk deiksis morfem 65 data, bentuk kata 328, dan bentuk frasa 63 data. Deiksis persona yang muncul dialog film Sepatu Dahlan karya Khrisna Pabichara berjumlah 364. Deiksis tempat yang ditemkuan berjumlah 18. Sementara deiksis waktu yang muncul berjumlah 40 data dan deiksis sosial berjumlah 34. Implementasi hasil penelitian ini yaitu dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dengan menerapkan kompetensi dasar yang sesuai dan tepat. Hal ini bertujuan agar siswa dapat memahami sebuah tuturan dalam wujud lisan maupun tulisan dengan tepat. Kata kunci: deiksis, referen, film, sepatu dahlan | Language activities between the speaker and the interlocutor will always involve deixis to refer to something. However, not all references in speech can be directly understood by the interlocutor. Therefore, it is necessary to have a deeper understanding of deixis. This study aims to describe the types of deixis and their forms that appear in the dialogues of the movie character from film Sepatu Dahlan and describe the utilization as instructional materials learning Indonesian language and literature in senior high school.This research used a descriptive qualitative method. The data of deixis collected from the sentence in conversation from the characters in the film Sepatu Dahlan by Khrisna Pabichara. This Researches used the observation method with basic techniques in the form of tapping techniques and advanced techniques in the form of competent free listening techniques and note-taking techniques. The data analysis method is the equivalent method with the basic technique in the form of a sorting technique for determining elements and an advanced technique in the form of a differentiating comparison link technique. Based on the research, it can be found that the types of deixis that appear are personal deixis, place deixis, time deixis, and social . The total number of deixis that appears in Dahlan's shoe film is 456 data with variations of the deixis morpheme 65 data, 328 word forms, and 63 data phrases. The number of personal deixis that found in the dialogues in the film Dahlan's Shoes by Khrisna Pabichara is 364. There are 18 deixis of places. Meanwhile, the time deixis that appeared amounted to 40 data and 34 data social deixis. The implementation of the results of this study can be used as a learning medium by applying basic competencies appropriately. This is intended that students can understand a speech in spoken and written form correctly. Keywords: deixis, reference, sepatu dahlan | |
| 30232 | 33565 | C1B017016 | PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi pada Perusahaan Sub Sektor Hotel, Restoran dan Pariwisata yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2019) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) internal dan eksternal terhadap nilai perusahaan dengan Return On Asset (ROA) sebagai variabel mediasi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sub-sektor hotel, restoran dan pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2019. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 10 perusahaan sub-sektor hotel, restoran dan pariwisata. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) internal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, Corporate Social Responsibility (CSR) eksternal berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, Corporate Social Responsibility (CSR) internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, Corporate Social Responsibility (CSR) eksternal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, ROA tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan dan ROA tidak mampu memediasi pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) internal dan eksternal terhadap nilai perusahaan. Kata Kunci : Corporate Social Responsibility, Return On Asset, Nilai Perusahaan | The purpose of this study was to analyze the effect of internal and external Corporate Social Responsibility (CSR) on Firm Value with Return on Asset (ROA) as a mediating variable. The population used in this study are all hotel, restaurant and tourism sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015-2019. The number of samples in this study were 10 hotel, restaurant and tourism sub-sector companies. The statistic method used was the Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS). The results of this study indicate that Internal Corporate Social Responsibility (CSR) has a negative and significant effect on ROA, External Corporate Social Responsibility (CSR) has a positive and significant effect on ROA, Internal Corporate Social Responsibility (CSR) has a positive and significant effect on firm value, External Corporate Social Responsibility (CSR) has a negative and significant effect on firm value, ROA has not effect on firm value and ROA is not able to mediate the effect of internal and external Corporate Social Responsibility (CSR) on firm value. Keywords : Corporate Social Responsibility, Return On Asset, Firm Value | |
