Artikelilmiahs

Menampilkan 30.061-30.080 dari 50.086 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3006133416F1B014033EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI PROGRAM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENILAIAN TARGET KINERJA (SIMPATIK) DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMASKemajuan bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah melahirkan konsep e-Government pada organisasi publik. Salah satunya dikembangkan oleh Kabupaten Banyumas untuk penilaian kinerja dan pemberian tambahan penghasilan dengan adanya Sistem Informasi Manajemen Penilaian Target Kinerja (SIMPATIK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas implementasi program Sistem Informasi Manajemen Penilaian Target Kinerja (SIMPATIK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Kerangka konsep yang digunakan merujuk pada lima prinsip efektivitas implementasi kebijakan menurut Nugroho (2011) yakni meliputi ketepatan kebijakan, ketepatan pelaksana, ketepatan target, ketepatan lingkungan, dan ketepatan proses. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian yaitu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketepatan kebijakan yang dibuat dapat memperjelas pekerjaan yang dilakukan dengan adanya Sasaran Kerja Pegawai (SKP) dan tambahan penghasilan. Ketepatan pelaksana SIMPATIK sesuai dengan tugas dan kewenangan yang dimiliki, serta digunakan oleh semua Perangkat Daerah/Unit Kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Ketepatan target yakni PNS yang belum mendapatkan tunjangan lain sejenis. Interaksi dalam lingkungan kebijakan berjalan baik dengan adanya sosialisasi dan monitoring. Ketepatan proses yakni pegawai telah memahami dan menerima bahwa SIMPATIK merupakan kebijakan yang harus dilaksanakan. Namun masih terdapat kekurangan diantaranya masih belum maksimal untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai dan kesiapan SDM dalam menggunakan IT sehingga butuh proses dan pemantauan.Information and Communication Technology (ICT) development derives public administrations to adopt the electronical government within their works. One of them was developed by Banyumas Regency for performance appraisal and providing additional income with the existence of the Management Information System of Performance Target Assessment (SIMPATIK). This research purposes to know the effectiveness of implementation SIMPATIK program in the Banyumas District Government. The conceptual framework used in this study refers to the five principles of effectiveness of policy implementation according to Nugroho (2011) including policy accuracy, implementation accuracy, target accuracy, environmental accuracy, and process accuracy. The research uses descriptive qualitative method. The research location is in the Banyumas District Government. Technique of selecting informant is purposive sampling and snowball sampling. The data analysis method used is an interactive model by Miles, Huberman and Saldana (2014) by testing the validity of the data using the source triangulation technique. The results showed that the accuracy of policies can clarify the work carried out with Employee Work Targets (SKP) and additional income. SIMPATIK is used by public governments in the Banyumas Regency accordance with their responsibilities and authorities. The target group is civil servants who have not received any other similar benefits. Interaction in the policy environment aided socialization and monitoring. Employees understand and accept that SIMPATIK is a policy that must be followed. However, flaws remain, such as the inability to improve employee discipline and readiness of human resources to use IT, which necessitates processes and monitoring.
3006233494I1C015049HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN SKIZOFRENIA: LITERATURE REVIEWLatar Belakang: Pengobatan skizofrenia merupakan pengobatan jangka panjang sehingga kepatuhan pengobatan pasien berpengaruh terhadap tingkat kekambuhan pasien. Pengetahuan yang dimiliki keluarga sebagai pendamping dalam merawat anggota keluarga yang menderita skizofrenia sangat berpengaruh dalam kesembuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pasien skizofrenia melalui metode literature review.

Metodologi: Penelitian ini dilakukan menggunakan metode literature review. Pencarian artikel dilakukan melalui dua database yaitu PubMed dan Neliti.com menggunakan kata kunci yang disusun berdasar PICO. Kata kunci yang digunakan adalah Schizophrenia, family education atau family knowledge, dan medication adherence, serta dipublikasikan pada rentang tahun 2011 hingga 2021.

Hasil Penelitian: Pencarian dilakukan sejak tanggal 1 Juni 2021 hingga tanggal 15 Juni 2021. Dari total 10 pencarian yang ditampilkan, 4 artikel masuk dalam kriteria inklusi. Penelitian membuktikan bahwa pengetahuan keluarga yang baik dapat membantu meningkatkan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia.

Kesimpulan: Perlu dilakukan lebih banyak penelitian terkait hubungan pengetahuan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pasien skizofrenia, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih baik untuk studi review selanjutnya.
Background: Medication adherence have an important role in the long term treatment with schizophrenia, especially to preventing relapse patients. Family as a caregiver for the patient has a significant influence on the level of knowledge. The study aims to find out the relationship of family with knowledge of drug compliance in schizophrenic patients through a literature review methods.

Methods: This research was conducted using a literature review method. The selected articles were uploaded through PubMed and Neliti.com that fulfilled the keyword search based on PICO. The keywords used were schizophrenia, family education or family knowledge, medication adherence, and were uploaded from 2011 to 2021.

Results: The searching was conducted from 1 June 2021 untill 15 June 2021. From the total of 10 searches displayed, 4 articles were included in the inclusion criteria. Research has shown that Family’s with a good knowledge has the biggest effect for improvement the medication adherence in schizophrenic.

