Artikelilmiahs
Menampilkan 30.141-30.160 dari 50.081 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 30141 | 33488 | D1E014064 | SUPLEMENTASI PROBIOTIK TERHADAP BOBOT ALBUMEN, BOBOT KUNING TELUR DAN RASIO KUNING DAN PUTIH TELUR AYAM NIAGA PETELUR | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi probiotik terhadap bobot albumen, yolk dan ratio yolk dengan albumen dan mengetahui level suplementasi probiotik yang efisien untuk menigkatkan bobot albumen, yolk dan ratio yolk dengan albumen. Materi penelitian yang digunakan adalah ayam niaga petelur umur 45 minggu sebanyak 80 ekor. Bahan penelitian terdiri atas: probiotik (promix), pakan ayam periode produksi, yang tediri atas jagung giling (50%), dedak (25%), dan konsentrat (25%) dengan kandungan nutrient energy 2900 kcal/kg. Kandungan nutrisi dalam pakan meliputi protein kasar 16,0- 8,0 %, Ca 3,470- 4,25 %, P 0,6- 1,0%. Peralatan yang digunakan meliputi: kandang batere yang dilengkapi dengan tempat pakan dan minum, peralatan untuk pengukuran kualitas telur. Penelitian dilakukan dengan metode experimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang diujicobakan adalah suplementasi probiotik di dalam pakan basal terdiri atas 4 level yaitu: P0 : 0% (Kontrol), P1 : 0,5% dari jumlah pakan yang diberikan , P2 : 1% dari jumlah pakan yang diberikan, P3 : 1,5% dari jumlah pakan yang diberikan. Setiap unit percobaan terdiri atas 4 ekor ayam niaga petelur dan setiap perlakuan diulang 5 kali. Variabel yang diukur adalah Bobot Albumen, Bobot Yolk,Rasio Albumen atau Yolk. Data dianalisis dengan analisi variansi. Apabila hasil analisis menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata, maka dilakukan uji lanjut orthogonal polinomial. Sumplementasi probiotik pada pakan dengan konsentrasi yang berbeda mampu meningkatkan bobot albumen berkisar antara 35.166 – 38.868 g. Berdasarkan hasil analisis variansi menunjukkan bahwa suplementasi probiotik pada pakan ayam niaga petelur berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap berat putih telur. Uji orthogonal polinomial menunjukkan setiap peningkatan suplementasi 1 persen akan meningktkan bobot putih telur sebesar 2.396 g. Berdasarkan hasil analisis variansi menunjukkan bahwa suplementasi probiotik pada pakan ayam niaga petelur berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap bobot yolk dan rasio bobot yolk dengan albumen. Kesimpulan penelitian adalah suplementasi probiotik sampai level 1,5% mampu meningkatkan bobot albumen. Setiap peningkatan suplementasi 1 persen probiotik akan meningktkan albumen telur sebesar 2.396 g. Namun, suplementasi probiotik belum dapat meningkatkan bobot yolk maupun rasio bobot yolk dengan albumen. | This study aims to determine the effect of probiotic supplementation on albumen weight, yolk weight, and yolk to albumen ratio and determine the efficient level of probiotic supplementation to increase albumen weight yolk and yolk to albumen ratio. The research material used was 80 laying hens aged 45 weeks. The research material consisted of probiotics (promix), chicken feed for the production period, which consisted of ground corn (50%), bran (25%), and concentrate (25%) with the nutrient energy content of 2900 kcal/kg. Nutrient content in feed includes crude protein 16.0-8.0%, Ca 3.470-4.25%, P 0.6-1.0%. The equipment used includes battery cages equipped with feed and drinking containers, equipment for measuring egg quality. The study was conducted using an experimental method using a completely randomized design (CRD). The treatment was probiotic supplementation in basal feed consisting of 4 levels, namely: P0: 0% (Control), P1: 0.5% of the amount of feed given, P2: 1% of the amount of feed given, P3: 1, 5% of the amount of feed given. Each experimental unit consisted of 4 laying hens and five replication. The variables measured were Albumen Weight, Yolk Weight, and yolk to albumen Ratio. Data were analyzed by analysis of variance. If the analysis results show that the treatment has a significant effect, then the orthogonal polynomial further test is carried out. Supplementation of probiotics in feed with different concentrations increased albumen weight in the range of 35,166 – 38,868 g. Based on the analysis of variance, it showed that probiotic supplementation in the feed of commercial laying hens had a very significant effect (P<0.01) on egg white weight. The orthogonal polynomial test showed that every 1 percent increase in supplementation would increase egg white weight by 2,396 g. Based on the analysis of variance, it showed that probiotic supplementation in laying hens had no significant effect (P>0.05) on yolk weight and the ratio of yolk to albumen weight. The study concluded that probiotic supplementation up to a level of 1.5% increased albumen weight. Every 1 percent increase in probiotic supplementation will increase egg albumen by 2,396 g. However, probiotic supplementation has not been able to increase the yolk weight or the ratio of yolk to albumen weight. | |
| 30142 | 33489 | F1B014036 | RESPONSIVITAS PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) PADA USAHA MINI MARKET BSM (BERKAH SOKA MANDIRI) DI DESA SOKARAJA KULON KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS” | Bumdes Sokaraja Kulon merupakan Bumdes yang pertama dan telah berhasil menyusun Perdes tentang pendirian Bumdes dengan usaha mini market di Kecamatan Sokaraja bahkan termasuk dalam salah satu Bumdes dari lima Bumdes yang terkategori berkembang di Kabupaten Banyumas dan satu-satunya Bumdes yang berkembang di Kecamatan Sokaraja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui responsivitas pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) pada usaha mini market BSM (Berkah Soka Mandiri) di Desa Sokaraja Kulon Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survey,dengan teknik pengumpulan data melalui kuisioner dan dokumentasi pengambilan responden menggunakan Aksidental Sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi, skor maksimal dan minimal, mean, dan modus serta tabulasi silang. Hasil analisis penelitian menunjukan hasil yang cukup baik dengan rata-rata indikator Akses 12,98 rata-rata indikator kesopanan 10,9 rata-rata indikator komunikasi 9,9. Hasil penelitian ini responsivitas pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) pada usaha mini market BSM (Berkah Soka Mandiri) di Desa Sokaraja Kulon Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas menunjukan hasil yang cukup baik sehingga masih sangat perlu ditingkatkan karena masih terdapat beberapa permasalahan dalam responsivitas yang dilakukan terutama pada pengelolaan Bumdes mini market BSM. | Bumdes Sokaraja Kulon is the first Bumdes and has succeeded in drafting a Village Regulation concerning the establishment of Bumdes with mini market businesses in Sokaraja District and even included in one of the five Bumdes that are categorized as developing in Banyumas Regency and the only Bumdes that has developed in Sokaraja District. This study aims to determine the responsiveness of the management of Village Owned Enterprises (BUMDES) in the BSM (Berkah Soka Mandiri) mini market business in Sokaraja Kulon Village, Sokaraja District, Banyumas Regency. The research method used is a descriptive quantitative approach with survey methods, with data collection techniques through questionnaires and documentation of respondent retrieval using accidental sampling. Data analysis methods used are frequency distribution, maximum and minimum scores, mean, and mode as well as cross tabulation. The results showed with an average Access indicator of 12.98, an average politeness indicator. 10.9 the average communication indicator is 9.9. The conclusion of this study is that the responsiveness of the management of Village Owned Enterprises (BUMDES) in the BSM mini market business (Berkah Soka Mandiri) in Sokaraja Kulon Village, Sokaraja District, Banyumas Regency shows good results so it still needs to be improved because there are still some problems in the responsiveness that is carried out. especially in the management of Bumdes mini market BSM. | |
