Artikelilmiahs

Menampilkan 30.001-30.020 dari 50.083 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3000133355E1A017345PEMBERHENTIAN PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA OLEH PRESIDEN DALAM PELANGGARAN PRINSIP SISTEM MERIT YANG DILAKUKAN PEJABAT PEMBINA KEPEGAWAIAN MENURUT PP. NOMOR 17 TAHUN 2020Sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang perubahan PP. Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil didalamnya mencantumkan bahwa presiden dapat memberhentikan ASN secara langsung jika terbukti adanya pelanggran prinsip sistem merit yang dilakukan oleh PPK, namun dalam PP tersebut tidak menjelaskan pelanggaran sistem merit yang seperti apa sehingga presiden dapat menarik wewenang PPK tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kriteria pelanggaran prinsip sistem merit yang termasuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 sehingga presiden dapat mengambil alih wewenang PPK dalam pemberhentian ASN serta menganalisis prosedur pemberhentian ASN oleh Presiden secara langsung akibat adanya pelanggaran sistem merit oleh PPK. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, yaitu metode pendekatan perundang – undangan (StatuteApproach). Dalam penelitian ini sumber bahan hukum yang dilakukan adalah data primer dan sekunder dan analisis data dilakukan secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, pengambil alihan wewenang ppk oleh presiden dalam memberhentikan pegawai ASN dikarenakan PPK yang bersangkutan tidak memebrikan hukuman disiplin terhadap pegawai ASN yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin berat dan bagi PPK yang tidak memberi putusan berupa sanksi hukuman berat bagi pegawai ASN yang terbukti melakukan pelanggaran hukuma disiplin berat dapat dilaporkan kepada jika adanya indikasi pelanggaran sistem merit yang terjadi pada instansi tersebut kepada KASN.DISMISSAL OF THE STATE CIVIL APPARATUS BY THE PRESIDENT IN VIOLATION OF THE PRINCIPLE OF THE MERIT SYSTEM CARRIED OUT BY THE CIVIL SERVICE SUPERVISOR ACCORDING TO GOVERNMENT REGULATION NO. 17 OF 2020
By : Nathasya Larassati Dewi
ABSTRACT
Since the issuance of Government Regulation Number 17 of 2020 concerning amendments to Government Regulation Number 11 of 2017 concerning Management of Civil Servants, it states that the president can dismiss the State Civil Apparatus directly if it is proven that there is a violation of the merit system principle by the Civil Service Supervisor (PPK), but in a Government Regulation does not explain what kind of merit system violation was so that the president could withdraw the PPK's authority.
This research aims to analyze the criteria for violations of the principles of the merit system included in Government Regulation No. 17 of 2020 so that the president can take over the authority of PPK in dismissing ASN and analyze the procedure of dismissing ASN by the President directly due to violations of the merit system by PPK. This research uses normative juridical approach methods, namely the method of legal approach (statute approach). In this study, the sources of legal materials conducted were primary and secondary data and data analysis was conducted in a qualitative normative manner. Based on the results of research and discussion, the takeover of ppk authority by the president in dismissing ASN employees because the PPK concerned does not provide disciplinary penalties against ASN employees who are proven to have serious disciplinary violations and for PPK who do not give a verdict in the form of severe penalty sanctions for ASN employees who are proven to have violations of severe disciplinary law can be reported to if there is an indication of violations of the merit system that occurred in the the agency to the State Civil Apparatus Commission (KASN).

Keywords : Dismissal, The State Civil Apparatus, The Civil Service Supervisor, Violation, Principle Of The Merit System.
3000233356A1A016028Pengaruh Kemitraan Terhadap Loyalitas Anggota Kelompok Tani Lereng Slamet Dengan PT Indo Agroforestry Di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten BanyumasPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui loyalitas petani gula semut terhadap kemitraan, mengetahui pendapatan yang diperoleh anggota kelompoktani setelah bermitra dengan PT Indo Agroforestry dari kegiatan usahatani gula semut, dan mengetahui pengaruh pola kemitraan terhadap loyalitas anggota kelompoktani. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis desktirftif, analisis pendapatan, PLS-SEM (Structural Equation Modeling), dan Likert’s Summated Ratings. Variabel yang diteliti adalah Kepuasan (X1). Kualitas (X2), Citra (X3) dan Kemitraan (Y1), Loyalitas (Y2). Hasil penelitian menunjukkan pendapatan pengrajin gula semut dalam sehari yaitu sebanyak 292 kg total penerimaan sebesar Rp 5.296.500. Faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas anggota kelompoktani secara signifikan yaitu pengaruh kualitas terhadap kemitraan dengan nilai signifikansi sebesar 3,142 > 1,96 (significance level 5%). Nilai signifikansi terendah diperoleh pengaruh dari variabel kualitas terhadap loyalitas anggota dengan nilai signifikansi sebesar 0,351 < 1,96. Dari 7 hipotesis yang diajukan nilai yang tidak signifikan diperoleh oleh 4 hipotesis yaitu kepuasan terhadap kemitraan, kepuasan terhadap loyalitas, kemitraan terhadap loyalitas dan kualitas terhadap loyalitas karena memiliki nilai signifikan yang kurang dari t-tabel (significance level 5% atau 1,96) .

This study aims to find out the loyalty of gula semut farmers to partnerships, know the income earned by group members after partnering with PT Indo Agroforestry from gula semut farming activities, and know the influence of partnership patterns on the loyalty of group members. The data analysis methods used in this study are descriptive analysis, revenue analysis, PLS-SEM (Structural Equation Modeling), and Likert's Summated Ratings. The variable studied was Satisfaction (X1). Quality (X2), Image (X3) and Partnership (Y1), Loyalty (Y2). The results showed the income of gula semut craftsmen in a day is as much as 318 kg total receipts of Rp 5,679,000. Factors that significantly affect the loyalty of group members are the influence of quality on partnerships with a significance value of 3,142 > 1.96 (significance level 5%). The lowest significance value was derived from the influence of quality variables on member loyalty with a significance value of 0.351 < 1.96. Of the 7 hypotheses submitted insignificant value obtained by 4 hypotheses namely satisfaction to partnership, satisfaction to loyalty, partnership toloyalty and quality to loyalty because it has a significant value that is less than the t-table (significance level 5% or 1.96).

