Artikelilmiahs
Menampilkan 29.941-29.960 dari 50.085 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 29941 | 33289 | A1F017073 | PENGARUH LAMA PERKECAMBAHAN DAN PROPORSI KECAMBAH-AIR TERHADAP MUTU SENSORI DAN KANDUNGAN GIZI SUSU KECAMBAH KACANG HIJAU | Susu sapi merupakan salah satu minuman bergizi. Selain harganya yang mahal, susu sapi juga mengandung laktosa yang tidak dapat dicerna oleh penderita laktosa intoleran. Saat ini, banyak produk susu yang dibuat menggunakan kacang-kacangan, seperti kacang hijau. Kacang hijau mengandung senyawa fenolik dan kaya akan zat gizi. Dalam proses pengolahan susu kacang hijau, munculnya bau langu membatasi penerimaan konsumen. Salah satu cara untuk mengurangi bau langu adalah dengan perkecambahan. Perkecambahan juga dapat meningkatkan senyawa bioaktif dan nilai gizi. Faktor lain yang mempengaruhi formulasi susu kecambah kacang hijau adalah proporsi kecambah dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perkecambahan, proporsi kecambah-air, dan kombinasi perlakuan terhadap mutu sensori dan kandungan gizi susu kecambah kacang hijau (SKKH), serta menentukan kombinasi perlakuan terbaik dari produk SKKH. Mutu atau kualitas adalah kumpulan sifat-sifat atau karakteristik produk yang mencerminkan tingkat penerimaan konsumen. Mutu Pangan memiliki banyak aspek seperti aspek gizi (kalori, protein, lemak, mineral, vitamin, dan karbohidrat), juga aspek sensori (warna, rasa, aroma, tekstur). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor yang duiji adalah lama perkecambahan (L) yang terdiri dari dua taraf yaitu 5 (L1) dan 10 jam (L2), serta proporsi kecambah-air (K) yang terdiri dari empat taraf yaitu 1:3 (K1), 1:6 (K2), 1:8 (K3), 1:10 (K4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula dengan lama perkecambahan 10 jam dan proporsi kecambah-air 1:3 (L2K1) adalah formula terbaik, dengan karakteristik: kadar total fenol 1738,55 mg GAE/g, vitamin C 34,76%, serat kasar 5,64%, protein terlarut 37,23% dan kadar lemak 1,7%. Secara keseluruhan kandungan gizi dan senyawa fenolik susu kecambah kacang hijau lebih tinggi dibandingkan susu kacang hijau yang tidak dikecambahkan. | Cow's milk is one of the nutritious drinks. Besides, it’s expensive price, cow's milk contains lactose which cannot be digested by lactose intolerant sufferers. Nowadays, many dairy products are made using nuts, such as mung beans. Mung beans contain phenolic components and high nutrients. In mung bean milk processing, beany flavor arised which limit consumer acceptance. One way to reduce beany flavor is by germination. Germination also increase its bioactive components and nutritional value. The other factor that affected on mung bean milk formulation is proportion of sprouts and water. This study aimed to determine the effect of germination time, sprouts-water proportion, combination of treatments on the sensory and nutritional value quality of mung bean sprouted milk (SKKH), and also to determine the best treatment combination of SKKH products. Quality is a collection of properties or product characteristics that reflect the level of consumer acceptance. Food quality has many aspects such as nutritional aspects (calories, protein, fat, minerals, vitamins, and carbohydrates), as well as sensory aspects (color, taste, aroma, texture) (Mamuaja, 2016). This study used a factorial Randomized Block Design (RAK) method. The tested factors were germination time (L) which consisted of two levels, namely 5 (L1) and 10 hours (L2), and the proportion of mung bean sprouts-water (K) which consisted of four levels, namely 1:3 (K1), 1:6 (K2), 1:8 (K3), 1:10 (K4). The results showed that formula with 10 hours germination and 1:3 mung bean sprouts-water proportion (L2K1) was the best formula, with the following characteristics: total phenol content of 1738.55 mg GAE/g, vitamin C of 34.76%, crude fiber of 5.64%, soluble protein content of 37.23% and fat content of 1.7%. Overall, the nutritional content and phenolic compounds of mung bean sprouted milk was higher than ungerminated mung bean milk. | |
| 29942 | 33290 | J1D017010 | Nilai Sosial Dalam Novel Kata Karya Rintik Sedu Dan Relevansi Dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia Di SMA | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai sosial yang ada pada novel Kata karya Rintik Sedu, hubungan antara nilai sosial dengan kondisi masyarakat dalam novel Kata karya Rintik Sedu, dan relevansi hasil penelitian tentang nilai sosial dalam pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas XII. Peserta didik diharapkan dapat meningkatkan wawasan mengenai kajian sosiologi sastra khususnya nilai sosial. Bentuk penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini berfokus pada nilai sosial dalam kasih sayang, tanggung jawab, dan keserasian hidup. Sedangkan hubungan antara nilai sosial dengan kondisi masyarakat meliputi disorganisasi keluarga, perekonomuan, dan nilai sosial. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik baca dan catat. Metode analisis data digunakan adalah analisis isi. Berdasarkan penelitian, ditemukan 3 nilai sosial yaitu; kasih sayang, tanggung jawab, dan keserasian hidup dengan jumlah 18 data yang masuk dalam nilai sosial. Hubungan antara nilai sosial dengan kondisi masyarakat yang ditemukan ada 3 yaitu ; disorganisasi keluarga, perekonomian, dan nilai sosial dengan jumlah 20 data yang masuk hubungan antara nilai sosial dengan kondisi masyarakat. Penelitian tersebut relevan dengan pembelajaran bahasa Indonesia di jenjang SMA kelas XII kurikulum 2013 berdasarkan KD 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel. | This study aims to describe the social values that exist in the novel Kata by Retakan Sedu, the relationship between social values and the condition of society in the novel Kata by Retakan Sedu, and the relevance of research results on social values in Indonesian language learning in XII grade Senior High School (SMA). . Students are expected to increase their insight into the sociology of literature study, especially social values. The form of this research is a qualitative descriptive study. The object in this study is an assessment of social values in affection, responsibility, and life harmony. Meanwhile, the relationship between social values and community conditions includes family disorganization, economy, and social values. The data learning method in this study was carried out by reading and note-taking techniques. The data analysis method used was content analysis. Based on the research, found 3 social values, namely; love, responsibility, and life harmony with the number of data 18 data included in social values. There are 3 relationships between social values and community conditions, namely; disorganization of family, economy, and social values, with a total of 20 data that include the relationship between social values and social conditions. This research is relevant to Indonesian language learning at high school level class XII curriculum 2013 based on KD 3.9 Analyzing novel content and language. Keywords: sociology of literature, social values, the relationship between social values and social conditions, the novel Kata | |
| 29943 | 33262 | A1C017012 | Pengaruh Variasi Perekat dan Ukuran Serbuk Terhadap Kualitas Biobriket Campuran Tempurung Kelapa dan Sekam Padi | Biobriket merupaka bahan bakar alternatif yang berwujud padat dan berasal dari limbah atau sisa-sisa bahan organik yang telah mengalami proses pemampatan dengan tekanan tertentu. Biobriket ini merupakan biobriket campuran tempurung kelapa dan sekam padi dengan variasi perekat serta variasi ukuran serbuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar perekat tepung tapioka yang optimal dalam proses pembuatan biobriket dari tempurung kalapa dan sekam padi, mengetahui pengaruh ukuran serbuk terhadap kualitas biobriket yang dihasilkan dan mengetahui kombinasi terbaik antara kadar perekat dan ukuran serbuk untuk menghasilkan biobriket. Pembuatan biobriket menggunakan 30, 40 dan 50% perekat dengan ukuran serbuk sebesar 20, 40, 60 mesh. Metode rancangan percobaan dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap atau RAL dengan 2 faktor yaitu variasi perekat dan variasi ukuran serbuk. Analisis data dilakukan dengan uji ANOVA dan dilanjut dengan DMRT. Hasil yang didapat yaitu, variasi perekat memberikan pengaruh tidak nyata laju pembakaran, sedangkan ukuran serbuk memberikan pengaruh tidak nyata terhadap kadar air. Kadar Air yang didapat sekitar (3,2-6%) sudah memenuhi SNI, sedangkan kerapatan yang tidak memenuhi SNI yaitu biobriket dengan ukuran serbuk 20 mesh. | Biobriquette is an alternative fuel that is solid and comes from waste or the remnants of organic matter that has undergone a compression process with a certain pressure. This biobriquette is a mixture of coconut shell and rice husk biobriquettes with various adhesives and powder size variations. The purpose of this study was to determine the optimal adhesive content of tapioca flour in the process of making biobriquettes from coconut shells and rice husks, to determine the effect of powder size on the quality of the resulting biobriquettes and to determine the best combination of adhesive content and powder size to produce biobriquettes. Making biobriquettes using 30, 40 and 50% adhesive with powder sizes of 20, 40, 60 mesh. The experimental design method was carried out by Completely Randomized Design or RAL with 2 factors, namely variations in adhesives and variations in powder sizes. Data analysis was performed by ANOVA test and continued with DMRT. The results obtained are, the adhesive variation has no significant effect on the burning rate, while the powder size has no significant effect on the moisture content. The moisture content obtained is around (3.2-6%) which meets SNI, while the density that does not meet SNI is biobriquette with a powder size of 20 mesh. | |