| 30143 | 33490 | E2A019012 | PELAKSANAAN PENJUALAN LANGSUNG BENDA SITAAN PELANGGARAN LALU LINTAS SEPEDA MOTOR (Study Kejaksaan Negeri Purwokerto) | HERI SUDARYANTO, Program Study Magister Hukum, Universitas Jenderal Soedirman, “Pelaksanaan Penjualan Langsung Benda Sitaan Pelanggaran Lalu Lintas Sepeda Motor (Study Kejaksaan Negeri Purwokerto)”, Komisi Pembimbing, Ketua Prof. Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.H., Anggota Dr. Budiyono, S.H., M.Hum. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pelaksanaan penjualan langsung benda sitaan pelanggaran lalu lintas berdasarkan Peraturan Jaksa Agung RI No: PER – 002/A/JA/05/2017 jo. Peraturan Jaksa Agung RI No: 10 Tahun 2019 di Kejaksaan Negeri Purwokerto menganalisis faktor- faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan penjualan langsung benda sitaan pelanggaran lalu lintas di Kejaksaan Negeri Purwokerto. Pendekatan yuridis sosiologis, bersifat deskriptif, Lokasi Penelitian Satlantas Polresta Banyumas, Kejaksaan Negeri Purwokerto dan Pengadilan Negeri Purwokerto. Pengumpulan data primer dengan wawancara, data sekunder studi kepustakaan. Data disajikan dalam bentuk uraian, data di analisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan penjualan langsung benda sitaan pelanggaran lalu lintas berupa sepeda motor oleh Kejaksaan Negeri Purwokerto baik yang berkaitan dengan proses, mekanisme, dan syarat-syarat maupun tahap penjualan langsung telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Jaksa Agung RI No. PER-002/A/JA/05/2017 jo. Peraturan Jaksa Agung RI No. 10 Tahun 2019 tantang Pelelangan dan Penjulan Langsung Benda Sitaan Atau Barang Rampasan Negara Atau Benda Sitaan Eksekusi. Faktor – faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan penjualan langsung benda sitaan pelanggaran lalu lintas di Kejaksaan Negeri Purwokerto : a. Struktur Hukum, adanya perbedaan pendapat dari unsur penegak hukum antara pihak Kejaksaan dan pihak Kepolisian dalam masalah proses registrasi ulang kendaraan bermotor hasil penjualan langsung, pihak Kepolisian menolak permohonan registrasi ulang yang didasarkan pada Berita Acara penjualan langsung benda sitaan berupa kendaraan bermotor. b. Substansi Hukum belum ada harmonisasi peraturan tentang pelaksanaan penjualan langsung barang sitaan kendaraan bermotor khususnya ketentuan tentang registrasi ulang yang dikeluarkan oleh pihak Kejaksaan dan pihak Kepolisian. c. Kultur Hukum meliputi baik dari kultur hukum dari aspek internal legal culture berupa sikap-sikap, dan pendapat penegak hukum (Kejaksaan dan Kepolisian) maupun dari aspek external legal culture masyarakat pada umumnya khususnya pembeli kendaraan bermotor hasil penjualan langsung oleh pihak Kejaksaan. | HERI SUDARYANTO, Program Study Magister Law, University General Soedirman, "Execution Direct Selling Object Confiscated Goods Collision Traffic Motorbike (Study Public Attorney of Country Purwokerto)", Commission Counsellor, Chief Prof. Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.H., Member Dr. Budiyono, S.H., M.Hum. Target of this research to analyse traffic collision confiscated goods object direct selling execution pursuant to Regulation of Attorney General RI No: PER - 002/A/JA/05/2017 jo. Regulation of Attorney General RI No: 10 Year 2019 in Public attorney of Country Purwokerto analyse factor- factor becoming resistor in traffic collision confiscated goods object direct selling execution in Public Attorney of Country Purwokerto. Approach of Yuridis sosiologis, having the character of is descriptive, Location Research of Satlantas Polresta Banyumas, Public attorney of Country Purwokerto and District Court Purwokerto. Data collecting Primary with interview, bibliography study secondary data. Data presented in the form of description, data in analysis qualitative. Pursuant to result of solution and research, hence can be concluded that Execution traffic collision confiscated goods object direct selling in the form of motorbike by Public attorney of Country Purwokerto both for relating to process, mechanism, and direct selling phase and also conditions have been executed as according to Regulation of Attorney General RI No. PER-002/A/JA/05/2017 Jo. Regulation of Attorney General RI No. 10 Year 2019 challenging Auction and Sale Direct Object Confiscated Goods Or Spoil State Or Object Confiscated goods Execute. Factor - factor becoming resistor in traffic collision confiscated goods object direct selling execution in Public Attorney of Country Purwokerto : a. Structure Law, existence of different idea from enforcer element punish between Public attorney party and Police party in problem of registration process repeat direct sales revenue motor vehicle, Police party refuse application of registration repeat which is relied on the Minutes Of confiscated goods object direct selling in the form of motor vehicle. b. Substance Law there is no regulation harmonization about motor vehicle seized goods direct selling execution specially rule about registration repeat released by Public attorney party and Police party. C. Culture Law cover either from culture punish from legal internal aspect of culture in the form of attitude, and law enforcer opinion public attorney And Police and also from legal external aspect of society culture in general specially direct sales revenue motor vehicle buyer by Public Attorney party. | |
| 30144 | 33491 | I1C017007 | KAJIAN IN-SILICO POTENSI SENYAWA TURUNAN METOKSI KALKON SEBAGAI PENGHAMBAT RESEPTOR HER-2 PADA KANKER PAYUDARA | Overekspressi reseptor Her-2 merupakan biomarker terjadinya kanker payudara, sehingga reseptor ini target dalam pengembangan obat kanker. Senyawa turunan kalkon mempunyai potensi bioaktifitas sebagai anti kanker dan penghambat reseptor Her-2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi senyawa turunan metoksi kalkon sebagai penghambat reseptor Her-2 secara in silico menggunakan penambatan molekuler. Tahapan pertama preparasi protein dan ligan dalam format file pdb dan pdbqt. Validasi metode dengan menambatkan kembali ligan natif kepada protein untuk memperoleh file konfigurasi yang valid berdasarkan nilai RMSD. Penambatan senyawa uji dengan protein dilakukan menggunakan koordinat hasil validasi yang valid. Konformasi dengan energi terendah telah divisualisai. Validasi menunjukkan nilai RMSD 0,885Å. Energi ikatan senyawa metoksi metil kalkon yang diperoleh adalah -9,8 kkal/mol, dan senyawa kontrol lapatinib adalah -7,0 kkal/mol. Residu asam amino yang berperan adalah ASN850; ARG849; VAL734; LEU785; PHE864; MET774; LEU796; LEU852; LYS753; ALA751. Senyawa turunan kalkon metoksi metil kalkon berpotensi sebagai penghambat reseptor Her-2 kanker payudara. | The overexpression of the Her-2 receptor is a biomarker of breast cancer, this receptor is a target in the development of cancer drugs. Chalcone-derived compounds have the potential for bioactivity as anti-cancer and inhibitor of the Her-2 receptor. This study aims to determine the potential of methoxy chalcone derivatives which have to inhibit Her-2 protein in silico using molecular docking. First stage of protein and ligand preparation in pdb and pdbqt file formats. Validation of the method by attaching the native ligand back to the protein to obtain a valid configuration file based on the RMSD value. The tethering of the test compound with protein was carried out using valid validation coordinates. The conformation with the lowest energy has been visualized. Validation showed an RMSD value of 0.885Å. The bond energy of the methoxy methyl calcone compound obtained was -9.8 kcal / mol, and the control compound lapatinib was -7.0 kcal / mol. The amino acid residues that play a role are ASN850; ARG849; VAL734; LEU785; PHE864; MET774; LEU796; LEU852; LYS753; ALA751. Methoxy methyl chalcone derivative compound has the potential to inhibit the Her-2 receptor for breast cancer. | |
| 30145 | 33493 | I1A016029 | Alternatif Pemecahan Masalah Kesehatan Gizi Masyarakat menggunakan Pendekatan Permakultur | Latar Belakang: Masalah kesehatan gizi dilaporkan masih tetap tinggi di berbagai negara. Masalah kesehatan gizi berkaitan dengan ketahanan pangan, pola makan, dan aktifitas fisik masyarakat. Sebagai konsep disain tempat tinggal dan pertanian yang berkelanjutan permakultur banyak dipromosikan sebagai alternatif masalah kesehatan gizi. Petani permakultur rata-rata memiliki ketahanan pangan yang lebih baik, keanekaragaman makanan yang lebih dan hasil panen yang lebih tinggi dibandingkan dengan petani konvensional. Walaupun demikian, keberadaan permakultur belum banyak diketahui dan dipertimbangkan sebagai alternatif masalah kesehatan gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pendekatan permakultur sebagai alternatif pemecahan masalah kesehatan gizi dengan melakukan evaluasi pada aspek desirability dan viability-nya. Metodologi: Disain penelitian yang digunakan adalah literature review. Artikel bersumber dari hasil pencarian menggunakan google scholar. Analisis dilakukan dengan membuat identifikasi dan klasifikasi berdasarkan elemen-elemen yang akan direview kemudian dilanjutkan proses sintesis. Hasil analisis disajikan dalam bentuk narrative. Hasil: Dilihat dari aspek desirability-nya permakultur dilaporankan mampu meningkatkan ketahanan pangan, perbaikan pola makan dan perubahan pola aktifitas fisik masyarakat dan berpontensi meningkatkan status kesehatan gizi masyarakat. Pada aspek viability-nya permakultur menunjukan potensi keberlanjutan dan keterjangkauan secara ekonomi yang dicapai melalui menejemen sistem yang minimum input dan biaya serta independen terhadap material pertanian konventional. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pendekatan permakultur dapat dijadikan sebagai alternatif dalam pemecahan masalah kesehatan gizi. | Background: Nutritional health problems are reported to remain high in many countries. The problems are related to food security, diet, and physical activity of the community. As a design concept for sustainable housing and agriculture, permaculture is widely promoted as an alternative to nutritional health problems. Permaculture farmers on average have better food security, more food diversity and higher yields than conventional farmers. However, the existence of permaculture is not widely known and is considered as an alternative to nutritional health problems. The purpose of this study was to describe the permaculture approach as an alternative solution to nutritional health problems by evaluating its desirability and viability aspects. Methodology: The research design used is a literature review. Articles are sourced from search results using Google Scholar. The analysis is carried out by making identification and classification based on the elements that will be reviewed and then continued with the synthesis process. The results of the analysis are presented in the form of a narrative. Results: From the aspect of desirability, permaculture is reported to be able to improve food security, improve diet and change patterns of physical activity of the community and has the potential to improve the nutritional health status of the community. In the aspect of viability, permaculture shows the potential for sustainability and economic affordability, which is achieved through a management system that has minimum inputs and costs and is independent of conventional agricultural materials. Conclusion: The results of the study show that the permaculture approach can be used as an alternative in solving nutritional health problems. | |