3000333357I1E017035HUBUNGAN KOORDINASI MATA TANGAN, KEKUATAN OTOT LENGAN DAN OTOT PERUT TERHADAP KEMAMPUAN LEMPAR LEMBING MAHASISWA PENJAS UNSOED ANGKATAN 2018Latar Belakang: Terdapat mahasiswa Penjas Unsoed yang masih mengalami kendala pada saat melakukan lempar lembing. Komponen kondisi fisik pada nomor lempar lembing adalah kekuatan, kecepatan, kelentukan, kelincahan, koordinasi serta keseimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan koordinasi mata tangan, kekuatan otot lengan dan kekuatan otot perut terhadap kemampuan lempar lembing serta seberapa besar pengaruh atau sumbangan dari tiap-tiap variabel.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran, jumlah sampel sebanyak 16 mahasiswa menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik korelasi pearson product moment, uji korelasi ganda, uji regresi linear sederhana, uji regresi linear berganda, serta sumbangan efektif dan sumbangan relatif.
Hasil Penelitian: Hasil dari penelitian ini dapat di uraikan bahwa ada hubungan koordinasi mata tangan terhadap kemampuan lempar lembing dengan nilai p = 0,00, r = 0,880 dan SE = 29,7%, ada hubungan kekuatan otot lengan terhadap kemampuan lempar lembing dengan nilai p = 0,00 r = 0,812, SE = 22,6%, ada hubungan kekuatan otot perut terhadap kemampuan lempar lembing dengan nilai p = 0,00, r = 0,906, SE = 40%, ada hubungan koordinasi mata tangan, kekuatan otot lengan dan kekuatan otot perut terhadap kemampuan lempar lembing dengan nilai p = 0,00 dan r = 0,961 serta nilai koefisien determinasi ke-tiga variabel bebas Rsquare = 0,923 artinya kontribusi simultan sebesar 92,3%.
Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan, dapat disimpukan bahwa terdapat hubungan antara koordinasi mata tangan, kekuatan otot lengan dan kekuatan otot perut terhadap kemampuan lempar lembing.
Background: There are Unsoed’s Physical Education students who still have trouble while doing the javelin-throw. The components of the physical condition in the javelin-throwing sport are strength, speed, flexibility, agility, coordination and balance. This research aims to determine the relation of eye-hand coordination, arm muscle strength and abdominal muscle strength to the ability to throw a javelin and how much the effect or contribution of each variable.
Methods: This research is a correlational research who use tests and measurements as techniques to collect the data. The number of samples is 16 students using purposive sampling technique. Data were analyzed using pearson product moment correlation test, multiple correlation test, simple linear regression test, multiple linear regression test, and effective contribution and relative contribution.
Result: The results of this research can be described that there is a relation between eye-hand coordination and javelin-throwing ability with p = 0.00, r = 0.880 and SE = 29.7%, there is a relation between arm muscle strength and javelin-throwing ability with p = 0. ,00 r = 0.812, SE = 22.6%, there is a relation between abdominal muscle strength and javelin-throwing ability with p = 0.00, r = 0.906, SE = 40%, there is a relation between eye-hand coordination, arm muscle strength and abdominal muscles strength on the ability to throw a javelin with a value of p = 0.00 and r = 0.961 and the value of the coefficient of determination of the three independent variables R square = 0.923, it means that the simultaneous contribution is 92.3%.
Conclusion: Based on the research that has been done, it can be concluded that there is a relation between hand-eye coordination, arm muscle strength and abdominal muscle strength on the ability of javelin-throwing sport.
3000432887I1D017051HUBUNGAN PENGGUNAAN FASILITAS PENGANTARAN MAKANAN ONLINE DENGAN KONSUMSI FAST FOOD DAN AKTIVITAS FISIK DI MASA PANDEMI COVID-19 (STUDI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN)Latar Belakang: Coronavirus Disease (COVID-19) membuat pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan pembatasan mobilitas. Sehingga, mahasiswa menggunakan fasilitas pengantaran makanan online untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari. Hal tersebut berpengaruh pada aktivitas fisik dan konsumsi fast food. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara penggunaan fasilitas pengantaran makanan online dengan konsumsi fast food dan aktivitas fisik di masa pandemi COVID-19 pada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman.

Metodologi: Penelitian observasional analitik ini menggunakan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman sebanyak 90 orang yang dipilih melalui metode Purposive Sampling dan menggunakan uji statistik Fisher Exact. Variabel bebas penelitian ini adalah penggunaan fasilitas pengantaran makanan online, sedangkan variabel terikat adalah konsumsi fast food dan aktivitas fisik. Data konsumsi fast food menggunakan form Food Frequency Questionnaire (FFQ) Fast Food dan aktivitas fisik menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ).

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan terdapat 27 mahasiswa yang sering mengkonsumsi fast food dan 88 mahasiswa melakukan aktivitas rendah. Tidak terdapat hubungan antara penggunaan fasilitas pengantaran makanan online konsumsi fast food (p=0,833) dan aktivitas fisik (p=0,594).

Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara penggunaan fasilitas pengantaran makanan online dengan konsumsi fast food dan aktivitas fisik.
Background: Coronavirus Disease (COVID-19) has forced the Indonesian government to implement a mobility restriction policy. Thus,, students use online food delivery facilities to meet their daily food needs. This will affect physical activity and consumption fast food. The research aims to determine the correlation between the use of online food delivery facilities with fast food and physical activity during the COVID-19 pandemic for Jenderal Soedirman University students.

Methodes: This analytic observational study used a cross sectional. The research subjects were 90 students of Jenderal Soedirman University who were selected through the Purposive Sampling method and using statistical tests Fisher Exact. The independent variable of this study is the use of online food delivery facilities, while the dependent variable are the consumption fast food and physical activity. Fast food consumption data using the Food Frequency Questionnaire (FFQ) and physical activity using the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ).

Results: The results showed that there were 27 students who often consumed fast food and 88 students who did low activities. There was no correlation the use of online food delivery facilities with fast food consumption (p=0,833) and physical activity (p=0,594).

