Artikelilmiahs

Menampilkan 30.341-30.360 dari 50.069 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3034133669A1D017032Kajian Agihan Hara N Tanah Sawah dan Kadarnya pada Tanaman Padi Sawah di Sub DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten CilacapPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui distribusi unsur hara nitrogen tanah
di lahan sawah di wilayah Sub DAS Serayu Hilir Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap,
(2) mengetahui korelasi antara sebaran unsur hara nitrogen total tanah dengan kadar
nitrogen pada jaringan tanaman dan hasil padi sawah di wilayah Sub DAS Serayu Hilir
Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, dan (3) menentukan rekomendasi pemberian dosis
pupuk N di lahan sawah di wilayah Sub DAS Serayu Hilir Kecamatan Adipala, Kabupaten
Cilacap. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2021 sampai Februari 2021 di
Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap dan Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan,
Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian dilakukan dengan
penentuan titik sampel sebanyak 11 titik diawali dengan pembuatan peta SLH (Satuan
Lahan Homogen) dengan skala 1:50.000 dengan cara menggabungkan (overlay) Peta
Administrasi, Peta Jenis Tanah, Peta Kelerengan, dan Peta Penggunaan Lahan. Variabel
ukur yang digunakan yaitu pH H 2 O, potensial redoks, N total tanah, Kadar N pada jaringan
tanaman, keadaan iklim, varietas tanaman, serta hasil tanaman padi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sebaran hara nitrogen di Kecamatan Adipala memiliki status sangat
tinggi. Varietas tanaman padi yang dibudidayakan saat penelitian di Kecamatan Adipala
terdiri atas Ciherang, Logawa, Inpari 1, IR64, Situ Bagendit, dan Jongsu. Keadaan iklim di
Kecamatan Adipala termasuk iklim yang sesuai untuk pertanaman padi. Nilai N total tanah
memiliki koefisien determinan sebesar 26,55% terhadap hasil tanaman padi, sedangkan
kadar N jaringan hanya memiliki koefisien determinan 25,23% terhadap hasil tanaman
padi. Rekomendasi pemupukan di lahan penelitian pada musim tanam berikutnya tidak
dibutuhkan karena status unsur hara N sudah sangat tinggi dan sudah sesuai kebutuhan.
This study aims to determine: (1) distribution of soil potassium nutrients in This
study aims to: (1) find out distribution of soil nitrogen nutrients in paddy fields in Serayu
Watershed Downstream, Adipala District, Cilacap Regency, (2) find out correlations of soil
total nitrogen with level of N in plant and rice yields in Serayu Watershed Downstream,
Adipala District, Cilacap Regency, and 3) Determine fertilizer recommendations nitrogen
in paddy soil in Serayu Watershed Downstream, Adipala District, Cilacap Regency. The
study was conducted in December 2021 to March 2021 in Adipala District, Cilacap
Regency and the Land and Land Resources Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal
Soedirman University. The study method was conducted by determining 9 sample points by
the making of SLH (Homogeneous Land Unit) map with a scale of 1:50.000 by overlaying
the Adipala Disctrict Administration Map, the Soil Type Map, the Slope Map, and the Land
Use Map. The variables mesured were were pH H 2 O, redox potential, soil total N, level of
N in plant, climatic conditions, plant varieties, and wet grain rice yields. The results
showed that the distribution of nitrogen nutrients in Adipala District had a very high status.
The paddy varieties cultivated during research in Adipala District consist of Ciherang, HT
Logawa, Inpari 32, and IR64. The climatic conditions in Adipala District are suitable for
rice cultivation. Total soil N value has a determinant coefficient of 26.55% on rice yields,
while tissue N content only has 25.23% of rice yields. Recommendations for fertilization in
the research land in the next growing season are not needed because the N nutrient status
is already very high and is in accordance with the needs.
3034233671J0B018048Penerjemahan Profil Perusahaan Pada Laman PT Kereta Api Pariwisata Dari Bahasa Indonesia Ke Bahasa Mandarin Menggunakan Metode KomunikatifRINGKASAN
Laporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Profil Perusahaan Pada
Laman PT Kereta Api Pariwisata Dari Bahasa Indonesia Ke Bahasa Mandarin
Menggunakan Metode Komunikatif”. Praktik kerja dilaksanakan pada tanggal 01
Februari - 30 April 2021. Tujuan dari praktik kerja ini adalah untuk menerjemahkan
profil perusahaan pada laman PT Kereta Api Pariwisata dari bahasa Indonesia ke
dalam bahasa Mandarin di PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto
Unit Angkutan Penumpang. Penulis menggunakan empat metode dalam
mengumpulkan data yaitu observasi, wawancara, studi pustaka, dan jelajah internet.
Dalam proses penerjemahan penulis menggunakan metode komunikatif sebagai
metode utama dan didukung dengan strategi penerjemahan yaitu, strategi
penerjemahan struktural dan strategi penerjemahan semantis. Ada empat tahapan
dalam melaksanakan penerjemahan yaitu, tahap pemahaman, tahap transfer, tahap
restrukturisasi, tahap evaluasi dan hasil akhir. Kesimpulan dalam kegiatan praktik
kerja ini penulis telah menerjemahkan profil perusahaan pada laman PT Kereta Api
Pariwisata dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin, dan hasil terjemahan
telah diserahkan kepada pihak perusahaan yang kemudian akan diunggah pada
laman PT Kereta Api Pariwisata.
摘要
实习报告的标题为 “Penerjemahan Profil Penerjemahan Pada Laman PT Kereta
Api Pariwisata Dari Bahasa Indonesia Ke Bahasa Mandarin Menggunakan Metode
Komunikatif”. 实习时间于 2021 年 2 月 01 日至 4 月 30 日举行。 该实习的目的
是把印尼火车(有限公司)操作普和加多五区域 客运单位的火车旅行有限
公司印尼语的简介页面翻译成汉语。作者采用四种收集资料方法就是,即观
察法、 面试法、 图书研究方法和浏览互联方法。在翻译过程中,作者使用交
际法为主要方法, 而翻译策略为补充方法, 即结构翻译策略和语义翻译策略。
在进行翻译有四个阶段,即理解阶段、 转移阶段、 重组阶段、评价阶段和最
终结果。
实习的结果是作者将火车旅行有限公司页面上的公司简介从印尼语翻译成汉
语, 并将翻译结果提交给公司,然后将其上传到火车旅行有限公司网站上。
3034333672I1A017036Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kualitas Hidup Caregiver Penderita Skizofrenia Di Wilayah Puskesmas Bawang 1 BanjarnegaraLatar Belakang : Tingginya kejadian skizofrenia di wilayah Kabupaten Banjarnegara khususnya wilayah Puskesmas Bawang 1 merupakan hal yang perlu diperhatikan. Peran caregiver bagi penderita skizofrenia sangat penting. Dalam menjalankan tugas memberikan perawatan, sangat mungkin mempengaruhi kualitas hidup caregiver. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kualitas hidup caregiver skizofrenia di wilayah Puskesmas Bawang 1 Banjarnegara.

Metode : Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh caregiver di wilayah Puskesmas Bawang 1 Banjarnegara berjumlah 156 orang. Menggunakan teknik pengambilan sampel proportional random sampling dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 113 orang. Variabel penelitian yaitu jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan, status marital, pendapatan, hubungan dengan penderita, lama merawat, beban perawatan, dukungan sosial, dan kualitas hidup. Data dikumpulkan dengan kuesioner Caregiver Burden Scale, Multidimensional Scale of Perceived Social Support dan WHOQOL-BREF. Analisis data yang dilakukan adalah univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda.

Hasil Penelitian : Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, memiliki tingkat pendidikan rendah, memiliki pekerjaan, menikah, pendapatan rendah, telah merawat 5-10 tahun, memiliki beban perawatan berat, memiliki dukungan sosial menengah, dan memiliki kualitas hidup yang buruk. Variabel yang berpengaruh terhadap kualitas hidup caregiver skizofrenia adalah jenis kelamin (p-value 0,002), status marital (p-value 0,021), hubungan dengan penderita (p-value 0,041), beban perawatan (p-value 0,012) dan dukungan sosial (p-value 0,005). Variabel yang tidak berpengaruh adalah status pekerjaan, pendapatan, lama merawat, dan tingkat pendidikan.