| 29944 | 33294 | I1A016044 | Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kelelahan Kerja pada Guru dalam Pembelajaran Online Masa Pandemi COVID-19 di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kecamatan Pengadegan | Latar Belakang : Pembelajaran online dalam masa Pandemi COVID-19 menjadi hal baru oleh guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar. Perubahan metode kegiatan belajar mengajar dari tatap muka menjadi pembelajaran online ini ternyata menimbulkan masalah kelelahan kerja pada guru. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja pada guru. Metodologi : Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 62 orang guru SMP Negeri di Kecamatan Pengadegan. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 36 guru. Hasil Penelitian : Hasil Penelitian menunjukan hubungan yang signifikan antara lama kerja dan kebiasaan olahraga dengan kelelahan kerja, nilai p (0,013 ; 0,006) < 0,05. Tidak ada hubungan signifikan antara usia, jenis kelamin, status perkawinan, status gizi, beban kerja, sikap kerja, lama tidur,dengan kelelahan kerja, nilai p (0,530; 0,182; 0,433; 0,433 ; 0,676 ; 0,878; 0,755) > 0,05. Kesimpulan : Lama kerja dan Kebiasaan Olahraga memiliki hubungan signifikan dengan Kelelahan Kerja. Kata Kunci : Kelelahan Kerja, Guru, Pandemi COVID-19. | Background : Online learning during the COVID-19 Pandemic is a new thing for teachers in carrying out their duties. The change in the method of teaching and learning activities from face to face to online learning causes work fatigue problems for teachers. The purpose of the study was to determine the factors that affect work fatigue in teachers. Method : This research is an analytic observational study with a cross sectional approach. The population of this study were 62 public Junior High School teachers in Pengadegan sub-district. Sampling using accidental sampling technique with a sample of 36 teachers. Result : The results showed a significant relationship between length of work and exercise habits with work fatigue, p value (0.013 ; 0.006) <0.05. There is no significant relationship between age, gender, marital status, nutritional status, workload, work attitude, length of sleep, with work fatigue, the p value (0,530; 0,182; 0,433; 0,433 ; 0,676 ; 0,878; 0,755) > 0,05. Conclusion : Length of work and exercise habits have a significant relationship with work fatigue. Keywoard : Work Fatigue, Teacher, COVID-19 Pandemic. | |
| 29945 | 43307 | A1F019045 | Optimasi Seduhan Teh Celup Herbal Rosela (Hibiscus sabdariffa) dengan Variasi Berat Bubuk, Suhu, dan Waktu Penyeduhan | Orang dengan riwayat penyakit komorbid memiliki risiko terpapar virus corona lebih tinggi karena tingginya radikal bebas. Rosela (Hibiscus sabdariffa) mampu menangkal radikal bebas karena mengandung senyawa antosianin yang berperan sebagai antioksidan sekaligus pemberi warna merah pada kelopaknya. Kelopak rosela memiliki rasa masam yang menyegarkan dan dapat dimanfaatkan sebagai teh celup herbal. Senyawa antioksidan pada rosela kurang resisten terhadap suhu tinggi sehingga perlu diperhatikan suhu dan waktu penyeduhannya. Takaran rosela yang digunakan juga perlu diperhatikan karena vitamin C pada rosela memberikan rasa asam dan berpengaruh terhadap penerimaan konsumen. Untuk itu perlu dilakukan analisis untuk mengetahui kondisi optimum penyeduhan teh celup herbal rosela dan untuk mengetahui karakteristik fisikokimia dan sensori teh celup herbal rosela pada kondisi optimum penyeduhan. Penentuan kondisi optimum seduhan rosela dilakukan dengan metode respon permukaan (response surface methodology) dengan rancangan central composite design (CCD) menggunakan software Design Expert versi 13. Berat bubuk yang digunakan sebanyak 1 – 10%, suhu yang digunakan 70 – 90°C, dan waktu yang digunakan 1 – 5 menit. Variabel respon yang akan digunakan adalah jumlah antosianin (mg C3G/L). Setelah didapatkan hasil optimasi, dilakukan verifikasi dan validasi data. Setelah dinyatakan valid, dilakukan analisis seduhan teh paling optimal yang meliputi karakteristik fisikokimia (jumlah antosianin, vitamin C, aktivitas antioksidan, pH, dan warna) serta karakteristik sensori (aroma, rasa, warna, aftertaste, dan kesukaan). Hasil analisis optimasi berdasarkan software didapatkan perlakuan paling optimal yakni berat bubuk 7,19% dengan penyeduhan suhu 70°C selama 5 menit dengan desirability 0,855. Model yang digunakan adalah model kuadratik dengan nilai p-value 0,95% sehingga dinyatakan signifikan. Lack of fit data sebesar 54,04% sehingga dinyatakan tidak signifikan. Koefisien determinasi data sebesar 81,88% dengan adeq precision 6,3874 (>4). Tahap verifikasi dilakukan dengan melakukan analisis antosianin seduhan optimal teh yang direkomendasikan dengan tiga kali pengulangan dan dibandingkan nilai aktual dengan nilai prediksi software. Nilai aktual yang didapatkan adalah 3,985 yang tidak berbeda jauh dari nilai prediksi (3,740) sehingga data dikatakan valid. Kondisi optimal penyeduhan menghasilkan seduhan teh celup herbal rosela dengan kandungan vitamin C sebanyak 153,00 mg/100 g, jumlah antosianin 3,985 mg C3G/L; aktivitas antioksidan 85,53%; pH 2,4; L* 13,74; a* 6,95; dan b* 5,45. Analisis karakteristik sensori seduhan optimum teh menghasilkan skor rasa 4,67 (sangat asam), aroma 3,87 (khas), warna 4,27 (merah), aftertaste 3,67 (sepat), dan kesukaan sebesar 2,60 (agak suka). Rendahnya kesukaan konsumen dikarenakan rasanya yang cenderung sangat asam karena tidak adanya penambahan zat lain seperti gula. | People with comorbid diseases have a higher risk of being exposed to the corona virus that are caused by high levels of free radicals. Roselle (Hibiscus sabdariffa) can counteract free radicals due to its high anthocyanin compounds contain that act as antioxidants and also give a red color to its petals. The petals of roselle have a refreshing sour taste and can be utilized as herbal tea. The antioxidant compounds in roselle are less resistant to high temperatures, so attention needs to be paid to the brewing temperature and time. The amount of roselle used also needs to be considered because the vitamin C in roselle imparts acidity and affects consumer acceptance. Therefore, an analysis is needed to determine the optimum conditions for brewing herbal roselle tea and to understand the physicochemical and sensory characteristics of herbal roselle tea under optimum brewing conditions. The determination of the optimum brewing conditions for roselle is carried out using the response surface methodology with a central composite design (CCD) using Design Expert software version 13. The weight of the powder used is 1-10%, the temperature used is 70-90°C, and the time used is 1-5 minutes. The response variable to be used is the amount of anthocyanin (mg C3G/L). After obtaining the optimization results, data verification and validation are performed. Once validated, an analysis of the most optimal tea brewing is conducted, including physicochemical characteristics (amount of anthocyanin, vitamin C, antioxidant activity, pH, and color) as well as sensory characteristics (aroma, taste, color, aftertaste, and preference). The optimization analysis results from the software indicate that the most optimal treatment is a powder weight of 7,19%, brewing temperature of 70°C for 5 minutes with a desirability of 0,855. The model used is a quadratic model with a p-value of 0,95%, indicating significance. The lack of fit data is 54,04%, indicating insignificance. The coefficient of determination is 81,88% with an adequate precision of 6,3874 (>4). The verification stage is done by analyzing the anthocyanin content of the optimal tea brewing recommended with three repetitions and comparing the actual values with the predicted values from the software. The actual value obtained is 3,985, which is not significantly different from the predicted value (3,740), confirming the validity of the data. The optimal brewing conditions produce herbal roselle tea with a vitamin C content of 153,00 mg/100 g, anthocyanin content of 3,985 mg C3G/L, antioxidant activity of 85,53%, pH of 2,4, L* of 13,74, a* of 6,95, and b* of 5,45. The sensory characteristics analysis of the optimum tea brewing produces taste score of 4,67 (very sour), aroma score of 3,87 (distinctive), color score of 4,27 (red), aftertaste score of 3,67 (astringent), and preference score of 2,60 (somewhat like). The low consumer preference is attributed to its excessively sour taste due to the absence of added sweeteners such as sugar. | |