Conclusion: There is no correlation the use of online food delivery facilities with fast food consumption and physical activity.
3000533359A1C017042Audit Energi pada Industri Pengolahan Tahu (Studi Kasus Industri Kecil Menengah Desa Sampang dan Desa Brani Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap) Tahu merupakan makanan yang mengandung protein dan terbuat dari sari kedelai yang diperoleh melalui proses fermentasi kacang kedelai. Adanya peningkatan konsumsi tahu mengakibatkan meningkatnya kebutuhan energi pada suatu industri pengolahan tahu. Penggunaan energi yang dilakukan secara efisiensi ini dapat dilakukan dengan cara audit energi yang akan mendapatkan energi yang digunakan dan mengatahui cara penghematannya. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui kebutuhan energi pada tiap proses pengolahan tahu, 2) mengetahui bentuk, sumber dan jumlah kebutuhan energi yang digunakan pada proses produksi pengolahan tahu di Desa Sampang dan Desa Brani, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, 3) mengetahui perbandingan tingkat efisiensi dari kedua industri pengolahan tahu di Desa Sampang dan Desa Brani, Kecamatan Cilacap, Jawa Tengah, dan 4) mengidentifikasikan hasil dari perbandingan data yang diperoleh dari kedua industri pengolahan tahu untuk melakukan suatu upaya penghematan energi atau diversifikasi penggunaan energi.
Penelitian ini dilakukan pada dua industri kecil di Desa Sampang milik Bapak Maryo dan Desa Brani milik Bapak Sholeh yang berlokasi di Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari 2021 hingga bulan April 2021. Pengambilan yang dilakukan pada kedua industri ini agar memperoleh data energi serta mengamati perbedaan alat yang digunakan saat pengolahan tahu tersebut. Metode pengambilan data dilakukan tiap produksi dalam satu hari. Variabel yang diperoleh dari pengambilan data seperti jumlah produksi tahu perhari, kebutuhan energi bahan bakar biomassa (sekam padi dan kayu bakar), kebutuhan energi manusia, kebutuhan energi listrik, kebutuhan energi bahan bakar solar, dan kebutuhann energi pada batu pemberat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa energi yang dibutuhkan di industri pengolahan tahu bapak Maryo sebesar 779,06 MJ atau 5,19 MJ/kg yang diperoleh dari sumber energi seperti energi manusia (33,47 MJ atau 0,22MJ/kg), energi bahan bakar biomassa (552,29 MJ atau 3,68 MJ/kg), dan energi bahan bakar solar (193,30 MJ atau 1,29 MJ/kg). Energi yang digunakan pada industri pengolahan tahu milik bapak Maryo ini sebesar 244,81 MJ atau 1,63 MJ/kg yang berasal dari energi yang digunakan pada industri ini seperti energi manusia (18,43 MJ atau 0,12 MJ/kg), energi bahan bakar biomassa (122,54 MJ atau 0,82 MJ/kg), dan energi bahan bakar solar (103,84 MJ atau 0,69 MJ/kg). Hasil penelitian pada industri pengolahan tahu bapak Sholeh sebesar (2205,77 MJ atau 6,30 MJ/kg) yang diperoleh dari sumber energi seperti energi manusia sebesar (33,47 MJ atau 0,10 MJ/kg), energi bahan bakar biomassa (2109,60 MJ atau 6,03 MJ/kg), dan energi listrik (62,70 MJ atau 0,18 MJ/kg). Energi yang digunakan pada industri pengolahan tahu milik bapak Sholeh sebesar (298,74 MJ atau 0,85 MJ/kg) yang berasal dari energi yang digunakan pada industri seperti energi manusia (32,22 MJ atau 0,09 MJ/kg), energi bahan bakar biomassa (214,11 MJ atau 0,61 MJ/kg), dan energi listrik (52,41 MJ atau 0,15 MJ/kg).
Tofu is a food that contains protein and is made from soybean juice obtained through the fermentation process of soybeans. An increase in tofu consumption results in an increase in energy demand in a tofu processing industry. Energy use that is carried out efficiently can be done by means of an energy audit that will get the energy used and know how to save it. This study aims to 1) determine the energy requirements of each tofu processing process, 2) determine the form, source and amount of energy used in the tofu processing production process in Sampang Village and Brani Village, Sampang District, Cilacap Regency, Central Java, 3) find out the comparison of the efficiency levels of the two tofu processing industries in Sampang Village and Brani Village, Cilacap District, Central Java, and 4) identify the results of the comparison of data obtained from the two tofu processing industries to make an effort to save energy or diversify energy use.
This research was conducted on two small industries in Sampang Village owned by Mr. Maryo and Mr. Sholeh's Brani Village located in Sampang District, Cilacap Regency, Central Java. This research was carried out from February 2021 to April 2021. The sampling was carried out on these two industries in order to obtain energy data and observe the differences in the tools used when processing the tofu. The data collection method is carried out for each production in one day. Variables obtained from data collection include the amount of tofu production per day, energy requirements for biomass fuels (rice husks and firewood), human energy needs, electrical energy requirements, diesel fuel energy requirements, and energy requirements for ballast stones.
The results showed that the energy needed in the tofu processing industry Mr. Maryo was 779.06 MJ or 5.19 MJ/kg obtained from energy sources such as human energy (33.47 MJ or 0.22 MJ/kg), biomass fuel energy (552, 29 MJ or 3.68 MJ/kg), and diesel fuel energy (193.30 MJ or 1.29 MJ/kg).The energy used in the tofu processing industry belonging to Mr. Maryo is 244.81 MJ or 1.63 MJ/kg which comes from the energy used in this industry such as human energy (18.43 MJ or 0.12 MJ/kg), biomass fuel energy (122.54 MJ or 0.82 MJ/kg), and diesel fuel energy (103.84 MJ or 0.69 MJ/kg). The results of research on the tofu processing industry of Mr. Sholeh amounted to (2205.77 MJ or 6.302 MJ/kg) obtained from energy sources such as human energy of (33.47 MJ or 0.10 MJ/kg), biomass fuel energy (2109.60 MJ or 6,03 MJ/kg), and electrical energy (62.70 MJ or 0.18 MJ/kg). The energy used in Sholeh's tofu processing industry (298.74 MJ or 0.86 MJ/kg) comes from energy used in industries such as human energy (32.22 MJ or 0.09 MJ/kg), biomass fuel energy (214.11 MJ or 0.61 MJ/kg), and electrical energy (52.41 MJ or 0.15 MJ/kg).
3000633360A1D015136PENGARUH MEDIA TANAM DAN ZAT PENGATUR TUMBUH AUKSIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) SISTEM HIDROPONIK IRIGASI TETESPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi media tanam dan konsentrasi zat pengatur tumbuh auksin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah sistem hidroponik irigasi tetes. Penelitian ini dilaksanakan di Experimental Farm Green House Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Banyumas mulai dari bulan Juli 2020-September 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu variasi media tanam yang terdiri dari empat variasi: pasir (M0), pasir+arang sekam (M1), pasir+cocopeat (M2), dan pasir+serbuk gergaji (M3). Faktor kedua yaitu konsentrasi auksin Indole Butyric Acid (IBA) yang terdiri dari empat taraf: 0 ppm (A0), 100 ppm (A1), 200 ppm (A2), dan 300 ppm (A3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam hanya berpengaruh terhadap bobot kering daun. Perlakuan konsentrasi auksin tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Kombinasi antara perlakuan variasi media tanam dan konsentrasi auksin tidak menunjukkan adanya pengaruh pada semua variabel pengamatan.This study aims to determine the variation of growing media and concentration of auxin growth regulator on the growth and yield of shallots in drip irrigation hydroponic systems. This research was carried out at the Experimental Farm Green House, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Banyumas starting from July-September 2020. The study used a Completely Randomized Block Design (RAKL) with two factors. The first factor is the variety of planting media which consists of four variations: sand (M0), sand+husk charcoal (M1), sand+cocopeat (M2), and sand+sawdust (M3). The second factor is the concentration of auxin Indole Butyric Acid (IBA), which consists of four levels: 0 ppm (A0), 100 ppm (A1), 200 ppm (A2), and 300 ppm (A3). The results showed that the treatment of planting media only affected the dry weight of the leaves. Auxin concentration treatment had no effect on plant growth and yield. The combination of treatment with variations in planting media and auxin concentration did not show any effect on all observed variables.
3000733304I1E017048HUBUNGAN ANTARA KOORDINASI MATA TANGAN DAN EFIKASI DIRI DENGAN KETEPATAN FREE THROW BOLA BASKET SISWA EKSTRAKURIKULER
SMAN 1 SIDAREJA
Latar belakang: Ekstrakurikuler merupakan kegiatan kurikuler yang dilaksanakan diluar jam pembelajaran intrakurikuler dan kegiatan pembelajaran kokurikuler, di bawah bimbingan serta pengawasan dari satuan pendidikan. Ekstrakurikuler memiliki tujuan mengembangkan potensi, minat, bakat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, serta kemandirian peserta didik untuk mendukung pencapaian dari tujuan pendidikan nasional. Bola basket merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler olahraga yang dilakukan dalam bentuk permainan berkelompok, serta memerlukan komponen latihan berupa perpaduan antara komponen teknik, kondisi fisik dan Psikologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara koordinasi mata tangan dan efikasi diri dengan ketepatan Free Throw.

Metodelogi: Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan korelasional. Sampel pada penelitian ini menggunakan anggota siswa ekstrakurikuler SMAN 1 Sidareja sebanyak 20 responden putra. Teknik analisis data menggunakan korelasi Pearson Corellation.

Hasil Penelitian: Kriteria pengambilan keputusan adalah nilai Sig < 0,05 disimpulkan bahwa data memiliki hubungan signifikan dan sebaliknya. Berdasarkan analisis data menunjukan nilai signifikasi dari seiap item tes adalah sebagai berikut: 1) Hubungan koordinasi mata tangan dengan free throw (0.003), 2) Hubungan efikasi diri dengan free throw (0.020), dan 3) Hubungan koordinasi mata tangan dan efikasi diri dengan free throw (0.002).

Kesimpulan: Berdasarkan interpretasi data penelitian maka dapat disimpulkan bahwa koordinasi mata tangan dan edikasi diri memiliki hubungan yang signifikan dengan ketepatan free throw.