Kesimpulan : Variabel yang paling mempengaruhi kualitas hidup caregiver skizofrenia adalah beban perawatan dimana variabel lain yang dapat mempengaruhi kualitas hidup adalah jenis kelamin, status marital, hubungan dengan penderita dan dukungan sosial.Caregiver perlu mengetahui bahwa manajemen beban perawatan dapat mempengaruhi kualitas hidup.
Background : The high number of schizophrenia in Puskesmas Bawang 1 still became needs attention. The role of caregiver for patient with schizophrenia is very important since they help the patients in the daily life, this situation could influence the caregiver’s quality of life. This study aims to determine the factors that influence the quality of life of caregiver’s patient with schizophrenia in Puskesmas Bawang 1

Methods : Quantitative research with cross sectional approach were performed. Population in this research were all caregiver in Puskesmas Bawang 1 totaling 156 people. The sample were collected using proportional random sampling with the inclusion and exclusion criteria as many as 113 people. The research variabels were gender, level education, employment status, marital status, income, kinship status, period being caregiver, perceived support and quality of life. Data collected by using Caregiver Burden Scale, Multidimensional Scale of Perceived Social Support and WHOQOL-BREF questioners. Univariate, bivariate data analyzed using chi-square test and multivariate using multiple logistic regression test

Result : Most of the respondent are female, lower education level, employed, married, low income, 5-10 years being caregiver, higher burden, moderate perceived social support and lower quality of life. Variable that influence the quality of life among caregivers of patient with schizophrenia are gender (p-value 0.002), marital status (p-value 0.021), kinship status (p-value 0.041), burden (p-value 0.012) and social support (p-value 0.005). Employment status, income, period being caregiver, and level education were not influence caregiver’s quality of life

Conclusion : The most variabel that influence caregiver’s quality of life is burden, with other variables that influence caregiver’s quality of life are gender, marital status, kinship status and social support. Caregiver must to know that burden management can influence quality of life
3034433678K1B016036ANALISIS REGRESI COUNT DATA UNTUK PEMODELAN JUMLAH KASUS PENYAKIT TUBERKULOSIS DI KABUPATEN BANYUMASTuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis dan pada umumnya menyerang organ pernapasan. Penyakit tuberkulosis di Indonesia menempati urutan kedua dengan kasus tuberkulosis tertinggi di dunia dan Kabupaten Banyumas merupakan salah satu kabupaten dengan kasus yang cukup tinggi di Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kasus tuberkulosis di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan analisis regresi count data. Analisis regresi count data adalah metode statistika untuk mencari hubungan antara variabel respon yang menyatakan banyak peristiwa (count variable) dengan satu atau lebih variabel prediktor. Model regresi count data yang paling sederhana adalah regresi Poisson. Pada regresi Poisson, data diasumsikan berasal dari distribusi Poisson sehingga memenuhi sifat equidispersi, yaitu nilai mean sama dengan variansi. Namun, pada pengaplikasiannya asumsi tersebut sering tidak terpenuhi, misalnya terdapat kasus overdispersi. Overdispersi terjadi apabila dalam regresi Poisson nilai variansi lebih besar daripada nilai mean. Dalam penelitian ini, untuk mengatasi kasus overdispersi dilakukan pendekatan menggunakan Generalized Poisson Regression (GPR) dan regresi binomial negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data jumlah kasus tuberkulosis di Kabupaten Banyumas tahun 2019 mengalami overdispersi. Pemodelan data jumlah kasus tuberkulosis di Kabupaten Banyumas dengan model regresi binomial negatif lebih baik dibandingkan model GPR. Sementara itu, satu-satunya variabel prediktor yang berpengaruh terhadap jumlah kasus tuberkulosis di Kabupaten Banyumas yaitu rasio jenis kelamin usia produktif (15-49 tahun). Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium Tuberculosis and generally attacks the respiratory organs. Tuberculosis in Indonesia ranks second with the highest tuberculosis cases in the world and Banyumas Regency is one of the districts with quite high cases in Central Java. This study aims to analyze the factors that affect the number of tuberculosis cases in Banyumas Regency using regression analysis of count data. Regression analysis of count data is a statistical method to find the relationship between the response variable stating many events (count variable) with one or more predictor variables. The simplest count data regression model is Poisson regression. In Poisson regression, the data is assumed to be derived from the Poisson distribution so that meets the equidispersion property, that is, the mean value equal to the variance. However, in its application that assumption is often not fulfilled, for example, there are cases of overdispersion. Overdispersion occurs when in Poisson regression the variance value is greater than the mean value. In this study, to overcome the case of overdispersion, an approach was used using Generalized Poisson Regression (GPR) and negative binomial regression. The results showed that the data on the number of tuberculosis cases in Banyumas Regency in 2019 was overdispersion. The data modeling of the number of tuberculosis cases in Banyumas Regency with the negative binomial regression model is better than the GPR model. Meanwhile, the only predictor variable that affects the number of tuberculosis cases in Banyumas Regency is the sex ratio of productive age (15-49 years).
3034533673G1B017035PENGARUH PENAMBAHAN NANOSELULOSA SERAT KULIT DURIAN (Durio zibethinus Murr) TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PLAT ORTODONTI RESIN AKRILIK SELF CURE METODE SPRAY-ONPenggunaan nanoselulosa serat kulit durian dalam bidang kedokteran gigi sudah pernah dimanfaatkan, salah satunya sebagai bahan penguat resin akrilik self cure untuk meningkatkan kekuatan fleksural. Kandungan nanoselulosa serat kulit durian dapat meningkatkan kekuatan fleksural resin akrilik self cure dengan metode spray-on, tetapi pengaruh penambahan nanoselulosa serat kulit durian terhadap kekasaran permukaan resin akrilik self cure metode spray-on belum pernah diteliti. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan nanoselulosa serat kulit durian (Durio zibethinus Murr) terhadap kekasaran permukaan plat ortodonti resin akrilik self cure dengan metode spray-on. Jenis penelitian yang akan dillakukan pada penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris menggunakan rancangan post-test only control group design. Jumlah sampel sebanyak 45 dipilih menggunakan simple random sampling kemudian dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu resin akrilik self cure dengan penambahan nanoselulosa serat kulit durian sebanyak 0,25%, 0,50%, 0,75%, 1%, dan kelompok tanpa penambahan nanoselulosa serat kulit durian. Uji TEM dilakukan pada nanoselulosa sebanyak 0,5 ml untuk melihat ukuran dan bentuk nanoselulosa. Uji SEM dilakukan pada sampel yang dipilih secara simple random sampling. Uji kekasaran permukaan dilakukan menggunakan alat surface roughness tester Surfcorder SE 1700. Analisis data menggunakan One-Way ANOVA kemudian uji LSD. Hasil pada penelitian ini nanoselulosa berbentuk whisker dengan rerata panjang 181 nm dan lebar 16,5 nm. Kekasaran permukaan paling tinggi terdapat pada kelompok perlakuan 4 dengan penambahan nanoselulosa sebesar 1% sebesar 2,2954  0,3417 µm dan yang paling rendah pada kelompok kontrol sebesar 1,2409  0,3352 µm. Berdasarkan hasil diatas dapat dikatakan terdapat pengaruh penambahan nanoselulosa serat kulit durian (Durio zibethinus Murr.) terhadap kekasaran permukaan resin akrilik self cure.The use of durian rind nanocellulose in dentistry has been used as a self curing acrylic reinforment material to increase flexural strength. The nanocellulose content of durian rind fiber can increase the flexural strength of self-curing acrylic resin by a spray-on method. However, the spray-on method has not studied the effect of adding nanocellulose from durian rind to the surface roughness of self-curing acrylic resin. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of durian rind nanocellulose (Durio zibethinus Murr) on the surface roughness of self-curing acrylic resin orthodontic plates using the spray-on method. The type of research carried out in this study is an experimental laboratory study using a post-test only control group design. A total of 45 samples were selected using simple random sampling and then divided into five groups, namely self-curing acrylic resin with the addition of 0.25% durian rind nanocellulose, 0.50%, 0.75%, 1%, and the group without the addition of durian rind nanocellulose. The TEM test was carried out using 0.5 ml of nanocellulose to see the size and shape of the nanocellulose. The SEM test was carried out on samples selected by simple random sampling. The surface roughness test was done using the Surfcorder SE 1700 surface roughness tester. Data analysis was carried out using One-Way ANOVA and then LSD test. The results in this study are whisker-shape nanocellulose with an average length of 181 nm and a width of 16.5 nm. The highest surface roughness was found in treatment group 4 with the addition of 1% nanocellulose at 2.2954 0.3417 m, and the lowest was in the control group at 1.2409 0.3352 m. Based on the results above, it can be said that there is an effect of adding nanocellulose fiber from durian skin (Durio zibethinus Murr.) to the surface roughness of self-curing acrylic resin.