Conclusion: There needs to be more studies related to relationship between family knowledge and medication adherence among patients with schizophrenia, so that they can provide a better picture for future review studies.
3006334042E1A114083PERLINDUNGAN HUKUM PROGRAM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) BAGI PEKERJA ATAU BURUH
USAHA MENENGAH KE BAWAH DI KABUPATEN BANYUMAS
Perlindungan hukum kepada pekerja adalah hal yang sangat penting dan salah satunya adalah sebagai peserta program Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS). Fenomena yang terjadi masih banyak tenaga kerja yang belum didaftarkan oleh perusahaanya dalam program BPJS. Perusahaan tidak mendaftarkan tenaga kerjanya program BPJS dikarenakan adanya suatu kendala terhadap pelaksanaan kepersertaan program BPJS di Kabupaten Banyumas tak terkecuali usaha menengah kecil kebawah. Tujuan penelitian adalah bagaimanakah pelaksanaan kepersertaan program BPJS bagi pekerja atau buruh usaha menengah kebawah di Kapupaten Banyumas serta kendala pelaksanaanya.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder berupa Peraturan Perundang-Undangan yang relevan dan buku-buku literatur.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian adalah masih banyak ditemukan perusahaan yang belum mendaftarkan tenaga kerjanya ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan, hal tersebut tidak sesuai dengan Pasal 15 ayat (1) UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan Pasal 3 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administrasi Kepada Pemberi Kerja Selain Penyelenggara Negara Dan Setiap Orang, Selain Pemberi Kerja, Pekerja, dan Penerima Bantuan Iuran Dalam Penyelenggara Jaminan Sosial.
Legal protection for workers is very important and one of them is as a participant in the Social Security Service Agency (BPJS) program. The phenomenon occurs that there are still many workers who have not been registered by their companies in the BPJS program. The company did not register its workforce for the BPJS program due to an obstacle to the implementation of BPJS program participation in Banyumas Regency, including small and medium businesses.
The approach method used in this study is a normative juridical approach. The data used is secondary data consisting of primary legal materials and secondary legal materials in the form of relevant legislation and literature books.
The conclusion that can be drawn from the research is that there are still many companies that have not registered their workforce in the BPJS Employment program, this is not in accordance with Article 15 paragraph (1) of Law Number 24 of 2011 concerning the Social Security Administering Body and Article 3 paragraph (1) Government Regulation Number 86 of 2013 concerning Procedures for Imposing Administrative Sanctions to Employers Other Than State Administrators and Everyone, Apart from Employers, Workers, and Contribution Assistance Recipients in Social Security Providers.
3006433418I1C017046Analisis Kualitatif Persepsi Apoteker Terhadap Peran dan Perilaku Apoteker di Rumah Sakit Pada Masa Pandemi COVID-19Latar Belakang: Apoteker merupakan bagian dari tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam upaya menghadapi COVID-19 di bidang pelayanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi apoteker terhadap peran dan perilaku apoteker di rumah sakit dalam pelayanan kefarmasian selama pandemi serta faktor-faktor yang memengaruhi peran dan perilaku apoteker.
Metodologi: Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif fenomenologis melalui wawancara mendalam secara daring menggunakan zoom meeting. Informan diambil hingga data jenuh. Keabsahan data melalui uji kredibilitas menggunakan member checking, uji dependabilitas dan uji konfirmabilitas melalui audit dosen pembimbing. Hasil wawancara dianalisis menggunakan metode analisis tematik.
Hasil dan Pembahasan: Delapan informan menjelaskan mengenai komitmen apoteker yang tinggi terhadap peran pentingnya sebagai tim tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang terbaik dengan melakukan adaptasi dalam pelayanan kefarmasian, memastikan terapi yang rasional bagi pasien COVID-19, menjamin ketersediaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) tetap terjaga dan melakukan strategi inovasi pelayanan kefarmasian yaitu penghantaran obat bagi pasien rawat jalan dan pelayanan telefarmasi. Faktor pendukung apoteker dalam pelayanannya yaitu kolaborasi interprofessional antara apoteker dengan tenaga kefarmasian, dukungan dari teman sejawat dan tenaga kesehatan, rumah sakit, pemerintah, donasi dan teknologi. Faktor penghambat apoteker yaitu kondisi pandemi yang tidak menentu, apoteker yang terpapar COVID-19 dan kesehatan mental apoteker dan tenaga kesehatan.
Background: Pharmacists are part of health workers who have an important role in efforts to deal with COVID-19 in the field of pharmaceutical services. This study aimed to explore the pharmacist's perception of the role and behavior of pharmacists and the factors that influence the role and behavior of pharmacists in hospitals in pharmaceutical services during the COVID-19 pandemic.
Methods: The research was conducted using phenomenological qualitative methods through in-depth online interviews using zoom meetings. Informants were taken until the data was saturated. Validity of data through credibility test by member checking, dependability test and confirmability test through supervisor audit. The results of the interviews were analyzed by thematic analysis.
Results and Conclusions: Eight informants explained the pharmacist's high commitment to his important role as a team of health workers in providing the best service by adapting to pharmaceutical services, ensure rational therapy for COVID-19 patients, and ensure that the availability of Pharmaceutical Preparations, Medical Devices, and Consumable Medical Materials (BMHP) is maintained and carry out pharmaceutical service innovation strategies, namely drug delivery for outpatients and telepharmaceutical services. The supporting factors for pharmacists in their services are interprofessional collaboration between pharmacists and pharmacy staff, support from colleagues and health workers, hospitals, government, donations, and technology. The inhibiting factors for pharmacists are uncertain pandemic conditions, pharmacists who are exposed to COVID-19, and the mental health of pharmacists and health workers.
3006533419I1E017058SURVEI PENGETAHUAN PERATURAN PERMAINAN BOLA BASKET PADA PELATIH DAN ATLET DI KABUPATEN BANYUMASBola basket adalah permainan yang dimainkan oleh 2 tim yang masing masing terdiri dari 5 pemain. Tujuan dari masing-masing tim adalah untuk mencetak angka ke keranjang lawan dan berusaha mencegah tim lawan mencetak angka. Dalam permainan bola basket memiliki banyak sekali peraturan permainan yang digunakan. Tercantum dalam FIBA Official Basketball Rules (2018) terdapat 8 poin utama dan 50 pasal secara keseluruhan yang mengatur tentang permainan bola basket. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pengetahuan peraturan permainan bola basket pada pelatihdan atlet di Kab. Banyumas.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Angket. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Banyumas. Jumlah Informan 4 Pelatih dan 21 Atlet dengan teknik purposive sampling. Analisis data dengan cara menggunakan triangulasi (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan).
Diperoleh hasil Survei Pengetahuan Peraturan Permainan Bola Basket dari 40 pertanyaan diperoleh skor terendah (minimum) 14, skor tertinggi (maximum) 26, rerata (mean) 21, nilai yang sering muncul (modus) 21.
Berdasarkan skor rata-rata yakni 21, pengetahuan peraturan permainan bola basket pada pelatih dan atlet di Kabupaten Banyumas masuk dalam kategori “Cukup”.
Basketball is a two-team sport in which each team has five players. Each team's goal is to score into the opposing team's basket while also attempting to keep the other team from scoring. There are numerous game rules utilized in basketball. There are eight primary elements and 50 articles of the FIBA Official Basketball Rules (2018) that govern basketball. This study aims to determine the condition of knowledge of basketball game rules for coaches and athletes in Banyumas Regency.
This study uses a descriptive qualitative approach with the method of filling out a questionnaire. This study was carried out in the Banyumas Regency. Purposive sampling technique was used with four trainers and twenty-one athletes. The triangulation was used to analyze the data (data reduction, data display, and verification).
The Basketball Game Rules Knowledge Survey of 40 questions obtained the lowest score (minimum) 14, the highest score (maximum) 26, the mean (mean) 21, the most frequent score (modus) 21.
Coaches and athletes in Banyumas Regency have "Enough" knowledge of basketball game rules, based on their average score of 21.
3006633420C1I016044EFFECTIVENESS OF VILLAGE FUNDS AGAINST QUALITY OF LIFE IN KARANGTENGAH AND KARANGSALAM VILLAGE BANYUMASPenelitian ini bertajuk "Efektivitas dana desa terhadap kualitas hidup di Desa Karangtengah dan Karangsalam Banyumas". Bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas dana desa terhadap kualitas hidup serta implementasinya kepada masyarakat. Objek dalam penelitian ini adalah Desa Karangtengah dan Karangsalam di Baturaden, Banyumas. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan pendekatan penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pemilihan informan menggunakan keunikan kasus yaitu sampel harus menghasilkan deskripsi atau penjelasan yang dapat diandalkan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan untuk validitas data menggunakan teknik analisis triangulasi data.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan indikator WHOQOL-BREF, yaitu kesehatan fisik, psikologi, hubungan sosial dan lingkungan menunjukkan bahwa: (1) Desa Karangtengah telah berhasil melaksanakan program jamban dengan pembentukan 700 jamban dan telah disertifikasi Open Defecation Free oleh Bupati Banyumas. Program pengobatan stunting telah berjalan dengan baik dengan pemberian makanan tambahan bagi balita dan manfaatnya telah dirasakan oleh masyarakat. Dana desa untuk pembiayaan fisik dan non fisik dinyatakan efektif untuk fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat dan masalah kesehatan masyarakat. dan implementasinya tanpa hambatan. (2) Desa Karangtengah dan Desa Karangsalam merasakan manfaatnya dengan membangun dana desa melalui program jamban. Kekurangan tentang sosialisasi kepada masyarakat. Program pemberdayaan masyarakat melalui Pusat Pelayanan Kesehatan Terpadu telah terlaksana dengan baik dan warga desa telah merespon dengan pentingnya menjaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (3) Keluarga Berencana telah dilaksanakan dengan baik dan masyarakat berpartisipasi dalam program ini. Sosialisasi dilakukan dengan forum kesehatan desa setiap bulannya. (4) Pendapatan masyarakat semakin meningkat dengan pembangunan dana desa seperti desa wisata di Desa Karangsalam sehingga masyarakat mendapat manfaat dari penyerapan tenaga kerja baru dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Hasil penelitian ini menyiratkan bahwa untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Karangtengah dan Desa Karangsalam melalui dana desa fokus utamanya adalah alokasi dana desa untuk kesehatan masyarakat karena kesehatan merupakan modal dasar desa untuk maju.
