Artikel Ilmiah : A1G018003 a.n. DEA NABILAH ANGGASTA

Kembali Update Delete

NIMA1G018003
NamamhsDEA NABILAH ANGGASTA
Judul ArtikelANALISIS RISIKO USAHATANI SAYURAN ORGANIK DI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Desa Melung dan Windujaya merupakan daerah sentra usahatani sayuran organik yang berada di Kecamatan Kedungbanteng dan terletak di lereng Gunung Slamet. Usahatani sayuran organik ini didirikan karena semakin banyaknya permintaan konsumen untuk mengonsumsi sayuran organik. Permintaan produk sayuran organik meningkat pada saat pandemi Covid-19 dari 12,84% menjadi 15,46%. Namun, dalam usahatani tersebut sering terjadi risiko yang diakibatkan oleh ketidakmampuan petani untuk memprediksi mengenai hal yang akan terjadi pada waktu yang akan datang seperti, harga jual yang berfluktuatif, iklim dan kondisi alam. Risiko yang sering dihadapi petani adalah risiko produksi, harga, dan pendapatan. Risiko tersebut dapat menyebabkan penurunan produksi tanaman yang dihasilkan, sehingga akan berpengaruh terhadap pendapatan yang akan diterima petani. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghitung risiko produksi, harga, dan pendapatan, 2) mengidentifikasi sumber-sumber risiko usahatani dan upaya yang dilakukan petani, 3) menghitung kontribusi pendapatan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Penentuan responden penelitian menggunakan metode sensus untuk petani sayuran organik diperoleh sebanyak 20 petani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Risiko produksi dan harga memiliki risiko yang kecil sedangkan risiko pendapatan memiliki risiko yang sedang. Risiko tertinggi pada usahatani sayuran organik adalah caisim diikuti dengan selada, bawang daun, dan buncis 2) beberapa risiko yang sering terjadi seperti cuaca hujan yang terus menerus, adanya gangguan hama dan penyakit, serta kurangnya ketersediaan sarana produksi, 3) kontribusi pendapatan usahatani sayuran organik sebesar 53,48 dikategorikan tinggi yang menunjukkan bahwa pendapatan usahatani sayuran organik memiliki peranan sangat penting bagi rumah tangga petani.
Abtrak (Bhs. Inggris)Melung and Windujaya villages are organic vegetable farming centers located in Kedungbanteng District and located on the slopes of Mount Slamet. This organic vegetable farm was founded because of the increasing demand for consumers to consume organic vegetables. However, in such farming there are often risks caused by the inability of farmers to predict things that will happen in the future such as unstable selling prices, unpredictable, volatile, and uncontrollable climate and natural conditions. The risks that are often faced by farmers are production, price and income risks. This risk can cause a decrease in crop production, so that it will affect the income that will be received by farmers. The purpose of this study to: 1) calculate the risk level of production, price, and income, 2) identify sources of farming risk and efforts made by farmers, 3) calculate income contribution. The study method used is a case study.
Determination of study respondents using the census method for organic vegetable farmers obtained as many as 20 farmers. The results of this study indicate that 1) Production and price risk has a small level of risk while income risk has a medium level of risk. The highest risk in organic vegetable farming is caisim compared to beans, lettuce, and leeks, 2) the biggest source of risk in organic vegetable farming is production risk such as continuous rainy weather, pest and disease disturbances, and lack of availability of production facilities, 3) the contribution of organic vegetable farming income is 53,48 categorized as high which indicates that organic vegetable farming income has a very important role for farmer households.
Kata kunciKeywords: Organic vegetable, income contribution, farm risk
Pembimbing 1Ir. Tatang Widjojoko, M.P.
Pembimbing 2Ir. Endang Sriningsih, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2021-08-23 10:40:39.860193
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.