Artikel Ilmiah : F1D010033 a.n. AHMAD JAETULOH

Kembali Update Delete

NIMF1D010033
NamamhsAHMAD JAETULOH
Judul ArtikelEKONOMI POLITIK PENGEMBANGAN KOPERASI SERBA USAHA (KSU) NIRA SATRIA DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Ringkasan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut, perdagangan bebas gula kristal di Kabupaten Banyumas menyebabkan setiap aktor yang berkepentingan saling bersaing untuk mendapatkan keuntungan. Mulai dari pengrajin gula yang selalu berproduksi dan ekspansi (rasionalitas petani) sampai dengan pembentukan KSU Nira Satria. Namun ketidakmampuan KSU Nira Satria dalam mengakomodir pengrajin gula menyebabkan rasionalitas jinak. Rasionalitas jinak yaitu, sifat KSU Nira Satria yang lebih memilih posisi seimbang (balance) dan berkesinambungan (sustain) dalam proses produksi. Rasionalitas jinak ini selanjutnya menjadi permasalahan ketika dihadapkan dengan P3R. Dalam hal ini, tidak banyak hal yang bisa dilakukan KSU Nira Satria untuk terlepas dari ketergantungan pasar P3R. Selain itu, P3R pun memiliki kepentingan sendiri, berdasar pada rasionalitas jinak yang dimiliki KSU Nira Satria, P3R mencoba untuk membangun relasi kerja yang timpang. KSU Nira Satria sebagai produsen dan P3R sebagai pemasar. Ini adalah bentuk patron-client, di mana patron memiliki rasionalitas untuk selalu dapat menguasai client. Rasionalitas jinak ini juga menyebabkan lemahnya posisi KSU Nira Satria dihadapan kelompok tani, di mana KSU Nira Satria (free rider) telah gagal bersaing dengan PT. Holes. Dalam hal ini PT.Holes mampu menawarkan harga lebih tinggi dibandingkan dengan KSU Nira Satria. Sementara itu, LPPLSH sebagai aktor intelektual mampu mendominasi KSU Nira Satria melalui wacana relasi kerja. Pada akhirnya, relasi kuasa yang terbangun dalam pengembangan KSU Nira Satria di Kabupaten Banyumas lebih banyak merugikan KSU Nira Satria dibandingkan dengan keuntungan yang didapat.

Kata kunci: rasionalitas jinak, patron-client, free rider, dominasi wacana
Abtrak (Bhs. Inggris)A Abstract of this research result is as follows, a crystalline sugar free trade in The District of Banyumas cause any actor interested parties compete with to gain advantage. Get started from craftsman activities and expansion of sugar always (rational peasant) up to the formation of KSU Nira Satria. But an inability KSU Nira Satria in accommodate a craftsman sugar causing rationality benign .Rationality benign namely, of the nature of KSU Nira Satria who prefer to use the position of balanced (balance) and sustainable (sustain) during the production process. Rationality benign went into problems when faced with P3R. In this case not so many things to do KSU Nira Satria to let go of dependence P3R. Besides, P3R too have its own interested, based on rationality benign owned KSU Nira Satria. P3R trying to build a relationship work lame. KSU Nira Satria as producer and P3R for marketers. This is the shape that has the patron-client relations, where the patron having rationality to always be able to seize client. Rationality benign this also caused the weakness of the position of ksu nira satria to the peasant, in which KSU Nira Satria (free rider) has failed to compete with PT .Holes. In this PT.Holes able to offer higher prices than the KSU Nira Satria. Meanwhile, as actor LPPSLH intellectual capable of dominating KSU Nira Satria through discourse relationships work. In the end, power relationships developed in the development of ksu nira satria in District of Banyumas more injurious KSU Nira Satria compared with the profit gained .


Kata kuncirasionalitas jinak, patron-client, free rider, dominasi wacana
Pembimbing 1Drs. Solahuddin Kusumanegara, M.Si.
Pembimbing 2Khairu R. Sobandi, S.IP., M.Si., M.A.
Pembimbing 3Triana Ahdiati M.Si.
Tahun2015
Jumlah Halaman29
Tgl. Entri2015-08-26 13:37:46.562201
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.