Artikelilmiahs

Menampilkan 27.901-27.920 dari 50.187 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2790131262D1A016149Pengaruh Tipe Persilangan Itik Tegal dan Magelang terhadap Produksi, Tebal Kerabang dan Specific Gravity TelurTujuan yaitu untuk mengetahui rataan dan simpang baku produksi telur, tebal kerabang dan specific gravity telur tipe persilangan itik Tegal dan Magelang. Penelitian dilaksanakan di Desa Banjarsari Kulon RT 02 / RW 03, Sumbang, Banyumas dan di Laboratorium Produksi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan adalah itik Tegal dan Magelang sebanyak 80 ekor yang dibagi dalam 4 tipe persilangan dan 5 perlakuan. Setiap ulangan terdiri dari 1 ekor itik jantan dan 3 ekor itik betina. Perlakuan terdiri dari persilangan Itik Tegal dan Magelang: P1 (itik jantan dan betina Magelang), P2 (itik jantan Magelang dan betina Tegal), P3 (itik jantan Tegal dan betina Magelang) dan P4 (itik jantan dan betina Tegal). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rataan dan simpang baku pada produksi telur, tebal kerabang dan specific gravity telur P1 (44,44 ± 15,89; 0,49 ± 0,05 dan 1,08 ± 0,02), P2 (35,63 ± 25,52; 0,52 ± 0,06 dan 1,08 ± 0,02), P3 (38,22 ± 20,22; 0,54 ± 0,08 dan 1,09 ± 0,03) dan P4 (22,67 ± 14,72; 0,40 ± 0,03 dan 1,09 ± 0,01). Hasil analisis variansi pada tipe persilangan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap tebal kerabang telur dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap produksi telur dan specific gravity telur. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa P1 memiliki produksi telur yang lebih baik dan P3 memiliki tebal kerabang dan specific gravity telur yang lebih baik.The objective is to determine the mean and standard deviation egg production, shell thickness and specific gravity cross-type eggs of Tegal and Magelang ducks. The research was conducted in the Poultry Sari duck breeders group, Banjarsari Kulon Village RT 02 / RW 03, Sumbang District, Banyumas Regency. The material used was 80 ducks from Tegal and Magelang which were divided into 4 types of crosses with 5 replications. Each replication consisted of 1 male and 3 female ducks. The consisted of treatments: P1 (male and female Magelang ducks), P2 (male Magelang ducks and Tegal females), P3 (Tegal males and Magelang females) and P4 (Tegal male and female ducks). The data obtained were analyzed by analysis of variance. Based on the results of the study, it was obtained that the mean and standard deviations of egg production, shell thickness and specific gravity P1 (44.44 ± 15.89; 0.49 ± 0.05 and 1.08 ± 0.02), P2 (35.63 ± 25.52; 0.52 ± 0.06 and 1.08 ± 0.02), P3 (38.22 ± 20.22; 0.54 ± 0.08 and 1.09 ± 0.03) and P4 (22.67 ± 14.72; 0.40 ± 0.03 and 1.09 ± 0.01). The results of the analysis of variance on the type of cross had a very significant effect (P <0.01) on eggshell thickness and has no significant effect (P> 0.05) on egg production and egg specific gravity. Based on the research results, it can be concluded that P1 has better egg production and P3 has better shell thickness and egg specific gravity.
2790231256G1A017024KORELASI ANTARA TINGKAT STRES KERJA TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD BANYUMAS SEBAGAI RS RUJUKAN COVID 19Depresi merupakan kondisi emosional yang ditandai dengan kesedihan yang amat sangat, perasaan tidak berarti, menarik diri, tidak dapat tidur, dan kehilangan selera. Depresi dapat timbul pada perawat inap dalam situasi pandemi covid 19 akibat stres kerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui korelasi antara tingkat stres kerja terhadap tingkat depresi pada perawat di instalasi rawat inap RSUD Banyumas sebagai RS rujukan Covid 19. Metode penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 64 perawat inap yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan consecutive sampling. Data diperoleh dari hasil pengukuran menggunakan kuesioner Stres Diagnostic Survey dan Beck Depression Inventory-II. Analisis hipotesis menggunakan uji korelasi somers’d. Sebagian besar responden mengalami stres kerja tingkat sedang pada semua stresor kerja yaitu ambiguitas peran (76,6%), konflik peran (76,6%), beban berlebih kuantitatif (73,4%), beban berlebih kualitatif (81.3%), pengembangan karir (65,6%), tanggung jawab personal (78,1%) dan 95,3% responden tidak mengalami gejala depresi. Tidak terdapat stresor kerja yang yang memiliki korelasi bermakna terhadap tingkat depresi pada perawat inap RSUD Banyumas yaitu ambiguitas peran (p=0,168), konflik peran (p=0,176), beban berlebih kuantitatif (p=0,167), beban berlebih kualitatif (p=0,214), pengembangan karir (p=0,953), dan tanggung jawab personal (p=0.153). Tidak terdapat korelasi antara tingkat stres kerja terhadap tingkat depresi pada perawat di instalasi rawat inap RSUD Banyumas sebagai RS rujukan Covid 19.Depression is an emotional condition characterized by extreme sadness, feelings of meaninglessness, withdrawal, sleeplessness, and loss of appetite. Depression can arise in inpatient nurses in a COVID-19 pandemic situation due to work stress. This study aims to determine the correlation between the level of work stress to the level of depression of nurses in the inpatient installation of Banyumas Hospital as a Covid 19 referral hospital. The research method was used Observational analytical study with cross sectional design. The number of samples was 64 inpatient nurses who met the inclusion and exclusion criteria by consecutive sampling. Data were collected by questionnaire on SDS and BDI-II. Hypothesis analysis using Spearman’s correlation. Most of the respondents have moderate level of work stress in all job stressors, such as role ambiguity (76.6%), role conflict (76.6%), quantitative overload (73.4%), qualitative overload (81.3%), development career (65.6%), personal responsibility (78.1%) and 95.3% of respondents don’t have experience symptoms of depression. There aren’t work stressors that have a significant relationship to the level of depression of nurses in the inpatient installation, such as role ambiguity (p = 0.168), role conflict (p = 0.176), quantitative overload (p = 0.167), qualitative overload (p = 0.214), career development (p = 0.953), and personal responsibility (p = 0.153). There is no correlation between the level of work stress to the level of depression of nurses in the inpatient installation of Banyumas Hospital as a Covid 19 referral hospital.
