Artikelilmiahs

Menampilkan 30.081-30.100 dari 50.083 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3008133431K1C015064EXPLORASI SUMBER AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS SOUNDING DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SERAYU DESA SOKAWERA KECAMATAN SOMAGEDE BANYUMASKegiatan eksplorasi sumber air tanah di kawasan daerah aliran sungai (DAS) Serayu Desa Sokawera Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas telah dilakukan menggunakan metode geolistrik resistivitas sounding . Sebanyak 7 (tujuh) lintasan pengukuran berhasil dibentangkan dengan jarak AB/2 sejauh 100 meter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur lapisan batuan bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas yang diperoleh dan mengetahui potensi air tanah di dalam akuifer berdasarkan korelasi masing-masing titik pengukuran. Hasil inversi menunjukan terdapat enam jenis batuan yang menyusun strutur bawah permukaan. Lapisan-lapisan tersebut adalah lapisan lempung sebagai tanah penutup (top soil) dengan nilai resistivitas berkisar 30,13-69,94 ohmmeter, lapisan lempung pasiran dengan nilai resistivitas berkisar 14,01-21,54 ohmmeter, lapisan pasir lempungan dengan nilai resistivitas berkisar 41,29-93,87 ohmmeter, lapisan pasir, kerikil dan kerakal agak mampat dengan nilai resistivitas berkisar 4,40-8,44 ohmmeter, perselingan batupasir, batulempung dan tuf dengan nilai resistivitas berkisar 10,03-22,53 ohmmeter dan lapisan batupasir dengan rentang resistivitas berkisar 1,93-7,97 ohmmeter. Sumber airtanah paling potensial terdapat pada lapisan kelima, yaitu batupasir.The exploration for groundwater sources using geoelectrical resistivity survey was carried out in the Serayu watershed area in Sokawera Village, Somagede District, Banyumas Regency. Seven lines of Schlumberger configuration were performed with an AB/2 separation 100 m. This study aims to determine the structure of the subsurface layer based on the resistivity value that aquired and to determine aquifer potency based on the correlation of each measurement point. The inversion using computer program shows that there are six rock types that build up the subsurface structures. All layers are comprising by clay as a top soil with resistivityvalues between 30,13-69,94 ohmmeter, sandy clay with resistivityvalues between 14,01-21,54 ohmmeter, clayey sand layer with resistivityvalues between 41,29-93,87 ohmmeter. The next layer is sand, gravel, and pebble with variations of consolidation with resistivityvalues between 4,40-8,44 ohmmeter. Alternating of sandstones and claystones partly marl and tuf layer with resistivityvalues between 10,03-22,53 ohmmeter, The last layer is sandstones with resistivityvalues between 1,93-7,97 ohmmeter. The most potentially groundwater sources is found in the fifth layer, which is the sandstones layer.
3008233432F1D016034PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2019 DI DESA MELUNG, KECAMATAN KEDUNGBANTENG, KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial Instagram Terhadap Partisipasi Politik Pemilih Pemula pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik simple random sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu, analisis korelasi Rank Spearman dan analisis regresi linear sederhana.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis kerja atau H1 diterima, artinya ada pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial Instagram terhadap Tingkat Partisipasi Politik Pemilih Pemula. Hal tersebut dilandasi dari model regresi (hubungan rata-rata variabel) yang memenuhi kriteria linieritas yaitu nilai sig < 0,05. Sedangkan untuk nilai koefisien regresi benilai positif, artinya Intensitas Penggunaan Media Sosial Instagram (X) berpengaruh positif terhadap Partsipasi Politik Pemilih Pemula dengan persamaan regresi Y= 17,294 + 0,357X. R Squar menunjukkan angka R Squere sebesar 0,196 yang berarti bahwa pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial Instagram terhadap Partisipasi Politik Pemilih Pemula adalah sebesar 19,6%. Dimana variabel pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial Instagram memiliki pengaruh kontribusi sebesar 19,6% terhadap variabel Partisipasi Politik Pemilih Pemula. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh intensitas penggunaan media sosial Instagram terhadap partisipasi politik pemilih pemula Desa Melung dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 di Desa Melung.
The purpose of this research is to find out whether there is an effect of the intensity of using Instagram social media on the political participation of beginners in the 2019 presidential and vice presidential elections in Melung Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency. The method used in this study is a quantitative research method with a Behavioral perspective. The sampling technique used is simple random sampling technique.
The results of this study indicate that the working hypothesis or H1 is accepted, meaning that there is an effect of the Intensity of Instagram Social Media Use on the Political Participation Level of Beginner Voters. This is based on the regression model (the relationship of the average variables) that meet the linearity criteria, namely the value of sig < 0.05. Meanwhile, the regression coefficient value is positive, meaning that the Intensity of Use of Social Media Instagram (X) has a positive effect on Political Participation of Begnner Voters with the regression equation Y= 17.294 + 0.357X. R Squar shows an R Squere number of 0.196 which means that the influence of the Intensity of Instagram Social Media Use on Political Participation of Beginner Voters is 19.6%. The conclusion of this study is that there is an effect of the intensity of using Instagram social media on the political participation of novice voters in Melung Village in the 2019 Presidential and Vice Presidential elections in Melung Village.
3008333433F1D015035PERAN ORGANISASI JUSTICE WITHOUT BORDERS (JWB) DALAM MEMPERJUANGKAN KAUM PEKERJA MIGRAN DI INDONESIA PADA TAHUN 2017-2019.Penelitian yang berjudul “Peran Organisasi Justice Without Borders (JWB) dalam Memperjuangkan Kaum Pekerja Migran di Indonesia pada tahun 2017-2019” ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran peran politik dan hukum organisasi Justice Without Borders (JWB) dalam memperjuangkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mengalami pelanggaran HAM pada tahun 2017-2019. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memahami dan menjelaskan pola hubungan negara dan organisasi Justice Without Borders (JWB) dalam memperjuangkan buruh migran Indonesia.
Penelitian ini dilandasi oleh paradigma konstruktivisme dan perspektif strukturalis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomologi. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sementara, teknik yang digunakan untuk menganalisa data melalui model analisis data interaktif Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa peran politik organisasi Justice Without Borders (JWB) dilakukan melalui pendampingan dalam menuntut hak para buruh migran yang belum terpenuhi, melakukan kegiatan penyadaran kepada para buruh migran melalui pelatihan paralegal, membangun kemitraan dengan LSM-LSM lokal dan Pemerintah Indonesia guna mempermudah akses dalam menyelesaikan permasalahan para buruh migran. Peran hukum organisasi JWB melalui pengecekan data, legalitas klien, dengan memerhatikan jangka waktu kasus para buruh migran dan menyediakan pengacara pro bono untuk membantu proses hukum para buruh migran. Selain itu, pola hubungan yang terbangun antara JWB dengan Pemerintah Indonesia adalah pola hubungan kolaboratif. Artinya, hubungan atau relasi yang terjadi antara JWB dengan Pemerintah Indonesia berada pada posisi seimbang yang sama-sama memperdulikan hak-hak pekerja migran Indonesia. Dalam hal ini, pola hubungan antara JWB dengan Pemerintah Indonesia memiliki pola hubungan yang saling berkaitan. Dengan demikian JWB berperan sebagai intermediary actor bagi negara dan warga negaranya serta dengan negara tempat warga negaranya bekerja.
The research entitled: "The Role of the Justice Without Borders (JWB) Organization in Fighting Migrant Workers in Indonesia in 2017-2019" aims to identify and describe the role of the Justice Without Borders (JWB) organization in fighting for you migrant workers in Indonesia in 2017-2019, as well as knowing the political and legal role of the Justice Without Borders (JWB) organization in fighting for migrant workers in Indonesia in 2017-2019. Lack of job opportunities and high unemployment during the economic crisis have prompted Indonesian workers to seek work abroad. So that for some of the Indonesian people the best solution is to become a migrant worker as an effort to improve the standard of living of their families. Unfortunately, this is also directly proportional to the number of cases of migrant workers in Indonesia. So the establishment of the Justice Without Border (JWB) organization to help and fight for migrant workers in Indonesia.
This research is based on constructivism paradigm and structuralist perspective. The research method used is a qualitative research method with a phenomenological approach. The data in this study were collected by means of observation, in-depth interviews, and documentation. Meanwhile, the technique used to analyze the data is through Miles and Huberman's interactive data analysis model, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. This research is based on constructivism paradigm and structuralist perspective. The research method used is a qualitative research method with a phenomenological approach. The data in this study were collected by means of observation, in-depth interviews, and documentation. Meanwhile, the techniques used to analyze the data are through Miles and Huberman's interactive data analysis model, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions.