This study is titled "Effectiveness of village funds on quality of life in Karangtengah and Karangsalam Banyumas villages". Aims to find out and analyze the effectiveness of village funds on quality of life as well as their implementation to the community. The objects in this study are Karangtengah and Karangsalam villages in Baturaden, Banyumas. This research is qualitative research and this research approach is a case study. The technique of informant selection uses the uniqueness of the case that is the sample must produce a reliable description or explanation. Data collection techniques using interviews, observations, and documentation. As for the validity of data using data triangulation analysis techniques.
Based on the results of research and data analysis using WHOQOL-BREF indicators, namely physical health, psychology, social relations and the environment shows that: (1) Karangtengah Village has successfully implemented a latrine program with the establishment of 700 latrines and has been certified Open Defecation Free by the Banyumas Regent. Stunting treatment program has been running well with additional feeding for toddlers and the benefits have been felt by the community. Village funds for physical and non-physical financing are declared effective for health facilities according to community needs and public health problems. and its implementation without hindrance. (2) Karangtengah Village and Karangsalam Village feel the benefits by building village funds through latrines program. Shortcomings about socialization to the community. Community empowerment program through Integrated Health Carecenter has been carried out well and the villagers have responded with the importance of maintaining health to improve the quality of life of the community. (3) Family Planning has been carried out properly and the community participates in this program. Socialization is conducted with village health forums every month. (4) The income of the community is increasing with the development by the village funds such as the tourism village in Karangsalam Village so that the community benefits from the absorption of new labor and training to improve knowledge and skills. The results of this study imply that to improve the quality of life of the people of Karangtengah Village and Karangsalam Village through village funds the main focus is the allocation of village funds for public health because health is the basic capital of the village to advance.
3006733441I1A017041ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELAYANAN KESEHATAN PADA
PASIEN BPJS DAN NON BPJS DI PUSKESMAS GUNUNG SARI KOTA
CIREBON
Latar Belakang : Berdasarkan survey di Puskesmas Gunung Sari dari data
kunjungan bukan oktober tahun 2020 yaitu 722 pasien, terdapat penurunan jumlah
kunjungan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan tingkat kepuasan
pasien BPJS dan Non BPJS Kesehatan pada pelayanan kesehatan di Puskesmas
Gunung Sari Kota Cirebon.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan pendekatan crossectional. Variabel
penelitian pelayanan kesehatan dengan sub variabel Reliability (dapat dipercaya),
Assurance (jaminan), Tangible (bukti fisik), Emphaty (Empati) dan Responsiveness
(daya tanggap), kepuasan pasien. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang
menggunakan BPJS dan Non BPJS di Puskesmas Gunung Sari Kota Cirebon
dengan sampel penelitian sebanyak 100 responden dengan kategori 50 pasien BPJS
dan 50 pasien Non BPJS yang dipilih berdasarkan teknik accidental sampling. Uji
yang dilakukan : univariat dan bivariat (Uji Mann-Whitney).
Hasil Penelitian : Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 5 dimensi pelayanan
kesehatan yang memiliki penilaian puas dari pasien BPJS yaitu dimensi kehandalan
76%,sedangkan pasien Non BPJS ada dua dimensi yaitu dimensi daya tanggap 68%
dan dimensi empati 68%. Hasil penelitian di dapat nilai p value sebesar 0,012 (≤ α
= 0,05) yang berarti ada perbedaan yang signifikan.
Kesimpulan : Ada perbedaan tingkat kepuasan pelayanan kesehatan pada pasien
BPJS dan non BPJS di Puskesmas Gunung Sari Kota Cirebon dapat disimpulkan
bahwa pasien Non BPJS merasakan pelayanannya lebih baik dibandingkan BPJS.
Saran dari penelitian ini yaitu perlu ditingkatkan kembali pada dimensi kehandalan
(reability) dan jaminan (assurance) untuk mempertahaknan kepuasan pasien
terhadap pelayanan yang ada di puskesmas.
ground : Based on a survey at the Gunung Sari Health Center from nonOctober 2020 visit data, namely 722 patients, there was a decrease in the number
of patient visits. The purpose of the study was to determine the difference in the
level of satisfaction of BPJS and Non BPJS Health patients on the quality of health
services at the Gunung Sari Health Center, Cirebon City.
Methods : This study uses a cross-sectional approach. Health service research
variables with sub-variables Reliability (trustworthy), Assurance (guarantee),
Tangible (physical evidence), Empathy (Empathy) and Responsiveness
(responsiveness, patient satisfaction. The research population is all patients who use
BPJS and Non BPJS at the Puskesmas Gunung Sari Cirebon City with a research
sample of 100 respondents in the category of 50 BPJS patients and 50 Non BPJS
patients who were selected based on accidental sampling techniques. Tests were
carried out: univariate and bivariate (Mann-Whitney test).
Result : This study shows that of the 5 dimensions of health services that have
satisfaction ratings from BPJS patients, namely the reliability dimension 76%,
while Non BPJS patients have two dimensions, namely the responsiveness
dimension 68% and the empathy dimension 68%. The results of the study obtained
a p value of 0.012 (≤ = 0.05) which means there is a significant difference.
Conclusion : There are differences in the level of satisfaction of health services for
BPJS and non BPJS patients at the Gunung Sari Health Center, Cirebon City, it can
be concluded that Non BPJS patients feel that their services are better than BPJS.
Suggestions from this study are that it needs to be improved on the dimensions of
reliability and assurance to maintain patient satisfaction with the services at the
puskesmas.
3006833421F1F017027Analisis Efektivitas Border Trade Agremeent 1970 dalam Mengatasi Perdagangan Ilegal di Perbatasan Entikong (2014-2019)Perbatasan Entikong yang terletak di Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat merupakan perbatasan yang besar dengan tingkat aktivitas lalu lintasnya yang tinggi. Namun terdapat permasalahan lintas batas perdagangan ilegal. Pada tahun 1970, pemerintah Indonesia dan Malaysia bekerjasama dalam kesepakatan rezim Border Trade Agreement yang mengatur perdagangan lintas batas di perbatasan. Penelitian ini menganalisis bagaimana efektivitas rezim Border Trade Agreement dalam menangani permasalahan perdagangan ilegal. Penulis menggunakan teori Efektivitas Rezim dari Arild Underdall. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perjanjian Border Trade Agreement belum menjadi rezim yang efektif dalam menangani permasalahan perdagangan ilegal di perbatasan Entikong. Hasil tersebut berdasarkan analisis terhadap kerumitan masalah, kapasitas penyelesaian masalah, dan tingkat kolaborasi serta dampak dari implementasi rezim Border Trade Agreement.The Entikong border located in Sanggau Regency, West Kalimantan, is a large border with a high level of traffic activity. However, there is a cross-border problem of illegal trade. In 1970, the government of Indonesia and Malaysia cooperate in Border Trade Agreement regime that regulates cross-border trade. This study analyzes how the effectiveness of Border Trade Agreement regime in dealing with the problem of illegal trade. The author use the theory of Regime Effectiveness from Arild Underdall. The results of this study indicate that Border Trade Agreement has not yet become an effective regime in dealing with the problem of illegal trade at Entikong border. This result is based on from the analysis of Problem Malignancy, problem-solving capacity, and level of collaboration and impact of implementation from Border Trade Agreement regime.
3006933422I1C016047HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK UNTUK SWAMEDIKASI NYERI PADA MAHASISWA KESEHATAN DAN NONKESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTOSwamedikasi merupakan upaya seseorang untuk mengobati dirinya sendiri, biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat, salah satunya nyeri. Instrumen yang digunakan pada penelitian observasional kuantitatif dengan pendekatan metode cross sectional ini adalah kuesioner pengetahuan dan kuesioner perilaku. Sejumlah 96 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan menggunakan teknik kuota sampel. Tingkat pengetahuan dan perilaku mahasiswa kesehatan lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa nonkesehatan (p= 0,019; p=0,044). Terdapat hubungan yang lemah, signifikan, dan berbanding lurus antara tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan obat analgesik untuk swamedikasi nyeri pada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto (p=0,001, r = 0,336).Self-medication is an effort by people to treat theirself, usually done to overcome complaints and minor illnesses that many people experience, one of which is pain. The instrument that used in this quantitative observational study with a cross sectional approach was a knowledge level questionnaire and the behavioral questionnaire. A total of 96 students from Jenderal Soedirman University Purwokerto who met the inclusion and exclusion criteria were obtained using the sample quota technique. The level of knowledge and behavior of medical students was higher than that of non-medical students (p= 0.019; p=0.044). There is a weak, significant, and directly proportional relationship between the level of knowledge and behavior of using analgesic drugs for pain self-medication in students at Jenderal Soedirman University, Purwokerto (p=0,001, r = 0,336)..
3007033415C1A015021Analisis Sektor Unggulan Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara Tahun 2013-2018Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya nilai PDRB Provinsi Maluku Utara jika dibanding dengan nilai PDRB provinsi lain di Indonesia, serta rendahnya nilai PDRB Kabupaten Pulau Taliabu jika dibanding dengan nilai PDRB kabupaten lain di Provinsi Maluku Utara.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor basis dan bukan basis, perubahan, pergeseran dan klasifikasi pertumbuhan sektor perekonomian, sektor unggulan, serta menganalisis peta persebaran sub sektor dan komoditas uggulan Kabupaten Pulau Taliabu selama periode 2013-2018. Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat bagi pemerintah setempat maupun tingkat di atasnya untuk merencanakan pembangunan ekonomi yang sesuai dengan potensi sektor-sektor unggulan yang ada di Kabupaten Pulau Taliabu.
Penelitian ini menggunakan data sekunder, yang meliputi data PDRB Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Pulau Taliabu. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Location Quotient (LQ), Shift-Share Esteban Marquillas, Tipologi Klassen, Overlay, serta Geographic Informaton System (GIS). Hal ini berbeda dengan penelitian Basuki (2009) yang masih menggunakan analisis Shift-Share klasik dan MRP.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sektor unggulan Kabupaten Pulau Taliabu selama 2013-2018 adalah Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. Sebagai salah satu upaya pemanfaatan sektor unggulan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu pada khususnya dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara pada umumnya dapat membuat suatu kebijakan yang diharapkan dapat menjadikan sektor unggulan tersebut sebagai suatu multiplier effect sehingga dapat mendorong sektor perekonomian lain di Kabupaten Pulau Taliabu agar terus dapat berkembang. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan kualitas perekonomian Kabupaten Pulau Taliabu dapat meningkat dan akan berdampak positif bagi perekonomian kabupaten-kabupaten lain di wilayah Provinsi Maluku Utara.