2790331257H1B017005PERANCANGAN DEBIT BANJIR DI DAS CILIWUNG DENGANMEMPERHITUNGKAN PERUBAHAN IKLIMFrekuensi ekstrim telah berubah dan kemungkinan akan terus berubah di masa depan. Adaptasi terhadap perubahan iklim merupakan pelengkap penting untuk pengurangan dan pencegahan dampak banjir. Adaptasi terhadap perubahan iklim mencakup tindakan yang direkayasa atau struktural (permodelan), yang tradisional yang mengurangi kemungkinan banjir, dan juga tindakan non-struktural yang mengurangi kerentanan. Maka dari itu diperlukan konsep dan model yang dapat menjelaskan analisis debit banjir nonstasioner (tidak tetap) akibat perubahan iklim. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan permodelan perancangan debit banjir menggunakan distribusi Generalized Extreme Value (GEV) dengan dan tanpa memperhitungkan perubahan iklim, beserta digunakan deteksi trend dengan Mann-Kendall untuk mengetahui secara statistik apakah terjadi peningkatan trend debit sungai untuk dijadikan data input pada distribusi GEV, dalam rentang antara tahun 1990 - 2018. Penelitian ini berlokasi di DAS Ciliwung, yang merupakan salah satu DAS yang mencakup dua wilayah provinsi yaitu Provinsi Jawa Barat dan Provinsi DKI Jakarta, dan melintasi Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok dan Kota Jakarta, dan bermuara di teluk Jakarta. Memiliki luas 34.700 ha. Mempunyai kepadatan penduduk di atas 2000 orang/km² yang menempati daerah ini dan memiliki nilai strategis yang besar karena melintasi di dua provinsi, salah satunya adalah provinsi DKI Jakarta yang merupakan ibukota negara Indonesia dan membuat daerahnya sebagai pusat pemerintahan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim (non-stasioner) dapat mempengaruhi nilai debit banjir rencana menjadi lebih besar pada kala ulang debit banjir rencana tertentu.The frequency of extremes has changed and is likely to continue to change in the future. Adaptation to climate change is an important complement to reducing and preventing the impact of flooding. Adaptation to climate change includes traditional, engineered or structural (modeling) measures that reduce the likelihood of flooding, as well as non-structural measures that reduce vulnerability. Therefore we need a concept and model that can explain the analysis of non-stationary flood discharge due to climate change. The purpose of this study is to develop a flood discharge design modeling using the Generalized Extreme Value (GEV) distribution with and without taking into account climate change, along with trend detection with Mann-Kendall to determine statistically whether there is an increase in the river flow trend to be used as input data for the GEV distribution, between 1990 - 2018. This research is located in the Ciliwung watershed, which is one of the watersheds covering two provinces, namely West Java Province and DKI Jakarta Province, and crosses Bogor Regency, Bogor City, Depok City and Jakarta City, and empties into the bay of Jakarta. Has an area of 34,700 ha. It has a population density of over 2000 people/km² which occupies this area and has a great strategic value because it crosses two provinces, one of which is the DKI Jakarta province which is the capital city of Indonesia and makes the region the center of government. The results of the study indicate that climate change (non-stationary) can affect the value of the planned flood discharge to a greater extent on the return period of a certain planned flood discharge.
2790431268D1A016258Kontribusi Usaha Ternak Sapi Perah Terhadap Pendapatan Keluarga Peternak Di Kabupaten BanyumasPenelitian dilaksanakan pada tanggal 10 sampai 20 september 2020 di Kecamatan Pekuncen dan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini yaitu 1. Menganalisis pendapatan usaha ternak sapi perah dan ternak non sapi perah; 2. Menganalisis kontribusi pendapatan usaha ternak sapi perah terhadap pendapatan keluarga peternak di Kabupaten Banyumas; 3. Menganalisis pengaruh jumlah ternak, pendididkan, lama beternak, umur dan pekerjaan utama peternak terhadap kontribusi usaha ternak sapi perah terhadap pendapatan keluarga di Kabupaten Banyumas. Metode penetapan sampel wilayah dengan menggunakan teknik Purposive Sampling, terpilih Kecamatan Cilongok dan Kecamatan Pekuncen. Teknik pengambilan sampel responden metode yang digunakan adalah Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel 40 responden. Variabel yang diteliti yaitu variabel terikat kontribusi pendapatan dan variabel bebas jumlah ternak, pendidikan, umur, lama beternak dan pekerjaan utama peternak. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi deskriptif dan linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata pendapatan usaha ternak sapi perah adalah Rp 43.425.536 dan pendapatan non sapi perah Rp 1.987.000/tahun. Besarnya kontribusi pendapatan ternak sapi perah terhadap pendapatan keluarga peternak di Kabupaten Banyumas adalah sebesar 95,7 %. Kontribusi pendapatan ternak sapi perah terhadap pendapatan keluarga peternak usaha ternak sapi perah dipengaruhi oleh lama beternak dan pekerjaan peternak. Peternak sebaiknya menambah skala usaha agar pendapatan dan kesejahteraan lebih meningkat mengingat rataan kepemilikan ternak masih dibawah skala ekonomiThe research was conducted on 10 to 20 September 2020 in Pekuncen and Cilongok District,Banyumas Regency. The objectives of this study are to determinate the income of dairy cattle and nondairy cattle, knowing the contribution of dairy cattle bussinesincome to the family income in Banyumas Regency, analyzing the effect of the number of livestock,education, length of raising, age and main occupation of farmers on the contribution of dairy farming to family income in Banyumas Regency. The method of determiningthe sample area using purposive sampling technique, selected Cilongok and Pekuncen district. the method used was stratified random sampling with a 40 respondents. The variables studied were the dependent variable income contribution and the independent variable the number of livestock, education age, length of farming and the main occupation. The data analysis used was descriptive and multiple linear regressiion analysis. The results showed that the average income of dairy cattle business was Rp 43.425.536 per year. The income of non-dairy cattle is an average of Rp 1.987.000. the results showed that the contribution of the dairy farming bussines was influenced by the length of farming (0.0078439<0.01 at the 90% significant level). the maintenance of cows should be longer and breeders(0.021445<<0,005 at the 95% significant level).the maintenance of cows should be longer are more focused on managing dairy cattle .
2790531293L1A016029PEMANFAATAN SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii SEBAGAI MEDIA PENEMPELAN JUVENIL KERANG HIJAU (Perna viridis)Rumput laut Kappaphycus alvarezii mengandung senyawa bioaktif terpenoid yang dapat dimanfaatkan untuk menarik penempelan invertebrata laut. Juvenil kerang hijau (Perna viridis) mengalami fase krusial ketika perpindahan cara hidup dari planktonik menjadi sesil dimana membutuhkan media penempelan yang sesuai agar dapat bertahan hidup. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keberadaan senyawa bioaktif terpenoid dari ekstrak rumput laut K. alvarezii dan pengaruhnya sebagai media penempelan juvenil kerang hijau. Penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL). Media dibuat sebanyak empat perlakuan terdiri dari perlakuan tali, tali dengan phytagel, tali dengan phytagel dan methanol serta tali dengan phytagel dan ekstrak K. alvarezii, dengan pengulangan sebanyak lima kali. Hasil uji kualitatif menunjukkan adanya senyawa bioaktif terpenoid pada ekstrak sampel rumput laut K. alvarezii. Nilai retention tertinggi ditemukan pada perlakuan tali sebesar 14,33±17,42% dan terendah pada perlakuan tali dengan phytagel serta tali dengan phytagel dan ekstrak K. alvarezii sebesar 0,00±0,00% (P<0,05). Keempat perlakuan tidak berbeda secara signifikan terhadap survival juvenil kerang P. viridis (P>0,05). Survival berkisar antara 89±7,42% - 97%±2,74%. Media ekstrak rumput laut K. alvarezii tidak memberikan pengaruh terhadap penempelan juvenil kerang hijau (P. viridis).Seaweed Kappaphycus alvarezii contains terpenoid bioactive compounds that can be used to attract settlement of marine invertebrates. Juvenile green mussels (Perna viridis) have a crucial phase when the shift in the way of life from planktonic to sessile requires an appropriate settle medium to survive. The purpose of this study was to determine the presence of terpenoid bioactive compounds from K. alvarezii extract and its effect as a medium for settle juvenile green mussels. This study used a completely randomized design method (CRD). The media was made of four treatments consisting of rope treatment, rope with phytagel, rope with phytagel and methanol, and rope with phytagel and extract of K. alvarezii, with five repetitions. The qualitative analysis showed that were terpenoid bioactive compounds in the extracts of sample K. alvarezii. The highest retention was found in rope treatments of 14.33 ± 17.42%, and the lowest was in the treatment of rope with phytagel, and rope with phytagel, K. alvarezii extract of 0.00 ± 0.00% (P<0,05). Survival of the four treatment media did not differ significantly (P>0,05). The survival range from 89±7,42% to 97%±2,74%. Extract K. alvarezii medium does not affect on the settlement of green mussel juveniles.