3034633674H1D017001PENGEMBANGAN APLIKASI MONITORING SUHU TUBUH
DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19
BERBASIS INTERNET OF THINGS
DI LAWANG SEWU TEKNOLOGI
PT. Lawang Sewu Teknologi merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembangan teknologi yang memiliki banyak karyawan serta tamu yang dapat berkunjung setiap harinya. Namun, adanya virus pandemic Covid-19 perusahaan PT. Lawang Sewu Teknologi diharuskan bergerak untuk waspada adanya penyebaran dan penularan virus tersebut. Gejala yang dirasakan terpapar Covid-19 diantaranya adalah pengukuran suhu tubuh. Sistem monitoring suhu tubuh ini dibangun untuk mengatasi dan membantu petugas untuk memudahkan dalam pendataan dan tracking karyawan. Pengembangan sistem ini menggunakan metode pengembangan prototyping. Sistem yang dibangun berbasis Internet of Things yang dipadukan dengan website. Keunggunalan dari sistem ini adalah pengecekan dapat dilakukan dengan cepat secara mandiri serta adanya pengelolaan data untuk memantau dari keseluruhan suhu tubuh karyawan dan tamu yang berkunjung.PT. Lawang Sewu Technology is a company engaged in technology development that has many employees and guests who can visit every day. However, due to the Covid-19 pandemic, PT. Lawang Sewu Technology is required to move to be aware of the spread and transmission of the virus. Symptoms of being exposed to Covid-19 include measuring body temperature. This body temperature monitoring system was built to overcome and assist officers to facilitate data collection and employee tracking. The development of this system uses the prototyping development method. The system is built based on the Internet of Things combined with a website. The advantage of this system is that checking can be done quickly independently and the existence of data management to monitor the overall body temperature of employees and visiting guests.
3034733675C1K014026THE EFFECTS OF SECURITY, E-SERVICE QUALITY, TRUST, AND PERCEIVED RISK TOWARDS ONLINE PURCHASE DECISION
(STUDY ON CUSTOMER OF SHOPEE)
E-Commerce merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan manusia dan menjadi hal terpenting dalam menunjang berbagai aktivitas. Selain itu, dunia saat ini sedang dilanda pandemi COVID-19 yang salah satunya berdampak pada pemenuhan kebutuhan. Hal ini menimbulkan respon positif dari masyarakat yang beralih melakukan transaksi jual beli melalui e-commerce. Sistem pembayaran digital yang mendorong pesatnya transaksi ekonomi digital melalui e-commerce di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini akan menganalisis pengaruh dari Security, E-Service Quality, Trust, dan Perceived Risk terhadap keputusan pembelian di Shopee. Perlu digali lebih dalam pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap keputusan pembelian online untuk mendapatkan poin yang lebih lengkap.
Data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh langsung dari responden di Purwokerto yang pernah atau belum melakukan transaksi menggunakan website/aplikasi Shopee. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode penelitian survey. Teknik penelitian analitik yang digunakan adalah SEM dengan sampel sebanyak 251 orang. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa: (1). Keamanan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian online, (2). Kualitas layanan online berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian online, (3). Kepercayaan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian online. (4). Persepsi risiko berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian online.
Implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan Shopee diharapkan dapat memenuhi keamanan, kualitas layanan online, kepercayaan, persepsi risiko terhadap pelanggannya. Hal ini karena faktor-faktor tersebut memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian secara online. Shopee harus melakukan berbagai inovasi menarik untuk menarik konsumen melakukan keputusan pembelian secara online.
E-Commerce is something that cannot be separated from human needs and is the most important thing in supporting various activities. In addition, the world is currently being hit by the COVID-19 pandemic, one of which has an impact on meeting needs. This has led to a positive response from the public who switches to buying and selling transactions through e-commerce. This study will analyze the effect of Security, E-Service Quality, Trust, and Perceived Risk on purchasing decisions at Shopee. It is necessary to dig deeper into the influence of these variables on online purchasing decisions to get more complete points.
The data in this study are primary data obtained directly from respondents in Purwokerto who have or have not made transactions using the Shopee website/application. The type of research used is quantitative with survey research methods. The analytical research technique used is SEM with a sample of 251 people. Based on data analysis, it can be concluded that: (1). Security has a positive effect on online purchasing decisions, (2). The quality of online services has a positive effect on online purchasing decisions, (3). Trust has a positive effect on online purchasing decisions. (4). Perception of risk has a positive effect on online purchasing decisions.
The implication of this research is that the Shopee company is expected to meet the security, online service quality, trustworthiness, risk perception of its customers. This is because these factors have a positive influence on online purchasing decisions. Shopee must carry out various interesting innovations to attract consumers to make online purchasing decisions.
3034833676H1C016021STUDI GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK GEOTERMAL DAERAH BANTARKAWUNG, BREBES, JAWA TENGAHPanas bumi merupakan salah satu energi alternatif yang sangat potensial di Indonesia dilihat dari kondisi geologi di Indonesia yang memiliki 129 gunung api aktif. Daerah Penelitian berada di Bantarkawung dan sekitarnya, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Bantarkawung terletak di sebelah barat Gunung Slamet dimana sumber air panas terjadi sebagai refleksi sistem panas bumi adalah berupa mata air panas. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi, mengetahui karakteristik geothermal, zona densitas struktur yang tinggi hingga rendah, keterkaitan zona densitas dengan kemunculan mata air panas dan karakteristik interaksi fluida dengan batuan. Metode Fault Fracture Density (FFD) digunakan untuk mengidentifikasi daerah panas bumi berdasarkan densitas struktur. Hasil analisis densitas struktur diketahui bahwa daerah anomali kemunculan manifestasi panas bumi terletak di tengah sampai tenggara daerah penelitian, yang merupakan daerah dengan densitas struktur yang tinggi. Beberapa mata air panas yang muncul yaitu Mata Air Panas Cipanas, Mata Air Panas Karangpari dan Mata Air Panas Cilakar. Analisis yang digunakan pada penelitian adalah metode geokimia yang diolah berdasarkan data penelitian terdahulu untuk mengetahui tipe air panas bumi, geoindikator dan kesetimbangan fluida. Berdasarkan analisis geoindikator Cl-Li-B, diinterpretasikan terdapat dua sistem panas bumi dengan reservoir yang berbeda pada daerah penelitian yaitu Reservoir Cipanas dan Cilakar. Berdasarkan plot Na-K-Mg untuk mengetahui kesetimbangan fluida, MAP Cipanas merupakan fluida partial equilibrium sedangkan MAP Cilakar adalah fluida immature water. Temperatur reservoir panas bumi berdasarkan metode geotermometer Na-K adalah 80oC untuk MAP Cipanas dan MAP Karangpari sedangkan 60oC untuk MAP Cilakar.
Kata Kunci: Bantarkawung; FFD;Analisis Geokimia; Panas Bumi; Air Panas.
Geothermal is one of big potential alternative energy in Indonesia regarding the conditon of geological setting in Indonesia which has 129 active volcanoes. The research area is located in Bantarkawung and its surroundings, Bantarkawung District, Brebes Regency, Central Java Province. Bantarkawung is located west of Slamet volcano where the hot springs occur as a reflection of the geothermal system in the form of hot springs. The study was conducted to determine the geological conditions, to determine the characteristics of geothermal, high to low structural density zones, the relationship between density zones and the emergence of hot springs and the characteristics of fluid interactions with rocks. The Fault Fracture Density (FFD) method is used to identify geothermal areas based on the density of the structure. The results of the structural density analysis show that the anomaly area for the emergence of geothermal manifestations is located in the middle to the southeast of the study area, which is an area with high structural density. Some of the hot springs that appear are Cipanas Hot Springs, Karangpari Hot Springs and Cilakar Hot Springs. The analysis used in this study is a geochemical method that is processed based on previous research data to determine the type of geothermal water, geoindicators and fluid balance. Based on the analysis of the Cl-Li-B geoindicator, it is interpreted that there are two geothermal systems with different reservoirs in the research area, namely Cipanas and Cilakar Reservoirs. Based on the Na-K-Mg plot to determine fluid balance, MAP Cipanas is a partial equilibrium fluid, while MAP Cilakar is an immature water fluid. Geothermal reservoir temperature based on the Na-K geothermometer method is 80oC for MAP Cipanas and MAP Karangpari while 60oC for MAP Cilakar.