| 30146 | 33495 | I1B017038 | Hubungan Persepsi Kualitas Pembelajaran Daring dengan Motivasi Belajar Mahasiswa Keperawatan di Masa Pandemi Covid-19 | Latar Belakang: Pandemi Covid-19 dengan cepat melintasi berbagai negara termasuk ke Indonesia. Salah satu langkah pencegahan penularan Covid-19 dilakukan pada sektor pendidikan dengan menetapkan kebijakan baru berupa metode pembelajaran secara daring (dalam jaringan). Kelancaran proses pembelajaran yang baru ini membutuhkan adaptasi yang baik dari mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan persepsi kualitas pembelajaran daring dengan motivasi belajar mahasiswa Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman di masa pandemi Covid-19. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan desain analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sejumlah 303 mahasiswa. Analisis data menggunakan uji Somers’d. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kualitas pembelajaran daring dengan motivasi belajar dengan p value yaitu 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Persepsi kualitas pembelajaran daring berpengaruh terhadap motivasi belajar mahasiswa keperawatan di masa pandemi Covid-19. | Background: Covid-19 pandemic spread quickly from coast to coast including Indonesia. To prevent the spread of covid-19, the educational ministry establish a new policy in the form of online learning. The smooth process of online learning requires a good adaptation from students. This study aims to know how the correlation between e-learning quality perception and learning motivation in nursing students of Universitas Jenderal Soedirman at Covid-19 pandemic. Method: This study is a quantitative study with an analytic design using a cross-sectional approach. The sampling technique using a total sampling technique that amounts to 303 students. Data is analyzed with the somers’d test. Results: The results found that there is a significant relationship between online learning quality perception and learning motivation with a p-value 0,000 (<0,05) Conclusion: There is a significant relationship between online learning quality perception and learning motivation in the nursing student during the Covid-19 pandemic. | |
| 30147 | 33496 | I1B017032 | Pengaruh Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana terhadap Perilaku Kesiapsiagaan Masyarakat Desa Donorejo | Latar Belakang: Perilaku kesiapsiagaan merupakan salah satu bagian dari proses manajemen bencana dan tindakan pengurangan risiko bencana sebelum bencana terjadi. Pelatihan kesiapsiagaan bencana merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku kesiapsiagaan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan kesiapsiagaan bencana terhadap perilaku kesiapsiagaan masyarakat Desa Donorejo. Metode: Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional dengan metode analisis komparatif. Teknik sampling menggunakan total sampling, besar sampel 94 yang terdiri dari 44 untuk yang pernah mengikuti pelatihan dan 50 untuk yang belum pernah mengikuti pelatihan. Instrumen dalam penelitian ini yaitu kuesioner perilaku kesiapsiagaan yang dimodifikasi dari kuesioner milik Yuniar (2020). Analisis data yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil: Mayoritas usia responden berada pada rentang usia 35-45 tahun, mayoritas tingkat pendidikan responden adalah SMA, dan mayoritas responden adalah orang yang bekerja. Perilaku kesiapsiagaan masyarakat yang belum pernah mengikuti pelatihan mayoritas pada kategori sedang sedangkan perilaku kesiapsiagaan masyarakat yang sudah pernah mengikuti pelatihan mayoritas pada kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara perilaku kesiapsiagaan bencana masyarakat yang belum pernah mengikuti pelatihan kesiapsiagaan dan yang sudah pernah mengikuti pelatihan kesiapsiagaan p=0,44 (p>0,05). Kesimpulan: Tidak ada pengaruh yang bermakna pelatihan kesiapsiagaan bencana terhadap perilaku kesiapsiagaan masyarakat Desa Donorejo. | Background: Preparedness behavior is a part of the disaster management process and disaster risk reduction measures before a disaster occurs. Disaster preparedness training is one of the factors that can influence preparedness behavior. This study aims to determine the effect of disaster preparedness training on community preparedness behavior in Donorejo Village. Methods: This research is observational with cross sectional approach with comparative analysis method. The sampling technique used total sampling, sample size is 94 consisting of 44 for those who had attended training and 50 for those who had never attended training. The instrument in this study is the preparedness behavior questionnaire which is modified from Yuniar's (2020) questionnaire. Analysis of the data used is the Chi Square Test. Results: The majority of respondents are in the age range of 35-45 years, the majority of respondents' education level is high school, and the majority of respondents are working people. The behavior of community preparedness that has never attended training is majority in the medium category, while the behavior of community preparedness who has attended training is majority in the high category. The results showed that there was no significant difference between the disaster preparedness behavior of people who had never attended preparedness training and those who had attended preparedness training p=0.44 (p>0.05). Conclusion: There is no significant effect of disaster preparedness training on the preparedness behavior of the Donorejo Village community. | |
| 30148 | 32691 | C1C016033 | PENGARUH COMPUTER ATTITUDE, COMPUTER ANXIETY, PERCEIVED EASE OF USE, DAN PERCEIVED USEFULNESS TERHADAP MINAT PELAKU UKM MENGGUNAKAN KOMPUTER AKUNTANSI DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh computer attitude, computer anxiety, perceived ease of use, dan perceived usefulness terhadap minat pelaku UKM menggunakan komputer akuntansi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh usaha kecil dan menengah (UKM) di Kabupaten Banyumas sebanyak 4.406 UKM. Sampel penelitian ini berjumlah 100 UKM didapat dari penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling, menggunakan tiga teori dasar TAM, UTAUT2, dan teori motivasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) computer attitude tidak berpengaruh positif terhadap minat pelaku UKM menggunakan komputer akuntansi; (2) computer anxiety tidak berpengaruh negatif terhadap minat pelaku UKM menggunakan komputer akuntansi; (3) perceived ease of use tidak berpengaruh positif terhadap minat pelaku UKM menggunakan komputer akuntansi; (4) perceived usefulness berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pelaku UKM menggunakan komputer akuntansi. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu minat pelaku UKM menggunakan komputer akuntansi di Banyumas, dapat meningkat dengan memperhatikan faktor yang mempengaruhinya, dalam penelitian ini minat menggunakan komputer akuntansi dipengaruhi oleh perceived usefulness. | This study aims to determine the effect of Computer Attitude, Anxiety Computer, Perceived Ease of Use, and Perceived Usefulness on the interest of SMEs using accounting computers. The population in this study were all small and medium enterprises (SMEs) in Banyumas with the population of 4,406 SMEs. The sample of this study are 100 SMEs, samples are sampling selection using purposive sampling method, used three theory TAM theory, UTAUT2, and motivation theory. The results of this study indicate that: (1) Computer attitude does not have a positive effect on the interest of SMEs using computer accounting; (2) Computer anxiety has no negative effect on the interest of SMEs using computer accounting; (3) Perceived ease of use does not have a positive significant effect on the interest of SMEs using computer accounting; (4) Perceived usefulness has a positive and significant effect the interest of SMEs using computer accounting. The implication of the conclusions above is the interest of SMEs using accounting computers in Banyumas, can increase by paying attention to the factor that influences it, in this study interest using accounting computers influenced by perceived usefulness. | |