2790631360G1A017001HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA DAN 2 JAM POST PRANDIAL DENGAN KEJADIAN RETINOPATI DIABETIKA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2:
Studi Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Tanjung Purwokerto
Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 menyebabkan komplikasi mikrovaskular pada mata yaitu retinopati diabetika. Faktor yang mempengaruhi retinopati diabetika adalah kadar glukosa darah. Diabetes melitus tipe 2 termasuk dalam 10 besar penyakit dengan kunjungan terbanyak di FKTP Klinik Tanjung Purwokerto.
Tujuan: Mengetahui hubungan kadar glukosa darah puasa dan 2 jam post prandial dengan kejadian retinopati diabetika pada pasien diabetes melitus tipe 2 di FKTP Klinik Tanjung Purwokerto.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode cross-sectional. Jumlah sampel penelitian ini adalah 41 responden Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) dengan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data varibael kadar glukosa darah puasa menggunakan sampel darah vena dengan metode GOD-PAP, sedangkan sampel kapiler digunakan untuk pengukuran kadar glukosa darah 2 jam post prandial. Variabel kejadian retinopati dikumpulkan dengan funduskopi posterior. Analisis hipotesis menggunakan uji Chi-square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kadar glukosa darah puasa terbanyak dalam kategori tinggi (≥126 mg/dL) sebanyak 31 responden (76%), kadar glukosa darah 2 jam post prandial terbanyak dalam kategori tinggi (≥200 mg/dL), dan sebanyak 11 responden (27%) mengalami retinopati diabetika. Hasil analisis bivariat antara kadar glukosa darah puasa dengan kejadian retinopati diabetika menggunakan uji Chi-square menunjukkan p value = 0,795. Hasil analisis bivariat antara kadar glukosa darah 2 jam post prandial dengan kejadian retinopati diabetika menggunakan uji Chi-square menunjukkan p value = 0,177.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar glukosa darah puasa dan 2 jam post prandial dengan kejadian retinopati pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di FKTP Klinik Tanjung Purwokerto.
Background: Type 2 diabetes mellitus causes microvascular complication in eyes which is diabetic retinopathy. Factor that causes diabetic retinopathy is blood glucose levels. Type 2 diabetes mellitus was included in top 10 diseases that had most visitation at FKTP of Tanjung Purwokerto Clinic.
Objective: The objective of the study was to determine correlation between fasting and 2-hours post prandial blood glucose levels with diabetic retinopathy in patients with type 2 diabetes mellitus at FKTP of Tanjung Purwokerto Clinic.
Methods: The study was analytical observational with cross-sectional method. Total sampling was 41 respondents of chronic disesases management program (PROLANIS) by consecutive sampling method. Vein blood was used for fasting blood glucose levels by GOD-PAP method and capillary blood used for 2-hours post prandial blood glucose. Diabetic retinopathy was knew by posterior funduscopy. Hypothesis analysis used Chi-square test.
Result: The result of bivariat analysis between fasting blood glucose levels with diabetic retinopathy uses Chi-square statistic with p value = 0.795. The result of bivariat analytics between 2-hours post prandial blood glucose levels with diabetic retinopathy uses Chi-square statistic with p value = 0.177. These show that are not significant correlation between fasting and 2-hours post prandial blood glucose with diabetic retinopathy levels in patients with type 2 diabetes mellitus at FKTP of Tanjung Purwokerto Clinic.
Conclusion: There are not significant correlation between fasting and 2-hours post prandial blood glucose levels with diabetic retinopathy in patients with type 2 diabetes mellitus at FKTP of Tanjung Purwokerto Clinic.
2790731263C1A015092ANALISIS KEUNTUNGAN DAN RISIKO USAHATANI BAWANG MERAH DI DESA SIDAMULYA KECAMATAN WANASARI KABUPATEN BREBESBawang merah merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Brebes. Pusat bawang merah di Kabupaten Brebes tersebar di 12 kecamatan. Kecamatan penghasil bawang merah terbesar salah satunya adalah Kecamatan Wanasari. Dalam setiap proses produksi pertanian, risiko memainkan peranan yang sangat penting dalam keputusan alokasi penggunaan input yang akhirnya berpengaruh terhadap produktivitas. Pengurangan tingkat risiko akan berpengaruh terhadap keuntungan petani bawang merah.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis keuntungan usahatani bawang merah di Desa Sidamulya Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, dan (2) menganalisis tingkat risiko yang dihadapi petani bawang merah di Desa Sidamulya Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Penelitian dilakukan di Desa Sidamulya karena desa tersebut mempunyai keunggulan dalam sistem irigasi yang baik dibandingkan dengan desa lain yang masih menggunakan pompa air tanah sehingga memerlukan biaya lebih. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan total populasi 175 petani yang dipilih dengan teknik simple random sampling dengan sampel yang didapat sebanyak 64 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani bawang merah di Desa Sidamulya Kecamatan Wanasari menguntungkan berdasarkan rumus TR-TC. Usahatani bawang merah di Desa Sidamulya Kecamatan Wanasari mengandung risiko dengan nilai koefisien variasi sebesar 7,79 rupiah yang artinya setiap Rp 1,- dari keuntungan yang diperoleh petani.
Implikasi dari kesimpulan di atas ditemukan bahwa usahatani bawang merah menguntungkan. Oleh sebab itu usahatani bawang merah di Desa Sidamulya diharapkan dapat mempertahankan usahatani tersebut mengingat secara ekonomi usahatani ini menguntungkan walaupun mengandung risiko. Selain itu, petani juga harus memperhatikan harga jual dan memberikan perawatan secara intensif sehingga pendapatan bisa lebih ditingkatkan dan dapat mengurangi risiko usahatani bawang merah. Selain itu, Pemerintah melalui dinas terkait diharapkan dapat memberikan sosialisasi dan bantuan yang sesuai kepada petani agar produktivitas usahatani bawang merah dapat meningkat.
Shallot is a leading commodity in Brebes Regency. The shallot center in Brebes Regency is spread over 12 districts. The largest shallot producing district is Wanasari District. In any agricultural production process, risk plays a very important role in the decision to allocate the use of inputs which ultimately affects productivity. Reducing the level of risk will affect the profits of shallot farmers.
This study aims to (1) analyze the profits of shallot farming in Sidamulya Village, Wanasari District, Brebes Regency, and (2) to analyze the level of risk faced by shallot farmers in Sidamulya Village, Wanasari District, Brebes Regency. The research was conducted in Sidamulya Village because this village has the advantage of a good irrigation system compared to other villages that still use groundwater pumps so that it costs more. This type of research is a quantitative research with a total population of 175 farmers selected by simple random sampling technique with a sample of 64 farmers. The results showed that the shallot farming in Sidamulya Village, Wanasari District was profitable based on the TR-TC formula. shallot farming in Sidamulya Village, Wanasari Subdistrict, carries a risk with a coefficient of variation of 7,79 rupiah, which means that every IDR 1, - of the profits earned by farmers.
The implication of the above conclusion is that shallot farming is profitable. Therefore, shallot farming in Sidamulya Village is expected to be able to maintain this farming considering that it is economically profitable even though it contains risks. In addition, farmers must also pay attention to the selling price and provide intensive care so that income can be increased and can reduce the risk of shallot farming. In addition, the Government through related agencies is expected to provide appropriate socialization and assistance to farmers so that the productivity of shallot farming can increase.