| 30233 | 33562 | E2A019039 | IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBINAAN KEPRIBADIAN BAGI NARAPIDANA TERORISME DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN SUPER MAXIMUM SECURITY PASIR PUTIH NUSAKAMBANGAN | EKO PURWANTO, Program Study Magister Hukum, Universitas Jenderal Soedirman, Implementasi Program Pembinaan Kepribadian Bagi Narapidana Terorisme Di Lembaga Pemasyarakatan Super Maximum Security Pasir Putih Nusakambangan, Ketua Dr. Budiyono, S.H., M.Hum, Anggota Dr. Angkasa, S.H., M.Hum, Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah Implementasi konsep rehabilitasi dan reintegrasi sosial hingga saat ini belum menunjukkan hasil yang optimal. Ketidakberhasilan pembinaan terhadap para narapidana teroris dapat dilihat pada banyak residivis yang mengulangi kembali perbuatannya. Doktrin yang dianut oleh narapidana terorisme sulit dihilangkan meskipun narapidana terorisme telah menjalani pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan. Oleh sebab itu sangat menarik untuk membahas mengenai Implementasi Program Pembinaan Kepribadian Bagi Narapidana Terorisme Di Lembaga Pemasyarakatan Super Maximum Security Pasir Putih Nusakambangan. Pendekatan yuridis empiris. Bersifat deskripsi-analitis. Lokasi penelitian di Lembaga Pemasyarakatan Super Maximum Security Pasir Putih Nusakambangan. Pengumpulan data primer didapatkan dari narasumber, data sekunder dari studi kepustakaan. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis dan logis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan implementasi program pembinaan kepribadian bagi narapidana terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Super Maximum Security Pasir Putih Nusakambangan yang didasarkan atas Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. M.HH-02.PK.01.02.02 Tahun 2017 Tentang Pedoman Kerja Lembaga Pemasyarakatan Khusus Bagi Narapidana Risiko Tinggi (High risk) Kategori Teroris belum berjalan dengan optimal karena materi pembinaan kurang dapat diterima oleh narapidana terorisme sehingga banyak narapidana terorisme yang masih radikal. Faktor penghambat pembinaan kepribadian bagi narapidana terorisme Lembaga Pemasyarakatan Super Maximum Security Pasir Putih Nusakambangan menyangkut masalah legal structure dalam hal ini yaitu kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) baik secara kualitas maupun kuantitas, di samping itu sarana dan prasarana yang kurang memadai. | EKO PURWANTO, Master of Law Study Program, Jenderal Sudirman University, Implementation of Personality Development Program for Terrorism Convicts at the Super Maximum Security Penitentiary in Pasir Putih Nusakambangan, Chair Dr. Budiyono, S.H., M.Hum, Member of Dr. Angkasa, S.H., M.Hum, The background of the problem in this research is that the implementation of the concept of social rehabilitation and reintegration has not yet shown optimal results. The failure of coaching terrorist prisoners can be seen in many recidivists who repeat their actions. The doctrine adopted by terrorism convicts is difficult to remove even though terrorism convicts have undergone training in correctional institutions. Therefore, it is very interesting to discuss the implementation of the Personality Development Program for Terrorism Convicts at the Super Maximum Security Penitentiary in Pasir Putih Nusakambangan. Empirical juridical approach. Description-analytical. The research location is the Super Maximum Security Penitentiary in Pasir Putih Nusakambangan. Primary data collection was obtained from sources, secondary data from library research. The data obtained are presented in the form of descriptions that are arranged systematically and logically. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the implementation of a personality development program for terrorism convicts at the Nusakambangan Super Maximum Security Penitentiary is based on the Decree of the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia No. M.HH-02.PK.01.02.02 of 2017 Regarding Guidelines for the Work of Special Correctional Institutions for High-Risk Convicts (High-Risk) Terrorist category has not run optimally because the training materials are not acceptable to terrorism convicts so that many terrorism convicts are still radical. The inhibiting factor for personality development for terrorism convicts at the Super Maximum Security Penitentiary at Pasir Putih Nusakambangan concerns the problem of legal structure in this case, namely the lack of Human Resources (HR) both in quality and quantity, in addition to inadequate facilities and infrastructure. | |
| 30234 | 33599 | E1A017261 | TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN PEKERJA PEREMPUAN DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN (Studi Kasus: PT. Globalindo Intimates) | Penelitian ini berjudul “Tinjauan Yuridis Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Wanita Dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan”. Perlindungan hukum terhadap pekerja perempuan dalam suatu perusahaan perlu dilaksanakan dalam rangka pemerataan kedudukan, hak, dan kewajiban antara pekerja laki-laki dan perempuan, serta untuk menjamin hak-hak khusus pekerja perempuan. Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang garmen di Klaten, PT. Globalindo Intimates membutuhkan lebih banyak pekerja perempuan daripada pekerja laki-laki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan perlindungan hukum terhadap pekerja perempuan di PT. Globalindo Intimates berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan untuk mengetahui kendala dalam memberikan perlindungan hukum bagi pekerja perempuan di PT. Globalindo Intimate. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang dan pendekatan analitis. Hasil dan pembahasan tentang “Tinjauan Yuridis Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Wanita Dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan” menunjukkan bahwa secara umum hak-hak yang diberikan oleh PT. Globalindo Intimates telah dilakukan, namun perlindungan hukum bagi pekerja perempuan di PT. Globalindo Intimates belum optimal, karena masih ada hak khusus bagi pekerja perempuan yang belum diberikan. Hak tersebut adalah cuti menstruasi dan serta adanya perbedaan perlakuan mengenai waktu kerja lembur serta upah lembur antara pekerja laki-laki dan pekerja perempuan. Hambatan dalam memberikan perlindungan hukum bagi pekerja perempuan antara lain kurangnya sosialisasi dari Dinas Tenaga Kerja, kurangnya pengetahuan pekerja mengenai aturan tersebut. | This research is entitled "Juridical Review of the Legal Protection of Women's Labor in Law Number 13 of 2003 concerning Employment". Legal protection for female workers in a company needs to be implemented in order to equalize the position, rights and obligations of male and female workers, as well as to guarantee the special rights of female workers. As one of the companies engaged in the garment sector in Klaten, PT. Globalindo Intimates needs more female workers than male workers. The purpose of this study was to determine the legal protection policy for female workers at PT. Globalindo Intimates based on Law Number 13 of 2003 concerning Manpower and to find out the obstacles in providing legal protection for female workers at PT. Globalindo Intimate. This study uses a normative juridical method with a legal approach and an analytical approach. The results and discussion on "Juridical Review of Legal Protection for Women's Workers in Law Number 13 of 2003 concerning Manpower" shows that in general the rights granted by PT. Globalindo Intimates has been carried out, but legal protection for female workers at PT. Globalindo Intimates is not yet optimal, because there are still special rights for female workers that have not been granted. This is menstrual leave and the are differences in treatment regarding overtime work and overtime pay between male or female workers. Barriers to providing legal protection for women workers include the lack of socialization from the Manpower Office, lack of knowledge of workers about these regulations, and the absence of trade unions. | |
