Home
Login.
Artikelilmiahs
33053
Update
WIDSUYA ARJUN VALMA
NIM
Judul Artikel
Komunikasi Instruksional Dalam Pembelajaran Kesenian Karawitan di Sanggar Seni Bakal Darimu Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kesenian karawitan menjadi salah satu kesenian paling diminati kalangan orang tua. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk bisa belajar karawitan, salah satu contohnya dengan belajar melalui sanggar seni yang menyediakan fasilitas untuk belajar karawitan. Sanggar seni “Bakal Darimu” di desa Bokol kabupaten Purbalingga, menjadi salah satu tempat yang memberikan pelatihan seputar kesenian bagi orang – orang yang berminat untuk mempelajari sebuah seni disana. sanggar seni “Bakal Darimu” tidak mengikat siapapun dari golongan manapun dan jenis kelamin apapun untuk ikut belajar disini. Dengan rentang usia yang berbeda, memerlukan pendekatan yang berbeda pula, tidak mungkin untuk mengajari orang tua disamakan caranya dengan mengajar anak – anak. Penulis memilih sanggar “Bakal Darimu” karena tertarik dengan kelompok orang tua yang menjadi anggora sanggar seni “Bakal darimu” yang pada kenyataan bahwa orang tua di desa Bokol yang mayoritas menjadi murid disana, membuat penulis ingin mengetahui metode dalam penyampaian informasi terkait karawitan, serta strategi di dalam proses pembelajaran kesenian karawitan. Peneliti memilih pendekatan kualitatif sebagai dasar penelitian dan menggunakan komunikasi instruksional sebagai landasan teori. Adapun teori belajar yang dibawa dalam penelitian ini adalah, teori belajar sosial milik Albert Bandura.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Musical art is one of the most popular arts among parents. There are many ways that can be done to be able to learn karawitan, one example is by learning through art studios that provide facilities for learning karawitan. The art studio "Bakal Darimu" in Bokol village, Purbalingga district, is one of the places that provides training about art for people who are interested in learning an art there. The art studio "Bakal Darimu" does not bind anyone from any class and gender to participate in learning here. Indeed, with a different age range, it has created its own challenges. Although the solution is quite simple, namely giving a separate time class for a certain age range. However, the problem re-emerged, namely with different age ranges, requiring different approaches, it is impossible to teach parents the same way as teaching children. The author chose the "Bakal Darimu" studio because he was interested in the group of parents who became members of the "Bakal Darimu" art studio, which in fact that the majority of parents in Bokol village were students there, made the author want to know the method of delivering information related to musical instruments, as well as strategies in the process of learning musical arts. The researcher chose a qualitative approach as the research basis and used instructional communication as the theoretical basis. The learning theory brought in this research is Albert Bandura's social learning theory.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save