2790831255J1C015034HEGEMONISASI BUDAYA POPULER JEPANG DALAM KOMUNITAS OTAKU WONOSOBOTujuan dari penelitian untuk mengetahui adanya hegemoni budaya populer Jepang terhadap anggota komunitas Otaku Wonosobo menggunakan teori hegemoni Gramsci. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara. Informan dari penlitan ini berjumlah 5 orang. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah proses hegemonisasi anggota komunitas Otaku Wonosobo dimulai sejak di bangku SD melalui tayangan anime di televisi. Bentuk hegemoni yang terjadi dalam komunitas Otaku Wonosobo yaitu hegemoni intelektual dan moral yang memiliki dampak buruk. Dalam penelitian ini juga menemukan adanya counter hegemoni yang dilakukan oleh anggota komunitas Otaku Wonosobo yaitu tidak memaksakan diri untuk mengikuti budaya populer Jepang serta tetap mengikuti dan merawat budaya lokal.The title of this research is “The hegemonization of Japanese popular culture in the Otaku Wonosobo Community”. The purpose of this research is to see what the hegemony of Japanese popular culture is against members of the Otaku Wonosobo community using Gramsci's theory. This research is a qualitative descriptive using interview.The informan of this research are 5 member of Otaku Wonosobo community. The results found in this research are the process of hegemonization members of the Otaku Wonosobo community began in elementary school through anime shows on television. The form of hegemony that occurs in the Wonosobo Otaku community is intellectual and moral hegemony which has a bad impact. In this research also found a counter hegemony carried out by members of the Wonosobo Otaku community, namely not forcing themselves to follow Japanese popular culture and still following and caring for local culture.
2790931259C1C017055PENGARUH LITERASI KEUANGAN, TINGKAT PENDIDIKAN, PROSEDUR KREDIT, DAN TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP KEPUTUSAN KREDIT PADA UMKM DI MASA PANDEMI COVID-19Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, tingkat pendidikan, prosedur kredit, dan tingkat suku bunga terhadap keputusan kredit pada UMKM di masa pandemic covid-19. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan kredit pada UMKM; (2) tingkat pendidikan tidak berpengaruh terhadap keputusan kredit pada UMKM; (3) prosedur kredit berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan kredit pada UMKM; (4) tingkat suku bunga tidak berpengaruh terhadap keputusan kredit pada UMKM . Implikasi dari penelitian adalah pemahaman mengenai literasi keuangan sangat membantu pelaku UMKM dalam menentukan keputusan kredit. Literasi keuangan yang baik akan mempengaruhi cara berpikir seseorang terhadap keadaan keuangan serta mempengaruhi seseorang dalam pengambilan keputusan yang strategis dan pengelolaan keuangan yang baik. Kemudahan prosedur kredit yang mudah akan mendorong pelaku UMKM mengambil keputusan kredit. Pelaku usaha cenderung menyukai prosedur kredt yang cepat, mudah, dan sederhana.

This study aims to determine the effect of financial literacy, education level, credit procedures, and interest rates on credit decisions at MSMEs during the Covid-19 pandemic. The sampling technique used convenience sampling with a sample size of 100 MSME actors in Banyumas Regency. The data analysis technique used in the study was multiple linear regression analysis. The results showed that: (1) financial literacy has a positive and significant effect on credit decisions at MSMEs; (2) education level does not affect credit decisions at MSMEs; (3) credit procedures have a positive and significant effect on credit decisions at MSMEs; (4) interest rates do not affect credit decisions at MSMEs. The implication of this research is that understanding financial literacy is very helpful for MSME actors in determining credit decisions. Good financial literacy will affect a person's way of thinking about financial conditions and affect someone in making strategic decisions and good financial management. Ease of easy credit procedures will encourage MSMEs to make credit decisions. Businesses tend to prefer credit procedures that are quick, easy, and simple.

2791031260H1A016045Evaluasi Perancangan Instalasi Listrik dan Penambahan Daya pada Gedung Bank Mandiri Syariah CilacapBank Mandiri Syariah merupakan bagian dari Bank Mandiri yang bertujuan untuk mengembangkan layanan perbankan syariah. Sistem instalasi listrik pada bangunan, khususnya perkantoran diperlukan perencanaan yang matang supaya sistem tersebut mampu bekerja dengan sangat efektif, efisien serta sistem tersebut mampu mengatasi gangguan yang terjadi dalam proses penyaluran atau pendistribusian tenaga listrik di bangunan tersebut.
Instalasi listrik harus memerhatikan untuk penambahan daya pada suatu bangunan. Penambahan daya diperlukan karena beban yang digunakan melebihi dari daya listrik PLN yang telah terpasang. Apabila suatu bangunan memerlukan tambah daya maka perlu pergantian komponen instalasi seperti pengaman dan penghantar berdasarkan rating yang sesuai. Seperti pada Bank Mandiri Syariah Cilacap yang memerlukan penambahan daya dari 33.000VA menjadi 53.000VA dikarenakan penambahan beberapa unit AC.
Kebutuhan AC split pada gedung Bank Mandiri Syariah Cilacap membuat pengunjung merasa nyaman untuk melakukan transaksi perbankkan, serta membuat pegawai akan merasa nyaman dan bekerja dengan baik. Bukan hanya kebutuhannya saja, namun dari segi penempatan pada AC split juga perlu diperhatikan.
Bank Mandiri Syariah is part of Bank Mandiri which aims to develop Islamic banking services. Electrical installation systems in buildings, especially offices require careful planning so that the system is able to work very effectively, efficiently and the system is able to overcome disturbances that occur in the process of distributing or distributing electricity in the building.
Electrical installations must pay attention to adding power to a building. Additional power is needed because the load used exceeds the installed PLN electric power. If a building requires additional power, it is necessary to replace installation components such as safety and conveyors based on the appropriate rating. For example, Bank Mandiri Syariah Cilacap which requires additional power from 33,000VA to 53,000VA due to the addition of several AC units.
The need for split air conditioning in the Bank Mandiri Syariah Cilacap building makes visitors feel comfortable doing banking transactions, and makes employees feel comfortable and work well. Not only the needs, but in terms of placement on the split AC also needs attention.
2791131261F1A016108BENTUK INTERAKSI PEMAIN GAME PUBG (Studi Pada Pemain Game PUBG di Purwokerto)Perkembangan game online dari tahun ke tahun semakin berkembang pesat di berbagai negara termasuk di Indonesia. Di indonesia sendiri game online muncul pertama kali pada tahun 2001. Kini hadir PUBG sebagai salah satu game bergenre Battle Royal. Game ini memudahkan pemain untuk berkomunikasi menggunakan media “teks” dan “suara”.
Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sasaran penelitian Mahasiswa di Purwokerto yang bermain game PUBG berusia 19-25 Tahun. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu purposive, metode pengumpulan data menggunakan cara wawancara, observasi dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini yaitu, pemain game PUBG terlebih dahulu mengenal dan mengetahui makna dari simbol atau ungkapan yang terdapat pada permainan PUBG. adanya perbedaan interaksi antara laki-laki dan perempuan, dimana ketika terdapat pemain wanita biasanya para pemain laki-laki berinterksi dengan sopan dan lebut. Pengaruh game PUBG terhadap motivasi belajar pun berbeda-beda bagi pemain PUBG, ada pemain yang dapat mengatur waktu belajar dan bermainnya, ada juga yang tidak bisa membagi waktu antara belajar dan bermain game.
The development of online games from year to year is growing rapidly in various countries including Indonesia. In Indonesia itself, online games first appeared in 2001. Now, PUBG is present as one of the Battle Royal. This game makes it easy for players to communicate using “text” and “voice”.
This research uses qualitative method with research target of students in Purwokerto who played PUBG games aged 19-25 years. Informant determination techniques used are purposive, data collection methods using interviews, observations and documentation.