This research is motivated by the low value of North Maluku Province GRDP when compare to the value of other provinces GRDP in Indonesia, and the low value of the Taliabu Island Regency GRDP when compare to the value of other regencies GRDP in North Maluku Province.
This study aims to analyze The Base and No Base Sectors, Changes, Shifts and Growth Classification in The Economic Sector, Leading Sectors, as well as analyzing the distribution Map of Leading sectors and commodities in Taliabu Island Regency during the periode 2013-2018. This study is hoped that this research can be useful for the local government and above to plan economic development following the potential of the leading sectors in the Taliabu Island Regency.
This study uses secondary data, with research objects including the data of the Gross Regional Domestic Product of North Maluku Provinces and Taliabu Island Regency. The analytical tool used in this study is the Location Quotient (LQ) analysis, Esteban Marquillas Shift-Share, Klassen Typology, Overlay, and Geographic Information System (GIS). This is different from Basuki’s research (2009) which still uses Classical Shift-Share analysis and MRP.
The results of this study indicated that the leading sector of Taliabu Island Regency during the periode 2013-2018 was the Agriculture, Forestry and Fisheries Sector. As one of means to use the leading sector, the Taliabu Island Regency in particular and the North Maluku Province in general can make a policy that expected to make this leading sector as a multiplier effect so that can pushed other economic sectors in Taliabu Island Regency then they can continue to develop. As such, it doesn’t rule out the possibility of the Taliabu Island Regency’s economic quality can increase and will have a positive impact on other sistricts economy in the North Maluku Province.
3007133423I1C016035EFEKTIVITAS TERAPI LUKA BAKAR MENGGUNAKAN GEL EKSTRAK METANOL TANAMAN MANGROVE API–API (Avicennia marina) PADA TIKUS PUTIH (Mus musculus)Luka bakar adalah trauma berupa cedera terhadap jaringan yang disebabkan kontak dengan panas seperti cairan panas, api, aliran listrik, kimiawi dan radiasi. Penggunaan obat-obatan pada luka bakar menggunakan bahan baku kimia dapat menyebabkan hipersensitif dan alergi. Maka, perlu dicari alternatif menggunakan obat-obat dari pengobatan tradisional yaitu mangrove api-api dengan basis gel Na-CMC. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas gel ekstrak metanol tanaman mangrove api-api dengan basis gel Na-CMC dalam mengurangi luka bakar pada tikus putih. Penelitian eksperimental yang meliputi ekstraksi mangrove api-api konsentrasi 0,75%, formulasi gel dengan basis Na-CMC 5%, uji aktivitas sediaan gel terhadap pengobatan luka bakar dengan 3 kelompok perlakuan hewan uji dan diamati secara visual. Hasil data uji aktivitas dianalisis menggunakan ImageJ dan Graphpad Prism. Kelompok perlakuan hewan uji pada ekstrak mangrove api-api, kontrol negatif dan kontrol positif penurunan luas area luka bakar selama 14 hari secara signifikan. Hasil uji BNT (Beda Nyata Terkecil) menunjukkan bahwa kelompok ekstrak mangrove api-api dan kontrol positif memiliki perbedaan yang signifikan dengan kontrol negatif terhadap penurunan luas area luka bakar, sedangkan kelompok ekstrak mangrove api-api dan kontrol positif tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap penurunan luas luka bakar. Gel ekstrak metanol tanaman mangrove api-api dengan basis gel Na-CMC 5% memiliki efektivitas dalam mengurangi luka bakar pada tikus putih dengan adanya penurunan luas area luka bakar dan membaiknya luka pada hewan uji.Burn are trauma in the form of injury to tissues caused by contact with heat such as hot liquids, fire, electricity, chemicals and radiation. The use of drugs on burns using chemical raw materials can cause hypersensityvity and allergies. Thus, it is necessary to find an alternative using medicines from traditional medicine or natural ingredients, namely mangrove api-api with a Na-CMC gel base. The purpose of this study was to determine the effectiveness of api-api mangrove methanol extract gel based on Na-CMC gel in reducing burns in white rats. Experimental research which includes the extraction of api-api mangrove with a concentration 0.75%, gel formulation with 5% Na-CMC base, activity test of gel preparations on the treatment of burn with 3 treatment groups and observer visuallu. The result of the activity test data were analyzed using ImageJ and Graphpad Prism. Test animal treatment group api-api mangrove extract, negative control and positif control significantly decreased the burn area for 14 days. The result of LSD test (Least Significance Different) showed that the api-api mangrove ekstract group and positife control had a significant difference with the negative control in reducing the burn area, while the api-api mangrove extract group and positive control had no significant difference in reducing the burn area. Methanol extract gel of the api-api mangrove plant with 5% Na-CMC gel base has effectiveness in reducing burns in white rats with decrease in burn area and wound healing in test animals.
3007233424A1D116072PENGARUH PEMBERIAN MIKORIZA-TRICHODERMA DAN PENGURANGAN PUPUK SINTETIK NPK PADA TOMAT
TERHADAP SIFAT FISIK TANAH ULTISOL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh pemberian pupuk hayati mikoriza-Trichoderma sp. terhadap beberapa sifat fisik tanah ultisol, 2) mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati mikoriza-Trichoderma sp. terhadap pengurangan dosis pupuk sintetik urea, SP-36 dan KCl. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni - Agustus 2020 di Screen House dan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Karangwangkal, Purwokerto Utara. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) terdiri dari 2 faktor ditambah satu kontrol, 3 kali ulangan, dan diperoleh 30 unit percobaan . Faktor pertama pemberian mikoriza-trichoderma sebesar (10 g/tan, 30 g/tan dan 50 g/tan). Faktor kedua adalah pengurangan dosis pupuk N-P-K yang terdiri dari tiga taraf, yaitu: tanpa pengurangan (sesuai dosis anjuran), pengurangan sebesar 25% dari dosis anjuran dan pengurangan sebesar 50% dari dosis anjuran. Variabel yang diamati meliputi sifat fisik tanah, pertumbuhan dan produksi tomat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pemberian pupuk mikoriza dan Trichoderma sp dan pengurangan dosis anjuran pupuk N, P, K berpengaruh nyata terhadap variabel berat jenis partikel, batas gulung, jangka olah, indeks plastisitas dan porositas, 2) Pemberian pupuk hayati Mikoriza-Trichoderma sp. dengan dosis 30 g/tanaman (H2) dan 50 g/tanaman (H3) memberikan hasil terbaik dibandingkan dengan 10 g/tanaman (H1). Sedangkan pengurangan dosis pupuk N. P, K sintetik dengan dosis 50% (P3) memberikan hasil terbaik dibandingkan dengan P1 (0%) dan P2 (25%), 3) Pengaruh Interaksi antara pemberian pupuk mikoriza trichoderma dengan pengurangan anjuran dosis pupuk Nitrogen, Phospat dan Kalium berpengaruh nyata terhadap Berat Jenis Partikel, Batas Gulung, Jangka Olah, Indeks Plastisitas dan Porositas.This study aims to determine 1) the effect of mycorrhizal biofertilizer-Trichoderma sp. on some of the physical properties of ultisol soil, 2) knowing the effect of giving mycorrhizal biofertilizer-Trichoderma sp. to reduce the dose of synthetic fertilizers urea, SP-36 and KCl. This research will be carried out at the Screen House and at the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Karangwangkal, North Purwokerto. The study was conducted in June - August 2020. The study was conducted using a complete randomized block design (RAKL) consisting of 3 factors plus one control, 3 replications, and obtained 30 experimental units. The first factor was giving mycorrhizae-trichoderma (10 g / plant, 30 g / plant and 50 g / plant). The second factor is a reduction in the dosage of N-P-K fertilizer which consists of three levels, namely: without reduction (according to the recommended dose), a reduction of 25% from the recommended dose and a reduction of 50% from the recommended dose. The variables observed included soil physical properties, growth and tomato production. The results showed that 1) The application of mycorrhizal and Trichoderma sp fertilizers and the reduction of recommended doses of N, P, K fertilizers significantly affected the particle density, roll limit, processing time, plasticity index and porosity, 2) Application of biological fertilizers Mycorrhizal-Trichoderma sp. . with doses of 30 g/plant (H2) and 50 g/plant (H3) gave the best results compared to 10 g/plant (H1). Meanwhile, reducing the dose of synthetic N.P, K fertilizer with a dose of 50% (P3) gave the best results compared to P1 (0%) and P2 (25%), 3) Effect of Interaction between the application of trichoderma mycorrhizal fertilizer with a reduction in the recommended dose of Nitrogen fertilizer, Phosphate and Potassium significantly affect Particle Density, Roll Limit, Processing Range, Plasticity Index and Porosity.
3007333426F1D017057Relasi Aktor dalam Implementasi Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 43 Tahun 2012 Tentang Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Pengelolaan Limbah Sampah di Kabupaten BanyumasABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relasi aktor yang terjadi dalam implementasi Peraturan Gubernur No 43 Tahun 2012 tentang rencana aksi daerah penurunan emisi gas rumah kaca khususnya sektor pengelolaan limbah sampah yang ada di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi dengan sasaran penelitian diantaranya Dinas Lingkungan Hidup, DPRD, KSM terkait, dan juga masyarakat terdampak yang ada di Kabupaten Banyumas, dalam memilih informan penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan juga snowball sampling.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa proses implementasi Peraturan Gubernur No 43 Tahun 2012 tentang rencana aksi daerah penurunan emisi gas rumah kaca khususnya sektor pengelolaan limbah sampah di Kabupaten Banyumas baru mulai gencar dilakukan pada tahun 2017 hingga saat ini. Dalam proses implementasi ini terdapat relasi antara aktor birokrasi dan juga non-birokrasi yaitu Komisi 2 DPRD Kabupaten Banyumas, DLH khususnya dalam hal ini bidang kebersihan, KSM pengelola sampah serta pihak masyarakat yang membentuk pola penggunaan kekuasaan yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan dalam Peraturan Gubernur No 43 Tahun 2012. Bentuk relasi aktor yang terjadi antara komisi 2 DPRD Banyumas dengan bidang kebersihan DLH dinilai bersifat asosiatif, komisi 2 DPRD dengan KSM bersifat asosiatif hanya saja tidak banyak interaksi yang terjalin, DLH khususnya dalam hal ini bidang kebersihan dengan KSM bersifat asosiatif dan sangat intensif, sedangkan relasi antara KSM dengan masyarakat seringkali terjadi berbagai penolakan sehingga cenderung bersifat disosiatif. Namun dengan relasi aktor yang cenderung bersifat asosiatif, implementasi Peraturan Gubernur ini berjalan cukup lancar namun belum sepenuhnya memenuhi target yang direncanakan terutama mengenai pengawasan yang belum maksimal.