| 30149 | 33497 | I1C017083 | FORMULASI ESSENCE SHEET MASK EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper betle L.) DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERINYA TERHADAP Propionibacterium acnes | Daun sirih (Piper betle L.) mengandung senyawa tanin, saponin, flavonoid, alkaloid, dan terpenoid yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Ekstrak etanol daun sirih dikembangkan sebagai antibakteri terhadap P. acnes (salah satu bakteri penyebab jerawat) untuk mengurangi adanya kejadian resistensi penggunaan antibiotik dalam pengobatan jerawat. Ekstrak etanol daun sirih dibuat dalam bentuk essence sheet mask karena sangat baik pada profil penyerapan, kemasan yang efisien dan higienis (sekali pakai), dan tidak perlu dibersihkan setelah digunakan. Essence sheet mask dibuat dalam empat formula (F0, F1, F2, dan F3), kemudian dilakukan pengujian mutu fisik dan stabilitas fisik. Formula terpilih dari hasil pengujian mutu fisik dan stabilitas fisik kemudian diuji aktivitas antibakterinya terhadap P. acnes. Hasil pengamatan aktivitas antibakteri kemudian dibandingkan dengan kontrol positif (sheet mask yang mengandung gel klindamisin dan sheet mask tea tree oil). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa formula terpilih essence sheet mask yaitu Formula 2 yang mengandung 1,5% ekstrak etanol daun sirih. Formula 2 memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. acnes dengan daya hambat sebesar 24,67 mm. Besar daya hambat ini berbeda dengan kontrol positif sheet mask yang mengandung gel klindamisin yaitu 32,00 mm, namun tidak berbeda signifikan dengan daya hambat kontrol positif sheet mask tea tree oil yaitu 23,00 mm | Betel leaf (Piper betle L.) contains tannins, saponins, flavonoids, alkaloids, and terpenoids that can be used as an antibacterial. Betel leaf ethanol extract was developed as an antibacterial against P. acnes (one of the bacteria that causes acne) to reduce the incidence of antibiotic resistance in the treatment of acne. The ethanol extract of betel leaf was prepared into sheet mask essence preparation because it has good absorption profile, efficient and hygienic package (one time use), and does not need to be cleaned after using it. Sheet mask essence were prepared into four different formulas (F0, F1, F2, and F3), and then examined for physical quality and physical stability. The selected formula from the results of physical quality and physical stability testing was then tested for its antibacterial activity against P. acnes. The results were then compared with the positive control (sheet mask containing clindamycin gel and tea tree oil sheet mask). The results showed that the selected formula of sheet mask essence was Formula 2 which contain 1.5% ethanol extract of betel leaf. Formula 2 has antibacterial activity against P. acnes with an inhibitory zone of 24.67 mm. This results was different from the positive control of sheet mask containing clindamycin gel, which was 32.00 mm, but was not significantly different from the positive control of tea tree oil sheet mask, which was 23.00 mm | |
| 30150 | 33498 | I1B017027 | GAMBARAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA TERHADAP PRAKTIKUM DARING | Latar Belakang : Pandemi membuat metode pembelajaran daring menjadi pilihan yang tepat agar proses pembelajaran dapat tetap berlangsung. Metode pembelajaran yang ada di perguruan tinggi secara umum terdiri dari metode kuliah/lecturer dan metode skill lab. Metode praktikum daring dikemas dalam bentuk audio visual namun memiliki kelemahan kesempatan redemonstrasi tidak dapat dilakukan secara maksimal karena keterbatasan alat dan bahan serta fasilitas yang mendukung. Hal ini menjadi salah satu yang dapat berpengaruh terhadap motivasi belajar mahasiswa menurun. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif retrospektif. Populasi yang akan diteliti adalah mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman dengan menggunakan teknik sampling Stratified Random Sampling dan diperoleh responden sebanyak 183 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner mengenai model Motivasi ARCS-V (Keller 2016) yang telah dimodifikasi. Analisis data yang akan dilakukan adalah analisis univariat. Hasil : Hasil penelitian bahwa motivasi belajar mahasiswa terhadap pembelajaran daring termasuk dalam kategori rendah cukup banyak yaitu terdapat 27 mahasiswa (14,75%). 133 mahasiswa (72,68%) dengan motivasi belajar kategori sedang dan 23 mahasiswa (12,57%) dengan motivasi belajar kategori tinggi. Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi belajar mahasiswa terhadap pembelajaran daring termasuk dalam rentang kategori sedang-tinggi. Hal tersebut memperlihatkan bahwa praktikum daring dapat meningkatkan motivasi belajar. Praktikum daring menjadi solusi metode pembelajaran praktikum di situasi pandemic covid-19. | Background: The pandemic makes online learning methods the right choice so that the learning process can continue. The learning methods in universities generally consist of the lecture/lecturer method and the skill lab method. The online practicum method is packaged in audio-visual form but has the disadvantage that the opportunity for red-demonstration cannot be carried out optimally due to limited tools and materials as well as supporting facilities. This is one of the factors that can affect student learning motivation to decrease. Methods: This study used a retrospective descriptive research design. The population to be studied is the students of the Department of Nursing at Jenderal Soedirman University using the Stratified Random Sampling technique and obtained 183 respondents. This study uses a questionnaire regarding the ARCS-V Motivation model (Keller 2016) which has been modified. Data analysis to be carried out is univariate analysis. Results: The results of the study that students' learning motivation towards online learning was included in the low category, quite a lot, namely there were 27 students (14.75%). 133 students (72.68%) with moderate learning motivation and 23 students (12.57%) with high learning motivation. Conclusion: The results showed that students' learning motivation towards online learning was included in the medium-high category range. This shows that online practicum can increase learning motivation. Online practicum is a solution for practical learning methods in the COVID-19 pandemic situation. | |
| 30151 | 33504 | A1F015082 | PENGARUH WAKTU SADAP, PENAMBAHAN LARU DAN PEMANASAN TERHADAP MUTU MIKROBIOLOGI NIRA KELAPA | Mutu gula kelapa ditentukan bahan baku utamanya yaitu nira kelapa. Nira kelapa memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga mudah rusak melalui fermentasi. Pencegahan kerusakan nira kelapa dapat dilakukan dengan cara pengawetan yaitu penambahan laru dan pemanasan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui pengaruh waktu sadap terhadap mutu mikrobiologi nira kelapa, (2) mengetahui pengaruh penambahan laru dan pemanasan terhadap mutu mikrobiologi nira kelapa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor penelitian adalah waktu sadap: pagi-sore hari pukul 07.00-15.00 WIB (W1); waktu sadap sore-pagi hari pukul 15.00-07.00 WIB (W2) dan variasi penambahan laru: nira tanpa laru tanpa pemanasan (P1); nira laru tanpa pemanasan (P2); nira pemanasan tanpa laru (P3); nira laru dan pemanasan (P4). Variabel yang diamati meliputi jumlah mikroba, nilai pH, Total Padatan Terlarut, dan nilai Aw. Data yang diperoleh dilakukan uji F taraf kepercayaan 5% apabila berpengaruh nyata lanjutkan uji DMRT (Ducan Multiple Range Test) taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan Semakin lama waktu sadap mutu mikrobiologi nira kelapa semakin rendah. Nilai rerata variabel pada waktu sadap pagi-sore hari dan sore-pagi hari berturut-turut yaitu: mikroba (5,67 log CFU/ml dan 6,37 log CFU/ml). Mutu mikrobiologi nira kelapa waktu sadap pagi-sore hari lebih baik dibanding waktu sadap sore-pagi hari. Variasi penambahan laru dan pemanasan (P4) dapat mempertahankan mutu mikrobiologi nira kelapa. Variasi tersebut efektif dapat mengurangi jumlah mikroba, meningkatkan nilai pH meningkatkan Total Padatan Terlarut dan mengurangi nilai Aw. | The quality of coconut sugar is determined by the main ingredient, namely coconut sap. Coconut sap has a high sugar content so it is easily damaged through fermentation. Prevention of damage to coconut sap can be done by means of preservation, namely the addition of solvent and heating. The aims of this study were: (1) to determine the effect of tapping time on the microbiological quality of coconut sap, (2) to determine the effect of adding solvent and heating on the microbiological quality of coconut sap. This study used a Randomized Block Design (RBD). The research factors were tapping time: morning-afternoon at 07.00-15.00 WIB (W1); tapping time in the afternoon-morning at 15.00-07.00 WIB (W2) and variations in addition of sap: sap without preservation and heating (P1); sap preservation and without heating (P2); sap heating and without preservation (P3); sap preservation and heating (P4). The variables observed included the number of microbes, pH value, Total Dissolved Solids, and Aw value. The data obtained by the F test with a confidence level of 5%, if it has a significant effect, continue the DMRT (Ducan Multiple Range Test) test with a confidence level of 5%. The results showed that the longer the tapping time the microbiological quality of coconut sap was lower. The mean value of the variables at the time of tapping in the morning-afternoon and afternoon-morning, respectively, were: microbes (5.67 log CFU/ml and 6.37 log CFU/ml). The microbiological quality of coconut sap when tapping in the morning-afternoon is better than when tapping in the afternoon. Variations in addition of solvent and heating (P4) can maintain the microbiological quality of coconut sap. These variations can effectively reduce the number of microbes, increase the pH value, increase the Total Dissolved Solids and reduce the Aw value. | |