As a result of this research, PUBG players must first know the meaning of symbols or expressions contained in PUBG games. In PUBG games, there are different interactions between men and women, when there are female players, usually male players will act polite and gentle. . The influence of PUBG game on motivation to study is different for each PUBG players. there are players who can manage their time to study and playing games, but there’s also players who can’t divide their time to study and playing games.
2791231264D1A017025PENGARUH WAKTU PERENDAMAN PAHA AYAM PADA SUHU DINGIN 5-10˚C TERHADAP TOTAL MIKROBA DAN PH Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh waktu perendaman paha ayam pada suhu dingin 5-10˚C terhadap total mikroba dan pH, mengkaji waktu perendaman paha ayam pada suhu dingin 5-10˚C dengan level terbaik. Materi penelitian yang digunakan adalah 20 potong paha ayam niaga pedaging, air, es batu, media PCA, aquadest, alkohol 70%, larutan buffer, NaCl 0,85%. Metode penelitian secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah R1 yaitu paha ayam dengan dilakukan perendaman air dingin 0 menit (sesaat), R2 yaitu paha ayam dengan dilakukan perendaman air dingin selama 15 menit, R3 yaitu paha ayam dengan dilakukan perendaman air dingin selama 30 menit, dan R4 yaitu paha ayam dengan dilakukan perendaman air dingin selama 45 menit. Hasil penelitian total mikroba diperoleh rataan R1 sebesar 6,20 x 107 cfu/g, R2 sebesar 5,13 x 106 cfu/g, R3 sebesar 3,60 x 106 cfu/g dan R4 sebesar 1,14 x 106 cfu/g dan hasil penelitian pH diperoleh rataan R1 sebesar 5,86; R2 sebesar 6,16; R3 sebesar 6,56 dan R4 sebesar 5,95. Hasil analisis menunjukkan lama perendaman paha ayam pada air dingin 5-10˚C berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total mikroba dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap pH. Kesimpulan, perendaman paha ayam pada suhu dingin 5-10˚C dapat menurunkan jumlah mikroba dan nilai pH-nya tetap. Lama perendaman paha ayam pada suhu dingin 5-10˚C yang terbaik yaitu 40 menit.The study aims to examine the effect of immersion time of chicken thighs at cold temperatures of 5-10°C on total microbes and pH, reviewing the time of soaking chicken thighs at cold temperatures of 5-10°C with the best level. The research material used is 20 pieces of broiler chicken thighs, water, ice cubes, PCA media, aquadest, alcohol 70%, buffer solution, NaCl 0.85%. Experimental research method using Complete RandomIzed Design (RAL) with 4 treatments and 5 repeats. The treatment given is R1 chicken thighs with cold water soaking 0 minutes (momentary), R2 is chicken thighs with cold water soaking for 15 minutes, R3 is chicken thighs with cold water soaking for 30 minutes, and R4 is chicken thighs with cold water soaking for 45 minutes. The results of the study of total microbes obtained average R1 of 6,20 x 107 cfu/g, R2 of 5,13 x 106 cfu/g, R3 of 3,60 x 106 cfu/g and R4 of 1,14 x 106 cfu/g and the pH research result obtained R1 average of 5,86; R2 was 6,16 ; R3 was 6,56 and R4 was 5,95. The results showed that the length of immersion of chicken thighs in cold water 5-10°C had a very real effect (P<0,01) on total microbes and had an unreal effect (P>0,05) on pH. The conclusion, soaking chicken thighs at cold temperatures of 5-10°C can decrease the number of microbes and the pH value remains. The length of soaking of chicken thighs at cold temperatures of 5-10°C is best 40 minutes.
2791331265G1A017069HUBUNGAN KADAR TRIGLISERIDA DENGAN KEJADIAN RETINOPATI DIABETIKA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2Latar Belakang : Retinopati diabetika merupakan bentuk komplikasi mikrovaskular dari Diabetes Melitus tipe 2. Retinopati diabetika merupakan penyebab gangguan penglihatan terbanyak kelima di dunia. Faktor risiko yang berpengaruh pada timbulnya retinopati diabetika adalah kadar trigliserida. Diabetes Melitus tipe 2 menempati urutan keempat sebagai penyakit dengan pasien terbanyak di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Tanjung Purwokerto
Tujuan : Mengetahui hubungan antara kadar trigliserida dengan kejadian retinopati diabetika pada pasien Diabetes Melitus tipe II di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Tanjung Purwokerto.
Metode Penelitian : Metode penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan study cross-sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 34 pasien Diabetes Melitus tipe 2 di PROLANIS FKTP Klinik Tanjung, pengambilan sampel menggunakan metode Consecutive Sampling. Data kadar trigliserida diambil dari pemeriksaan laboratorium darah. Data retinopati diabetika diambil berdasarkan diagnosis dokter spesialis mata. Analisis hipotesis menggunakan Chi Square 2x2.
Hasil : Hasil analisis bivariat antara kadar trigliserida dengan kejadian retinopati diabetika menggunakan Chi-Square 2x2 menunjukan p value : 0,09 . Hal tersebut menunjukan tidak ada hubungan bermakna antara kadar trigliserida dengan kejadian retinopati diabetika (p>0,05)
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar trigliserida dengan kejadian retinopati diabetika di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Tanjung Purwokerto.
Kata Kunci : Retinopati Diabetika, Trigliserida, Diabetes Melitus Tipe 2
Background: Retinopathy Diabetic is one of Type 2 Diabetes Mellitus’s microvascular complications. Retinopathy diabetics is the 5th disease that causes vision impairment the most worldwide. One of the risk factors of retinopathy diabetics is triglycerides. Type 2 Diabetes Mellitus is ranked as the 4th most occurring disease at Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Tanjung Purwokerto.
Objective: the purpose of this study is to determine the relationship between triglycerides and retinopathy diabetics in Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Tanjung Purwokerto.
Methods : This research was an observational analytic study using a cross sectional approach. The sample of this study was 34 patient type 2 Diabetes Mellitus at PROLANIS FKTP Klinik Tanjung purwokerto, using consecutive sampling technique. Collected data for triglyceride variables was by blood laboratory test, while data for retinopathy diabetics was by diagnosis of the ophthalmologist. Chi-Square 2x2 is used to analyze the hypothesis.
Result : The result of bivariate analysis between triglyceride and retinopati diabetics using Chi-Square 2x2 test showed p value : 0,09 . This shows insignificant relationship between triglycerides and retinopathy diabetics at Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Tanjung Purwokerto.
2791431266D1A016081HUBUNGAN LAMA BETERNAK DAN JUMLAH TERNAK DENGAN TINGKAT ADOPSI INOVASI PAKAN AWETAN PADA PETERNAK KAMBING DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMASPenelitian dengan judul hubungan lama beternak dan jumlah ternak dengan tingkat adopsi inovasi pakan awetan pada peternak kambing ini dilaksanakan pada 12 November sampai dengan 11 Desember 2020 di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama beternak kambing, jumlah kambing yang dipelihara, tingkat adopsi inovasi pakan awetan, dan menganalisis hubungan lama beternak dan jumlah ternak dengan tingkat adopsi inovasi pakan awetan di Kecamatan Cilongok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, penetapan sampel wilayah dilakukan secara purposive sampling yaitu Kecamatan Cilongok yang memiliki populasi ternak kambing cukup tinggi. Kecamatan Cilongok memiliki 20 desa, dari 20 desa diambil 15% sebagai sampel desa. Penetapan sampel desa dipilih secara purposive sampling yaitu desa yang memiliki populasi peternak dan ternak kambing, terpilih Desa Cikidang, Desa Batuanten dan Desa Gunung Lurah.