Keywords: Bantarkawung; FFD; Geochemichal analysis; Geothermal; hot springs.
3034933677H1C016030STUDI GEOLOGI DAN PREDIKSI SEBARAN RESERVOAR BATUPASIR MENGGUNAKAN METODE INVERSI DAN MULTIATRIBUT PADA FORMASI STATFJORD, LAPANGAN GJØA, NORTH SEALapangan Gjøa terletak pada Horda Platform, Laut Utara Norwegia dengan luas wilayah penelitian 12,5 km x 24,5 km. Lapangan ini termasuk lapangan pengahasil minyak dan gas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi bawah permukaan, menganalisis zona reservoar serta karakteristik reservoar pada daerah penelitian. Objek penelitian terletak pada interval formasi Statfjord. Data yang digunakan dalam analisis ini terdiri dari data seismik 3D dan data sumur, yakni sumur 35/9-1 dan 35/9-2. Metode yang digunakan merupakan analisis sumur, analisis seismik, analisis inversi impedansi akustik dan analisis multiatribut. Struktur geologi daerah penelitian terdapat struktur berupa sesar- sesar normal yang dihasilkan dari produk rifting pada zaman Triasik hingga Jurasik. Stratigrafi daerah penelitian termasuk pada Formasi Statfjord yang terdiri dari litologi Batupasir dan Serpih. Berdasarkan hasil analisis zona reservoar batupasir memiliki nilai inversi akustik impedansi sebesar 8000 – 10000 m/s*g/cc, gamma ray rata – rata kurang dari 100 Gapi, nilai VSH (Volume Shale) pada sumur 35/9-2 yang mengandung serpih sebesar 30%, nilai porositas sebesar 10- 20% yang dikategorikan cukup – baik (Koesoemadinata,1970), nilai RMS (Root Mean Square) amplitudo kedua sumur menandakan pada zona amplitudo tinggi mengindikasikan reservoar yang baik dan terdapat pada daerah tinggian yang dikontrol oleh sesar memungkinkan hidrokarbon terakumulasi di dalamnya.Gjøa field located in Horda Platform, North Sea of Norway with areal extent 12,5 km x 24,5 km. Research areas is oil and gas producing field. This research aims to discover the subsurface geological condition, analyze he reservoir zone and analysze reservoir characteristics in the research area. Research object lies in the Statfjord Formation interval. The data used in this analysis consists of 3D seismic data and well data, well data used is 35/9-1 dan 35/9-2. The methods used in this research are well analysis, seismic analysis, electrofasies analysis inversion acoustic impedance analysis dan multiatribute analysis. The geological structure of the study area is normal faults resulting from rifting products from Triassic to Jurassic periods with Fluvial depositional environtment. The Stratigraphy of research area belongs to the Statfjord Formation which consist of Sandstone has an acoustic impedance inversion value of 8000 – 10000 m/s*g/cc, average gamma ray is less than 100Gapi, the porosity value is 30% , the porosity value is 10 – 20% which is categorized as moderate – good (Koesoemadinata, 1970), the RMS (Root Mean Square) amplitude value of well 35/9-1 and 35/9-2 indicates a good reservoir and located at high zone with fault as controller that hydrocarbons to be trapped in it.
3035033679F1B017021Collaborative Governance dalam Pelayanan Publik (Studi Gerbang Penyandang Disabilitas Sukses di Kabupaten Banyumas)Gerbang Penyandang Disabilitas Sukses (Gendis) di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah dilatarbelakangi oleh adanya keterbatasan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas usia produktif. Penelitian ini dilatarbelakangi karena permasalahan sosial tidak dapat diselesaikan secara sendiri oleh Pemerintah Daerah Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Banyumas, sehingga mengupayakan tata pemerintahan kolaboratif bersama dengan non pemerintahan. Terdapat fakta kesenjangan di dalam kolaborasi Program Gendis sebagai upaya memberikan pemberdayaan kepada penyandang disabilitas yang dapat dilakukan secara bersinergi tidak sesuai dengan kondisi sosial yang ada dimana stakeholder belum memiliki ikatan satu sama lain. Dengan kata lain, tampak problematika dalam kolaborasi yang dijalankan oleh stakeholder di dalam Program Gendis.
Collaborative governance merupakan pelaksanaan kebijakan pemerintahan dimana menyatukan kepentingan umum dan swasta secara kolektif dengan lembaga publik untuk dapat mengambil keputusan secara bersamaan dan berorientasi konsensus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Collaborative Governance dalam Program Gerbang Penyandang Disabilitas Sukses dalam upaya memberdayakan penyandang disabilitas usia produktif untuk menciptakan kesempatan kerja secara mandiri berdasarkan teori dari Rusell M Linden (2002;73) melalui lima tahapan kolaborasi: 1) Dasar Kolaborasi, 2) Hubungan atau Relasi, 3) Komitmen, 4) Dukungan, dan 5) Kepemimpinan Kolaboratif.
Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan kolaborasi belum terlaksana dengan baik. Pertama, dasar kolaborasi belum berjalan semestinya mengakibatkan stakeholder masih memiliki egosektoral, serta kesamaan sikap dan persepsi belum terbangun. Kedua, hubungan yang dapat dilihat secara internal dan eksternal menunjukan tidak terdapat sinergitas antarstakeholder. Ketiga, komitmen yang dilakukan stakeholder sudah baik dengan memberikan pelatihan dan pemberdayaan kepada penyandang disabilitas, meskipun pelaksanaannya belum dilakukan secara berkelanjutan. Keempat, pemangku kepentingan belum menunjukan adanya dukungan satu sama lain. Kepemimpinan kolaboratif sudah berjalan untuk mengarahkan stakeholder dapat saling berkerjasama.
Kesimpulan hasil penelitian mengenai kolaborasi di dalam Program Gendis adalah belum optimal hal tersebut dapat dilihat dari kekurangan pada penerapan tahapan pelaksanaan kolaborasi. Implikasi yang diberikan terhadap hasil penelitian ini adalah dengan membentuk peraturan dan kesepakatan yang bertujuan untuk mengikat dan membangun kepercayaan stakeholder.

Gerbang Penyandang Disabilitas Sukses (Gendis) in Banyumas Regency, Central Java Province is motivated by limited employment opportunities for people with productive age disabilities. This research was motivated because social problems could not be solved alone by the Regional Government of Social Service and Community Empowerment, thus seeking collaborative governance with the non-governmental organization (NGO). There is a fact of gaps in the collaboration of the Gendis Program as an effort to provide empowerment to people with disabilities that can be done in synergy not in accordance with existing social conditions where stakeholders do not yet have ties to each other. In other words, there appear to be problems in collaboration run by stakeholders in the Gendis Program.
Collaborative governance is the implementation of a government policy that unites the public and private interests collectively with public institutions to be able to take decisions simultaneously and be consensus-oriented.The purpose of this research is to find out how the collaborative governance process in the Gerbang Penyandang Disabilitas Sukses to create independent employment opportunities based on a theory of Russell M Linden (2002;73) through for stages of collaboration: 1) Basic collaboration, 2) Relationship, 3) High Stakes, 4) Constituency for collaboration, 5) Collaborative Leadership.
Selection of informants using purposive sampling. Collecting data using interviews, observation, and documentation. The data analysis method used is an interactive analysis method. The results of this study show that collaboration has not been carried out properly. First, the basis of collaboration has not worked should result in stakeholders still having egosectoral, and the similarity of attitudes and perceptions has not been awakened. Second, relationships that can be seen internally and externally show that there is no synergy between stakeholders. Third, the commitment made by stakeholders has been good by providing training and empowerment to people with disabilities, although the implementation is not carried out on an ongoing basis. Fourth, stakeholders have not shown any support for each other. Collaborative leadership is already underway to direct stakeholders to work together.