Kata Kunci: Efikasi Diri, Koordinasi Mata Tangan, Ketepatan Free Throw
Background: Extracurricular activities are curricular activities carried out outside of intracurricular learning hours and co-curricular learning activities, under the guidance and supervision of the education unit. Extracurricular has the aim of developing the potential, interests, talents, abilities, personality, cooperation, and independence of students to support the achievement of national education goals. Basketball is one of the sports extracurricular activities carried out in the form of group games, and requires a training component in the form of a combination of technical components, physical conditions and psychology. The purpose of this study was to determine the relationship between hand eye coordination and self-efficacy with the accuracy of Free Throw.

Methodology: This research belongs to the type of quantitative research using a correlational approach. The sample in this study used extracurricular members of SMAN 1 Sidareja as many as 20 male respondents. The data analysis technique used Pearson Corellation correlation.

Research Results: The decision-making criteria is the value of Sig <0.05, it is concluded that the data has a significant relationship and vice versa. Based on data analysis shows the significance value of each test item is as follows: 1) The relationship between hand eye coordination and the free throw (0.003), 2) The relationship between self-efficacy and the free throw (0.020), and 3) The relationship between hand eye coordination and self-efficacy with free throw (0.002).

Conclusion: Based on the interpretation of the research data, it can be concluded that hand eye coordination and self-efficacy have a significant relationship with the accuracy of the free throw.

Keywords: Self-Efficacy, Hand Eye Coordination, Free Throw Accuracy
3000833361C1C015103PEMENUHAN ASPEK MUATAN MANDATORY INTERNET FINANCIAL REPORTING PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemenuhan aspek muatan mandatory internet financial reporting pada seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sektor perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode penelitian 2017-2018. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah proportionate stratified random sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 131 perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang dikategorikan pada sektor industri yaitu (1) sektor pertanian, (2) sektor industri dasar dan kimia, (3) sektor industri barang konsumsi, (4) sektor keuangan, (5) sektor infrastruktur, utitlitas dan transportasi, (6) sektor pertambangan, (7) sektor aneka industri, (8) sektor properti, konstruksi dan bangunan, (9) sektor perdagangan, jasa dan investasi belum memenuhi aspek muatan mandatory internet financial reporting secara penuh.The purpose of this study is to determine the fulfillment of mandatory internet financial reporting aspects for all companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The population in this study is the entire sector of public companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the 2017-2018 research period. The sampling technique used in this study was proportionate stratified random sampling. The sample in this study is 131 companies. The results of this study indicate that companies listed on the Indonesia Stock Exchange are categorized in the industrial sector, namely (1) the agricultural sector, (2) the basic and chemical industry sector, (3) the consumer goods industry sector, (4) the financial sector, (5) the infrastructure, utilities and transportation sectors, (6) the mining sector, (7) the various industry sectors, (8) the property, construction and building sectors, (9) the trade, services and investment sectorshave not yet fulfilled the mandatory internet financial reporting aspects.
3000933362I1E017016SURVEI MANAJEMEN PELAKSANAAN
EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA MADRASAH ALIYAH
NEGERI SE-KABUPATEN BANYUMAS
Latar Belakang: Pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler khususnya olahraga
merupakan satu dari banyak cara untuk menggapai prestasi serta menciptakan
bibit muda yang bertalenta serta unggul. Madrasah Aliyah Negeri (MAN)
merupakan unit pelaksanaan teknis dibidang pendidikan menengah umum yang
berciri khas agama islam dalam lingkungan Departemen Agama.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan metode
observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di MAN
SeKabupaten Banyumas. Menggunakan subyek 8 pembina ekstrakurikuler
olahraga dengan teknik purposive sampling. Analisis data dengan cara
menggonakan model Milles dan Huberman.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian yang diperoleh secara umum manajemen
pelaksanaan ekstrakurikuler olahraga yang terdapat di MAN Se-Kabupaten
Banyumas dinyatakan sudah baik. Dibuktikan dimana disetiap madrasah sudah
menjalankan ekstrakurikuler olahraga sesuai dengan fungsi manajemen berupa
planning dengan merencanakan tujuan yang akan dicapai sesuai ekstrakurikuler,
organizing berupa membuat struktur organisasi, staffing berupa pengaturan
sumber daya organisasi, directing dengan memberikan pengarahan terkait
jalannya organisasi dan controlling/evaluating berupa mengendalikan tujuan
ekstrakurikuler olahraga agar bisa tercapai dan mengevaluasi jalannya
ekstrakurikuler.
Kesimpulan: Manajemen pelaksanaan ekstrakurikuler olahraga yang terdapat di
MAN Se-Kabupaten Banyumas dinyatakan sudah baik. Hal ini dibuktikan dimana
disetiap madrasah sudah menjalankan ekstrakurikuler olahraga sesuai dengan
fungsi manajemen namun pada beberapa cabang ekstrakurikuler olahraga perlu
adanya peningkatan supaya bisa berjalan dengan lebih maksimal
Background: Management of extracurricular activities especially, sports is one of
the many way to achieve achievements and create talented and superior young
seeds. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) is a technical implementation unit in the
field of general secondary education with Islamic characteristics within the
Ministry of Religion.
Methodology: This study uses descriptive qualitative method covering with
observation, interview, and documentation. This research was held in MAN at
Banyumas regency. This study uses 8 sports extracurricular coaches by applying
purposive sampling data analysis proposed by Miles and Huberman.
Results: The result shows that the management implementation of extracurricular
sports in MAN throughout Banyumas Regency is declared to be good. This is
evidenced where every madrasa has carried out sports extracurriculars in
accordance with the management function in the form of planning by planning the
goals to be achieved in accordance extracurricular, organizing in the form of
creating an organizational structure, staffing in the form of managing
organizational resources, directing by providing direction related to the running of
the organization and controlling/evaluating in the form of controlling sport
extracurricular goals so that they can be achieved and evaluating the course of
extracurricular activities.
Conclusion: The management implementation of extracurricular sports in MAN
throughout Banyumas Regency is declared to be good. This is evidenced where
every madrasa has carried out sports extracurriculars in accordance with the
management function, but in some sports extracurricular branches there are needs
to be improvements so that they can do it more optimally.
3001033363A1L014094PERTUMBUHAN TANAMAN KAILAN (Brassica oleracea L) DENGAN BEBERAPA TEKNIK PEMUPUKAN MENGGUNAKAN POCPenelitian ini bertujuan untuk (1)mengetahui pengaruh dosis terhadap teknik pemupukan POC kotoran ayam pada pertumbuhan dan hasil tanaman kalian, (2)mengetahui pengaruh teknik pemupukan POC kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kalian, dan (3)mengetahui interaksi antara dosis POC kotoran ayam dengan teknik pemupukan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Penelitian dilaksanakan di screen house Desa Tambaksogra pada bulan Juni 2019 sampai Agustus 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), rancangan percobaan ini terdiri dari dua faktor yaitu teknik pemupukan dan dosis POC, faktor pertama teknik pemupukan terdiri dari dua taraf yaitu kocor dan semprot, sedangkan faktor dosis POC terdiri dari tiga taraf yaitu 0 ml/tanaman, 15 ml/tanaman, dan 30 ml/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan teknik pemupukan dan pemberian dosis POC kotoran ayam terdapat beberapa variabel yang menyatakan pengaruh tidak nyata adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun.

