Home
Login.
Artikelilmiahs
33240
Update
DEKA KHADIFA BERLIAN SAMUDRA
NIM
Judul Artikel
KEPATUHAN SINGAPURA TERHADAP ASEAN AGREEMENT ON TRANSBOUNDARY HAZE POLLUTION DITINJAU DARI DIMENSI OBLIGASI, PRESISI, DAN DELEGASI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam mengenai kepatiuhan Singapura terhadap ASEAN Agreement on Tranzboundary Haze Pollution ditinjau dari dimensi obligasi, presisi, dan delegasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa masih banyak terjadinya pencemaran asap di beberapa wilayah Asia Tenggara menunjukkan bahwa perjanjian ini tidak berjalan efektif. Singapura termasuk negara yang “tidak patuh” pada AATHP yang mana hal ini terbukti dari diimplementasikannya Transboundary Haze Pollution Act 2014 yang mengakomodir ekstra teritorial dalam pengenaan pertanggungjawaban pidana maupun perdata bagi setiap entitas, baik di dalam maupun di luar Singapura memungkinkan memasukin wilayah yurisdiksi Indonesia. Padahal, pengaturan ini tidak diatur dalam ASEAN Transboundary Haze Pollution Agreement yang diratifikasi oleh negara-negara ASEAN.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to understand in depth about Singapore's compliance with the ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution in terms of the dimensions of bonds, precision, and delegation. The results of the study show that there is still a lot of smoke pollution in some areas of Southeast Asia, indicating that this agreement is not working effectively. Singapore is a country that is “non-compliant” with AATHP which is evident from the implementation of the Transboundary Haze Pollution Act 2014 which accommodates extra-territorialities in imposing criminal and civil liability for each entity, both inside and outside Singapore, allowing entry into the jurisdiction of Indonesia. In fact, this arrangement is not regulated in the ASEAN Transboundary Haze Pollution Agreement ratified by ASEAN countries.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save