Home
Login.
Artikelilmiahs
33308
Update
HAIDAR AMMAR
NIM
Judul Artikel
KAJIAN AGIHAN K DAN SERAPANNYA OLEH TANAMAN PADI SAWAH DI DAS SERAYU HILIR WILAYAH KECAMATAN ADIPALA, KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui: i) agihan (distribusi) unsur hara kalium pada lahan sawah yang digunakan untuk tanaman padi sawah di DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. ii) hubungan antara kandungan unsur hara kalium dilahan sawah dan serapan kalium dengan hasil tanaman padai sawah di DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. iii) kebutuhan pupuk kalium lahan sawah pada budidaya tanaman padi di DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Penelitian dilaksanakan bulan November 2020 sampai Maret 2021 di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap dan Labolatorium Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan metode survei. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen Kecamatan Adipala, dengan sistem transek yang dibuat tegak lurus aliran Sungai Serayu. Variabel yang diamati pada penelitian meliputi daya hantar listik (DHL) tanah, potensial redoks tanah, berat jenis isi tanah, berat jenis partikel tanah, Ktersedia tanah, K-jaringan tanaman, dan hasil tanaman padi. Hasil penelitian menunjukan bahwa status unsur hara kalium di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap pada SLH 1 sebesar 0,45 cmol(+)/kg-1 , SLH 2 sebesar 0,39 cmol(+)/kg-1 , dan SLH 3 sebesar 0,31 cmol(+)/kg-1 . Hubungan antara K-jaringan tanaman dengan hasil tanaman padi memiliki korelasi yang kuat sebesar 0,667*. Hubungan antara K-tersedia tanah dengan K-jaringan tanaman memiliki korelasi yang kuat sebesar 0,637*. Korelasi antara K-tersedia dengan hasil tanaman padi memiliki nilai r = 0,3676 yang memiliki hubungan korelasi lemah, sedangkan hubungan antara Kjaringan dengan hasil tanaman padi memiliki nilai r = 0,8106 yang memiliki hubungan korelasi sangat kuat. Rekomendasi pemupukan K di lokasi penelitian pada SLH 1 sebesar 63,81 kg K₂O/ha atau setara dengan 106,29 kg KCl/ha. SLH 2 berkisar antara 67,90 kg K₂O/ha atau setara dengan 113,17 kg KCl/ha, sedangkan pada SLH 3 berkisar antara 126,98 kg K₂O/ha atau setara dengan 211,63 kg KCl/ha.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui: i) agihan (distribusi) unsur hara kalium pada lahan sawah yang digunakan untuk tanaman padi sawah di DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. ii) hubungan antara kandungan unsur hara kalium dilahan sawah dan serapan kalium dengan hasil tanaman padai sawah di DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. iii) kebutuhan pupuk kalium lahan sawah pada budidaya tanaman padi di DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Penelitian dilaksanakan bulan November 2020 sampai Maret 2021 di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap dan Labolatorium Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan metode survei. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen Kecamatan Adipala, dengan sistem transek yang dibuat tegak lurus aliran Sungai Serayu. Variabel yang diamati pada penelitian meliputi daya hantar listik (DHL) tanah, potensial redoks tanah, berat jenis isi tanah, berat jenis partikel tanah, Ktersedia tanah, K-jaringan tanaman, dan hasil tanaman padi. Hasil penelitian menunjukan bahwa status unsur hara kalium di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap pada SLH 1 sebesar 0,45 cmol(+)/kg-1 , SLH 2 sebesar 0,39 cmol(+)/kg-1 , dan SLH 3 sebesar 0,31 cmol(+)/kg-1 . Hubungan antara K-jaringan tanaman dengan hasil tanaman padi memiliki korelasi yang kuat sebesar 0,667*. Hubungan antara K-tersedia tanah dengan K-jaringan tanaman memiliki korelasi yang kuat sebesar 0,637*. Korelasi antara K-tersedia dengan hasil tanaman padi memiliki nilai r = 0,3676 yang memiliki hubungan korelasi lemah, sedangkan hubungan antara Kjaringan dengan hasil tanaman padi memiliki nilai r = 0,8106 yang memiliki hubungan korelasi sangat kuat. Rekomendasi pemupukan K di lokasi penelitian pada SLH 1 sebesar 63,81 kg K₂O/ha atau setara dengan 106,29 kg KCl/ha. SLH 2 berkisar antara 67,90 kg K₂O/ha atau setara dengan 113,17 kg KCl/ha, sedangkan pada SLH 3 berkisar antara 126,98 kg K₂O/ha atau setara dengan 211,63 kg KCl/ha.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save