Kata kunci : Implementasi Kebijakan, Relasi aktor, Emisi Gas Rumah Kaca
ABSTRACT
This study aims to determine the relationship between actors in the implementation of Governor Regulation Number 43 of 2012 concerning Regional Action Plans for Reducing Greenhouse Gas Emissions, especially in the field of waste management in Banyumas Regency. This study uses qualitative research methods and the approach used is a phenomenological approach with research targets including the Environment Agency, DPRD, related KSM, and also affected communities in Banyumas Regency. In selecting the informants, this research used purposive sampling and snowball sampling.
The results of the study reveal that the process of implementing Governor Regulation Number 43 of 2012 concerning Regional Action Plans for Reducing Greenhouse Gas Emissions, especially in the field of waste management in Banyumas Regency has only been intensively carried out in 2017 until now. In this implementation process there is a relationship between bureaucratic and non-bureaucratic actors, namely Commission 2 of the Banyumas Regency DPRD, DLH, especially in this case in the field of cleanliness, KSM waste management and the community who form patterns of using their power to achieve the goals that have been planned in Governor Regulation Number 43 Year 2012. The form of actor relationship that occurs between commission 2 of the Banyumas DPRD and the cleanliness sector of DLH is considered associative, commission 2 of DPRD and KSM is associative, it's just that there is not much interaction, DLH especially in this case the field of cleanliness with KSM is associative and very intensive, while the relationship between between KSM and the community often lead to various rejections that tend to be dissociative. However, with actor relations that tend to be associative, the implementation of this Pergub runs quite smoothly but has not fully met the planned targets, especially regarding supervision that has not been maximized.

