Artikelilmiahs
Menampilkan 29.961-29.980 dari 50.086 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 29961 | 33310 | A1F017089 | KAJIAN SIFAT KIMIA DAN SENSORI KOPI INSTANT GULA KELAPA DENGAN PENAMBAHAN MINYAK SAWIT MERAH PADA PENYIMPANAN DENGAN VARIASI JENIS PENGEMAS | Kopi instant gula kelapa yang diperkaya minyak sawit merah merupakan salah satu alternatif minuman fungsional yang diharapkan dapat meningkatkan suplai antioksidan pada perokok. Di samping itu, jenis kemasan yang digunakan dapat mempengaruhi mutu kopi instant selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh jumlah penambahan minyak sawit merah terhadap karakteristik kimia dan sensori kopi instant gula kelapa selama penyimpanan; 2) mengetahui pengaruh jenis kemasan terhadap karakteristik kimia dan sensori kopi instant gula kelapa yang ditambahkan dengan minyak sawit merah selama penyimpanan; 3) mengetahui kombinasi terbaik antara jumlah penambahan minyak sawit merah dan jenis kemasan terhadap karakteristik kimia dan sensori kopi instant gula kelapa selama penyimpanan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 9 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali, sehingga menghasilkan 27 unit percobaan. Faktor yang diteliti terdiri dari 2 faktor yaitu jumlah penambahan minyak sawit merah yang terdiri dari 0,3% (M1); 0,4% (M2); 0,5% (M3) dan jenis kemasan terdiri dari plastik PP (K1); aluminium foil 50% (K2); aluminium foil 100% (K3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik yaitu pada jumlah penambahan minyak sawit merah 0,4% yang dikemas dengan kemasan aluminium foil 50% (M2K2) dengan karakteristik kimia setelah disimpan sebagai berikut: kadar air 4,39%bb, kadar asam lemak bebas 0,112%bk, total fenol 1,38%, dan kadar antioksidan 83,45%. Adapun untuk karakteristik sensorinya adalah sebagai berikut: aroma mutu hedonik agak kuat (2,56), rasa pahit mutu hedonik agak pahit (2,96), rasa manis mutu hedonik manis (3,8), flavor mutu hedonik enak (3,56), off-flavor tidak kuat (2,08), aroma hedonik agak suka (3,16), rasa kopi hedonik agak suka (3,44), flavour hedonik suka (3,64), dan keseluruhan suka (3,64). | Coconut sugar-based instant coffee enriched with red palm oil is an alternative to functional drinks which is expected to increase the supply of antioxidant for smokers. Beside, The type of packaging used will affect the quality of instant coffee during storage. The aims of this research are: 1) to know the effect of the addition of red palm oil towards chemical and sensory properties of instant coffee during storage; 2) to know the effect of different type of packaging towards chemical and sensory properties of instant coffee during storage; 3) to know the best combination treatment between the addition of red palm oil and different type of packaging towards chemical and sensory properties of instant coffee during storage. This research was conducted experimentally by Randomized Block Design (RBD) which was arranged in factorial with 9 combination treatments, repeated 3 times and resulting 27 experimental units. The factors observed were the addition of red palm oil that consist 0,3% (M1); 0,4% (M2); 0,5% (M3) and different type of packaging which consist plastic PP (K1); aluminium foil 50 (K2); aluminium foil 100% (K3). The result of this research showed that the best combination treatment was instant coffee which made by adding 4% red palm oil using aluminium foil 50% (M2K2). The chemical characteristics of product after storage were: water content of 4,39%bb, free fatty acid of 0,112%bk, total phenolic of 1,38%, and antioxidant content of 83,45%. Beside the sensory characteristics were: aroma (hedonic quality) was ratherly strong (2,56), the bitterness (hedonic quality) was ratherly bitter (2,96), sweetness (hedonic quality) was sweet (3,8), the off-flavor (hedonic quality) was not strong (2,08), the flavor (hedonic quality) was delicious (3,56), aroma (hedonic) ratherly like (3,16), the taste of coffee (hedonic) ratherly like (3,44), the flavor (hedonic) like (3,64), and overall the preference was like (3,64). | |
| 29962 | 33311 | C1B016016 | PENGARUH WORK FAMILY CONFLICT DAN JOB INSECURITY TERHADAP TURNOVER INTENTION DENGAN STRES KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengalisa pengaruh work family conflict dan job insecurity terhadap turnover intention dengan stress kerja sebagai variable mediasi Studi Kasus PT DHL Express Bekasi. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan bagian Billing project PT DHL Express. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan kuisioner dengan metode pengambilan sample purposive sampling. Data sampel diperoleh sebanyak 40 responden. Hasil penelitian ini menunjunjukan bahwa: work family conflict berpengaruh negatif terhadap Turnover intention, (2) job insecurity berpengaruh positif terhadap turnover intention, (3) Work Family Conflict berpengaruh negafik terhadap Stress kerja, (4) Job Insecurity berpengaruh positif dan signifikan terhadap Stress kerja, (5) stress kerja memediasi pengaruh antara work family conflict terhadap turn over intention, (6) stress kerja memediasi pengaruh antara Job insecurity terhadap turn over intention. Implikasi pada penelitian ini bahwa perusahaan perlu memerhatikan karywannya sebaik mungkin bukan hanya di dalam perusahaan tapi juga di dalam keluarga agar karyawan tidak mengalami turnover intention. | This study aims to determine and analyze the effect of work family conflict and job insecurity on turnover intention with work stress as a mediating variable. Case Study of PT DHL Express Bekasi. The population in this study were employees of the Billing project of PT DHL Express. The research data was obtained by using a questionnaire with purposive sampling method. The sample data obtained were 40 respondents. The results of this study indicate that: work family conflict has a negative effect on turnover intention, (2) job insecurity has a positive effect on turnover intention, (3) work family conflict has a negative effect on work stress, (4) job insecurity has a positive and significant effect on work stress. , (5) job stress mediates the effect of work-family conflict on intention to change jobs, (6) job stress mediates the effect of job insecurity on intention to change jobs. The implication of this research is that companies need to value their employees as best they can, not within the company but also within the family so that employees do not experience the intention to move. | |
| 29963 | 33312 | I1C017080 | Analisis Persepsi Mahasiswa Kedokteran Umum Universitas Jenderal Soedirman Terhadap Peran Apoteker | Kegiatan Interprofessional Collaboration (IPC) antara dokter dan apoteker dapat dipengaruhi oleh persepsi dokter terhadap peran apoteker. Persepsi mahasiswa kedokteran sebagai calon dokter akan berpengaruh terhadap kegiatan IPC pada masa mendatang. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa kedokteran umum Universitas Jenderal Soedirman terhadap peran Apoteker, hubungan antara jenis kelamin dengan persepsi dan perbedaan persepsi berdasarkan tingkatan studi. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain cross sectional, dilakukan pada bulan Mei-Juni 2021 dengan sampel mahasiswa kedokteran umum Universitas Jenderal Soedirman. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner mengenai persepsi mahasiswa kedokteran umum. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu proportional quota sampling.Sebanyak 209 responden telah mengisi kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 72,7% mahasiswa kedokteran umum memiliki persepsi baik terhadap peran apoteker, tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan persepsi (p=0,209) dan terdapat perbedaan persepsi berdasarkan tingkatan studi (p=0,001). Mahasiswa kedokteran umum perlu mempertahankan serta meningkatkan persepsinya terhadap peran Apoteker. | Interprofessional Collaboration (IPC) activities between doctors and pharmacists can be influenced by doctors' perceptions of the pharmacist's role. The perception of medical students as prospective doctors will affect IPC's activities in the future. This study aimed to determine the perception of general medical students at Jenderal Soedirman University on the role of pharmacists, the relationship between gender and perception and differences in perceptions based on study level. This research was non-experimental study with a cross sectional design, conducted in May-June 2021 with a sample of general medical students at Jenderal Sudirman University. The instrument of this research was questionnaire regarding the perceptions of general medical students. The sampling technique used in this research is proportional quota sampling. A total of 209 respondents have filled out the questionnaire. The results showed that 72.7% of general medical students had a good perception of the role of pharmacists, there was no relationship between gender and perception (p = 0.209) and there was differences in perceptions based on the level of study (p = 0.001). General medical students needed to maintain and improve their perception of the role of pharmacists. | |