This study aims to (1) determine the effect of dose on chicken manure POC fertilization techniques on the growth and yield of your crops, (2) determine the effect of chicken manure POC fertilization techniques on the growth and yield of your plants, and (3) determine the interaction between doses of POC manure. chicken with fertilization techniques on the growth and yield of kailan plants. The research was conducted at the Tambaksogra Village screen house from June 2019 to August 2019. This study used a randomized block design (RAK), this experimental design consisted of two factors, namely fertilization technique and dose of POC, the first factor of fertilization technique consisted of two levels, namely kocor and spray, while the POC dosage factor consisted of three levels, namely 0 ml / plant, 15 ml / plant, and 30 ml / plant. The results showed that the treatment of fertilization techniques and the administration of POC doses of chicken manure contained several variables which stated that the insignificant effect was plant height, number of leaves, leaf area.
3001133364J0B018003Penerjemahan Kesenian Musik Tradisional Banyumas Dalam Buku Ragam Budaya Banyumas Dari Bahasa Indonesia Ke Dalam Bahasa Mandarin Di Dinporabudpar Kab. BanyumasLaporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Kesenian Musik Tradisional Banyumas dalam Buku Ragam Budaya Banyumas dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Mandarin di Dinporabudpar Kab. Banyumas”. Kegiatan Praktik kerja ini dilaksanakan di Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas. Praktik kerja dilaksanakan tanggal 4 Januari hingga 22 Maret 2021. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja ini adalah untuk menyediakan teks kesenian musik tradisional dalam bahasa Mandarin sehingga dapat mengedukasi turis lokal maupun turis dari Tiongkok. Metode pengumpulan data yang digunakan ada empat yaitu, metode observasi, metode wawancara, metode kepustakaan, dan metode jelajah internet. Dalam menerjemahkan dokumen, penulis menggunakan tiga metode penerjemahan, yaitu metode komunikatif sebagai metode utama dan metode etnografi dan metode harfiah sebagai metode pendukung. Ketiga metode tersebut digunakan agar pembaca lebih mudah memahami informasi mengenai kesenian musik tradisional Banyumas. Hasil praktik kerja adalah informasi kesenian musik tradisional Banyumas telah diterjemahkan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin dengan baik dan diterima Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyumas.这价实习报告的题目是”Penerjemahan Kesenian Musik Tradisional Banyumas dalam Buku Ragam Budaya Banyumas dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Mandarin di Dinporabudpar Kab. Banyumas” 。实习时间是从2021 年1 月4 日到3 月22 日,在Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyumas。实习的目的是提供中文搬的传统 Banyumas 县音乐文本,以教育当地和中国旅游。作者收集文件时使用四种方法,即: 观察方法,访谈方法,图书研究方法,和浏览互联网方法。在翻译文件时, 作者使用了三个翻译方法,交际翻译法作为主要方法和直译翻译方法和民族志翻译方法作为支持的方法。作者翻译文件让读者更容易了解有关传统Banyumas 县音乐的信息。实习的结果是关于传统 Banyumas 县音乐的信息已经从印度尼西亚语翻译成中文, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyumas 的文件接受了。
3001233365F1F016010PERAN BELT AND ROAD INITIATIVE (BRI) DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI CINA SEBAGAI UPAYA PERWUJUDAN SLOGAN “CHINESE DREAM” (2014-2019)Penelitian ini mengkaji mengenai peran Belt and Road Initiative (BRI) dalam pembangunan ekonomi Cina sebagai upaya perwujudan slogan “Chinese dream” dalam kurun waktu 2014-2019. Pemerintah Cina dalam setiap masa kepemimpinannya selalu mengeluarkan slogan yang bertujuan untuk legitimasi dan membagkitkan semangat nasionalisme Cina. Salah satu slogan yang saat ini dikeluarkan oleh pemerintah Cina Xi Jinping adalah Chinese Dream. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode sekunder menggunakan kajian Pustaka dari berbagai sumber literatur. Konsep kepentingan nasional dan konsep nasionalisme digunakan untuk menganalisis serta menjawab pertanyaan dari penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Chinese Dream mewujudkan adanya kebijakan Belt and Road Initiative (BRI) oleh Xi Jinping yang kemudian meningkatkan pertumbuhan perekonomian Cina. Hal ini ditandai dengan meningkatnya Gross Domestic Product (GDP) Cina. Selain itu, kebijakan BRI juga turut membuka pasar yang lebih luar serta hubungan yang lebih terbuka oleh Cina terhadap negara- negara di dunia, sehingga banyak negara membentuk kerjasama dengan China. This research aims the role of the Belt and Road Initiative (BRI) in China's economic development as an effort to realize the slogan "Chinese dream" in the period 2014-2019. The Chinese government in every period of its leadership always issued slogans aimed at legitimizing and awakening the spirit of Chinese nationalism. One of the slogans currently issued by the Chinese government of Xi Jinping is the Chinese Dream. Data collection techniques were carried out by secondary methods using literature studies from various literature sources. The concept of national interest and the concept of nationalism were used to analyze and answer research questions. The results of this study indicate that the Chinese Dream embodies the Belt and Road Initiative (BRI) policy by Xi Jinping which then increases China's economic growth. This indicated by the increase in China's Gross Domestic Product (GDP). In addition, BRI's policy has also helped open a wider market and open relations by China to countries in the world, then as seen many countries have coorporated with China.
3001333366L1B016002PROFIL DARAH IKAN NILEM YANG DIPELIHARA DI BALAI BENIH IKAN SINGASARI, DESA PABUARAN DAN DESA JIPANG KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul Profil Darah Ikan Nilem yang Dipelihara di Balai Benih Ikan Singasari, Desa Pabuaran dan Desa Jipang Kabupaten Banyumas. Salah satu komoditas unggulan pada sektor budidaya adalah ikan Nilem (Osteochilus vittatus). Status kesehatan ikan merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam kegiatan budidaya. Parameter yang dapat diamati untuk melihat status kesehatan ikan antara lain jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, kadar hematokrit, kadar glukosa darah dan differensiasi leukosit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui profil darah ikan Nilem ditinjau dari jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, kadar hematokrit, kadar glukosa darah dan differensiasi leukosit pada ikan Nilem (Osteochilus vittatus) yang dipelihara di BBI Singasari, UPR Desa Pabuaran dan UPR Desa Jipang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Hasil penelitian menunjukan perbedaan sistem budidaya memberikan pengaruh yang relatif sama (P>0,05) terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, kadar hematokrit, kadar glukosa darah, limfosit, monosit, dan polimorfonuklear ikan Nilem (Osteochilus vittatus). Hasil kualitas air mendapatkan kisaran suhu 260C -27,50C; pH 6; dan DO 6,4-7,3 pada tiap perlakuan dan masih berada pada batas optimal pemeliharaan ikan Nilem.This research is entitled the Blood Profile of Nilem Fish is kept in Balai Benih Ikan Singsari, Desa Pabuaran and Desa Jipang Kabupaten Banyumas. One of the leading commodities in the aquaculture sector is Nilem fish (Osteochilus vittatus). Fish health status is one of the important things that must be considered in aquaculture activities. Parameters that can be observed to see the health status of fish include the number of erythrocytes, hemoglobin levels, hematocrit levels, blood glucose levels and leukocyte differentiation. The purpose of this study was to determine the blood profile of Nilem fish in terms of the number of erythrocytes, hemoglobin levels, hematocrit levels, blood glucose levels and leukocyte differentiation in Nilem fish (Osteochilus vittatus) reared at BBI Singasari, UPR Desa Pabuaran and UPR Desa Jipang . The method used in this study was the observation. The results showed that different cultivation systems gave relatively the same effect (P>0,05) on the number of erythrocytes, hemoglobin levels, hematocrit levels, blood glucose levels, lymphocytes, monocytes and polymorphonuclear of Nilem fish (Osteochilus vittatus). The results of water quality get a temperature range of 26ºC -27,5ºC; pH 6; and DO 6,4-7.3 in each treatment and were still at the optimal limit of Nilem fish maintenance.
3001433369G1B017015Hubungan Sosial Ekonomi dan Oral Health Belief dengan Oral Health Related Quality of Life di Desa Karangtengah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas OHRQoL merupakan penilaian multidimensional yang dipengaruhi oleh status kesehatan rongga mulut, karakter demografi, psikososial dan keadaan sosial ekonomi. Oral health belief yang diterapkan pada keseharian individu juga dapat mempengaruhi oral health related quality of life. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sosial ekonomi dan oral health belief dengan oral health related quality of life di Desa Karangtengah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk pengambilan sampel pada 8046 warga dan didapatkan 106 sampel. Data sosial ekonomi didapatkan dari riwayat pendidikan, pekerjaan dan penghasilan. Oral health belief didapatkan dari kuesioner oral health belief. OHRQoL dievaluasi menggunakan OHIP-14. Data kemudian dianalisis secara statistik menggunakan Chi-square dan Spearman-rho. Hasil yang didapatkan sebagian besar warga memiliki sosial ekonomi yang rendah. Oral health belief menunjukan para warga memiliki keyakinan yang rendah. OHRQoL menunjukan banyak warga yang memiliki OHRQoL yang rendah. Analisis data menunjukan pekerjaan (p=0,304) dan penghasilan (p=0,100) tidak memiliki hubungan dengan OHRQoL, tetapi pendidikan (p=0,004) dan oral health belief (p=0,020) memiliki hubungan dengan OHRQoL. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara sosial ekonomi dan oral health belief dengan oral health related quality of life di Desa Karangtengah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.OHRQoL is multidimentional tools and can be affected by oral health status, demographic characteristics, psychosocial factors and socioeconomic. Oral health beliefs are applied to an individual's daily life can also affect the OHRQoL. This research aims to know the relationship between social economic and oral health belief with oral health related quality of life at Desa Karangtengah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Bayumas. Study conducted by cross sectional design with purposive sampling technique to collect sample from 8046 citizen and it was collect 106 sample. The data of social economic obtained from educational history, occupation and income. The oral health belief data obtained from oral health belief questionnaire. The OHRQoL evaluated using OHIP-14 questionnaire. Then the data were analyzed statistically with Chi Square and Spearman-rho. The result obtained most respondent had low social economic status. Oral health belief showed that respondents has a low score. OHRQoL showed that many respondent has low OHRQoL. Data analysis showed that occupation (p=0,340) and income (p=0,100) had no relationship with oral health related quality of life but education level (p=0,004) and oral health belief (p=0,020) had relationship with oral health related quality of life. Conclusion of this research is there is a relationship between social economic and oral health belief with oral health related quality of life at Desa Karangtengah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.
3001533370C1A017054ANALISIS NILAI TAMBAH INDUSTRI KERAJINAN KERAMIK POCI
DI DESA KLAMPOK KABUPATEN BANJARNEGARA
Penelitian ini berjudul “Analisis Nilai Tambah Industri Kerajinan Poci di Desa Klampok Kabupaten Banjarnegara”. Penelitian ini memiliki latar belakang masalah yaitu produksi keramik poci memerlukan beberapa input, diantaranya bahan baku, biaya bahan penolong, tenaga kerja, termasuk pengusaha. Harga jual output kerajinan keramik poci akan didistribusikan pada input yang digunakan sehingga masing-masing input akan memperoleh porsi dari harga jual output tersebut. Permasalahannya belum diketahui masing-masing input akan memperoleh porsi berapa persen. Input apa yang memperoleh porsi paling banyak dan input apa yang memperoleh porsi paling sedikit. Berdasarkan distribusi porsi perolehan nilai tambah tersebut bisa digunakan untuk menentukan strategi kebijakan pemerataan nilai tambah terhadap input terkait. Maka dari itu berdasarkan latar belakang masalah di tersebut, peneliti tertarik melakukan penelitian ini dengan menghitung nilai tambah kerajinan keramik jenis poci untuk memecahkan masalah tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis nilai tambah yang dihasilkan dari produk kerajinan keramik jenis poci. (2) Mengetahui besarnya distribusi penerimaan nilai tambah yang diterima pihak terkait dalam proses produksi kerajinan keramik jenis poci. (3) Mengetahui besarnya distribusi penerimaan margin keuntungan yang diterima dari faktor produksi pada kerajinan keramik jenis poci. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan wawancara dan observasi melalui kuesioner dan daftar pertanyaan. Data dianalisa secara kuantitatif yang digunakan untuk mengukur nilai tambah menggunakan metode Hayami.
Hasil penelitian menunjukan nilai tambah dari proses produksi tanah liat atau lempung menjadi produk kerajinan keramik poci adalah sebesar Rp28.921,82/unit dari nilai produk sebesar Rp33.948,41/unit dan ditemukan bahwa sebesar 31% nilai tambah diterima oleh tenaga kerja, sedangkan sekitar 69% diterima pengusaha produk kerajinan keramik, kemudian margin keuntungan kerajinan keramik poci ditemukan sebesar Rp33.575,49/unit dengan tenaga kerja mendapatkan keuntungan sebesar 26,61%, sumbangan input lain mendapatkan 13,86%, dan pengusaha mendapatkan keuntungan sebesar 59,52%.
Kesimpulan penelitian ini yaitu nilai tambah produksi kerajinan keramik poci adalah sebesar 85,19% dari nilai produk kerajinan poci. Lalu ditemukan bahwa nilai tambah yang dihasilkan dari kerajinan keramik poci ini lebih besar diterima oleh pengusaha dibandingkan nilai tambah yang diterima oleh tenaga kerja. Kemudian ditemukan bahwa margin keuntungan terbesar didapat oleh pengusaha, kemudian didapat oleh tenaga kerja, dan paling kecil didapat oleh sumbangan input lain. Sementara itu para pengusaha kerajinan keramik di Desa Klampok semuanya tidak hanya memproduksi dan menjual 1 jenis barang kerajinan saja tetapi banyak barang kerajinan lainnya yang diproduksi dan dijual. Kerajinan keramik Klampok layak untuk dikembangkan lebih baik lagi dengan bantuan peran Pemerintah Kabupaten Banjarnegara karena memiliki potensi yang besar untuk menghasilkan keuntuntungan untuk para pelaku usaha dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Banjarnegara khususnya Desa Klampok.