Keywords: Policy Implementation, Actor Relations, Greenhouse Gas Emissions
3007432811F1F017049Analisis Peran The Ocean Cleanup dan Danone-Aqua dalam Agenda Kerja Sama Pembersihan Polusi Sampah Plastik di Perairan Indonesia (2019 – 2021)Penelitian yang berjudul “Analisis Peran The Ocean Cleanup dan Danone-Aqua dalam Agenda Kerja Sama Pembersihan Polusi Sampah Plastik di Perairan Indonesia (2019 – 2021)” ini memiliki fokus penelitian untuk menganalisis bagaimana peran The Ocean Cleanup dan Danone-Aqua sebagai aktor non-negara mampu mengambil tanggung jawab khusus untuk menjaga kelestarian ekosistem perairan Indonesia secara bijak dan berkelanjutan. Penelitian ini dianalisis berdasarkan konsep Environmentalisme, konsep International Non-Governmental Organization, dan konsep Corporate Social Responsibility. Berdasarkan data-data yang diperoleh dan analisis yang telah dilakukan, didapatkan bahwa pendekatan Environmentalisme menjadi suatu alasan yang melatarbelakangi tindakan The Ocean Cleanup sebagai International non-governmental organization (INGO), serta Danone-Aqua sebagai Multinational Corporation (MNC) di mana mereka berusaha mengambil peran tanggung jawab khusus untuk menjaga kelestarian ekosistem perairan Indonesia secara bijak dan berkelanjutan. The Ocean Cleanup sendiri mengimplementasikan sebuah INGO yang menjadi objek penggerak dalam suatu program pelestarian lingkungan. Sementara Danone-Aqua yang merupakan sebuah MNC, melalui konsep CSR-nya dapat di lihat sebagai suatu support system bagi sebuah program pelestarian lingkungan. The research entitled "Analysis of the Role of The Ocean Cleanup and Danone-Aqua in the Cooperation Agenda for Cleaning Plastic Waste Pollution in Indonesian Waters (2019 - 2021)" has a research focus on analyzing the role of The Ocean Cleanup and Danone-Aqua as non-state actors to take special responsibility to preserve the Indonesian aquatic ecosystem wisely and sustainably. This study was analyzed based on the concept of Environmentalism, the concept of International Non-Governmental Organization, and the concept of Corporate Social Responsibility. Based on the data obtained and the analysis that has been carried out, it is found that the Environmentalism approach is the reason behind the actions of The Ocean Cleanup as an International non-governmental organization (INGO), and Danone-Aqua as a Multinational Corporation (MNC) where they try to take role of special responsibility to preserve the Indonesian aquatic ecosystem wisely and sustainably. The Ocean Cleanup itself implements an INGO which is the driving object in an environmental conservation program. Meanwhile, Danone-Aqua which is an MNC, through its CSR concept can be seen as a support system for an environmental conservation program.
3007533427F1D017012Kelompok Transgender dan Wacana Perjuangan Kesetaraan Identitas dalam Media Sosial di IndonesiaArtikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami kecenderungan apa saja yang menjadikan kelompok transgender mewacanakan perjuangan kesetaraan identitas dalam media sosial serta mendeskripsikan bagaimana kelompok transgender melakukannya. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan analisis wacana dalam bingkai perspektif pascastrukturalisme dan paradigma dekonstruksionis, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa media sosial menjadi alat politik yang digunakan kelompok transgender untuk mewacanakan perjuangan kesetaraan identitas. Untuk mewacanakan perjuangan kesetaraan identitas tersebut, kelompok transgender memiliki kecenderungan berupa keyakinan dan oportunitas: Purpose of life, persistent and confident, self-peaceful, self-love for struggling and embracing human’s true identity dan islam inclusivity, serta media sosial sebagai oportunitas. Dalam mewacanakan kepentingannya, kelompok transgender menggunakan pola konsep self-acceptance (penerimaan diri). Sedangkan, media sosial menjadi alat bagi kelompok transgender untuk merealisasikan kepentingannya yakni mewacanakan perjuangan kesetaraan identitas. Oleh karena itu, hasil temuan penelitian ini adalah transgender berkelompok untuk memperkuat diri dan merealisasikan kepentingan dalam media sosial serta mendapatkan dukungan internasional, sehingga mereka memiliki kekuasaan untuk eksistensi kelompok dan menggunakan pola penerimaan diri untuk menguatkan penyebaran wacana.This research-based paper aims at knowing and comprehending the tendencies which compelled the transgender group to resonance their discourse of the struggle of identity equality through the social media in Indonesia, also understanding and describing how the transgender group spreading their discourse of the struggle of identity equality through social media in Indonesia. By using a qualitative method and discourse analysis approach in the framework of the poststructuralist perspective and the deconstructionism paradigm, the result of the research reveals that social media is the political tool used by transgender group for campaigning their discourse of the struggle of identity equality. They have the tendencies to resonance their discourse of the struggle of identity, which is established into beliefs and opportunity: Purpose of life, persistent and confident, self-peaceful, self-love for struggling and embracing human’s true identity, Islam inclusivity, and social media as the opportunity. For spreading their struggle for identity equality, transgender group had used the pattern of self-acceptance concept. Therefore, the novelty of this research is that transgenders unite to strengthen themselves and execute their interest within social media as well as obtaining the international support, so that they gain the power for their existence and use the pattern of self-acceptance for amplifying the spread of their discourse.
3007633442F1C014042Konflik Sosial Dalam Film Dokumenter PLTU Batang Merampas Lahan dan KehidupankuPenelitian ini menjelaskan tentang konflik yang terjadi dalam konflik lahan PLTU Batang melalui media film PLTU Batang Merampas Lahan dan Kehidupanku. Simbol-simbol yang muncul mengenai konflik dalam film diteliti secara mendalam menggunakan penandaan dua tingkat dalam pendekatan semiotika Roland Barthes. Adegan-adegan dalam film kemudian dipilih dan dicari setiap tanda denotasi dan konotasinya.This research interpret the social conflicts that occur in the disputed land on the site that Batang Power Plant will be built through the documentary film PLTU Batang Merampas Lahan dan Kehidupanku. The symbols that appear regarding social conflict in the film are examined in depth using “two order of signification” in Roland Barthes's semiotic approach. The scenes in the film are then selected and searched for denotation and connotation signs.
3007733499I1D017057FORMULASI YOGURT KECAMBAH KACANG TOLO
DITINJAU DARI KADAR PROTEIN, VITAMIN C, DAN MUTU
SENSORI: MINUMAN FUNGSIONAL UNTUK DIABETES MELITUS
Latar Belakang: Prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Indonesia terus mengalami peningkatan. Diet dapat menurunkan resiko komplikasi pada pasien DM, salah satunya dengan konsumsi pangan fungsional kaya zat gizi seperti yogurt. Yogurt dapat dibuat dari susu kacang-kacangan seperti kacang tolo. Fermentasi yogurt menggunakan starter bakteri asam laktat (BAL) dapat meningkatkan zat gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kadar BAL, variasi proporsi susu, serta interaksi keduanya terhadap protein terlarut, vitamin c, dan mutu sensori yogurt.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor, yaitu kadar BAL (0,25% dan 0,3%), dan proporsi susu kecambah kacang tolo:susu skim (100:0, 90:10, 80:20, 70:30). Kadar protein terlarut dan vitamin C dianalisis menggunakan Uji one way Anova, dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Mutu sensori dianalisis menggunakan uji Friedmann. Formula terbaik ditentukan berdasarkan uji Indeks Efektivitas.