| 29964 | 33317 | A1L014155 | PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH CAIR TAHU DAN NASA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair limbah cair tahu dan Nasa dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy, 2) mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair limbah cair tahu dan Nasa dengan interval pemberian yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy, 3) mengetahui pengaruh kombinasi antara konsentrasi dan interval pemberian pupuk organik cair tahu dan Nasa yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2018 hingga Oktober 2018 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap sebagai rancangan dasarnya. Ada dua faktor yang diteliti, yaitu: 1) konsentrasi pencampuran pupuk organik cair limbah cair tahu dan Nasa (C) yang terdiri dari: kontrol (C0), pupuk organik cair limbah cair tahu 100% (C1), pupuk organik cair limbah cair tahu 75%+pupuk organik cair Nasa 25% (C2), pupuk organik cair limbah cair tahu 50%+pupuk organik cair Nasa 50% (C3), pupuk organik cair limbah cair tahu 25%+pupuk organik cair Nasa 75% (C4), pupuk organik cair Nasa 100% (C5) dan 2) interval pemberian pupuk organik cair (I) yang terdiri dari: pemberian 1 minggu sekali (I1), pemberian 2 minggu sekali (I2), pemberian 3 minggu sekali (I3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pemberian pupuk organik cair limbah cair tahu dan Nasa berbagai kosentrasi memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tanaman segar, bobot tajuk segar dan bobot tanaman kering serta memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap bobot tajuk kering tanaman pakcoy, perlakuan konsentrasi menghasilkan tanaman pakcoy tertinggi sebanyak 99,32 t/ha, 2) interval pemberian pupuk organik cair limbah cair tahu dan Nasa 1 minggu sekali, 2 minggu sekali dan 3 minggu sekali memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy yang sama, 3) interaksi perlakuan konsentrasi pada berbagai interval pemberian pupuk organik cair memberikan respon yang sama pada pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. | This research aims to: 1) understand the effect of applying tofu liquid waste organic fertilizer and Nasa with various concentrations on the growth and yield of pak choi plants, 2) understand the effect of giving tofu liquid waste organic fertilizer and Nasa with various intervals on the growth and yield of pak choi plants, 3) understand the best effect of the concentration combinations and interval dosing times of tofu liquid waste organic fertilizer and Nasa for the growth and yield of pak choi plants. This research was conducted from September 2018 to October 2018 in the experimental garden of the Faculty of Agriculture of Jenderal Soedirman University, Karangwangkal Urban Village, North Purwokerto Sub-District, Banyumas Regency and the Agronomy and Horticulture Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The applied research design is the Randomized Complete Block Design (RCBD) as the basic design. There are two factors of study, and those are: 1) the mixing concentration of tofu liquid waste organic fertilizer and Nasa (C) which consists of: control (C0),100% tofu liquid waste organic fertilizer (C1), 75% of tofu liquid waste organic fertilizer + 25% of Nasa liquid organic fertilizer (C2), 50% of tofu liquid waste organic fertilizer + 50% of Nasa liquid organic fertilizer C3), 25% of tofu liquid waste organic fertilizer + 75% of Nasa liquid organic fertilizer (C4), 100% of Nasa liquid organic fertilizer (C5) and 2) the interval of dosing liquid organic fertilizer (I) consisting of: once a week (I1), once every 2 weeks (I2), and once every 3 weeks (I3). The results of the research showed that: 1) the application of tofu liquid waste and Nasa liquid organic fertilizer at various concentrations gave a significant effect on plant height, number of leaves, fresh plant weight, fresh crown weight and dry plant weight and gave a very significant effect on the dry crown weight of pakcoy plants, the concentration treatment resulted in plants the highest pakcoy as much as 99,32 t/ha, 2) the dosing interval of tofu liquid waste organic fertilizer and Nasa once per week, once every 2 weeks and once every 3 weeks resulted in the same growth and yield of pak choi plants, 3) the interaction of concentration treatments at various intervals of dosing liquid organic fertilizer resulted in the same response to the growth and yield of pak choi plants. | |
| 29965 | 33323 | A1D017125 | KAJIAN AGIHAN UNSUR HARA KALIUM DAN SERAPANNYA OLEH TANAMAN PADI SAWAH DI DAS SERAYU HILIR KECAMATAN KESUGIHAN, KABUPATEN CILACAP | Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji agihan unsur hara kalium di lahan sawah yang digunakan untuk budidaya tanaman padi sawah di DAS Serayu Hilir Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, (2) Menentukan hubungan antara K-tersedia tanah dan serapan kalium oleh tanaman dengan hasil tanaman padi sawah di DAS Serayu Hilir Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, dan (3) Menetapkan rekomendasi pemupukan kalium yang efektif untuk tanaman padi pada lahan sawah di DAS Serayu Hilir Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Penelitian dilaksanakan dari bulan Desember 2020 sampai dengan Agustus tahun 2021 di lahan pertanaman padi Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Variabel pengamatan yang digunakan yaitu pH H2O, pH KCl, DHL (daya hantar listrik), potensial redoks, K tersedia, K jaringan tanaman, dan hasil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran K tersedia di tanah sawah Kecamatan Kesugihan memiliki rerata harkat sangat rendah. Hubungan antara K tersedia tanah dengan hasil tanaman memiliki nilai r= 0,124 dengan koefisiensi determinan (R2) sebesar 1,65%. Hubungan antara K jaringan tanaman dengan hasil tanaman memiliki nilai r = 0,216 dengan koefisiensi determinan (R2) sebesar 5,01%. Rekomendasi pemupukan lahan sawah di Kecamatan Kesugihan diperlukan guna meningkatkan ketersediaan K dalam tanah. Tiap SLH perlu dilakukan pemupukan K untuk meningkatkan harkat K tersedia tanah. Pupuk K yang diperlukan pada SLH 1 berkisar antara 78,42-86,54 kg K/ha dengan rerata 82,66 kg K/ha atau setara dengan pupuk KCl sebesar 204,77-225,96 kg KCl/ha dengan rerata 215,85, SLH 2 membutuhkan pupuk K berkisar antara 28,18-66,59 kg K/ha dengan rerata 53,06 kg K/ha atau setara dengan pupuk KCl sebesar 73,58-173,88 kg KCl/ha dengan rerata sebesar 138,54 kg KCl.ha, dan SLH 3 membutuhkan pupuk K berkisar antara 41,12-69,55 kg K/ha atau setara dengan pupuk KCl sebesar 107,37-181,60 kg KCl/ha dengan rerata sebesar 139,9 kg KCl/ha. | This study aims to: (1) examine the nutrient content of potassium in paddy fields used for lowland rice cultivation in the Serayu Hilir watershed, Kesugihan district, Cilacap district, ( 2) Determining the relationship between K-available soil and potassium uptake by plants with lowland rice yields in the Serayu Hilir Watershed, Kesugihan District, Cilacap Regency, and (3) Establishing recommendations for effective potassium fertilization for rice plants in paddy fields in the Serayu Hilir Watershed, District Perseverance, Cilacap Regency. The research was carried out from December 2020 to August 2021 in the rice fields of Kesugihan District, Cilacap Regency. Soil analysis was carried out at the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. The observation variables used were pH H2O, pH KCl, DHL (electrical conductivity), redox potential, available K, plant tissue K, and plant yields. The results showed that the distribution of K available in the rice fields of Kesugihan District had a very low mean score. The relationship between K available soil and crop yields has a value of r = 0.124 with a determinant coefficient (R2) of 1.65%. The relationship between plant tissue K and plant yields has a value of r = 0.216 with a determinant coefficient (R2) of 5.01%. Recommendations for fertilizing paddy fields in Kesugihan District are needed to increase the availability of K in the soil. Each SLH needs to be fertilized with K to increase the value of K available in the soil. K fertilizer required in SLH 1 ranged from 78.42-86.54 kg K/ha with an average of 82.66 kg K/ha or equivalent to KCl fertilizer of 204.77-225.96 kg KCl/ha with an average of 215, 85, SLH 2 requires K fertilizer ranging from 28.18-66.59 kg K/ha with an average of 53.06 kg K/ha or equivalent to KCl fertilizer of 73.58-173.88 kg KCl/ha with an average of 138 ,54 kg KCl.ha, and SLH 3 requires K fertilizer ranging from 41.12-69.55 kg K/ha or equivalent to KCl fertilizer of 107.37-181.60 kg KCl/ha with an average of 139.9 kg KCl/ha. | |
