Home
Login.
Artikelilmiahs
31262
Update
HERAWATI NUR SYAFIAH
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Tipe Persilangan Itik Tegal dan Magelang terhadap Produksi, Tebal Kerabang dan Specific Gravity Telur
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan yaitu untuk mengetahui rataan dan simpang baku produksi telur, tebal kerabang dan specific gravity telur tipe persilangan itik Tegal dan Magelang. Penelitian dilaksanakan di Desa Banjarsari Kulon RT 02 / RW 03, Sumbang, Banyumas dan di Laboratorium Produksi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan adalah itik Tegal dan Magelang sebanyak 80 ekor yang dibagi dalam 4 tipe persilangan dan 5 perlakuan. Setiap ulangan terdiri dari 1 ekor itik jantan dan 3 ekor itik betina. Perlakuan terdiri dari persilangan Itik Tegal dan Magelang: P1 (itik jantan dan betina Magelang), P2 (itik jantan Magelang dan betina Tegal), P3 (itik jantan Tegal dan betina Magelang) dan P4 (itik jantan dan betina Tegal). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rataan dan simpang baku pada produksi telur, tebal kerabang dan specific gravity telur P1 (44,44 ± 15,89; 0,49 ± 0,05 dan 1,08 ± 0,02), P2 (35,63 ± 25,52; 0,52 ± 0,06 dan 1,08 ± 0,02), P3 (38,22 ± 20,22; 0,54 ± 0,08 dan 1,09 ± 0,03) dan P4 (22,67 ± 14,72; 0,40 ± 0,03 dan 1,09 ± 0,01). Hasil analisis variansi pada tipe persilangan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap tebal kerabang telur dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap produksi telur dan specific gravity telur. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa P1 memiliki produksi telur yang lebih baik dan P3 memiliki tebal kerabang dan specific gravity telur yang lebih baik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The objective is to determine the mean and standard deviation egg production, shell thickness and specific gravity cross-type eggs of Tegal and Magelang ducks. The research was conducted in the Poultry Sari duck breeders group, Banjarsari Kulon Village RT 02 / RW 03, Sumbang District, Banyumas Regency. The material used was 80 ducks from Tegal and Magelang which were divided into 4 types of crosses with 5 replications. Each replication consisted of 1 male and 3 female ducks. The consisted of treatments: P1 (male and female Magelang ducks), P2 (male Magelang ducks and Tegal females), P3 (Tegal males and Magelang females) and P4 (Tegal male and female ducks). The data obtained were analyzed by analysis of variance. Based on the results of the study, it was obtained that the mean and standard deviations of egg production, shell thickness and specific gravity P1 (44.44 ± 15.89; 0.49 ± 0.05 and 1.08 ± 0.02), P2 (35.63 ± 25.52; 0.52 ± 0.06 and 1.08 ± 0.02), P3 (38.22 ± 20.22; 0.54 ± 0.08 and 1.09 ± 0.03) and P4 (22.67 ± 14.72; 0.40 ± 0.03 and 1.09 ± 0.01). The results of the analysis of variance on the type of cross had a very significant effect (P <0.01) on eggshell thickness and has no significant effect (P> 0.05) on egg production and egg specific gravity. Based on the research results, it can be concluded that P1 has better egg production and P3 has better shell thickness and egg specific gravity.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save