The conclusion of the results of research on collaboration in the Program Gedis is not optimal it can be seen from the shortcomings in the implementation of the stage collaboration. The implications given to the results of this study are to form rules and agreements aimed at binding and building stakeholder trust.
3035133680A1D017107PENGARUH INOKULASI RHIZOBACTERIA INDIGENOUS LAHAN SALIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI (Oryza sativa L. cv. Inpari Unsoed 79 Agritan) YANG TERINFEKSI Xanthomonas oryzae pv. oryzaeRhizobacteria merupakan jenis bakteri rhizosfer yang berhabitat di tanah sekitar perakaran tanaman. Asosiasi bakteri Rhizobacteria dan akar tanaman dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan ketahanan serangan hawar daun bakteri (HDB) padi melalui produksi fitohormon IAA pada akar dan memacu induksi ketahanan sistemik (ISR) tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh inokulasi Rhizobacteria indigenous lahan salin terhadap pertumbuhan dan hasil padi toleran salin serta efektivitas bakteri dalam menekan laju infeksi penyakit hawar daun bakteri padi pada kondisi salinitas tinggi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Agronomi & Hortikultura, Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Screen House Eksperimental Farm Fakultas Pertanian UNSOED pada Desember 2020 – Juni 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 9 taraf perlakuan dan diulang 3 kali. Perlakuan yang diuji antara lain kontrol, kontrol infeksi Xoo dan inokulasi isolat Rhizobacteria JA1, JB1, JB2, JD1, JE1, R08, dan R011 yang diinfeksi bakteri Xoo pada media cair AB Mix dengan kadar salinitas (DHL) 5,5 dS.m-1. Inokulasi isolat Rhizobacteria mampu meningkatkan pertumbuhan padi pada biomassa tanaman, panjang akar total, luas daun, kadar klorofil daun, LAB, jumlah anakan dan tinggi tanaman padi masing-masing sebesar 142,5%, 106,9%, 68,2%, 34,3%, 64,7%, 61,7%, dan 23,7%. Inokulasi isolat Rhizobacteria mampu meningkatkan hasil panen padi toleran salin pada bobot gabah per rumpun, bobot 1000 biji dan indek panen (IP) masing-masing sebesar 47,5%, 10%, dan 10,6%. Selain itu, inokulasi isolat Rhizobacteria mampu menurunkan kehampaan gabah sebesar 15% dan menekan intensitas serangan penyakit HDB padi hingga 12,4%.Rhizobacteria are group of rhizosphere bacteria that lives in the soil around plant roots. The association of Rhizobacteria and plant roots can promote plant growth and resistance to leaf blight disease (HDB) attacks in paddy through the production of IAA phytohormones at the root and stimulate the induction systemic resistance (ISR) of the plant. This research aimed to examine the effect of inoculation of Rhizobacteria indigenous saline soil on the growth and yield of saline-tolerant paddy and the effectiveness of inoculation Rhizobacteria in suppressing HDB paddy disease under conditions of high salinity stress. The research was conducted at the Agronomy & Horticulture Laboratory, Plant Protection Laboratory, and Screen House Experimental Farm, Faculty of Agriculture UNSOED in December – June 2021. This research used a single factor Randomized Block Design (RBD) with 9 levels of treatment and repeated 3 times. The treatments in this study included control, control (infected Xoo) and inoculation of Rhizobacteria isolates JA1, JB1, JB2, JD1, JE1, R08, and R011 that infected by Xoo bacteria on AB Mix liquid medium with salinity (EC) of 5,5 dS.m-1. Inoculation of Rhizobacteria isolates was able to increase paddy growth in plant biomass, total root length, leaf area, leaf chlorophyll, net assimilation rate (NAR), number of tillers, and plant height of paddy respectively by 142,5%, 106,9%, 68,2%, 34,3%, 64,7%, 61,7%, and 23,7%. Inoculation of Rhizobacteria isolates was able to increase paddy yields in grain weight per clump, the weight of 1000 seeds, and harvest index by 47,5%, 10%, and 18,5%. In addition, inoculation of Rhizobacteria isolates was able to reduce grain voidness by 15% and suppress the intensity of HDB by 12,4%.
3035233681A1D016079KAJIAN DOSIS DAN FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK YARAMILA COMPLEX TERHADAP HASIL TANAMAN MELON (Cucumis melo L.)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk YaraMila Complex dalam meningkatkan hasil buah melon, serta mengetahui kombinasi dosis dan frekuensi pemberian pupuk YaraMila Complex yang tepat untuk menghasilkan buah melon yang optimal secara kualitas. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober sampai November 2020 di Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktorial perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu dosis pupuk YaraMila Complex (P) yaitu, P0 = control, P1 = 5 gram, P2 = 15 gram, P3 = 30 gram. Faktor kedua yaitu frekuensi pemberian pupuk YaraMila Complex (T) yaitu, T1 = 5 kali aplikasi, T2 = 3 kali aplikasi, T3 = 2 kali aplikasi. Variabel yang diamati yaitu jumlah bunga betina, berat buah, tebal daging buah, dan kadar gula buah. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5%, apabila terdapat keragaman dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk YaraMila Complex mampu meningkatkan hasil buah melon. Frekuensi pemberian pupuk 5 hari sekali (5 kali aplikasi) dapat meningkatkan berat buah, tebal daging dan kadar gula. Dosis pupuk 5 gram/tanaman memberikan pengaruh nyata pada berat buah dan tebal daging, dosis pupuk 30 gram/tanaman memberikan pengaruh nyata pada kadar gula. Kombinasi perlakuan frekuensi pupuk 5 hari sekali (5 kali aplikasi) dan 10 hari sekali (3 kali aplikasi) dengan dosis pupuk 15 gram/tanaman mampu meningkatkan kadar gula buah melon.This study aims to determine the effect of YaraMila Complex fertilizer application in increasing melon yields, and to determine the right combination of dose and frequency of YaraMila Complex fertilizer application to produce optimal melon fruit quality. This research was conducted from October to November 2020 in Kotesan Village, Prambanan District, Klaten Regency. The experimental design used was Completely Randomized Block Design (RAKL) with 2 factorial treatments and 3 replications. The first factor is the dose of YaraMila Complex fertilizer (P), namely, P0 = control, P1 = 5 grams, P2 = 15 grams, P3 = 30 grams. The second factor is the frequency of application of YaraMila Complex fertilizer (T), namely, T1 = 5 applications, T2 = 3 applications, T3 = 2 applications. The variables observed were the number of female flowers, fruit weight, flesh thickness, and fruit sugar content. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at the level of 5%, if there is diversity, then continued with the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the level of 5%. The results showed that the application of YaraMila Complex fertilizer was able to increase the yield of melons. The frequency of fertilizer application every 5 days (5 times of application) can increase fruit weight, flesh thickness and sugar content. The fertilizer dose of 5 grams/plant had a significant effect on fruit weight and flesh thickness, a fertilizer dose of 30 grams/plant had a significant effect on sugar content. The combination of fertilizer frequency treatment every 5 days (5 times application) and once in 10 days (3 times application) with a fertilizer dose of 15 grams/plant was able to increase the sugar content of melons.