Penetapan jumlah responden menggunakan rumus slovin. Pengambilan responden dilakukan secara random sampling sebanyak 63 peternak. Metode analisis yang digunakkan yaitu analisis deskriptif dan analisis korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak kambing di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, memiliki lama beternak dan jumlah ternak pada kategori sedang. Peternak kambing di Kecamatan Cilongok sudah sadar adanya teknologi pakan awetan (silase) tetapi baru 17,46% yang sudah mencoba membuat pakan awetan dan belum ada yang mengadopsi inovasi tersebut. Hasil analisis rank Spearman menunjukkan lama beternak dan jumlah ternak mempunyai hubungan yang kuat dengan tingkat adopsi inovasi pakan awetan.
This research, with the title of the relationship between the length of time and the number of livestock and the adoption rate of preserved feed innovation, was carried out on 12 November to 11 December 2020 in Cilongok District, Banyumas Regency. This study aims to determine the length of time to raise goats, the number of goats raised, the adoption rate of preserved feed innovation, and to analyze the relationship between the length of raising and the number of livestock with the adoption rate of preserved feed innovation in Cilongok District. The method used in this research is a survey method, the determination of the sample area is done by purposive sampling, namely Cilongok District which has a fairly high goat population. Cilongok sub-district has 20 villages, of which 15% were taken as a sample village. The village sample was selected by purposive sampling, namely villages that had goat populations, Cikidang Village, Batuanten Village and Gunung Lurah Village were selected.
Determination of the number of respondents using the Slovin formula. Sampling was done by random sampling as many as 63 breeders. The analytical method used is descriptive analysis and Spearman rank correlation analysis. The results showed that the goat breeders in Cilongok District, Banyumas Regency, had a long time to breed and the number of livestock was in the medium category. Goat breeders in Cilongok District are aware of the preserved feed technology (silage) but only 17.46% have tried making preserved feed and no one has adopted this innovation.
2791531267F1F017031PERAN AKTOR INDIVIDU NON-PEMERINTAH DALAM DIPLOMASI STAKEHOLDERS: STUDI KASUS AKTIVIS LINGKUNGAN GRETA THUNBERG TAHUN 2018-2019Greta Thuberg menjadi salah satu individu yang menarik cukup banyak perhatian dunia. Hal tersebut diperolehnya melalui kampanye penyelamatan lingkungannya yang dinilai menentang banyak pihak dan juga elit politik di dunia. Aksi yang dilakukannya telah mendapatkan perhatian dari berbagai pemimpin dunia termasuk Donald Trump (USA) dan Vladimir Putin (Russia). Penelitian ini membahas mengenai pergesaran peran diplomasi yang sebelumnya terbatas pada aktor negara dan diplomat menjadi lebih luas hingga adanya peluang individu non-pemerintah untuk menjadi aktor diplomasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan perluasan konsep aktor diplomasi dalam dunia Hubungan Internasional yang memberikan peluang bagi aktor individu non-pemerintah.
Konsep yang digunakan oleh Penulis didalam penelitian ini adalah konsep diplomasi stakeholders yang memiliki kriteria khusus dalam mengartikan aktor diplomasi. Kriteria tersebut ialah Ruang Institusional, Keterlibatan Aktor Non-Pemerintah, dan Pengakuan dari Aktor Pemegang Kepentingan. Metode yang digunakan Penulis dalam penelitian ini adalah metode studi kepustakaan dengan pengambilan data sekunder dari sumber-sumber yang terpercaya. Hasil dari penelitian ini mampu membuktikan perluasan makna aktor diplomasi yang selalunya didominasi oleh negara dan diplomat, menjadi lebih luas dengan adanya peluang aktor individu non-pemerintah menggunakan contoh kasus aktivis lingkungan Greta Thunberg dan usahanya dalam gerakan Friday For Future (FFF) tahun 2018-2019.
Greta Thunberg is one of the individuals who has attracted quite a lot of world attention. He obtained this through a campaign to save his environment which was considered to be against many parties and also the political elites in the world. His actions have received the attention of various world leaders including Donald Trump (USA) and Vladimir Putin (Russia). This research discusses the shift in the role of diplomacy, which was previously limited to state actors and diplomats, to a wider scope so that there are opportunities for non-government individuals to become diplomatic actors. The purpose of this research is to prove the expansion of the concept of diplomatic actors in the world of international relations which provides opportunities for individual non-government actors.
The concept used by the author in this study is the concept of stakeholder diplomacy which has specific criteria in defining diplomatic actors. These criteria are Institutional Space, Involvement of Non-Governmental Actors, and Recognition from Stakeholder Actors. The method used by the author in this study is a literature study method with secondary data collection from reliable sources. The results of this study are able to prove the expansion of the meaning of diplomatic actors who are always dominated by the state and diplomats, to become wider with the opportunity for individual non-government actors to use the case of environmental activist Greta Thunberg and her efforts in the 2018-2019 at the Friday For Future (FFF) movement.
2791631271A1D016034EKSPLORASI DAN UJI VIRULENSI JAMUR PATOGEN GULMA DAUN LEBAR DI PERTANAMAN CENGKIH TERHADAP GULMA DAUN LEBAR DAN BIBIT TANAMAN BUDIDAYA ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jamur patogen pada gulma daun lebar di pertanaman cengkih, mengetahui virulensinya terhadap gulma daun lebar dan terhadap bibit cengkih, kacang tanah, dan jagung. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Screen House Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, pada bulan Juli sampai Oktober 2020. Penelitian dilakukan empat tahap yaitu 1. Eksplorasi jamur patogen gulma berdaun lebar; 2. Uji Postulat Koch; 3. Uji virulensi pada lima jenis gulma daun lebar; 4. Uji virulensi pada tanaman budidaya. Rancangan untuk uji virulensi adalah rancangan petak terbagi diulang tiga kali, dengan petak utama terdiri atas kontrol,Rhizoctonia sp., dan Colletotrichum sp. dan anak petak terdiri atas Synedrella nodiflora, Stachytarpheta australis, Sphagneticola trilobata, Clidemia hirta,dan Borreria latifolia; serta bibit cengkih, kacang tanah, dan jagung. Variabel yang diamati yaitu gejala penyakit, morfologi jamur, masa inkubasi, intensitas penyakit, kejadian penyakit, AUDPC (Area Under Disease Progress Curve), tinggi tanaman, bobot segar tanaman, dan bobot kering tanaman. Hasil eksplorasi jamur patogen gulma daun lebar pada pertanaman cengkih didapatkan Rhizoctonia sp. dan Colletotrichum sp. Colletotrichum sp. mempunyai masa inkubasi tercepat yaitu 86,23% dibandingkan kontrol, menyebabkan intensitas penyakit pada gulma S. nodiflora S. australis dan C.hirta masing-masing sebesar 10,77%; 8% dan 6,67%. Kejadian penyakit paling tinggi pada gulma S. nodiflora yaitu sebesar 32,5%, namun belum dapat menekan tinggi, bobot basah, dan bobot kering gulma. Rhizoctonia sp. mempunyai masa inkubasi tercepat pada tanaman budidaya yaitu 87,06% dibandingkan kontrol. Rhizoctonia sp. dan Colletotrichum sp. virulen terhadap tanaman cengkih, kacang tanah, dan jagung, dengan nilai intensitas penyakit dan kejadian penyakit berturut-turut sebesar 2,53% dan 10,58%; 4,67% dan 30,29%; serta 6,46% dan 57,93%, namun belum dapat menekan tinggi tanaman, bobot basah, dan bobot kering tanaman budidaya. Keparahan penyakit pada lima jenis gulma dan tiga jenis tanaman budidaya cenderung meningkat dari pengamatan pertama sampai pengamatan terakhir.