This research is entitled "Analysis of Added Value of Teapot Craft Industry in Klampok Village, Banjarnegara Regency". This research has a background problem, namely the production of ceramic teapots requires several inputs, including raw materials, the cost of auxiliary materials, labor, including entrepreneurs. The added value and output price of pot ceramic craft will be distributed among the inputs used so that each input will get a portion of the added value and output price. The problem is that it is not known what percentage of each input will get. What input gets the most portion and what input gets the least portion. Based on the distribution of the value-added portion, it can be used to determine the policy strategy for equalizing the added value of the related inputs. Therefore, based on the background of the problem, the researcher is interested in conducting this research by calculating the added value of pot-type ceramic crafts to solve this problem.
This study aims to (1) analyze the added value produced from ceramic craft products of the type of teapot. (2) Knowing the distribution of value-added revenue received by related parties in the production process of pot-type ceramics. (3) Knowing the distribution of the profit margin received from the production factors in the pot type ceramic craft. The technique of collecting research data is by interviewing and observing through questionnaires and a list of questions. The time of the research was carried out for one period of production of ceramic craft companies in producing ceramic pots. Quantitative data analysis used to measure added value using the Hayami method.
The results showed that the added value of the production process of clay or clay into ceramic pots craft products was Rp. 28,921.82/unit from the product value of Rp. 33,948.41/unit and it was found that 31% of the added value was received by the workforce, while about 69% were received by entrepreneurs of ceramic handicraft products, then the profit margin of ceramic pots was found to be Rp. 33,575.49/unit with workers getting a profit of 26.61%, other input contributions getting 13.86%, and entrepreneurs getting a profit of 59.52%.
The conclusion of this study is that the added value of the production of ceramic teapots is 85.19% of the value of the teapot craft products. Then it was found that the added value generated from the ceramic teapot was greater received by the entrepreneur than the added value received by the workforce. Then it was found that the largest profit margin was obtained by the entrepreneur, then obtained by the workforce, and the smallest was obtained by the contribution of other inputs. Meanwhile, the ceramic handicraft entrepreneurs in Klampok Village not only produce and sell 1 type of craft item but also many other handicraft items. produced and sold. Klampok ceramic craft deserves to be developed even better with the help of the Banjarnegara Regency Government because it has great potential to generate profits for business actors and can improve the welfare of the people of Banjarnegara Regency, especially Klampok Village.