The results of this study explain that the political role of the Justice Without Borders (JWB) organization is carried out through assistance in demanding the rights of migrant workers who have not been fulfilled, carrying out awareness activities for migrant workers through paralegal training, building partnerships with local NGOs and the Government of Indonesia to facilitate access in solving the problems of migrant workers. The legal role of the JWB organization is through checking data, client legality, taking into account the timeframe for cases of migrant workers and providing pro bono lawyers to assist with legal processes for migrant workers. In addition, the relationship pattern that has been developed between JWB and the Government of Indonesia is a collaborative relationship pattern. This means that the relationship or relationship that occurs between JWB and the Government of Indonesia is in a balanced position that both cares about the rights of Indonesian migrant workers. In this case, the relationship pattern between JWB and the Government of Indonesia has a pattern of interrelated relationships. Thus JWB acts as an intermediary actor for the state and its citizens as well as with the country where its citizens work.
3008433434K1A016027PENURUNAN KADAR AMONIA DAN NITRAT LIMBAH CAIR
RUMAH MAKAN MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKIMIA
DENGAN VARIASI JUMLAH PASANGAN ELEKTRODA PbO2/Pb
Tingginya kadar amonia dan nitrat pada limbah cair rumah makan diakibatkan dari kegiatan operasional suatu rumah makan seperti dari bahan makanan, proses memasak dan tahap pembersihan peralatan. limbah cair rumah makan terdapat senyawa organik seperti karbohidrat, lemak, dan protein yang apabila dibuang langsung ke perairan secara berkala akan mencemari perairan. Oleh karena itu perlu dilakukan penurunan kadar amonia dan nitrat sebelum dibuang ke perairan. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu menggunakan metode elektrokimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh voltase, kuat arus, jarak elektroda, dan waktu terbaik selama proses elektrolisis dengan variasi jumlah pasangan elektroda. Penelitian dilakukan dengan mengelektrolisis limbah cair rumah makan menggunakan elektroda PbO2/Pb.Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar amonia dan nitrat pada kondisi terbaik yaitu terjadi pada voltase 12 V, kuat arus 10 A, jarak 1 cm dan waktu 62 menit pada variasi tiga pasang elektroda dengan persentase penurunan kadar amonia dan nitrat sebesar 99,90% dan 99,80%.High levels of ammonia and nitrate in restaurant wastewater result from the operational activities of a restaurant, such as from foodstuffs, the cooking process and the equipment cleaning stage. restaurant wastewater contains organic compounds such as carbohydrates, fats, and proteins which, if disposed of directly into the water, will periodically pollute the waters. One way that can be done is to use electrochemical methods. This research aims to determine the influence of voltage, current, electrode distance, and time during the electrolysis process with variations in the number of electrode pairs. The research has been performed by electrolysis restaurant wastewater using PbO2/Pb electrodes . The research showed a decrease in ammonia and nitrate levels in the best conditions that occur in the voltage of 12 V, current 10 A, distance of one centimeter and a time of 62 minutes on a variation of three pairs of electrodes with the percentage reduction in ammonia and nitrate levels of 99.90% and 99.80%.
3008533435I1C016004GASTROPROTECTIVE EFFECT OF ZINGIBER OFFICINALE AND ZINGIBER CASUMMUNAR ETHANOL-DYDROCHLORIC ASID INDUCED GASTRIC ULCER IN RAT. Pendahuluan: Zingiber officinal (ZO) dan Zingiber cassumunar (ZC) memiliki potensi aktivitas gastroprotektif. Dalam penelitian ini, yaitu untuk mengevaluasi efek gastroprotektif dari jahe dan bangle terhadap lesi mukosa lambung yang diinduksi etanol-HCl.
Metode: Pada penelitian terdiri dari lima kelompok tikus, masing-masing kelompok terdiri dari 10 ekor tikus. Kelompok I (kelompok kontrol negatif) diberikan tween 80 (1%), kelompok II (kontrol positif) diberikan Lansoprazol (30 mg/kgBB) per oral. Kelompok III ekstrak Zingiber officinale (EZO) 200 mg/kg BB, kelompok IV ekstrak Zingiber cassumuna (EZC) 400 mg/kg BB, kelompok V kombinasi ekstrak etanol Zingiber officinale dan Zingiber cassumuna (CEZOZC) 100:200 mg/kg BB Semua kelompok diberi perlakuan selama 6 hari. Pada hari ke-7, semua kelompok diinduksi dengan etanol-HCl (1:1) 0,2 ml/25 gBB. Empat jam kemudian tikus dikorbankan dan dibedah lambung nya. Perhitungan leukosit, panjang lesi, histologi (pewarnaan H & E), indeks ulkus dinilai untuk menentukan potensi ekstrak dalam pencegahan ulkus lambung.
Hasil: Profil histopatologi menunjukkan perbaikan ulkus dan penurunan infiltrasi sel inflamasi neutrofil pada kelompok perlakuan. Terjadi peningkatan jumlah leukosit, skor lesi, indeks ulkus, dan rasio kuratif. Namun, tidak ada perbedaan yang signifikan antara ekstrak tunggal dan kombinasi.
Kesimpulan: Z.officinale, Z. cassumun, dan ekstrak kombinasi memiliki efek gastroprotektif pada tikus.
Kata kunci: Zingiber officinale, Zingiber cassumunar, gastroprotektif, tikus.
Introduction: Zingiber officinal (ZO) and Zingiber cassumunar (ZC) have the potential gastroprotective activity. In this study, we evaluated the gastroprotective effects of C. longa and A. galanga extract against gastric mucosal lesions induced by ethanol-hydrochloric acid (HCl) in rat model.
Method: The experimental design comprised five groups of rats, each group consist of 10 rats. Group I (normal control group) received tween 80 (1%), group II (positive control) was administered Lansoprazole (30 mg/kgBW) orally. group III extract Zingiber officinal (EZO) 200 mg/kg BB, group IV extract Zingiber cassumuna 400 mg/kg BB, group V combination of ethanol extract Zingiber officinal and Zingiber cassumuna (CEZOZC) 100:200 mg/kg BW All groups were treated for 6 days. On the 7th day, all groups were induced by ethanol-HCl (1: 1) 0.2 ml/25 gBW. Four hours later the rat was sacrificed and dissected for gastric. Gross ulcer urea, lesion length, histology (H & E staining), ulcer-index were assessed to determine the potentiality of extract in prevention against gastric ulcers.
Results: Histopathological profile showed ulcer repair and reduced neutrophil inflammatory cell infiltration in the treatment group. There was also an increase in the leukocyte count, lesion score, ulcer index, and curative ratio. However, there was no significant difference between single and combined extracts.
Conclusions: Z.officinale, Z. cassumun, and combination extract have gastroprotective effect in rat model.
Keywords: Zingiber officinal, Zingiber cassumun, gastroprotective, rats
3008633436F1D016059AGENDA SETTING PERATURAN DAERAH NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG PEMILIHAN, PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN KEPALA DESA DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA TAHUN 2018 DI KABUPATEN PEMALANGPenelitian ini berjudul Agenda Setting Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2017 Tentang Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa dalam Pemilihan Kepala Desa Tahun 2018 di Kabupaten Pemalang. Penelitian bertujuan untuk medeskripsikan proses agenda setting dan mengidentifikasi aktor serta relasi aktor dalam Peraturan Nomor 6 Tahun 2017 tentang pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian kepala desa.
Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus Data diperoleh melalui observasi wawancara, dan studi dokumentasi. Selanjutnya data dianalis menggunakan metode analisis model interaktif Miles dan Huberman. Untuk menjamin validitas data, penelitian ini menggunakan Trianggulasi data.
Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan tentang proses agenda setting Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2017 yang dilakukan oleh Kabupaten Pemalang dengan menciptakan produk hukum tentang pemilihan kepala desa dengan sistem e-voting. Masalah yang timbul saat mekanisme e-voting dilaksanakan mendapatkan respon yang kurang baik di beberapa wilayah Kecamatan Taman, Petarukan dan Pemalang. Dorongan pemilihan kepala desa menggunakan e-voting disampaikan oleh Dispermades sebagai inisiator dan bagian dari pemerintah daerah yang mengatur pemerintahan desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) melakukan diskusi bersama Bagian Hukum dan Perundangan, Paguyuban Kepala Desa (Simongklang), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Partai Politik. Adanya gagasan pemilihan kepala desa dengan e-voting muncul dari Dispermades yang menyampaikan usulan tentang mekanisme baru dalam pemilihan kepala desa (Pilkades). Peran DPRD Kabupaten Pemalang sebagai fungsi legislasi tidak berjalan pada Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2017 karena proses agenda setting dalam pemilihan isu atau gagasan yang masih kurang tepat untuk dijadikan prioritas agenda publik Kabupaten Pemalang. Dalam proses agenda setting juga membawa kepentingan baik individu atau kelompok, kepentingan ini terlihat pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa sebagai inisiator gagasan e-voting yang perlu diterapkan pada pemilihan kepala desa serentak tahun 2018 di Kabupaten Pemalang.