| 29966 | 43224 | F2A021001 | PENGELOLAAN WISATA ALAM BUKIT SEROJA OLEH BUMDES SUMBER MAKMUR DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA (PADes) DESA TLOGO KECAMATAN GARUNG KABUPATEN WONOSOBO | Penelitian ini membahas peran penting Pemerintah Desa dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Data pertumbuhan jumlah BUMDes di Indonesia dari tahun 2015 hingga 2022 menunjukkan peningkatan signifikan. Provinsi Jawa Tengah memiliki jumlah BUMDes terbanyak ketiga di Indonesia. Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dengan Desa Tlogo sebagai contoh yang memiliki BUMDes pengelolaan wisata alam Bukit Seroja. Meskipun kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) belum signifikan, BUMDes memberdayakan masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan. Pendapatan Desa Tlogo dari unit usaha tersebut dipengaruhi oleh bantuan dari pemerintah, termasuk APBN dan Dana Desa. Meskipun terjadi penurunan PADes pada tahun 2021 akibat pandemi, pendapatan kembali meningkat pada tahun 2022 dan 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan BUMDes Sumber Makmur di Desa Tlogo, yang dianggap belum optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan penelitian ini, pengelolaan wisata Bukit Seroja oleh BUMDes Sumber Makmur terlihat telah menerapkan sebagian besar prinsip-prinsip pengelolaan BUMDes yang dijelaskan oleh Sujarweni (2019). Prinsip kooperatif telah diwujudkan melalui kerjasama dengan Pemerintah Desa, masyarakat, swasta, dan instansi terkait. Adanya komitmen penyertaan modal dari Pemerintah Desa, pelibatan masyarakat dalam kegiatan BUMDes, serta kerjasama dengan swasta melalui penarikan retribusi menunjukkan upaya dalam mencapai tujuan bersama untuk memajukan wisata. Prinsip partisipatif tercermin dari keterlibatan aktif pengurus BUMDes dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi, serta partisipasi antusias masyarakat Desa Tlogo dalam kegiatan BUMDes, mencakup pengelolaan wisata, air bersih, dan penjualan produk hasil produksi. Prinsip emansipatif diimplementasikan dengan memberikan peran sesuai kompetensi, menjadikan operasional BUMDes sepenuhnya dikelola oleh masyarakat desa tanpa memandang latar belakang perbedaan. Prinsip transparansi tercermin dari pelaporan rutin hasil kegiatan kepada semua pihak, evaluasi kinerja oleh Pemerintah Desa, dan penerapan akuntabilitas melalui laporan pertanggungjawaban yang menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Namun, terdapat tantangan pada prinsip sustainable, di mana perencanaan jangka panjang untuk pengelolaan dan perekonomian desa perlu ditingkatkan. Meskipun BUMDes merintis Unit Simpan-Pinjam, belum ada rencana matang terkait pembangunan berkelanjutan di wisata Bukit Seroja. Hambatan, seperti sumber daya manusia yang belum memadai, dana terbatas, dan dampak pandemi COVID-19, memerlukan langkah konkret untuk peningkatan pelatihan SDM, penggalangan dana, dan perencanaan berkelanjutan demi memastikan keberlanjutan BUMDes Sumber Makmur. | This research discusses the important role of the Village Government in improving the community's economy through the formation of Village-Owned Enterprises (BUMDes). Data on the growth of the number of BUMDes in Indonesia from 2015 to 2022 shows a significant increase. Central Java Province has the third largest number of BUMDes in Indonesia. Wonosobo Regency, Central Java, with Tlogo Village as an example which has a BUMDes managing the Seroja Hill natural tourism. Even though their contribution to Village Original Income (PADes) is not yet significant, BUMDes empowers the community and creates employment opportunities. Tlogo Village's income from this business unit is influenced by assistance from the government, including the APBN and Village Funds. Even though there was a decrease in PADes in 2021 due to the pandemic, income increased again in 2022. This research aims to analyze the management of BUMDes Sumber Makmur in Tlogo Village, which is considered not yet optimal. The method used in this research is a qualitative approach. Based on this research, the management of Bukit Seroja tourism by BUMDes Sumber Makmur appears to have implemented most of the BUMDes management principles explained by Sujarweni (2019). The cooperative principle has been realized through collaboration with the Village Government, community, private sector and related agencies. The commitment to capital participation from the Village Government, community involvement in BUMDes activities, as well as collaboration with the private sector through levy collection shows efforts to achieve the common goal of advancing tourism. The participatory principle is reflected in the active involvement of BUMDes administrators in carrying out their main tasks and functions, as well as the enthusiastic participation of the Tlogo Village community in BUMDes activities, including tourism management, clean water, and sales of manufactured products. The emancipatory principle is implemented by assigning roles according to competence, making BUMDes operations fully managed by village communities regardless of their different backgrounds. The principle of transparency is reflected in routine reporting of activity results to all parties, performance evaluation by the Village Government, and implementation of accountability through responsibility reports using the Microsoft Excel application. However, there are challenges to sustainable principles, where long-term planning for village management and economy needs to be improved. Even though BUMDes has pioneered a Savings and Loans Unit, there is no mature plan regarding sustainable development in the Bukit Seroja tourist area. Obstacles, such as inadequate human resources, limited funds, and the impact of the COVID-19 pandemic, require concrete steps to increase human resource training, fundraising, and sustainable planning to ensure the sustainability of BUMDes Sumber Makmur. | |
| 29967 | 33313 | A1D017141 | Pengaruh Konsentrasi Agensia Hayati Mengandung Pseudomonas sp Terhadap Mikroba dan Pertumbuhan Bibit Aren Pada Media Inseptisols | Tanaman Aren (Arenga pinnata Merr) merupakan komoditi tanaman perkebunan yang berpotensi besar untuk dikembangkan karena hampir semua bagian pohon aren bermanfaat dan hasil produksinya dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Inseptisols merupakan tanah yang matang dengan perkembangan profil yang lemah karena terdapat dalam keseimbangan dengan lingkungan sehingga penggunaan Inseptisols untuk pertanian dan non pertanian beraneka ragam tergantung kondisi lingkungan tempat Inseptisols terbentuk. BIO P60 merupakan formula cair mengandung bahan mentah metabolit sekunder dari Pseudomonas fluorescens P60 yang digunakan sebagai pengendalian hayati patogen tular-tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap kondisi mikroba Pseudomonas fluorescens BIO P60 pada media tanam dalam fase pembibitan tanaman aren dan pertumbuhan bibit aren dan mengetahui konsentrasi BIO P60 terbaik pada media tanam untuk pembibitan tanaman aren. Penelitian dilaksanakan di Screen House Sunyalangu, Karanglewas, Banyumas dan Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Karangwangkal, Purwokerto Utara. Penelitian dilaksanakan dari bulan September 2020 sampai dengan Maret 2021. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan (konsentrasi BIO P60) dengan 3 ulangan. Variabel yang diamati meliputi kualitas biologi dan kimia media tanam (total mikroorganisme pada media tanam, total Pseudomonas fluorscens pada media tanam, dan N-total jaringan), pertumbuhan tanaman (jumlah daun, jumlah pelepah, bobot basah akar, bobot kering akar, bobot basah trubus, dan bobot kering trubus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian agensia hayati BIO P60 berpengaruh sangat nyata terhadap meningkatkan total mikroorganisme dan total Pseudomonas fluoerscens pada media tanam. Total mikroorganisme pada media tanam tertinggi diperoleh pada perlakuan konsentrasi 90% yaitu 4,1 cfu/ml, sedangkan total mikroorganisme terendah terdapat pada konsentrasi 10% yaitu 3,8 cfu/ml. Kata kunci: BIO P60, aren, mikroba, Inseptisols. | Sugar palm (Arenga pinnata Merr) is a plantation crop commodity that has great potential to be developed because almost all parts of the palm tree are useful and their products can be used for various needs. Inseptisols are mature soils with a weak profile development because they are in balance with the environment so that the use of Inseptisols for agriculture and non-agriculture varies depending on the environmental conditions where the Inceptisols are formed. BIO P60 is a liquid formula containing secondary metabolites of Pseudomonas fluorescens P60 which are used as biological control of soil-borne pathogens. This study aims to determine the effect of treatment on the microbial condition of Pseudomonas fluorescens BIO P60 on the growing media in the sugar palm seedling phase and the growth of sugar palm seedlings and to determine the best concentration of BIO P60 in the growing media for sugar palm seedling. The research was carried out at Screen House Sunyalangu, Karanglewas, Banyumas and Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, Karangwangkal, North Purwokerto. The study was conducted from September 2020 to March 2021. The experimental design used was a completely randomized design (CRD) with one treatment factor (BIO P60 concentration) with 3 replications. The variables observed included the biological and chemical quality of the growing media (total microorganisms in the growing media, total Pseudomonas fluorscens in the growing media, and N-total tissue), plant growth (number of leaves, number of midribs, wet weight of roots, dry weight of roots, wet weight). trunk, and dry weight of the trunk). The results showed that the application of the biological agent BIO P60 had a very significant effect on increasing the total microorganisms and total Pseudomonas fluorescens in the growing media. The highest total microorganism in the growing media was obtained at a concentration of 90% treatment wich was 4,1 cfu/ml, while the lowest total microorganism was found at a concentration of 10% wich was 3,8 cfu/ml. Keywords: BIO P60, sugar palm, microbes, Inceptisols. | |