| 30235 | 33567 | J1E016023 | TEACHER’S CREATIVITIES IN TEACHING SPEAKING THROUGH ONLINE LEARNING DURING THE PANDEMIC OF COVID-19 (An Explorative Study conducted at the 11th Grade of SMAN 77 Jakarta in the Academic Year of 2020/2021) | Berbicara dianggap sebagai salah satu keahlian yang paling penting diantara keahlian lainnya dalam pembelajaran Bahasa. Hal ini dikarenakan orang-orang biasanya saling berinteraksi melalui komunikasi verbal. Untuk para pembelajar Bahasa, keefektifan dalam pembelajaran Bahasa terutama keahlian berbicata tidak datang hanya dari pembelajar tetapi juga datang dari pengajar. Oleh karena itu, guru seharusnya memiliki kreativitas dalam pengajaran berbicara. Dalam hal ini, kreativitas seorang guru sangat dibutuhkan untuk membantu para pembelajar lebih mudah dalam mempelajari Bahasa. Ada beberapa kreativitas yang dapat dilakukan oleh seorang guru, seperti mengimplementasikan metode-metode yang kreatif, strategi yang kreatif, aktifitas-aktifitas yang kreativ, dll. Quintinn (2010:7) menyatakan bahwa pemahaman dan keyakinan guru tentang kreativitas adalah titik awal yang menjanjikan untuk setiap kebijakan pendidikan di masa depan yang ditargetkan untuk mengembangkan praktik pengajaran dan pendidikan untuk mendukung pembelajaran yang aktif dan kreativ bagi siswa. Bagaimanapun, kreativitas seorang guru dalam pengajaran berbicara sangat penting. Fokus utama dari penelitian ini adalah kreativitas guru dalam mengajar berbicara melalui pembelajaran online. Termasuk metode dan kegiatan yang digunakan guru untuk membangun proses belajar mengajar yang dilakukan secara virtual pada siswa kelas 11 SMAN 77 Jakarta Tahun Akademik 2020/2021. Data penelitian ini dikumpulkan dari pengamatan kelas, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan triangulasi untuk memeriksa validitasnya. Data penelitian diambil dari guru bahasa Inggris sebagai sumber data primer dan siswa sebagai sumber data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan desain penelitian kualitatif untuk menganalisis dan menggambarkan kreativitas guru dalam mengajar melalui pembelajaran online selama pandemi COVID-19. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Guru Bahasa Inggris SMAN 77 Jakarta memiliki berbagai macam kreativitas pada pengajaran berbicara melalui pembelajaran daring antara lain, mengembangkan materi pembelajaran, menciptakan lingkungan kelas yang interaktif, dan memainkan berbagai macam peran di kelas (2) Guru tersebut menggunakan metode-metode kreatif seperti,penggunaan ice-breaking¬ sebelum memulai pembelajaran, mengajar Bahasa Inggris menggunakan lagu, mengajar Bahasa Inggris menggunakan video, mengajar Bahasa Inggris menggunakan film, dan mengajar Bahasa Inggris menggunakan kahoot!, (3) Guru tersebut mengimplementasikan beberapa aktivitas dalam pengajaran berbicara seperti, dialog, permainan peran, story-telling, debat, permainan kartu. Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa untuk memudahkan siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris, terutama kemampuan berbicara, guru harus memiliki berbagai kreativitas. Peneliti memberikan saran bahwa guru dan murid harus bekerja sama untuk mendukung implementasi kreativitas pada proses pengajaran dan pembelajaran, terutama pada pembelajaran kemampuan berbicara termasuk dengan mengimplementasikan beberapa kreativitas, berbagai macam metode, dan beragam aktivitas. | Speaking is considered as one of the most important skill among other skills in learning a language. It is because people usually interact with each other through verbal communication. For the language learner, the effectiveness of learning a language especially speaking skill did not come only from the students but also from the teacher. Because of that, teachers are supposed to have the creativity in teaching speaking. In this case, teacher’s creativity are needed to help students easier in learning a language. There are some creativities that teacher can do, such as implement creative methods, strategies, activities, etc. Quintin (2010:7) stated that teacher’s understanding of and belief in creativity is a promising starting point for any future educational policy targeted at developing teaching practices and education in support of students’ creative and active learning. However, teacher’s creativity in teaching speaking is necessary. The main concern of this study is the teacher’s creativities in teaching speaking through online learning. It includes the methods and activities used by the teacher to build up the teaching and learning process conducted virtually at the 11th grade students of SMAN 77 Jakarta Academic Year 2020/2021. The data of