| 29946 | 32382 | K1C016059 | RANCANG BANGUN DAN KARAKTERISASI INSTRUMEN PENGUKUR CURAH HUJAN BERBASIS KAPASITOR SILINDER | Instrumen pengukur curah hujan berbasis kapasitor silinder menggunakan prinsip kapasitansi yang berbahan dielektrik air hujan dan udara. Volume air hujan yang masuk ke dalam bak penampung mempengaruhi nilai kapasitansi dari kapasitor silinder, nilai kapasitansi diubah menjadi volume air dengan menggunakan fungsi kalibrasi. Mikrokontroler Arduino digunakan sebagai pusat kendali sistem elektronika dengan keluaran penampil hasil menggunakan LCD 16×2. Fungsi kalibrasi sensor didapatkan dengan memvariasikan volume air yang masuk sebesar 450 ml hingga 5400 ml. Nilai curah hujan diperoleh setelah melakukan pengukuran volume curah hujan yang tertampung selama 24 jam (1 hari). Alat pengukur curah hujan berbasis kapasitor silinder telah dikarakterisasi, dengan nilai rata-rata akurasi sebesar 97,28% serta presisi sebesar 98,59%. Dari hasil karakterisasi, sensor kapasitif tersebut memiliki sensitivitas sebesar 37,53 nF/ml dengan error yang diperoleh sebesar 2,7%. Pengujian sistem dalam mengukur curah hujan secara alami dilakukan setiap hari selama 12 hari pengujian. Hasil data pengujian dibandingkan dengan data curah hujan dari tiga stasiun pengukur curah hujan terdekat yaitu di Desa Rempoah, Banjarsari Kulon dan Ketenger. Hasil pembandingan menunjukan dalam satu hari yang sama tidak ada data curah hujan yang memiliki hasil pengukuran yang sama, atau hanya sebatas nilainya mendekati dengan pengukuran sistem. | Rainfall measuring instruments based on cylindrical capacitors use the principle of capacitance which is made from rainwater and air dielectrics. The volume of rainwater that enters the reservoir affects the capacitance value of the cylindrical capacitor, the capacitance value is converted into the volume of water using the calibration function. The Arduino microcontroller is used as the control center of the electronic system with the output displaying the results using a 16×2 LCD. The sensor calibration function is obtained by varying the volume of incoming water from 450 ml to 5400 ml. The rainfall value is obtained after measuring the volume of rainfall that is accommodated for 24 hours (1 day). The cylindrical capacitor-based rainfall gauge has been characterized, with an average accuracy value of 97.28% and a precision of 98.59%. From the characterization results, the capacitive sensor has a sensitivity of 37.53 nF/ml with an error of 2.7%. System testing in measuring rainfall naturally was carried out every day for 12 days of testing. The results of the test data were compared with rainfall data from the three closest rainfall measuring stations, namely in Rempoah, Banjarsari Kulon and Ketenger villages. The comparison results show that in the same day there is no rainfall data that has the same measurement results, or only limited to its value approaching the system measurement. | |
| 29947 | 33295 | F1C017038 | Komunikasi Kebijakan Kelurahan Kober sebagai Upaya Pemberdayaan dan Antisipasi Perilaku Immoral di Taman Kober | Komunikasi Kebijakan merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan di dalam tubuh pemerintahan. Komunikasi Kebijakan dilakukan untuk menyampaikan sebuah tujuan atau program dari pemerintah. Dalam hal ini, komunikasi kebijakan digunakan oleh Lurah Kober sebagai upaya pemberdayaan dan pencegahan terjadinya kembali perilaku immoral di Kelurahan Kober, khususnya di Taman Kober. Perilaku Immoral merupakan sebuah bentuk degradasi moral yang harus dihindari dan tidak dapat dibenarkan. Jika diabaikan, perilaku immoral dapat menjadi parasit dalam masyarakat. Penelitian ini membahas tentang bagaimana Lurah Kober menangani perilaku immoral yang ada di Kelurahan Kober, khususnya di Taman Kober Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang bagaimana bentuk perilaku immoral yang terjadi di Taman Kober dan menganalisis solusi atas hambatan yang ditemukan dalam pelaksanaan komunikasi kebijakan yang dilakukan oleh Lurah Kober sebagai upaya pemberdayaan dan antisipasi perilaku immoral di Taman Kober serta melihat tingkat keberhasilannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penentuan informan dalam penelitian ini dengan purposive sampling. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan wawancara mendalam, observasi serta dokumentasi. Validitas data yang digunakan menggunakan trianggulasi sumber. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Perilaku immoral yang sering kali tamPak adalah; muda-mudi yang bermesraan serta mabuk-mabukan, kemudian pernah terlihat juga oknum yang melakukan pemalakan disekitar Taman Kober. Oleh karena itu, Pemerintah Kelurahan Kober melakukan beberapa tindakan diantaranya pembenahan fasilitas umum dan patroli di Taman Kober. Patroli ini dilakukan oleh beberapa kelompok yang dibentuk dari Karang Taruna Kelurahan Kober dan Paguyuban Lowo Ireng yang ditugaskan langsung oleh Lurah Kober. Dewasa ini, strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Kelurahan Kober masih terdapat beberapa kekurangan namun, cukup efektif untuk mengurangi perilaku immoral yang terjadi di Taman Kober. | Policy communication is a form of communication carried out within the government. Policy communication is carried out to convey a goal or program from the government. In this case, the policy communication is used by the Head of Kober Village as an Effort to Empower and Anticipate Immoral Behavior in Kober Park. Immoral behavior is a form of degradation moral that must be avoided and cannot be justified. If this case is ignored, immoral behavior can become a parasite in society. This study discusses how the Head of Kober Village to handles immoral behavior in Kober Village, especially in Kober Park, Banyumas Regency. The purpose of this study is to describe how forms of immoral behavior occur in Kober Park and analyze solutions to the obstacles found in the implementation of policy communication carried out by the Head of Kober Village as an effort to empower and anticipate immoral behavior in Kober Park and see the level of success. This research uses descriptive qualitative method. Determination of informants in this study by purposive sampling. Data collection was carried out using in-depth interviews, observation and documentation. The validity of the data used using source triangulation. The results of this study revealed that the immoral behavior that often appears is; young people making out and getting drunk, then there were also people who did burglary around Kober Park. Therefore, the Kober Village Government took several actions including improving public facilities and patrolling in Kober Park. This patrol was carried out by several groups formed from the Youth Organization of Kober Village and the Lowo Ireng Community who were assigned directly by the Head of Kober Village. Currently, the strategy carried out by the Kober Village Government still has some short comings, but is quite effective in reducing immoral behavior that occurs in Kober Park. | |