ABSTRACT
A research aimed to obtain board leaf weed pathogenic fungi found at clove plantation, and determin etheir virulence on broad leaf weed, and on clove, peanut, and maize seedlings. The research was carried out at the Plant Protection Laboratory and the screen house at Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from July to October 2020. The research was conducted in four stages, i.e.,exploration of board leaf weeds pathogenic fungi; 2.Postulat Koch; 3.virulent test on five broad leaf weeds; and 4.on clove, peanut, and maize seedlings. Split-plot design was used for the testrepeated three times, consisted of control, Rhizoctonia sp., and Colletotrichum sp. as main plot and Synedrella nodiflora, Stachytarpheta australis, Sphagneticola trilobata, Clidemia hirta, and Borreria latifolia as subplot; orclove, peanut, and maize seedlings as subplot. Variables observed were disease symptoms, morphological characteristics, incubation period, disease intensity, disease incidency, AUDPC (Area Under Disease Progress Curve), crop height, and crop fresh and dry weight. Result of this research indicated that two pathogenic fungi, i.e., Rhizoctonia sp. and Colletotrichum sp. were obtained. Colletotrichum sp has the fastest incubation period as 86.23% compared to control, cause disease intensity in S. nodiflora, S. australis and C. hirta as 10.77%, 8% and 6.67% respectively. The highest disease incidency were S. nodiflora as 32.5%, but not being able to suppress crop height and crop fresh and dry weight. Rhizoctonia sp. has the fastest incubation period in cultivated plants as 87.06% compared to control. Rhizoctonia sp. and Colletotrichum sp. were virulence to clove, peanut, and maize seedlings, with disease intensity and disease incidency as 2.53 and 10.58%; 4.67 and 30.29%; and 6.46 and 57.93% respectively, but not being able to suppress crop height and crop fresh and dry weight on cultivated crops. The disease severity in five weeds and three cultivated crops tended to increase from the first to the last observation.
2791731272F1B113040PENGARUH MOTIVASI KERJA PEGAWAI DAN KOORDINASI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PENERBITAN DOKUMEN KEPENDUDUKAN (e-KTP) DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN PEMALANGKualitas pelayanan merupakan salah satu isu yang sangat krusial dalam studi manajemen pelayanan baik dalam lingkup manajemen sektor publik maupun manajemen sektor privat. Pelayanan sektor publik meliputi pelayanan barang, jasa dan/atau pelayanan administratif. Salah satu pelayanan administratif di Indonesia adalah pelayanan kependudukan yang berkaitan erat dengan hak sipil atau hak perdata penduduk. Pemerintah sebagai pelayanan bagi masyarakat memberikan inovasi terbaru dengan menerbitkan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Masalah yang kerap terjadi dalam proses penerbitan e-KTP yakni kurangnya ketersediaan alat seperti iris scanner, alat perekam sidik jari dan pemindaian tanda tangan serta sumber daya manusia yang belum memadai sehingga terjadi kelambanan dari proses penerbitan tersebut. Pelayanan dalam penerbitan e-KTP di berbagai daerah di Indonesia memiliki tingkat kualitas yang berbeda. Salah satu contohnya di Kabupaten Pemalang bahwa capaian target perekaman data yang masih belum terpenuhi sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Hal ini bisa saja terjadi karena motivasi kerja pegawai yang dapat menentukan baik tidaknya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di samping itu juga koordinasi antar bagian terkait juga turut berperan dalam proses perekaman data masih belum berjalan dengan baik.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan survey. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Uji validitas menggunakan korelasi Product Moment. Uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Teknik analisis data dengan korelasi Kendall Tau-b, Konkordansi Kendall W dan Regresi Ordinal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Motivasi Kerja (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Pelayanan (Y) dengan nilai koefisien 0.708 dan signifikansi 0.000. Selain itu diketahui bahwa Koordinasi (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Pelayanan (Y) dengan nilai koefisien 0.374 dan signifikansi 0.003. Sedangkan pada analisis Parameter Estimates pada Uji Regresi Ordinal diketahui bahwa Motivasi Kerja (X1) dan Koordinasi (X2) secara bersama-sama tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Pelayanan (Y).
The quality of service is one of the most crucial issues in the study of service management both in the scope of public sector management and private sector management. Public sector services include goods, services and/or administrative services. One of the administrative services in Indonesia is the population service that is closely related to civil rights or civil rights of residents. The government as a service to the community provides the latest innovation by issuing electronic resident id cards (e-KTP). A common problem in the process of issuing e-KTP is the lack of availability of tools such as iris scanners, fingerprint recorders and signature scans and human resources that are inadequate so that there is inaction from the issuance process. Services in the issuance of e-KTP in various regions in Indonesia have different levels of quality. One example is in Pemalang Regency that the achievement of data recording targets that are still not met according to the time specified. This can happen because of the motivation of the employee's work that can determine whether not in providing services to the community. In addition, coordination between related sections also plays a role in the data recording process still not running properly.
This research uses quantitative research methods using a survey approach. Sampling techniques use saturated sampling. The method of data collection uses questionnaires with the number of respondents as many as 30 respondent. Test validity using Product Moment correlation. Reliability test using Cronbach's Alpha. Data analysis techniques with Kendall Tau-b correlation, Kendall W Concordance and Ordinal Regression.
The results showed that Work Motivation (X1) had a positive and significant effect on service quality (Y) with a coefficient value of 0.708 and significance of 0.000. In addition, it is known that Coordination (X2) has a positive and significant effect on Service Quality (Y) with a coefficient value of 0.374 and significance of 0.003. While in the analysis of Parameter Estimates in Ordinal Regression Test it is known that Work Motivation (X1) and Coordination (X2) together have no positive and significant effect on Service Quality (Y).
2791831273H1E016012IMPLEMENTASI LEAN SERVICE MENGGUNAKAN DMAIC DAN SMED SEBAGAI UPAYA MENGURANGI WAKTU TUNGGU DI WAROENG SPESIAL SAMBAL “SS” GOR SATRIA PURWOKERTOWaroeng “SS” adalah salah satu restoran yang menyajikan berbagai masakan khas indonesia dengan aneka sambal segar. Berdasarkan hasil penelitian, restoran ini memiliki permasalahan terkait dengan waktu tunggu. Pengurangan waktu merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas dan profit, sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi faktor penyebab waktu tunggu dalam proses produksi ikan bakar dan menentukan usulan perbaikan yang dapat diberikan pada Waroeng ''SS'' Purwokerto. Metode yang digunakan yaitu konsep DMAIC dan SMED dengan tools diagram SIPOC, value stream mapping, process activity mapping, fishbone diagram dan 5 why’s analysis. Dari hasil analisis diagram fishbone dan 5 why’s analysis faktor penyebab waktu tunggu yang dominan yaitu waste motion dan waste waiting. Usulan perbaikan yang dapat diberikan yaitu dengan penerapan SMED, waktu proses produksi ikan bakar dapat berkurang sebesar 25,73 menit atau 57,96% yang semula 44,39 menit dengan VAR 34,88% menjadi 18,66 menit dengan VAR 83,45%.Waroeng "SS" is a restaurant that serves a variety of Indonesian specialties with a variety of fresh chili sauce. However, based on research results, this restaurant has problems related to waiting times. Time reduction is one way to increase productivity and profits, so the purpose of this study is to identify the factors causing the waiting time in the grilled fish process and determine the proposed improvements that can be given to Waroeng `` SS '' Purwokerto. The method used is the concept of DMAIC and SMED with the sipoc tool diagram, value stream mapping, process activity mapping, fishbone diagram, and 5 whys analysis. From the results of the fishbone diagram and 5 why's analysis, the dominant factors causing waiting time are waste motion and waste waiting. The improvement that can be given is the application of SMED, the time for the grilled fish production process can be reduced by 25.73 minutes or 57.96% from 44.39 minutes with a VAR of 34.88% to 18.66 minutes with a VAR of 83.45%.