| 30152 | 33505 | C1G017013 | FACTORS INFLUENCING THE INTER-REGIONAL DISPARITY OF INCOME IN DKI JAKARTA | Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh PDRB sektor primer, PDRB sektor sekunder, PDRB sektor tersier, total populasi, dan index pembangunan manusia terhadap ketimpangan pendapatan antar daerah di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari BPS dan BAPPEDA DKI Jakarta selama periode 2005-2020, dengan jumlah observasi terdiri dari 6 cross section dan 16 time series. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan model Ordinary Least Square (OLS). Hasil dari penelitian ini, secara individual variabel PDRB sektor primer, total populasi dan index pembangunan manusia berpengaruh positif signifikan, sedangkan variabel PDRB sektor sekunder dan PDRB sektor tersier berpengaruh negarif tidak signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antar daerah di DKI Jakarta. Kemudian, secara bersama-sama variabel PDRB sektor primer, PDRB sektor sekunder, PDRB sektor tersier, total populasi, dan index pembangunan manusia memiliki pengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antar daerah di DKI Jakarta. Dan untuk menentukan variabel yang peling berpengaruh terhadap ketimpangan pendapatan antar daerah. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu untuk melihat peluang dari semua sektor pada daerah tersebut dan di mana fokus daerah tersebut ditujukan untuk menciptakan program yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama golongan ekonomi rendah dan menengah dengan memberi modal untuk membangun UMKM atau membangun area yang memiliki fasilitas untuk mengembangkan pasar dan menciptakan inovasi, dan untuk mengendalikan angka kelahiran dengan mensosialisasikan KB dan meningkatkan kualitas penduduk agar lebih produktif dengan meningkatkan dan mendistribusikan fasilitas secara merata kepada bidang pendidikan, kesehatan dan aktivitas sosial. | The aim of this study is to analyze the effect of GRDP primary sector, GRDP secondary sector, GRDP tertiary sector, total population, and human development index on income disparities between regions in DKI Jakarta. This research is a quantitative research with secondary data obtained from Statistic of DKI Jakarta and Agency for Regional Development in DKI Jakarta during 2005-2020, the research observation consist of 6 cross section and 16 time series. The analytical tool used is multiple linear regression with the ordinary least square (OLS) model. The result of this study shows that partially, GRDP primary sector, total population and human development index have a significant and positive effect, while GRDP secondary sector, and GRDP tertiary sector have a insignificant and negative effect on income disparities between regions in DKI Jakarta. Then, jointly the variables of GRDP primary sector, GRDP secondary sector, GRDP tertiary sector, total population, and human development index have a significant effect on income disparities between region in DKI Jakarta. And also to determined the most influential variable affect on income disparity between regions. The implication of the conclusion above is to look at the opportunities from every sector on its region and to where the focus of the region aimed which can improve the programs that can increase the income of the population, expecially for low and middle economic groups to be able to develop its own business such as providing capital to build MSMEs or providing areas which has facilities to expand the market and adding the innovation, and controlling birthrate by socializing family planning and improving the quality of the population to be more productive by increasing and distributing the facilities in education, health, and social activities evenly. | |
| 30153 | 33512 | I1D017017 | Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Lebih pada Remaja Putri di Purwokerto | Latar Belakang : Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Status gizi lebih merupakan kondisi nilai IMT/U seseorang sebesar >1 SD yang disebabkan karena faktor genetik, lingkungan, pola makan, seperti mengonsumsi minuman manis, makanan rendah serat, serta faktor gaya hidup, seperti aktivitas fisik rendah. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan pola konsumsi minuman manis, serat, dan pola aktivitas fisik dengan status gizi lebih pada remaja putri berusia 16 – 18 tahun di Purwokerto. Metode : Penelitian cross sectional pada 51 sampel berdasarkan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan secara daring dan luring menggunakan kuesioner FFQ untuk mengetahui pola konsumsi minuman manis dan serat, serta GPAQ untuk mengetahui pola aktivitas fisik. Analisis data menggunakan korelasi Rank Spearman. Hasil Penelitian : Remaja putri gizi lebih sebanyak 66,7%, sedangkan remaja putri obesitas sebanyak 33,3%. Remaja putri dengan status gizi lebih (35,29%) sering mengonsumsi minuman manis. Remaja putri obesitas (17,65%) jarang mengonsumsi serat. Aktivitas fisik yang dilakukan seluruh responden termasuk ringan. Tidak ada hubungan antara pola konsumsi minuman manis (p=0,435), serat (p=0,451), dan aktivitas fisik (p=0,825) dengan status gizi lebih. Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara pola konsumsi minuman manis, serat, dan aktivitas fisik dengan status gizi lebih. Kata Kunci : Minuman Manis, Serat, Aktivitas Fisik, Status Gizi Lebih. | Background : Adolescent is a period of transition from children to adults. Overweight and obesity is indicated by a Z-Score value of >1 SD caused by genetic factors, environment, diet pattern, such as consumption of sugar-sweetened beverages, low-fiber foods, and lifestyle factors, such as lack of physical activity. This research aimed to analyze the association between consumption pattern of sugar-sweetened beverages, fiber, and physical activity with overweight and obesity. Methods : This cross-sectional research took 51 samples based on purposive sampling techniques. This research was conducted online and offline using FFQ to determine the consumption patterns of sugar-sweetened beverages and fiber, and GPAQ questionnaire to determine the physical acivity. Data analysis is performed using Spearman Rank correlations. Results : It is known that adolescent girls with overweight as much as 66.7%, while adolescent girls with obese as much as 33.3%. Adolescent girls with overweight (35,29%) are more likely to consume sugar-sweetened beverages. Adolescent girls with obese (17,65%) rarely consume fiber. The physical activity carried out by all respondents included light. There was no association between consumption patterns of sugar-sweetened beverages (p=0,435), fiber (p=0,451), and physical activity (p=0,825) with overweight and obesity. Conclusion : There was no association between consumption patterns of sugar-sweetened beverages, fiber, and pattern of physical activity with overweight and obesity. Keywords : Sugar-Sweetened Beverages, Fiber, Physical Activity, Overweight, Obesity. | |