this research were collected from classroom observations, interview, and documentation. The collected data then analyzed by using triangulation to check the validity. The research data were taken from the English teacher as primary data sources and students as the secondary data sources. This research used an explorative method with qualitative research design to analyze and describe the teacher’s creativities in teaching speaking through online learning during the pandemic of COVID-19. The research results show that; (1) The English teacher at SMAN 77 Jakarta had various creativities in teaching speaking through online learning, such as developing teaching materials, creating interactive classroom environment, and playing various roles in the class (2) The teacher used creative teaching methods, such as ice-breaking, teaching speaking using song, videos, movies, and kahoot! based quizzes, (3) The teacher implemented some activities in teaching speaking such as, dialogue, role-play, story-telling, debate, and card game. Based on the results above, it can be concluded that to ease the students in learning English language, especially speaking skill, teacher should have various creativities related to the teaching methods and learning activities. The researcher suggests that teachers and students have to work together to support the implementation of creativities in teaching and learning processes, especially in learning speaking skill by implementing some creativities, various methods, and diverse activities | |
| 30236 | 33815 | A1A016093 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI DALAM KELOMPOK WANITA TANI SINTA DI KECAMATAN BAWANG KABUPATEN BANJARNEGARA. | Kondisi ekonomi yang tidak menentu menyebabkan perempuan terdorong dalam kegiatan partisipasi. Partisipasi perempuan dalam kegiatan pertanian, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarganya. Partisipasi wanita ini banyak diaktualisasikan dalam bentuk kelompok misalnya Kelompok Wanita Tani (KWT), kelompok PKK, dan lain-lain. Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinta didirikan pada tanggal 1 Desember 2013 dengan jumlah 40 anggota. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: 1.) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi perempuan dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinta di Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara, 2.) Untuk mengetahui faktor yang paling dominan mempengaruhi terhadap partisipasi perempuan dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinta di Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara. Penelitian dilakukan dengan metode survey di Desa Majalengka, Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara. Penelitian dilaksanakan dari Agustus 2021 sampai September 2021. Metode pengambilan responden menggunkan teknik Sampel Jenuh. Obyek penelitian ini merupakan seluruh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinta di Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara adalah penghasilan anggota, bantuan dana, pembinaan penyuluh, tingkat pendidikan, umur, pekerjaan, jumlah tanggungan keluarga, dan partisipasi kehadiran anggota. Faktor paling dominan dan paling berpengaruh terhadap partisipasi dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinta adalah faktor internal. | Uncertain economic conditions causes women to be encouraged to participate in activities. Participation of women in agricultural activities, which is expected to help increase family income. Many of these women's participation are actualized in the form of groups such as the Women Farmers Group (KWT), PKK groups, and others. The Women Farmers Group (KWT) Sinta was founded on December 1, 2013 with a total of 40 members. This study was carried out with the objectives of: 1.) To determine the factors that influence women's participation in the Women Farmers Group (KWT) Sinta in Bawang Subdistrict, Banjarnegara Regency, 2.) To determine the most dominant factors affecting women's participation in the Women Farmers Group ( KWT) Sinta in Bawang District, Banjarnegara Regency. The research was conducted using a survey method in Majalengka Village, Bawang District, Banjarnegara Regency. The research was carried out from August 2021 to September 2021. The method of collecting respondents used the Saturated Sample technique. The objects of this research are all members of the Women Farmers Group (KWT) Sinta. The results showed that the factors that influenced participation in the Women Farmers Group (KWT) Sinta in Bawang Subdistrict, Banjarnegara Regency were income of members, financial assistance, guidance for extension workers, education level, age, occupation, number of family dependents, and member attendance participation. The most dominant and most influential factor on participation in the Women Farmer Group (KWT) Sinta is the internal factor. | |