| 29968 | 33314 | I1A017089 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERKORELASI DENGAN STRES KERJA PADA MASINIS UPT CREW KA DAOP V PURWOKERTO PT KERETA API INDONESIA (PERSERO) | Latar Belakang:Stres kerja adalah kondisi dinamis dimana seseorang dihadapkan dengan kesempatan atau tuntutan yang tidak sesuai dengan harapan. Stres kerja pada masinis perlu diperhatikan agar masinis dapat berkonsentrasi saat bekerja dan tidak menurunkan kinerjanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berkorelasi dengan stres kerja pada masinis UPT Crew KA DAOP V Purwokerto. Metode:Desain penelitian yaitu kuantitatif dengan survei analitik dan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian sebanyak 70 orang masinis dengan teknik purposive sampling serta kriteria inklusi eksklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil:Hasil analisis menunjukkan responden dengan stres kerja tinggi sebanyak 3 orang sedangkan tingkat sedang sebanyak 48 orang. Hasil analisis bivariat menunjukkan beban kerja mental (p=0,003), hubungan interpersonal (p=0,002), iklim organisasi (p=0,010), masalah keluarga (p=0,000), kepercayaan diri (p=0,015), masa kerja (p=0,033) dan pengembangan karir (p=0,000) memiliki korelasi dengan stres kerja. Simpulan:Terdapat korelasi yang kuat antara masalah keluarga dan pengembangan karir dengan stres kerja. Korelasi sangat kuat terdapat pada korelasi antara masa kerja dengan stres kerja. Saran:Diharapkan masinis mampu beristirahat cukup, menjalin komunikasi yang baik, memanfaatkan waktu libur, memiliki pemikiran positif dan mampu memanajemen diri. | Background: Work stress is a dynamic condition where a person is faced with opportunities, limitations, or demands that are not in line with expectations. Work stress on the machinist should be considered, so that the machinist can concentrate while working and not decrease his performance. The purpose of this study was to determine the factors associated with work stress on the machinist UPT Crew of KA DAOP V Purwokerto. Method: The design of this research is quantitative research with an analytical survey and cross-sectional approach. The sample of this research was 70 people using a purposive sampling technique with inclusion and exclusion criteria. The data analysis performed was univariate analysis and bivariate analysis with the Spearman Rank correlation test. Result: The results of the analysis showed respondents with high work stress as many as 3 people while the moderate level as many as 48 people. The results of the bivariate analysis showed that mental workload (p=0.003), interpersonal relationships (p=0.002), organizational climate (p=0.010), family problems (p=0.000), self-confidence (p=0.015), years of service (p=0.000) = 0.033) and career development (p = 0.000) corelated with work stress. Summarize: There is a strong correlation between family problems and career development with work stress. A very strong correlation between working life and work stress. Suggestion: Expected the machinist to be able to rest adequately, establish good communication, make use of time off, have positive thoughts and be able to manage themselves. | |
| 29969 | 33315 | F1C016002 | Analisis Makna Semiotika Dalam Lirik Lagu Jalang Karya Efek Rumah Kaca | Penelitian ini membahas tentang bagaimana grup musik Efek Rumah Kaca menghasilkan karya yakni lagu yang menceritakan tentang perilaku represif dari pemerintah Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui penggambaran represifitas pemerintah Indonesia dalam lirik lagu Jalang karya grup musik indie Efek Rumah Kaca. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan model penelitian semiotik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis teks dan studi kepustakaan. Untuk teknik pemilihan teks yang digunakan adalah lirik lagu Jalang karya Efek Rumah Kaca. Pengembangan validitas data yang digunakan adalah teknik Sembilan formula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggambaran pemerintah Indonesia yang represif sudah terlihat dengan jelas setelah ditelaah melalu tahapan signifikasi secara denotatif, konotatif, hingga mitos. Lirik lagu di baris pertama, kedua, ketiga, dan keempat menggambarkan mulai dari pelarangan berpendapat hingga melarang adanya protes. Hukuman yang menanti pun lumayan berat dengan beberapa Undang-Undang yang dianggap terlalu memihak kepada pemerintah. Pelarangan terjadi dari melarang bernyanyi hingga menari. Kemudian sesuai dengan judul lagu Jalang, pemerintah adalah sosok paling suci dan punya misi yang berbeda dengan masyarakat awam. Jalang adalah kata yang disematkan kepada masyarakat awam yang berani melawan atau sekadar mengkritik pemerintah. | Penelitian ini membahas tentang bagaimana grup musik Efek Rumah Kaca menghasilkan karya yakni lagu yang menceritakan tentang perilaku represif dari pemerintah Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui penggambaran represifitas pemerintah Indonesia dalam lirik lagu Jalang karya grup musik indie Efek Rumah Kaca. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan model penelitian semiotik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis teks dan studi kepustakaan. Untuk teknik pemilihan teks yang digunakan adalah lirik lagu Jalang karya Efek Rumah Kaca. Pengembangan validitas data yang digunakan adalah teknik Sembilan formula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggambaran pemerintah Indonesia yang represif sudah terlihat dengan jelas setelah ditelaah melalu tahapan signifikasi secara denotatif, konotatif, hingga mitos. Lirik lagu di baris pertama, kedua, ketiga, dan keempat menggambarkan mulai dari pelarangan berpendapat hingga melarang adanya protes. Hukuman yang menanti pun lumayan berat dengan beberapa Undang-Undang yang dianggap terlalu memihak kepada pemerintah. Pelarangan terjadi dari melarang bernyanyi hingga menari. Kemudian sesuai dengan judul lagu Jalang, pemerintah adalah sosok paling suci dan punya misi yang berbeda dengan masyarakat awam. Jalang adalah kata yang disematkan kepada masyarakat awam yang berani melawan atau sekadar mengkritik pemerintah. Abstract This study discusses how the musical group Efek Rumah Kaca produces works, namely songs that tell about the repressive behavior of the Indonesian government. The purpose of this study is to find out the depiction of the Indonesian government's repression in the lyrics of the song Jalang by the indie music group Efek Rumah Kaca. The method used is a qualitative method with a semiotic research model. Data collection techniques used are text analysis and literature study. The text selection technique used is the lyrics of the song Jalang by Efek Rumah Kaca. The development of the validity of the data used is the nine formula technique. The results of the study show that the depiction of the repressive Indonesian government has been clearly seen after being examined through the stages of denotative, connotative, and mythical significance. The lyrics of the song in the first, second, third, and fourth lines describe everything from the prohibition of opinion to the prohibition of protest. The punishment that awaits is also quite severe with several laws that are considered too pro-government. Prohibition occurs from prohibiting singing to dancing. Then according to the title of the song Jalang, the government is the most sacred figure and has a different mission from ordinary people. Jalang is a word that is pinned to ordinary people who dare to fight or just criticize the government. | |
| 29970 | 33316 | F1A017003 | Gaya Hidup Fans K-Pop Purwokerto | Budaya K-Pop begitu mewabah di Indonesia tak terkecuali di Purwokerto yang kemudian mempengaruhi gaya hidup. Artikel ini menggambarkan tentang gaya hidup yang ditunjukkan fans K-Pop Purwokerto seperti selera berpakaian, perilaku imitasi, dan tingkat konsumtif. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan survey deskriptif. Lokasi penelitian berada di Purwokerto, dengan sasaran penelitiannya yaitu komunitas PopmiPWT. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling, dengan sampel 61 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa budaya K-Pop mempengaruhi selera fashion fans K-Pop. Lebih dari 50 responden menyukai fashion K-Pop dan 22 responden diantaranya menggunakan fashion tersebut. Kemudian, dari adanya K-Pop memunculkan perilaku imitasi yang dilakukan fans K-Pop Purwokerto yaitu, gaya berpakaian, gaya rambut, gaya berbahasa, make up, hingga identitas pada akun sosial media. Tingkat konsumsi yang ditunjukkan fans K-Pop Purwokerto tergolong rendah, dengan presentase 64%. K-Pop menjadikan fans memiliki sifat konsumtif terhadap produk-produk yang berkaitan dengan K-Pop. | K-Pop culture is so endemic in Indonesia, including in Purwokerto, which then affects lifestyle. This article describes the lifestyle shown by Purwokerto K-Pop fans such as taste in clothes, imitation behavior, and level of consumption. The method used is a quantitative method with a descriptive survey. The research location is in Purwokerto, with the research target being the PopmiPWT community. The sampling technique used is simple random sampling, with a sample of 61 respondents. The results of this study indicate that K-Pop culture affects the fashion tastes of K-Pop fans. More than 50 respondents liked K-Pop fashion and 22 of them used this fashion. Then, the existence of K-Pop gave rise to imitation behavior by Purwokerto K-Pop fans, namely, dress style, hairstyle, language style, make up, to identity on social media accounts. The level of consumption shown by Purwokerto K-Pop fans is relatively low, with a percentage of 64%. K-Pop makes fans have a consumptive nature towards products related to K-Pop. | |