2791931274D1A016250PENGARUH LAMA SIMPAN SUSU PASTEURISASI RASA COKLAT PADA SUHU DINGIN
TERHADAP TOTAL ASAM DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK (RASA, TEKSTUR, AROMA)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama simpan susu pasteurisasi rasa coklat pada suhu dingin terhadap total asam dan kualitas organoleptik (rasa, tekstur, aroma). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen RAK dan untuk variabel organoleptik digunakan metode RAL. Perlakuan yang berpengaruh akan diuji lanjut DMRT. Perlakuan yang diuji adalah lama penyimpanan 0, 3, 6, 9, 12 hari, variabel yang diukur adalah kadar total asam tertitrasi, menguji tingkat kesukaan terhadap aroma, rasa, dan tekstur. Hasil analisis ragam, lama penyimpanan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total asam. Kadar total asam yaitu 1,77 - 2,27 %. Selama penyimpanan susu pasteurisasi rasa coklat berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tingkat kesukaan aroma dan tekstur tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tingkat kesukaan rasa. Hasil penelitian pengaruh lama simpan terhadap kualitas dan kesukaan terhadap rasa memiliki rataan nilai 12 hari = 2,60 ± 1,62 dan pada perlakuan 3 hari = 3,23 ± 1,15. Hasil terhadap kualitas dan tingkat kesukaan tekstur rataan nilai pada perlakuan 12 hari = 2,93 ± 1,44 dan rataan nilai pada perlakuan 0 hari = 3,73 ± 0,89. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kesukaan panelis terhadap aroma rataan nilai terendah pada perlakuan 6 hari = 2,70 ± 1,25 dan nilai rataan tertinggi pada perlakuan 0 hari = 3,56 ± 1,01. Kadar total asam tertitrasi tidak mengalami perubahan, nilai rataan 2.02%. Sebelum dan selama penyimpanan tingkat kesukaan terhadap kualitas rasa tidak berubah, tingkat kesukaan terhadap kualitas aroma dan tekstur mengalami penurunan.
Kata Kunci : total asam, phenolphtalein, titrasi, uji Duncan (DMRT)
This study aimed to determine the effect of shelf life of chocolate flavored pasteurized milk at cold temperatures on total acid and organoleptic quality (taste, texture, aroma). The research was conducted at the Laboratory of Animal Husbandry Product Technology, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research was conducted using the RAK experimental method and the organoleptic variables used the RAL method. Treatment that has an effect will be further tested by DMRT. The treatments tested were storage time of 0, 3, 6, 9, 12 days, the measured variable was the total titrated acid level, tested the level of preference for aroma, taste, and texture. The results of analysis of variance showed that storage time had no significant effect (P> 0.05) on total acid. The total acid content was 1.77 - 2.27%. During storage of pasteurized milk, the taste of chocolate had a significant effect (P <0.05) on the level of liking for aroma and texture, but had no significant effect (P> 0.05) on the level of taste preference. The results of the study the effect of storage time on quality and preference on taste had an average value of 12 days = 2.60 ± 1.62 and at 3 days treatment = 3.23 ± 1.15. The results on the quality and level of preference for the texture mean value at 12 days treatment = 2.93 ± 1.44 and the mean value at 0 days treatment = 3.73 ± 0.89. The results showed that the panelists' preferred level of aroma with the lowest average value on the 6 days treatment = 2.70 ± 1.25 and the highest average value at 0 days treatment = 3.56 ± 1.01. The total concentration of titrated acid did not change, the average value was 2.02%. Before and during storage, the liking for the taste quality did not change, the liking for the aroma quality and the texture decreased.
Keywords: total acid, phenolphtalein, titration, Duncan test (DMRT)
2792031284H1C015018Fasies dan Lingkungan Pengendapan Batuan Sedimen PliosenPleistosen Lembah Bumiayu, Jawa TengahStratigrafi regional pada daerah Lembah Bumiayu memiliki lingkungan pengendapan yang relatif berbeda terdiri dari Formasi Kalibiuk, Formasi Kaliglagah yang terendapkan pada lingkungan marine, Formasi Mengger dan Formasi Gintung yang terendapkan pada lingkungan non marine (Kastowo dan Suwarna,1996). Hal tersebut menjadi dasar untuk mengetahui asosiasi fasies daerah Kalinusu melalui analisis korelasi fasies. Penelitian bertujuan mengetahui litofasies dan mengidentifikasi korelasi asosiasi fasies dengan rekonstruksi perubahan lingkungan pengendapan pada derah penelitian dengan menggunakan metode pemetaan geologi lapangan dengan analisis data berupa data litostratigrafi. Secara stratigrafi daerah penelitian tersusun atas 10 litofasies secara deskriptif berdasarkan klasifikasi litofasies menurut Miall (1987), yaitu batulempung masif karbonat (Fm), batupasir sedang laminasi karbonat (Sh), batupasir kasar silang siur (Sp), batupasir kasar laminasi (Sh), batupasir kasar laminasi karbonat (Sh), batupasir sedang silang siur karbonat (Sp), Konglomerat massif karbonat (Gcm), Konglomerat massif (Gcm), Batupasir sedang silang siur (St), dan batupasir sedang laminasi (Sh). Berdasarkan asosiasi fasies dengan pendekatan model fasies Nichols, 1988, rekonstruksi paleogeografi daerah penelitian terbagi menjadi 5 tahapan event perubahan asosiasi fasies yaitu pada N19 – N20 terendapkan fasies offshore dengan pengendapan prograding, Pada N20 – N21 mengalami prograding terendapkan fasies beach kemudian terjadi retrograding dan terendapkan fasies shoreface, Pada N21 – N22 terjadi pengendapan prograding sehingga terendapkan fasies braided channel fluvial system, dan pada N22 – N23 terjadi kembali pengendapan retrograding sehingga terendapkan fasies shoreface.The regional stratigraphy of the Kalinusu area, Bumiayu District, Brebes Regency, Central Java has a relatively different depositional environment consisting of the Kalibiuk Formation, the Kaliglagah Formation which is deposited in the marine environment, the Mengger Formation and the Gintung Formation which are deposited in the non-marine environment (Kastowo and Suwarna, 1996). This becomes the basis for knowing the paleogeography of the Kalinusu area through facies correlation analysis. This study aims to determine the geological conditions and identify the correlation of facies associations with paleogeographic reconstruction in the study area using geological field mapping methods with data analysis in the form of geomorphological data, geological structures, petrography, lithostratigraphy, and biostratigraphy. Based on geomorphology analysis, the research area consists of the Kalinusu Anticline Valley, Kalinusu Syncline Valley, and the Denunadational Plains of Kalinusu Fault. Based on stratigraphic, the research area from old to young is composed of carbonate sandstones, coarse-grained cross-sandstones, medium-grained sandstones and carbonate coarse-grained sandstones. In the research area, there are geological structures in the form of Kalinusu Syncline, Kalinusu Anticline and Kalinusu Left Horizontal Fault. Based on the facies association with the Nichols facies model approach, 1988, the paleogeographic reconstruction of the research area was divided into 5 stages of the facies association change event, namely at N19 - N20 deposited offshore facies with deposition of progression, N20 - N21 experienced deposited beach facies prograding then retrograding and depositing facies shoreface, At N21 - N22 there was prograding deposition so that the braided channel fluvial system facies were deposited, and at N22 - N23 retrograding deposition occurred so that the shoreface facies were deposited.