| 30237 | 33591 | I1A017003 | ANALISIS REGRESI LOGISTIK UNTUK MENGETAHUI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINDAKAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN COVID-19 | Latar Belakang : Covid-19 merupakan penyakit menular dan dinyatakan sebagai global pandemic. Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Banyumas semakin meluas. Tindakan pencegahan dilakukan untuk menurunkan kasus Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tindakan masyarakat dalam pencegahan Covid-19 dengan menggunakan analisis regresi logistik. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel berjumlah 188 orang yang diperoleh dengan metode sampling insidental. Instrumen kuesioner menggunakan kuesioner google form. Analisis dilakukan sampai tahap uji regresi logistik. Hasil Penelitian : Dari 188 masyarakat yang menjadi respoden mayoritas merupakan masyarakat dengan kategori umur dewasa yaitu sebesar 95,2%, berjenis kelamin perempuan 81,4%, pendidikan SMA 69,7%, pekerjaan sebagai mahasiswa 65,4%, sumber informasi diperoleh dari media massa 53,2%. Pengetahuan baik 62,8%, sikap positif 51,1%, dukungan keluarga yang mendukung 51,6%, tindakan pencegahan baik 63,3%. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan faktor yang paling mempengaruhi tindakan pencegahan Covid-19 adalah dukungan keluarga (p-value=0,000, OR = 10,776, Cl 95% = 4,782-24,282). Kesimpulan : Umur, pekerjaan dan sumber informasi tidak memiliki hubungan dengan tindakan pencegahan Covid-19. Namun, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga memiliki hubungan dengan tindakan pencegahan Covid-19. Dukungan keluarga adalah faktor yang paling mempengaruhi tindakan pencegahan Covid-19. | Background : Covid-19 is an infectious disease and has been declared a global pandemic. The spread of Covid-19 in Banyumas Regency is increasingly widespread. Precautions were taken to reduce Covid-19 cases. This study aims to know the factors that influence community actions in preventing Covid-19 using logistic regression analysis. Method : Cross-sectional design with a sample of 188 people obtained by incidental sampling method. The questionnaire instrument used a google form questionnaire. The analysis was carried out until the logistic regression test stage. Result : From 188 people who were the respondent of research were people with the adult age category of 95.2%, female sex 81.4%, high school education 69.7%, employment as a student status 65.4%, sources of information obtained from mass media 53.2%. Good knowledge 62.8%, positive attitude 51.1%, supportive family support 51.6%, good preventive action 63.3%. The results of the logistic regression analysis show that the factors that influence the Covid-19 prevention measures are family support (p-value = 0.000, OR = 10,776, 95% Cl = 4,782-24,282). Conclusion : Age, occupation, and sources of information have no relationship with Covid-19 prevention measures. However, gender, education, knowledge, attitudes, and family support have a relationship with Covid-19 prevention measures. Family support is the factor that most influences Covid-19 prevention measures. | |
| 30238 | 33569 | H1A017008 | ANALISIS ARUS SIRKULASI PADA OPERASI PARAREL INVERTER SUMBER ARUS H-BRIDGE DAN INVERTER SUMBER ARUS COMMON-EMITTER | Dalam perkembangannya terdapat beberapa jenis inverter, salah satunya yaitu CSI. Idealnya, setiap inverter yang terhubung paralel diharapkan memiliki tegangan keluaran, fasa, amplitudo dan frekuensi yang sama, namun dalam kehidupan nyata hal ini sulit dicapai. Secara umum, jika tegangan keluaran inverter memiliki tegangan yang tidak sesuai pada amplitudo, fasa dan frekuensi, maka akan terjadi arus sirkulasi yang mengalir pada sistem paralel. Oleh karena itu, adanya arus sirkulasi yang tidak dikehendaki pada rangkaian inverter yang di paralelkan dapat menyebabkan kerugian impedansi saluran bertambah dan bahkan merusak inverter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arus sirkulasi terhadap unjuk