| 29948 | 33296 | F1D014019 | KEPEMIMPINAN POLITIK KEPALA DESA DALAM MENGEMBANGKAN BUMDES PERIODE 2013-2019 DI DESA WLAHAR WETAN, KECAMATAN KALIBAGOR, KABUPATEN BANYUMAS | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami kepemimpinan politik Dodiet Prasetyo sebagai Kepala Desa Wlahar Wetan serta memahami faktor pendukung dan faktor penghambat kepemimpinan politik Dodiet Prasetyo sebagai Kepala Desa Wlahar Wetan dalam mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Kusuma Mandiri, Wlahar Wetan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Pertama, kepemimpinan politik Dodiet Prasetyo menunjukan tipe kepemimpinan transformatif, sehingga dalam masa kepemimpinannya Dodiet Prasetyo berhasil membentuk dan mengembangkan BUMDes Karya Kusuma Mandiri dengan cara melakukan musyawarah desa yang bertujuan untuk mengangkat tingkat kegiatan masyarakat yang lebih tinggi, lalu melaksanakan pelatihan perihal pemasaran produk BUMDes untuk meningkatkan motivasi dan moral kelompok BUMDes Wlahar Wetan, yang kemudian berimbas pada berkembangnya perekonomian Desa Wlahar Wetan. Hal tersebut terjadi karena Dodiet Prasetyo sebagai kepala desa mempunyai kualitas personal yang sangat baik dan memiliki kompetensi sebagai seorang pemimpin. Selain itu, Dodiet Prasetyo memiliki tipe kepemimpinan yang inovatif, dengan membentuk beberapa unit bidang usaha untuk mengembangkan BUMDes Wlahar Wetan. Dodiet Prasetyo juga memiliki sifat responsive leader yang cepat tanggap dalam menangani masalah yang terjadi dalam pengembangan BUMDes Karya Kusuma Mandiri. Kedua, faktor yang mendukung keberhasilan kepemimpinan politik Dodiet Prasetyo dalam mengembangkan BUMDes, antara lain: Kualitas personal dan manageraial pemerintahan yang sangat baik. Sedangkan belum menyeluruhnya masyarakat yang ikut berpartisipasi aktif mengikuti program menjadi penghambat kepemimpinan politik Dodiet Prasetyo dalam mengembangkan BUMDes Wlahar Wetan. | This study research aims to understand the political leadership of Dodiet Prasetyo as the Head of Wlahar Wetan Village and understand the supporting factors and inhibition factors of Dodiet Prasetyo's political leadership as the Head of Wlahar Wetan Village in developing a BUMDes Karya Kusuma Mandiri, Wlahar Wetan. This research uses qualitative research methods with phenomenological approach. The results of this research are as follows: First, Dodiet Prasetyo's political leadership showed a transformative type of leadership, so that during his leadership Dodiet Prasetyo succeeded in forming and developing BUMDes Karya Kusuma Mandiri by conducting village deliberations, which is to raise level of community activity to a higher level then conducting training on marketing BUMDes product to increase motivation and morale of BUMDes Wlahar Wetan group which is impacted on the economic development of Wlahar Wetan Village. This happened because Dodiet Prasetyo as the village head has excellent personal qualities and has competence as a leader. In addition, Dodiet Prasetyo has an innovative type of leadership, by forming several business units to develop BUMDes Wlahar Wetan. Dodiet Prasetyo also has type responsive leader that showed in how quick he respond to handling problems that happen in the development of BUMDes Karya Kusuma Mandiri. Second, factors that bring the success of Dodiet Prasetyo's political leadership in developing BUMDes, among others: Excellent personal and managerial quality of government. Meanwhile, not all the people who participated actively participated in the program and the quality and competence of the new leader who replaced him became an obstacle to Dodiet Prasetyo's political leadership in developing BUMDes Wlahar Wetan. | |
| 29949 | 33298 | K1C017012 | ANALISIS KOEFISIEN PENYERAPAN BUNYI DAN KUAT PECAH KOMPOSIT SERAT DAUN LIDAH MERTUA DAN SERBUK GERGAJI | Material komposit merupakan material untuk meradam kebisingan yang biasanya berasal dari aktivitas manusia maupun industri. Material akustik dengan bahan dasar alami dan harga yang terjangkau masih terus dilakukan pencarian, salah satu bahan penyerap bunyi alami yaitu serat daun lidah mertua dan serbuk gergaji. Daun lidah mertua merupakan tanaman hias yang biasanya dibudidayakan dan kurang dimanfaatkan. Serbuk gergaji merupakan limbah dari pengrajin kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat dari serat daun lidah mertua dan serbuk gergaji untuk material peredam bunyi dengan menganalisis nilai koefisien serap bunyi dan nilai kuat pecah untuk mengetahui ketahanan material komposit. Komposit yang dibuat mengalami 2 perlakuan yaitu variasi konsentrasi filler dan variasi ketebalan. perbandingan konsentrasi serat daun lidah mertua, serbuk gergaji, dan epoksi resin adalah 20% : 30% : 50%, 25% : 25% : 50% dan 30% : 20% : 50%, sedangkan untuk variasi ketebalannya yaitu 2 cm dan 3 cm. Sampel perbandingan konsentrasi 30% serat daun lidah mertua : 20% serbuk gergaji : 50% epoksi resin dengan ketebalan 2 cm memiliki nilai rata-rata koefisien serap tertinggi sebesar 0,877. Sampel dengan perbandingan konsentrasi serat daun lidah mertua, serbuk gergaji, dan epoksi resin yaitu 20% : 30% : 50% memiliki nilai uji kuat pecah tertinggi sebesar 3,26 i(J/mm2). | Composite is materials used to muffle noises caused by human acrivitiy or industry. Natural acoustic materials with low cost is highly being searched for. One of the materials can be used as natural soundproof is the fiber of lidah mertua (sansevieria) plant and sawdust. Lidah mertua is a decorative plant that usually cultivated but less further utilized. Sawdust is waste products of woodcrafts. This research aims to observe the benefit of leave fiber of lidah mertua plant and sawdust as noise-muffler materials by analyzing sound absorption coefficient value and break strength value to determine the resistance of composite material. Composite were made using 2 treatments namely with concentration variations and thickness variation. The concentration variations of the leave fiber of lidah mertua, sawdust and epoxy resin were 20% : 30% : 50%, 25% : 25% : 50% and 30% : 20% : 50%. Meanwhile, thickness variations were 2 cm and 3 cm. The sample with ratio 30% fiber : 20% sawdust : 50% epoxy resin and with 2 cm thickness had the higher sound absorption coefficient which were 0,877. The sampel with the ratio of 20% : 30% : 50% of fiber leave, sawdust, and epoxy resin showed the highest break stregth value which were 3,26 (J/mm2). | |
| 29950 | 33299 | E1A017203 | UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) MELALUI KEBIJAKAN PENARIKAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) DI KABUPATEN KULON PROGO | Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dikelola oleh Pemerintah Kabupaten/Kota karena merupakan jenis pajak yang potensial untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Bertitik tolak dari hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan penarikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) agar dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mengetahui faktor-faktor penghambat dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penarikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analitis. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur, jurnal, dan hasil wawancara terdokumentasi sebagai bahan pelengkap. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa kebijakan penarikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dilakukan dengan membuat Peraturan Daerah tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Selain itu, dilakukan dengan menaikkan NJOP sesuai harga riil pasar, pendataan objek pajak dan wajib pajak baru yang belum terdaftar, dan membangun Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pajak Daerah. Adapun dalam penarikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) masih mengalami beberapa hambatan, salah satunya adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. Kata Kunci: Pajak Daerah, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan, Pendapatan Asli Daerah | The Regency/City Government is in charge of the Rural and Urban Land and Building Tax since it is a type of tax that has the ability to raise Original Local Government Revenue, as specified by Law of The Republic Indonesia Number 28 year 2009 concerning Local Taxes and Charges. Based on that, the goal of this study is to learn about the policy of the Rural and Urban Land and Building Tax collection in order to increase Original Local Government Revenue and to identify the factors that inhibit the collection of the Rural and Urban Land and Building Tax from increasing Original Local Government Revenue in Kulon Progo Regency. This research uses a normative juridical method with a statute approach and an analytical approach. The type of data used in this study are secondary data in the form of law, literature books, journals, and documented interviews as complementary data. The policy of collecting the Rural and Urban Land and Building Tax to raise Original Local Government Revenue is carried out by formulating Local Government Regulation on Rural and Urban Land and Building Tax, according to the results of the research and discussion. Moreover, this is accomplished by increasing the tax object sales value in accordance with the real market price, collecting data on new tax objects and unregistered taxpayers, and creating a Local Tax Management Information System. There are still various impediments to the collection of the Rural and Urban Land and Building Tax, one of which is a lack of public awareness about the need of paying taxes. Keywords: Local Taxes, Rural and Urban Land and Building Taxes, Original Local Government Revenue | |