3035333682L1B017040KEBERADAAN BAKTERI PROTEOLITIK SALURAN PENCERNAAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG DIBERI PAKAN MENGANDUNG EKSTRAK DAUN API-API PUTIH (Avicennia marina)Aktifitas antibakteri ekstrak tanaman Avicennia marina yang bersifat non spesifik dalam pengobatan penyakit bakterial pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dapat mempengaruhi keberadaan bakteri secara umum. Bakteri dalam saluran pencernaan salah satunya bakteri proteolitik memiliki peran yang penting karena kemampuannya dalam menghidrolisis protein sehingga dapat memaksimalkan penyerapan nutrisi dalam saluran pencernaan ikan nila. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun A.marina pada pakan terhadap proporsi bakteri proteolitik dan indeks aktivitas bakteri proteolitik saluran pencernaan ikan nila. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 2 perlakuan dan 4 ulangan (ikan). Perlakuan yang digunakan adalah pemberian pakan tanpa ekstrak dan pakan yang tiap 1kg mengandung ekstrak dari 2g daun kering A.marina. Setelah dilakukan pemeliharaan selama 14 hari, pada proporsi bakteri proteolitik terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan kontrol (22%) dan perlakuan pemberian ekstrak (12%). Hasil ini mengindikasikan ekstrak daun A.marina mampu membunuh atau menghambat pertumbuhan sebagian bakteri proteolitik. Sedangkan pada indeks aktivitas bakteri proteolitik tidak ada perbedaan yang signifikan antara perlakuan kontrol dan dosis ekstrak 2g daun kering A.marina dengan nilai rata-rata 1,52 (kontrol) dan 1,49 (dosis ekstrak 2g daun kering A.marina).The non-specific antibacterial activity of Avicennia marina plant extract in the treatment of bacterial diseases in Tilapia (Oreochromis niloticus) can affect the presence of bacteria in general. Bacteria in the digestive tract, one of which is proteolytic bacteria, has an important role because of its ability to hydrolyze protein so that it can maximize the absorption of nutrients in the digestive tract of tilapia. The purpose of this study was to determine the effect of A.marina leaf extract on feed on the proportion of proteolytic bacteria and the index of proteolytic bacterial activity in the digestive tract of tilapia. This study used an experimental method with 2treatments and 4replications. The treatments used were feeding without extract and feed containing extract of 2g of dried A.marina leaves every 1kg. After 14 days of maintenance, there was a significant difference in the proportion of proteolytic bacteria between the control treatment (22%) and the extract treatment (12%). These results indicated that A.marina leaf extract was able to kill or inhibit the growth of some proteolytic bacteria. Meanwhile, in the proteolytic bacterial activity index, there was no significant difference between the control treatment and the 2g dried leaf extract dose of A.marina with an average value of 1.52 (control) and 1.49 (dose of 2g extract of dried A.marina leaves).
3035433683F1F017023ANALISIS PERBANDINGAN PERAN RUANG SIBER TWITTER KELOMPOK ALT-RIGHT DALAM PEMILIHAN PRESIDEN AMERIKA SERIKAT TAHUN 2016 DAN 2020Sejak pemilihan presiden Amerika Serikat pada tahun 2016, kemunculan dan normalisasi pandangan kelompok radikal sayap kanan alt-right menjadi sebuah keadaan yang mengubah cara penggunaan media sosial dalam ruang siber. Pada penelitian ini, dibandingkan bagaimana media sosial dalam ruang siber menangani pandangan kelompok radikal sayap kanan tersebut pada tahun 2016 dan 2020. Ditemukan dalam penelitian ini bahwa terdapat internet governance yang kuat melalui perusahaan media sosial Twitter sebagai ruang siber yang digunakan oleh kelompok alt-right. Selain itu ditemukan pula bahwa terdapat penurunan aktivitas pengguna alt-right pada tahun 2020 setelah kekalahan Donald Trump dari Joe Biden dalam kepresidenan dan tidak ada agenda-setting yang dilakukan oleh Trump. Penelitian dilakukan dengan menggunakan akun kelompok alt-right, akun politisi sayap kanan, dan Twitter sebagai media sosial.Since the 2016 United States’ presidential election, the emergence and mainstreaming of right-wing radical views called alt-right became a condition that changed people’s use of social media in cyberspace. In this research, there will be a comparison of how social media in cyberspace can handle the views of right-wing radical groups in 2016 and 2020. (This research found that there’s an internet governance done by Twitter management as a social media corporation to regulate communication in Twitter by alt-right groups) It is found that in this research, there is a strong internet governance happening through Twitter as a media social corporation as a cyberspace that is being used by alt-right groups. Meanwhile, it is also found that there is a decrease of alt-right users activity in 2020 after Donald Trump losing against Joe Biden in presidency and there is no more agenda setting from Trump. This research is done through observing alt-right groups accounts, right wing politician accounts, and Twitter as a social media.
3035533684C1I017019IMPACT OF TANGIBLE ASSETS AND INTANGIBLE ASSETS WITH SUSTAINABLE GROWTH AS MODERATING VARIABLE ON VALUE OF FIRMS LISTED ON INDEX GROWTH 30 PERIODS 2019-2020World of business is vast and unpredictable. The more companies existed and so the competition between them which force a company to increase its value so it can compete with others. The Company needs to be able to perform properly in order to create maximum firm value. A corporation needs resources that will benefit the future in order to operate optimally. The company's assets are one of the various resources utilized by the company. Asset itself divided into tangible assets and intangible assets. While expanding their business, a company also should consider sustainable growth of the company to avoid over-leverage. So, a company should be able to use their assets optimally.
This research conducted to analyze the impact of tangible assets and intangible assets on firm’s value in addition with sustainable growth as the moderator. In this research, the data is secondary data obtained from IDX and yahoo finance. The methods used in this research is panel data regression, and MRA (Moderated Regression Analysis).
The result concludes that tangible assets have a significant positive impact on firm value, while intangible assets have a significant negative impact on firm’s value. Also, sustainable growth is unable to moderate the impact of tangible assets on firm’s value, while sustainable growth is able to moderate the impact of intangible assets on firm’s value.

World of business is vast and unpredictable. The more companies existed and so the competition between them which force a company to increase its value so it can compete with others. The Company needs to be able to perform properly in order to create maximum firm value. A corporation needs resources that will benefit the future in order to operate optimally. The company's assets are one of the various resources utilized by the company. Asset itself divided into tangible assets and intangible assets. While expanding their business, a company also should consider sustainable growth of the company to avoid over-leverage. So, a company should be able to use their assets optimally.
This research conducted to analyze the impact of tangible assets and intangible assets on firm’s value in addition with sustainable growth as the moderator. In this research, the data is secondary data obtained from IDX and yahoo finance. The methods used in this research is panel data regression, and MRA (Moderated Regression Analysis).
The result concludes that tangible assets have a significant positive impact on firm value, while intangible assets have a significant negative impact on firm’s value. Also, sustainable growth is unable to moderate the impact of tangible assets on firm’s value, while sustainable growth is able to moderate the impact of intangible assets on firm’s value.

3035633685F1A017083Partisipasi Masyarakat dalam Pengalokasian Dana Desa Bidang Pemberdayaan Pelayanan Sosial Dasar Kesehatan di Desa Tegalpingen, Kecamatan Pangadegan, Kabupaten PurbalinggaDana Desa merupakan dana yang dialokasikan pemerintah untuk desa. Alokasi Dana Desa memiliki berbagai macam tujuan salah satunya untuk menjawab berbagai macam masalah masyarakat, seperti pemerataan pembangunan desa. Pembangunan desa terwujud dalam 2 bentuk yaitu pembangunan fisik dan nonfisik. Pemberdayaan kesehatan merupakan bentuk pembangunan nonfisik yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui kesehatan. Bentuk pembangunan  salah satunya program pemberdayaan desa. Desa Tegalpingen memiliki berbagai macam masalah kesehatan seperti baduta stunting, masalah sanitasi dan lain sebagainya. Fokus peneltian ini adalah melihat bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengalokasian Dana Desa di Desa Tegalpingen Kecamatan Pangadegan, Kabupaten Purbalingga.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif sehingga dapat memperoleh data yang mendalam sesuai dengan tujuan penelitian. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer (wawancara mendalam dan observasi) serta data sekunder (Dokumentasi, literatur, serta data lain yang mendukung penelitian). Sasaran dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Tegalpingen, Kecamatan Pangadegan, Kabupaten Purbalingga.
Berdasarkan hasil penelitian ini, masyarakat Desa Tegalpingen memiliki tingkat partisipasi yang baik dalam kegiatan pembangunan, khususnya program pemberdayaan kesehatan. Partisipasi masyarakat Desa Tegalpingen ditunjukan melalui keikutsertaan dalam musyawarah pengalokasian Dana Desa dan berbagai kegiatan pemberdayaan kesehatan. Tingginya Partisipasi masyarakat Desa Tegalpingen terhadap kegiatan pembangunan, tidak dapat menjadi tolak ukur untuk menjamin keberhasilan pembangunan Desa Tegalpingen. Proses pembangunan serta pengalokasian Dana Desa di Desa Tegalpingen tidak terlepas dari berbagai hambatan dan kendala.  Kegagalan pembangunan di Desa Tegalpingen salah satunya dipengaruhi oleh kurangnya fasilitas yang mendukung program pelayanan kesehatan.