This research is entitled Agenda Setting of Regional Regulation Number 6 of 2017 concerning Election, Appointment and Dismissal of Village Heads in the 2018 Village Head Elections in Pemalang Regency. In this case, the research aims to explain the agenda setting process and identify actors and actor relations in the regional regulation Number 6 of 2017 concerning the election, appointment and dismissal of village heads.
The research method used is descriptive qualitative method with a case study approach, data obtained from observations, interviews, and document studies. Furthermore, the data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model analysis method. To ensure the validity of the data, this study uses data triangulation.
The results of this study describe the process of setting the agenda for Regional Regulation Number 6 of 2017 which was carried out by Pemalang Regency by creating a legal product regarding the election of village heads with an e-voting system. Problems that arose when the e-voting mechanism was implemented received a poor response in some areas of Taman, Petaruakan and Pemalang Districts. The push for village head elections using e-voting was conveyed by Dispermades as part of the local government that regulates village government, the Village Community Empowerment Service (Dispermades) held discussions with the Legal and Legislation Section, Village Heads Association (Simongklang), Regional People's Representative Council (DPRD), Political parties. The idea of electing village heads by e-voting emerged from Dispermades who submitted a proposal on a new mechanism for village head elections (Pilkades). The role of the Pemalang Regency DPRD as a legislative function does not work in Regional Regulation Number 6 of 2017 because the agenda setting process in the selection of issues or ideas is still not appropriate to be prioritized on the Pemalang Regency public agenda. In the agenda setting process, it also brings the interests of both individuals and groups, this interest can be seen in the Village Community Empowerment Service as the initiator of e-voting ideas that need to be applied to the simultaneous village head elections in 2018 in Pemalang Regency.
3008733239J0A018050PRODUCING ENGLISH ONLINE NEWS AT UPT BAHASA
JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
Laporan praktik kerja ini berjudul “Producing English Online News at UPT
Bahasa Jenderal Soedirman University” dan disusun berdasarkan hasil dari kegiatan
praktik kerja yang telah dilaksanakan oleh penulis. Kegiatan ini dimulai pada hari
Senin, 25 Januari 2021 – Rabu, 31 Maret 2021. Tujuan disusunnya laporan ini adalah
untuk mengetahui pembuatan berita dalam Bahasa Inggris, kendala-kendala, dan
solusi bagi kendala-kendala yang ada selama pembuatan berita berbahasa Inggris di
UPT Bahasa Jenderal Soedirman University.
UPT Bahasa berlokasi di Jalan Kampung Gang Lapangan Grendeng,
Purwokerto Utara, berperan sebagai tempat penyedia layanan untuk melakukan
berbagai test kebahasaan. Namun, UPT Bahasa juga membuka lowongan untuk para
mahasiswa melakukan praktik kerja atau magang.
Berita memiliki peranan yang penting dalam kehidupan sehari-hari, karena
dengan adanya berita masyarakat menjadi tahu tentang persitiwa yang terjadi atau
informasi-informasi penting. Selain itu, berita berbahasa inggris pun sangat penting
dikarenakan orang yang membaca berita bukan hanya dari dalam negeri saja
melainkan orang-orang dari luar negeri. Penulis menyadari bahwa pembuatan berita
tidaklah mudah tetapi harus melalui berbagai tahapan hingga berita tersebut layak
untuk diterbitkan maupun diunggah ke platform online. Data yang dikumpulkan
menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Dalam melaksanakan praktik kerja, hasil pengamatan menunjukan bahwa
penggunaan Bahasa Inggris dalam pembuatan berita di UPT Bahasa belum pernah
dilakukan. Kemudian, dalam melaksanakan praktik kerja, penulis menemukan
beberapa kendala, seperti 1) Pembuatan berita yang cukup memakan waktu dan 2)
Terlalu banyaknya mahasiswa yang melakukan liputan di waktu yang sama. Solusi
bagi setiap kendala, adalah 1) Menyediakan staf yang berdedikasi untuk mengoreksi
dan memeriksa bahasa berita yang akan diunggah dan 2) Membagi jadwal dengan
mahasiswa yang melakukan kerja praktek pada periode berikutnya.
This job training report is entitled “Producing English Online News at UPT General Sudirman University” and is arranged based on the results of the job training activity that have been carried out by the writer. The activity started on Monday, January 25, 2021 – Wednesday, March 31, 2021. The purpose of this report is to find out the production of news in English, the obstacles, and solutions to the obstacles that exist during producing of English news at UPT Bahasa Jenderal Soedirman University.
UPT Bahasa is located at Jalan Kampung Gang Lapangan Grendeng, Purwokerto Utara, as a place for service providers to conduct various language tests. However, UPT Bahasa also opens vacancies for students to do job training or internships.
News has an important role in everyday life because with the news people can find out events that occur or any important information. In addition, English news is also very important because people who read the news are not only from within the country but people from abroad. The writer realizes that making news is not that easy but has to go through various steps until the news is worthy to be published or uploaded to an online platform. The data was collected using the method of observation, interviews, and documentation.
In job training, observations show that the use of English in making news at UPT Bahasa has never been done. Then, in carrying out the work, the writer found several obstacles, such as 1) Time-consuming news production and 2) too many students doing coverage at the same time. The solution for each obstacle is 1) Providing staff to correct and check the news to be uploaded and 2) Sharing the schedule with students who do job training in the next period.
3008833437F1B017097Efektivitas Pengelolaan Dana Desa di Desa Petir Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara Dana desa merupakan dana yang berasal dari APBN dengan mengefektifkan program berbasis desa secara merata dan berkeadilan. Tujuan pemerintah menganggarkan dana desa yaitu untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di desa, mengentaskan kemiskinan, memajukan perekonomian desa, mengatasi kesenjangan pembangunan antar desa, dan memperkuat masyarakat desa sebagai subjek pembangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data pada penelitian ini yaitu orang, tempat dan kertas (dokumen). Sedangkan analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis rasio efektivitas dan analisis efektivitas dari Duncan meliputi penjapaian tujuan, integrasi dan adaptasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektivita pengelolaan Dana Desa di Desa Petir dari tahun 2018-2020 termasuk dalam kategori efektif karena nilai rasio efektivitas berada diatas 90%. Rasio efektivita spada tahun 2018 sebesar 96,6%, tahun 2019 sebesar 103,1% dan tahun 2020 sebesar 97,8%. Sedangkan berdasarkan analisis efektivitas dari Duncan menunjukan bahwa efektivitas pengelolaan Dana Desa di Desa Petir efektif dalam bidang pembangunan desa.Village funds are funds originating from the APBN by making village-based programs more effective and equitable. The purpose of the government budgeting village funds is to improve the quality of public services in the village, alleviate poverty, advance the village economy, overcome development gaps between villages, and strengthen village communities as development subjects. The method used in this research is descriptive qualitative. Methods of collecting data through interviews, observation and documentation. Sources of data in this study are people, places and paper (documents). Meanwhile, the analysis used in this research is the analysis of the effectiveness ratio and the analysis of the effectiveness of Duncan covering the achievement of goals, integration and adaptation. The results of the study show that the effectiveness of Village Fund management in Petir Village from 2018-2020 is included in the effective category because the effectiveness ratio value is above 90%. The effectiveness ratio in 2018 was 96.6%, in 2019 it was 103.1% and in 2020 it was 97.8%. Meanwhile, based on the effectiveness analysis from Duncan, it shows that the effectiveness of the management of the Village Fund in Petir Village is effective in the field of village development.
3008933438F2A017016IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT)
DI KECAMATAN KROYA KABUPATEN CILACAP
Kedisiplinan ASN menggambarkan komitmen dan pelaksanaan tanggungjawab sebagai abdi masyarakat, Salah satu upaya untuk meningkatkan kedisiplinan dan pemenuhan Hak adalah penyempurnaan sistem presensi. Sistem presensi terintegrasi dengan penilaian kinerja, perilaku dan pemberian tunjangan kinerja ASN.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan melakukan analisis secara mendalam mengenai efektivitas implementasi kebijakan presensi Online berbasis android. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.Penelitian dilaksanakan di pada Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis model interaktif dan pengujian keabsahan data dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menggambarkan secara umum penerapan sistem presensi android dapat memperbaiki berbagai permasalahan yang dihadapi pada penerapan presensi sistem fingerprint terintegrasi yaitu kemudahan melakukan presensi tanpa harus ke kantor, sistem pencatatan kehadiran yang lebih akurat dan dilakukan secara otomatis serta mampu menciptakan kedisiplinan ASN dan lebih memenuhi Hak ASN terkait dengan perhitungan tunjangan kinerja dan memberikan berbagai manfaat bagi ASN banyak kendala yang terjadi seperti gangguan sinyal, gagal login, dan aplikasi error.Masih ditemukan ASN yang memanipulasi data atau melakukan kecurangan selama. beberapa kendala yang ditemukan banyak kendala yang terjadi seperti gangguan sinyal, gagal login, dan aplikasi error. Terbatasnya persiapan implementasi presensi android seiring dengan diberlakukannya kebijakan work from home bagi ASN, Manipulasi data kehadiran selama melaksanakan WFH, seolah-olah ASN sedang melaksanakan aktivitas di tempat kerja, padahal sesungguhnya sedang melakukan aktivitas lain atau sudah melakukan presensi padahal belum melakukan aktivitas kerja. Berdasarkan gambaran tersebut sehingga dapat disimpulkan pelaksanaan sistem presensi elektronik Android belum sepenuhnya efektif. Aspek yang menunjukkan implementasi presensi elektronik android dilaksanakan secara efektif meliputi, sistem pengolahan data pencatatan kehadiran lebih akurat dan dilakukan secara otomatis sehingga tingkat kehadiran ASN meningkat, kemudahan dan pemenuhan hak bagi ASN dengan meminimalkan kehadiran yang tidak tercatat yang menjadi dasar penghitungan pemberian tunjangan kinerja ASN. Sedangkan sspek yang menunjukan implementasi presensi android belum efektif adalah persiapan implementasi yang belum optimal, dan sistem pengawasan yang masih lemah.Apparatus discipline describes the commitment and implementation of responsibilities as a public servant. The effort to improve discipline and fulfillment of Apparatus rights is to improve the attendance system. The attendance system is integrated with performance and behavior appraisal, and also the provision of performance allowances. This study aims to provide an overview and conduct an in-depth analysis of the effectiveness of the implementation of an Android-based Online presence. The method used in this study is a qualitative method. The research was carried out at the Secretariat of Cilacap Regency. Data was collected through interviews, observation and documentation. Data analysis was conducted by using interactive model analysis and testing the validity of the data by using triangulation technique. The results of the study describe in general the application of the Android presence system can improve various problems encountered in the implementation of an integrated fingerprint attendance system, namely the ease of doing attendance without having to the office, a more accurate and automatic attendance recording system and able to improve Apparatus discipline and better fulfill Apparatus rights. Related to the calculation of performance allowances and providing various benefits for Apparatus, there are many obstacles that occur such as signal disturbances, failed logins, and application errors. some of the obstacles that were found were many obstacles that occurred such as signal interference, failed logins, and application errors. The limited preparation for implementing android presence along with the implementation of work from home for Apparatus, Manipulating attendance data while carrying out WFH, as if the Apparatus is carrying out activities at work, when in fact they are doing other activities or have made attendance even though they have not done work activities. Based on this description, it can be concluded that the implementation of the Android electronic presence system has not been fully effective. Aspects that show the implementation of the Android electronic presence is carried out effectively, including: the attendance recording data processing system is more accurate and carried out automatically so that the Apparatus attendance rate increases, the convenience and fulfillment of rights for Apparatus by minimizing unrecorded attendance which is the basis for calculating the Apparatus performance allowance. While the specs that show the implementation of the Android presence has not been effective are the preparation for implementation that is not optimal, and the monitoring system is still weak.
3009033440G1A014047HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS KABUPATEN PURBALINGGA TERHADAP RIWAYAT PENGGUNAAN ANTIBIOTIK

