Artikel Ilmiah : D1A016187 a.n. ILEN SAPUTRA

Kembali Update Delete

NIMD1A016187
NamamhsILEN SAPUTRA
Judul ArtikelPENGARUH MARINASI DENGAN JUS BAWANG PUTIH (Alium sativum L.) PADA DAGING ITIK TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN TINGKAT KEBUSUKAN SETELAH PENYIMPANAN PADA SUHU RUANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tujuan penelitian mengetahui pengaruh marinasi jus bawang putih pada daging itik dengan konsentrasi berbeda terhadap sifat organoleptik dan tingkat kebusukan setelah penyimpanan pada suhu ruang. Materi yang digunakan daging itik Tegal afkir umur 144 minggu bagian dada dan bawang putih sebanyak 0,5 kg. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk uji organoleptik dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk tingkat kebusukan. Perlakuan yang digunakan perbedaan konsentrasi, marinasi jus bawang putih dengan konsentrasi 0% (P0), konsentrasi 7% (P1), konsentrasi 14% (P2) dan konsentrasi 21% (P3). Daging itik yang telah dimarinasi dalam jus bawang putih selama 10 menit dilanjutkan penyimpanan pada suhu ruang (27°C-29°C) selama 6 jam. Hasil analisis variansi menunjukkan daging itik yang dimarinasi jus bawang putih dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap warna, aroma dan kebusukan. Hasil uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) menunjukkan daging itik dimarinasi jus bawang putih dengan konsentrasi berbeda terhadap warna dan aroma berbeda, tetapi uji kebusukan konsentrasi 7, 14, dan 21% tidak berbeda. Kesimpulan, semakin tinggi konsentrasi marinasi jus bawang putih daging itik, aroma bawang putih semakin menyengat, warna semakin pucat dan dapat menghambat kebusukan.
Abtrak (Bhs. Inggris)purpose of this study is to determine the effect of marinated garlic juice on duck meat with different concentrations with respect to organoleptic properties (color and smell) and level spoilage after storage at room temperature. The material used was 144 weeks old Tegal duck meat, breast and garlic as much as 0.5 kg. The method used was an experimental method using a randomized block design (RBD) for the organoleptic test and a completely randomized design (CRD) for the level of rottenness. The treatments used were different concentrations, marinated garlic juice with a concentration of 0% (P0), a concentration of 7% (P1), a concentration of 14% (P2) and a concentration of 21% (P3). The ducks that have been marinated in garlic juice for 10 minutes are then stored at room temperature (27 ° C-29 ° C) for 6 hours. The results of the analysis of variance showed that duck meat marinated by garlic juice with different concentrations had a very significant effect (p <0.01) on color, smell and rot. The results of Duncan's Multiple Range Test (DMRT) continued test showed that duck meat was marinated by garlic juice with different concentrations of different colors and smell, but the rottenness tests of concentrations of 7, 14 and 21% were not different. Conclusion, the higher the concentration of duck meat garlic juice marinated, the smell of garlic became more pungent, the color was paler and could inhibit spoilage.
Kata kunciDaging itik, marinasi, bawang putih, organoleptik, tingkat kebusukan.
Pembimbing 1Dr. Ir. Agustinus Hantoro D.R.,MP
Pembimbing 2Dr. Ir. Rosidi, MP
Pembimbing 3
Tahun2020
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2021-03-23 13:35:33.641405
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.