| 30154 | 33502 | I1B017092 | GAMBARAN POLA MENYUSUI PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA II | ABSTRAK Gambaran Pola Menyusui Pada Masa Pandemi Covid-19 di Puskesmas Purwokerto Utara II , , Meivita Dewi Purnmasari3 Latar Belakang : Sejak adanya pandemi Covid-19 banyak perubahan yang dialami oleh ibu menyusui di Puskesmas Purwokerto Utara II, diantaranya pola menyusui, kecemasan, berat badan bayi dan nutrisi ibu menyusui. Tujuan: Mengetahui gambaran pola menyusui pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Purwokerto Utara II, untuk mengetahui gambaran kecemasan ibu pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Purwokerto Utara II, untuk mengetahui kenaikan berat badan bayi pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Purwokerto Utara II dan untuk mengetahui gambaran nutrisi ibu menyusui pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Purwokerto Utara II. Metodologi: Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total sampel sebanyak 47 responden. Analisis data menggunakan univariat. Hasil Penelitian: Responden berusia 21-30 tahun sebanyak 22 orang (46,8%) dan responden berusia 31-40 sebanyak 25 orang (53,2%), pendidikan SMA sebanyak 22 orang (42,8%), mayoritas pekerjaan ibu menyusui adalah Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 37 orang (78,7%), dan status paritas ibu adalah multipara berjumlah 31 orang (65,9%). Pola menyusui pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Purwokerto Utara II dalam keadaan baik yaitu 47 orang (100,0%), sebagian besar tidak mengalami kecemasan Covid-19 berjumlah 44 orang (93,6%) dan cemas Covid-19 berjumlah 3 orang (6,4%), pada penelitian ini ditemukan bahwa mayoritas responden memiliki bayi usia 2 bulan dengan kenaikan berat badan 1.09 kg, seluruh ibu menyusui di Kelurahan Grendeng memiliki status nutrisi yang cukup baik sebanyak 46 orang (97,9%). Kesimpulan: Sebagian besar pola menyusui, kecemasan, berat badan bayi, nutrisi ibu pada masa pandemi Covid-19 dalam keadaan baik. Kata Kunci: Pola Menyusui Pada Masa Pandemi Covid-19 1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, FIKes, Universitas Jenderal Soedirman 2.3 Dosen Jurusan Keperawatan, FIKes, Universitas Jenderal Soedirman | ABSTRACT Overview of Breastfeeding Patterns During the Covid-19 Pandemic at the North Purwokerto II Health Center , Lutfatul Latifah2, Meivita Dewi Purnamasar3 Background: Due to the pandemic of Covid-19 there have been many changes experienced by nursing mothers at the Purwokerto Utara II Health Center, including breastfeeding patterns, psychology, body weight, infant and nursing mother nutrition. Aim: Knowing the description of breastfeeding patterns during the Covid-19 pandemic at the North Purwokerto II Health Center, to find out the description of the mother's anxiety during the Covid-19 pandemic at the North Purwokerto II Health Center, to find out the baby's weight gain during the Covid-19 pandemic at the North Purwokerto II Health Center and to find out the nutritional description of breastfeeding mothers during the Covid-19 pandemic at the Purwokerto Utara II Public Health Center. Methodology: This type of research is quantitative with descriptive methods. The sampling technique used purposive sampling with a total sample of 47. Data analysis used univariate. Research result: Respondents aged 21-30 years were 22 people (46.8%) and respondents aged 31-40 were 25 people (53.2%), high school education as many as 22 people (42.8%), the majority of the work of nursing mothers are Housewives (IRT) as many as 37 people (78 ,7%), and the parity status of the mother was multiparous with 31 people (65,9%). breastfeeding patterns during the Covid-19 pandemic at the North Purwokerto Health Center were in good condition, namely 47 people (100.0%), most of them did not experience Covid-19 anxiety, 44 people (93.6%) and 3 people anxiety about Covid-19. (6.4%), in this study it was found that the majority of respondents had babies aged 2 months with a weight gain of 1.09 kg, all breastfeeding mothers in Grendeng Village had a fairly good nutritional status as many as 46 people (97,9%) Conclusion: Most of the breastfeeding patterns, psychology, baby weight, maternal nutrition during the Covid-19 pandemic were in good condition. Keywords: Breastfeeding patterns during the Covid-19 pandemic 1Student of Nursing Science, Faculty of Health, Jenderal Soedirman University 2.3Department of Medical Surgical Nursing, Faculty of Health, Universitas Jenderal Soedirman | |
| 30155 | 33503 | I1D017023 | Hubungan Tingkat Stres dengan Asupan Zat Gizi Makro dan Pola Konsumsi Makanan pada Mahasiswi Tingkat Akhir (Studi pada Mahasiswi Tingkat Akhir Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman) | Latar Belakang: Mahasiswi tingkat akhir merupakan kelompok yang memiliki tingkat stres paling tinggi dibandingkan dengan kelompok lainnya. Stres dapat mempengaruhi mempengaruhi nafsu makan serta rasa kenyang dan lapar yang kemudian dapat mempengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan asupan zat gizi makro dan pola konsumsi makanan pada mahasiswi tingkat akhir Fikes Unsoed. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 57 responden dengan kriteria inklusi mahasiswi tingkat akhir Fikes Unsoed, berusia 19-29 tahun, dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian hingga akhir. Data tingkat stres diambil menggunakan kuesioner PSS, sedangkan data asupan zat gizi makro dan pola konsumsi diambil menggunakan SQ-FFQ. Data kemudian dianalisis menggunakan Uji Rank Spearman. Hasil Penelitian: Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan asupan karbohidrat, protein dan lemak pada mahasiswi tingkat akhir Fikes Unsoed (p=0,278; 0,742;0,771). Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan pola konsumsi makanan tinggi gula dan makanan tinggi lemak pada mahasiswi tingkat akhir Fikes Unsoed (p=0,931;0,281). Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan asupan karbohidrat, protein, lemak, pola konsumsi makanan tinggi gula, dan pola konsumsi makanan tinggi lemak pada mahasiswi tingkat akhir Fikes Unsoed. | Background: Final year female students have higher stress levels than the other group. Stress can affect appetite, satiety and hunger levels. Furthermore, it can affect their nutritional status. This research aims to determine the relationship between stress level with macronutrient intake and food intake pattern among final year female students in the Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University. Methods: This is a correlational study with a cross sectional approach. There are 57 respondents with criteria inclusion final year female student, age 19-29 years old, and agree to participate until the final steps. Data of stress level were taken using the PSS questionnaire while data about macronutrient intake and food intake pattern were taken using the SQ-FFQ. Rank Spearman Test was used to analyze the data. Results: There is no significant correlation between stress level with carbohydrate, protein, and fat intake among final year female students in the Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University (p=0,278; 0,742;0,771). There is no significant correlations between stress level and high sugar food intake pattern and high fat food intake pattern among final year female students in the Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University (p=0,931;0,281). Conclusion: There are no significant correlations between stress level with carbohydrate, protein, fat intake, high sugar food and high fat food intake pattern among final year female student in the Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University | |
| 30156 | 33506 | E2A017051 | KEPASTIAN HUKUM TERHADAP INVESTASI HULU MINYAK DAN GAS BUMI DI KABUPATEN SORONG PASCA BERLAKUNYA PERATURAN BUPATI SORONG NOMOR 31 TAHUN 2019 TENTANG PEMASARAN GAS BUMI | Sehubungan dengan kebutuhan minyak dan gas bumi setiap tahunnya yang semakin tinggi di Indonesia dan realisasi Lifting tiap tahunnya tidak dapat memenuhi kebutuhan minyak dan gas bumi dengan kata lain neraca migas mengalami defisit. Pemerintah Pusat melalui SKK Migas memiliki target 1 juta barel pada tahun 2030 untuk itu upaya demi upaya terus dilakukan khususnya mengenai kemudahan berusaha dan juga simplifikasi peraturan-peraturan yang disajikan kepada calon-calon investor dan para kontraktor kontrak kerja sama eksisting demi menjamin kepastian hukum, namun disaat Pemerintah Pusat sedang berupaya akan hal tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong melalui Bupati Sorong menerbitkan suatu peraturan yaitu Peraturan Bupati Sorong Nomor 31 Tahun 2019 tentang Pemasaran Gas Bumi. Penelitian ini merupakan penelitian jenis yuridis normatif, dengan metode pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual melalui kajian dari ketentuan hukum dari data sekunder yang diperoleh dari bahan hukum primer yaitu peraturan perundang-undangan yang berlaku serta bahan hukum sekunder, dan tersier, kemudian dianalisis secara normatif kualitatif dan hasil analisis yang dijelaskan dengan metode teks naratif yang disusun secara sistematis, logis dan rasional. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh simpulan bahwa terbitnya Peraturan Bupati Sorong Nomor 31 Tahun 2019 tentang Pemasaran Gas Bumi tidak menjamin kepastian hukum terhadap Kontraktor Kontrak Kerja Sama eksisting dan calon-calon investor yang berminat kepada wilayah kerja minyak dan gas bumi di Kabupaten Sorong karena adanya kewajiban penjualan atas gas bumi yang dihasilkan Kontraktor Kontrak Kerja Sama kepada BUMD yang ditunjuk dalam peraturan tersebut, serta Peraturan Bupati Sorong Nomor 31 Tahun 2019 tentang Pemasaran Gas Bumi pun bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang dimana pengelolaan atas sumber daya alam merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. | In connection with the increasing demand for oil and gas every year in Indonesia and the realization of Lifting every year it cannot meet the demand for oil and gas, in other words, the oil and gas balance is in deficit. The Central Government through SKK Migas has a target of 1 million barrels in 2030 for that efforts continue to be made, especially regarding the ease of doing business and also simplification of regulations presented to potential investors and contractors of existing cooperation contracts to ensure legal certainty, but while the Central Government is working on this, the Sorong Regency Government through the Sorong Regent issued a regulation, namely Sorong Regent Regulation Number 31 of 2019 concerning Natural Gas Marketing. This research is a normative juridical type, with a statutory approach and a conceptual approach through a study of legal provisions from secondary data obtained from primary legal materials, namely applicable laws and regulations as well as secondary, and tertiary legal materials, then analyzed separately. qualitative normative and analysis results are explained by the method of narrative text which is arranged systematically, logically and rationally. Based on the results of the analysis, it was concluded that the issuance of Sorong Regent Regulation Number 31 of 2019 concerning Natural Gas Marketing does not guarantee legal certainty for existing Cooperation Contract Contractors and potential investors who are interested in the oil and gas working area in Sorong Regency due to sales obligations. on natural gas produced by Cooperation Contract Contractors to BUMD appointed in the regulation, as well as Sorong Regent Regulation Number 31 of 2019 concerning Natural Gas Marketing is also contrary to Law Number 23 of 2014 concerning Regional Government where the management of natural resources is a the authority of the Central Government. | |