| 29971 | 33318 | C1A016093 | PENGARUH APLIKASI INTERNET, BIAYA PENGELOLAAN, MODAL USAHA DAN TENAGA KERJA TERHADAP TOTAL REVENUE PADA UMKM KERAJINAN BAMBU DI KECAMATAN BOROBUDUR THE EFFECT OF INTERNET APPLICATIONS, MANAGEMENT COSTS, BUSINESS CAPITAL AND LABOR ON TOTAL REVENUE ON BAMBOO CRAFT MSMEs IN BOROBUDUR DISTRICT | Salah satu kegiatan yang berpengaruh dalam upaya pembangunan ekonomi adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis pengaruh tingkat intensitas penggunaan media sosial whatsapp, facebook, instagram, biaya pengelolaan media sosial, modal usaha serta tenaga kerja terhadap Total Revenue dan Menganalisis variabel yang paling berpengaruh terhadap Total Revenue pada UMKM Kerajinan Bambu di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. sampel dalam penelitian ini sebanyak 31 pelaku usaha UMKM kerajinan bambu di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang ditentukan menggunakan menggunakan teknik simple random sampling. teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari setiap variabel penelitian. Dalam penelitian ini dari 31 responden yang digunakan sebanyak 26 responden telah memanfaatkan social commerce sebagai media pemasaran produk dan 5 responden belum tertarik untuk menggunakanya. Kebaruan dalam penelitian ini adalah bahwa penelitian ini bukan hanya membahas mengenai pemanfaatan media social akan tetapi juga menganalisis mengenai perilaku produksi pengusaha UMKM kerajinan bambu melalui variabel modal usaha dan tenaga kerja. Penelitian ini menemukan bahwa variabel intensitas penggunaan aplikasi whatsapp, intensitas penggunaan aplikasi instagram, biaya pengelolaan aplikasi dan modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen, sedangkan variabel intensitas penggunaan aplikasi facebook berpengaruh secara negatif dan signifikan serta variabel tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap variabel dependen pada UMKM Kerajinan Bambu di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Berdasarkan hasil uji elastisitas dalam penelitian ini variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap Total Revenue pada UMKM kerajinan bambu di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang adalah variabel intensitas penggunaan aplikasi instagram . Dalam penelitian ini, peneliti terbatas pada 6 variabel independen yang digunakan sedangkan masih banyak variabel yang dapat mempengaruhi Total Revenue pada UMKM kerajinan bambu di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Oleh karena itu diharapkan untuk penelitian selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan penelitian ini dengan variabel – variabel baru atau dengan menggunakan alat analisis yang lain. Kata kunci : Total Revenue, Modal Usaha, Tenaga Kerja, Aplikasi Media Sosial, Biaya Pengelolaan, UMKM. | One of the most influential activities in economic development efforts is Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). The purpose of this study is to analyze the effect of the intensity level of using social media whatsapp, facebook, instagram, social media management costs, business capital and the number of workers on total revenue and to analyze the variables that have the most influence on total revenue on bamboo handicraft SMEs in Borobudur District, Magelang Regency. This research is a quantitative descriptive research. The sample in this study was 31 entrepreneurs of MSME bamboo handicrafts in Borobudur District, Magelang Regency, which were determined using simple random sampling technique. The data collection technique used a questionnaire while the data analysis technique used multiple linear regression analysis. In this study, from 31 respondents, 26 respondents used social commerce as a product marketing medium and 5 respondents were not interested in using it. Then, in this research, it is located where it only discusses the use of social media, but also includes the production behavior of MSME entrepreneurs in bamboo handicrafts through the variables of business capital and labor. This study found that the intensity of the use of the WhatsApp application, the intensity of the use of the Instagram application, the cost of managing the application and working capital had a positive and significant effect on the dependent variable, while the intensity variable for the use of the Facebook application had a negative and significant effect and the labor variable had no effect on the dependent variable. SMEs in Bamboo Crafts in Borobudur District, Magelang Regency. Based on the results of the elasticity test in this study, the variable that has the biggest influence on Total Revenue on bamboo handicraft SMEs in Borobudur District, Magelang Regency is the intensity variable for using the Instagram application in its use within a period of 1 month. In this study, researchers were limited to 6 independent variables used while there were still many variables that could affect the Total Revenue of MSMEs in bamboo handicrafts in Borobudur District, Magelang Regency. Therefore, it is hoped that further research is expected to be able to develop this research with new variables or by using other analytical tools. Keywords: Total Revenue, Business Capital, Labor, Social Media Applications, Management Costs, MSMEs. | |
| 29972 | 33319 | J1C017039 | Pola Aksen Nada Pembelajar Bahasa Jepang di Indonesia (Kajian Fonetik Akustik) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola aksen nada pembelajar bahasa Jepang di Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan kajian fonetik akustik dengan menggunakan teori aksen dari Shigeto Kawahara. Sumber data yang digunakan berupa sepuluh orang penutur pembelajar bahasa Jepang yang berasal dari lima daerah yang berbeda di Indonesia. Objek data berupa data tuturan dari kata target: [inori+ga], [karada+ga], [namida+ga], dan [tamago+ga] yang mengandung pola aksen nada. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa teknik dokumentasi, dengan dokumen yang digunakan berupa rekaman suara dari sumber data. Piranti penganalisis data yang digunakan berupa piranti penganalisis akustik produksi tuturan Praat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari 40 data tuturan yang ada, terdapat 2 data yang merupakan final accent, 19 data merupakan penultimate accent, 4 data merupakan unaccented, dan 15 data yang tidak memenuhi aturan aksen. Kemudian, ditemukan juga bahwa dari 10 pembelajar bahasa Jepang di Indonesia, hanya ada 4 penutur yang memiliki pola aksen yang mendekati pola aksen penutur asli Jepang. | This research aims to analyze the pitch accent pattern of Japanese language learners in Indonesia. This research is a type of qualitative descriptive research using acoustic phonetic studies and using the accent theory of Shigeto Kawahara. The data sources used are ten speakers of Japanese language learners who come from five different regions in Indonesia. The object of data in this research is is speech data from the target words: [inori+ga], [karada+ga], [namida+ga], and [tamago+ga] which contain pitch accent patterns. Data collection techniques used in the form of documentation techniques, with documents used in the form of voice recordings from data sources. The data analysis tool used is Praat speech acoustic analyzer tool. The results of this research indicate that of the 40 existing speech data, there are 2 data which are final accents, 19 data are penultimate accents, 4 data are unaccented, and 15 data do not meet any accent rules. It was also found that out of 10 Japanese language learners in Indonesia, there are only 4 speakers who have accent patterns that are close to the accent patterns of native Japanese speakers. | |
| 29973 | 33320 | A1F017023 | OPTIMASI FORMULA TEPUNG PENYALUT UNTUK PRODUK KERIPIK BAYAM BERBASIS MOCAF | Perkembangan tepung bumbu di Indonesia mengalami peningkatan rata-rata nilai konsumsi sebesar 19,2% setiap tahun. Tepung bumbu yang beredar di masyarakat berasal dari beberapa campuran tepung, salah satu aplikasi dari tepung campur siap pakai ini sebagai tepung penyalut pada produk keripik Tepung pelapis yang umum digunakan pada keripik terbuat dari tepung beras atau terigu. Salah satu cara untuk mengurangi konsumsi tepung terigu yang menyebabkan tingginya jumlah impor gandum yaitu dengan mencari alternatif pengganti dari bahan baku lokal salah satunya dengan pemanfaatan tepung lokal seperti tepung mocaf dan beras. Penelitian ini menggunakan metode permukaan respon (Respon Surface Methodology/RSM) dengan rancangan percobaan CCD (Central Composite Design) dengan dua faktor yang diujikan proporsi tepung mocaf dan tepung beras. Hasil penelitian didapatkan formula optimum tepung penyalut untuk keripik bayam dengan nilai desirability tertinggi sebesar 82%. pada formula tepung mocaf sebesar 24,69% dan tepung beras sebesar 8,54%. Hasil uji sensori dari aplikasi tepung penyalut pada keripik bayam menunjukan bahwa penambahan tepung mocaf meningkatkan warna, kerenyahan dan penyerapan minyak sedangkan, penambahan tepung beras menyebabkan peningkatan respon kerenyahan dan kesukaan serta meminimalkan kelengketan. Hasil uji kimia pada produk optimum dihasilkan nilai yang tinggi pada kadar air 10,50%, dan kadar karbohidrat by difference 81,38% dibandingkan dengan kontrol. Pada kadar abu, kadar protein dan kadar lemak memiliki nilai yang lebih rendah dari produk kontrol yaitu kadar abu 4,18% kadar protein 3,64% dan kadar lemak 0,75%. | The development of seasoning flour in Indonesia has increased the average consumption value by 19.2% every year. Seasoned flour circulating in the community comes from several flour mixtures, one of the applications of this ready-to-use mixed flour is as a coating flour on chip products. One way to reduce the consumption of wheat flour which causes the high number of wheat imports is to look for alternative substitutes from local raw materials, one of which is the use of local flour such as mocaf flour and rice. This study uses the response surface method (Response Surface Methodology/RSM) with a CCD (Central Composite Design) experimental design with two factors tested for mocaf flour and rice flour proportions. The results showed that the optimum formula for coating flour for spinach chips with the highest desirability value was 82%. The formula mocaf flour was 24.69% and rice flour by 8.54%. Sensory test results from the application of coating flour on spinach chips showed that the addition of mocaf flour increased color, crispness, and oil absorption, while the addition of rice flour caused an increase in crunchy response and preference and minimized stickiness. The chemical test results on the optimum product resulted in a high value at 10.50% water content, and 81.38% carbohydrate content by difference compared to the control. The ash content, protein content, and fat content had lower values than the control product, namely ash content of 4.18%, the protein content of 3.64%, and fat content of 0.75% | |