ABSTRAK

Antibiotik menjadi salah satu penemuan besar di bidang kedokteran pada tahun 1943 karena mampu menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat infeksi secara signifikan. Penggunaan besar-besaran antibiotik meningkatkan angka resistensi antibiotik. Kemenkes dan WHO membuat aturan untuk penggunaan antibiotik bijak dan langkah pencegahan resistensi antibiotik. Tenaga kesehatan merupakan salah satu pilar dalam pengendalian resistensi antibiotik. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Kab. Purbalingga untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan, sikap, perilaku tenaga kesehatan tentang penggunaan antibiotik, riwayat penggunaan antibiotik serta mengetahui ada tidaknya hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku tenaga kesehatan terhadap riwayat penggunaan antibiotik. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Purbalingga, Bojong, Bojongsari, dan Bobotsari dengan jumlah responden sebanyak 70 orang. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan analisis data mengguunakan uji chi square. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan anatara tingkat pengetahuan dengan riwayat penggunaan antibiotik (p<0,005), sedangkan hasil tidak signifikan hubungan antara sikap dan perilaku terhadap riwayat penggunaan antibiotik (p>0,05).
ABSTRACT

Antibiotics became one of the major discoveries in medicines in 1943 because they able to decrease the morbidity and mortality. Use of antibiotics are increasing and make increase antibiotic resistance significantly. The state departement and WHO established a rule of use of sensible antibiotics and for the prevention of antibiotic resistance, health care power is one of the pillar. The aim of this research is to analyze relation between knowledge, attitude, and behaviour of health care with history of using antibiotics. This research held on Puskesmas Purbalingga, Bojong, Bojongsari, and Bobotsari. As many as 70 people took the data with interview using kuesionare and data analisys using chi square. There is a significant relation between knowledge and history of using antibiotics (p<0.05), but there is not relation between attitude and behavour and history of using antibiotics (p>0.05)
3009133449F1B015077MANAJEMEN PENANGANAN KASUS KEKERASAN PEREMPUAN MELALUI PROGRAM PUSAT PELAYANAN TERPADU (PPT)
HARAPAN DI KABUPATEN PURBALINGGA