| 29951 | 33300 | F1C017058 | Analisis Wacana Kritis Objektifikasi Perempuan dalam Serial "Emily in Paris" | Penelitian ini menyajikan perlakuan terhadap perempuan oleh karakter laki-laki dalam serial TV. Mills (1998) memberikan cara untuk membantu pembaca memahami makna dalam suatu teks dengan memperhatikan posisi aktor-aktor dalam teks, salah satunya serial TV. Emily in Paris penuh dengan penggambaran perempuan sebagai objek di tempat kerja yang berada di bawah kuasa laki-laki. Pesan feminisme dikemas dalam sebuah kisah komedi romantis yang ringan namun memberikan gambaran nyata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model analisis wacana kritis Sara Mills. Data diperoleh melalui dialog serta gerakan-gerakan nonverbal yang ditampilkan melalui tokoh-tokoh dalam serial. Dengan pandangan teori objektifikasi dan teori standpoint, ditemukan hasil bahwa perempuan diobjektifikasi berdasarkan bentuk tubuh melalui tatapan laki-laki, penyapaan dan sexual jokes, dan eksploitasi tubuh. | This study presents the treatment of women by male characters in TV series. Mills (1998) provides a way to help readers understand the meaning of a text by paying attention to the position of actors in the text, including TV series. Emily in Paris is full of depictions of women as objects in the workplace under the male domination. The message of feminism is set in a lighthearted romantic-comedy story that gives description of the existing phenomenon. This study uses a qualitative method with a critical discourse analysis model of Sara Mills. The data is obtained through dialogues and nonverbal behaviors displayed through the characters in the series. With the Objectification and Standpoint Theory, the results show that women are objectified based on body shape through the male gazes, sexual jokes and greetings, and body exploitation. | |
| 29952 | 33302 | F1B016015 | PENGARUH KUALITAS PELAYANAN INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) TERHADAP KEPUASAN PASIEN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) MAJALENGKA | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Kualitas Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Terhadap Kepuasan Pasien Pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalengka Kabupaten Majalengka”. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya masalah mengenai ketidakpuasan dan ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan yang diterima oleh pasien di IGD RSUD Majalengka, hal ini dibuktikan dengan masih rendahnya kehandalan, daya tanggap, jaminan dan rasa empati dalam memberikan pelayanan kepada para pasien di IGD Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka. Hasil penelitian menunjukkan Kualitas Pelayanan Instalasi Gawat Darurat mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien pada Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka dilihat dari Pseudo R Square pada bagian nilai Nagelkerke sebesar 0,636 atau 63,6 persen dengan nilai Sig 0,001<0,05. Dengan demikian H1 diterima, ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kualitas pelayanan (X) Instalasi Gawat Darurat terhadap kepuasan pasien (Y) pada Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka. | This research tittled "The Effect of Service Quality of Emergency Departements towards Patient Satisfaction Majalengka Regional General Hospital". This research is motivated by the issue of dissatisfaction and discrepancy between expectations and the reality received by patients in the Majalengka Regional General Hospital, this is evidenced by the low reliability, responsiveness, assurance and empathy in providing services to patients in the Hospital Emergency Room, Majalengka Regional General Hospital. The results showed that the Service Quality of Emergency Departements had a positive and significant effect on patient satisfaction at the Majalengka Regional General Hospital as seen from the Pseudo R Square in the Nagelkerke value section of 0.636 or 63.6 percent with a Sig value of 0.001 <0.05. This H1 is accepted, there is a positive and significant effect between service quality (X) in the Emergency Department towards patient satisfaction (Y) at the Majalengka Regional General Hospital. | |
| 29953 | 33303 | C1B016077 | PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KARISMATIK, BUDAYA SEKOLAH DAN KOMITMEN TERHADAP KINERJA TENAGA PENDIDIK (Studi pada Tenaga Pendidik SMK Kesehatan Bantul) | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada tenaga pendidik di SMK Kesehatan Bantul. Penelitian ini berjudul: “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Karismatik, Budaya Organisasi dan Komitmen terhadap Kinerja Tenaga Pendidik (Studi pada Tenaga Pendidik SMK Kesehatan Bantul)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganaisis pengaruh gaya kepemimpinan karismatik, budaya organisasi, dan komitmen terhadap kinerja tenaga pendidik. Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga pendidik tetap pada SMK Kesehatan Bantul yang berjumlah 40 orang. Metode sampel jenuh digunakan dalam pengumpulan jumlah sampel, dimana keseluruhan populasi diambil sebagai sampel. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data penggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solutions) menunjukkan: (1) gaya kepemimpinan karismatik tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja tenaga pendidik, (2) budaya sekolah memiliki pengaruh yang positif dansignifikan terhadap kinerja tenaga pendidik, (3) komitmen memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja tenaga pendidik. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan kinerja tenaga pendidik, pihak SMK Kesehatan Bantul sebaiknya memperhatikan kebijakan yang berkaitan dengan budaya sekolah dan komitmen individu tenaga pendidik. Upaya yang dapat dilakukan dengan meningkatkan kekeluargaan, kolaborasi, semangat untuk terus maju kepada tenaga pendidik. Salah satu langkah yang dapat dijalankan dengan menggelar pertemuan rutin di luar kegiatan sekolah setiap bulannya. Sedangkan upaya yang berkaitan dengan komitmen dapat dilakukan dengan menanamkan rasa bangga selama bekerja yang dapat dilakukan dengan melibatkan tenaga pendidik dalam pengambilan keputusan, seperti mendorong tenaga pendidik agar lebih aktif berpendapat dalam rapat koordinasi rutin. | This research is a survey research on teaching staff at Bantul Health Vocational High School. This research entitled: The effect of charismatic leadership, school’s culture and commitment on teacher performance (a study at teaching staff at Bantul Health Vocational High School). Research objective was to determinate and analyse the influence of charismatic leadership, school culture and commitment on teaching staff performance. The population in this study were 40 permanent teaching staff at Bantul Health Vocational High School. The saturated sample method is used in collecting the number of samples, where the entire population is taken as the sample. Based on results of research and data analysis using SPSS (Statistical Product and Service Solutions) analysis tools, it shows that: (1) charismatic leadership has no effect on teaching staff performance, (2) school culture has a positive and significant effect on teaching staff performance, (3) commitment has a positive and significant on teaching staff performance. Implication of conclusion above is in an effort to improve performance of teaching staff, Bantul Health Vocational School should pay attention to policies related to school culture and individual commitment of educators. Efforts can be made by increasing kinship, collaboration, enthusiasm to keep going for educators. One of the steps that can be carried out is by holding regular meetings outside school activities every month. Meanwhile, efforts that related to commitment can be done by instilling a sense of pride for work which can be done by involving educators in decision making, such as encouraging educators to be more active in their opinion in routine coordination meetings. | |