3001633371C1A017023ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI ONLINE DI PURWOKERTOPenelitian ini berjudul “Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Online Di Purwokerto”. Tujuan dalam penelitian ini yaitu (1) Menganalisis pengaruh variabel pendapatan, pendidikan, usia, dan jenis kelamin terhadap jumlah konsumsi online masyarakat Purwokerto, (2) menganalisis elastisitas dari variabel pendapatan, pendidikan, usia, dan jenis kelamin terhadap jumlah konsumsi online. Metode dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Jumlah responden terdiri 100 orang masyarakat Purwokerto dalam usia kerja. Berdasarkan hasil penelitian yang ada menunjukkan bahwa variabel pendapatan dan pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah konsumsi online masyarakat Purwokerto. Sedangkan variabel usia dan jenis kelamin berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap jumlah konsumsi online masyarakat Purwokerto. Nilai elastisitas variabel pendapatan dan pendidikan adalah > 1, artinya ketika pendapatan dan pendidikan naik sebesar x%, permintaannya naik lebih dari x%. Sedangkan variabel usia memiliki nilai elastisitas < 1, artinya Ketika usia masyarakat bertambah atau semakin tua, jumlah konsumsi online yang dikeluarkan berkurang.This study is entitled "Analysis of Factors Affecting Online Consumption in Purwokerto". The objectives of this study are (1) to analyze the effect of income, education, age, and gender variables on the amount of online consumption of the Purwokerto community, (2) to analyze the elasticity of the income, education, age, and gender variables on the amount of online consumption. The method in this study is a questionnaire with the data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The number of respondents consisted of 100 people in Purwokerto of working age. Based on the results of existing research, it shows that income and education variables have a positive and significant effect on the amount of online consumption of the Purwokerto community. While the variables of age and gender have a negative and insignificant effect on the amount of online consumption of the Purwokerto community. The elasticity value of income and education variables is > 1, meaning that when income and education increase by x%, the demand increases by more than x%. While the age variable has an elasticity value of < 1, it means that when people age or get older, the amount of online consumption spent decreases.
3001733373A1A115016KELAYAKAN USAHATANI HIDROPONIK URBAN FARMING DI MASA PANDEMI COVID-19
(Studi Kasus Kelompok Petani Kota RW 06 Cempaka Putih)