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan manajemen Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Harapan dalam mengatasi kasus kekerasan pada perempuan di Kabupaten Purbalingga dan juga hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya Hasil penelitian menjelaskan tahap perencanaan strategis, upaya penanganan kasus kekerasan kepada perempuan dilakukan dengan prinsip keadilan restoratif yakni pendekatan terhadap penyelesaian kasus yang menekankan pada pemulihan korban dan juga komunitas daripada menghukum pelaku. Oleh karena itu, melalui prinsip restoratif, maka perencanaan strategis fokus pada program pelayanan seperti pencegahan kekerasan perempuan melalui sosialisasi, layanan advokasi hukum, layanan rehabilitasi dan reintegrasi serta layanan khusus Pada tahap implementasi strategis, PPT Harapan fokus terhadap layanan penanganan kasus kekerasan yang diawali dengan tahap penerimaan dan pengaduan laporan assessment. Pada tahap evaluasi strategis, secara internal, PPT Harapan memiliki masalah kurangnya pendanaan dan tumpeng tindihnya tupoksi yng diperparah dengan tidak adanya SOP yang spesifik mengatur relawan pendamping. Secara eksternal, PPT Harapan juga menghadapi rendahnya partisipsi masyarakat. The purpose of this study is to describe the management of the Harapan Integrated Service Center (PPT) in overcoming cases of violence against women in Purbalingga Regency and also the obstacles faced in its implementation. case resolution that emphasizes the recovery of victims and the community rather than punishing the perpetrators. Therefore, through the restorative principle, strategic planning focuses on service programs such as prevention of violence against women through socialization, legal advocacy services, rehabilitation and reintegration services and special services. acceptance and complaints of assessment reports. At the strategic evaluation stage, internally, PPT Harapan had problems of lack of funding and overlapping main functions, which were exacerbated by the absence of a specific SOP to regulate companion volunteers. Externally, PPT Harapan faces low community participation.
3009233443E2A017036PEMBERIAN BANTUAN HUKUM BAGI TERDAKWA MASYARAKAT MISKIN YANG DIANCAM DENGAN PIDANA KURANG DARI 5 TAHUN
Bantuan hukum adalah hak konstitusional setiap warga negara untuk mendapatkan jaminan perlindungan hukum dan kesetaraan di hadapan hukum.Bantuan hukum pada pemeriksaan pengadilan merupakan salah satu instrumen penting dalam sistem peradilan pidana karena merupakan bagian dari perlindungan hak asasi manusia untuk setiap warga negara. Bantuan hukum adalah hak yang dipegang oleh terdakwa untuk tujuan pembelaannya dalam proses peradilan pidana. Melalui penyediaan bantuan hukum, diharapkan bahwa peradilan pidana yang adil dan tidak memihak dapat dicapai dan terdakwa mendapatkan perlakuan yang manusiawi. Pemberian bantuan hukum dipandang sebagai suatu tanggung jawab sosial dalam rangka penegakan hukum kepada siapapun.Bantuan hukum dalam pengertiannya yang luas dapat diartikan sebagai upaya untuk membantu golongan yang tidak mampu dalam bidang hukum. Berdasarkan hal tersebut menarik untuk dilakukan penelitian apabila ditinjau dari regulasi yang berlaku dikaitkan dengan pelaksanaannya khususnya dalam penelitian ini di lingkungan Pengadilan Negeri Banyumas.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum empiris. Sumber data yang terdapat dalam penelitian ini berasal dari data primer dan data sekunder, dengan teknik pengumpulan data berdasarkan wawancara dengan informan dan studi kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deduktif.
Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwakomponen penegak hukum seperti Hakim maupun Advokat/Penaehat hukum telah melaksanakannya sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Namun demikian, oleh karena hakikatnya bantuan hukum merupakan hak Terdakwa, maka merupakan pilihan bagi Terdakwa ingin didampingi Penasehat Hukum atau tidak melalui akses bantuan hukum. Dalam hal yang dialami terdakwa adalah ancaman pidana di atas 5 tahun, Pos Bantuan Hukum (Posbakum) dapat menjadi sarana untuk memperoleh bantuan hukum secara cuma-cuma dan sarana tersebut telah ada disetiap Pengadilan, khususnya Pengadilan Negeri Banyumas. Adapun kendala yang seringkali dihadapi justru bagi Terdakwa yang ancaman pidananya di bawah 5 tahun, oleh karena Terdakwa yang minim pengetahuan dan informasi, serta akses yang sulit untuk kepengurusan syarat administratif berupa SKTM, menjadikan Terdakwa enggan untuk memilih didampingi oleh Penasehat Hukum melalui sarana bantuan hukum. Sedangkan disisi lain, dari komponen penegak hukum seperti Hakim ataupun Advokat, oleh karena bagi Terdakwa yang diancam pidana di bawah 5 tahun bukan merupakan suatu keharusan untuk didampingi oleh Penasehat Hukum, menjadikan hal tersebut tidak dilakukan pendekatan secara langsung kepada Terdakwa mengenai haknya untuk memperoleh bantuan hukum berupa pendampingan atau Penasehat hukum guna membela hak dan kepentingannya di persidangan.
Legal aid is constitutional rights for every citizen to get guaranteed legal protection and equality before the law. Legal aid in court hearings is an important instrument in the criminal justice system because it is part of the protection of human rights for every citizen. Legal aid is a right held by a defendant for the purpose of his defense in the criminal justice process. Through the provision of legal aid, it is hoped that fair and impartial criminal justice can be achieved and defendants receive humane treatment. Providing legal assistance is seen as a social responsibility in the context of law enforcement to anyone. Legal aid in a broad sense can be interpreted as an effort to help groups who are less fortunate in the field of law. Based on this, it is interesting to conduct research if it is viewed from the applicable regulations related to its implementation, especially in this research in the Banyumas District Court.
The method used in this research is empirical legal research. Sources of data contained in this study come from primary data and secondary and, with data collection techniques based on interviews with informants and literature study. The data analysis technique in this study uses the deductive method.
Based on the results of this study, it is known that the law enforcement components such as judges and lawyers / law enforcers have implemented it according to the mandate of the laws and regulations. However, because in essence legal aid is the right of the Defendant, it is an option for the Defendant to be accompanied by a Legal Counsel or not through access to legal assistance. In the case that what the defendant experiences is a criminal threat of more than 5 years, the Legal Aid Post (Posbakum) can be a means of obtaining free legal assistance and this facility is already available in every court, especially the Banyumas District Court. The obstacles that were often faced were precisely the Defendants whose criminal threats were under 5 years, because the Defendants lacked knowledge and information, as well as difficult access to administrative requirements in the form of SKTM, made the Defendants reluctant to choose to be accompanied by a Legal Counsel through legal aid. Meanwhile, on the other hand, from the law enforcement component such as Judges or Advocates, because Defendants who are sentenced to under 5 years of punishment are not obliged to be assisted by a Legal Counsel, this means that there is no direct approach to the Defendant regarding their right to obtain legal assistance. in the form of assistance or legal advisors to defend their rights and interests in court.
3009333444I1C016052HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU APOTEKER
TERKAIT PENGGUNAAN IBUPROFEN, ACEI, DAN ARB
PADA MASA PANDEMI COVID-19
Latar Belakang : Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang mulai mewabah pada Desember 2019 merupakan penyakit baru yang memicu penyebaran informasi yang tidak mendasar dan teori yang masih berubah mengenai penyakit dan pengobatannya, termasuk ibuprofen, ACEI, dan ARB yang dianggap berbahaya jika diberikan kepada pasien yang terinfeksi COVID-19 meskipun teori tersebut terbukti tidak benar. Pengetahuan apoteker sebagai tenaga kesehatan merupakan salah satu faktor terbentuknya perilaku positif dalam menyikapi kondisi ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku apoteker terkait penggunaan ibuprofen, ACEI, dan ARB pada masa pandemi COVID-19.
Metodologi : Penelitian ini dilakukan secara cross sectional kepada 136 responden berusia 24-75 tahun yang merupakan Apoteker dan berpraktik di pelayanan Kesehatan di Kabupaten Banyumas dengan teknik accidental sampling menggunakan kuesioner secara online dan offline. Data skor pengetahuan dan perilaku responden dianalisis secara deskriptif sedangkan uji korelasi spearman rank digunakan untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku Apoteker terkait penggunaan ibuprofen, ACEI, dan ARB pada masa pandemi COVID-19.
Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan dalam kategori cukup baik sebesar 56,37% dan tingkat perilaku dalam kategori baik sebesar 78,65%. Terdapat hubungan (p-value = 0,001; r = 0,271) yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku Apoteker terkait penggunaan ibuprofen, ACEI, dan ARB pada masa pandemi COVID-19 dengan kategori korelasi cukup.
Kesimpulan : Tingkat pengetahuan Apoteker mempengaruhi perilaku positif terhadap penggunaan Ibuprofen, ACEI, dan ARB pada masa pandemi COVID-19.
Backgrounds : The 2019 Coronavirus Disease (COVID-19) is a new disease that rapidly spreading all over the world which triggered the spread of unreliable information concerning the new malady and its treatment, including the safety use of ibuprofen, ACEI, and ARBs during the COVID-19 pandemic. Knowledge of pharmacists as healthcare provider is prerequisite for establishing positive behaviors in responding to new crises. The purpose of this study was to determine the correlation between the knowledge and behavior of pharmacists regarding the use of ibuprofen, ACEI, and ARB during the COVID-19 pandemic.
Methods : This study was a cross sectional design with accidental sampling technique using an online and offline questionnaire with a sample size of 136 respondents aged 24-75 years who were pharmacists and which actively provided health services in the Banyumas Regency throughout the COVID-19 pandemic. The obtained scores were analyzed descriptively while the Spearman rank correlation test was used to determine the correlation between pharmacists' knowledge and behavior regarding the use of ibuprofen, ACEI, and ARB during the COVID-19 pandemic.
Result : The results showed the level of knowledge in the fairly good category (56.37%) and the level of behavior in the good category (78.65%). A moderate correlation was found (p-value = 0.001; r = 0.271) between the level of knowledge and behavior of pharmacists regarding the use of ibuprofen, ACEI, and ARB during the COVID-19 pandemic.
Conclusion : There exists a correlation between knowledge and behavior of pharmacist regarding the use of ibuprofen, ACEI and ARB during the COVID-19 pandemic.
3009433445F2A019008KUALITAS LAYANAN PEMBELAJARAN ONLINE PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tertanggal 24 Maret 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) adalah dengan cara mengubah pola pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran secara online. Pembelajaran online sangat membantu keberlangsungan pembelajaran di masa pandemi ini. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta paradigma keterbukaan (perangkat lunak dan materi ilmu pengetahuan) melahirkan dan meningkatkan perkembangan pembelajaran online. Kualitas layanan pembelajaran online yang baik akan berpengaruh terhadap kepuasan dan loyalitas pengguna. Implementasi pembelajaran online di Universitas Jenderal Soedirman mulai dilaksanakan pada Semester Genap Tahun Akademik 2019/2020 sampai dengan sekarang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas layanan pembelajaran online menurut persepsi mahasiswa, perbedaan antara kinerja nyata dan harapan mahasiswa, serta mengetahui atribut yang dianggap lemah dalam layanan pembelajaran online. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel secara proportionate stratified random sampling dengan close-ended questions (kuesioner tertutup) dengan skala Likert. Teori yang digunakan adalah Electronic Service Quality (E-S-QUAL) yang terdiri atas 7 (tujuh) dimensi yaitu efficiency, fulfillment, system availability, privacy, responsiveness, compensation dan contact. Data diolah menggunakan program SPSS Versi 20 dengan uji-T dan Importance Performance Analysis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja layanan pembelajaran online di Universitas Jenderal Soedirman memperoleh penilaian “baik” berdasarkan persepsi mahasiswa dengan rata-rata nilai 3,67. Penilaian tertinggi terdapat pada privacy (3,95), diikuti berturut-turut responsiveness (3,76), fulfillment (3,71), efficiency dan compensation dengan skor sama sebesar 3,67, contact (3,47) dan system availability (3,45). Kriteria penilaian kualitas sistem pembelajaran online berdasarkan persepsi mahasiswa termasuk kategori “sedang” dengan skor rata-rata gap -0,73. Kualitas tertinggi terdapat pada privacy (-0,48), berturut-turut diikuti compensation (-0,65), fulfillment (-0,68), efficiency (-0,70), responsiveness (-0,71), system availability (-0,93) dan contact (-0,95).
Hasil analisis kuadran menunjukkan bahwa atribut system availability berada pada kuadran B; atribut efficiency dan compensation berada pada kuadran A dan D; atribut fulfillment tersebar pada kuadran A, B, C dan D; atribut privacy berada pada kuadran B dan C; atribut responsiveness berada pada kuadran A dan B, sedangkan atribut contact tidak berada pada semua kuadran. Dimensi privacy menempati urutan pertama dari tingkat kesesuaian antara kinerja dengan harapan pengguna. Atribut yang perlu diperbaiki secara prioritas adalah infrastruktur, layanan bantuan teknik bagi mahasiswa dan dukungan tenaga administratif dalam menangani masalah dalam pembelajaran online serta jaminan kompensasi ketika layanan pembelajaran online bermasalah.
Kata Kunci: kualitas layanan, pembelajaran online, E-S-QUAL
The education policy by The Minister of Education and Culture of Republic Indonesia through Surat Edaran Number 4 of 2020 on March 24, 2020 in the midst of the alarming spread of Corona Virus Disease (COVID-19) is implemented by changing conventional learning patterns into online learning. Online learning is considerably helpful for the continuity of learning during this pandemic. The development of information and communication technology (ICT) and the paradigm of openness (software and scientific materials) that give birth to and enhance the development of online learning. The quality service of online learning will affect customer satisfaction and loyalty. The implementation of online learning at Jenderal Soedirman University has started in the Even Semester of the 2019/2020 Academic Year until now.
This study aims to determine the quality of online learning services according to student perceptions; to map the difference between real performance and student expectations of online learning services; and to identify attributes that are considered weak of online learning services. This study uses a quantitative descriptive method, with a sampling technique of proportionate stratified random sampling with closed-ended questions (closed questionnaire) with a Likert scale. It is established upon the 7 (seven) dimensions of Electronic Service Quality (E-S-QUAL), namely efficiency, fulfillment, system availability, privacy, responsiveness, compensation and contact. The data was processed using the SPSS Version 20 with T-tests and Importance Performance Analysis.
The results showed that the performance of online learning services at Jenderal Soedirman University received a "good" rating based on student perceptions with an average value of 3.67. The highest rating is privacy (3.95), followed by responsiveness (3.76), fulfillment (3.71), and efficiency and compensation which share 3.67 ratings. The lowest ratings are in contact (3.47) and system availability (3.45). The quality of online learning system based on student perceptions is in the "medium" category with an average gap score of -0.73. The highest quality is found in privacy (-0.48), followed by compensation (-0.65), fulfillment (-0.68), efficiency (-0.70), responsiveness (-0.71), system availability (-0.93), and the lowest quality is contact (-0.95).
The quadrant analysis results show that system availability attributes are in quadrants B; efficiency and compensation are in quadrants A and D; fulfillment spread from quadrant A, B, C even D; privacy are in quadrants B and C; responsiveness are in quadrants A and B; and contact in neither A, B, C nor D. Privacy ranks first in the level of conformity between the performance and user expectations. The attributes that need to be improved on a priority basis are infrastructure, technical assistance services for students, and administrative support to address problems in online learning. Guaranteed compensation is vital when online learning services have problems.
Keywords: service quality, online learning, E-S-Qual
3009533446F1D017003KONTROVERSI POLITIK PANGAN DALAM FILM “THE MAHUZE’S”: Kritik terhadap Kebijakan Merauke Integrated Food and Energy Estate di Provinsi Papua
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan kontroversi politik pangan dalam film “The Mahuze’s” serta mengetahui dan menjelaskan apakah kontroversi politik pangan dalam film “The Mahuze’s” merepresentasikan kritik terhadap kebijakan Merauke Integrated Food and
Energy Estate di Provinsi Papua. Melalui perspektif pascastrukturalis dan
paradigma dekonstruksionisme, penelitian ini menggunakan metode kualitatif