| 29954 | 33308 | A1D017078 | KAJIAN AGIHAN K DAN SERAPANNYA OLEH TANAMAN PADI SAWAH DI DAS SERAYU HILIR WILAYAH KECAMATAN ADIPALA, KABUPATEN CILACAP | Penelitian bertujuan untuk mengetahui: i) agihan (distribusi) unsur hara kalium pada lahan sawah yang digunakan untuk tanaman padi sawah di DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. ii) hubungan antara kandungan unsur hara kalium dilahan sawah dan serapan kalium dengan hasil tanaman padai sawah di DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. iii) kebutuhan pupuk kalium lahan sawah pada budidaya tanaman padi di DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Penelitian dilaksanakan bulan November 2020 sampai Maret 2021 di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap dan Labolatorium Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan metode survei. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen Kecamatan Adipala, dengan sistem transek yang dibuat tegak lurus aliran Sungai Serayu. Variabel yang diamati pada penelitian meliputi daya hantar listik (DHL) tanah, potensial redoks tanah, berat jenis isi tanah, berat jenis partikel tanah, Ktersedia tanah, K-jaringan tanaman, dan hasil tanaman padi. Hasil penelitian menunjukan bahwa status unsur hara kalium di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap pada SLH 1 sebesar 0,45 cmol(+)/kg-1 , SLH 2 sebesar 0,39 cmol(+)/kg-1 , dan SLH 3 sebesar 0,31 cmol(+)/kg-1 . Hubungan antara K-jaringan tanaman dengan hasil tanaman padi memiliki korelasi yang kuat sebesar 0,667*. Hubungan antara K-tersedia tanah dengan K-jaringan tanaman memiliki korelasi yang kuat sebesar 0,637*. Korelasi antara K-tersedia dengan hasil tanaman padi memiliki nilai r = 0,3676 yang memiliki hubungan korelasi lemah, sedangkan hubungan antara Kjaringan dengan hasil tanaman padi memiliki nilai r = 0,8106 yang memiliki hubungan korelasi sangat kuat. Rekomendasi pemupukan K di lokasi penelitian pada SLH 1 sebesar 63,81 kg K₂O/ha atau setara dengan 106,29 kg KCl/ha. SLH 2 berkisar antara 67,90 kg K₂O/ha atau setara dengan 113,17 kg KCl/ha, sedangkan pada SLH 3 berkisar antara 126,98 kg K₂O/ha atau setara dengan 211,63 kg KCl/ha. | Penelitian bertujuan untuk mengetahui: i) agihan (distribusi) unsur hara kalium pada lahan sawah yang digunakan untuk tanaman padi sawah di DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. ii) hubungan antara kandungan unsur hara kalium dilahan sawah dan serapan kalium dengan hasil tanaman padai sawah di DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. iii) kebutuhan pupuk kalium lahan sawah pada budidaya tanaman padi di DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Penelitian dilaksanakan bulan November 2020 sampai Maret 2021 di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap dan Labolatorium Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan metode survei. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen Kecamatan Adipala, dengan sistem transek yang dibuat tegak lurus aliran Sungai Serayu. Variabel yang diamati pada penelitian meliputi daya hantar listik (DHL) tanah, potensial redoks tanah, berat jenis isi tanah, berat jenis partikel tanah, Ktersedia tanah, K-jaringan tanaman, dan hasil tanaman padi. Hasil penelitian menunjukan bahwa status unsur hara kalium di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap pada SLH 1 sebesar 0,45 cmol(+)/kg-1 , SLH 2 sebesar 0,39 cmol(+)/kg-1 , dan SLH 3 sebesar 0,31 cmol(+)/kg-1 . Hubungan antara K-jaringan tanaman dengan hasil tanaman padi memiliki korelasi yang kuat sebesar 0,667*. Hubungan antara K-tersedia tanah dengan K-jaringan tanaman memiliki korelasi yang kuat sebesar 0,637*. Korelasi antara K-tersedia dengan hasil tanaman padi memiliki nilai r = 0,3676 yang memiliki hubungan korelasi lemah, sedangkan hubungan antara Kjaringan dengan hasil tanaman padi memiliki nilai r = 0,8106 yang memiliki hubungan korelasi sangat kuat. Rekomendasi pemupukan K di lokasi penelitian pada SLH 1 sebesar 63,81 kg K₂O/ha atau setara dengan 106,29 kg KCl/ha. SLH 2 berkisar antara 67,90 kg K₂O/ha atau setara dengan 113,17 kg KCl/ha, sedangkan pada SLH 3 berkisar antara 126,98 kg K₂O/ha atau setara dengan 211,63 kg KCl/ha. | |
| 29955 | 33309 | J1A015014 | JACK’S DISSOCIATIVE IDENTITY DISORDER IN SERGIO G. SÁNCHEZ‘S THE SECRET OF MARROWBONE MOVIE | Dewi, Anissa Meilani. 2021. Jack’s Dissociative Identity Disorder in Sergio G. Sanchez’s The Secret of Marrowbone Movie. Skripsi. Pembimbing 1: Lynda Susana Widya Ayu F, S.S., M.Hum, Pembimbing 2: Muh. Taufiqurrohman, S.S., M.Hum, Penguji: Rosyid Dodiyanto, S.S., M.Hum. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto. Penelitian yang berjudul “Jack’s Dissociative Identity Disorder in Sergio G. Sanchez’s The Secret of Marrowbone Movie” memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana gangguan identitas disosiatif pada tokoh Jack digambarkan dalam film The Secret of Marrowbone. Peneliti menggunakan metode kualitatif dalam menganalisa data. Data utamanya adalah film The Secret of Marrowbone oleh Sergio G. Sanchez. Disamping itu, peneliti menggunakan teori psikoanalisis milik Sigmund Freud untuk menganalisa tanda-tanda gangguan identitas disosiatif pada tokoh Jack dan teori sinematografi milik Joseph V Mascelliis sebagai teori pendukung untuk menganalisa adegan-adegan dalam film The Secret of Marrowbone yang menunjukkan bahwa Jack mengalami gangguan identitas disosiatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh Jack memiliki tanda-tanda gangguan identitas disosiatif diantaranya, memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda, kepribadian lain seringkali mengambil kendali atas perilaku Jack, dan tidak dapat mengingat kembali informasi pribadinya. Dalam hal ini, Jack memiliki tiga kepribadian yaitu Billy, Jane, dan Sam. Kepribadian tersebut muncul karena trauma yang dialami oleh Jack akibat kekerasan yang dilakukan oleh ayahnya, Fairbairn, dan trauma akibat kematian saudaranya yaitu Billy, Jane, dan Sam. Jack bisa sembuh dari gangguan identitas disosiatif setelah melakukan pengobatan ke psikiater bersama Allie, kekasihnya. | Dewi, Anissa Meilani. 2021. Jack Dissociative Identity Disorder in Sergio G. Sanchez’s The Secret of Marrowbone Movie. Thesis. Supervisor 1: Lynda Susana Widya Ayu F, S.S., M.Hum, Supervisor 2: Muh. Taufiqurrohman, S.S., M.Hum, Examiner: Rosyid Dodiyanto, S.S., M.Hum. Ministry of Education and Culture, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Literature Study Program, Purwokerto. The research entitled “Jack's Dissociative Identity Disorder in Sergio G. Sanchez's The Secret of Marrowbone Movie” aims to see how Dissociative Identity Disorder in Jack's character is depicted in The Secret of Marrowbone movie. The researcher used qualitative methods in analyzing data. The primary data is The Secret of Marrowbone movie by Sergio G. Sanchez. In addition, the researcher uses Sigmund Freud's psychoanalytic theory to analyze the symptoms of Dissociative Identity Disorder (DID) in Jack's character and Joseph V Mascelliis' cinematographic theory as a supporting theory to analyze the scenes in the film The Secret of Marrowbone which show that Jack has Dissociative Identity Disorder (DID). The results of this study indicate that Jack's character has symptoms of Dissociative Identity Disorder, such as having two or more different personalities, the altered personalities repeatedly take control of the Jack‘s behavior, and unable to recall his personal information. In this case, Jack has three personalities, namely Billy, Jane, and Sam. These personalities emerged due to trauma caused by the violence perpetrated by his father, Fairbairn, and trauma from the deaths of his siblings Billy, Jane and Sam. Jack can recover from Dissociative Identity Disorder after taking medication to a psychiatrist with Allie, his girlfriend. | |