Bidang pertanian adalah salah satu aspek strategis bagi negara khususnya di tengah masa pandemi covid-19. Oleh karena itu, aktivitas urban farming menjadi pilihan bagi masyarakat di masa pandemi covid-19. Pengelolaan urban farming memberikan berbagai manfaat bagi manusia dan juga lingkungan. Beberapa manfaat urban farming tersebut adalah manfaat ekonomis, manfaat kesehatan dan manfaat lingkungan. Usahatani dikatakan berhasil jika usaha tani tersebut dapat menghasilkan pendapatan untuk membayar semua biaya dan alat yang diperlukan. Oleh karena itu penulis tertarik melakukan penelitian kelayakan usahatani urban farming di masa pandemi Covid-19 pada kelompok petani kota RW.06 Cempaka Putih.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui implementasi program urban farming kelompok petani kota RW.06 Cempaka Putih untuk tanaman hidroponik di masa pandemi covid-19. 2) mengetahui kelayakan usahatani program urban farming kelompok petani kota RW.06 Cempaka Putih untuk tanaman hidroponik di masa pandemi covid-19 Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi lapangan. Sasaran penelitian ini adalah anggota kelompok tani kota RW 06 Cempaka Putih Jakarta pusat.Metode analisis data yang akan digunakan yakni analisis usaha tani, analisis BEP, dan analisis R/C Ratio.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program urban farming yang merupakan program yang dicanangkan oleh Kimia Farma sebagai program yang ditujukan untuk CSR melalui budidaya sayuran. Implementasi program urban farming ini berjalan dengan baik dan bahkan telah menjadi kelompok tani percontohan dan inspirasi gerakan hidroponik di Cempaka Putih. Usahatani program urban farming Cempaka Putih untuk tanaman hidroponik dapat dikatakan “layak” dilakukan. Hal ini karena efisiensi usaha (R/C ratio) menunjukan urban farming hidroponik kelompok usaha tani “Cempaka Putih” nilainya lebih dari 1, sehingga dapat dikatakan usaha tersebut efisien. Selain itu, harga jual dan produksi melewati titik impas, yang artinya kelompok usaha tani “Cempaka Putih” dalam urban farming “layak” untuk dilaksanakan
The agricultural sector is one of the strategic aspects, especially in the midst of the COVID-19 pandemic. Therefore, urban farming activities are an option for the community during the COVID-19 pandemic. The management of urban farming provides various benefits Some of the benefits of urban farming are economic benefits, health benefits and environmental benefits. Farming is said to be successful if the farm can generate income to pay for all the costs and tools needed. Therefore, the author is interested in conducting research on the feasibility of urban farming during the Covid-19 pandemic in the urban farmer group RW.06 Cempaka Putih.
This study aims to: 1) determine the implementation of the urban farming program for the urban farmer group RW.06 Cempaka Putih for hydroponic plants during the covid-19 pandemic. 2) determine the feasibility of farming the urban farming program of the urban farmer group RW.06 Cempaka Putih for hydroponic plants during the covid-19 pandemic. This study uses a quantitative research method with a field study approach. The target of this research is the members of the farmer group of RW 06 Cempaka Putih, Central Jakarta. The data analysis methods that will be used are farm business analysis, BEP analysis, and R/C Ratio analysis.
The results show that the urban farming program is a program launched by Kimia Farma as a program aimed at CSR through vegetable cultivation. The implementation of this urban farming program is going well and has even become a pilot farmer group and an inspiration for the hydroponic movement in Cempaka Putih. urban farming for hydroponic plants can be said to be "proper" to do. This is because the business efficiency (R/C ratio) shows the hydroponic urban farming group "Cempaka Putih" has a value of more than 1, so it can be said that the business is efficient. In addition, the selling price and production pass the break-even point, which means that the “Cempaka Putih” farming group in urban farming is “fit” to be implemented.
3001833374F1F016069PERAN ACFTA UPGRADING PROTOCOL SEBAGAI INSTRUMEN DIPLOMASI EKONOMI TIONGKOK KEPADA INDONESIA DI ERA KEPEMIMPINAN JOKO WIDODO 2014-2019Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Peran ACFTA Upgrading Protocol sebagai Instrumen Diplomasi Ekonomi Tiongkok kepada Indonesia di Era Kepemimpinan Joko Widodo 2014-2019. Identifikasi efektivitas peran ACFTA Upgrading Protocol sebagai instrumen diplomasi ekonomi Tiongkok kepada Indonesia dianalisis menggunakan teori diplomasi. Penelitian ini menjelaskan efektivitas ACFTA Upgrading Protocol sebagai sebuah instrumen diplomasi ekonomi Tiongkok kepada Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo periode I tahun 2014-2019. Penelitian ini kemudian menganalisis latar belakang pembentukkan ACFTA Upgrading Protocol dan menjelaskan
bagaimana kerja sama di bidang ekonomi yang terjadi antara Tiongkok dan Indonesia.
The purpose of the study is to determine the role of the ACFTA Upgrading Protocol as an Instrument of Chinese Economic Diplomacy to Indonesia in the 2014-2019 Joko Widodo Leadership Era. The identification of the effectiveness of the ACFTA Upgrading Protocol's role as an instrument of China's economic diplomacy to Indonesia is analyzed using diplomacy theory. This study explains the effectiveness of the ACFTA Upgrading Protocol as an instrument of China's economic diplomacy to Indonesia during the reign of President Joko Widodo period I 2014-2019. This study then analyzes the background of the formation of the ACFTA Upgrading Protocol and explains how cooperation in the economic field occurs between China and Indonesia.
3001933375G1G014005PENGARUH APLIKASI EKSTRAK BIJI KAKAO (Theobroma cacao) TERHADAP PENCEGAHAN KELARUTAN KALSIUM ENAMEL GIGI INSISIVUS DESIDUI YANG DIRENDAM DALAM JUS JERUK (Citrus sinensis) (Penelitian In Vitro)Demineralisasi merupakan proses pelepasan mineral dari enamel gigi karena kondisi asam dalam rongga mulut. Konsumsi jus jeruk yang bersifat asam mampu memicu terjadinya demineralisasi. Strategi pencegahan demineralisasi salah satunya dengan teobromin yang terdapat dalam buah kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak biji kakao konsentrasi 15% dan 30% terhadap pencegahan kelarutan kalsium enamel gigi desidui yang direndam jus jeruk. Jenis penelitian ini eksperimental laboratoris in vitro dengan rancangan posttest-only control group design. Sampel pada penelitian ini menggunakan metode simple random sampling. Sampel sebanyak 27 buah gigi insisivus desidui yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu: kelompok I (15%), kelompok II (30%), kelompok III (kontrol). Ekstrak biji kakao diaplikasikan selama 5 menit sebanyak 3 kali sehari selama 5 hari. Perendaman dalam jus jeruk dilakukan pada hari ke-6 selama 5 menit. Hasil rendaman sampel diukur menggunakan Atomic Absorbtion Spectroscopy (AAS). Hasil uji AAS menunjukkan rerata nilai kelarutan terendah pada kelompok I sebesar 6,261 ppm, dan tertinggi pada kelompok III sebesar 7,682 ppm. Hasil uji One Way ANOVA dan Post hoc LSD menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok I dan kelompok II, kelompok I dan kelompok III dan tidak berbeda bermakna kelompok II dan kelompok III. Penelitian ini menunjukkan bahwa kelarutan kalsium gigi desidui yang diaplikasikan ekstrak kakao 15% lebih rendah dari kelompok lainnya.Demineralization is the release process of minerals from tooth enamel due to acidic conditions in the oral cavity. Consumption of acidic orange juice can trigger demineralization. One of the strategies to prevent the demineralization is to use theobromine in cocoa. The aim of this study was to determine the effect of application of cocoa bean extract concentrations of 15% and 30% to prevent calcium solubility of deciduous tooth enamel soaked in orange juice. This research was conducted with experimental in vitro laboratory with a posttest-only control group design. The sample used in this study was chosen using sample random sampling method. The sample were 27 deciduous incisors which divided into 3 groups: group I (15%), group II (30%), group III (control). The samples were applied with cacao bean estract for 5 minutes 3 times a day for 5 days. Immersion in orange juice was carried out on the 6th day for 5 minutes. The results of the sample immersion were measured using Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). The results of the AAS test showed average solubility value was the lowest in group I with 6.261 ppm, and the highest value was in group III with 7.682 ppm. The results of One Way ANOVA and Post hoc LSD test showed significant differences between group I and group II, group I and group III and no significant difference between group II and group III. This study showed that the calcium solubility of deciduous teeth that was applied with cocoa extract of 15% concentration was lower than the other groups.
3002033376I1D017036Pengaruh Yogurt Kecambah Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.) Terhadap Persen Lemak dan Indeks Massa Tubuh Tenaga KesehatanLatar Belakang: Pandemi Covid-19 menyebabkan tingginya tingkat stress para wanita tenaga kesehatan, sehingga beresiko meningkatkan asupan makan dan stress oksidatif didalam tubuh. Kacang hijau diketahui mengandung komponen antioksidan fenolik, protein, dan serat yang berpotensi sebagai senyawa antiobesitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek konsumsi yogurt kecambah kacang hijau terhadap persen lemak dan indeks massa tubuh para wanita tenaga kesehatan.

Metodologi: Penelitian eksperimental ini menggunakan Randomized Controlled Trial (RCT) single blind. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Maret 2021 di Laboratorium Pengolahan Pangan dan Kuliner Jurusan Ilmu Gizi Universitas Jenderal Soedirman dan RSU Sinar Kasih Purwokerto. Sebanyak 20 responden dibagi secara acak menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang diberikan yogurt kecambah kacang hijau dan kelompok kontrol yang diberikan yogurt susu skim. Pengambilan sampel dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Data persen lemak dan indeks massa tubuh diuji normalitas dengan uji Saphiro-Wilk, selanjutnya data persen lemak dan indeks massa tubuh diuji dengan uji Wilcoxon untuk menunjukkan adanya perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi.

Hasil Penelitian: Setelah pemberian yogurt kecambah kacang hijau 200 ml/hari selama 2 bulan, terjadi penurunan persen lemak tubuh secara signifikan, yaitu dari 38,73% menjadi 35,96%, kemudian pada indeks massa tubuh juga terjadi penurunan secara signifikan yaitu dari 32,98 kg/m² menjadi 28,97 kg/m².

Kesimpulan: Yogurt kecambah kacang hijau mampu menurunkan persen lemak dan indeks massa tubuh para wanita tenaga kesehatan.
Background: The Covid-19 Pandemic causes high levels of stress for female health workers, so they are at risk of increasing food intake and oxidative stress in the body. Mung beans are known to contain phenolic antioxidant components, protein and fiber that have potential as anti-obesity compounds. This study was conducted to determine the effect of consumption of mung bean sprout yogurt on the body fat percentage and body mass index of female health workers.

Methodology: This experimental study used a Randomized Controlled Trial (RCT) single blind. This study was conducted in February – March 2021 at the Laboratory of Food Processing and Culinary of Nutritional Science Major, Jenderal Soedirman University and Sinar Kasih Hospital Purwokerto. There were 20 respondents who were randomly divided into 2 groups, the treatment group given mung bean sprout yogurt and the control group given skim milk yogurt. Sampling was carried out before and after intervention. The data of body fat percentage and body mass index were tested for normality by Saphiro-Wilk test, then body fat percentage and body mass index data was tested with Wilcoxon to show differences before and after intervention.

Results: After giving mung bean sprout yogurt 200 ml/day for 2 months, there was a significant decrease in body fat percentage, from 38,73% to 35,96%, then the body mass index also decreased significantly, form 32,98 kg /m² to 28,97 kg /m².

Conclusion: Mung bean sprout yogurt can redyce the body fat percentage and body mass index of female health workers.

Keywords: mung bean sprout yogurt, antioxidant, body fat percentage, body mass index, Covid-19