Artikel Ilmiah : A1D017078 a.n. HAIDAR AMMAR

Kembali Update Delete

NIMA1D017078
NamamhsHAIDAR AMMAR
Judul ArtikelKAJIAN AGIHAN K DAN SERAPANNYA OLEH TANAMAN PADI SAWAH DI DAS SERAYU HILIR WILAYAH KECAMATAN ADIPALA, KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian bertujuan untuk mengetahui: i) agihan (distribusi) unsur hara
kalium pada lahan sawah yang digunakan untuk tanaman padi sawah di DAS
Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. ii) hubungan antara
kandungan unsur hara kalium dilahan sawah dan serapan kalium dengan hasil
tanaman padai sawah di DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten
Cilacap. iii) kebutuhan pupuk kalium lahan sawah pada budidaya tanaman padi di
DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Penelitian
dilaksanakan bulan November 2020 sampai Maret 2021 di Kecamatan Adipala,
Kabupaten Cilacap dan Labolatorium Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas
Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan metode survei.
Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen
Kecamatan Adipala, dengan sistem transek yang dibuat tegak lurus aliran Sungai
Serayu. Variabel yang diamati pada penelitian meliputi daya hantar listik (DHL)
tanah, potensial redoks tanah, berat jenis isi tanah, berat jenis partikel tanah, Ktersedia tanah, K-jaringan tanaman, dan hasil tanaman padi. Hasil penelitian
menunjukan bahwa status unsur hara kalium di Kecamatan Adipala, Kabupaten
Cilacap pada SLH 1 sebesar 0,45 cmol(+)/kg-1
, SLH 2 sebesar 0,39 cmol(+)/kg-1
,
dan SLH 3 sebesar 0,31 cmol(+)/kg-1
. Hubungan antara K-jaringan tanaman dengan
hasil tanaman padi memiliki korelasi yang kuat sebesar 0,667*. Hubungan antara
K-tersedia tanah dengan K-jaringan tanaman memiliki korelasi yang kuat sebesar
0,637*. Korelasi antara K-tersedia dengan hasil tanaman padi memiliki nilai r =
0,3676 yang memiliki hubungan korelasi lemah, sedangkan hubungan antara Kjaringan dengan hasil tanaman padi memiliki nilai r = 0,8106 yang memiliki
hubungan korelasi sangat kuat. Rekomendasi pemupukan K di lokasi penelitian
pada SLH 1 sebesar 63,81 kg K₂O/ha atau setara dengan 106,29 kg KCl/ha. SLH 2
berkisar antara 67,90 kg K₂O/ha atau setara dengan 113,17 kg KCl/ha, sedangkan
pada SLH 3 berkisar antara 126,98 kg K₂O/ha atau setara dengan 211,63 kg KCl/ha.
Abtrak (Bhs. Inggris)Penelitian bertujuan untuk mengetahui: i) agihan (distribusi) unsur hara
kalium pada lahan sawah yang digunakan untuk tanaman padi sawah di DAS
Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. ii) hubungan antara
kandungan unsur hara kalium dilahan sawah dan serapan kalium dengan hasil
tanaman padai sawah di DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten
Cilacap. iii) kebutuhan pupuk kalium lahan sawah pada budidaya tanaman padi di
DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Penelitian
dilaksanakan bulan November 2020 sampai Maret 2021 di Kecamatan Adipala,
Kabupaten Cilacap dan Labolatorium Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas
Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan metode survei.
Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen
Kecamatan Adipala, dengan sistem transek yang dibuat tegak lurus aliran Sungai
Serayu. Variabel yang diamati pada penelitian meliputi daya hantar listik (DHL)
tanah, potensial redoks tanah, berat jenis isi tanah, berat jenis partikel tanah, Ktersedia tanah, K-jaringan tanaman, dan hasil tanaman padi. Hasil penelitian
menunjukan bahwa status unsur hara kalium di Kecamatan Adipala, Kabupaten
Cilacap pada SLH 1 sebesar 0,45 cmol(+)/kg-1
, SLH 2 sebesar 0,39 cmol(+)/kg-1
,
dan SLH 3 sebesar 0,31 cmol(+)/kg-1
. Hubungan antara K-jaringan tanaman dengan
hasil tanaman padi memiliki korelasi yang kuat sebesar 0,667*. Hubungan antara
K-tersedia tanah dengan K-jaringan tanaman memiliki korelasi yang kuat sebesar
0,637*. Korelasi antara K-tersedia dengan hasil tanaman padi memiliki nilai r =
0,3676 yang memiliki hubungan korelasi lemah, sedangkan hubungan antara Kjaringan dengan hasil tanaman padi memiliki nilai r = 0,8106 yang memiliki
hubungan korelasi sangat kuat. Rekomendasi pemupukan K di lokasi penelitian
pada SLH 1 sebesar 63,81 kg K₂O/ha atau setara dengan 106,29 kg KCl/ha. SLH 2
berkisar antara 67,90 kg K₂O/ha atau setara dengan 113,17 kg KCl/ha, sedangkan
pada SLH 3 berkisar antara 126,98 kg K₂O/ha atau setara dengan 211,63 kg KCl/ha.
Kata kunciK-tersedia, K-jaringan tanaman, tanaman padi, rekomendasi pemupukan.
Pembimbing 1Dr. Ir. Muhammad Rifan, M.P.
Pembimbing 2Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri2021-08-22 17:33:53.319259
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.