| 29956 | 33305 | E1A116086 | POLIGAMI KARENA ISTRI TIDAK BISA MENJALANKAN KEWAJIBANNYA (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Malang Nomor :0552/Pdt.G/2019/PA.Mlg) | Perkawinan adalah hubungan antara seorang pria dengan seorang wanita untuk hidup bersama dengan kekal yang diakui oleh Negara. Perkawinan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Asas perkawinan di Indonesia yaitu asas monogami, namun asas monogami ini bersifat terbuka atau tidak mutlak. Pasal 4 ayat (2) undang - undang nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan memberikan izin kepada suami yang akan beristeri lebih dari seorang apabila (a) isteri tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai isteri, (b) isteri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan, (c) isteri tidak dapat melahirkan keturunan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan izin poligami dan akibat hukum terhadap harta dalam perkawinan poligami Pada Putusan Pengadilan Agama Malang Nomor: 0552/Pdt.G/2019/PA.Mlg. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analisis, teknik pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi, data yang terkumpul kemdian disajikan dalam bentuk teks naratif dan analisis data normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat di simpulkan, bahwa majelis hakim dalam mengabulkan permohonan izin poligami dengan alasan isteri kurang maksimal dalam melayani kebutuhan biologis, alasan seperti ini dikualifisir oleh hakim sebagai isteri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai isteri, hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 4 ayat 2 huruf (a) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Pasal 41 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo. Pasal 57 ayat 1 Kompilasi Hukum Islam. Mengenai dengan syarat-syarat dalam permohonan izin poligami semuanya telah terpenuhi, hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 5 ayat 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Pasal 41 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo. Pasal 58 Kompilasi Hukum Islam. Poligami berakibat hukum terhadap harta perkawinan maka dalam proses pengajuan permohonan izin poligami Suami atau Pemohon wajib mengajukan permohonan penetapan harta bersama dengan istri sebelumnya bersamaan dengan permohonan izin poligami. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor: KMA/032/SK/IV/2006, yang bertujuan untuk melindungi hak istri dan mencegah tejadinya sengketa tentang harta bersama setelah perkawinan berlangsung. | Marriage is a relationship between a man and a woman to live together eternally which is recognized by the State. Marriage is regulated in Law Number 1 of 1974 concerning Marriage. The principle of marriage in Indonesia is the principle of monogamy, but the principle of monogamy is open or not absolute. Article 4 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage grants permission to a husband to have more than one wife if (a) the wife is unable to carry out her obligations as a wife, (b) the wife has a physical disability or an incurable disease. , (c) the wife cannot bear children. The formulation of the problem in this research is how the judges' legal considerations in granting a polygamy permit application and the legal consequences on property in a polygamy marriage in the Malang Religious Court Judgement Number 0552/Pdt.G/2019/PA.Mlg. The method used in this research are normative juridical approach, a prescriptive analysis research specification, a literature study data collection technique with an inventory, the collected data is presented in the form of narrative text and qualitative normative data analysis. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the panel of judges in granting the application for a polygamy permit on the grounds that the wife is not optimal in serving biological needs, reasons like this are qualified by the judge as the wife cannot carry out her obligations as a wife, this is in accordance with the provisions of Article 4 paragraph 2 letter (a) of Law Number 1 of 1974 jo. Article 41 Government Regulation Number 9 of 1975 concerning the Implementation of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage jo. Article 57 paragraph 1 of the Compilation of Islamic Law. Regarding the conditions in the application for a polygamy permit, everything has been fulfilled, this is in accordance with the provisions of Article 5 paragraph 1 of Law Number 1 of 1974 jo. Article 41 Government Regulation Number 9 of 1975 concerning the Implementation of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage jo. Article 58 Compilation of Islamic Law. Polygamy has legal consequences for marital property, in the process of submitting an application for a polygamy permit, the husband or applicant is obliged to apply for the determination of joint property with his previous wife together with the application for a polygamy permit. This is in accordance with the Decree of the Chief Justice of the Supreme Court Number: KMA/032/SK/IV/2006, which aims to protect the rights of the wife and prevent disputes regarding joint assets after the marriage takes place. | |
| 29957 | 33306 | A1C016011 | ANALISIS PERUBAHAN WARNA DAN KADAR AIR GULA KELAPA KRISTAL DENGAN PENAMBAHAN LISIN SELAMA PENYIMPANAN MENGGUNAKAN METODE REFLEKTANSI CAHAYA | Gula kelapa kristal merupakan produk dari nira kelapa yang diolah dengan cara pemanasan. Nira kelapa mengandung gula reduksi dan asam amino yang merupakan substrat reaksi Maillard dan selama proses pemasakan reaksi Maillard dapat mempengaruhi warna gula kelapa kristal yang dihasilkan, selain itu perubahan kadar air juga mempengaruhi mutu pada gula kelapa kristal selama penyimpanan. Penelitian menggunakan metode reflektansi cahaya. Penelitian dilakukan mulai dari mengolah nira kelapa menjadi gula kelapa kristal dengan menambahkan asam amino lisin dengan konsentrasi 0; 0,25; 0,5 dan 0,75 mM dan terdapat 2 batch pengolahan gula kelapa kristal, yang mana pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampel acak berjumlah 4 sampel, disimpan selama 4 minggu dan pengulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lisin dengan konsentrasi 0,25 mM mempunyai hubungan yang kuat terhadap kadar air dan kecerahan gula kelapa kristal, selain itu penambahan asam amino lisin juga mempengaruhi kadar air dan kecerahan gula kelapa kristal selama penyimpanan. Metode reflektansi cahaya yang telah dikorelasikan terhadap kadar air maupun dikorelasikan dengan kecerahan berdasarkan nilai R2 tertinggi menujukkan hasil bahwa parameter laser merah mempunyai hubungan yang kuat. Dan berdasarkan nilai MAPE, reflektansi cahaya pada laser merah merupakan parameter yang tepat untuk menduga kadar air dan kecerahan gula kelapa kristal karena menghasilkan nilai error di bawah 10%. | Granulated coconut sugar is a product of coconut sap which is processed by heating. Coconut sap contains reducing sugars and amino acids which are substrates for the Maillard reaction and during the cooking process the Maillard reaction can affect the color of the resulting granulated coconut sugar, besides that changes in water content also affect the quality of crystalline coconut sugar during storage. This research uses the light reflectance method. The research was carried out starting from processing coconut sap into granulated coconut sugar by adding the amino acid lysine with a concentration of 0; 0.25; 0.5 and 0.75 mM and there are 2 batches of granulated coconut sugar processing, in which sampling was carried out using 4 random samples, stored for 4 weeks and repeated 3 times. The results showed that the addition of lysine with a concentration of 0.25 mM had a strong relationship to the moisture content and brightness of granulated coconut sugar, besides the addition of the amino acid lysine also affected the water content and brightness of crystalline coconut sugar during storage. The light reflectance method that has been correlated with water content and correlated with brightness based on the highest R2 value shows that the red laser parameter has a strong relationship. And based on the MAPE value, the light reflectance on the red laser is the right parameter to estimate the moisture content and brightness of granulated coconut sugar because it produces an error value below 10%. | |
| 29958 | 33307 | A1D017066 | ANALISIS KERAGAMAN FENOTIPIK DAN STOMATA TUNAS MUTAN DUA VARIETAS JERUK KEPROK (Citrus reticulata) HASIL RADIASI SINAR GAMMA Co-60 | Jeruk adalah tanaman tahunan yang berasal dari Asia Tenggara. Jeruk termasuk buah terpenting ketiga di Indonesia setelah pisang dan mangga, sedangkan di dunia, jeruk adalah buah yang populer setelah buah anggur. Namun, kualitas jeruk perlu terus diperbaiki untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan meningkatkan daya saing dengan produk hortikultura lainnya. Salah satu usaha perbaikan mutu yang dapat dilakukan yaitu dengan perlakuan radiasi sinar gamma. Radiasi sinar gamma menyebabkan aberasi kromosom seperti inversi dan translokasi yang dapat mengakibatkan serbuk sari dan ovul gugur sehingga tidak terjadi fertilisasi dan menyebabkan partenokarpi atau pembentukan buah tanpa biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon keragaman fenotipik dan stomata tunas mutan jeruk keprok terhadap radiasi sinar gamma Co-60, mendapatkan dosis radiasi sinar gamma yang efektif terhadap keragaman fenotipik dan stomata tunas mutan jeruk keprok, dan mengetahui interaksi antara varietas jeruk dan dosis radiasi sinar gamma Co-60 terhadap keragaman fenotip dan stomata entres mutan jeruk keprok. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 sampai Maret 2021 di Kebun Jeruk Karanggude, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Rancangan yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis radiasi sinar gamma (30, 40, 50, dan 60 Gy) dan faktor kedua yaitu jenis varietas entres jeruk keprok (Rimau Gerga Lebong dan Terigas). Variabel yang diamati yaitu persentase sambung hidup, panjang tunas, jumlah daun, luas daun, kehijauan daun, jumlah stomata, dan kerapatan stomata. Data dianalisis sidik ragam menggunakan uji F dan apabila terdapat keragaman antar perlakuan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian dosis radiasi gamma berpengaruh menaikkan persentase sambung hidup, panjang tunas, jumlah daun, luas daun, dan kehijauan daun. Perbedaan varietas berpengaruh terhadap semua variabel yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan jumlah stomata pada daun jeruk mutan dan menyebabkan nilai kerapatan stomata menjadi semakin kecil. Selain itu, terdapat kenampakan bentuk daun yang berbeda-beda seperti adanya percabangan, tepi daun tidak rapi, dan daun kerdil. Hasil penghitungan nilai radiosensitivitas menunjukkan bahwa nilai LD50 Varietas RGL yaitu 96,85 Gy, sedangkan nilai LD50 pada Varietas Terigas sebesar 45,5 Gy. Dosis radiasi sinar gamma yang efektif untuk menginduksi tanaman jeruk keprok yaitu 40 Gy. Interaksi antara dosis radiasi sinar gamma dan jenis varietas berpengaruh sangat nyata terhadap variabel luas daun dan kehijauan daun. | Citrus fruit is an annual plant originated from Southeast Asia. Citrus is the third most important fruit in Indonesia after bananas and mangoes, while in the world, citrus is the most popular fruit after grapes. However, the quality of citrus needs to be continuously improved to meet consumer needs and increase competitiveness with other horticultural products. One of the quality improvement efforts that can be done is gamma-ray radiation. Gamma-ray radiation causes chromosomal aberrations such as inversions and translocations which can cause pollen and ovules to fall so that fertilization does not occur and causes parthenocarpy or the formation of seedless fruit. The research aims to determine the response of the phenotypic and stomata diversity of jeruk keprok (Citrus reticulata), obtain an effective dose of gamma-ray radiation for inducing mutation in jeruk keprok, and determine the interaction between citrus varieties and the dose of Co-60 gamma-ray radiation on the diversity of phenotypes and stomata of jeruk keprok. The research was carried out from October 2020 to March 2021, in the citrus orchard of Karanggude, Karanglewas District, Banyumas Regency. The design used in the study was a Randomized Block Design (RAK) using two factors. The first factor was the dose of gamma-ray radiation (30, 40, 50, and 60 Gy) and the second factor was the type of citrus varieties (Jeruk Rimau Gerga Lebong and Terigas). The observed variables were successful grafting, shoot length, number of leaves, leaf area, chlorophyll content, number of stomata, and stomatal density. The data was tested using Analysis of Variance and if there was variation between treatments, continued with the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at an error level of 5%. The results of the analysis showed that the dose of gamma-ray radiation affected increasing the percentage of successful grafting, shoot length, number of leaves, leaf area, and chlorophyll content. Type of citrus varieties affected to all observed variables. The results showed that there was a decrease in the number of stomata on mutant citrus leaves and caused stomatal density to be smaller. In addition, there were appearances of different leaf shapes such as abnormal citrus veins, untidy leaf edges, and stunted leaves. The analysis showed that the LD50 value of the RGL varieties was 96.85 Gy, while the LD50 value of the Terigas varieties was 45.5 Gy. The effective dose of gamma-ray radiation to induce mutant citrus plants is 40 Gy. The interaction between the dose of gamma-ray radiation and the type of variety has a very significant effected on the variables of leaf area and leaf greenness. | |
| 29959 | 32820 | F1F017082 | Peran Aktivisme Digital Marcus Rashford dan FareShare terhadap Perubahan Kebijakan Pemerintah Britania Raya | Penelitian ini berusaha melihat peran aktivisme digital Marcus Rashford dan FareShare yang menggunakan tagar #maketheUturn dan #EndChildFoodPoverty dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah Britania Raya mengenai bantuan pangan yang berpengaruh pada kondisi ketahanan pangan penerima hak tersebut. Untuk menganalisis hal tersebut, penulis menggunakan konsep food security dan cyberactivism. Berdasarkan data yang diperoleh, Marcus Rashford merupakan pemain sepak bola professional yang bermain untuk klub Manchester United dan tim nasional Inggris sedangkan FareShare merupakan badan amal yang telah berdiri sejak tahun 1994 dan berfokus pada isu kerawanan pangan pangan. Sebelumnya pemerintah Britania Raya belum berkomitmen untuk menjaga ketahanan pangan anak-anak di Britania Raya dengan adanya pemberhentian bantuan pangan anak yaitu Free School Meals dan Holiday Activities and Food yang kemudian membuat Marcus Rashford dan FareShare bekerja sama untuk menjalankan aktivisme digital yang mendapatkan dukungan dari 54 pihak industri makanan dan organisasi non-pemerintah yang kemudian berperan memberikan pengaruh dalam putusan kebijakan pemerintah Britania Raya untuk melanjutkan bantuan pangan sepanjang tahun hingga setidaknya Maret 2022. | This study examines the role of digital activism by Marcus Rashford and FareShare. They use the hashtags #maketheUturn and #EndChildFoodPoverty in influencing the UK government's policy on food assistance which affects the food security of the recipients of these rights. To analyze this, the author uses the concepts of food security and cyberactivism. Based on the data obtained, Marcus Rashford is a professional football player. He plays for Manchester United and the England national team, while FareShare is a charity established in 1994 and focuses on food insecurity. Previously, the British government did not commit to maintaining the food security of children in the United Kingdom with the termination of children's food assistance, namely Free School Meals and Holiday Activities and Food, which then made Marcus Rashford and FareShare work together to carry out digital activism which received support from 54 parties from the food industry and non-governmental organizations that subsequently play a role in influencing the UK government's policy decision to continue food aid throughout the year until at least March 2022. | |
| 29960 | 43018 | A1F018001 | Strategi Perbaikan Pangan Tradisional Majalengka | Setiap daerah memiliki pangan tradisional masing-masing yang menjadi ciri khas daerah tersebut, begitupun di daerah Majalengka. Brem Rajakepok adalah salah satu pangan tradisional Majalengka yang telah ada dari 1970, namun keberadaannya mulai mengalami kelangkaan dan hanya tersisa dua orang produsen Brem. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan strategi perbaikan pangan tradisional Majalengka agar mampu bersaing di era global. Metode penelitian berupa survei, wawancara pakar dan kuesioner penentuan tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen dilakukan menggunakan teknik non-probability sampling jenis purposive sampling. Strategi pengembangan produk dirumuskan berdasarkan hasil penilaian atribut produk menggunakan metode IPA (Importance Performance Analysis). Hasil analisis tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen dengan IPA terdapat 3 atribut yang perlu diperbaiki. Strategi perbaikan meliputi perbaikan pada kemampuan kemasan dalam melindungi produk, umur simpan, dan sertifikasi produk. | Each region has its own traditional food which is characteristic of that region, and this is also the case in the Majalengka area. Brem Rajakepok is one of Majalengka's traditional foods that has been around since 1970, but its existence is starting to experience scarcity and only two Brem producers remain. The aim of this research is to formulate a strategy to improve Majalengka's traditional food so that it can be able to compete in the global era. Research methods in the form of surveys, expert interviews, and questionnaires to determine the level of interest and satisfaction of consumers were carried out using non-probability sampling techniques, purposive sampling. Product development strategies are formulated based on the results of product attribute assessments using the IPA (Importance Performance Analysis) method. The results of the analysis of the level of interest and consumer satisfaction with IPA show 3 attributes that need to be improved. Improvement strategies include improvements to packaging ability to protect the product, shelf life, and product certification. |