Village funds are funds allocated by the government to the village. Village Fund Allocation has various purposes, one of which is to answer various community problems, such as equitable village development. Village development is realized in 2 forms, namely physical and nonphysical development. Health empowerment is a form of nonphysical development that aims to improve the quality of human resources through health. One form of development is the village empowerment program. Tegalpingen village has various kinds of health problems such as baduta stunting, sanitation problems and so on. The focus of this investigation is to see how the community participates in the allocation of Village Funds in Tegalpingen Village pangadegan subdistrict, Purbalingga Regency.
This research uses descriptive qualitative methods so as to obtain in-depth data in accordance with the purpose of the research. The data sources used in this study are primary data (in-depth interviews and observations) as well as secondary data (documentation, literature, and other data that support the research). The target in this study is the people of Tegalpingen Village, Pangadegan Subdistrict, Purbalingga Regency.
Based on the results of this study, the people of Tegalpingen Village have a good level of participation in development activities, especially health empowerment programs. The participation of the Tegalpingen Village community is shown through participation in the deliberation of allocation of village funds and various health empowerment activities. The high participation of the Tegalpingen Village community towards development activities, cannot be a benchmark to guarantee the success of Tegalpingen Village development. The process of development and allocation of village funds in Tegalpingen Village cannot be separated from various obstacles. Development failures in Tegalpingen Villge are one of them influenced by the lack of facilities that support health care programs.
3035733691H1C017040GEOLOGI DAN PEMODELAN STRUKTUR GEOLOGI DAERAH BANTARKAWUNG, BREBES TERHADAP KEMUNCULAN MANIFESTASI PANASBUMI BERDASARKAN ANALISIS GRAVITY GGMPLUS DAN FAULT FRACTURE DENSITYIdentifikasi struktur geologi pada daerah Bantarkawung, Brebes dapat dilakukan dengan metode gaya berat, metode gaya berat menghasilkan suatu penampang anomali yang dapat digunakan untuk interpretasi bawah permukaan. Sebanyak 529 data gaya berat telah diukur di daerah ini dengan cakupan luas pengukuran sekitar 25 km2. Untuk melengkapi pemodelan 2D gaya berat terdahulu, dilakukan pemodelan 3D pada data gaya berat daerah ini. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran bawah permukaan berdasarkan distribusi densitas batuan secara tiga dimensi (3D). Hasil pemodelan berupa nilai berdensitas rendah maupun tinggi diinterpretasikan dan dikorelasikan dengan informasi dan data-data geologi Dalam melakukan interpretasi anomali gravitasi pada daerah penelitian perlu dilakukan proses filering dengan metode yang sesuai pada kondisi wilayah yang diteliti. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode FHD dan SVD untuk menentukan keberadaan struktur pada daerah penelitian. Identifikasi patahan pada grafik FHD dan SVD pada lintasan A – A’ dengan KA2693, nilai SVDmaks 0,04 dan SVDmin –0,013, termasuk dalam patahan naik. KA2704, nilai SVDmaks 0,05 dan SVDmin -0,36, termasuk dalam patahan naik. KA2709, nilai SVDmaks 0,03 dan SVDmin -0,36, termasuk dalam patahan naik. Identifikasi patahan pada grafik FHD dan SVD pada lintasan B – B’ dengan KB2682, nilai SVDmaks 0.02 dan SVDmin – 0.09, termasuk dalam patahan naik. KB2683, nilai SVDmaks 0,01 SVDmin –0,06,termasuk dalam patahan naik. KB2689, nilai SVDmaks 0.01 SVDmin – 0.02 termasuk dalam patahan naik. KB2709 , nilai SVDmaks 0,006 SVDmin –0.02, termasuk dalam patahan naik. Hasil pemodelan inversi 3D gaya berat yaitu dari nilai densitas pada masing masing section H dan X yang mempunyai nilai berkisar 2,21 gr/cm3 diindikasikan sebagai batuan penudung (cap rock), anomali rendah sebagai batuan waduk (reservoir) dengan nilai densitas berkisar 1,33 – 1,69 gr/cm3, anomali sedang tinggi sebagai batuan sumber panas dengan nilai densitas berkisar 2,35 - 2,50 gr/cm3Identification of geological structures in the Bantarkawung area, Brebes can be conducted by the Gravity method, the Gravity method produces an anomaly cross section that can be used for subsurface interpretation. A total of 529 gravity data have been measured in this area with a measurement area of about 5 km x 5 km. To complete the previous 2D gravity modeling, 3D modeling was carried out on the gravity data of this area. This study aims to determine the description of the subsurface based on the distribution of rock density in three dimensions (3D). Modeling results in the form of low and high density values are interpreted and correlated with geological information and data. This research was conducted using the FHD and SVD methods for indicating the exact location of fault. Fault identification on the FHD and SVD graphs on the path A – A' with KA2693, the value of SVDmax 0.04 and SVDmin -0.013, is included in the ascending fault. KA2704, SVDmax values of 0.05 and SVDmin of -0.36, are included in the ascending fault. KA2709, SVDmax value of 0.03 and SVDmin -0.36, belongs to the ascending fault. Identify the faults on the FHD and SVD graphs on the B – B' path with KB2682, the value of SVDmax 0.02 and SVDmin – 0.09, included in the ascending fault. KB2683, SVDmax value 0.01 SVDmin –0.06, is included in the ascending fault. KB2689, SVDmax value 0.01 SVDmin – 0.02 belongs to the ascending fault. KB2709 , SVDmax value 0.006 SVDmin –0.02, belongs to the ascending fault. The results of this 3D gravity inversion modeling from the density values in each section which has a value 2,21 gr/cm3 could be indicated as a cap rock, low anomaly as a reservoir with value around 1,33 - 1,69 gr/cm3, moderately - high anomaly as a heat source rock with density aroud 2,35 - 2,50 gr/cm3
3035833704E1A017158PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN APARTEMEN BERDASARKAN UNDANG – UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
( Studi Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 485/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Sel )
Apartemen merupakan suatu inovasi dalam penyediaan hunian tempat tinggal bagi masyarakat. Pembangunan apartemen di Indonesia didasarkan pada Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun. Pembangunan apartemen dalam praktiknya menimbulkan banyaknya pelaku usaha yang ikut memproduksi apartemen dengan berbagai fasilitas – fasilitas penunjang yang berbeda – beda sebagai daya tarik bagi para calon konsumennya. Hubungan antara konsumen dan pelaku usaha apartemen didasarkan pada Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan metode analisis data secara normatif kualitatif.
Hasil penelitian dapat disimpulkan, Majelis Hakim yang memeriksa perkara pada Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 485/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Sel telah memberikan perlindungan konsumen bagi konsumen apartemen dengan mengabulkan sebagian gugatan dari konsumen dan menjatuhkan amar putusan dengan membatalkan surat – surat pesanan unit apartemen dan mewajibkan ganti rugi dari pelaku usaha kepada konsumen, hal ini sesuai dengan yang diatur dalam Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Apartments are an innovation in providing residential housing for the community. Apartment's development in Indonesia is based on Law Number 20 of 2011 concerning Apartment. The constructions of apartments in practice raises the number of businessmen who participate in producing apartments with various different supporting facilities as an attraction for potential consumers. The relationship between consumers and apartment businessmen is based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
The research method used in this study uses a normative juridicial approach with descriptive research specifiations. Sources of data used are secondary data obtained from literature studies in the form of primary, secondary, and tertiary legal materials. The collected data is processed and analyzed using the qualitative normative data analysis method.
The results of the study can be concluded, the Panel of Judges who examined the case on the South Jakarta District Court Decision Number 485/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Sel has provided consumer protection for apartment consumers by granting some of the claims of consumers and dropping the verdict by canceling the order letter's of apartments units and businessman must to give compensation to consumers, this is in accordance with what is regulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.

3035933687E1A016244ANALISIS PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA TERHADAP UMAT MUSLIM UYGHUR DI REPUBLIK RAKYAT TIONGKOK
DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM INTERNASIONAL
Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi sorotan masyarakat dunia karena hak dalam HAM mempunyai kedudukan atau derajat utama dalam kehidupan bermasyarakat. Sejak pemerintah komunis di Republik Rakyat Tiongkok-RRT (People’s Republic of China) berkuasa, terjadi revolusi kebudayaan. Pada 2015 hingga 2017 pemerintah Tiongkok mengeluarkan kebijakan yang mengintimidasi umat muslim salah satunya adalah pelarangan aktivitas keagamaan. Komite HAM PBB dan Amnesty Internasional telah melaporkan bahwa pemerintah Tiongkok telah menahan paksa satu juta rakyat Uyghur di kamp yang diduga untuk indoktrinasi politik. Dalam hal ini pemerintah Tiongkok selalu mengelak adanya pelanggaran HAM yang terjadi dengan dalih memerangi ekstremisme agama.
