Artikel Ilmiah : E1A015214 a.n. ALVIANDRO HERBAYU
| NIM | E1A015214 |
|---|---|
| Namamhs | ALVIANDRO HERBAYU |
| Judul Artikel | CERAI GUGAT KARENA TIDAK TERPENUHINYA NAFKAH WAJIB (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Kota Malang Nomor : 1371 / Pdt.G / 2020 / PA.Mlg) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Salah satu penyebab perceraian itu terjadi adalah karena salah satu pasangan pergi meninggalkan tanpa pamit sehingga tidak terpenuhinya nafka lahir maupun batin dan sering terjadinya percekcokan, di Pengadilan Agama Kota Malang dengan Nomor Perkara: 1371/Pdt.G/2020/PA.Mlg. Dalam kasus tersebut, pemohon akan mengajukan gugatan cerai yang dikarenakan pihak suami meninggalkan tanpa memberikan nafkah wajib dan sering terjadinya cekcok dalam rumah tangga. Bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara cerai gugat karena tidak terpenuhinya nafkah wajib. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan hukum secara yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah Putusan Pengadilan Agama Kota Malang dengan Nomor Perkara: 1371/Pdt.G/2020/PA.Mlg. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data studi kepustakaan (library research) dan inventarisasi, metode analisa data menggunakan teks naratif dan teknik analisis data menggunakan normatif kualitatif. Menurut peneliti hakim menggunakan Pasal 116 huruf (b) kurang tepat karena dalam Pasal 116 huruf (b) salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 tahun berturut-turut sedangkan dalam kasusnya Tergugat meninggalkan Penggugat baru terhitung 1 tahun 8 bulan, hakim seharusnya menggunakan Pasal 116 huruf (g) sebagai alasan perceraian karena Tergugat selama meninggalkan Penggugat tidak pernah memberikan nafkah sehingga melanggar perjanjian dalam taklik talak yaitu seorang suami tidak memberikan nafkah selama 3 bulan berturut-turut. Kasus tersebut juga bertentangan dengan Pasal 77 KHI jo Pasal 80 ayat 2 tentang kewajiban seorang ayah untuk menafkahi dan melindungi anak dan istrinya serta memberikan segala sesuatu keperluan hidup berumah tangga sesuai dengan kemampuannya. Pasal 33 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 menurut peneliti sebaiknya digunakan sebagai pertimbangan hukum hakim karena para pihak saat sidang mediasi hakim tidak berhasil didamaikan. Ketentuan Pasal 9 Undang-Undang No 23 Tahun 2004 Tentang Larangan Kekerasan Dalam Rumah Tangga juga dilanggar karena Tergugat sudah menelantarkan Penggugat dan anaknya selama periode di atas, sehingga kasus tersebut sudah masuk dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga yaitu dengan meninggalkan Penggugat dan tidak memberikan kewajibannya sebagai seorang suami yaitu memberikan kehidupan, perawatan, atau pemeliharaan kepada keluarganya. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | One of the reasons for the divorce was due to one of the reasons for leaving without saying goodbye so that one's physical or mental living was not fulfilled and often made arguments at the Malang City Religious Court with Case Number: 1371 / Pdt.G / 2020 / PA.Mlg. In that case, the applicant will file for divorce because the husband leaves without providing compulsory support and often receives fights in the household What are the legal considerations for judges in deciding a lawsuit for divorce because the mandatory living conditions are not fulfilled. This study uses a normative juridical legal approach, with prescriptive research specifications. The source of the data used in this study is the Decision of the Malang City Religious Court with Case Number: 1371 / Pdt.G / 2020 / PA.Mlg. By using library data analysis techniques (library research) and inventory, data analysis methods using narrative text and data analysis techniques using qualitative normative. According to the reasercher, the judge used Article 116 letter (b) which was incorrect because in Article 116 letter (b) one of the parties left the other party for 2 consecutive years while in the case the Defendant left the Plaintiff for 1 year and 8 months, the judge should have using Article 116 letter (g) as a reason for divorce because the Defendant, while leaving the Plaintiff, never provided a living so that it violated the agreement in divorce, namely that a husband did not provide living for 3 consecutive months. This case also contradicts Article 77 KHI in conjunction with Article 80 paragraph 2 concerning the obligation of a father to provide living and protect his children and wife and provide all the necessities of household life according to his abilities. according to reasecher, Article 33 Law Number 1 Year 1974 is used as a legal consideration because the parties at the mediation session of the judge failed to reconcile. The provisions of Article 9 of Law No. 23 of 2004 concerning the Prohibition of Domestic Violence were also violated because the Defendant had neglected the Plaintiff and his child during the above period, so that the case was included in the case of domestic violence, namely by leaving the Plaintiff and not giving his obligations as a husband that is to give life, care, or care to the family. |
| Kata kunci | Cerai Gugat, Nafkah Wajib |
| Pembimbing 1 | Prof. Tri Lisiani Prihatinah. S.H., M.A,. Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Dr. Siti Muflichah. S.H,. M.H. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 21 |
| Tgl. Entri | 2021-05-03 20:22:50.713041 |