Hasil Penelitian: Variasi kadar BAL dan variasi proporsi susu kecambah kacang tolo:susu skim berpengaruh terhadap protein terlarut, vitamin C, dan mutu sensori yogurt. Interaksi kedua perlakuan berpengaruh terhadap kadar vitamin C yogurt. Skor mutu sensori menggunakan skala penilaian 1-5.

Kesimpulan: Formula terbaik adalah yogurt dengan kadar BAL 0,3% dan proporsi susu kecambah kacang tolo : susu skim sebesar 70:30.
Background: Diabetes Mellitus prevalence in Indonesia increases continuously. Diet on diabetic patient could minimize the risk of complication, one of them is by consuming functional food rich in nutritions like yogurt. Yogurt can also be made from beans milk, such as cowpea. Fermentation using starter lactic acid bacteria (LAB) could increase the nutritional components of yogurt. This study aims to determine the effect of different lactic acid bacteria (LAB) concentration, different proportion of milk, and both interactions on soluble protein, vitamin C, and sensory quality.

Methods: This study was using Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors, LAB concentrations (0,25% and 0,3%) and proportion of mungbean sprouts milk:skim milk (100:0, 90:10, 80:20, 70:30). Soluble protein content and vitamin C were analyzed using one way Anova, continued using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Sensory Quality were analyzed using Friedmann test. The best formula was analyzed by effectiveness index.

Results: Different LAB concentrations and milk proportions affect the soluble protein, vitamin C, and sensory quality of yogurt. Interactions of both treatment affect the vitamin C content. The sensory quality measured by scale 1-5.

Conclusion: The best formula was obtained in proportion of cowpea sprout milk and skim milk 70:30 with 0,3% LAB concentration.
3007833428E1A017366PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM PENDIRIAN BANGUNAN
(TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN NOMOR 55/Pdt.G/2016/PN Pwt)
PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM PENDIRIAN BANGUNAN
(TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN NOMOR 55/Pdt.G/2016/PN Pwt)
Oleh : Callista Fairuz Dhanisya
ABSTRAK

Penelitian ini mengkaji mengenai bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir unsur-unsur perbuatan melawan hukum, dan bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengkabulkan tuntutan ganti kerugian perbuatan melawan hukum pada Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 55/Pdt.G/2016/PN Pwt. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang dan pendekatan konsep, spesifikasi penelitian preskriptif analitik, sumber data sekunder dengan metode penyajian dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis, metode analisis data yang digunakan normatif kualitatif.

Hasil penelitian menunjukan bahwa Majelis Hakim dalam pertimbangan hukumnya menyatakan Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum tanpa mengkualifisir unsur-unsur mana yang dilanggar. Menurut pendapat penulis, perbuatan Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum yakni mengotori rumah Penggugat dengan material semen yang jatuh dirumah Penggugat pada saat pembangunan yang dilakukan Tergugat, perbuatan Tergugat termasuk melanggar hak subyektif Penggugat, Pengguat mengeluarkan sejumlah biaya pribadi untuk membersihkan material semen. Perbuatan Tergugat juga bertentangan dengan kewajiban hukum dari si pembuat yakni mendirikan bangunan tanpa dilengkapi dengan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Tergugat telah mengotori rumah Penggugat dengan material semen akan tetapi Tergugat tidak membersihkan material semen yang mengotori rumah Penggugat hal tersebut bertentangan dengan unsur kepatutan yang berlaku dalam lalu lintas masyarakat terhadap diri atau barang orang lain. Majelis Hakim mengabulkan tuntutan ganti kerugian yang diajukan Penggugat, Penggugat telah memenuhi syarat-syarat gugatan ganti kerugian Pasal 1365 KUH Perdata, pertimbangan hukum Majelis Hakim mengabulkan tuntutan ganti kerugian materiil Penggugat sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah), bentuk ganti kerugian akibat dari perbuatan melawan hukum yang dibebankan kepada Tergugat termasuk kedalam ganti rugi kompensasi/actual, melihat pada ketentuan pengaturan ganti rugi umum pada Pasal 1243 KUH Perdata Penggugat telah sesuai mengajukan tuntutan ganti kerugian kepada Tergugat. Pertimbangan hukum Majelis Hakim tidak menyebutkan secara terperinci mengenai korelasi penerapan teori ganti kerugian dalam perbuatan melawan hukum dan ganti rugi secara umum menurut KUH Perdata.

Kata kunci : perbuatan melawan hukum, pendirian bangunan, ganti rugi
UNLAWFUL ACTS IN THE ESTABLISHMENT OF BUILDINGS
(JURIDICAL REVIEW OF VERDICT NO. 55/Pdt.G/2016/PN Pwt)
By: Callista Fairuz Dhanisya
ABSTRACT

This research examines how the judge's legal considerations in qualifying the elements of unlawful acts, and how the judge's legal considerations in granting claims for damages of unlawful acts in Purwokerto District Court Decision No. 55 / Pdt.G / 2016 / PN Pwt. This research uses normative juridical methods with legal approaches and concept approaches, analytical prescriptive research specifications, secondary data sources with presentation methods in the form of narrative texts and systematically compiled, data analysis methods used qualitative normatively.