| 30157 | 33507 | E2A018054 | EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PERATURAN BUPATI BREBES NOMOR 64 TAHUN 2020 TENTANG PENANGGULANGAN COVID-19 DI KABUPATEN BREBES | Coronavirus adalah salah satu patogen utama yang menargetkan sistem pernapasan manusia. Wabah Coronavirus (CoV) sebelumnya termasuk sindrom pernafasan akut yang parah (SARS) -CoV dan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) -CoV yang sebelumnya telah ditandai sebagai agen yang merupakan ancaman kesehatan masyarakat yang besar. Sejak ditetapkan sebagai pandemi, muncul kewajiban negara untuk melindungi rakyatnya dari morbidilitas dan mortalitas dari penyebaran virus COVID-19. Salah satu usaha pemerintah untuk melindungi rakyatnya adalah dengan melakukan penanggulangan dalam bentuk peraturan-peraturan.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efektivitas pelaksanaan ketentuan Peraturan Bupati Nomor 64 Tahun 2020 dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pelaksanaan Peraturan Bupati Nomor 64 Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunkan pendekatan yuridis empiris. Dalam penelitianini digunakan dua data yaitu data primer atau data dasar (primary data atau basic data) dan yang keduaadalah data sekunder. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Brebes, Masyarakat di Kabupaten Brebes yang abai dalam menerapkan protokol kesehatan dan pihak lain yang terlibat dalam Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Brebes.Penyajian data dalam penelitian ini menggunakan bentuk teks naratif.Analisis data dalam penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peraturan Bupati Brebes Nomor 64 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 Di Kabupaten Brebes belum efektif berjalan, ditandai dengan masih adanya pelanggaran berupa : belum tertibnya penggunaan masker, aktivitas mencuci tangan masih terbatas, menjaga jarak tidak dilakukan, tidak tersedianya fasilitas cuci tangan yang memadai, dan kurangnya kontinuitassosialisasi oleh satgas kepada masyarakat mengenai peraturan terkait. Faktor yang mempengaruhi efektivitas pelaksanaan Peraturan Bupati Nomor 64 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 Di Kabupaten Brebes antara lain adalah sanksi yang tidak memiliki SOP yang menjelaskan tatacara penegakan hukum (substanceofthelaw), petugas pasar yang tidak melakukan pengawasan mutu kebutuhan sanitasi dan kurangnya sistem pengawasan pelaksanaan peraturan (legal structure), serta masih rendahnya masyarakat terhadap kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan (legal culture). | Coronavirusisoneofthe main pathogenstargetingthe human respiratorysystem. PreviousoutbreaksofCoronavirus (CoV) includingsevereacuterespiratorysyndrome (SARS)-CoVandMiddleEastrespiratorysyndrome (MERS)-CoVhavepreviouslybeencharacterized as agentsposing a majorpublichealththreat. Since itwasdeclared a pandemic, thestate has anobligationtoprotectitspeoplefrommorbidityandmortalityfromthespreadofthe COVID-19 virus. One ofthegovernment'seffortstoprotectitspeopleistotakecountermeasures in theformofregulations. The objectivesofthis study are analyzingtheeffectivenessofimplementingtheprovisionsoftheRegent'sRegulationNumber 64 of 2020 andanalyzingthefactorsthataffecttheeffectivenessoftheimplementationoftheRegent'sRegulationNumber 64 of 2020. Thisresearchis a qualitativeresearchusinganempiricaljuridicalapproach. In this study usedtwo data, namelyprimary data orbasic data (primary data orbasic data) andthesecondissecondary data. The respondentsused in this study were: the Brebes Regency Covid-19 HandlingAccelerationTaskForce, the Brebes Regency communitywho were negligent in implementinghealthprotocolsandotherpartiesinvolved in theAccelerationof Covid-19 Handling in Brebes Regency. Presentationof data in this study willusetheformofnarrativetext. Data analysis in this study willusequalitativemethods. The resultsofthe study showthat: RegulationoftheRegentof Brebes Number 64 of 2020 concerningtheImplementationofDisciplineand Law EnforcementofHealthProtocols as anEffortforPreventionandControlofCorona Virus Disease 2019 In Brebes Regency has not beeneffectiveyet, markedbystillviolations in theformof: theuseofmasksis not orderly, handwashingactivities are stilllimited , socialdistancingis not practiced, theavailabilityofadequatehandwashingfacilities, andthelackcontinuity ofsocializationbythetaskforcetothepublicregardingrelatedregulations. FactorsthataffecttheeffectivenessoftheimplementationofRegentRegulationNumber 64 of 2020 concerningtheImplementationofDisciplineand Law EnforcementofHealthProtocols as anEffortforPreventionandControlofCorona Virus Disease 2019 in Brebes Regency, amongothers, are sanctionsthatdo not haveSOPsthatexplaintheproceduresforlawenforcement (substanceofthelaw). law), marketofficialswhodo not monitor thequalityofsanitationneedsandlackof a regulatorysystemformonitoringtheimplementationofregulations (legal structure), as well as thelow level ofcommunitycompliance in implementinghealthprotocols (legal culture). | |
| 30158 | 33425 | E2A019019 | The Effectiveness of Granting Justice Collaboration (JC) for Terrorist Institutions High Risk Pasir Putih Nusakambangan | Abstract--The Bali Bombing incident was the worst act of terrorism which was widely criticized by the international community. The role of justice collabortors like Ali Imron is very large to protect the country from more severe losses and violations of the law that occur. The problems in this research is how the effectiveness of the provision of Justice Collaboration (JC) for terrorist inmates in the Pasir Putih Nusakambangan High Risk Prison? The research method used in the discussion of this writing, the author uses the main approach, namely normative juridical (legal research) and empirical juridical. Thus, in the context of reforming Indonesian criminal law, especially the formill criminal law (criminal procedure law) relating to the regulation of Criminal Justice collaborator, it is necessary to study properly and carefully by reviewing the nature of the existence and role of Criminal Justice collaborator in criminal justice to be able to formulate a legal policy. | Abstract--The Bali Bombing incident was the worst act of terrorism which was widely criticized by the international community. The role of justice collabortors like Ali Imron is very large to protect the country from more severe losses and violations of the law that occur. The problems in this research is how the effectiveness of the provision of Justice Collaboration (JC) for terrorist inmates in the Pasir Putih Nusakambangan High Risk Prison? The research method used in the discussion of this writing, the author uses the main approach, namely normative juridical (legal research) and empirical juridical. Thus, in the context of reforming Indonesian criminal law, especially the formill criminal law (criminal procedure law) relating to the regulation of Criminal Justice collaborator, it is necessary to study properly and carefully by reviewing the nature of the existence and role of Criminal Justice collaborator in criminal justice to be able to formulate a legal policy. | |
