Home
Login.
Artikelilmiahs
31988
Update
SONIA ROSALIA
NIM
Judul Artikel
Konflik Politik Pembebasan Tanah Dalam Pembangunan Bendungan Leuwikeris Di Desa Ancol Kabupaten Tasikmalaya
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Konflik politik dalam pembebasan tanah dalam pembangunan Bendungan Leuwikeris yang berada di Desa Ancol Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pada teori Rafl Dahrendorf dalam dinamika konflik politik. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif serta penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi serta dokumentasi. Kemudian di analisis menggunakan analisis Miles and Huberman yang terbagi menjadi tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian ini menunjukan bahwa dalam konflik pembebasan tanah guna pembangunan Bendungan Leuwikeris terjadi karena tidak ada kesetaraan harga tanah masyarakat Desa Ancol dengan harga tanah di Kabupaten Ciamis. Selain itu, tidak adanya sosialisasi dan transfaransi dokumen yang berkaitan tanah masyarakat membuat masyarakat kecewa terhadap aktor pembangunan Bendungan Leuwikeris. Maka muncullah penolakan dari masyarakat dalam pembangunan Bendungan Leuwikeris tersebut. Namun, upaya penyelesaian konflik sudah dilakukan seperti, pengaduan, mengirim surat kepada presiden, serta negoisasi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Political conflict over land acquisition in the construction of the Leuwikeris Dam in Ancol Village, Tasikmalaya Regency. This research uses Rafl Dahrendorf's theory in the dynamics of political conflict. The research method used is qualitative analysis and this research was conducted by interview, observation and documentation. Then analyzed using the analysis of Miles and Huberman which is divided into three components, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the land acquisition conflict for the construction of the Leuwikeris Dam occurred because there was no equality in the land price of the Ancol Village community with the land price in Ciamis Regency. In addition, the absence of socialization and transparency of documents relating to community lands has made the community disappointed with the actors of the Leuwikeris Dam construction. Then there was resistance from the community in the construction of the Leuwikeris Dam. However, efforts to resolve conflicts have been made, such as complaints, sending letters to the president, and negotiations.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save