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaturan mengenai kebebasan beragama serta larangan diskriminasi ras menurut hukum internasional dan mengetahui serta menganalisis tindakan pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintah Tiongkok kepada muslim Uyghur. Pengumpulan data dengan metode studi kepustakaan, sumber data menggunakan data sekunder, penyajian data dengan teks naratif. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif dengan menggunakan analisis normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Tiongkok telah menyimpang dan melanggar ketentuan Pasal 18 DUHAM mengenai kebebasan beragama dan Pasal 3 dan 5 ICERD tentang larangan diskriminasi. Tiongkok sendiri telah meratifikasi DUHAM, ICERD, dan ICESCR. Bentuk pelanggaran yang dilakukan pemerintah Tiongkok kepada muslim Uyghur antara lain membatasi aktivitas keagamaan seperti beribadah, mengunakan atribut muslim dan melakukan penahanan paksa. Pemerintah Tiongkok mengecam adanya upaya intervensi yang dilakukan beberapa negara seperti Turki dan Amerika Serikat sehingga penyelesaian kasus menjadi tidak efektif akibat adanya batasan dari PBB mengenai intervensi.
Human rights violations are increasingly in the spotlight of the world community because rights in human rights have a major position or degree in community life. Since the communist government in the People's Republic of China came to power, there has been a cultural revolution that has led to new religious regulations in China. In 2015 to 2017 the Chinese government issued policies that intimidate Muslims, one of which is the use of religious activities.The UN Human Rights Committee and the International Amnesty have reported that the Chinese government has forcibly detained one million Uyghurs in camps allegedly for political indoctrination. In this case the Chinese government has always avoided human rights violations that occur under the pretext of fighting religious extremism.
The study aims to find out the regulation on religious freedom and ban racial discrimination under international law and to analyzed the Chinese government's human rights violations against Uyghur Muslims. Data collection by literature study method, data sources using secondary data, presentation of data with narrative text. The approach method used is a normative juridical method, descriptive research specification using qualitative normative analysis.
The results showed that the Chinese government had violated and violated the provisions of Article 18 of the UDHR on religious freedom and Articles 3 and 5 of the ICERD on the prohibition of discrimination. China has ratified UDHR, ICERD, and ICESCR. Forms of violations committed by the Chinese government against Uyghur Muslims include limiting religious activities such as worship, using Muslim attributes and carrying out forced detention. The Chinese government has condemned the intervention efforts of several countries such as Turkey and the United States so that the settlement of cases becomes ineffective because there are restrictions from the United Nations on intervention.
3036033686A1C017031STRATEGI PENGEMBANGAN KERJA SAMA HALAL CENTER DI KABUPATEN BANYUMAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)Halal Center merupakan lembaga yang berfungsi untuk membantu mempermudah proses sertifikasi halal UMKM yang dibentuk untuk membantu penerapan UU Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal. Strategi pengembangan kerja sama Halal Center dengan instansi atau lembaga otoritas terkait sangat penting guna membantu penerapan UU Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor, aktor, tujuan, dan alternatif strategi yang tepat dalam pengembangan kerja sama Halal Center dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP).
Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan teknik wawancara laddering untuk mengetahui strategi yang penting dalam pengembangan Halal Center. Prinsip pokok AHP yaitu decomposition (penjabaran), comparative judgment (tingkat perbandingan), synthesis of priority (sintesa prioritas), logical consistency (konsistensi logis). Aplikasi yang digunakan yaitu software Expert Choice dan Microsoft Excel. Responden dalam penelitian ini berjumlah 30 orang, terdiri dari 10 responden dari pelaku UMKM, 10 responden dari Rumah Potong Hewan (RPH), dan 10 responden dari instansi atau perusahaan terkait yang berperan dalam penerapan Undang-undang Jaminan Produk Halal. Pengambilan data diambil dengan menggunakan teknik nonprobability sampling dengan cara pengambilan purposive sampling.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi pengembangan kerja sama halal center di Kabupaten Banyumas berturut-turut adalah modal (0,592), kebijakan instansi/lembaga (0,324), dan kepercayaan konsumen dan pasar (0,084). Aktor yang paling berperan dalam pengembangan kerja sama Halal Center di Kabupaten Banyumas berturut-turut adalah BPJPH (0,331), Pemerintah (selain BPJPH) (0,305), dan Perusahaan Swasta (0,120). Tujuan yang paling ingin dicapai dari pengembangan kerja sama halal center di Kabupaten Banyumas berturut-turut adalah membantu UMKM dalam akselerasi sertifikasi halal (0,685), memperkuat kinerja antarlembaga (0,202), dan memperkuat fungsi halal center (0,113). Alternatif strategi yang paling penting dilakukan dalam pengembangan kerja sama Halal Center dengan instansi/lembaga otoritas terkait berturut-turut adalah kerja sama dengan instansi pemerintah dalam pemanfaatan dana pendampingan dari pemerintah (0,474), kerja sama dengan instansi swasta dalam akselerasi sertifikasi halal(0,322), dan kerja sama dengan lembaga sertifikasi profesi yang berkaitan dengan kehalalan produk (auditor halal, penyelia halal, juru sembelih halal, dll) (0,205). Alternatif strategi ini dapat digunakan menjadi kebijakan Halal Center dalam mendukung pertumbuhan industri halal dengan menjalin kerja sama dengan instansi atau lembaga pemerintah. Selain itu, Halal Center juga dapat menjalin kerja sama dengan perusahaan swasta yang mendukung penerapan kewajiban halal di Indonesia. Pengembangan kerja sama yang dimaksud dapat dalam bentuk kerja sama memfasilitasi sertifikasi halal bagi UMKM, edukasi dan pembekalan mengenai sertifikasi halal, dan model kerja sama lainnya seperti pengembangan kantin halal Unsoed sebagai kantin percontohan.
Halal Center is an institution that functions to help facilitate the halal certification process for MSMEs which was formed to assist the implementation of Law Number 33 of 2014 concerning Halal Product Guarantee. The strategy for developing cooperation with the Halal Center with related instance/institution authorities is very important to assist the implementation of Law Number 33 of 2014 concerning Halal Product Guarantee. This study aims to determine the appropriate factors, actors, objective, and alternative strategies in the development of Halal Center cooperation using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method.
This study uses the Analytical Hierarchy Process (AHP) method with laddering interview techniques to find out the strategies that are important in the development of the Halal Center. The main principles of AHP are decomposition, comparative judgment, synthesis of priority, logical consistency. The applications used are Expert Choice software and Microsoft Excel. The respondents in this study were 30 people, consisting of 10 respondents from MSME actors, 10 respondents from Slaughterhouses (RPH), and 10 respondents from related instance/institution that played a role in the implementation of the Halal Product Guarantee Act. Data collection was taken using non-probability sampling technique by means of purposive sampling.
The results of this study indicate that the factors that most influence the development of halal center cooperation in the Banyumas area are fund (0,592), instance/institutional policies (0,324), and consumer and market trust (0,084). The actors who played the most role in the development of Halal Center cooperation in the Banyumas area were BPJPH (0,331), the Government (0,305), and Private Companies (0,120). The goals that most want to achieve from the development of halal center cooperation in the Banyumas area are to help MSMEs in accelerating halal certification (0,685), strengthening inter-institutional performance (0,202), and strengthening the function of the halal center (0,113). The most important alternative strategies carried out in the development of Halal Center cooperation with relevant instance/institution are the use of government assistance funds (0,474), cooperation to accelerate halal certification with private institutions (0,322), and cooperation with certification bodies professions related to product halalness (halal auditors, halal supervisors, halal slaughterers, etc.) (0,205). This alternative strategy can be used as a Halal Center policy in supporting the growth of the halal industry by collaborating with government agencies or institutions. In addition, the Halal Center can also collaborate with private companies that support the implementation of halal obligations in Indonesia. The development of the cooperation in question can be in the form of cooperation in facilitating halal certification for MSMEs, education and debriefing regarding halal certification, and other models of cooperation such as the development of the Unsoed halal canteen as a pilot canteen.