kerja dari rangkaian operasi pararel inverter sumber arus H-bridge dan Common-Emitter. Metode penelitian dilakukan dengan cara mensimulasikan rangkaian yang telah dibuat pada aplikasi PSIM dengan tujuan untuk mengamati beberapa parameter yang diperlukan untuk kepentingan analisis seperti arus sirkulasi, THD, dan nilai efisiensi pada rangkaian tersebut. Penelitian ini dibuat beberapa variasi pada overlap time, arus referensi, sudut fasa, frekuensi dan indeks modulasi yang masing-masing memiliki tiga kondisi yaitu, kondisi ICSI1 tetap, kondisi ICSI2 tetap, dan kondisi ICSI1 dan ICSI2 berubah bersama. Dari penelitian ini diperoleh nilai arus sirkulasi, THD, dan efisiensi. Sehingga diperoleh unjuk kerja dari kedua inverter ini dan pengaruh arus sirkulasi terhadap unjuk kerja tersebut. Hasil pengujian arus sirkulasi secara garis besar yaitu semakin banyak perbedaan diantara dua inverter yang dipararelkan maka akan semakin besar arus sirkulasinya dengan rentang nilai arus sirkulasi (0.0145 – 2.8774 A). Hasil pengujian THD diketahui bahwa nilai THD total berada pada rentang (0.0041 – 1.1317 %). Dan hasil pengujian efisiensi didapatkan nilai terbesar yakni (96.238383%) dan terkecil sebesar (44.372923%). | In its development there are several types of inverters, one of which is CSI. Ideally, every parallel connected inverter is expected to have the same output voltage, phase, amplitude and frequency, but in real life this is difficult to achieve. In general, if the inverter output voltage has a voltage that does not match the amplitude, phase and frequency, there will be circulating current flowing in the parallel system. Therefore, the presence of unwanted circulating current in the parallel inverter circuit can cause the line impedance losses to increase and even damage the inverter. This study aims to analyze the circulation current on the performance of the parallel operation circuit of the H-bridge and Common-Emitter inverter current sources. The research method is carried out by simulating a circuit that has been made on the PSIM application with the aim of observing several parameters needed for analysis purposes such as circulating current, THD, and efficiency values in the circuit. This study made several variations on the overlap time, reference current, phase angle, frequency and modulation index, each of which has three conditions, namely, ICSI1 conditions remain, ICSI2 conditions remain, and ICSI1 and ICSI2 conditions change together. From this research, the values of circulating current, THD, and efficiency were obtained. So that the performance of these two inverters is obtained and the effect of circulating current on the performance. The results of the circulation current test in general are that the more differences between the two parallel inverters, the greater the circulating current with a range of circulating current values (0.0145 – 2.8774 A). The results of the THD test show that the total THD value is in the range (0.0041 – 1.1317 %). And the results of the efficiency test obtained the largest value (96,238383%) and the smallest value (44,372923%). | |
| 30239 | 33566 | E2A019041 | EFEKTIVITAS PEMBERIAN INTEGRASI DALAM MENGURANGI OVER POPULATION DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA PERMISAN NUSAKAMBANGAN | AWAL SETIABUDI, Program Studi Magister Hukum, Universitas Jenderal Soedirman. “Efektivitas Pemberian Integrasi Dalam Mengurangi Over Population Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan”. Komisi Pembimbing, Ketua Dr. Angkasa, S.H., M.Hum., Anggota Dr. Budiyono, S.H., M.Hum. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas pemberian integrasi terhadap narapidana sebagai upaya mengurangi over population di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan dan menganalisis kendala pelaksanaan pemberian integrasi terhadap narapidana dalam mengurangi over population di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan. Pendekatan yuridis sosiologis, bersifat deskriptif, Lokasi Penelitian Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan. Pengumpulan data primer dengan wawancara, data sekunder studi kepustakaan. Data disajikan dalam bentuk uraian, data di analisis secara kualitatif. Pemberian integrasi terhadap narapidana sebagai upaya mengurangi over population di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan efektif. Dalam hal ini program integrasi berupa Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Asimilasi