| 29974 | 33321 | I1D016038 | Hubungan antara Asupan Sayur dan Buah Terhadap Status Gizi pada Siswa SMP Negeri 8 Purwokerto | Abstrak Hubungan antara Asupan Sayur dan Buah Terhadap Status Gizi pada Siswa SMP Negeri 8 Purwokerto Lina Nuruzzati1, Atikah Proverawati2, Teguh Jati Prasetyo3 Latar Belakang: Status gizi merupakan masalah yang berhubungan dengan makan dan gizi yang tedapat pada remaja, yang berkaitan dengan asupan sayur dan buah. Penelitian ini bertujuan unuk mengetahui hubungan antara asupan sayur dan buah terhadap status gizi pada siswa SMP Negeri 8 Purwokerto. Metodologi: Desain penelitian menggunakan rancangan cross sectional dengan sampel 89 responden. Pengambilan data asupan makan menggunakan kuesioner food recall 3 hari yaitu 1 hari weekday dan 2 hari weekend. Hasil Penelitian : Berdasarkan data karakteristik responden yang paling banyak pada usia 13 tahun sebesar 38 siswa (42,7%). Berdasarkan jenis kelamin responden yang paling banyak pada perempuan yaitu 57 siswa (64%). Berdasarkan hasil data status gizi bahwa status gizi yang paling tinggi yaitu status gizi dengan kategori status gizi kurang 33 siswa (37,1%), dan yang paling rendah pada kategori status gizi lebih 27 siswa (30,3%). Hasil analisis dengan uji Chi- Square pada hubungan asupan buah dengan status gizi lebih pada siswa di SMP Negeri 8 Purwokerto adalah 0,012 (signifikansi 0,05). asupan sayur dengan status gizi lebih pada siswa di SMP Negeri 8 Purwokerto adalah 0,004 (signifikansi 0,05). Data status gizi menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Data diolah dengan menggunakan uji chi-square. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan sayur dengan status gizi pada siswa SMP Negeri 8 Purwokerto. Kata Kunci: Asupan Sayur, Asupan Buah dan Status Gizi. 1Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas ilmu-ilmu Kesehatan2, Universitas Jenderal Soedirman3 | Abstract The Relationship Between Vegetable and Fruit Intake On Nutritional Status In Students Of SMP Negeri 8 Purwokerto Lina Nuruzzati1, Atikah Proverawati2, Teguh Jati Prasetyo3 Background: Nutritional status is a problem related to eating and nutrition found in adolescents, which is related to the intake of vegetables and fruit. This study aims to determine the relationship between vegetable and fruit intake on the nutritional status of students at SMP Negeri 8 Purwokerto. Methodology: The research design used a cross sectional design with a sample of 89 respondents. Food intake data was collected using a 3 day food recall questionnaire, namely 1 weekday and 2 weekend days. Results: Based on the data on the characteristics of the most respondents at the age of 13 years, 38 students (42.7%). Based on the gender of the respondents, the majority were women, namely 57 students (64%). Based on the results of nutritional status data that the highest nutritional status was nutritional status with 33 students (37.1%). The results of the analysis with the Chi-Square test on the relationship between fruit intake and nutritional status in students at SMP Negeri 8 Purwokerto was 0.012 (significance 0.05). the intake of vegetables with more nutritional status in students at SMP Negeri 8 Purwokerto was 0.004 (significance 0.05). Nutritional status data using Body Mass Index (BMI). The data were was analyzed using the chi-square test. Conclusion: There is a significant relationship between vegetable and fruit intake on nutritional status in students of SMP Negeri 8 Purwokerto. Keywords: Vegetable intake, fruit intake and nutritional status 1Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas ilmu-ilmu Kesehatan2, Universitas Jenderal Soedirman3 | |
| 29975 | 33322 | A1D017109 | RESPON TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) TERHADAP KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR URINE KELINCI | Komoditas hortikultura merupakan komoditas yang memiliki prospek sangat baik untuk dikembangkan. Salah satu sayuran daun yang digemari oleh masyarakat Indonesia ialah tanaman selada. Tanaman selada perlu pengembangan usaha budidaya karena tanaman selada sangat mudah dipasarkan dan memiliki kegunaan yang beragam di dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas tanaman selada adalah dengan menggunakan media tanam dan pupuk organik cair urine kelinci. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui komposisi media tanam yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada , 2) mengetahui dosis pupuk organik cair urin kelinci yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada, 3) mengetahui kombinasi komposisi media tanam dengan dosis pupuk organik cair urine kelinci yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2021 sampai dengan April 2021 di Green House Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah komposisi media tanam yaitu, M0 = tanah andisol (Kontrol), M1 = tanah:kompos (1:1), M2 = tanah:arang sekam (1:1), M3 = tanah:kompos:arang sekam (1:1:1). Faktor kedua adalah dosis pupuk organik cair urine kelinci, yaitu P0 = 0 ml/tanaman, P1 = 120 ml/tanaman, P2 = 240 ml/tanaman, P3 = 360 ml/tanaman. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), panjang akar (cm), bobot akar segar (g), bobot tajuk segar (g), dan bobot tanaman segar (g). Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam pada taraf 5%, apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam yang terdiri atas tanah:kompos:arang sekam (M3) dengan perbandingan 1:1:1 dan tanah:kompos (M1) perbandingan 1:1 mememberikan hasil terbaik pada semua variabel seperti tinggi tanaman selada, jumlah daun, panjang akar, bobot akar segar, bobot tajuk segar, dan bobot tanaman segar. Perlakuan Dosis POC urine kelinci 120 ml/tanaman, 240 ml/ tanaman, dan 360 ml/tanaman tidak mengakibatkan adanya perbedaan respon pertumbuhan dan hasil pada tanaman selada. Tidak terdapat interaksi antara antara komposisi media tanam dan dosis POC urin kelinci pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada. | Horticultural commodities are commodities that have very good prospects for development. One of the leaf vegetables favored by the people of Indonesia is lettuce. Lettuce needs a cultivation business development because lettuce is very easy to market and has various uses in everyday life. One way to increase it is by using growing media and liquid organic fertilizer of rabbit urine. This study aims to 1) determine the best composition of growing media for the growth and yield of lettuce, 2) determine the best dose of rabbit urine liquid organic fertilizer for for growth and yield of lettuce, 3) determine the best combination of the composition of the growing media with a dose of rabbit urine liquid organic fertilizer for the growth and yield of lettuce plants. This research was conducted from January 2021 to April 2021 at the Green House of the Faculty of Agriculture, University of Jenderal Sudirman. The experimental design used was Completely Randomized Block Design (CRBD) with 2 factors. The first factor is the composition of the planting medium, namely, M0 = andisol soil (Control), M1 = soil: compost (1:1), M2 = soil: husk charcoal (1:1), M3 = soil: compost: husk charcoal (1:1:1). The second factor was the dose of liquid organic fertilizer of rabbit urine, namely P0 = 0 ml/plant, P1 = 120 ml/plant, P2 = 240 ml/plant, P3 = 360 ml/plant. The variables observed were plant height (cm), number of leaves (strands), root length (cm), fresh root weight (g), fresh crown weight (g), and fresh plant weight (g). The data obtained from the results of the study were analyzed using variance at the 5% level, if it had a significant effect, it was continued with the DMRT test at the 5% level. The results showed that the composition of the growing media consisting of soil: compost: husk charcoal (M3) with a ratio of 1:1:1 and soil:compost (M1) with a ratio of 1:1 gave the best results on all variables such as lettuce plant height, number of leaves. , root length, fresh root weight, fresh crown weight, and fresh plant weight. The treatment of POC doses of rabbit urine 120 ml/plant, 240 ml/plant, and 360 ml/plant did not result in any difference in growth response and yield on lettuce plants. There was no interaction between the composition of the growing media and the dose of liquid organic fertilizer of rabbit urine on the growth and yield of lettuce. | |