The results of the study showed that the Panel of Judges in its legal considerations stated that the Defendant had committed unlawful acts without qualified which elements were violated. In the opinion of the author, the defendant's actions have committed unlawful acts that pollute the Plaintiff's house with cement material that fell in the Plaintiff's house at the time of the Defendant's construction, the Defendant's actions include violating the subjective rights of Plaintiffs, the Defendant insanuated a number of personal costs to clean the cement material. The Defendant's actions are also contrary to the legal obligation of the maker, namely to build a building without being equipped with a building permit. Defendant has contaminated Plaintiff's house with cement material, but Defendant does not clean cement material that pollutes the Plaintiff's house it is contrary to the element of propriety that applies in community traffic to themselves or other people's goods. The Panel of Judges granted the claim for damages filed by Plaintiff, Plaintiff has fulfilled the conditions of the damages lawsuit Article 1365 of the Civil Code, the legal consideration of the Panel of Judges granted the Plaintiff's material damages claim of Rp 1,000,000,- (one million rupiah), the form of damages resulting from unlawful acts charged to the Defendant including in compensation / actual damages, looking at the provisions of the general damages arrangement in Article 1243 of the Plaintiff's Civil Code has appropriately filed a claim for damages to the Defendant. The legal considerations of the Panel of Judges do not mention in detail about the correlation of the application of the theory of indemnity in unlawful acts and indemnity in general according to the Civil Code.

Key words : unlawful acts, building, compensation.
3007933429E1A016071PembuktianTindak Pidana Kekerasan Terhadap Anak Yang Mengakibatkan Mati
(Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Tasikmalaya Nomor : 143/Pid.B/2020/PN.Tsm)
Dalam hukum pidana, penyelesaian suatau perkara harus memenuhi due
process of law, melalui pengadilan yang bebas dari pengaruh apapun dan dari
siapapun. Untuk dapat mencapai due process of law dengan baik, salah satu yang
dibutuhkan adalah dilakukannya proses pembuktian secara baik. Pembuktian pada
tindak pidana kekerasan, khususnya pada korban anak sering kali menghadapi
sejumlah kendala, yaitu minimnya alat bukti karena dilakukan di wilayah privat
dan korban masih dibawah umur. Seperti kasus pada Putusan Nomor
143/PID.B/2020/PN.TSM). Metode pendekatakan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan
adalah data sekunder yang terdiri bahan ukum primer, bahan hukum sekunder, dan
bahan hukum tersier berupa peraturan perundang-undangan yang relevan dan bukubuku literatur.Berdasarkan hasil penelitian didapati bahwa pembuktian tindak
pidana Kekerasan terhadap anak telah yang dilakukan oleh JPU mendasarkan pada
Pasal 183 dan 184 KUHAP yakni dengan menggunakan alat Bukti berupa beberapa
keterangan saksi, dan surat yakni visum et repertum, dan keterangan terdakwa serta
ditambah sejumlah barang bukti yang relevan dengan kasus a quo. Majelis Hakim
menjatuhkan pidana dalam putusan tersebut karena dakwaan JPU terbukti dan
hakim memperoleh keyakinan, dengan mendasarkan pada dua pertimbangan yakni
yuridis, dimana unsur-unsur sebagaimana diajukan dalam tuntutan JPU terpenuhi
pada perbuatan terdakwa, sementara pertimbangan non-yuridis mengarah pada
filosofi pidana penjara serta aspek yang memperberat dan memperingan perbuatan
terdakwa.
In criminal law, settlement of a case must comply with the due processof law,
through a court free from any influence and from anyone. To be able to achieve the
due process of law properly, one of the required isthe evidentiary process. Evidence
on violent crimes, especially in child victims often face a number of obstacles,
namely the lack of evidence because it is done in private areas and victims are
minors. As the case in Verdict No. 143/PID. B/2020/PN. TSM). The shortening
method used in this study is the normative juridical approach method. The data
used is secondary data consisting of primary ukum material, secondary legal
material, and tertiary legal materials in the form of relevant laws and regulations
and literature books. Based on the results of the study found that the evidence of
crimes violence against children has been carried out by jpu based on Article 183
and 184 KUHAP namely by using evidence in the form of several witness
statements, and letters namely visum et repertum, and the testimony of the accused
and added a number of evidence relevant to the case a quo. The Panel of Judges
sentenced him to 10 years in prison in the verdict because the JPU indictment is
proven and the judge obtains a conviction, by basing on two considerations, namely
juridical, where the elements as filed in the JPU's demands are fulfilled on the
actions of the accused, while non-juridical considerations lead to the philosophy of
prison criminal and aspects that complicate and enhance the actions of the accused.
3008033430I1A016110HUBUNGAN ANTARA KOMPENSASI DENGAN KEPUASAN KERJA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS 2 SOKARAJALatar belakang : Pada saat peneliti melakukan studi pendahuluan di puskesmas 2 sokaraja peneliti mewawancarai sebagian kecil dari pegawai puskesmas, dan di dapatkan bahwa ada kesenjangan antara pegawai yang berstatus PNS dengan pegawai kontrak.
Metodologi : Penelitian ini Causal explanation, penjelasan tentang apa penyebab dari beberapa peristiwa atau fenomena. Populasi sejumlah 36 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi untuk mendeskripsikan setiap variabel bebas. Variabel yang diuji univariat adalah karakteristik responden dan gambaran kepuasan kerja serta kompensasi. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square. Variabel yang di uji bivariat adalah hubungan antara kompensasi dengan kepuasan kerja.

Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kesehatan berjenis kelamin perempuan (83.3%), berusia 17-25 tahun dan berusia 36-45 tahun (30%), lama bekerja lebih dari 5 tahun (60%), dan perpendidikan D3 (60%), tenaga kesehatan menerima kompensasi secara baik (76.7%), tenaga kesehatan memiliki rasa puas terhadap kompensasi yang di berikan (76.7%). Hubungan antara kompensasi dengan kepuasan kerja yaitu berhubungan dengan nilai p(0.000) < 0.05.
Kesimpulan : Ada hubungan antara kompensasi dengan kepuasan kerja tenaga kesehatan di puskesmas 2 sokaraja.
Background : When the researchers conducted a preliminary study at Puskesmas 2 Sokaraja, the researchers interviewed a small number of puskesmas employees, and it was found that there was a gap between employees with civil servant status and contract employees.
Methodology: This research is a causal explanation, an explanation of what causes some events or phenomena. The population is 36 people. The sampling technique used is total sampling. Univariate analysis uses a frequency distribution to describe each independent variable. The variables that were tested univariately were the characteristics of the respondents and the description of job satisfaction and compensation. The statistical test used is Chi Square. The variable in the bivariate test is the relationship between compensation and job satisfaction.
esearch Results: The results showed that female health workers (83.3%), aged 17-25 years and aged 36-45 years (30%), worked more than 5 years (60%), and had a D3 education (60%), health workers receive good compensation (76.7%), health workers have a sense of satisfaction with the compensation given (76.7%). The relationship between compensation and job satisfaction is related to the p value (0.000) < 0.05.
Conclusion : There is a relationship between compensation and job satisfaction of health workers at Puskesmas 2 Sokaraja.