Di Rumah mengurangi jumlah narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan secara signifikan. Kendala pelaksanaan pemberian integrasi terhadap narapidana dalam mengurangi over population di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan adalah dari aspek struktur hukum dan aspek kultur hukum. Kendala dari aspek struktur hukum dalam hal ini jumlah petugas Lapas Kelas IIA Permisan Nusakambangan tidak ideal dibanding dengan jumlah narapidana yang ada. Sehingga pembinaan narapidana menjadi kurang maksimal dan hanya terfokus pada faktor keamanan. Kendala dari aspek kultur hukum dalam hal ini adanya masyarakat atau pemerintahan setempat yang menolak narapidana yang kembali ke lingkungan masyarakat. Stigma terhadap mantan narapidana bahwa akan kembali mengulangi tindak pidana maupun keresahan di masyarakat masih terjadi. | AWAL SETIABUDI, Master of Laws, Jenderal Soedirman University. “Effectivity of Integration Giving to minimize Over Population at Correctional Institution Class IIA Permisan, Nusakambangan”. Commission of Adviser, The Head of Dr. Angkasa, S.H., M.Hum., the member of Dr. Budiyono, S.H., M.Hum The purpose of this study is to analize effectivity of intehration giving toward prisoners as an effort to minimize over popullation at Correctional Institution Class IIA Permisan, Nusakambangan and obstacles in conducting integration giving for prisoners in minimizing over population at Correctional Institutional Class IIA Permisan, Nusakambangan. The Approach of sociological juridical is descriptive. The location of the study is at Correctional Institution Class IIA Permisan, Nusakambangan. Data Collection was conducted by collecting primary data by interview, while secondary data was obtained by library study. The data was provided in description, and it was analized in quntitative. Integration giving toward prisoners is as an effort to minimize over population at Correctional Institutional Class IIA Permisan Nusakambangan effectively. In this case, programme of Integration giving in the form of parole, leave before free, and assimilation at home decrease the number of prisoners at Correctional Institutional Class IIA Permisan Nusakambangan significantly. There were some obstacles in conducting integration giving toward prisoners to minimize over population at Correctional Institutional Class IIA Permisan Nusakambangan, such as aspect of legal structure and legal culture. From the aspect of legal structure, the number of staff at Correctional Institution Class IIA Permisan Nusakambangan is not comparable to the number of prisoners there. Hence, development of prisoners is not maximally conducted and it only focuses on safety factor. Meanwhile, from the aspect of legal culture, there were local people or government who refused prisoners to return at their environment, because they think that prisoners will redo criminal acts or make restlessness in society. | |
| 30240 | 33571 | J1C016026 | Representasi Aijou Pada Tokoh Hana Dalam Film Ookami Kodomo No Ame To Yuki | Penelitian ini berjudul Representasi Aijou Pada Tokoh Hana Dalam Film Ookami Kodomo No Ame To Yuki. Penelitian ini mengkaji mengenai representasi aijou yang ada pada tokoh Hana dalam film Ookami Kodomo no Ame to Yuki. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan mengenai representasi aijou yang terdapat pada tokoh Hana dalam film Ookami Kodomo no Ame to Yuki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah teknik simak catat. Hasil dari penelitian ini ditemukan 10 data mengenai representasi aijou yang terdapat pada tokoh Hana. Kesimpulan yang didapat adalah cinta Ibu dalam representasi aijou begitu melekat pada sosok tokoh Hana dalam film Ookami Kodomo no Ame to Yuki. | The title of this research is Representation of Aijou of the Character Hana in the Movie Ookami Kodomo no Ame to Yuki. This research examines about the representation of aijou of the character Hana in the movie Ookami Kodomo no Ame to Yuki. The purpose of this research is to describe about representation of the character Hana in the movie Ookami Kodomo no Ame to Yuki. The type of this research is qualitative descriptive. The data collection method is teknik simak catat. result of this research is discovered 10 data about representation of aijou of the character Hana. Conclusion about this research is motherly love is attached to the Hana character in movie Ookami Kodomo no Ame to Yuki. |