dengan pendekatan semiotika. Data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisa dengan menggunakan teknik analisis semiotika dari Roland Barthes dengan pemaknaan bertingkatnya. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa kontroversi politik pangan dalam film “The Mahuze’s” merepresentasikan kritik terhadap kebijakan Merauke Integrated Food and Energy Estate di Provinsi Papua. Melalui adegan pilihan yang menjadi sasaran penelitian dalam penelitian tersebut, maka kontroversi politik pangan terletak pada kehadiran MIFEE yang justru memberikan konsekuensi pada Marga Mahuze dengan mempertaruhkan kehidupan pangan lokal dan menjadi orang asing yang tidak memiliki hak atas tanah tempat tinggal mereka. Kondisi inilah yang membuat Marga Mahuze melakukan tindakan solidaritas dengan melakukan pemasangan patok dan melakukan perkumpulan untuk menolak kehadiran MIFEE yang berlaku secara sewenang-wenang terhadap nilai adat dan pangan lokal masyarakat Papua. Tak berhenti sampai disitu, kondisi ekologis yang rusak dan hubungan sosial masyarakat Papua yang terancam juga menjadi representasi kritik terhadap kebijakan Merauke Integrated Food and Energy Estate di Provinsi Papua. Kontroversi politik pangan dalam film “The Mahuze’s” nyatanya menyimpan sekelumit kisah miris yang justru mengorbankan masyarakatnya. Berdasarkan hal ini, maka film dapat menjadi bukti yang relevan untuk melakukan kritik atas suatu kebijakan melalui tanda.
This research aims at understanding and describing the food politics controversy in the film "The Mahuze's" and finding out as well explaining whether the food politics controversy in the film "The Mahuze's" represents criticism of the Merauke Integrated Food and Energy Estate policy in Papua Province. Through a poststructuralist perspective and a deconstructionist paradigm, this research uses a qualitative method with a semiotic approach. The data collected in this research were analyzed using the semiotic analysis technique of Roland Barthes with graded meanings. The result of this research reveal that the food politics controversy in the film "The Mahuze's" represents a criticism of the Merauke Integrated Food and Energy Estate policy in Papua Province. Through the selected scene, the controversy of food politics lies in the presence of MIFEE which actually has consequences for the Mahuze clan by risking local food life and becoming foreigners who do not have rights to the land they live in. This condition is what makes the Mahuze Clan take solidarity actions by installing stakes and holding associations to reject the presence of MIFEE which applies arbitrarily to the customary values and local food of the Papuan people. It does not stop there, the damaged ecological conditions and threatened social relations of the Papuan people also represent criticism of the Merauke Integrated Food and Energy Estate policy in Papua Province. The food politics controversy in the film "The Mahuze's" in fact saves a bit of a sad story that actually sacrifices its people.
Based on this, the film can be relevant evidence for criticizing a policy through
signs.
3009633448F1D016027HUBUNGAN SIPIL – MILITER DAN DEMOKRASI
(PERBANDINGAN INDONESIA DAN TURKI 1998 – 2016)
Membangun kontrol sipil atas militer yang berjenis pretorian tidaklah mudah karena militer pretorian suka ikut campur dalam politik dan melakukan intervensi politik bahkan menguasai negara. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui dan menjelaskan hubungan sipil-militer dan demokrasi serta kontrol sipil atas militer di Indonesia dan Turki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi pustaka sebagai metodologi penelitian, yaitu mencari data dari dokumen terkait untuk dijadikan informasi penelitian yang berasal dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian, karangan ilmiah, tesis dan disertasi, peraturan, jurnal dan lain sebagainya yang berbentuk teks yang mencakup pembahasan dari dua negara Indonesia dan Turkir. Untuk pembahasan perbandingan politik penelitian ini menggunakan cross-case study yaitu membandingkan dua hal yang sama di dua negara yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan perkembangan demokrasi Indonesia dan Turki tidaklah cukup baik karena tidak adanya keselarasan antara sipil dan militer. Kontrol sipil atas militer dikedua negara masihlah lemah. Membangun militer profesional yang berjenis tipe pretorian sangatlah sulit karena jenis militer ini selalu ikut campur dalam politik. Jalur transisi Indonesia dan Turki tidak menghasilkan kontrol sipil objektif.Establishing civilian control over the Pretorian military is not easy because the Pretorian military likes to interfere in politics and intervene in politics and even dominate the country. The purpose of this study is to identify and explain civil-military relations and democracy as well as civilian control over the military in Indonesia and Turkey. This study uses qualitative research methods with literature study as a research methodology, which is looking for data from related documents to be used as research information derived from scientific books, research reports, scientific essays, theses and dissertations, regulations, journals and so on in the form of text that includes discussions from Indonesia and Turkey, in particular, regarding civil and military relations. To discuss the political comparison, this research uses a cross-case study, which is to compare two things that are the same in two different countries. The results of the study show that the development of democracy in Indonesia and Turkey is not good enough because there is no harmony between civilians and military. Civilian control over the military in both countries remains weak. Building a professional military of the pretorian type is very difficult because this type of military always interferes in politics. Indonesia and Turkey's transitional path did not result in objective civilian control.
3009733301F2A019009IMPLEMENTASI KEBIJAKAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN PADA PENDIDIKAN DASAR TINGKAT SMP
DI KOTA TASIKMALAYA
Implementasi kebijakan standar sarana dan prasarana pendidikan merupakan suatu spesifikasi yang ditetapkan untuk dapat memberikan fasilitas sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas. Standar sarana dan perasarana pendidikan dilakukan sebagai kriteria minimal dalam memenuhi kebutuhan peserta didik dalam melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada pendidikan dasar tingkat SMP di Kota Tasikmalaya . Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil Penelitian menunjukan Implementasi Kebijakan Standar Sarana dan prasarana pendidikan pada pendidikan dasar tingkat SMP di Kota Tasikmalaya pada beberapa sekolah masih belum terpenuhi sesuai dengan standarnya, seperti ruang perpustakaan, ruang labiratorium IPA, ruang laboratorium dan ruang komputer terbatas secara kuantitas. Sumber daya keuangan yang masih terbatas menyebabkan adanya ketidak merasataan sarana dan prasarana pendidikan di SMP Kota Tasikmalaya, maka dari itu perlu adanya alokasikan sesuai dengan kebijakan standar sarana dan prasarana pendidikan baik dana dari APBD Kota Tasikmalaya, APBD Provinsi Jawa Barat, maupun dana dari APBN. The implementation of the standard policy on educational facilities and infrastructure is a specification that is set to be able to provide quality educational facilities and infrastructure. The standard of educational facilities and infrastructure is carried out as a minimum criterion in meeting the needs of students in carrying out the teaching and learning process in schools. The research method used in this study is a qualitative method. This research was conducted at elementary school level in Tasikmalaya City . The data analysis method used is interactive analysis method. The results of the study show that the implementation of standard policies for educational facilities and infrastructure in elementary education at the junior high school level in Tasikmalaya City in several schools is still not fulfilled according to the standards, such as library rooms, science lab rooms, computer laboratory rooms, science laboratory equipment and electronic devices such as computers and focus which is still limited in quantity. Financial resources that are still limited lead to inequality in educational facilities and infrastructure in Tasikmalaya City Junior High Schools, therefore it is necessary to allocate them in accordance with the standard policies for educational facilities and infrastructure, both funds from the Tasikmalaya City APBD, West Java Provincial APBD, as well as funds from the APBN.
3009833450I1C017043SYSTEMATIC REVIEW : DAMPAK PERAN APOTEKER INDONESIA DALAM PRAKTIK KEFARMASIAN DI RUMAH SAKIT Latar Belakang: Instalasi farmasi di rumah sakit harus memiliki apoteker yang bertanggung jawab pada bidang manajerial logistik dan pelayanan farmasi klinik. Selain itu, intervensi yang dilakukan oleh apoteker dapat berdampak pada outcome pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak peran apoteker di rumah sakit di Indonesia.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain systematic review. Pencarian artikel melalui database Scopus, PubMed, Neliti, Garuda, dan Google scholar dengan kata kunci bahasa Indonesia dan Inggris “Apoteker, Pengaruh, Rumah Sakit”. Artikel dipilih sesuai dengan kriteria inklusi, kemudian dilakukan pencarian dengan snowballing and handsearch untuk mendapatkan artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Selanjutnya dilakukan penilaian kualitas artikel dengan menggunakan JBI (Joanna Brigs Institute) tools.