| 29976 | 33324 | A1D017119 | RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP PEMBERIAN BOKASHI LIMBAH TONGKOL JAGUNG | Bawang merah merupakan salah satu jenis sayuran yang berkontribusi terhadap inflasi. Pengembangan produksi bawang merah terkendala oleh lahan pertanian yang semakin terbatas. Kesetaraan produktivitas lahan pasir pantai perlu ditingkatkan melalui pemanfaatan pupuk bahan organik, salah satunya bokashi. Penggunaan bokashi limbah tongkol jagung diharapkan dapat membantu menyuburkan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui keragaman pertumbuhan dan hasil beberapa varietas bawang merah, (2) mengetahui respon pertumbuhan dan hasil beberapa varietas bawang merah terhadap pemberian bokashi limbah tongkol jagung, (3) mengetahui interaksi dan kombinasi terbaik antara beberapa varietas bawang merah dan pemberian bokashi limbah tongkol jagung terhadap keragaman pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di screen house dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian UNSOED, Purwokerto pada bulan November 2020 hingga Februari 2021. Penelitian berupa percobaan polibag menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial. Faktor pertama adalah macam varietas bawang merah yaitu Ambassador, Bima Brebes, Lokananta, Mentes, Sanren, Tiron, Triula dan Tuk-tuk. Faktor kedua adalah dosis bokashi limbah tongkol jagung yaitu 0 t.ha-1 (tanpa bokashi) dan 20 t.ha-1. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan varietas memberikan respon berbeda-beda terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Pemberian bokashi limbah tongkol jagung dengan dosis 20 t.ha-1 mampu meningkatkan rata-rata tinggi tanaman bawang merah sebesar 12.38 %. Pengaruh interkasi antara perbedaan varietas dan pemberian bokashi diperoleh pada variabel serapan nitrogen. Tanaman tertinggi terdapat pada varietas Lokananta dengan perlakuan bokashi dosis 20 t.ha-1. | Shallots are one type of vegetable that contributes to inflation. The development of shallot production is constrained by increasingly limited agricultural land. Equality of productivity of coastal sandy land needs to be improved through the use of organic fertilizers, one of which is bokashi. The use of corncob waste bokashi is expected to help fertilize plants. This study aims to: (1) determine the diversity of growth and yield of several shallot varieties, (2) to determine the growth and yield responses of several shallot varieties to corncob waste bokashi, (3) to determine the best interaction and combination between several shallot varieties. and the provision of corncob waste bokashi on the diversity of growth and yield of shallots. The research was carried out at the screen house and the Agronomy and Horticulture Laboratory of the Faculty of Agriculture UNSOED, Purwokerto from November 2020 to February 2021. The study was a polybag experiment using a factorial Completely Randomized Block Design. The first factor is the variety of shallots, namely Ambassador, Bima Brebes, Lokananta, Mentes, Sanren, Tiron, Triula and Tuk-tuk. The second factor was the dose of corncob waste bokashi, namely 0 t.ha-1 (without bokashi) and 20 t.ha-1. The data obtained were analyzed using analysis of variance and Duncan's Multiple Range Test at a 5% significance level. The results showed that different varieties give different responses to the growth and yield of shallots. Giving bokashi corncob waste with a dose of 20 t.ha-1 was able to increase the average height of shallot plants by 12.38%. The effect of interaction between different varieties and bokashi administration was obtained on the nitrogen uptake variable. The highest plant was found in the Lokananta variety with bokashi treatment at a dose of 20 t.ha-1. | |
| 29977 | 33325 | F1A017059 | FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI MAHASISWA PENERIMA BEASISWA AFIRMASI PENDIDIKAN TINGGI TKI MALAYSIA | Pendidikan merupakan hak setiap orang karena dengan pendidikan, maka akan terlaksana pemberdayaan sumber daya manusia untuk perkembangan serta pembangunan negara. Namun sayangnya, masih banyak anak-anak indonesia yang tidak dapat mengakses pendidikan, salah satunya anak-anak pekerja migran indonesia di malaysia. Pemerintah indonesia telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan bantuan akses pendidikan kepada anak-anak di malaysia, salah satunya dengan menghadirkan beasiswa afirmasi pendidikan tinggi tki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap prestasi penerima beasiswa afirmasi pendidikan tinggi tki malaysia. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 50 orang. Variabel bebas (x) pada penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu x1 (internal) dan x2 (eksternal) sedangkan variabel terikat (y) yaitu hasil ipk. Penelitian ini menggunakan dua alat analisis, yaitu deskriptif persentase dan juga chi square. Pada analisis deskriptif persentase, faktor internal mempengaruhi prestasi belajar para responden yaitu 69,5% dengan kriteria ‘tinggi’. Pada perhitungan chi square didapatkan hasil : (a) intelegensi mempengaruhi prestasi dengan p value= 0,023 dan x2=14,652; (b) kesehatan tidak mempengaruhi prestasi karena p value= 0,11 dan x2= 10,293 dimana lebih besar t-tabel dibandingkan t hitung; (c)bakat mempengaruhi prestasi dengan p value=0,013 dan x2=16,042; (d) minat mempengaruhi terhadap prestasi dengan p value=0,014 dan x2=15,881. Pada analisi deskriptif persentase, faktor eksternal mempengaruhi prestasi belajar sebesar 76% dengan kriteria “tinggi”. Pada perhitungan chi square didapatkan hasil : (a) keluarga mempengaruhi prestasi dengan p value= 0,021 dan x2=14,916; (b) teman sebaya mempengaruhi prestasi dengan p value= 0,036 dan x2= 13,421; (c)pendidikan mempengaruhi prestasi dengan p value=0,036 dan x2=13,424; (d) lingkungan masyarakat mempengaruhi prestasi dengan p value=0,042 dan x2=14,526; (e) media massa mempengaruhi prestasi dengan p value = 0,013 dan x2=16,042 setiap indikator ini memiliki taraf signifikansi sebesar 0,05. Saran yang dapat diberikan adalahagar mahasiswa lebih bijak dalam mengatur waktu belajar dan istirahat agar berjalan seimbang dan tidak terjadi kelelahan. Selain itu orang tua dan saudara terdekat juga perlu memberikan dukungan penuh bagi mahasiswa, baik lewat motivasi ataupun dukungan finansial, agar mahasiswa lebih mudah meraih prestasi. | Education is the right of everyone because with education, the empowerment of human resources will be carried out for the development and development of the country. But unfortunately, there are still many indonesian children who cannot access education, one of which is the children of indonesian migrant workers in malaysia. The indonesian government has collaborated with various parties to provide assistance with access to education for children in malaysia, one of which is by presenting the tki higher education affirmation scholarship. This study aims to determine the influence of internal and external factors on the achievement of the recipients of the malaysian tki affirmation higher education scholarship. The number of samples in this study were 50 people. The independent variable (x) in this study is divided into two, namely x1 (internal) and x2 (external) while the dependent variable (y) is the result of gpa. This study uses two analytical tools, namely descriptive percentage and chi square. In the percentage descriptive analysis, internal factors affect the learning achievement of the respondents, namely 69.5% with the criteria of 'high'. In the chi square calculation, the results are: (a) intelligence affects achievement with p value = 0.023 and x2 = 14.652; (b) health does not affect achievement because p value = 0.11 and x2 = 10.293 where t-table is greater than t-count; (c) talent affects achievement with p value=0.013 and x2=16.042; (d) interest affects achievement with p value=0.014 and x2=15,881. In the percentage descriptive analysis, external factors affect learning achievement by 76% with the criteria of "High". In the chi square calculation, the results are: (a) family affects achievement with p value = 0.021 and x2 = 14,916; (b) peers influence achievement with p value = 0.036 and x2 = 13,421; (c) education affects achievement with p value=0.036 and x2=13,424; (d) community environment influences achievement with p value=0.042 and x2=14,526; (e) mass media affects achievement with p value = 0.013 and x2 = 16,042 each of these indicators has a significance level of 0.05. Suggestions that can be given are for students to be wiser in managing study and rest time so that they run in a balanced way and there is no fatigue. In addition, parents and closest relatives also need to provide full support for students, either through motivation or financial support, so that students can achieve achievements more easily. | |