| 30159 | 33439 | E2A017022 | REHABILITASI MEDIS DAN REHABILITASI SOSIAL SEBAGAI BENTUK UPAYA DEPENALISASI BAGI PENYALAHGUNA NARKOTIKA DI INDONESIA | RINGKASAN Reformasi hukum pidana dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika tampak sekali berproses dalam suatu dinamika perkembangan sosial dan teknologi yang berpengaruh terhadap perkembangan kriminalitas di Indonesia, yang menuntut tindakan dan kebijaksanaan antisipatif. Antisipatif terhadap ancaman tindak kriminalitas yang juga dalam bentuk penyalahgunaan narkotika dan psikotoprika dilakukan melalui pembaharuan hukum yang cukup memiliki sejarah panjang. Reformasi hukum pidana tersebut, khususnya ketentuan yang mengatur mengenai rehabilitasi terhadap pengguna narkotika merupakan bentuk langkah pembaharuan hukum pidana nasional yang menunjukkan adanya kebijakan hukum pidana yang merupakan kebijakan yang bertujuan agar pengguna narkotika tidak lagi menyalahgunakan narkotika tersebut karena tujuan hukum adalah mengatur tata tertib dalam bermasyarakat secara damai dan adil. Rehabilitasi terhadap pecandu atau penyalahguna narkotika adalah suatu proses pengobatan untuk membebaskan pecandu dari ketegantungan, masa menjalani rehabilitasi tersebut diperhitungkan sebagai masa menjalani hukuman. Rehabilitasi terhadap pecandu narkotika juga merupakan suatu bentuk perlindunagan sosial yang mengintegrasikan pacandu atau penyalahguna narkotika ke dalam tertib sosial agar ia tidak lagi menyalahgunakan narkotika. Berdasarkan hal tersebut Penulis telah merumuskan isu hukum dalam penelitian ini yaitu mengenai pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan rehabilitasi berdasarkan Pasal 103 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan kaitannya dengan upaya depenalisasi bagi penyalahguna narkotika di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Sumber bahan hukum yang terdapat dalam penelitian ini berasal dari data sekunder sebagai data yang utama dengan teknik pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deduktif. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa Pertimbangan Hukum Hakim dalam menjatuhkan Putusan Rehabilitasi untuk menjalani pengobatan dan/atau perawatan berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika (Pasal 54, Pasaal 55 dan Pasal 103) yaituTerdakwa terbukti sebagai pecandu murni narkotika dan ada hasil pemeriksaan tim asesmen dan berdasarkan atas pendapat ahli dokter yang diajukan di persidangan yang menyatakan bahwa terdakwa harus menjalani rehabilitasi. Rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial dapat dijadikan Sebagai Upaya Depenalisasi Bagi Penyalahguna Narkotika Di Indonesia, karena dengan dijatuhkannya putusan rehabilitasi oleh hakim terhadap terdakwa yang terbukti sebagai penyalahguna atau pecandu narkotika, maka jangka waktu lamanya rehabilitasi diperhitungkan sebagai lamanya pidana penjara yang dijatuhkan, dengan demikian berarti sanksi pidana diganti/dihapus dengan sanksi tindakan berupa rehabilitasi menjalani pengobatan dan/atau perawatan. Hal ini sesuai dengan pengertian depenalisai yaitu suatu perbuatan yang semula diancam dengan pidana kemudian ancaman pidana ini dihilangkan. | SUMMARY Criminal law reform in Law Number 35 Year 2009 regarding Narcotics seems to proceed in a dynamic social and technological development that has an influence on the development of crime in Indonesia, which demands anticipatory action and policy. Anticipating the threat of crime which is also in the form of narcotics and psychotropic abuse is done through legal reforms that have quite a long history. The reform of the criminal law, specifically the provisions governing the rehabilitation of narcotics users, is a form of reform of the national criminal law that shows the existence of a criminal law policy which is a policy aimed at making narcotics users no longer abuse the narcotics because the purpose of the law is to regulate public order in society. peace and justice. Rehabilitation of addicts or narcotics abusers is a treatment process to free the addicts from being addicted. The period of rehabilitation is calculated as a period of serving a sentence. Rehabilitation of narcotics addicts is also a form of social protection that integrates the drug addicts or narcotics abusers into social order so that they no longer abuse narcotics. Based on this, the author has formulated the legal issue in this study, namely the judge's legal considerations in making a rehabilitation decision based on Article 103 of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics and its relation to depenalization efforts for narcotics abusers in Indonesia. The method used in this research is normative legal research. Sources of legal material contained in this study came from secondary data as the main data with data collection techniques based on literature studies. Data analysis techniques in this study using the deductive method. Based on the results of this study, it is known that the Judge's Legal Considerations in imposing a Rehabilitation Decision to undergo treatment and/or treatment based on Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics (Article 54, Article 55 and Article 103), namely that the Defendant is proven to be a pure narcotic addict and there is an examination result. the assessment team and based on the expert opinion of the doctor presented at the trial which stated that the defendant must undergo rehabilitation. Medical rehabilitation and social rehabilitation can be used as a Depenalization Effort for Narcotics Abusers in Indonesia, because with the verdict of rehabilitation by a judge against a defendant who is proven to be a narcotics abuser or addict, the length of rehabilitation period is calculated as the length of imprisonment imposed, thus meaning that criminal sanctions are replaced/removed with action sanctions in the form of rehabilitation to undergo treatment and/or treatment. This is in accordance with the notion of depenalization, which is an act that was originally threatened with a criminal offense and then this criminal threat is eliminated. | |
| 30160 | 33508 | F1A016107 | ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN GURU MATEMATIKA PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (SLOW LEARNER) SECARA ONLINE DI MASA PANDEMI DI SD AL-IRSYAD 01 PURWOKERTO | Berbicara Anak berbutuhan khusus (ABK) pemikiran pertama yang ada di pikiran stereotyping masyarakat awam tentang anak yang memiliki “cacat” mental. Misalnya saat ABK slow learners bersekolah di sekolah inklusi, teman sebayanya yang melakukan bully itu melihat fisik dan gerak tubuhnya yang berbeda sehingga mereka mengganggap anak berkebutuhan itu cacat. Hal inilah yang mendorong SD Al-Irsyad 01 Purwokerto untuk merangkul ABK untuk mengenyam pendidikan. SD Al-Irsyad 01 Purwokerto sekolah swasta berbasis inklusi yang mengharapkan agar ABK dapat bersekolah tanpa mendapatkan perilaku berbeda . Rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain, apa saja kesulitan bagi guru ABK slow learners dalam pembelajaran, dan bagaimana proses pembelajaran guru ABK memberikan pelajaran matematika secara online dimasa pandemi di SD Al-Irsyad 01 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sasaran guru matematika dan juga guru konseling menjadi informan utama peneliti. Sasaran informan pendukung yaitu para orangtua ABK slow learners di kelas 4-6 dari SD Al-Irsyad 01 Purwokerto. Teknik penentuan informannya yaitu purposive sampling, dengan teknik pengumpulan datanya wawancara, observasi, doumentasi dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal yang menjadi masalah utama dalam pembelajaran ini yakni keterlibatan atau partisipasi dari orang tua murid. Pembelajaran inklusi yang diterapkan di SD Al-Irsyad 01 Purwokerto membawa konsekuensi pada tuntutan orang tua agar aktif dalam kegiatan selama online. Peran guru harus bisa merangkul pada siswa agar belajar sesuai minat peserta didik, dan memperhatikan perkembangannya. | Talking about exceptional child Speaking of children with special needs (ABK) the first thought that is in the stereotyping mind of the ordinary people is about children who have mental disabilities. For example, when exceptional child slow learners attend an inclusion school, their classmate who bullying them is because they see the different physical and gestures so they consider the exceptional child is disabled. This is what prompted Al-Irsyad Elementary School 01 Purwokerto to embrace exceptional child for education. Al-Irsyad Elementary School 01 Purwokerto an inclusion-based private school that expects exceptional child can attend school without getting different behaviors. The formulation of the problems in this study include, what are the difficulties for exceptional child slow learners in learning, and how the learning process of ABK teachers provides online math lessons in the pandemic period at Al-Irsyad Elementary School 01 Purwokerto. This study uses a descriptive qualitative approach with the goal of mathematics teachers and also counseling teachers to be the main informants of researchers. The target of supporting informants is the parents of Exceptional child slow learners in grades 4-6 of Al-Irsyad Elementary School 01 Purwokerto. The technique of determining informants is purposive sampling, with data collection techniques interview, observation, doumentation and withdrawal of conclusions using primary and secondary data sources. Data analysis is the process of systematically finding and compiling data obtained from interviews, records, and documentation, by organizing data into categories. The results showed that the main problem in this learning is the involvement or participation from student parents. Inclusion learning applied at Al-Irsyad Elementary School 01 Purwokerto has consequences on parents' demands to be active in activities during online. The role of teachers must be able to embrace in students to learn according to the interests of learners, and pay attention to their development. |