Hasil Penelitian: Terdapat 31 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan selanjutnya dilakukan penilaian kualitas serta penulisan review berdasarkan artikel tersebut. Terdapat 19 artikel dengan kualitas bagus dan 12 artikel dengan kualitas sedang. Penelitian ini membuktikan bahwa dampak peran apoteker di rumah sakit dapat berpengaruh terhadap kepatuhan, perubahan gaya hidup dan perilaku, kualitas hidup, dan nilai outcome klinis pasien, serta mencegah dan menurunkan kejadian drug-related problems.

Kesimpulan: Peran apoteker di rumah sakit memiliki dampak positif terhadap pelayanan farmasi klinis.
Background: Pharmacy installations in hospitals must have pharmacists who are responsible for managerial logistics and clinical pharmacy services. In addition, interventions carried out by pharmacists can have an impact on outcome patient. This study aims to determine the impact of the role of pharmacists in hospitals in Indonesia.

Methodology: This study uses a systematic review design. Search articles through Scopus, PubMed, Neliti, Garuda, and Google scholar databases with Indonesian and English keywords “Pharmacist, Impact, Hospital”. Articles were selected according to the inclusion criteria, then a snowballing and hand search was conducted to find articles that matched the research objectives. Furthermore, an assessment of the quality of the articles was carried out using the JBI (Joanna Brigs Institute) tools.

Research Results: There were 31 articles that met the inclusion criteria and then a quality assessment and review was written based on these articles. There are 19 articles with good quality and 12 articles with medium quality. This study proves that the impact of the role of pharmacists in hospitals can affect compliance, changes in lifestyle and behavior, quality of life, and the value of patient clinical outcomes, as well as preventing and reducing the incidence of drug-related problems.

Conclusion: The role of pharmacists in hospitals has a positive impact on clinical pharmacy services.
3009933451I1C016074FORMULASI GEL EKSTRAK METANOL TERPURIFIKASI TANAMAN API-API (Avicennia marina) DENGAN GELLING AGENT CMCLatar Belakang: Daun Api-api (Avicennia marina) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, dan alkaloid yang dapat berperan dalam proses penyembuhan luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gelling agent CMC dari sediaan gel ekstrak metanol terpurifikasi daun Api-api terhadap sifat fisik dan stabilitas gel untuk luka bakar.
Metodologi: Penelitian eksperimental yang meliputi ekstraksi dan purifikasi daun api-api, formulasi sediaan gel, evaluasi sifat fisik dan stabilitas gel. Gel ekstrak metanol terpurifikasi daun api-api dibuat dengan variasi konsentrasi CMC 2%; 3%; 4%, dan 5%. Gel dievaluasi sifat fisik dan stabilitas selama 28 hari. Hasil data evaluasi fisik dan sediaan gel dianalisis menggunakan Graphpad Prism.
Hasil Penelitian: Variasi konsentrasi CMC pada sediaan gel ekstrak metanol terpurifikasi daun api-api dapat menaikkan viskositas dan daya lekat, menurunkan daya sebar, dan stabil pada stabilitas freeze-thaw. Hal tersebutdikarenakanadanya propilenglikol sebagai humektandalamsediaan yang mudah mengikat air dari udara dan meningkatkan volume air pada gel.
Kesimpulan: Gel ekstrak metanol terpurifikasi daun api-api yang memenuhi persyaratan sifat fisik dan stabilitas gel yaitu Formula IV dengan konsentrasi CMC 5%.


Background:Api-api (Avicennia marina) leaves contain secondary metabolites such as flavonoid, tannin, saponin, terpenoid, and alkaloid play a role in the healing process of burns. This study was aimed to determine the effect of variations of gelling agent CMC concentrationon physical properties and the stability of Api-api leavesmethanol extractpurified gel.
Methods: This study is experimental researches includes extraction and purification of Api-api leaves, formulation of gel preparations, and evaluation of physical properties and gel stability. The gels were prepared with a variation of CMC concentration of 2%, 3%, 4%, and 5%. Each gel was evaluated for physical properties and the stability for 28 days. The results of the physical evaluation and gel preparations were analyzed using Graphpad Prism.

Results: Variations in CMC concentration in Api-api leaves purified methanol extract gel can increase viscosity and adhesion, decrease dispersion, and stable in freeze-thaw stability. This is due to the presence of propylene glycol as a humectant which easily binds water from the air and increases the volume of water in the gel.

Conclusion:Api-api leavespurified methanol extractgel that meets the requirement is Formula IV with 5% CMC concentration.


3010033457F1D015048Strategi Kampanye Anis Baswedan dan Sandiaga Uno Melalui Twitter Pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta Tahun 2017Komunikasi politik sebagai kegiatan politik merupakan penyampaian pesan-pesan yang bercirikan politik oleh aktor-aktor politik kepada pihak lain, Media Sosial dan Politik ini akan menyajikan data mengenai media sosial dan berpolitik di media sosial yang berkenaan dengan informasi sekaligus proses pemilihan Kepala Daerah Provinsi DKI Jakarta 2017. Tim Anis-Sandi ini mempunyai strategi kampanye dengan cara melalukan kampanye melalui media sosial khususnya melalui media Twitter. Mereka punya relawan dunia maya yang tergabung dalam jakartamajubersama.com. Melalui akun Twitter resmi @JktMajuBersama, tim pemenangan Anis-Sandi ini berkampanye program-program mereka. Tim sukses Anis-Sandi ini berkampanye melalui media twitter agar masyarakat dapat mengenal sosok Anis-Sandi dengan mudah. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan dan mengetahui bagaimana strategi tim Anis dan Sandi dalam kampanye melalui Twitter pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017. Penelitian ini menggunakan teori pilkada, teori media, teori kampanye politik, dan teori komunikasi politik. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus. fokus penelitian bersifat tentatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di DKI Jakarta. Sasaran dalam penelitian ini adalah ketua tim pemenang dan ketua bidang media tim pemenang. teknik pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan strategi Tim Anis dan Sandi melalui twitter, dengan cara strategi konten, strategi konten yang tim Anis dan Sandi untuk menghangatkan suasana seperti lewat konten humor, inspirasi dsb, membangun kedekatan public dengan pasangan calon dan menyampaikan narasi atau program Anis dan Sandi secara kredibel dan shareablePolitical communication as a political activity is the delivery of messages that are characterized by politics by political actors to other parties, this Social and Political Media will present data on social media and politics on social media with regard to information as well as the election process for the Regional Head of DKI Jakarta Province. 2017. The Anis-Sandi team has a campaign strategy by conducting campaigns through social media, especially through Twitter. They have virtual world volunteers who are members of jakartamajubersama.com. Through the official Twitter account @JktMajuBersama, the Anis-Sandi winning team is campaigning for their programs. The Anis-Sandi success team campaigned through Twitter media so that the public could get to know Anis-Sandi figure easily. The purpose of this research is to describe and find out how the Anis and Sandi team's strategy in campaigning via Twitter in the election for the Governor of DKI Jakarta in 2017. This research uses election theory, media theory, political campaign theory and political communication theory. This type of research is a type of qualitative research. The approach in this research is a case study approach. research focus is tentative. The location of this research was conducted in DKI Jakarta. The target of this research is the leader of the winning team and the head of the media for the winning team. The technique of selecting informants in this study using purposive sampling. The results of this study show the Anis and Sandi Team's strategy through twitter, by means of a content strategy, content strategy that Anis and Sandi's team uses to warm the atmosphere such as through humorous content, inspiration, etc., building public closeness with the candidate pair and conveying Anis and Sandi's narrative or program in an interactive manner. credible and shareable