| 29978 | 33326 | A1D017129 | Uji Metabolit Sekunder Jamur Patogen Gulma Terhadap Babandotan, Krokot, Tomat dan Bayam Cabut di Lapangan Terbatas | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metabolit sekunder jamur patogen (Chaetomium sp., Fusarium sp., Curvularia sp.) terhadap gulma daun lebar dan tanaman budidaya.Penelitian dilaksanakan di Experimental Farm dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Oktober 2020 – Februari 2021. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan petak terbagi. Petak utama terdiri atas metabolit sekunder jamur patogen Chaetomium sp., Fusarium sp., dan Curvularia sp. serta anak-petak terdiri atas gulma Ageratum conyzoides L., Portulaca sp. dan anak petak rancangan uji metabolit sekunder jamur patogen pada tanaman budidaya terdiri atas Lycopersicum esculentum, Amaranthus tricolor. Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, Area Under Disease Progress Curve (AUDPC), tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tanaman segar dan bobot tanaman kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metabolit sekunder tiga jamur patogen mampu menyebabkan kerusakan pada gulma daun lebar. Metabolit sekiunder jamur patogen Chaetomium sp. virulen terhadap gulma daun lebar dengan masa inkubasi lebih cepat 56,04%, intensitas penyakit 67,56%, laju infeksi 48,42%, dan AUDPC 86,39% dibanding kontrol. Metabolit sekunder jamur dapat menekan pertumbuhan yaitu 18,02% tinggi tanaman, 38,75% jumlah daun, 26,08% bobot tanaman basah dan 8,85% bobot tanaman kering dibanding kontrol. Gulma Portulaca sp. rentan mengalami kerusakan akibat aplikasi metabolit sekunder dengan intensitas penyakit sebesar 50,79%. Interaksi antara metabolit sekunder jamur Fusarium sp. pada Portulaca sp. dan Curvularia sp. pada Ageratum conyzoides L. menunjukkan intensitas penyakit tertinggi, masing-masing yaitu 58,73% dan 65,08%. Metabolit sekunder jamur patogen gulma tidak virulen terhadap tanaman budidaya tomat dan bayam. | The research was conducted from October 2020 until February 2021 at the Experimental Farm and Plant Protection Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, in Purwokerto. Split plot design, which is divided into main plots and sub-plots, was employed within this research. The main plot consisted of secondary metabolites of the pathogenic fungi, namely Chaetomium sp., Fusarium sp., Curvularia sp. and sub-plots consisted of weeds Ageratum conyzoides L., Portulaca sp. while the sub-plots of the secondary metabolite test of pathogenic fungi on cultivated plants consisted of Lycopersicum esculentum, Amaranthus tricolor. The variables observed were disease symptoms, incubation period, disease intensity, infection rate, Area Under Disease Progress Curve (AUDPC), plant height, number of leaves, plant fresh weight and plant dry weight. The results showed that the secondary metabolites of three pathogenic fungi were able to infect broadleaf weeds. The single effect of the pathogen indicate that the secondary metabolites of the fungus Chaetomium sp. was virulent to broadleaf weeds with a faster incubation period of 56.04%, disease intensity of 67.56%, infection rate 48.42%, AUDPC 86.39% compared than control. The single effect of the pathogenic fungi were able to inhibit growth with 18,02% plant height, 38,75% number of leaves, 26,08% plant fresh weight and 8,85% plant dry weight compared to control. The single effect of weeds showed that the most susceptible weed was Portulaca sp., indicated by disease intensity which constitures 50.79%. The combined effect showed that the secondary metabolic treatment of Fusarium sp. on Portulaca sp. and Curvularia sp. in Ageratum conyzoides L. showed the highest disease intensity which respectively constitutes 58.73% and 65.08%. Secondary metabolic of weed pathogenic fungi were not virulent to tomato and spinach cultivation. | |
| 29979 | 33327 | F1A017031 | PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN MOTIVASI PERILAKU KONSUMTIF TERHADAP INTENSITAS BELANJA PAKAIAN ONLINE (STUDI TERHADAP MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNSOED ANGKATAN 2019) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status sosial ekonomi orang tua dan motivasi perilaku konsumtif terhadap intensitas belanja pakaian online. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed angkatan 2019. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian survey. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 105 sampel, dihitung menggunakan rumus Cochran. Metode pengumpulan data kuesioner menggunakan Google Form. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi, ananalisis regresi linear, dan koefisien determinan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap intensitas belanja pakaian online “diterima”, pengaruh motivasi perilaku konsumtif terhadap intensitas belanja pakaian online “diterima” dan terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi perilaku konsumtif terhadap intensitas belanja pakaian online “diterima”. Hal tersebut berasal dari nilai koefisien regresi sebesar 0,089 menunjukan arah positif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel status soial dan ekonomi orang tua dan motivasi perilaku konsumtif berpengaruh secara bersama-sama terhadap variabel intensitas belanja pakaian online, maka hipotesis ketiga yang diajukan dalam penelitian ini yaitu : “Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Motivasi Perilaku Konsumtif terhadap Intensitas Belanja Pakaian Online Mahasiswa FEB Universitas Jendral Soedirman angkatan 2019” diterima. | This research aims to determine the effect of parents' socioeconomic status and consumptive behavior motivation on the intensity of online clothing shopping. Respondents in this study were students of the Unsoed Faculty of Economics and Business class 2019. This study used a quantitative method with the type of survey research. The sampling technique used is simple random sampling. The number of samples in this study was 105 samples, calculated using the Cochran formula. The questionnaire data collection method uses Google Form. Data analysis used frequency distribution, linear regression analysis, and determinant coefficients. The hypotheses in this study are the influence of parents' socioeconomic status on the intensity of online clothing shopping "accepted", the influence of consumptive behavior on the intensity of online clothing shopping "accepted" and there is a significant influence between the motivation of consumptive behavior on the intensity of online clothing shopping "accepted". This comes from the regression coefficient value of 0.089 indicating a positive direction. Based on the results of the study showing that the variables of parents' social and economic status and consumptive behavior motivation have a joint effect on the online clothing shopping intensity variable, the third hypothesis proposed in this study is: "The Influence of Parents' Socio-Economic Status and Consumptive Behavior Motivation on The Intensity of Online Clothing Shopping for FEB Students at Jendral Sudirman University batch 2019 was accepted. | |
| 29980 | 33328 | I1D017019 | PERBEDAAN POLA KONSUMSI MAKANAN TINGGI GULA SEDERHANA, NATRIUM, DAN LEMAK JENUH PADA REMAJA PUTRI DENGAN SPM SEDANG-BERAT DAN NON SPM | Latar Belakang: SPM sedang-berat merupakan salah satu masalah kesehatan yang dialami oleh 20-72% remaja di Indonesia. Salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadiannya adalah pola makan, terutama tinggi gula sederhana, natrium, dan lemak jenuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola konsumsi makanan tinggi gula sederhana, natrium, dan lemak jenuh pada remaja putri dengan SPM sedang-berat dan Non SPM. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cross sectional. Jumlah sampel untuk kelompok SPM sedang-berat dan Non SPM masing-masing sebanyak 33 orang. Data kejadian SPM diukur dengan kuesioner SPAF sedangkan data pola konsumsi diukur dengan metode FFQ. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney dan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian: Berdasarkan hasil analisis, ada perbedaan pola konsumsi tinggi gula sederhana, natrium, dan lemak jenuh pada remaja putri dengan SPM sedang- berat dan Non SPM. Faktor dominan terhadap kejadian SPM pada remaja putri adalah pola konsumsi tinggi lemak jenuh dengan nilai OR 1.021. Kesimpulan: Terdapat perbedaan pola konsumsi tinggi gula sederhana, natrium, dan lemak jenuh pada remaja putri dengan SPM sedang-berat dan Non SPM. Pola konsumsi tinggi lemak jenuh merupakan faktor dominan terhadap kejadian SPM. | Background: Moderete-to-severe PMS is one of the most common health problems experienced by 20-72% of adolescent in Indonesia. One of the most influential factors is dietary pattern, especially food that contains high sugars, sodium, and saturated fat. This study aims to determine the differences of high sugars, sodium, and saturated fat dietary pattern between adolescent girls with moderate-to-severe PMS and non PMS. Method: This research used a cross sectional design. The number of samples for PMS group and non PMS group were 33 people for each. The incidence of PMS was measured by SPAF, while the dietary patterns was measured using FFQ. Data analyzed by the Mann Whitney test and logistic regression test. Result: Based on the results of the analysis, there was differences in the high sugars, sodium, and saturated fat dietary pattern between adolescent girls with moderate- to-severe PMS and Non-PMS. The dominant factor of PMS is high saturated fat dietary pattern with an OR value 1.021. Conclusion: There was differences in high sugars, sodium, and saturated fat dietary pattern between adolescent girls with moderate-to-severe PMS and Non-PMS. High saturated fat dietary pattern is the dominant factor of PMS. |